Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV UNTUK PERBAIKAN

PROFIL TEGANGAN DAN SUSUT DAYA LISTRIK

NAMA : WAHYUDI S MUHAMMAD

NPM : 0725 1411 013

1
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Tenaga listrik merupakan salah satu infrastruktur yang menyangkut hidup
orang banyak. Oleh karena itu penyediaan tenaga listrik harus dapat menjamin
tersedianya dalam jumlah yang cukup, harga yang wajar dan mutu yang baik.
Sebagai upaya untuk menjamin keamanan pasokan energi dalam negeri dan untuk
mendukung pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah menetapkan Kebijakan
Energi Nasional melalui PP no.5 tahun 2006. kebijakaan penyediaan energi,
kebijakan pemanfaatan energi, kebijakan harga energi dan kebijakan pelestarian
dengan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Termasuk dalam
kebijakan pemanfaatan energi yaitu efisiensi pemanfaatan energi dan diversifikasi
energi (Kebijakan Energi Nasional, 2006)
Selain faktor pemenuhan kapasitas daya, penyediaan tenaga listrik harus
memperhatikan kualitas profil tegangan dan efisiensi daya listrik di jaringan
distribusi. Kualitas profil tegangan diperlukan bagi pelanggan karena peralatan
listrik mengacu pada tegangan nominal suplai listrik. Sementara efisiensi daya
listrik di jaringan distribusi yang tinggi akan menguntungkan karena menurunkan
susut daya listrik (losses) di jaringan dan juga menguntungkan pelanggan karena
semakin banyak calon pelanggan yang akan dapat teraliri daya listrik. Kualitas
tegangan dan efisiensi energi listrik pada suatu sistem kelistrikan sangat
dipengaruhi oleh adanya rugi-rugi (susut daya listrik) yang terjadi baik disisi
pembangkitan, penyaluran ataupun pendistribusian melalui suatu jaringan
distribusi. Dalam kenyataannya, adanya susut daya listrik pada penyediaan energi
listrik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Meski demikian susut energi
yang terjadi dalam proses penyaluran dan distribusi energi listrik merupakan suatu
pemborosan energi apabila tidak dikendalikan secara optimal.
Dari kondisi tersebut, upaya penekanan susut tegangan dan susut daya
adalah sangat penting untuk dilakukan. Nilai tegangan yang berada diluar nilai
kritis tidak bisa ditoleransi karena tidak sesuai dengan standar yang berlaku juga
menyebabkan peralatan listrik tidak bekerja secara optimal sesuai dengan
spesifikasi dan rating peralatan. Jatuh tegangan yang besar di sisi tegangan

2
menengah 20 kV yang besar juga akan menyebabkan tegangan pemakaian di sisi
tegangan rendah 220 V menjadi rendah. Susut daya yang besar adalah
menyebabkan pemborosan energi karena besarnya daya listrik yang terbuang pada
jaringan. Rekonfigurasi jaringan merupakan salah satu upaya yang sangat
potensial dilakukan guna menekan susut tegangan dan daya yang terjadi. Hal ini
mengingat terdapat beberapa penyulang yang lebih pendek yang menyuplai daya
relatif lebih kecil.

1.2. Perumusan Masalah


Berdasarkan uraian pada pendahuluan, maka dapat dirumuskan
permasalahan penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana profil tegangan dan susut daya pada penyulang Kalibakal
dengan kapasitas daya beban saat ini, apakah memenuhi standar yang
berlaku?
2. Bagaimana potensi rekonfigurasi penyulang-penyulang Kalibakal guna
mengurangi rugi tegangan dan daya yang terjadi?
3. Berapa besar pengaruh rekonfigurasi yang dilakukan dalam peningkatan
profil tegangan dan penurunan susut daya listrik?

Pembahasan pada penelitian ini dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut :


1. Pembahasan pemerataan beban ini dilakukan pada
penyulang Kalibakal jaringan distribusi 20 kV PT. PLN APJ Purwokerto
2. Sistem diasumsikan sebagai sistem tiga phasa setimbang
3. Profil tegangan dan susut daya yang diamati adalah pada jaringan distribusi
tegangan menengah 20 kV. Tidak membahas profil tegangan dan susut daya
pada jaringan tegangan rendah
4. Representasi Jaringan Tegangan Menengah dibatasi
pada penyulang utama jaringan.
5. Beban direpresentasikan sebagai beban terpusat
(lumped load) pada tiap section penyulang
6. Toleransi untuk tegangan kritis berdasar SPLN 72 : 1987, Sedangkan
toleransi susut daya berdasar SPLN 10-1A:1996

3
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengevaluasi profil tegangan dan susut daya listrik penyulang Kalibakal
jaringan sistem distribusi 20 kV.
2. Menganalisis rekonfigurasi penyulang Kalibakal sebagai upaya memperbaiki
profil tegangan dan mengurangi susut daya jaringan distribusi 20 kV
3. Menganalisis kontribusi rekonfigurasi penyulang
kalibakal terhadap perbaikan profil tegangan dan susut daya jaringan

1.4. Manfaat Penelitian


Kegunaan penelitian ini adalah:
1. Memberikan evaluasi dan prediksi solusi peningkatan profil tegangan dan
penurunan susut daya listrik di jaringan distribusi 20 kV secara efektif
sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas daya listrik. Solusi yang
diberikan berupa analisis rekonfigurasi jaringan karena penentuan
rekonsfigurasi yang baik tidak mungkin dilakukan dengan coba-coba pada
jaringan tersebut karena belum tentu tepat dan menyebabkan bertambahnya
waktu pemadaman listrik.

2. Penurunan susut daya yang dihasilkan pada dasarnya merupakan penghematan


penggunaan energi listrik akan menambah ketersediaan cadangan energy
listrik. hal ini secara tidak langsung akan mengurangi permasalahan
ketersediaan (krisis) energi listrik di Indonesia.

3. Pendekatan rekonfigurasi jaringan dapat digunakan sebagai alternatif untuk


perbaikan profil tegangan dan susut daya pada jaringan distribusi.
Rekonfigurasi cukup strategis untuk dilakukan dibanding pendekatan atau
metode lain mengingat biaya yang dibutuhkan relatif lebih rendah.

4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Jaringan sistem distribusi dapat dibedakan menjadi dua yaitu jaringan


sistem distribusi primer dan jaringan sistem distribusi sekunder. Kedua sistem
tersebut dibedakan berdasarkan tegangan kerjanya. Pada umumnya tegangan kerja
pada sistem jaringan distribusi primer adalah 20 kV, sedangkan tegangan kerja
pada sistem jaringan distribusi sekunder adalah 220/380 V. Sistem distribusi
disuplai dari Gardu Induk (GI) yang terbagi menjadi beberapa penyulang/feeder
menuju pelanggan listrik. . dengan posisi terbuka pada kondisi normal ini sangat
berperan untuk proses rekonfigurasi iaringan sistem sehingga profil tegangan naik
dan dapat dikurangi. Jika suatu penyulang mengalami gangguan, daerah yang
padam sementara dapat disuplai kembali secara cepat dengan membuat
konfigurasi jaring baru dengan mengoperasikan beberapa sectionalizing switches.
Dalam jarring distribusi tenaga listrik, mengubah status sectionalizing switches
dari normaly open (NO) ke normaly closed (NC) atau sebaliknya merupakan
perubahan struktur topologi dari jaring distribusi. Dalam operasi sistem tenaga
listrik rekonfigurasi bertujuan untuk mengurangi , sehingga kualitas tegangan
listrik menjadi lebih baik.
Rekonfigurasi jaringan merupakan proses pembentukan struktur
topological dari penyulang distribusi dengan mengubah status dari switch. Selama
kondisi operasi normal. Rekonfigurasi jaringan bertujuan untuk mengurangi susut
daya listrik (losses) dan menyeimbangkan beban-beban dalam jaringan.

Semakin panjang suatu jaringan, maka konduktor yang digunakan untuk


menghubungkan sumber listrik dengan beban (konsumen) juga akan semakin
panjang. Suatu konduktor, memiliki nilai resistansi, yang akan mengakibatkan
nilai rugi daya pada saluran akan bertambah besar. Karena nilai rugi daya
bergantung kepada hasil perkalian antara kuadrat arus (I2) yang mengalir pada
penghantar, dengan nilai resistansi penghantar (R). Minimalisasi rugi daya dapat
dilakukan merubah konfigurasi jaringan yang telah ada.

5
Panjang jaring listrik juga mengakibatkan perbedaan tegangan antara sisi
kirim dan sisi terima menjadi berbeda, makin panjang jaring, maka perbedaan
tegangan semakin besar demikian juga susut daya listrik (losses) pada jaring
tersebut. Turunnya tegangan sering terjadi pada sistem didtribusi 20 kV yang
kapasitasnya terbatas, sehingga pada jam-jam tertentu (pada beban puncak)
tegangan pada ujung sisi terima semakin rendah, bahkan melampaui batasbatas
toleransi, sedangkan pada jam-jam dimana beban listriknya berkurang, tegangan
listriknya akan kembali normal.
Untuk saluran udara yang kapasitansinya dapat diabaikan saluran
direpresentasikan sebagai saluran pendek yang secara umum diterapkan pada
sistem yang tegangannya sampai 66 kV dan panjangnya mencapai 50 miles ( 80,5
km).

6
BAB III. METODE PENELITIAN

1.1. Materi Penelitian


Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi profil tegangan dan susut
daya pada 8 penyulang kalibakal jaringan distribusi 20 kV serta menganalisis
potensi rekonfigurasi dan pengaruh rekonfigurasi jaringan terhadap perbaikan
profil tegangan dan susut daya jaringan distribusi.

1.2. Rancangan Penelitian


Penelitian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan penelitian sebagai
berikut :
1.Tahap persiapan meliputi perijinan dan penelusuran pustaka
2. Pengambilan data yang diperlukan berupa data penyulang Kalibakal
serta spesifikasi teknis peralatan yang terpasang
3. Evaluasi profil tegangan dan susut daya pada penyulang Kalibakal.
Evaluasi ini dilakukan melalui analisis aliran daya dengan menggunakan
software ETAP Power Station 4.0.
4. Menganalisis potensi rekonfigurasi jaringan. Potensi rekonfigurasi
ditentukan dengan melihat profil tegangan dan susut daya pada masing-
masing penyulang serta konfigurasi penyulang terdekat di sekitar
penyulang yang akan direkonfigurasi.
5. Rekonfigurasi penyulang dengan melimpahkan seksi pada satu feeder
yang berpotensi direkonfigurasi ke penyulang terdekat atau dengan metode
rekonfigurasi lain.
6. Simulasi penyulang yang telah direkonfigurasi pada program ETAP
Power Station 4.0 dan menganalisis aliran daya pada penyulang yang telah
direkonfigurasi
7. Menganalisis kontribusi rekonfigurasi pada jaringan. Hal ini dilakukan
dengan menganalisis perbaikan profil tegangan dan susut daya pada setiap
penyulang setelah rekonfigurasi jaringan dibandingkan dengan kondisi
sebelum rekonfigurasi

7
1.3. Data Penelitian
Data penelitian merupakan data sekunder yang didapatkan dari PT. PLN
TERNATE berupa :
- single-line diagram Jaringan Distribusi 20 kV Gardu Induk
Kalibakal PT. PLN (Persero) APJ Purwokerto
- Kapasitas dan impedansi transformator tenaga.
- Kapasitas dan impedansi power grid.
- Tegangan nominal busbar.
- Panjang, jenis, dan impedansi kabel dan konduktor yang
digunakan.
- Konfigurasi status dari ABSW dan LBS.
- Kapasitas dan pembebanan trafo distribusi yang terukur pada setiap
seksi penyulang kalibakal

1.4. Variabel yang diamati


Variable yang diamati pada penelitian ini adalah :
- Profil tegangan pada penyulang Kalibakal
- Aliran daya dan susut daya pada penyulang Kalibakal
- Konfigurasi dan rekonfigurasi penyulang Kalibakal

1.5. Analisis Data


Analisis yang dilakukan meliputi analisis profil tegangan, analisis susut
daya, rekonfigurasi jaringan serta perbaikan tegangan dan susut daya setelah
rekonfigurasi.
(1). Analisis profil tegangan
Analisis profil tegangan dilaku
kan melalui simulasi aliran daya yang dilakukan dengan melihat hasil
tegangan pada setiap bus dan menghitung drop tegangan yang terjadi.
Nilai drop tegangan merupakan selisih antara tegangan pada ujung sisi
pengirim dan tegangan pada ujung sisi penerima
VD = IRR + IXXL volt

8
Dengan
R = resistansi total pada penyulang (ohm)
XL= reaktansi induktif total pada penyulang (ohm)
IR = komponen daya nyata dari arus (A)
IX = komponen reaktif arus tertinggal (A)
(2). Analisis susut daya
Susut daya adalah selisih antara jumlah energi yang masuk ke jaringan
(input) dan energi yang keluar dari jaringan (output). Energi output
adalah energi yang diambil dari jaringan tegangan menengah yang
merupakan energi yang termanfaatkan. Adanya selisih daya input dan
output jaringan adalah akibat rugi daya pada konduktor yang
sebanding dengan nilai arus dan hambatan penghantar
Ploss=I2R
Dengan
Ploss : rugi daya saluran (Watt)
I : arus saluran (A)
R : Tahanan saluran (Ohm)
Secara matematis, rugi daya yang terjadi di jaringan, dapat ditulis
dengan:

Dimana :
Ps = daya yang disalurkan (kW)
Pi = daya yang terpakai (kW)
(3). Rekonfigurasi
Rekonfigurasi dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
a. Reconductor, mengganti luas penampang konduktor yang

digunakan dengan luas penampang konduktor yang lebih besar.

b. Mengubah jalur beban atau pelimpahan beban. Hal ini, dapat

dilakukan dengan mengubah konfigurasi status ABSW dan LBS,

9
baik dari Normally Open menjadi Normally Close, maupun

sebaliknya.

c. Membangun jaringan yang baru

1.6. Waktu dan Lokasi


Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro , sedangkan
pengambilan data lapangan dilakukan PT PLN TERNATE
Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu 4 bulan.

10
11