Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

Karbohidrat ('hidrat dari karbon'), hidrat arang, atau sakarida adalah segolongan
besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat sendiri terdiri
ataskarbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam
tubuh makhluk hidup, terutama sebagaibahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan
(misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun
(misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada
proses fotosintesis,tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.

Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton,


atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat
mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil.
Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai
rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi
oleh n molekul air. Namun, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian
dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atausulfur.

Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana
yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak karbohidrat
merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang
panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan
selulosa. Selain monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua
monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).

Karbohidrat sebagai sumber energi utama di bentuk oleh tumbuhan melalui proses
fotosintesis. Dalam tubuh manusia atau hewan, karbohidrat terbentuk melalui reaksi yang
terjadi dari beberapa asam amino dan gliserol lemak. Pada makalah ini akan dibahas
biosintesis karbohidrat pada tumbuhan.
BAB II

PEMBAHASAN

Biosintesis karbohidrat teridiri atas fotosintesis; daur tumbuhan C3, C4, dan CAM;
fotorespirasi; sintesis pati dan sukrosa; sintesis dinding sel polisakarida; dan sintesis
karbohidrat terintegrasi.

A. Fotosintesis
Reaksi Fotosintesis adalah suatu proses pembentukan bahan organik dari
bahananorganik dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Reaksi umum
fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut.

O2 yang dihasilkan pada fotosintesis berasala dari H2O. Di sini H2O bertindak
sebagai pemberi elektron. Bagi anaerob fotosintetik dan bakteri yang tidak
menggunakan H2O sebagai pemberi elektron, maka reaksi fotosintesisnya:

dengan keterangan X = S, senyawa organik, dan sebagainya. Pernyataan umum ini


adalah suatu penyederhanaan yang berlebihan karena sebenarnya ada dua pasang
reaksi yang berlangsung di dalam satuan fotosintetik selama fotosintesis: yaitu
reaksi- reaksi terang dan gelap. Pada fotosintesis, masuknya karbondioksida ke
daun dan keluarnya oksigen yang dihasilkan, melewati struktur yang disebut
stomata. Fotosintesis merupakan reaksi penyederhanaan dari 2 tahapan reaksi, yaitu
reaksi terang (bagian foto) dan reaksi gelap (bagian sintesis). Fotosintesis dibagi
menjadi dua tahap. Tahap pertama, yang disebut reaksi terang, di mana energi
cahaya ditangkap oleh molekul klorofil dan diproses untuk membuat senyawa
energi tinggi yang digunakan nanti dalam reaksi gelap (tercakup dalam bagian yang
berikut). Tahap kedua, yang dikenal sebagai siklus Calvin yang dinamai dari
penemunya, juga dikenal sebagai reaksi gelap, karena menggunakan energi yang
diciptakan dalam reaksi cahaya untuk ikatan rantai karbon bersama-sama untuk
membentuk gula, karbohidrat lainnya, protein, lipid, dan asam nukleat.
Reaksi Terang
Tahap pertama dari sistem fotosintesis adalah reaksi terang, yang sangat bergantung
kepada ketersediaan sinar matahari. Reaksi terang merupakan penggerak bagi reaksi
pengikatan CO2 dari udara. Reaksi ini melibatkan beberapa kompleks protein dari
membran tilakoid yang terdiri dari sistem cahaya (fotosistem I dan II), sistem
pembawa elektron, dan komplek protein pembentuk ATP (enzim ATP sintase).
Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, juga menghasilkan
oksigen dan mengubah ADP dan NADP+ menjadi energi pembawa ATP dan
NADPH.
Reaksi terang terjadi di tilakoid, yaitu struktur cakram yang terbentuk dari pelipatan
membran dalam kloroplas . Membran tilakoid menangkap energi cahaya dan
mengubahnya menjadi energi kimia. Jika ada bertumpuk-tumpuk tilakoid, maka
disebut grana. Secara ringkas, reaksi terang pada fotosintesis ini terbagi menjadi
dua, yaitu fosforilasi siklik dan fosforilasi nonsiklik. Fosforilasi adalah reaksi
penambahan gugus fosfat kepada senyawa organik untuk membentuk senyawa
fosfat organik. Pada reaksi terang, karena dibantu oleh cahaya, fosforilasi ini
disebut juga fotofosforilasi.
Reaksi gelap

Siklus Calvin disebut juga Reaksi gelap yang merupakan reaksi lanjutan dari reaksi
terang dalam fotosintesis. Reaksi gelap adalah reaksi pembentukan gula dari CO2
yang terjadi di stroma. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi terjadi pada
bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH,
yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari
reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi
katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena
itu reaksi gelap disebut jugareaksi Calvin-Benson.
Siklus Calvin dijelaskan dalam tiga langkah:
1. Pembentukan PGA, sebuah molekul tiga karbon (Fiksasi Karbon)
ikatan karbon dioksida dengan RUDP lima karbon (difosfat ribulosa) molekul
untuk membuat sebuah molekul enam karbon sementara yang segera terbagi
menjadi dua, molekul tiga-C disebut PGA
2. Konversi PGA ke PGAL (Reduksi)
PGA menerima gugus fosfat berenergi tinggi dari ATP (de-energizing ATP
menjadi ADP, yang kemudian dapat digunakan kembali dalam reaksi terang).
Selanjutnya, NADH menambahkan proton (ion hidrogen) dan melepaskan
gugus fosfat, sehingga menciptakan PGAL dan sekarang molekul miskin energi
NADP
3. Pemulihan bahan awal dan pembentukan senyawa organik (Regenerasi RUBP)
sebagian besar PGAL yang baru dibuat diubah menjadi RUDP, yang kemudian
bisa kembali masuk dan restart siklus Calvin. Namun, satu dari setiap enam
molekul PGAL diubah menjadi senyawa organik yang dibutuhkan di tempat lain
oleh sel.

Pada proses siklus calvin ini dihasilkan triosa fosfat yang merupakan perkusor
untuk biosintesis biomolekul yang lebih kompleks.

B. Daur Tumbuhan C3, C4, dan CAM


Fotosintesis merupakan cara atau proses tumbuhan dalam menghasilkan energi
yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Setiap tumbuhan
memiliki daur fotosintesi yang berbeda-beda, sehingga dibedakan menjadi 3 jenis
tumbuhan dan daur fotosintesisnya. Jenis tumbuhan yang dibedakan yaitu
tumbuhan C3, C4, dan CAM.
1. Tumbuhan C3
Tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi.
Sebagian besar tanaman pertanian, seperti gandum, kentang, kedelai, kacang-
kacangan, dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. Pada tanaman C3,
enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk
pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal
assimilasi (enzim rubisco), juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan
untuk proses fotorespirasi (fotorespirasi adalah respirasi,proses pembongkaran
karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping, yang terjadi pada
siang hari) . Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan, hasil dari kompetisi
antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2, sehingga fotorespirasi
terhambat dan assimilasi akan bertambah besar.
Tumbuhan C3 tumbuh dengan fiksasi karbon C3 biasanya tumbuh dengan baik
di area dimana intensitas sinar matahari cenderung sedang, temperature sedang
dan dengan konsentrasi CO2 sekitar 200 ppm atau lebih tinggi, dan juga dengan
air tanah yang berlimpah. Tumbuhan C3 harus berada dalam area dengan
konsentrasi gas karbondioksida yang tinggi sebab Rubisco sering menyertakan
molekul oksigen ke dalam Rubp sebagai pengganti molekul karbondioksida.
Konsentrasi gas karbondioksida yang tinggi menurunkan kesempatan Rubisco
untuk menyertakan molekul oksigen. Karena bila ada molekul oksigen maka
Rubp akan terpecah menjadi molekul 3-karbon yang tinggal dalam siklus
Calvin, dan 2 molekul glikolat akan dioksidasi dengan adanya oksigen, menjadi
karbondioksida yang akan menghabiskan energi. Pada tumbuhan C3, CO2
hanya difiksasi RuBP oleh karboksilase RuBP. Karboksilase RuBP hanya
bekerja apabila CO2 jumlahnya berlimpah.
2. Tumbuhan C4

Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan


kering. Pada tanaman C4, CO2 diikat oleh PEP (enzym
pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat
O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2.
Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil
(sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di
bawah sel-sel epidermis daun). CO2 yang sudah terikat oleh
PEP kemudian ditransfer ke sel-sel pbundle sheathp
(sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana
kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. Karena tingginya
konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini, maka O2 tidak
mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP, sehingga
fotorespirasi sangat kecil and G sangat rendah, PEP
mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2, sehingga
reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1
sangat tinggi. , laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah
sedikit dengan meningkatnyaCO2. Sehingga, dengan
meningkatnya CO2 di atmosfir, tanaman C3 akan lebih
beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. Contoh tanaman
C4 adalah jagung, sorgum dan tebu.

3. Tumbuhan CAM
Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering. Crassulacean
acid metabolism (CAM), tanaman ini mengambil CO2 pada malam hari, dan
mengunakannya untuk fotosistensis pada siang harinya. Meski tidak
menguarkan oksigen dimalam hari, namun dengan memakan CO2 yang beredar,
tanaman ini sudah membantu kita semua menghirup udara bersih, lebih sehat,
menyejukkan dan menyegarkan bumi, tempat tinggal dan ruangan. Jadi, cocok
buat taruh di ruang tidur misalnya. Sayang, hanya sekitar 5% tanaman jenis ini.
Tumbuhan CAM yang dapat mudah ditemukan adalah nanas, kaktus, dan bunga
lili. Tanaman CAM , pada kelompok ini penambatan CO2 seperti pada tanaman
C4, tetapi dilakukan pada malam hari dan dibentuk senyawa dengan gugus 4-C.
Pada hari berikutnya ( siang hari ) pada saat stomata dalam keadaan tertutup
terjadi dekarboksilase senyawa C4 tersebut dan penambatan kembali CO2
melalui kegiatan Rudp karboksilase. Jadi tanaman CAM mempunyai beberapa
persamaan dengan kelompok C4 yaitu dengan adanya dua tingkat sistem
penambatan CO2.
Selama malam hari, ketika stomata tumbuhan itu terbuka, tumbuhan ini
mengambil CO2 dan memasukkannya kedalam berbagai asam organic. Cara
fiksasi karbon ini disebut metabolisme asam krasulase, atau crassulacean acid
metabolism (CAM). Dinamakan demikian karena metabolisme ini pertama kali
diteliti pada tumbuhan dari famili crassulaceae. Termasuk golongan CAM
adalah Crassulaceae, Cactaceae, Bromeliaceae, Liliaceae, Agaveceae, Ananas
comosus, dan Oncidium lanceanum. Jalur CAM serupa dengan jalur C4 dalam
hal karbon dioksida terlebih dahulu dimasukkan kedalam senyawa organic
intermediet sebelum karbon dioksida ini memasuki siklus Calvin. Perbedaannya
ialah bahwa pada tumbuhan C4, kedua langkah ini terjadi pada ruang yang
terpisah. Langkah ini terpisahkan pada dua jenis sel. Pada tumbuhan CAM,
kedua langkah dipisahkan untuk sementara. Fiksasi karbon terjadi pada malam
hari, dan siklus calvin berlangsung selama siang hari.

Perbedaan C3, C4 dan CAM


C. Fotorespirasi
Fotorespirasi adalah proses respirasi yang berlangsung sangat cepat dan terjadi pada
organ fotosintesis yang terkena sinar matahari dan bergantung sepenuhnya pada
cahaya. Rubisco tidak absolut secara spesifik mengikat CO2 sebagai subtrat pada
sisi aktif, bersaing dengan O2. Rubisco (enzim ribulosa bifosfat karboksilase-
oksigenase), alih-alih mengikat CO2, justru mengikat O2 dan menghasilkan CO2
amoniak (NH3) melalui jalur Gliserat dan Glikolat dan berlangsung pada saat ada
sinar matahari bersamaan dengan peristiwa fotosintesis. Berbeda dengan respirasi
biasa yang terjadi pada mitokondria, fotorespirasi berlangsung pada organel
peroxisome. Fotorespirasi tidak menghasilkan energi berupa ATP dan NADP.
Energi yang dikeluarkan pada peristiwa ini hilang begitu saja berupa panas.Pada
keadaan konsentrasi CO2 rendah dan konsentrasi O2 tinggi RuBP lebih mudah
mengikat O2 karena afinitas O2 lebih tinggi dari pada CO2. Akibatnya laju
fotosintesis pada kadar CO2 rendah terutama pada tumbuhan C-3. Untuk tumbuhan
C-4 hal ini tidak terjadi karena suplai CO2 dijamin oleh asam malat melalui
perubahannya menjadi asam piruvat dan CO2, sehingga efisiensi fotosintesis lebih
tinggi pada tanaman C-4. Jalur C2 adalah peristiwa pembebasan CO2 pada
tumbuhan hijau yang terjadi di saat intensitas cahaya matahari relatif tinggi. Jadi,
jalur C2 bukan pengikatan CO2 seperti pada jalur C3, C4, dan jalur CAM. Jalur C2
yang disebut fotorespirasi
D. Sintesis pati dan sukrosa
Selama fotosintesis aktif dalam cahaya terang, daun tanaman menghasilkan lebih
banyak karbohidrat (sebagai fosfat triose) daripada kebutuhan untuk menghasilkan
energi atau sintesis prekursor. Selisih tersebut adalah dikonversi menjadi sukrosa
dan diangkut bagian lain tanaman. Di pabrik, pati adalah bentuk penyimpanan
utama, tetapi dalam beberapa tanaman, seperti gula dan tebu, sukrosa adalah bentuk
penyimpanan utama.Sintesis sukrosa dan pati terjadi di kompartemen selular yang
berbeda, dan proses ini dikoordinasikan bergantung pada laju fotosintesis.
Sintesis Sukrosa berlangsung di sitosol. Glukosa dan fruktosa difosforilasi terlebih
dahulu menjadi glukosa-1-fosfat dan fruktosa-6-fosfat. Reaksi antara dua senyawa
tersebut membutuhkan energi dari uridin terifosfat dan uridin difosfat.
Sintesis pati dibentuk di kloroplas dan disimpan sebagai amiloplas dalam satu atau
beberapa butir plastid. Pati terbentuk ketika fotosintesis melebihi laju gabungan
antara respirasi dan translokasi. Dua jenis pati yang paling sering dijumpai yaitu
amilosa dan amilopiktin. Pembentukan terjadi melalui satu proses yang melibatkan
sambungan berulang unit glukosa dari nukleotida yang disebut adenosine
diposglukosa (ADPG). Pembentukan berlangsung dengan 1 ATP dan glukosa-1-
fofat di kloroplas dan plastid lainnya. Enzim sintetase yang mengkatalis reaksi
tersebut dikatifkan oleh ion.Pati, seperti glikogen, merupakan polimer berat
molekul tinggi Dglukosa dalam (1-4) linkage. Molekul gliseraldehid 3-fosfat yang
berasal dari kloroplas berkondensasi memebentuk fruktosa 1,6 bisfosfat yang
dikatalisis oleh enzim aldolase. Selanjutnya terjadi hidrolisis membentuk fruktosa
6-fosfat. Lalu dengan menggunakan enzim sukrosa 6-fosfat sintase terjadi
pengubahan fruktosa 6-fosfat menjadi UDP-glukosa membentuk sukrosa 6-fosfat.
Terakhir enzim sukrosa 6-fosfat fosfatase menghilangkan gugus fosfat dan
menghasilkan sukrosa yang siap diangkut ke seluruh jaringan tanaman.
E. Sintesis dinding sel dan polisakarida
Sintesis Selulosa Terjadi di membran plasma. Berupa struktur
supramolekuler. Satu bagian menempel pada substrat;pada glukkosa
UDP;dalam sitosol;dan satu bagian lain memanjang keluar (berfungsi
untuk elongasi dan kristalisasi molekul-molekul selulosa pada ruang
ekstraselular). Sintesis selulosa terjadi di kompleks terminal (Rosettes)
pada membran plasma.Tiap rantai selulosa dimulai dengan
terbentuknya sitosterol dekstrin di dalam sel, lalu melipat keluar.

F. Sintesis karbohidrat terintegrasi


Biosintesis Karbohidrat Terintegrasi adalah proses pembentukan karbohidrat
dengan melalui serangkaian reaksi yang terdapat pada tiga kompartemen atau tiga
tempat, yaitu Glioksisom, Mitokondria dan Sitosol. Biji pada tumbuhan menyimpan
Lipid dan Protein sebagai sumber energi dan sebagai perintis biosintesis karbohidrat
selama masa perkecambahan. 75 % dari Karbon yang adalah dalam asam lemak
pada lipid diubah menjadi karbohidrat. 25% menjadi gas karbon dioksida dalam
proses konversi oksalat menjadi fosfoenol piruvat.

Glioksisom

1. Asam lemak pada lipid dikonversi menjadi AcetylCoA melalui reaksi - oksidasi
oleh enzim spesisfik yang terdapat dalam glioksisom. 2. Asetil-CoA diubah
menjadi Sitrat (turunan Isositrat asam sitrat) 3. Dari isositrat menghasilkan
Succinat 4. Suksinat akan berpindah dari glioksisom menuju mitokondria 5.
Terbentuk Glioksilat setelah terjadi pemisahan antara Suksinat dan Isositrat 6.
Glioksilat kemudian akan diproses kembali menjadi oxaloasetat untuk membentuk
Sitrat dengan bahan Asetil-CoA

Mitokondria
1. Suksinat yang masuk pada mitokondria akan membentuk Fumarat
dengan bantuan Suksinal-CoA 2. Fumarat diubah menjadi Malat dan
selanjutnya menjadi Oksaloasetat. 3. Pengubahan ini terjadi dibantu
oleh enzim asam asetat cycle. 4. Oksaloasetat kemudian berpindah dari
Mitokondria menuju sitosol. 5. Sebagian Oksaloasetat dikonversi
kembali dalam mitokondria untuk membentuk SuksinilCoA

Sitosol

1. Oksaloasetat yang masuk dikonversi menjadi fosfoenolpiruvat


dengan menghasilkan CO2. 2. Fosfoenol piruvat masuk dalam proses
glukonegenesis untuk membentuk Fruktosa-6 Fosfat dan Glukosa-
6Fosfat yang menjadi bahan pembentukan Sukrosa
Aktivitas Farmakologi Karbohidrat
Antitussive Activity of the Water-Extracted Carbohydrate
Polymer from Terminalia chebula on Citric Acid-Induced Cough
Terminalia chebula, tanaman obat milik genus Terminalia (keluarga,
Combretaceae), dibudidayakan di Tibet, Taiwan, China, dan India. Buah
kering matang dari T. chebula, yang dikenal sebagai Haritaki, telah
banyak digunakan untuk pengobatan demam, sakit tenggorokan, batuk,
muntah, cegukan, perdarahan, tumpukan, diare, asam urat, dan
penyakit jantung dan kandung kemih Haritaki buah dilaporkan memiliki
kegiatan radikal bebas. Hal ini aktif terhadap grampositive berbeda dan
bakteri gram negatif. Analisis fitokimia dari T. chebula menunjukkan
adanya asam gallic, asam chebulagic, corilagin, manitol, asam askorbat
(vitamin C), dan senyawa lainnya. Ekstrak T. chebula terkandung 24-64%
tanin, 4,4% asam gallic, 22,2% karbohidrat total, dan 5,3% asam uronic.
Meskipun kepentingan umum di phytoconstituents, tetap ironis bahwa
penelitian tentang aspek-aspek kimia dan biologis dari senyawa bioaktif
berat molekul tinggi telah diabaikan, meskipun ekstrak air buah ini, yang
tidak diragukan lagi mengandung senyawa dengan berat molekul tinggi,
digunakan dalam obat tradisional. Khususnya, banyak polisakarida dari
tanaman obat menunjukkan berbagai macam efek farmakologis. Oleh
karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah, pertama-tama, untuk
mengkarakterisasi polisakarida dari T. buah chebula. Selain itu, aktivitas
antitusif dari polisakarida terisolasi dari segi jumlah usaha batuk dan
resistensi saluran napas tertentu dalam kondisi vivo di membangkitkan
laki-laki TRIK galur kelinci percobaan dievaluasi. uji asam fenol-sulfat
menggunakan glukosa sebagai standar. Jumlah asam uronic diuji sebagai
asam anhydrogalacturonic menggunakan m-Hydroxydiphenyl warna
reagen. Estimasi kandungan protein terlarut dilakukan dengan metode
Folin-Ciocalteu. Asam amino yang dirilis melalui hidrolisis dengan 6 M
HCl pada 110 C selama 22 jam dalam tabung tertutup dan dianalisis
seperti yang dijelaskan sebelumnya. Metilasi dilakukan dengan metode
Sims dan Bacic. Dalam prosedur metilasi, kelompok hidroksil bebas di
karbohidrat yang terdeprotonasinya dan alkohol, maka glikosidik
dihidrolisis, dan monosakarida sebagian alkohol dikurangi menjadi
alditols dan asetat. The asetat alditol sebagian alkohol dianalisis dengan
GC dan GC-MS menggunakan kolom DB-225 (J & W Ilmiah) dan
menggunakan kondisi seperti yang dijelaskan sebelumnya. The asetat
alditol sebagian alkohol diidentifikasi oleh pengukuran waktu retensi
relatif, pola substitusi metoksil yang diperoleh dari GC-MS, dan
komposisi karbohidrat polimer nonmethylated.
Temuan penelitian ini menyoroti beberapa pandangan dan aspek
penting dari T. chebula turunan polisakarida berkaitan dengan struktur
dan sifat antitusif. Sebuah protein arabinogalactan bercabang dapat
diisolasi dari bubuk buah tanaman obat ini menggunakan protokol
ekstraksi air tradisional. makromolekul yang larut dalam air ini
menunjukkan aktivitas antitusif yang kuat. Selain itu, pemberian
senyawa ini tidak mengubah resistensi saluran udara tertentu secara
signifikan. Rantai samping yang sangat bercabang dari arabinogalactan
mungkin situs fungsional. Akhirnya, aktivitas biologis yang diamati pada
T. chebula memberikan dasar ilmiah untuk penggunaan tanaman obat-
obatan tradisional.

BAB III

KESIMPULAN

Biosintesis karbohidrat teridiri atas fotosintesis; daur tumbuhan C3, C4, dan CAM;
fotorespirasi; sintesis pati dan sukrosa; sintesis dinding sel polisakarida; dan sintesis
karbohidrat terintegrasi. Fotosintesis dibagi menjadi dua tahap: reaksi terang, di mana energi
cahaya ditangkap oleh molekul klorofil dan diproses untuk membuat senyawa energi tinggi;
dan reaksi gelap/siklus Calvin yang menggunakan energi yang diciptakan dalam reaksi
cahaya untuk membentuk karbohidrat. Reaksi gelap memiliki 3 tahap: fiksasi, reduksi, dan
regenerasi. Setiap tumbuhan memiliki daur fotosintesi yang berbeda-beda, sehingga
dibedakan menjadi 3 jenis tumbuhan dan daur fotosintesisnya. Jenis tumbuhan yang
dibedakan yaitu tumbuhan C3, C4, dan CAM. Fotorespirasi adalah proses respirasi yang
berlangsung sangat cepat dan terjadi pada organ fotosintesis yang terkena sinar matahari dan
bergantung sepenuhnya pada cahaya. Sintesis sukrosa dan pati terjadi di kompartemen selular
yang berbeda, dan proses ini dikoordinasikan bergantung pada laju fotosintesis.
DAFTAR PUSTAKA

Erlangga: Surabaya Roswieem,Albert L. 1982. Dasar-Dasar Biokimia.Erlangga: Jakarta.

Girindra. 1993. Biokimia 1. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Lehninger, A.L. 1993.

Dasar-dasar biokimia. Jilid 1, 2,3. (Alih bahasa oleh; M. Thenawidjaja). Erlangga, Jakarta

Poedjiati,Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Universitas Indonesia: Jakarta.

http://jpkc.gmu.cn/swhx/book/shyl/20.pdf. Carbohydrate Biosynthesis in Plants and Bacteria.

Diakses pada : 15 Mei 2016.