Anda di halaman 1dari 3

Spektrofotometri adalah sebuah metode analisis untuk mengukur konsentrasi suatu

senyawa berdasarkan kemampuan senyawa tersebut maengabsorbsi berkas sinar atau cahaya.
Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu,
sementara fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau
diabsorbsikan.
(Riyadi, 2008)
Istilah spektrofotometri berhubungan dengan pengukuran energi radiasi yang diserap oleh
suatu sistem sebagai fungsi panjang gelombang dari radiasi maupun pengukuran panjang
absorbsi terisolasi pada suatu panjang gelombang tertentu.
(Underwood,1994)
Secara umum spektrofotometri dibedakan menjadi empat macam, yaitu: spektrofotometer
ultraviolet, spektrofotometer sinar tampak, spektrofotometer inframerah, dan spektrofotometer
serapan atom.
(Hadi, 2009)
Ketika cahaya melewati melewati suatu larutan biomolekul, terjadi dua kemungkinan.
Kemungkinan yang pertama adalah cahaya ditangkap dan kemungkinan kedua adalah cahaya
discattering. Bila energi dari cahaya (foton) harus sesuai dengan perbedaan energy dasar dan
energy eksitasi dari molekul tersebut. Proses inilah yang menjadi dasr pengukuran dari
absorbansi dalam spektrofotometer.
(Aisyah, 2009)
Cara kerja spektrofotometer dimulai dengan dihasilkannya cahaya monokromatik dari
sumber sinar. Cahaya tersebut kemudian menuju ke kuvet (tempat sampel). Banyaknya cahaya
yang diteruskan maupun diserap oleh larutan akan dibaca oleh detektor yang kemudian
menyampaikan ke layar pembaca.
(Hadi, 2009)

Unsur-unsur penting suatu spektrofotometer, yaitu:


1. Sumber energi radiasi yang kontinue dan meliputi daerah spektron
2. Monokromator
3. Wadah untuk sampel
4. Defektor: transducer yang mengubah energi radiasi menjadi isyarat listrik.
5. Penguat dan rangkaian yang bersangkutan yang membuat isyarat listrik cocok diamati
6. Sistem pembacaan yang mempertunjukkan besar isyarat listrik (indikator)

Skema spektrofotometer

indi
kator

penguat
penukar

sumber

monokromator

defektor

larutan

Suatu larutan yang mempunyai warna khas dapat menyerap sinar dengan panjang
gelombang ttt. Suatu sinar bila mengenai suatu media, intensitasnya akan berkurang. Hal ini
disebabkan karena adanya serapan dabn sebagian kecil dipantulkan oleh media.
(R.A. Day,1989: 397-403)
Prinsip kerja dari percobaan ini adalah menentukan konsentrasi sampel dengan
menggunakan kurva standar yang menghubungkan antara konsentrasi sampel dengan
absorbansinya. Larutan sampel yang digunakan memiliki lima konsentrasi yang berbeda. Lima
konsentrasi tersebut diukur panjang gelombangnya untuk mengetahui konsentrasi yang
sebenarnya.
Transmitasi (T) sering dinyatakan dengan presentase (% T), dimana:
T = P/Po
Absorbansi (A) suatu larutan dinyatakan dengan persamaan:
A = - log T = log P/Po
Berbeda dengan transmitasi, absorbansi larutan bertambah dengan pengurangan kekuatan
sinar. Dengan kata lain, absorbansi (A) adalah besarnya intensitas sinar yang diserap suatu
medium. Absorbansi tergantung pada jarak yang dijalani oleh radiasi meleati larutan, panjang
gelombang radiasi dan sifat jenis zat molekular dalam larutan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi absorbansi yaitu jenis pelarut, pH larutan, suhu, konsentrasi elektrolit yang
tinggi, dan zat pengganggu. Penyimpanannya jika zat pewarna mengion, berdisosiasi atau
berasosiasi dengan larutan serta membentuk ion kompleks yang posisinya bergantung pada
konsentrasi dan cahaya tidak monokromatis.
(Hedayana dkk, 1994: 145)

Hukum lambert menyatakan bahwa cahaya monokromatik melewati medium tembus


cahaya, laju berkurangnya intensitas oleh bertambahnya ketebalan berbanding lurus dengan
intensitas cahaya.
Hukum Beer menyatakan bahwa intensitas cahaya berkurang secara eksponensial dengan
bertambahnya konsentrasi zat penyerap secara linier. Hukum Beer hanya digunakan tepat untuk
radiasi monokromatis dan sifat macam zat yang menyerap diatas jangkauan konsentrasi yang
bersangkutan.
(Denney, 1994)
Lambert-Beer mengamati hubungan antara intensitas sinar (monokromatis) mula-mula dengan
intensitas sinar (monokromatis) setelah melalui media, yang persamaannya:
Log Io/It = bc

Dimana,
Io = Intensitas mula-mula
It = Intensitas setelah melalui media
= absorbtivitas molar
b = tebal media / larutan
c = konsentrasi larutan

Anda mungkin juga menyukai