Anda di halaman 1dari 26

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU

KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MOTOR NIAGA


RODA TIGA KAISAR

DOSEN : Drs. Effendi, SE, AK, MM

PROPOSAL PENELITIAN EKONOMI MANAJEMEN


PEMASARAN

Disusun oleh :
FARHAN (2016024533)

FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI AHMAD DAHLAN
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan


rahmat dan karunianya, sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini. Tugas ini di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
manajemen pemasaran.

Tugas penyusunan makalah ini tentang ANALISIS FAKTOR


MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN
MOTOR NIAGA RODA TIGA KAISAR. Selain itu tujuan dari penyusunan
makalah ini juga untuk menambah wawasan tentang pengetahuan Manajemen
Pemasaran secara meluas. Sehingga besar harapan kami, makalah yang kami
sajikan dapat menjadi konstribusi positif bagi pengembang wawasan
pembaca.

Akhirnya kami menyadari dalam penulisan makalah ini jauh dari


kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati kami
menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi
lebih. Semoga makalah ini memberi manfaat bagi banyak pihak. Amin.

Wassalamualikum Wr. Wb.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................. 2

DAFTAR ISI ............................................................................................ 3

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang .......................................................................................... 4

Rumusan masalah .................................................................................... 5

Tujuan laporan ......................................................................................... 6

BAB II LANDASAN TEORI

Mengidentifikasi Pesaing.........................................................................7

Konsep Persaingan Industri.....................................................................15

Konsep Persaingan Pasar.........................................................................16

BAB III METODOLOGI PENELITIAN............................................18

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN.........................................22

BAB V PENUTUPAN

Kesimpulan .24

Saran 25

DAFTAR PUSTAKA 26
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan ekonomi Indonesia saat ini sangat berperan dengan


menggeliatnya para pebisnis pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah,
hal ini berdampak pada peningkatan permintaan kendaraan bermotor niaga
khususnya Motor Roda Tiga. Fungsinya pun berkembang sebagai alat
transportasi barang, alat distribusi, dan mobile outlet (gerai berjalan).
Pesatnya pertumbuhan industri kendaraan niaga ini memunculkan banyak
sekali merk-merk yang ditawarkan seperti TOSSA, VIAR, KAISAR,
NOZOMI, JIALING, KTM dan lain sebagainya. Persaingan yang begitu ketat
menjadikan setiap produsen kendaraan niaga ini terus menerus
mengembangkan usahanya agar dapat memenangkan persaingan dan mampu
menundukkan pesaing-pesaingnya di masa yang akan datang. Salah satu cara
yang dilakukan adalah dengan merebut hati konsumen dan berupaya
memuaskan konsumen akan hasil suatu produksi yang dijual.

Dalam memahami perilaku konsumen tentu tidak mudah karena


konsumen memiliki sifat-sifat yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi
oleh faktor individu itu sendiri dan juga oleh faktor lingkungan
yang mempengaruhinya. Perbedaan inilah yang mempengaruhi minat dan
perilaku konsumen didalam mengambil keputusan pemilihan
terhadap produk yang dinginkan. Selain itu keputusan pembelian konsumen
juga dipengaruhi oleh faktor seperti budaya, sosial, individu dan faktor
psikologi dari konsumen itu sendiri (Zein Achmad, 2012).

Oleh sebab itu, untuk dapat meraih pangsa pasar para produsen harus
memahami perilaku konsumen dalam hal memahami minat mereka.
Pemahaman akan perilaku konsumen ini memungkinkan pemasar dapat
mempengaruhi minat konsumen sehingga mau membeli apa yang di
tawarkan pemasar. Selain itu kombinasi antara kekuatan promosi dan evaluasi
berkala akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup
produsen itu sendiri.

Motor niaga roda tiga KAISAR sudah menjadi pilihan para konsumen
dalam mendukung wirausaha mereka. Hanya saja perilaku pembelian
konsumen terhadap produk sepeda motor Roda Tiga KAISAR ditentukan
oleh banyak faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen. Melihat
keadaan ini, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih
lanjut tentang ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MOTOR NIAGA
RODA TIGA KAISAR

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan, maka dapat


diidentifikasikan beberapa hal sebagai berikut :
Banyaknya merk-merk motor roda tiga yang ditawarkan kepada konsumen
Motor roda tiga merupakan salah satu kendaraan niaga yang cukup efektif
dan efisien dalam menunjang usaha.
Pentingnya memahami perilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
Motor niaga Roda Tiga KAISAR pilihan konsumen dalam menunjang usaha.

Sehingga berdasarkan uraian diatas, maka permasalahannya dapat


dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, dan
promosi secara simultan mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli
kendaraan roda tiga KAISAR ?
2. Dari faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang paling dominan
memberikan pengaruh terhadap pembelian roda tiga KAISAR !
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang hendak
dicapai adalah sebagai berikut :

Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam pembelian kendaraan roda tiga


KAISAR, dilihat dari harga, selera, kualitas, harga jual kembali, dan promosi.
Untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi prilaku
konsumen dalan pembeliaan kendaraan roda tiga KAISAR.

2. Manfaat penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
o Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi
perusahaan terutama bagi manajer pemasaran dalam menetapkan kebijakan
dan strategi di bidang pemasaran untuk memajukan usaha bisnis mereka.
o Diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan faktor penting dalam strategi perusahaan dalam
menjalankan usahanya terutama yang berhubungan dengan konsumen. Kata
pemasaran berasal dari kata pasar, atau bisa juga diartikan sebagai mekanisme
yang memprtemukan antara permintaan dan penawaran.
Zein Achmad (2012 : 1) Pemasaran adalah suatu proses sosial dan
manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang
mereka inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan
produk yang bernilai dengan pihak lain. Definisi pemasaran tersebut
didasarkan pada konsep inti berikut : kebutuhan (need), keinginan (wants),
dan permintaan (demands); produk (barang, jaasa dan gagasan); nilai,
biaya, dan kepuasan; pertukaran dan transaksi; hubungan dan jaringan
pasar serta pemasar dan prospek.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008, h.5) pemasaran lebih dari fungsi
bisnis lainnya yang berhubungan dengan pelanggan. Dua sasaran pemasaran
adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan keunggulan nilai serta
menjaga dan menumbuhkan pelanggan yang ada dengan memberikan
kepuasan. Pemasaran yang kokoh menjadi penting bagi kesuksesan dalam
semua organisasi. (S.Djatikusuma, Edin dan Wanda Getrycia : 2012)
Dari ke dua definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya
pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga
meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan
berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa
perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaraan produk yang
bernilai.
Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah
laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk secara
lebih baik demi meningkatkan usaha dan menjaga kelangsungan hidup
perusahaan. Dengan mempelajari perilaku konsumen, manajer, akan
mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan stategi dan
stsegmentasi pasar.

2. Perilaku Konsumen
Pilihan produk konsumen dan pilihan-pilihan jasa berubah secara terus
menerus. Seorang manajer pemasaran harus mempunyai pengetahuan
seksama tentang perilaku konsumen agar dapat memberikan apa yang
dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Dan bukan hanya konsumen saja
tetapi kebutuhan akan laba oleh perusahaan juga dapat tercapai.
Menurut Kotler (2002) perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh
faktor-faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis.
Zein Achmad (2012 : 96) Perilaku konsumen menggambarkan
bagaimana konsumen membuat keputusan-keputusan pembelian dan
bagaimana mereka menggunakan dan mengatur pembelian barang atau jasa.
Dari definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan pembelian
konsumen dipengaruhi oleh faktor seperti budaya, sosial, individu dan faktor
psikologi dari konsumen itu sendiri. Dengan kata lain perilaku konsumen
adalah ilmu yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu
.Hal ini dapat dijadikan suatu petunjuk untuk mempelajari bagaimana
konsumen membuat keputusan..

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen


1) Faktor budaya
Faktor budaya mempunyai pengaruh yang luas dan mendalam pada
perilaku konsumen. Pemasar harus mengerti bagaimana kultur individu dan
nilai-nilai yang terkandung didalamnya, seperti peran yang dimainkan oleh
budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli dimana kelas sosial tersebut
merupakan kelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara
dekat persamaan diantara mereka sendiri.

2) Faktor sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti
kelompok, keluarga, serta peran dan status siosial konsumen. Pada hal ini
karena kebanyakan konsumen lebih suka mencari pendapat orang lain sebagai
panduan penentuan persetujuan keputusan pembelian suatu produk atau jasa.
Konsumen berinteraksi sosial secara langsung dengan kelompok,
keluarga, serta dengan pimpinan opini untuk memperoleh informasi yang
dapat mengurangi usaha pencarian dan evaluasi atau ketidakpastian serta
untuk mengurangi resiko tinggi akibat keputusan pembelian. Dan dapat
ditarik kesimpulan bahwa suatu produk atau merk yang dipakai dapat
menggambarkan peran dan status pemakainya.

3) Faktor pribadi
Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti
jenis kelamin, usia dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan, situasi
ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri.

Menurut Zein Achmad (2012 : 112)


o Kepribadian adalah menggabungkan antara tatanan psikologis dan pengaruh
lingkungan. Termasuk watak dasar seseorang, terutama karteristik dominan
mereka.
o Konsep diri adalah bagaimana konsume mempersepsikan diri mereka sendiri.
Konsep diri meliputi sikap, persepsi, keyakinan dan evaluasi.
o Gaya hidup (lifestyle) adalah cara hidup, yang diidentifikasi melalui aktivitas
seseorang, minat dan pendapat seseorang.
Karakteristik yang berbeda-beda pada diri individu mennghasilkan
kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda pula pada setiap individu itu
sendiri sebagai wujud dari pemenuhan kepuasan.

4) Faktor psikologis
Selanjutnya pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat
faktor psikologis utama yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, serta
keyakinan dan sikap. Ke empat faktor tersebut merupakan alat bagi konsumen
untuk mengenali perasaan mereka, mengumpulkan dan menganalisis
informasi, merumuskan pikiran dan pendapat (opini) dan mengambil
tindakan.

4. Bauran Pemasaran
Bauran Pemasaran Menurut Kotler & Keller (2007 jilid 1 : 23)

Bauran
pemasaran

Produk Tempat
Pasar
Keragaman produk Sasaran Saluran pemasaran
Kualitas Cakupan pasar
Design Pengelompokkan
Ciri Lokasi
Nama Merek Persediaan
Harga Promosi
Kemasan Transportasi
Ukuran Promosi penjualan
Daftar harga
Pelayanan Periklanan
Rabat/discount
Garansi Tenaga penjualan
Potongan harga khusus
Imbalan Kehumasan/ Public relation
Periode pembayaran
Syarat kredit Pemasar langsung

Sumber Kotler dan Keller (2007)


Gambar 1. Bauran Pemasaran

Produk
Produk atau jasa yang sedang ditawarkan, maksudnya adalah total produk
yang terdiri atas :
Produk inti (core product), merupakan fungsi inti dari produk tersebut yaitu
manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh konsumen.
Produk genetik (generic product), yaitu produk dasar yang mampu memenuhi
fungsi produk yang paling dasar.
Produk yang diharapkan (expected product), yaitu produk formal yang
ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal diharapkan
dan disepakati untuk membeli.
Produk tambahan (argumented product), yaitu berbagai atribut produk yang
dilengkapi atau ditambah berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat
memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengna produk pesaing.
Produk protensial (potential product), yaitu segala jenis tambahan dan
perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk pada masa yang
akan datang.

Berdasarkan berwujud tidaknya, produk dapat diklafisikasikan kedalam dua


kelompok utama :
a) Barang
Barang merupakan produk yang berwujud fisik sehingga dapat dilihat,
disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan dan perlakuan fisik
lainnya. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat dua macam baang yaitu
barang tidak tahan lama dan barang tahan lama.
b) Jasa
Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasanyang ditawarkan untuk
dijual. Contohnya salon kecantikan, loundry pakaian, pencucian mobil dan
motor, hotel, restourant, lembaga pendidikan dan lain-lain.

Harga
Jumlah uang yang dikelurkan oleh konsumen untuk membeli sebuah
produk. Untuk memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus
menetapkan harga secara tepat. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran
pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan,
sedangkan ketiga unsur lainnya menyebabkan timbulnya biaya
(pengeluaran). Harga dapat diungkapkan dengan berbagai istilah seperti
iuran, tarif, sewa, bunga, premium, komisi, gaji, upah, honorarium dan
sebagainya.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008) dikutip dari Indah sari, Ade
(2013) mengatakan bahwa : Harga adalah jumlah uang yang dibebankan
untuk sebuah produk barang atau jasa. Lebih luas lagi, harga adalah jumlah
nilai yang konsumen pertukarkan untuk mendapatkan manfaat dari memiliki
atau menggunakan produk atau jasa.

Distribusi
Fungsi distribusi dan logistik yang dilibatkan dalam ragnka
menyediakan produk dan jasa sebuahperusahaan. Keputusan saluran
distribusi merupakan salah satu keputusan penting yang harus dilakukan
olehsetiap manajemen. Saluran-saluran yang dipilih perusahaan
mempengaruhi langsung setiap keputusan pemasaran lainnya. Suatu
kesalahan memilih dapat memperlambat bahkan menghambat usaha
penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Menurut Lamb, Hair, Mc.Daniel (2001) dikutip dari Indah sari, Ade
(2013) mengatakan bahwa : Saluran pemasaran (channel of distribution)
merupakan serangkaian dari organisasi yang bergantung yang memudahkan
pemindahan kepemilikan sebagaimana produk-produk bergerak dari
produsen ke pengguna bisnis atau konsumen.
Saluran distribusi berfungsi untuk memindahkan barang dari
produsen ke konsumen. Saluran mengatasi kesenjangan penting dalam hal
waktu, tempat dan kepemilikan, yang memisahkan barang dan jasa dari
konsumen yang akan menggunakannya.
Promosi
Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu
program pemasaran. Betapapun berkualitasnya produk, bila konsumen belum
pernah mendengarkannya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna
bagi mereka, maka tidak akan pernah membelinya.
Pada dasarnya promosi bertujuan agar volume penjualan dapat
dinaikan dengan berusaha mempengaruhi keputusan konsumen untuk
memilih dan membeli produk yang ditawarkan. Secara luas dikatakan bahwa
promosi merupakan bagian dari proses komunikasi pemasaran, sebagai arus
informasi atau persuasive satu arah yang dilakukan satu organisasi atau
individu tertentu. Ada beberapa cara dalam menyebarkan informasi yaitu
melalui iklan, publisitas, promosi penjualan, public relations, personal selling
dan direct marketing.

5. Keputusan Pembelian Konsumen.


Setelah mencari informasi dan mengevaluasi berbagai alternative untuk
memenuhi kebutuhan, konsumen harus memutuskan antara membeli atau
tidak membeli suatu barang atau jasa. Keputusan membeli ini merupakan
rangkaian pada hasil evaluasi merk, harga, tempat penjualan, warna dan lain-
lain dari suatu produk maupun jasa yang dibeli tersebut.

Menurut Zein Achmad (2012 : 97). Tahap-tahap keputusan pembelian adalah


sebagai berikut :
Pengenalan kebutuhan.
Pencarian informasi.
Evaluasi alternatif
Pembelian.
Perilaku pasca pembelian.
1) Pengenalan Kebutuhan.
Pengenalan kebutuhan terjadi ketika konsumen menghadapi
ketidakseimbangan antara keadaan sebenarnya dan keinginan. Pengenalan
kebutuhan terpicu ketika konsumen diekspos pada stimulasi internal atau
eksternal.
Sebagai contoh, rasa haus setelah melakukan olahraga berat, dan
keinginan untuk membeli setelah melihat iklan mobil sport keluaran terbaru.
Rasa haus maupun lapar merupakan stimulasi internal ; sedangkan iklan di
televisi dianggap sebagai stimulasi eksternal.

2) Pencarian informasi
- Pencarian informasi internal adalah proses mengingat kembali informasi yang
tersimpan di dalam ingatan.
- Pencarian informasi eksternal adalah mencari informasi di lingkungan luar
kita
- Sumber informasi marketing controlled adalah sumber informasi produk
yang berasal dari kegiatan para pemasar yang mempromosikan produk
tersebut.

3) Evaluasi Alternatif
Pemasar harus tahu tentang evaluasi alternatif, yaitu bagaimana
konsumen memproses informasi untuk sampai pada pilihan merek.
Bagaimana cara konsumen mengevaluasi alternatif, tergantung pada
konsumen pribadi dan situasi pembelian tertentu.
Konsumen akan menggunakan informasi yang tersimpan di dalam
ingatan, ditambah dengan informasi yang diperoleh dari luar untuk
membangun suatu kriteria tertentu. Standar inilah yang membantu konsumen
untuk mengevaluasi dan membandingkan alternatif tersebut.

4) Pembelian
Setelah mendapatkan informasi dan merancang sejumlah pertimbangan
dari produk alternatif yang tersedia, konsumen siap untuk membuat suatu
keputusan. Konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat
pembelian. Pada umumnya konsumen dalam membuat keputusan pembelian
adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi kita dapat memperkecil
pilihan dalam sejumlah pertimbangan konumen yaitu dengan cara
memilihkan atribut produk dan kemudian mengeluarkan semua produk yang
tidak mempunyai atribut tersebut.

5) Perilaku setelah pembelian.


Ketika membeli produk, konsumen mengharapakan dampak tertentu
dari pembelian tersebut. Bagaimana harapan-harapan itu terpenuhi,
menentukan apakah konsumen puas atau tidak puas dengan pembelian
tersebut.
Jika pembelian tersebut sesuai dengan harapan konsumen, maka
kepuasan konsumen akan tinggi dan begitu pula sebaliknya apabila
pembelian tersebut tidak sesuai harapan makan konsumen akan merasa tidak
puas. Hal ini menunjukan bahwa penjual hanya boleh menjanjikan apa yang
dapat diberikan merekknya sehingga pembeli merasa terpuaskan.

Jenis-Jenis Keputusan Pebelian Konsumen dan Keterlibatannya :

- Mengidentifikasi jenis-jenis kepuasan pembelian konsumen dan


mendiskusikan pentingnya keterlibatan konsumen.
- Keterlibatan (involvement) adalah jumlah waktu dan upaya yang diperlukan
oleh seorang pembeli dalam mencari, evaluasi dan proses keputusan perilaku
konsumen.

- Perilaku respon rutin (routine repone behavior) adalah jenis pengambilan


keputusan yang diperlihatkan oleh konsumen yang sering mengadakan
pembelian, barnag dan jasa biaya murah dan membutuhkan sedikit pencarian
dan waktu putusan.
- Pengambilan keputusan terbatas (limited decision making) dalah sejenis
pengambilan keputusan yang membutuhkan sejumah waktu untuk
mengumpulkan dan merundingkan mengenai suatu merek yang tidak dikenal
dalam suatu kategori produk yang sudah dikenal.

B. Kerangka Analisa

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian


motor niaga Roda tiga KAISAR di wilayah PURWOKERTO.

Tanggapan terhadap pelanggan.

Perilaku dominan konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga


KAISAR di wilayah Purwokerto.

C. Hipotesis Penelitian
a. Hipotesis I
Ho : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual
kembali, dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap perilaku
konsumen dalam pembelian motor niaga roda tiga KAISAR.
Ha : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual
kembali, dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap perilaku
konsumen dalam pembelian motor niaga roda tiga KAISAR.

b. Hipotesis II
Ho : Diduga faktor harga tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap
perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga KAISAR di
wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor harga mempunyai pengaruh dominan terhadap
perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga KAISAR di
wilayah Purwokerto.

Ho : Diduga faktor selera tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap


perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga KAISAR di
wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor selera mempunyai pengaruh dominan terhadap
perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga KAISAR di
wilayah Purwokerto.

Ho : Diduga faktor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap


perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga KAISAR di
wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap
perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga KAISAR di
wilayah Purwokerto.

Ho : Diduga faktor harga jual kembali tidak mempunyai pengaruh


dominan terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda
Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor harga jual kembali mempunyai pengaruh dominan
terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga
KAISAR di wilayah Purwokerto.

Ho : Diduga faktor promosi tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap


perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga KAISAR di
wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor promosi mempunyai pengaruh dominan terhadap
perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda Tiga KAISAR di
wilayah Purwokerto.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di wilayah Purwokerto, baik itu Purwokerto
Utara, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat dan Purwokerto Timur
berdasarkan keberadaan pemilik motor niaga Roda Tiga KAISAR.

B. Populasi dan Sampel


1. Populasi penelitian
Populasi dalam penelitian ini mencangkup seluruh masyarakat di
wilayah Purwokerto yang membeli motor niaga Roda Tiga KAISAR.

2. Sampel Penelitian
Karena jumlah populasi yang sangat besar yaitu lebih dari 100 dan
keterbatasan waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah yang akan
diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut.
Dimana menurut Arikunto (2002 : 12) jika populasi lebih dari 100 orang maka
diambil sampai 5%, 10%, atau 20%, 30% dari jumlah populasi. Sedangkan
menurut Guilford (1987 : 127) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar
dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar
sampel akan memberikan hasil yang akurat.

C. Jenis dan Sumber Data


1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa :
a. Data Kualitatif
Yaitu data yang berbentukj kata, kalimat, skema, dan gambar, sepertii
literatur-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengann penelitian penulis.
b. Data Kuantitatif
Yaituu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan
(skoring)

2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berupa :
- Data Primer
Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui
wawancara dan quisioner di lapangan.

3. Teknik Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :
a. Interview
Yaitu suatu metode yang secara langsung mengadakan wawancara kepada
koresponden dengan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan data primer.
b. Quesioner
Yaitu teknik pengambilan data dengan memberikan seperangkat pertanyaan
atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk menjawab.

4. Variabel Penelitian
- Variabel terikat (Y)
Yaitu perilaku konsumen dalam membeli motor niaga roda tiga di wilayah
Purwokerto.
- Variabel Bebas. (X)
Harga, selera, kualitas, harga jual kembali, dan promosi. Untuk mengetahui
hasil tanggapan responden terhadap variabel-variabel penelitian maka
digunakan data interval skala 0-10, sedangkan untuk mengetahui pengukuran
dan interpretasi data, maka data internal dibagi menjadi 5 (lima) skor interval
sebagai berikut.

0 2 skor 1
2,1 4 skor 2
4,1 6 skor 3
6,1 8 skor 4
8,1 10 skor 5

5. Definisi Operasional Variabel


1) Harga (X.1)
Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga-harga motor niga
KAISAR dibandingkan dengan produk yang sejenis.
- Perbandingan dengan harga pesaing
Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga motor niaga KAISAR
dengan motor niaga lainnya seperty, TOSSA, VIAR, NOZOMI, JIALING,
KTM dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
- Harga yang ditetapkan
Tanggapan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dibeli
konsumen. Diukur dalam rupiah.

2) Selera (X2)
Gambaran produk sepeda motor niaga KAISAR yang di inginkan konsumen
dalam memberikan kesenangan dan kepuasan. Indikasinya adalah :
- Jenis Model
Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan sepeda motor niaga
KAISAR yan gditawarkan oleh produsen.
- Warna
Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang ada pada sepeda
motor niaga KAISAR.
- Penampilan Luar atau Body
Penialaian penampilan luar sepeda motor niaga KAISAR dibandingkan
dengan produk pesaingnya.
- Ukuran Isi Sylinder Mesin atau CC
Penilaian konsumen terhadap ukuran isi sylinder mesin atau cc terhadap
sepeda motor niaga KAISAR dibandingkan dengna pesaingnya.
Keempat indikator diatas diukur berdasarkan tingkat kenangnan dan
kepuasan konsumen.

3) Kualitas (X3)
Melihat tanggapan konsumen terhadap kualitas sepeda motor niaga KAISAR
- Kenyamanan
- Penilaian konsumen pada saat menggunakan sepeda motor niaga KAISAR.
- Daya Tahan
- Penilaian konsumen terhadap usia operasional sepeda motor niaga KAISAR
yang diharapkan dalam berbagai kondisi dan cuaca.
4) Harga jual kembali (X4)
Mengetahui tanggapan konsumen terhadap harga jual kembali dan
kemudahan dalam memasarkan produk yang sudah dipakai.
- Harga jual kembali.
Penilaian konsumen terhadap harga jual kembali sepeda motor niaga
KAISAR. Diukur dalam rupiah.

- Pemasaran produk purna pakai


Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan pemasaran dan penerimaan
dari konsumen lainnya terhadap harga jual sepeda motor niaga
KAISARpurna pakai. Diukur berdasarkan perlakuan.

5) Promosi (X5)
Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti aktivitas untuk menyebarkan
informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya unutk membeli sepeda
motor niaga KAISAR.
- Iklan, tanggapan konsumen terhadap iklan sepeda motor niaga KAISAR yang
disampaikan oleh pemasar. Dapat diukur dari frekuensi, luas jangkauan, serta
ukuran.
- Hadiah, respon konsumen terhadap sikap simpatik pemasar pada saat
membeli sepeda motor niaga KAISAR. Diukur berdasarkan tingkat
kesenangan konsumen.
6. Uji Validasi dan Reabilitasi instrumen penelitian.

Uji validasi dan reabilitasi instrumen penelitian ini dimaksudkan agar


data yang diperoleh dengan cara penyertaan quesioner valid dan reliable.
Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan dan
mampu mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya
instrumen menunjukan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak
menyimpang dari gambaran variable yang dimaksud (suharsimi Arikunto,
145 : 2002)
Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi item,
yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya, yaitu dengan menghitung
koreasi antara setiap item skor total sebagai kriteria validasinya.
Uji reabilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat ukur dapat
dipercaya atau diandalkan. Pengukuran reabilitasi dilakukan dengan
menggunakan koefisien Alpha Cronbach (a). Dimana biasanya reabilitas
minimal 0,5.

7. Teknis Analisis Data


Data yang terkumpul akan diananlisis menggunakan teknik analisis
statistik dengan menggunakan program SPSS, dimana rumus statistik yang
digunakan adalah Linier Multiple Regression (regresi linier berganda),
dimana fungsinya adalah :

Y = a + b1.X1 + b2.X2 + b3.X3 + b4.X4 + b5.X5


Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variable bebas (X) dan
variable terikat (Y), dimana :
Y : Perilaku konsumen
a : konstanta
b1 s/d b5 : Koefisien Regresi
X1 : Harga
X2 : Selera
X3 : Kualitas
X4 : Harga Jual Kembali
X5 : Promosi
e : Faktor gangguan.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk
mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan
bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan
program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran
tersebut.
Berdasarkan tipe permintaan yang ingi distimulasi, strategi pemasaran
diklasifikasikan menjadi strategi permintaan primer dan strategi permintaan
efektif.
Informasi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan strategi
adalah tujuan atau sasaran produk, peluang pasar, dan kesusksesan
pasar.
Ada lima konsep yang mendasari suatu strategi pemsaran, yaitu:
segmentasi pasar, penentuan posisi pasar (market positioning
strategy), strategi memasuki pasar (market entry strategy), strategi
marketing mix, dan strategi penentuan waktu (timing strategy).
Ciri penting rencana strategis pemasaran perusahaan ini yaitu, titik-
tolak penyusunannya melihat perusahaan secara keseluruhan,
diusahakan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh,
dalam penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang
mempengaruhi perkembangan perusahaan, jadwal waktu/timing
yang ditentukan adalah yang sesuai dan mempertimbangkan
fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, dan penyusunan rencana
dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang
dihadapi.
3.2 Saran
Dalam mentususn dan melaksanakan stretegi-strategi pemasaran
dalam suaru perusahaan, harus memperhatikan lingkungan sekitar baik
lingkungan intrenal maupun lingkungan eksternal. agar strategi yang
diterapkan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan apa yang yang
direncanakan.
DAFTAR PUSTAKA

Khotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. (2003). Manajemen Pemasaran.


Edisi 12, jilid 1. Jakarta : PT. Indeks.

Achmas, Zein. (2012). Aplikasi Pemasaran dan Salesmanship. Jakarta :


Lentera Ilmu Cendekia.

Getrycia, Wanda (2009), Jurnal STIE MDP, Analisis Faktor-Faktor Yang


Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Pada Produk Minuman
Berisotonik Pocari Sweat, (diakses tanggal 17 September 2015) dari
http://eprints.mdp.ac.id/747/1/jurnal%202009200041%20wanda%20getryci
a.pdf

Sari, Ade Indah (2013), Jurnal e-maksi Harapan, Faktor-faktor Yang


Mempengaruhi Perilaku Konsemen Dalam Keputusan Pembelian Ponsel
Blackberry pada Mahasiswa STIE Harapan Medan, (diakses tanggal 17
September 2015) dari
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=90211&val=4994

Indayani, Kadek, Kirya, I Ketut dan Yulianthini, Ni Nyoman (2014), e-


Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha, Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Membeli Mobil, (diakses
tanggal 18 September 2015) dari
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=138840&val=1350

Purwanto, Asih 2008, Skripsi FE Universitas Muhammadiyah Surakarta,


Pengaruh Kualitas Produk, Promosi dan Desain Terhadap Keputusan
Pembelian Kendaraan Bermotor Yamaha Mio, (diakses tanggal 18 2015) dari
http://etd.eprints.ums.ac.id/1901/1/B100030179.pdf