Anda di halaman 1dari 5

PENGAUDITAN

KASUS FRAUD DAN ETIKA PROFESI AUDIT

Disusun Guna Menenuhi Tugas Mata Kuliah Pengauditan


Dosen Pengampau : Ibu Nita Andriyani B, SE, M.Si, Akt.

Di Susun Oleh :
Kelompok 4 / 4C / Akuntansi (Reguler) :

Ridhuwan Noor 2014 12 136


Novita Erlin Herlina 2014 12 139
Suci Nurhayati 2014 12 143
Alfian Sakroni 2014 12 146
Arum Ristiyani 2014 12 147

PROGAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
TAHUN 2016
1. Kasus FRAUD pada Bank BRI
Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kecamatan Tapung Raya, Kabupaten

Kampar, Riau, Masril, ditahan oleh Kepolisian Resor Kampar karena melakukan transfer

fiktif sebesar Rp1,6 miliar. Kasus transfer fiktif ini dilaporkan oleh Kepala BRI Kabupaten

Kampar, Sudarman dan seorang pegawai di BRI Rustian Marta. Pencatatan palsu dalam

pembukuan atau laporan maupun dokumen kegiatan usaha. Laporan atau transaksi rekening

bank yang dilakukan tersangka sebesar Rp1,6 miliar itu tanpa disertai uangnya. Hanya dalam

catatan ada transfer uang, faktanya fiktif. Seperti dilansir detikcom, kronologi transfer fiktif

ini bermula pada Rabu (23/02) lalu. Saat tim pemeriksa internal dari BRI Cabang

Bangkinang, Ibukota Kabupaten Kampar melakukan pemeriksaan ke Unit BRI Tapung,

ditemukan kejanggalan transaksi. Hasil pemeriksaan itu menyebutkan, adanya kejanggalan

antara jumlah saldo neraca dengan kas tidak seimbang. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih

lanjut, adanya pembukaan setoran kas sebanyak Rp1,6 miliar. Uang sebanyak itu diketahui

ditransfer dari BRI Unit Pasir Pangaraian II ke Unit BRI Tapung.

''Dalam hal ini tersangka membuat laporan adanya transaksi Rp1,6 miliar, namun

dalam pemeriksaan tim BRI Bangkinang, transfer tersebut tidak disertai uangnya.

Kejanggalan inilah yang akhirnya tim pemeriksaan internal BRI mencium adanya transaksi

fiktif tersebut. Sehingga kasus penggelapan ini dilaporkan ke pihak kepolisian,'' terang

Muttaqien. Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan UU No 10 tahun 1998 tentang

perubahan atas UU No 7 tahun 1992 tentang perbankan. Tersangka diancam hukuman 10

tahun kurungan ditambah denda. ''Kita juga masih memeriksa sejumlah saksi dari pihak BRI

sendiri serta tim ahli perbankan. Tersangka sekarang sudah kita tahan,'' jelas Muttaqien.
ANALISIS :

Pada kasus ini adanya kejanggalan antara jumlah saldo neraca dengan kas tidak seimbang.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya ditemukan adanya transfer fiktif yang

dilakukan oleh tersangka (masril) dalam pembukuan setoran kas sebanyak Rp1,6 miliar tanpa

disertai dengan uangnya. Akibat penyelewengan dalam anggaran ini, bank BRI mengalami

kerugian yang cukup banyak.

kasus ini tidak dibiarkan begitu saja oleh bank BRI yang langsung melaporkan

kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah ini. akibat kecurangan yg dilakukannya,

tersangka (masril) diancam hukuman 10 tahun kurungan penjara ditambah dengan denda

yang telah ditetapkan.


2. Kasus Etika Profesi Audit PENGGELAPAN PAJAK PT.
INDOSAT MULTIMEDIA (IM3).

Judul: penggelapan pajak (IM3 diduga melakukan penggelapan pajak).

Terungkap bahwa pihak manajemen IM3 melakukan konspirasi dengan beberapa


pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi. Salahsatu
konspirasi yang dilakukan adalah dengan memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak
Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan
Desember 2002. Dari manipulasi tersebut sekitar 750 penanam modal asing (PMA)
terindikasi tidak membayar pajak. Caranya dengan melaporkan rugi selama lima tahun
terakhir secara berturut-turut. Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor
dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan
dirinya dan korporasi, sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Dari manipulasi
pajak IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65,7 miliar.

ANALISIS :
Kecurangan :
1. Memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa
PPN) ke kantor pajak.
2. Manajemen dengan auditor melakukan konspirasi dalam melakukan manipulasi
laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi.
3. Pemalsuan dokumen keuangan perusahaan.

Etika profesi :
1. Auditor tidak bisa menjalakan tugasnya dengan prosefional
2. Ketidak jujuran auditor menyalah gunakan data atas laporan keuangan
3. Auditor tidak bisa menjaga kerahasian informasi atas laporan keuangan
4. Auditor menguntungkan dirinya sendiri.

pengendalian :
1. pengendalian SPI lemah : karena manajemen perusahaan dengan Auditor akuntan
publik melakukan konspirasi secara sepihak dalam sehingga memanipulasi Surat
Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN) ke kantor pajak
2. informasi tidak wajar : auditor membuat informasi plsu sehingga laporan
keuangan tidak wajar atas laporan keuangan

3. pengawasan : auditor tidak diawasi oleh patner dalam mengaudit Surat


Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN) ke kantor
pajak,sehingga hal itu dapat menimbulkan terjadinya kecurangan yang dilakukan
auditor dalam bentuk melakukan kospirasi dengan klien.