Anda di halaman 1dari 45

TULISAN PENDEK

Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu: Didah Nurhamidah, M.Pd

Oleh:
Kelompok 5

Utari Purwo Astuti 11160810000006


Adithiya Kusuma Putera 11160810000008
Ismi Wahyuni 11160810000000
Rayhan Farrisy Yasir 11160810000026
Yola Salsabila 11160810000031
Griselda Aruming Pertiwi 11160810000032
Lissa Putri Permatasari 11160810000069

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat- Nya
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa pemakalah
mengucapkan terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan pemakalah semoga makalah ini dapat menambah


pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk kedepannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, pemakalah yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu pemakalah sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 28 Mei 2017

Pemakalah

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................................

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i

DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang .............................................................................. 1


B. Rumusan masalah ......................................................................... 2
C. Tujuan ........................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Esai.................... ........................................................................... 3
1. Pengertian Esai........ .............................................................. 3
2. Struktur................................................................................... 3
3. Paragraf pengantar ................................................................. 4
a. Struktur paragraf pengantar ............................................ 4
b. Pernyataan umum ........................................................... 5
c. Kalimat tesis ................................................................... 6
d. Paragraf isi...................................................................... 6
e. Paragraf penutup ............................................................ 7
4. Format.......... .......................................................................... 8
5. Kohesi dan Koherensi ............................................................ 9
a. Pertalian bentuk (Kohesi) ............................................. 10
b. Pertalian makna (Koherensi) ........................................ 12
6. Kerangka .............................................................................. 14
7. Judul Esai ............................................................................. 17
B. Artikel .......................................................................................... 18
1. Pengertian artikel ................................................................. 18

iii
iv

2. Ciri-ciri Artikel .................................................................... 20


3. Jenis-jenis Artikel ................................................................ 21
4. Tahap penulisan Artikel ...................................................... 22
5. Tahap pengiriman Artikel ................................................... 27
C. Makalah ....................................................................................... 28
1. Pengertian Makalah ............................................................. 28
2. Karakteristik Makalah ......................................................... 29
3. Sistematika Makalah ........................................................... 30
4. Jenis Makalah ...................................................................... 33
5. Tahap penulisan Makalah .................................................... 36

BAB III PENUTUP

A. Simpulan ..................................................................................... 39
B. Saran ........................................................................................... 40

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 41


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Secara umum suatu karya ilmiah dapat diartikan sebagai suatu hasil karya
yang dipandang memiliki kadar ilmiah tertentu serta dapat
dipertanggungjawabkan dalam bentuk karangan atau tulisan ilmiah, dapat pula
disampaikan secara lisan dalam bentuk pidato atau orasi ilmiah dan dapat melalui
suatu bentuk demonstrasi. Berbeda dengan karya sastra atau seni, karya ilmiah
mempunyai bentuk serta sifat yang formal karena isinya harus mengikuti
persyaratan-persyaratan tertentu sesuai dengan kaidah-kaidah berdasarkan hasil
dari berfikir ilmiah. Ini berarti tidak semua karya tulis dinamakan karya ilmiah
sebab tidak semua proses berfikir adalah berfikir ilmiah.
Tujuan penulisan karya ilmiah adalah menyampaikan seperangkat
keterangan, informasi, dan pikiran secara tegas, dan ringkas. Karya tulis ilmiah
dikemukakan berdasarkan pemikiran, kesimpulan, serta pendapat atau pendirian
penulis yang dirumuskan setelah mengumpulkan dan mengolah berbagai
informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber. Karya ilmiah senantiasa
bertolak dari kebenaran ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan
dengan permasalahan yang disajikan. Isi suatu karya ilmiah dapat berupa
keterangan atau informasi yang bersifat faktual (mengemukakan fakta), hipotesis
(dugaan-dugaan), konklusif (mengemukakan kesimpulan), dan implementatif
(mengemukakan rekomendasi atau saran-saran serta solusi).
Tradisi keilmuan menurut para calon ilmuwan (khususnya mahasiswa)
bukan sekadar penerima ilmu, melainkan sekaligus pemberi (penyumbang) ilmu.
Tugas mereka tidak hanya membaca karya ilmiah, tetapi juga harus dapat menulis
karya ilmiah. Masih banyak kesalahan-kesalahan dalam penulisan karya ilmiah
yang dilakukan oleh mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa sebagai calon
ilmuwan perlu menguasai tata cara menyusun karya ilmiah.

1
2

Untuk dikalangan masyarakat pun banyak yang tidak dapat menulis suatu karya
ilmiah dengan benar, bahkan tidak mengerti karya ilmiah itu sendiri. Dengan pola
pikir masyarakat yang menyatakan bahwa suatu karya ilmiah hanya dapat
dikerjakan oleh seorang mahasiswa, atau seorang peneliti.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan masalah dalam memahami


tulisan pendek adalah sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan Esai?


2. Bagaimana format penulisan dalam Esai?
3. Apa yang dimaksud dengan Artikel?
4. Bagaimana tahap penulisan Artikel?
5. Apa yang dimaksud dengan Makalah?
6. Bagaimana tahap penulisan Makalah?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini:
1. Mengetahui pengertian Esai, Artikel dan Makalah
2. Mengetahui format dan tahapan penulisan Esai, Artikel dan Makalah
BAB II
PEMBAHASAN

A. Esai
1. Pengertian esai

Esai adalah tulisan yang terdiri atas beberapa paragraph yang membicarakan
suatu topik dari sudut pandang penulis. Bedanya dengan paragraf, esai membahas
suatu topik secara lebih dalam sehingga memerlukan beberapa paragraf untuk
mengupasnya.

2. Struktur

Seperti halnya paragraf, yang memiliki unsur kalimat topik, kalimat kalimat
pendukung, dan kalimat simpulan (yang bersifat mana suka). Esai juga terdiri atas
tiga bagian, yaitu:

(a) Paragraf pengantar/pendahuluan

(b) Paragraf isi/tubuh/pengembang

(c) Paragraf penutup/simpulan.

Paragraf pendahuluan terdiri atas satu atau beberapa paragraf. Paragraf


tubuh atau pengembang terdiri atas satu atau beberapa paragraf dan hanya satu
gagasan pokok dalam setiap paragraf. Jumlah paragraf tubuh dalam sebuah essai
bergantung kepada ketuntasan pembahasan topik, nilai estetis dan proporsi.
Paragraf penutup ditulis dalam satu atau dua paragraf.

3
4

Perhatikan keterkaitan hubungan unsur-unsur yang ada di dalam paragraf dan esai
berikut ini.

Kalimat topik Paragraf pengantar

Kalimat pendukung mayor 1 Paragraf isi (diawali kalimat topik 1)

Kalimat pendukung mayor 2 Paragraf isi (diawali kalimat topik 2)

(Kalimat penutup) Paragraf penutup

3. Paragraf pengantar

Paragraf pengantar atau pendahuluan menjadi daya tarik pertama bagi


pembaca. Karena itu, paragraf ini perlu dibuka dengan semenarik mungkin. Selain
menarik, paragraf ini juga memberi latar belakang informasi singkat mengenai
topik esai.

Paragraf ini terdiri atas dua bagian, yaitu beberapa kalimat atau pernyataan
umum dan sebuah kalimat tesis, tempat ide pokok esai berada.

a. Struktur Paragraf Pengantar

Paragraf pengantar digambarkan berbentuk segitiga terbalik. Paragraf


pengantar dibuka dengan pernyataan-pernyataan atau diskusi umum tentang
kedudukan topik, kemudian secara perlahan-lahan memfokus, menyempit pada
topik yang akan dibicarakan, yaitu pernyataan (kalimat) tesis. Dengan demikian,
paragraf pengantar mempunyai dua bagian penting, yaitu paragraf umum dan
kalimat tesis.
5

Pernyataan pernyataan umum

Rincian atau penjelasan pernyataan umum

Pernyataan tesis

b. Pernyataan Umum

Kalimat atau pernyataan pertama dalam paragraf pengantar merupakan anak


kunci atau pemancing daya tarik pembaca. Bagaimana cara menciptakan daya
tarik esai?

Ada beberapa teknik untuk menarik minat pembaca pada bagian pengantar:

a. Anekdot atau cerita singkat


b. Pendapat atau opini
c. Kutipan (langsung, tidak langsung, peribahasa, kata mutiara)
d. Pertanyaan
e. Percakapan
f. Fakta (berita hangat)
g. Definisi
h. Cuplikan sejarah atau riwayat hidup
6

c. Kalimat Tesis

Kalimat tesis identik dengan kalimat topik diawal paragraf. Kalimat tesis
berisi pendapat, sikap, gagasan penulis tentang suatu topik. Ibarat sebuah
payung kalimat tesis mengontrol semua gagasan di dalam esai agar tetap berada
di jalur pembicaraan.

Ciri-ciri kalimat tesis :

1) Berbentuk pernyataan (kalimat) lengkap,


2) Menyatakan pendapat, sikap, atau gagasan atau menyebutkan subtopik-
subtopik,
3) Terdiri atas satu gagasan

d. Paragraf Isi

Paragraf isi dapat terdiri atas suatu paragraf seperti halnya paragraf
pendahuluan. Dapat pula lebih panjang dari pada paragraf pendahuluan karena di
dalam paragraf inilah penulis secara detail membahas topik atau subtopik-
subtopik yang sudah dinyatakan di dalam kalimat tesis. Teknik pengembangan
paragraf isi didalam esai sama dengan teknik pengembangan di dalam paragraf.

Beberapa teknik pengembangan paragraf isi:

1) Memberikan contoh atau ilustrasi tentang apa yang di bicarakan;


2) Mengutip data berupa fakta, statistik, bukti, detail, preseden, yang
memperkuat apa yang dibicarakan.
3) Mengutip, meringkas, atau memarafrasa kesaksian orang lain yang
berkaitan dengan apa yang dibicarakan;
4) Menceritakan anekdot yang berkaitan dengan apa yang dibicarakan:
5) Mendefinisikan istilah yang berhubungan dengan apa yang dibicarakan;
6) Membandingkan atau mengkontraskan apa yang sedang dibicarakan;
7) Menganalisis atau mencari sebab-musabab dari suatu yang dibicarakan;
7

8) Menguraikan akibat-akibat atau konsekuensi-konsekuensi dari sesuatu


yang dibicarakan;
9) Menerangkan bagaimana cara kerja atau fungsi sesuatu yang dibicarakan;
10) Melukiskan fisik atau watak orang, tempat, barang, atau tindakan yang
dibicarakan;
11) Kombinasi beberapa teknik diatas.

Seperti paragraf pengembang di dalam paragraf, setiap paragraf isi hanya


membahas satu pokok pembicaraan. Karena itu, kalimat topik sangat tepat
diletakkan menonjol diawal paragraf isi. Dengan meletakkan kalimat topik diawal
paragraf, pembaca akan lebih mudah memahami isi setiap paragraf dan hubungan
antar paragraf.

Masing-masing paragraf, isi terdiri atas kalimat topik, kalimat pendukung,


kalimat peralihan (transisi) untuk menuju paragraf berikutnya, dan kalimat
simpulan (jika perlu). Transisi dapat berbentuk paragraf pendek, kalimat, prasa,
atau kata yang menyatakan kesinambungan gagasan. Transisi menciptakan
gagasan mengalir dengan lancar sehingga mudah diikuti dan mudah dipahami.
Yang perlu diingat jangan sampai ada gagasan yang keluar dari payung gagasan
pokok esai.

e. Paragraf Penutup

Paragraf penutup atau simpulan mengakhiri esai secara keseluruhan.


Paragraf ini diciptakan sedemikian rupa supaya pembaca memperoleh pandangan
atau kesan tersendiri tentang topik. Untuk menandai bahwa pembaca sudah
sampai pada akhir esai, diperlukan pengait atau kata transisi.

Transisi yang diikuti tanda baca koma :

1.) Simpulanya,
2.) Singkatanya,
3.) Akhirnya,
4.) Oleh karena itu,
8

5.) Jadi,
6.) Maka,

Transisi atau ungkapan yang tidak diikuti tanda koma :

1.) Begitulah.
2.) Jelaslah bahwa..
3.) Dari paparan diatas..
4.) Bukti-bukti sebelumnya menunjukan bahwa
5.) Uraian diatas memperlihatkan bahwa..

Teknik penulisan paragraf penutup :

1.) Menyinggung kembali pokok-pokok di dalam paragraf isi secara


singkat,
2.) Memarafrasakan kalimat tesis,
3.) Memprediksi suatu hal terkait topik,
4.) Menyarankan atau merekomendasikan atau memecahkan masalah atau
topik,
5.) Mengajukan pertanyaan agar pembaca berpikir tentang topik,
6.) Mengutip kata-kata bijak, ungkapan, tuturan ahli atau orang ternama.

4. Format

Esai memiliki tiga bagian yang saling berhubungan, yaitu paragraf


pengantar, paragraph isi, dan paragraf penutup, seperti diperlihatkan dalam bagan
berikut.

Pertanyaan pertanyaan umum



Paragraf
Pengantar

pertanyaan tesis
9

Kalimat topik (butir pertama dari


kalimat tesis)

kalimat-kalimat pendukung



.
Kalimat topik (butir kedua dari
kalimat tesis).......
Paragraf isi
kalimat-kalimat pendukung....
.
.
Kalimat topik (butir ketiga dari
.
kalimat tesis) ......
.
.kalimat-kalimat pendukung..................
.
..
.

Pernyataan ulang dari kalimat tesis....


............
kalimat-kalimat simpulan.....................
Paragraf Penutup

kalimat final

5. Kohesi dan Koherensi

Sejumlah kalimat dapat menjadi sebuah wacana yang utuh apabila mempunyai
hubungan makna di antara kalimat-kalimat tersebut. Belum dapat dikatakan
wacana apabila kalimat-kalimat itu bermakna lepas-lepas, tidak saling berkaiatan
dan berhubungan maknanya. Keutuhan wacana terdiri atas aspek kohesi dan
koherensi.
10

a. Pertalian Bentuk (Kohesi)

Kohesi memegang peran penting dalam pemahaman makna suatu tulisan.


Kohesi adalah kepaduan (perpautan) bentuk unsur-unsur internal di dalam tulisan.
Unsur-unsur itu saling bergantung baik secara gramatikal maupun leksikal.

1.) Kohesi Gramatikal


Kohesi gramatikal terdiri atas referensi, substitusi, elipsis, dan
konjungsi.
a) Refrensi (pengacuan) Pengacuan didalam teks (pengacuan ke kiri)
dan diluar teks (pengacuan ke kanan)
Contoh :
- Mario dan mariam sudah lulus kuliah. Mereka sekarang sudah
bekerja disebuah bank. (pengacuan ke kiri)
- Dengan senyumnya, mariam membalas cinta mario. (pengacuan
ke kanan)

b) Substitusi (penggantian)
Subsitusi adalah sesuatu yang digunakan untuk menggantikan
pengulanagan.
Contoh :
- Habis gelap terbitlah terang. Itulah yang dialami Mario dalam
kehidupannya saat ini.
- Bekasi kota yang bersih beribawa. Slogan yang sama
diberlakukan untuk kota kami.

c) Elipsis (pelepasan)
Elipsis adalah unsur yang tidak hadir di dalam kalimat.
Contoh :
- Setiap anak berhak mendapat pendidikan dan kasih sayang. Tidak
terkecuali anak yatim ().
11

- Layaknya sepasang kekasih, Mario sangat menyayangi Mariam.


Begitu pula Mariam ().

d) Konjungsi
Konjungsi adalah kata yang menghubungkan antarunsur di dalam
kalimat atau antara kalimat satu dan kalimat lainnya.
Contoh:
- Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna.
Karena itu, penulis berharap karya tulis ini bermanfaat bagi
pembaca.
- Harga bahan bakar minyak terus meningkat, sedangkan pendapat
masyarakat tidak bertambah.

2.) Kohesi Leksikal


Kepaduan makna bukan saja dapat dilihat dari keterpautan
gramatikal, melainkan juga dari segi kosa katanya (leksikal). Kohensi
leksikal terdiri atas repetisi, sinonim, antonim, hiponim,dan meronim.

a) Pengulangan (repetisi)
Repetisi adalah pengulangan kata yang sama.
Contoh:
Sejak lima tahun terakhir batik menjadi pusat perhatian dunia
mode. Batik mulai digunakan bukan semata-mata untuk busana
resmi, melainkan juga busana santai.

b) Sinonim
Sinonim adalah persamaan (makna) kata.
Contoh :
Saya yakin tidak ada seorang pun yang mau menjadi miskin. Jadi,
kita harus peduli terhadap kaum papa.
12

c) Antonim
Antonim adalah perlawanan (makna) kata.
Contoh :
Azis tersipu-sipu melihat rambut Nunung dipotong pendek
layaknya gadis remaja. Diakuinya, rambut panjang Nunung
beberapa lalu sangat disukainya.

d) Hiponim
Hiponim adalah pencakupan makna.
Contoh :
Apartemen itu sudah lengkap perabotnya. Sofa, televisi, kulkas,
bahkan pemanas air mandi sudah tersedia.

e) Meronimi
Meronimi adalah hubungan bagian-keseluruhan.
Contoh :
Siapa yang tidak mau punya rumah besar? Bertingkat, berhalaman
luas, bergaya Eropa.

b. Pertalian Makna (Koherensi)


Koherensi adalah kontinuitas makna di dalam teks. Kontinuitas yang
dinyatakan dengan adanya pertalian makna terdiri atas beberapa hubungan
berikut:
1. Hubungan waktu (sementara itu, setelah itu)
2. Hubungan ibarat (bagaikan)
3. Hubungan sebab-akibat (jadi, dengan demikian)
4. Hubungan sarana-hasil (akhirnya)
5. Hubungan alasan-sebab(karena)
6. Hubungan pertentangan (akan tetapi, padahal)
7. Hubungan penjumlahan (dan)
8. Hubungan pembandingan (sama dengan itu, begitu juga)
13

9. Hubungan syarat-hasil (untuk itu)


Contoh:
Jika akan berbisnis warnet, anda perlu matang merencanakannya
[oleh karena itu] Anda perlu belajar dari pengalaman orang-orang
lain yang telah sukses.

Sekarang perhatikan kalimat-kalimat dibawah ini yang masih berdiri


sendiri-sendiri. Agar menjadi sebuah paragraf yang kohesif dan koherensif,
kalimat-kalimat ini perlu digabung sehingga kalimat-kalimatnya bertalian dan
bermakna.

1) Siswa SD berada pada rentang usia enam sampai dua belas tahun.
2) Usia enam sampai dua belas tahun tergolong usia emas.
3) Orang tua jangan mengabaikan masa emas anak.
4) Pada masa emas siswa SD umumnya mudah belajar bahasa
asingselain bahasa ibunya.
5) Siswa SD perlu diajarkan bahasa asing, seperti bahasa Inggris
semenjak dini.

Pengabungan kalimat 1) 5) agar menjadi paragraf yang kohensif dan


koherensif.

Siswa SD umumnya berada pada rentang usia enam sampai dua belas
tahun. Usia ini tergolong usia emas. Pada usia ini sebaiknya orang tua jangan
mengabaikan usia emas anak karena pada masa itu anak umumnya mudah belajar
bahasa asing selain bahasa ibunya. Karena itulah mereka perlu diajarkan bahasa
asing, seperti bahasa inggris semenjak dini.

Untuk menghasilkan esai yang padu, dibutuhkan kesatuan dan kepaduan


unsur-unsur yang membentuk esai. Esai hanya semata mata membicarakan suatu
ide pokok secara mendalam. Antar kalimat di dalam paragraf dan antarpargraf di
dalam esai saling berkaitan dalam mendukung ide pokok esai.
14

6. Kerangka

Karena ditulis secara panjang lebar, sebaiknya esai perlu direncanakan dan
diorganisasikan dengan baik sebelumnya. Mulailah dengan kerangka! Dengan
paduan kerangka, tulisan lebih rapi tertata secara runtut seperti yang
dikehendaki penulisnya. Kerangka esai sebaiknya dibuat sederhana dalam
bentuk kerangka topik.

Pada bagian struktur dinyatakan bahwa esai dapat dikembangkan dari


sebuah paragraf. Cara penyusunan kerangka esai tidak berbeda dengan
kerangka paragraf. Di bawah ini adalah contoh pengembangan paragraf
menjadi esai disertai kerangka masing-masing.

Kerangka Paragraf dan Paragraf

Gagasaan pokok : jenis inventasi yang menjanjikan untuk masa depan

Gagasan pendukung:

a. Menyimpan dollar
1) Membeli saat nilai rendah, menjual saat nilai tinggi.
2) Selisih nilai dolar saat beli dan jual.
b. Menyimpan emas
1) Memilih emas batangan.
c. Membeli properti
1) Menyesuaikan dengan pembangunan fasilitas.
15

Merancang Investasi untuk Masa Depan

Ada beberapa jenis investasi yang menjanjikan untuk masa depan. Pertama, investasi
dapat dilakukan dengan menyimpan dolar. Caranya, dengan membeli pada saat nilai
dolar sedang rendah, lalu di jual di kemudian hari saat nya sedang tinggi. Dengan cara
ini, selisih nilai dolar yang dijual dan dibeli dapat digunakan untuk membeli dolar
sebagai investasi lagi. Kedua, investasi dapat juga dilakukan dengan menyimpan emas.
Menyimpan emas dalam bentuk batangan sangat menguntungkan untuk masa depan
karena nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun. Investasi yang tidak kalah
menjanjikan adalah membeli properti. Nilai properti terus menaik sesuai dengan fasilitas
umum dan sosial yang dibangun pemerintah atau swasta.

Kerangka Esai dan Esai

I. Pendahuluan
Tesis : Ada tiga jenis investasi yang menjanjikan untuk masa depan.

II. Tiga jenis investasi


1. Membeli dolar
a. Keuntungan
i. Investasi pihak luar
b. Cara berinvestasi
i. Selisih nilai jual dan nilai beli
2. Menyimpan emas
a. Keuntungan
i. Emas batangan lebih baik
b. Cara berivestasi
3. Membeli properti
a. Keuntungan
i. Perlu pertimbangan dan perkiraan
ii. Pengaruh fasilitas umum dan social
b. Cara berinvestasi
16

III. Penutup

Merancang Investasi untuk Masa Depan

Untuk menyiapkan masa depan, kita perlu melakukan persiapan yang matang
dalam hal keuangan. Akan tetapi, dalam praktik sehari-hari kita masih kurang matang
dan kurang serius merancang masa depan. Persiapan yang dapat kita lakukan untuk
merancang masa depan adalah investasi. Untuk itu, ada beberapa jenis investasi yang
menjanjikan untuk masa depan.

Kita dapat melakukan investasi dengan membeli dolar. Investasi dengan


membeli dolar sangat menjanjikan karena nilai dolar akan terus meningkat dibandingkan
nilai rupiah. Hal ini dipengaruhi adanya intervensi pihak luar, antara lain kondisi
ekonomi Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi investor asing untuk menarik dolar
yang telah diinvestasikan di Indonesia. Yang terbaik adalah kita membeli dolar pada saat
nilainya sedang tinggi. Selisih nilai dolar yang dijual dan dibeli dapat digunakan untuk
membeli dolar sebagai investasi kembali.

Bentuk investasi lainnya adalah menyimpan emas. Menyimpan emas untuk masa
depan sangat menguntungkan karena nilai emas terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menyimpan emas dalam bentuk bantangan lebih baik karena memiliki kandungan yang
cenderung tidak berubah sehingga lebih menguntungkan dibandingkan dengan meyiman
emas dalam bentuk perhiasan.

Investasi yang tidak kalah menguntungkan adalah investasi prperti. Investasi ini
dari hari ke hari makin meningkat, sedangkan jumlah lahan untuk properti makin
berkurang. Dalam berinvestasi properti, kita perlu mempertimbangkan dan
memperkirakan properti yang nilainya akan naik pada masa depan. Naiknya nilai
properti dipengaruhi pembangunan fasilitas umum dan sosial oleh pihak pemerintah atau
swasta.

Dengan mengetahui keuntungan investasi untuk masa depan, kita dapat lebih
berhati-hati memilih jenis investasi mana yang cocok dengan kondisi keuangan kita saat
sekarang. Mintalah saran dari pakar investasi dan belajarlah dari pengalaman pahit orang
lain agar investasi yang direncanakan tidak sia-sia.
17

7. Judul Esai

Judul merupakan daya tarik esai karena melalui judul, pembaca akan
memutuskan atau tidak memutuskan untuk membaca seluruh esai. Kadang kala
judul baru terispirasi setelah seluruh tulisan selesai. Karena itu, jangan
memaksakan judul ketika akan memulai menulis.

Judul yang baik harus memenuhi syarat-syarat berikut.

a. Berbentuk frasa

Judul dapat ditulis dalam huruf kapital seluruhnya atau hanya awal kata
(kecuali kata penghubung, kata depan) yang ditulis dalam huruf kapital.
Karena bukan kalimat, judul tidak perlu diakhiri dengan tanda titik, termasuk
judul yang menggunakan kata tanya. Jika judul terlalu panjang, dapat
digunakan subjudul yang dinyatakan didalam tanda kurung. Selain tanda
kurung, tanda baca titik dua dapat dicantumkan antara judul dan subjudul.
Selain itu, jangan memenggal imbuhan atau menyingkat kata (seperti banyak
ditemukan dalam judul berita disurat kabar), kecuali singkatan itu sudah
dikenal pembaca.

Contoh :

1. PT Mustika Ratu Melebarkan Sayapnya (singkatan PT digunakan


karena sudah umum dipakai)
2. Berwirausaha itu Mudah (Petunjuk bagi Pemula)
3. Bagaimana Menghindari Putus Kuliah?

b. Jangan terlalu panjang

Judul tidak perlu ditulis panjang-panjang, maksimal 15 kata suddah


memadai. Judul harus mencerminkan topik yang akan dibicarakan di dalam
esai.
18

Contoh :

1. Perpustakaan kami (judul masih umum)


2. Taman Bacaan Rakyat, Perlukah? (judul sudah lebih spesifik)
3. Stres (umum)
4. Kiat-kiat Menangkal Stres Menjelang Ujian (khusus)

c. Singkat, padat, dan menarik

Judul yang singkat dan padat lebih mudah diingat. Sebaliknya, judul yang
panjang membuuat pembaca lelah sebelum membaca keseluruhan esai. Agar
menarik, batasi dan padatkan penggunaan kata, tidak ada salahnya untuk
menggunakan metafora, perbandingan, kata-kata spesifik, atau permainan
kata.

Contoh :

1. Melirik Batik Keris


2. Potret Infrastruktur Indonesia
3. Strategi Memikat Hati Pelangan 1

B. Artikel
1. Perngertian artikel

Artikel adalah karya tulis yang menyajikan ide-ide dan fakta-fakta yang
dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur. Oleh sebab itu, artikel juga
sering disebut sebagai karangan faktual. Karangan yang menyampaikan fakta
agar diketahui oleh orang lain.

Pengertian artikel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah


karya tulis lengkap dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya.

1
Sri Hapsari Wijayanti, dkk, BAHASA INDONESIA: Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah,
(Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2013), h.133-147.
19

Artikel dapat memuat berbagai macam topik yang dapat diulas. Artikel
dapat berisi hasil penelitian ataupun juga pandangan seseorang baik terhadap
politik, agama, sejarah, pendidikan dan lain sebagainya.

Beberapa kegiatan yang harus kita perhatikan dalam menulis artikel,


antara lain sebagai berikut:

a. Judul
Judul memberi wacana dasar bagi pembaca dan memancing minat
baca. Tanpa sebuah judul, artikel yang kita buat akan akan mengalami
disorientasi. Sebagaimana orang yang tidak memiliki nama, maka orang
tersebut akan sulit mengidentifikasi dirinya, demikian juga dengan orang
lain.
Dasar membuat judul adalah disesuaikan dengan tema yang
diangkat, namun tetap menampilkan sisi kemenarikan. Sisi kemenarikan
dari judul bisa didukung oleh penggunaan diksi yang kekinian, bernuansa
menggugah pembaca, dan mewakili seluruh isi artikel.

b. Pendahuluan
Artikel yang dipublikasikan di media massa, sebagian besar
menggunakan pendahuluan berupa pernyataan mengejutkan. Hal ini
karena pendahuluan dalam sebuah artikel harus dapat memikat perhatian
pembaca.

c. Isi
Isi atau tubuh artikel adalah bagian pembahasan dari sebuah
persoalan atau tema yang dibicarakan. Isi artikel terdiri dari kalimat-
kalimat yang menyusun paragraf-paragraf sehingga membentuk keutuhan
wacana.
Isi artikel mengupas data-data yang berkaitan dengan tema,
kemudian mengisinya dengan pikiran atau tanggapan penulis. Pada bagian
ini, penulis menyatakan pikiran atau tanggapannya atas data-data yang
20

diuraikan kemudian membuat pernyataan-pernyataan berupa hipotesis


yang komprehensif untuk menuju kesimpulan.

d. Penutup
Pada bagian ini, penulis meringkas ide utama dan menekankan
tujuan yang dimaksud oleh artikel. Tujuan tersebut adalah pernyataan-
pernyataan yang dilontarkan dalam isi artikel sebagai respon atas data-data
yang diuraikan.

e. Revisi dan Editing


Revisi bertujuan untuk menyatukan gagasan dalam keutuhan narasi
atau wacana. Revisi mengembalikan tujuan yang mungkin saja bengkok
ketika artikel dituliskan.
Setelah revisi, maka saatnya menyunting atau mengedit. Editing
biasanya dilakukan untuk menyesuaikan kriteria dari media massa dimana
penulis akan mengirimkannya. Selain itu, editing juga membenarkan
posisi struktur kalimat, penggunaan kata, dan tanda baca, sehingga
membuat nyaman pembacaan.2

2. Ciri-ciri Artikel
a. Lugas, langsung menuju persoalan.
b. Logis, segala keterangan yang dipaparkan harus memiliki dasar dan
alasan yang masuk akal dan dapat diuji kebenarannya.
c. Tuntas, atau tema yang dipilih dipaparkan secara mendalam.
d. Obyektif, keterangan yang disajikan sesuai dengan data dan fakta yang
ada.
e. Cermat, berusaha menghindari berbagai kekeliruan walau sekecil
apapun.
f. Jelas dan padat

2
Deni Damayanti, Pintar Menulis Karya Ilmiah Sejak Bangku Kuliah, (Yogyakarta: Araska,
2016), h.173-177
21

g. Kata-katanya mudah diidentifikasi


h. Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa pendukung
i. Ditulis secara tulus, dan memuat hanya kebenaran.
j. Tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang meragukan
k. Artikel tidak argumentative.
l. Menyajikan kebenaran fakta

3. Jenis-jenis Artikel
a. Berdasarkan penulisnya, ada artikel redaksi dan artikel umum.
1) Artikel redaksi ialah tulisan yang digarap oleh redaksi di bawah
tema tertentu yang menjadi isi penerbit.
2) Artikel umum ialah tulisan yang ditulis oleh umum.
b. Berdasarkan fungsinya meliputi artikel khusus dan artikel sponsor.
1) Artikel khusus adalah nama lain dari artikel redaksi.
2) Artikel sponsor ialah artikel yang membahas atau
memperkenalkan sesuatu
c. Berdasarkan pemakaian:
1) Artikel ilmiah, seperti skripsi
2) Artikel jurnalistik, seperti berita di koran atau majalah
3) Artikel resmi, seperti naskah pidato di pemerintahan atau birokrasi
4) Artikel hukum, seperti lembar putusan hukum
d. Berdasarkan isi dan tujuan
1) Artikel deskriptif, Sesuai dengan keterangan judulnya, deskriptif,
artikel ini memberikan informasi tentang satu masalah sehingga
pembaca mengetahuinya. Dengan begitu, artikel jenis ini tidak
berisi pembahasan atau diskusi detail tentang masalah yang
seyogyanya dipahami pembaca.

2) Artikel eksplanatif, artikel yang bertujuan memaparkan sekaligus


membahas atau mengkaji satu masalah berdasarkan beberapa
22

3) sudut pandang, terutama sudut pandang penulis sehingga pembaca


mengetahui serta memahaminya secara detail.

4) Artikel pemecahan masalah, Artikel jenis ini memberikan


penjelasan tentang apa, mengapa, bagaimanakah masalah itu,
disertai penjelasan tentang alternatif-alternatif pemecahannya.

5) Artikel persuasive, merupakan artikel yang bernada membujuk,


menyarankan, mengerahkan, mengajak (pembaca) untuk
menghindari atau melakukan sesuatu yang terkait dengan
pembahasan tentang masalah tertentu. Secara garis besar artikel
jenis ini berisi pembahasan tentang apa, dan bagaimana kita atau
pembaca harus menyikapinya.

6) Artikel prediktif, tulisan jenis ini, mengetengahkan persoalan


sekarang dan prediksi persoalan pada masa yang akan datang,
disertai langkah-langkah menyongsong harapan yang
diprediksikan.3

4. Tahap Penulisan Artikel


a. Menentukan Topik
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih topik,
yakni
1) Cari topik yang sedang menjadi kecenderungan (trend)
2) atau topik dengan tren yang kita diciptakan
3) Pilih topik yang dekat dengan kebanyakan sasaran pembaca kita
4) Hindari topik yang tidak kita kuasai atau menimbulkan polemik
yang tidak perlu

3
Winnitrinita, Makalah artikel dan esai,
https://winnitrinita2015.wordpress.com/2015/08/03/makalah-artikel-dan-esai/ diakses
pada 28 Mei 2017, pukul 23:55
23

5) Biasakan berlatih mengikuti peristiwa yang berkembang untuk


bahan tulisan.

b. Membuat judul yang menarik


Judul merupakan pusat perhatian pertama pembaca sehingga dari
judul pembaca dapat gambaran sekilas tentang isi bacaan tersebut dan
menarik minat mereka. Untuk itu pemilihan judul yang menarik
merupakan hal yang penting. Agar kita dapat membuat judul yang menarik
kita harus sering membaca berbagai artikel yang dimuat di berbagai media
massa kemudian perhatikan judul-judul artikel tersebut. Semakin banyak
artikel yang dibaca maka semakin kreatiflah kita dalam membuat judul.

c. Pastikan Membuat Subjudul


Subjudul diperlukan untuk membantu menggolongkan dan
membatasi pembahasan tulisan secara keseluruhan. Pembaca diharapkan
dapat dibuat mudah dalam membaca alur tulisan yang disusun sehingga
mereka dapat terus bertahan untuk mengikuti tulisan sampai habis.
Pembaca juga akan sangat terbantu memahami apa yang ditulis juga
berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan dalam pembaca. Selain itu bagi
penulis dengan adanya subjudul dapat dijadikan upaya mengambil napas
baru untuk menyegarkan kembali tulisan yang akan dibuat. Latihan
membagi alur dengan tanpa memenggal rangkaian dari inti tulisan
merupakan suatu hal yang diperlukan karena membuat subjudul
merupakan suatu solusi bermakna untuk membagi alur.

d. Lead yang Menggoda


Lead, alias teras adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi
perhatian penting bagi pembaca. Lead yang menarik akan merangsang
pembaca untuk terus membaca isi artikel. Jika lead-nya kurang menarik
pembaca akan meninggalkan begitu saja. Pembaca merasa sudah cukup
membaca judul atau satu kalimat atau alinea di depan yang tidak begitu
24

menarik itu. Jadi, penulisan lead perlu mendapat perhatian juga supaya
tulisan yang kita buat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan
bacaannya.

e. Memfokuskan Gagasan
Memfokuskan pada maksud gagasan diperlukan. Dalam arti, hanya
memfokuskan diri untuk membahas tema utama yang sedang diangkat
bukan menambah banyak basa basi yang tidak sesuai dengan konteks. Hal-
hal yang sepertinya penting tetapi tidak sesuai dengan tema yang sedang
dibahas sebaiknya juga dikesampingkan agar tidak keluar dari tujuan awal
menulis. Strategi ini untuk menghindarkan diri penulis agar konsentrasi
tidak pecah, tidak membahas tema yang sebelumnya direncanakan, tetapi
malah menulis tema lain.

f. Membuat kerangka Tulisan


Dengan membuat kerangka tulisan, penulis akan mudah untuk
menentukan maksud dan arah tulisan. Selain itu juga dapat menghemat
kata kata, termasuk pandai memilih kosa kata yang pas untuk alur tulisan.
Beberapa panduan untuk membuat kerangka tulisan:
1) Paparkan fakta-fakta seputar tema yang akan dibahas
2) Lakukan penulisan atas fakta-fakta itu dari sudut pandang rasional dan
aturan
3) Kumpulkan bahan bahan pendukung argumentasi kita
4) Kesimpulan.

g. Memilih model P-D-K atau P-S-P


Model penulisan ini berhubungan dengan jenis karangan yang
ditulis. Untuk jenis karangan eksposisi digunakan model P-D-K
(Pendirian-Dukung-Kesimpulan) dan untuk jenis karangan argumentasi
digunakan model P-S-P (Pendapat-Sanggahan-Pendirian). Model tersebut
untuk mempermudah dalam menentukan jenis artikel seperti apa yang
25

akan ditulis. Untuk memberikan dukungan atau sanggahan, bahannya dari


pemikiran atau penelitian yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan model
tersebut argumentasi akan lebih meyakinkan, berbobot dan dapat diterima
baik oleh khalayak pembaca.

h. Menjelaskan Benang Merahnya


Kesulitan terbesar yang dihadapi penulis dalam menulis artikel
adalah menarik benang merah atas sebuah persoalan. Benang merah ini
sebenarnya bukan persoalan dalam keterampilan menulis, tetapi lebih
didasarkan pada kapasitas pemikiran kita. Untuk bisa menarik benang
merah, resep yang cukup baik adalah meramu dua unsur sekaligus, yakni
referensi dan ketajaman analisis. Hasil ramuan kedua hal ini yang
kemudian dapat melahirkan benang merah pemikiran kritis. Tanda tanda
keberhasilan suatu tulisan adalah keberterimaan pembaca terhadap artikel
yang ditulis.

i. Menentukan Sikap Penulis


Di dalam menulis artikel perlu adanya sikap yang jelas dari penulis
terutama ketika menanggapi suatu opini atau polemik yang diangkat. Hal
ini akan membantu penulis di dalam mengangkat citra, identitas serta
kekhasan penulis sehingga khalayak pembaca dapat menilai penulis dan
mendudukkannya dalam posisi tertentu. Ketidakjelasan didalam
menanggapi suatu opini dapat menyebabkan situasi yang kurang
menguntungkan seperti terlalu menggurui atau sok bijak yang akhirnya
tidak memberikan masukan yang berarti bagi karir kepenulisan yang
dibangun.

j. Menghindari Istilah Rumit


Penggunaann istilah yang rumit sering dianggap sebagai bentuk
penguasaan pengetahuan yang luas dan professional juga menunjukkan
sikap terpelajar. Dalam penulisan artikel di media massa yang ditunjukan
26

untuk pembaca umum sebaiknya menghindari penggunaan istilah yang


rumit-rumit. Penulisan artikel sebaiknya tidak membebani pembaca
dengan istilah-istilah yang asing dan rumit. Alternatifnya adalah
mengganti istilah dengan bahasa-bahasa yang umum. Misal abrasi,diganti
dengan pengikisan, atau signifikan bisa diganti dengan berpengaruh besar,
urgen diganti dengan penting.Dengan begitu,pembaca akan lebih nyaman
dan lebih mudah memahami maksud tulisan.

k. Menentukan Sasaran tembak


Salah satu strategi yang digunakan didalam membangun karir
kepenulisan adalah menentukan sasaran tembak, artinya penulis
menentukan sasaran tulisannya denganmenanggapi tulisan orang lain.
Untuk menanggapi suatu tulisan perlu argument yang kuat dan memadai
sehingga diharapkan dapat memicu tanggapan lainnya yang akan
mendudukkan penulis dalam suatu kelompok pemikiran tertentu. Strategi
ini dapat melatih perang pemikiran juga merangsang dan memaksa untuk
terus menulis sebelum wacana pro-kontra berakhir.

l. Mempertanyakan atau menggugah


Untuk menutup artikel sebaiknya memberikan sentuhan tertentu
untuk memberikan kesan bagi pembaca seperti mempertanyakan sesuatu
atau menulis kata-kata yang menggugah. Penutup artikel perlu mendapat
sentuhan agar muncul kesan bagi pembaca. Prinsipnya, pertanyaan atau
penulis kata-kata menggugah tersebut dapat memberikan kesan mendalam
kepada pembaca. Misalnya Akankah Hakim berani memutuskan Soeharto
bersalah? (contoh pertanyaan yang berusaha memberikan sentilan). Atau,
Semoga masa depan sepakbola kita bisa maju tanpa kekerasan (Kesan
memberikan rasa optimis dan harapan menggugah).
27

m. Penyuntingan
Penyuntingan merupakan tahap akhir kepenulisan artikel dengan
kegiatan evaluasi dan koreksi sebagai proses standar yang perlu dilakukan
ketika seseorang telah berhasil membuat sebuah tulisan. Ini merupakan
tahapan wajib untuk mengetahui logika berpikir yang dibangun sudah
benar atau dapat juga untuk memperbaiki alliran gagasan dengan
memeperjelas kalimat agar mudah dipahami pembaca. Penyuntingan juga
mencakup soal EYD dan memperelok gaya tulisan agar indah, menarik
dan nyaman dibaca.

5. Tahap Pengiriman Artikel


a. Menggunakan Pos-el
Sudah bukan zamannya lagi untuk mengirim naskah melalui pos
karena mahal dan sampai ke tujuan memakan waktu yang cukup lama.
Pengiriman melalui pos-el merupakan bentuk yang lebih praktis, adapun
tata cara pengiriman naskah sebaiknya melalui fasilitas sisipan
(attachment) untuk menghindari perubahan (rusaknya) berkas. Satu naskah
sebaiknya dikirim ke satu media, jika dalam jangka waktu dua minggu
tidak ada kabar dimuat, dapat dikirim ke media lain. Untuk memastikan
sekaligus mendokumentasikan artikel, sebaiknya tembusan artikel juga
dikirim ke pos-el kita yang lain misalnya pengiriman melalui
@yahoo.com, tembusan melalui @gmail.com

b. Menyertakan Kata Pengantar


Kata pengantar ini diperlukan untuk mempermudah redaktur
mengetahui isi naskah. Isinya, sedikit basa-basa kepada penerbit (salam,
kabar baik), kemudian penjelasan singkat mengapa karya ini penting untuk
diketahui publik dan yang terakhir adalah permohonan kesediaan redaktur
untuk dapat memuat artikel tersebut dalam Koran atau majalah yang
dikelola. Dengan adanya kata pengantar ini diharapkan akan membantu
28

mempermudah redaktur menginventarisasi naskah dan mengetahui garis


besar isi artikel yang dikirimkan.

c. Menyertakan Biodata
Sebaiknya untuk biodata dibagi menjadi dua bentuk. Bentuk
pertama biodata panjang yang menyatakan tempat lahir, latar belakang
pendidikan, prestasi atau hasil karya yang telah dihasilkan. Data ini
diperlukan untuk membangun citra personal sebagai seorang ahli yang
karyanya memang layak untuk dimuat. Biodata kedua adalah biodata
singkat sebagai identitas artikel, misalnya: Djoko Saryono, Dosen UM dan
Pengamat Sastra.

d. Menyertakan Nomor Rekening


Penyertaan nomor rekening ini penting untuk memudahkan
administrasi pengiriman honor jika artikel dimuat. Pembayaran biasanya
rata rata satu minggu setelah artikel dimuat. Tapi, kalau memang sedang
membutuhkan uang, segera menelpon pihak Manajemen Honor pada
sebuah perusahaan media dapat diperkenankan.4

C. Makalah
1. Pengertian Makalah

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002), makalah adalah (1) tulisan
resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum
dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan; atau (2) karya
tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau
perguruan tinggi. Menurut Parera, (1982) seperti dikutip dalam Syihabuddin
(2006), makalah adalah karya tulis yang memerlukan studi baik secara langsung,
misalnya melalui observasi lapangan, maupun tidak langsung (studi kepustakaan).

4
Gigit Mujianto, Djoko Asihono, dkk, Bahasa Indonesia Karangan Ilmiah, (Malang: UMM Press,
2013), h.186-190.
29

Makalah memuat dan mengkaji suatu masalah dengan menggunakan


kaidah keilmuan, metode ilmiah, bahasa baku dan tata tulis ilmiah, dan bersifat
objektif-sistematis-lugas-jelas-konsisten-logis-empiris (berdasarkan fakta).

Menurut Finoza dalam Alamsyah (2008), seperti tulisan ilmiah lainnya


(skripsi, tesis, atau disertasi), penulisan makalah harus mengikuti aturan baku
(formal) dan memiliki sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan
penggunaan bahasa. Akan tetapi, berbeda dengan tulisan ilmiah lainnya, makalah
tidak harus selalu ditujukan kepada kalangan akademisi tertentu (profesional).5

2. Karakteristik

Makalah memiliki karakteristik tersendiri. Penyusunan dan penyajian


makalah didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah yang didahului oleh
studi pustaka dan studi lapangan (Azwardi,2008). Masalah dan topik dibahas dan
disajikan berdasarkan data di lapangan. Data yang digunakan tersebut bersifat
empiris dan objektif. Selanjutnya, pembahasan dipaparkan secara ilmiah, logis,
dan sistematis kepada para pembaca. Sebagai tulisan ilmiah, dalam pembuatan
makalah digunakan metode penulisan yang baik dan benar guna mencari jawaban
mengenai sesuatu dan guna membuktikan kebenaran sesuatu yang terdapat dalam
objek tulisan. Karena itu, melalui makalah, kemampuan mahasiswa dalam
memahami isi dari berbagai sumber yang digunakan serta kemampuan dalam
merangkai berbagai sumber informasi sebagai satu kesatuan sintesis yang utuh
dapat diperlihatkan.

Ruang lingkup makalah umumnya berkisar pada cakupan permasalahan


dalam suatu bidang ilmu. Tema yang diangkat seputar hal-hal baru (aktual) dan
belum pernah ditulis orang lain. Jika sudah pernah ditulis dengan tema yang sama
oleh orang lain, tujuannya sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu.
Upaya ini disebut penelitian lanjutan.

5
Drs. H. Khaerudin Kurniawan, M.Pd, BAHASA INDONESIA KEILMUAN untuk Perguruan
Tinggi, (Bandung: PT Refika Aditama), h. 32-33
30

3. Sistematika

Secara garis besar, sistematika penulisan makalah terdiri atas tiga bagian,
yaitu pendahuluan, isi (batang tubuh), dan penutup. Pendahuluan memuat
persoalan yang akan dibahas, yang meliputi latar belakang masalah, masalah, dan
tujuan penulisan.

Bagian isi memuat kemampuan penulis untuk menjawab


masalahpenelitian.Bagian isi boleh terdiri atas lebih dari satu bagian sesuai
dengan permasalahan yang dikaji.

Bagian penutup memuat simpulan sebagai pemaknaan penulis terhadap


diskusi atau pembahasan masalah berdasarkan kriteria dan sumber-sumber
literatur atau data lapangan. Simpulan mengacu pada hasil pembahsan
permasalahan, bukan ringkasan isi makalah.

Bagian-bagian makalah yang diseminarkan dapat berupa makalah hasil


penelitian dan makalah bukan hasil penelitian (konseptual).

Berikut adalah sistematika makalah hasil penelitian.

a. Judul
Judul mencerminkan isi, menunjukkan fokus serta permasalahan
pokok makalah. Judul yang terlalu panjang dapat dipecah menjadi judul
utama dan subjudul.

b. Kata Pengantar (bersifat manasuka)


Kata Pengantar berisi tentang sekilas latar belakang penulisan,
ungkapan harapan penulis, ucapan terima kasih, dan sebagainya.

c. Daftar Isi (bersifat manasuka)


Daftar isi memuat daftar judul dan sub-(sub) judul beserta
halamannya. Fungsinya memudahkan pembaca mencari bagian yang akan
31

dibacanya. Apabila makalah memuat gambar dan tabel, daftar gambar dan
daftar tabel tersebut dibuat terpisah dari daftar isi.

d. Abstrak
Abstrak adalah intisari makalah, yang ditulis 150-200 kata (satu
paragraf) dan berjarak spasi satu. Apa yang diuraikan di dalam makalah,
perlu dijabarkan secara padat di dalam abstrak. Tujuan penulisan abstrak
sebenarnya untuk menarik minat pembaca terhadap isi makalah dan
menjadi putusan bagi pembaca apakah akan membaca lebih lanjut seluruh
makalah atau tidak. Umumnya, abstrak terdiri atas latar belakang, tujuan,
metode, hasil, dan simpulan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia atau
bahasa Inggris atau keduanya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

e. Pendahuluan
Pendahuluan berisi tentang latar belakang penulisan makalah,
rumusan, dan tujuan. Dalam bagian ini, penulis perlu menunjukkan
pentingnya masalah atau topik makalah dibahas sehingga menimbulkan
masalah. Selain itu, pada akhir pendahuluan dikemukakan tujuan
penulisan. Tujuan mengarah pada kegiatan yang harus dilakukan
selanjutnya dalam menulis makalah atau memberi informasi mengenai hal-
hal yang disampaikan dalam makalah.

f. Kajian Literatur
Kajian literatur berisi kutipan (langsung atau tidak langsung)
mengenai teori-teori yang relevan dengan topik makalah dan kajian atas
penelitian terdahulu yang serupa. Pada makalah bidang ilmu tertentu,
kajian literatur tercakup di dalam bagian pendahuluan.

g. Metode
Apabila makalah merupakan hasil penelitian di lapangan,
diperlukan bagian metode untuk menjelaskan prosedur pelaksanaan
32

penelitian. Prosedur tersebut diuraikan secara rinci, seperti siapa subjek


atau responden penelitian, kapan waktu dan di mana penelitian dilakukan,
serta bagaimana mengumpulkan dan menganalisis datanya.

h. Hasil dan Analisis


Bagian ini merupakan inti makalah. Hasil atau temuan dapat
dikemukakan dalam bagian tersendiri, terpisah dari Analisis. Hasil berisi
jawaban atas masalah-masalah penelitian. Untuk memperkuat analisis,
digunakan teori, data, pandangan ahli, dan hasil penelitian terdahulu.

i. Simpulan dan Saran


Bagian ini menyatakan simpulan dari permasalahan.Simpulan
dapat dilengkapi dengan saran yang terkait dengan hasil penelitian.

j. Daftar Rujukan/Acuan
Sumber-sumber tulisan yang diacu di dalam makalah ditulis di
dalam daftar rujukan atau daftar acuan sesuai dengan gaya yang telah
ditetapkan.

k. Lampiran (jika ada)


Lampiran merupakan pelengkap atau data penelitian yang dianggap
penting oleh penulis sebagai pendukung kejelasan makalah.
Makalah konseptual merupakan makalah hasil pemikiran (ide) mendalam
dan kritis tentang masalah dalam bidang ilmu tertentu. Makalah jenis ini
tidak mencantumkan metode penelitian karena tidak ditulis berdasarkan
hasil penelitian di lapangan, tetapi diturunkan dari gagasan penulis yang
diperolehnya dari pengalaman, fenomena, fakta lapangan, atau bahkan
hasil penelitian.

Inti sistematika makalah konseptual meliputi (a) Judul Pendahuluan/Latar


Belakang Masalah dan Tujuan, (b) Abstrak, (c) Pembahasan (dirinci dalam
33

beberapa judul subbab), (d) Simpulan dan Saran, (e) Daftar Rujukan, (f) Lampiran
(jika ada).

4. Jenis Makalah

Berdasarkan jenisnya, makalah terdiri atas tiga jenis.

a. Makalah Studi
Makalah studi umumnya merupakan makalah yang bersumber dari
hasil penelitian. Makalah studi disampaikan sebagai tugas akhir siswa
atau mahasiswa (S-1, S-2, atau S-3). Panjang makalah ini minimal
lima belas halaman.

Makalah ilmiah ini ditulis sebagai suatu sarana pemecahan masalah


secara ilmiah. Peneliti mengumpulkan bahan-bahan, lalu diolah
kembali dengan analisis, sintesis, dan interpretasi yang baru.

Selain itu, ada pula makalah studi yang dibangun berdasarkan


pengetahuan baru dan menjadi informasi baru bagi setiap orang. Akan
tetapi, sebelumnya penulis mencari informasi-informasi yang
diolahnya kembali dengan analisis, sintesis, dan interpretasi yang
baru, diikuti dengan pengumpulan data empiris di lapangan.

Ada dua macam makalah studi menurut pendekatannya, yaitu


makalah yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan
kualitatif. Makalah studi dengan pendekatan kuantitatif ditulis
menurut pendekatan deduktif-induktif. Dalam Pendekatan ini, secara
deduktif penulis merumuskan dugaan-dugaan sementara atau hipotesis
setelah didukung oleh penelitian praktis, yaitu pada saat melaksanakan
kajian pustaka. Hipotesis melibatkan variabel-variabel yang dapat
diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Hipotesis itu lalu diuji
secara empiris dengan bantuan prosedur statistik.
34

Makalah studi dengan pendekatan kualitatif digunakan terutama


untuk memahami persoalan sosial dengan membangun gambaran
keadaan yang kompleks dan holistik dalam bentuk narasi. Di dalam
narasi, pandangan responden dilaporkan dengan rinci. Demikian pula
latar alamiah tempat data diperoleh.
Makalah studi kualitatif dikembangkan secara induktif. Dalam
makalah jenis ini, pandangan responden menjadi komponen yang
sangat dominan.

b. Makalah kerja
Makalah kerja adalah makalah yang disusun untuk dibentangkan
dalam suatu seminar atau lokakarya. Makalah kerja menurut
pendekatannya terdiri atas makalah kuantitatif dan kualitatif.
Perbedaannya dengan makalah studi terletak pada tujuan penulis. Jika
dibuat untuk kepentingan studi atau akademik, karya ilmiah tersebut
termasuk kategori makalah studi. Jika ditujukan sebagai bahan untuk
diskusi dalam suatu forum, karya ilmiah ini dikategorikan makalah
kerja.

Makalah kerja yang telah didiskusikan dapat menjadi artikel ilmiah


jika dipublikasikan di dalam media cetak. Demikian pula makalah
studi dapat dikatakan sebagai artikel ilmiah setelah dilakukan
perubahan bentuk sesuai dengan format artikel ilmiah yang
dipublikasikan di jurnal ilmiah, misalnya.

c. Makalah Kajian
Makalah kajian atau makalah kritis adalah makalah yang disusun
untuk memecahkan masalah yang kontroversial, bukan untuk
dibicarakan dalam seminar. Kritis berarti tindakan untuk membuat
keputusan di berbagai bidang.
35

Makalah kajian atau kritis disebut juga makalah controversial


karena makalah ini mengkritisi atau mengevaluasi sebuah karya.
Tidak selamanya pencipta karya dan pendukungnya dapat menerima
evaluasi yang kurang menyenangkan. Untuk menghindari kontroversi
yang tidak sehat ini, penulis perlu jujur secara intelektual,
menghindari ungkapan-ungkapan yang emosional, tidak
menyampaikan informasi yang kurang diyakininya. Umumnya,
makalah kajian dimuat di media massa (koran, tabloid, atau majalah)
sehingga istilah makalah kajian juga dikenal dengan istilah artikel
ilmiah populer. Makalah ini ditulis tidak lebih dari sepuluh halaman.
Dalam makalah kajian yang ditujukan kepada pembaca umum,
biasanya digunakan kosa kata populer (bedakan dengan kosa kata
ilmiah). Kata-kata populer (bedakan dengan kosa kata ilmiah). Kata-
kata populer meliputi kata-kata yang dipakai dalam komunikasi
sehari-hari, sedangkan kata-kata yang dipakai oleh kaum terpelajar
disebut kata-kata ilmiah.

Di bawah ini beberapa contoh penggunaan kata ilmiah dan kata


populer.

KATA ILMIAH KATA POPULER


analogi kiasan
anarki kekacauan
bibliografi daftar pustaka
biodata biografi singkat
definisi batasan
diskriminasi perbedaan perlakuan
eksentrik aneh
final akhir
formasi susunan
format bentuk
36

friksi bagian, pecahan


konklusi kesimpulan
kontemporer masa kini, mutakhir
kontradiksi pertentangan
prediksi ramalan6

5. Tahap Penulisan Makalah

Seperti halnya karya ilmiah lainnya, penulisan makalah melalui tahap-tahap


berikut:

a. Memilih topik
Topik yang telah ditentukan, yang tidak luas dan tidak pula sempit,
akan menuntun penulis untuk fokus. Sebagai contoh, topik tentang
mahasiswa adalah satu topik yang masih sangat umum.Jika tujuan
penulisan memberi gambaran umum (overview) , topik itu sudah tepat.
Namun, jika tujuannya menganalisis, topik itu perlu dipersempit
menjadi mahasiswa berprestasi atau pengaruh gaya belajar mahasiswa
terhadap prestasi yang dicapai.

b. Menentukan tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan makalah yang akan ditulis.
Apakah untuk meyakinkan pembaca agar mendukung atau memercayai
apa yang ditulis atau menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal
tertentu? Apa pun itu, tujuan harus sesuai dengan topik.

c. Membuat kerangka (outline)


Tujuan pembuatan kerangka adalah meletakkan ide-ide tentang
topik dalam format yang terorganisasi. Mulailah dengan menulis topik

6
Sri Hapsari Wijayanti, dkk, BAHASA INDONESIA: Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah,
(Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2013), h.194-201
37

di bagian atas dalam angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman,
dengan jarak yang cukup lebar di antaranya. Kemudian, tulislah garis
besar ide tentang topik yang dimaksud. Jika ingin menjelaskan suatu
proses, tuliskan langkah-langkahnya secara rinci. Jika ingin
menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi
tersebut.
Pada setiap angka romawi, tuliskan A, B, dan C (boleh dalam huruf
kecil) menurun di sisi kanan halaman. Tulislah fakta atau informasi
yang mendukung ide utama.
Contoh:
I. Investasi finansial
A. rumah
B. tanah
C. emas
II. Investasi nonfinansial
A. waktu
B. tenaga
C. pikiran

d. Menetapkan tesis
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi makalah dan poin penting
yang akan disampaikan oleh penulis. Setelah topik ditentukan,
kerangka yang telah dibuat ditinjau kembali, dan putuskan poin
penting apa yang akan dibuat. Tesis dinyatakan dengan
mengungkapkan topik atau menyatakan poin-poin penting dalam
pembahasan makalah.
Contoh:
Pada makalah ini akan dibentangkan peranan bahasa Indonesia di
era globalisasi. Namun, sebelumnya diuraikan terlebih dahulu
secara singkat kedudukan bahasa Indonesia sejak tahun 1928
hingga sekarang.
38

(Artinya, bagian isi berisi pertama-tama (bisa ditegaskan dalam


subjudul): Kedudukan Bahasa Indonesia Sejak 1928-Sekarang;
setelah itu, butir yang dibahas (bisa dalam subjudul berikutnya) :
Peranan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi)
Untuk memiliki gaya belajar tertentu, diperlukan kiat khusus
untuk menanganinya (kiat-kiat ini pada bagian berikutnya akan
dijabarkan).
(Artinya, satu demi satu kiat diberi subjudul diikuti dengan
penjelasannya secara panjang lebar)
39

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
Esai adalah tulisan yang terdiri atas beberapa paragraph yang
membicarakan suatu topik dari sudut pandang penulis.
Format Esai :
1. Paragraf Pengantar
2. Paragraf Isi
3. Paragraf Penutup
Artikel adalah karya tulis yang menyajikan ide-ide dan fakta-fakta
yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
Tahap penulisan Artikel:
1. Menentukan Topik.
2. Membuat Judul yang Menarik.
3. Patikan Membuat Subjudul.
4. Lead yang Menggoda.
5. Memfokuskan Gagasan.
6. Membuat Kerangka Tulisan.
7. Menjelaskan Benang Merahnya.
8. Menentukan Sikap Penulis.
9. Menghindari Istilah rumit.
10. Menentukan Sasaran Tembak.
11. Mempertanyakan atau Menggugah.
12. Penyuntingan.
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah
yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat
objektif.
40

Tahap penulisan Makalah


1. Memilih topik
2. Menentukan tujuan
3. Membuat kerangka (outline)

B. Saran

Dengan dibuatnya makalah ini, kami mengharapkan agar pembaca mendapatkan


pengetahuan mengenai karya ilmiah sehingga pembaca saat ini bisa membuat
karya ilmiah seperti Esai, Artikel dan Makalah sesuai dengan aturan yang benar.
41

DAFTAR PUSATAKA

Damayanti, Deni. 2016. Pintar Menulis Karya Ilmiah Sejak Bangku Kuliah.
Yogyakarta: Araska.

Drs. H. Khaerudin Kurniawan, M.Pd. 2012. BAHASA INDONESIA KEILMUAN


untuk Perguruan Tinggi. Bandung: PT Refika Aditama

Mujianto Gigit, Asihono Djoko dkk. Bahasa Indonesia Karangan Ilmiah. 2013
Malang: UMM Press.

Wijayanti, Sri Hapsari, dkk. 2013. BAHASA INDONESIA: Penulisan dan


Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Winnitrinita, Makalah artikel dan esai,


https://winnitrinita2015.wordpress.com/2015/08/03/makalah-artikel-dan-esai/