Anda di halaman 1dari 4

Adas manis atau anis

(Pimpinella anisum) merupakan sejenis tumbuhan berbunga dari famili Apiaceae yang
berasal dari kawasan Laut Tengah bagian timur dan Asia barat daya. Tumbuhan ini
merupakan tumbuhan semusim berupa terna yang tingginya dapat mencapai satu
meter. Daun pada bagian dasar tumbuhan ini berbentuk sederhana, panjangnya 2-5 cm, dan
bercuping dangkal, sementara daun pada bagian batang yang lebih tinggi berbentuk menyirip
seperti bulu dan terbagi-bagi menjadi banyak anak daun. Bunganya berwarna putih,
berdiameter 3 mm, dan bergerombol banyak dalam payungan
bunga. Buahnya merupakan skizokarp kering berbentuk lonjong dengan panjang 3-5 mm.

Spesies Pimpinella digunakan sebagai sumber makanan oleh larva sejumlah


spesies Lepidoptera, termasuk ngengat Eupithecia centaureata dan Eupithecia absinthiata.

komposisi

Sebagaimana rempah-rempah lain, komposisi anis sangat bervariasi tergantung asal dan cara
penanamannya. Nilai-nilai umum dari kandungan utamanya adalah sebagai berikut:[1]

Kelembaban: 9-13%
Protein: 18%
Minyak lemak: 8-23%
Minyak atsiri: 2-7%
Tepung: 5%
Ekstrak bebas-N: 22-28%
Serat kasar: 12-25%

Minyak atsiri yang dihasilkan melalui penyulingan umumnya sekitar 2-3% di


mana anethole merupakan 80-90% kandungannya.

Adas manis (Pimpinella anisum) atau biasa dikenal dengan adas, termasuk salah satu
tanaman obat yang terkenal di Indonesia. Adas manis diduga berasal dari Benua Eropa dan
Asia, ada juga yang berpendapat dari Benua Afrika dan Laut Tengah.

Tanaman ini juga tersebar di daerah tropis dan sub-tropis diantaranya India, Indonesia,
Argentina, hingga Jepang. Tanaman adas memiliki ciri-ciri tanaman perdu tahunan,
batangnya berlubang, beruas, dan berwarna hijau keputihan. Jika batang adas memar akan
mengeluarkan bau yang wangi.

Biji adas berwarna biru kehijauan saat masih muda, dan akan menjadi hijau kecoklatan jika
sudah tua. Bentuk biji adas ini lonjong dan memiliki aroma yang kuat, sedangkan buahnya
memiliki rasa yang sedikit manis dan agak pedas.
Nama lain dan Adas Manis

Beberapa daerah di Indonesia mengenal adas manis dengan beragam nama, diantaranya Hades
(Sunda), adas londa, Adhas (Madura), adas landi (Jawa), adas (Bali), adas pedas (Aceh), wala
wunga (Sumba), adas, Adeh, adas pedas (Melayu), manih (Minangkabau), paapang, paampas
(Menado), popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), porotomo (Baree), papaato (Buol),
kumpasi (Sangir Talaud), adasa, adase (Bugis), rempasu (Makasar).

Ciri-ciri Tanaman Adas Manis (Pimpinella anisum)

Secara fisik tanaman adas mempunyai tinggi 50 cm 2 meter, sifat tanaman ini merumpun
dan sanggup hidup dengan umur panjang.
Batang, dalam satu rumpun tanaman adas biasanya mempunyai 3 5 buah batang, Batang
adas mempunyai warna hijau agak kebiruan, batang mempunyai alur dan beruas serta
berlubang, batang mempunyai bau wangi bila memar.

Daun, tanaman adas mempunyai letak daun yang berseling dan majemuk, daunnya
menyirip ganda dua dengan posisi sirip-sirip yang letaknya menyempit berbentuk jarum,
mempunyai bentuk runcing pada ujung dan pangkalnya. Panjang daun kira-kira 30 cm
sampai dengan 50 cm, lebar daun 5 cm sampai dengan 7 cm berwarna hijau muda.

Bunga : tanaman adas mempunyai bunga yang berbentuk payung majemuk dengan
diameter 5 cm sampai dengan 15 cm. Panjang gagang bunga adas kira-kira 2 mm sampai 5
mm, kelopak bunga berbentuk tabung dengan warna hijau.

Buah : buah adas berbentuk biji kering yang mempunyai panjang 4 sampai 9 mm, lebar biji
3 samapai 4 mm, jika masih berumur muda mempunyai warna biru kemudian akan
berwarna coklat ketika biji berumur tua. Bentuk biji lonjong serta beraroma kuat dan
manis. Warna buah adas berbeda-beda berdasarkan negara asalnya.
Kandungan Adas Manis (Pimpinella anisum)

Kelembaban: 9-13%
Protein: 18%

Minyak lemak: 8-23%

Minyak atsiri: 2-7%

Tepung: 5%

Ekstrak bebas-N: 22-28%

Serat kasar: 12-25%

Minyak atsiri yang dihasilkan melalui penyulingan umumnya sekitar 2-3% dimana
anethole merupakan 80-90% kandungannya.

Minyak adas mengandung asiri Oleum Foeniculi 1 6%, 50 60% anetol, sekitar 20%
kandungan fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam
anisat, dan 12% minyak lemak.

Aroma khas dari adas berasal dari kandungan anetol dengan khasiat karminatif. Akar
mengandung bergapten, biji adas mengandung stigmasterin.

Manfaat Adas Manis (Pimpinella anisum)

Sebagai bumbu dapur, ada banyak dimanfaatkan untuk pembuatan minuman, pembuatan
roti, campuran acar, salad, serta sebagai rempah-rempah pada beberapa masakan.
Adas manis, seperti adas, mengandung anethole, dan dikenal sebagai zat phytoestrogen.

Adas manis merupakan antiparasit ringan dan daunnya bisa digunakan untuk merawat
gangguan pencernaan, meredakan sakit gigi, dan minyak atsirinya bisa digunakan untuk
menyembuhkan penyakit lice and kudis

Menurut Pliny the Elder, adas manis digunakan untuk menyembuhkan sulit tidur, dikunyah
bersama alexanders dan sedikit madu di pagi hari untuk menyegarkan napas, dan kalau
dicampur dengan anggur bisa menyembuhkan sengatan kalajengking

Dalam aromaterapi, minyak atsiri adas manis digunakan untuk merawat pilek dan flu.

Minyak adas yang memiliki kandungan anetol, fenkon, chavicol, serta anisaldehid
bermanfaat menyejukkan saluran cerna serta bekerja mirip perangsang napsu makan.

Menambah peristaltik saluran cerna serta merangsang pengeluaran kentut ( flatus ).


Menyingkirkan dingin serta dahak.

Dari satu penelitian pd manusia dewasa, diternukan bahwasanya adas memiliki dampak
menghancurkan batu ginjal

Sebagai obat herbal yang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit seperti perut kembung,
mual, diare, sakit kuning, kurang nafsu makan, batuk berdahak, asma, hernia, insomnia,
batu ginjal, rematik, bahkan untuk memperbaiki penglihatan.

Dapat membantu memperlancar dan memperbanyak ASI

Dapat membantu meringankan nyeri haid, memperlancar haid, dan mengatasi haid yang
tidak teratur.

Sebagai antiinflammasi, diuretik, dan antimikroba