Anda di halaman 1dari 10

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada zaman modern ini, sudah tidak asing bagi kita untuk menggunakan media

social sebagai sarana informasi dan komunikasi,kita dapat secara mudah mendapatkan

berbagai informasi yang ingin kita ketahui hanya dengan menggunakan satu media

yaitu internet.Media sosial menjadi sangat signifikan peranannya, lewat ini maka para

penggunanya akan sangat mudah untuk berpartisipasi untuk mencari sebuah informasi

atau menjalin hubungan pertemanan.

Salah satu negara yang sangat aktif dalam hal penggunaan media sosial adalah

Indonesia, baik itu facebook, twitter, instagram atau media sosial lainnya. Namun

ternyata fakta itu dimanfaatkan kebanyakan orang untuk berbisnis atau

memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan finansial pribadi, dan tidak jarang

digunakan untuk hal-hal yang negative. Salah satunya adalah menggunakan jejaring

sosial sebagai sarana bisnis prostitusi terselubung.

Terbukti jika kita ambil contoh sebuah jejaring sosial yaitu facebook, seseorang

dapat dengan cukup mudah untuk dapat berkenalan di sana, melakukan percakapan

lalu dilanjutkan dengan bertemu dikehidupan nyata dan dilanjutkan ketahapan yang

lebih privasi antar kedua pihak tersebut .

Tidak hanya difacebook saja, kita coba ambil satu contoh kembali platform media sosial

lainnya yaitu twitter.

Twitter hampir sepenuhnya mengubah cara manusia berinteraksi satu sama lain

yang sesungguhnya sangat tidak pantas untuk di publikasikan .


Beberapa akun pribadi dengan frontal mengumbar kebutuhan mereka akan cinta yang

sesaat lewat status status yang ditulisnya atau pun lewat gambar gambar pribadi yang

tidak senonoh, bahkan lengkap dengan kontak bersangkutan yang dapat dihubungi.

Beralihnya fungsi media sosial inilah yang melatarbelakangi penelitian kali ini, dimana

media sosial sebagai tempat bertukarnya informasi dan interaksi sosial justru malah di

manfaatkan menjadi wadah pelanggaran asusila dan moral seperti prostitusi ini.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah :

1. Apa yang dimaksud dengan Prostitusi dan Jejaring Sosial

2. Apakah motif yang melatarbelakangi dan faktor pendukung prostitusi melalui sosial

media .

3. Analisa contoh kasus prostitusi melalui sosial media

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui peran sosial media sebagai sarana prostitusi

2. Untuk memahami faktor-faktor apa saja yang mendasari prostitusi online

3. Untuk dapat memahami peran asli media sosial dalam lingkup yang positif
II. PEMBAHASAN

Definisi Jejaring sosial

Kemunculan jejaring sosial atau dalam bahasa inggris social network diawali dari

adanya inisiatif untung mengubungkan dari orang orang belahan dunia baik itu

saudara,teman,bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun yang memungkinkan

penggunanya dapat saling berinteraksi dan berbagi informasi. Facebook, Twitter,

Myspace, Line, Path, dan Youtube adalah beberapa dari jejering sosial yang marak

diberbagai dunia saat ini.

Individual Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen

atau organisasi . Jejaring ini menunjukan jalan bagaimana mereka

berhubungan karena kesamaan sosialisasi,mulai dari mereka yang dikenal

sehari hari sampai dengan keluarga. Yang dikutip oleh professor J.A.Barnes

di tahun 1954 .

Seiring dengan perkembangan zaman ,situs jejaring sosial pun mengalami

kemajuan kemajuan yang signifikan . Pengguna jejaring sosial dimanjakan dengan

fasilitas fasilitas yang ditampilkannya seperti,video call,music, games,dan aplikasi

aplikasi peghibur lainnya.Dengan kenyamanan itulah yang membuat kebanyakan

penggunanya betah untuk lama-lama menggunakanya,dan muncullah ide ide untuk

memanfaatkan

kesempatan tersebut untuk berbisnis.online shop seperti baju,celana,sepatu,jam,tas


dan macam macam asesoris dapat di pesan melalui jejaring sosial bahkan tidak hanya

itu,handphone, dan berbagai elektronik juga di jual di berbagai situs jejaring

sosial.Namun,tidak jarang kita menemukan situs yang terselumbung seperti prostitusi

online di dalam jejaring sosial.

Prostitusi

Prostitusi atau bisa disebut juga dengan pelacuran berasal dari bahasa Latin

yaitu pro-situare yang berarti membiarkan diri berbuat zina,melakukan perbuatan

persundulan,pencabulan,perkendakan.Dalam bahasa Inggris prostitusi disebut

prostitution yang artinya tidak jauh beda dengan bahasa latin yaitu pelacuran .

Pelacuran dalam bahasa Indonesia dijelaskan berasal dari kata lacur yang berarti

malang,celaka,sial,gagal,atau buruk laku .Menurut William Benton dalam Encylopedia

Britanica,pelacuran dijelaskan sebagai praktek hubungan seksual yang dilakukan

sesaat,yang kurang lebih dilakukan dengan siaa saja untuk imbalan berupa

uang.Sedangkan secara terminologis pelacuran atau prostitusi adalah penyediaan

layanan seksual yang dilakukan oleh laki laki atau permepuan untuk mendapatkan

uang atau kepuasan .Prostitusi sendiri sudah dikenal sejak beberapa ribu tahun yang

lalu
Cikal bakal terjadinya Prostitusi melalui Sosial Media

Perkembangan prostitusi semakin pesat hingga pada era modern ini. Prostitusi

pun berkembang dan mengalami evolusi kecanggihan hingga kini yang dikenal dengan

Prostitusi online..Dengan penggunan jejaring sosial yang kini marak beredar adalah

salah satu faktor yang mendasari adanya prostiusi online .Di Indonesia pengguna

facebook dan twitter terbesar inilah yang menjadi faktor utama yang memunculkan ide

ide negatif dari mereka yang tidak bertanggung jawab untuk menggunakan jejaring

sosial sebagai alat mencari keuntungan. Hal ini dilakukan dengan cara merangkul gadis

gadis muda menggunakan jejaring sosial untuk melakukan bisnis prostitusi ini.

.Menurut beberapa kalangan IT sistem prostitusi online sendiri mulai marak di Indonesia

sejak tahun 2012. Dengan cara memajangkan foto foto vulgar mereka dan tarif

pembayaran,hal ini yang mereka lakukan di jejaring sosial tersebut demi menarik

pelanggan dan memperoleh pundi-pundi materi .

Faktor pendukung penyebab prostitusi melalui sosial media

Adanya jejaring sosial yang menjadi fakor pendukung dalam melakukan kegiatan

prostitusi sangat mempengaruhi mereka yang bekerja dibidang ini. Dengan adanya

teknologi pendukung yaitu dengan kecanggihan teknlogi yang memudahkan kita untuk

mengakses internet dan mengkoneksikannya ke jejaring sosial inilah yang membuat

seseorang dengan mudah melakukan bisnis prostitusi ini .Dalam hal ini para penjajah

seks tidak lagi menunggu pelanggan dipinggir jalan,namun dengan adanya pendukung

ini mereka dapat menjadi sangat eksklusif karena pelanggan mereka dapat
menghubungi pekerja prostitusi hanya dengan sebuah akun jejaring sosial saja,dan

mereka dapat memilih sendiri orang yang diinginkan yang sesuai dengan foto yang

terpampang dan tarif yang ditawarkan dan naasnya tidak sedikit pelanggannya itu

adalah sekelompok remaja yang dengan bebas melakukan perbuatan dilarang ini tanpa

harus memiliki perizinan dari berbagai pihak.

Pemanfaatan internet

internet merupakan media informasi dan komunikasi yang sering digunakan pada

era modern ini . dengan kehadirannya kita dapat bertukar informasi dan mencari data

dengan mudah dan cepat. Penggunan internet juga disalah gunakan,diantaranya

adalah konten-konten yang tidak bertanggung jawab seperti kasus prostitusi dan

pornografi adalah contoh yang paling sering kita dengar saat ini. Hal ini dapat

mengkhawatirkan bagi penggunanya terutama kaum remaja,Merebaknya situs-situs

yang memuat konten yag bersifat pornografi merupakan masalah yang paling

mengkhawatirkan di internet, Belum lagi dengan kehadiran akun-akun sosial media

yang beralih fungsi menjadi tempat prostitusi .Namun didalam teknologi informasi sudah

diatur RUU dalam pemanfaatan teknologi informasi yang mengaturtransaksi elektronik

(digital),termasuk naskah-naskah lainnya mengenai undang-undang dunia

cyber.Seperti halnya RUU tentang informasi elektronik dan transaksi elektronik (RUU-

IETE) dan juga RUU tentang pemanfaatan teknologi informasi (RUU-TPTI).


Contoh kasus

Contoh kasus yang bergaya cyber crime yang baru-baru ini yang berhasil

terungkap oleh Polda Metro Jaya yakni praktik pelacuran/prostitusi melalui jejaring

sosial. Pengungkapan berawal dari dilakukannya cyber patroli atau penyelidikan

didunia maya terkait bisnis prostitusi melalui jaringan internet yakni sosial media.

Patroli cyber yang mengungkap bahwa ditemukannya prostitusi remaja anak

baru gede (ABG) di surabaya,Jawa Timur melalui jejaring sosial facebook lewat sebuah

akun bernama Tiduri Aku. Modusnya adalah,para ABG ini memasang foto vulgar

mereka di facebook,lalu pengguna sex kemudian menghubungi mereka melalui fasilitas

chatting dan kemudian terjadilah proses transaksi.Bagi mereka yang menginginkan

kenikmatan sesaat tidak perlu lagi susah-susah untuk datang ke tempat lokasi atau

harus berkeluyuran didaerah prostitusi,dengan bermodalkan jejaring sosial ini mereka

bisa dapat langsung memesan secara langsung perempuan mana yang ini diinginkan

seperti diibaratkan delivery food yang sekali pesan langsung antar.

Dalam kasus ini mucikari menggunakan situs jejaring sosial facebook dalam

aksinya dengan cara memajangkan foto-foto vulgar serta nama gadis lengkap dengan

nomer handphone beserta harga ditawarkanya melalui jejaring sosial itu .

Namun Atas perbuatannya itu,oknum tersebut dijerat dengan pasal 297KUHP

tentang memperdagangkan wanita dibawah umur ,JO Pasal 506 KUHP terkait mucikari

yang mengambil keuntungan dari pelacur perempuan dan Pasal 56 KUHPO dan atau

Pasal 88 Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak Ancaman

penjara paling lama 10 tahun dan atau denda Rp.200 juta.


Analisa

Melihat kasus tersebut,telah terpampang jelas bahwa perkembangan teknologi

dan informasi ternyata tidak dimanfaatkan secara positif bagi sebagian besar

penggunanya,dan hal ini lah yang menjadi salah satu faktor dari penyalahgunaan

pemanfaatan fungsi dari jejaring sosial itu sendiri. Penggunaan teknologi informasi dan

komunikasi menjadi sasaran utama pemanfaatan para oknum tertentu demi

mendapatkan keuntungan semata dan menggeser fungsi utamanya.

PENUTUP

Kesimpulan

Perkembangan teknologi yang pesat saat ini memberikan kemudahan untuk

setiap orang dapat berinteraksi satu sama lain dengan melalui sosial yang berupa

jejaring sosial ini yang membuat mudahnya berkomunikasi antara belahan

dunia.dengan banyaknya pengguna jejaring sosial ini banyak orang memanfaatkan

keberadaanya untuk berbisnis di sosial media .Namun tak jarang oknum tertentu

memanfaatkannya untuk kepentinganya semata tanpa melihat fungsi utama yang

seharusnya.Bisnis prostitusi yang marak kini di sosial media seakan salah satu alternatif

yang dimanfaatkan oknum tertentu guna memperlancar bisnisnya itu. Penggunaan

jejaring sosial sebagai sarana berbisnis ini dinilai aman bagi oknum tertentu dinilai lebih

aman dari razia petugas dan dengan adanya jejaring sosial ini mereka tidak perlu
menjajakan di pinggir-pinggiran jalan.dengan ases yang mudah dan bebas inilah yang

membuat bisnis prostitusi ini tetap bertahan.