Anda di halaman 1dari 3

Pembuatan Lempeng Fase Diam

Timbang 30 gram silika


gel SF 254

Dituang ke dalam mortir


Ditambahkan air 60ml
Dibuat suspensi silika gel

Suspensi silika gel dalam air

Dipindahkan suspensi ke dalam alat pengoles dan ratakan


pada lempeng kaca (20x20)cm yang dibebaskan dari lemak
dan pengotor dengan kapas yang diberi alkohol.

Lapisan fase diam lempeng silika gel


SF 254 dengan ketebalan 0,5 mm

Dikeringkan di udara terbuka (suhu kamar)


Diaktifkan pada suhu 110C selama 15 menit

Lapisan fase diam lempeng silika gel


SF 254 yang sudah aktif
Pemurnian Antrakuinon

fase diklorometan ekstrak metanol daun


Cassia acutifolia. L fraksi eter ekstrak
metanol dalam pelarut yang sesuai

Ditotolkan pada fase(minimal 7 kali penotolan) berulang


ulang ad membentuk pita.
Dieluasi pada fase gerak n-propanol : etil asetat : air
(40:40:30)

Lempeng hasil eluasi

Diamati pita noda pada UV


254nm

Terpisah sempurna Eluasi berganda

Lempeng hasil eluasi (terpisah sempurna)

Ditutup sebagian besar lempeng dengan kertas saring/


aluminium foil
Disemprot bagian lempeng yang terbuka dengan pereaksi KOH
5% dalam metanol

Pita antrakuinon berwarna merah

Dikerok bagian yang sejajar dengan warna merah (noda positif)


Dimasukkan ke dalam vial dibedakan berdasarkan Rf nya
Disaring dengan kertas whatman, dimasukkan dalam vial baru

Filtrat dalam vial

Murni (satu noda) Belum murni (>satu noda)

Dilakukan identifikasi Dilakukan KLTP kembali


pada spektrofotometer dengan prosedur yang
Uv-Vis sama
Antrakuinon Murni
uji borntrager

Sedikit isolat + benzene

Ditambah amonia
Dikocok
Lapisan amonia berwarna merah

identifikasi Spektro UV-Vis

Isolat (antrakuinon)

Dilarutkan dalam metanol


Diamati serapannya pada spektrofotometer Uv-vis
dengan panjang gelombang 300-600nm

Antrakuinon dalam metanol

Ditambahkan 3 tetes NaOH 2M ke dalam kuvet


Diamati serapan dan pergeseran panjang gelombang
maksimum yang terjadi