Anda di halaman 1dari 17

HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN

PERILAKU MINUMMINUMAN KERAS PADA REMAJA LAKI-


LAKI DI KELURAHAN PEKUNCEN RT 31 RW 07
WIROBRAJAN YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

Disusun Oleh:
RIZAL ALPAQIH AMSAR
201310201183

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH
YOGYAKARTA
2015
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN
PERILAKU MINUM-MINUMAN KERAS PADA REMAJA LAKI-
LAKI DI KELURAHAN PEKUNCEN RT 31 RW 07
WIROBRAJAN YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan Guna Melangkapi Gelar Sarjana Keperawatan pada


Program Pendidikan Ners-Program Studi Ilmu Keperawatan
Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah
Yogyakarta

Disusun Oleh :
RIZAL ALPAQIH AMSAR
201310201183

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH
YOGYAKARTA
2015
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN
PERILAKU MINUMMINUMAN KERAS PADA REMAJA LAKI-
LAKI DI KELURAHAN PEKUNCEN RT 31 RW 07
WIROBRAJAN YOGYAKARTA 1

Rizal Alfaqih Amsar2, Sugiyanto3

INTISARI

Latar Belakang: Penyalahgunaan alkohol merupakan kondisi lethal yang cukup


sering terjadi, penggunaan/penyalahgunaan zat-zat atau obat-obatan seperti ganja,
morfin dan heroin, dan juga masalah ketergantungan pada alkohol. Menurut WHO
2002, pengguna alkohol merupakan penyebab utama terjadinya kecelakaan dan
tindak kriminal di dunia.
Tujuan: Diketahuinya Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku
Minum-minuman Keras Pada Remaja Laki-laki Di Kelurahan Pekuncen RT 31 RW
07 Wirobrajan, Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif korelatifdengan
metode pendekatan waktu yang di gunakan yaitu cross sectional. Sampel dari
penelitian ini sebanyak 33 responden yang memiliki usia 17-21 tahun di Kelurahan
Pakuncen RT 31 RW 07 Wirobrajan. Tehnik pengambilan sampel menggunakan
tehnik Total Sampeling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisa
data mengunakan analisa Kendall Tau.
Hasil: Hasil Uji Kendall Tau diperoleh hasil nilai significancy adalah 0,016 sehingga
p < 0,05.
Kesimpulan dan Saran: Ada Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dengan
Perilaku Minum-minuman Keras Pada Remaja Laki-laki Di Kelurahan Pekuncen RT
31 RW 07 Wirobrajan Yogyakarta. Bagi remaja laki-laki disarankan untuk
mengurangi meminum alkohol.

Kata Kunci : Teman sebaya, Perilaku, Remaja usia 17-21 tahun


Daftar Pustaka : 26 Buku (2004-2012), 1 Jurnal, 7 website
Halaman : 72 halaman, 7 tabel, 2 gambar, 10 lampiran

1
Judul Skripsi
2
Mahasiswa PPN-STIKES Aisyiyah Yogyakarta
3
Dosen Pembimbing Skripsi Stikes Aisyiyah Yogyakarta
CORRELATION BETWEEN COMPANION CONFORMITY TOWARDS
THE BEHAVIOR OF ALCOHOLIC DRINK CONSUMPTION BY MALE
TEENAGERS AT PAKUNCEN VILLAGE RT 31 RW 07 WIROBRAJAN
YOGYAKARTA1

Rizal Alfaqih Amsar2, Sugiyanto3

ABSTRACT

Background of the study: Alcohol abuse is a lethal condition which merely


occured, using or abusing the substance or drugs such as marijuana, morphine and
heroin, and also addiction problems towards alcohol. Based on WHO (2002), alcohol
user is the major cause of accidents and crime in the world.

Objective of the study: the aim of this research was to find correlation between
companion conformity towards behavior of alcoholic drink consumption by male
teenagers at Pakuncen village RT31 RW 07 Wirobrajan Yogyakarta.

Research methods: This research was descriptive correlation design using cross
sectional time approach. The sample of this research was 33 participants which ages
17 21 years old at Pakuncen village RT31 RW 07 Wirobrajan. Data collection was
using total sampling technique. Data was collected through questionnaire. Data was
analyzed using Kendall Tau analysis.

Research Findings: the result of Kendall Tau test was in significant value 0.016 so
that p < 0.05.

Conclusion and suggestion: There is a significant correlation between companion


conformity towards behavior of alcoholic drink consumption by male teenagers at
Pakuncen village RT31 RW 07 Wirobrajan Yogyakarta. For male teenagers are
expected to substract consuming alcohol.

Keywords : companion, behavior, teenagers in age 17-21 years old


References : 26 books (2004-2012), 1 research journal, 7 internet
resources
Number of pages : 72 pages, 7 tables, 2 pictures, 10 appendices

1 Thesis title
2 The student of PPN- STIKES Aisiyah Yogyakarta
3 The lecturer of STIKES Aisiyah Yogyakarta
PENDAHULUAN
Remaja adalah sumber daya alkohol, dimana kebanyakan orang
manusia, yang merupakan komponen memulai minum alkohol pada usia
yang penting dalam pembangunan remaja awal dan pertengahan.
nasional. Hal ini dikarenakan yang Data dari WHO tercatat 91 juta
akan meneruskan pembangunan dan orang yang terjejas karena penggunaan
cita cita bangsa. Oleh karna itu perlu alkohol pada tahun 2002 jumlah
adanya perhatian khusus pada tersebut 41 persennya pengguna
kelompok remaja ini. Menjadi seorang alkohol adalah remaja, dan penyebab
remaja merupakan suatu proses utama terjadinya kecelakaan dan
pengalaman yang sangat sulit. Pada tindak kriminal di dunia Alkohol di
masa ini, seorang remaja mengalami dunia barat sudah menjadi lazim dan
perubahan fisik yang cukup derastis diterima dalam pergaulan social dan
serta perubahan kimiawi ( hormonal ) hampir dikonsumsi setiap hari. (WHO,
di dalam tubuh yang amat cepat 2002). Data yang dihimpun oleh BNN
sehingga kadang-kadang anak dibuat (Badan Narkotika Nasional) sampai
bingung dengan semua perubahan. tahun 2006 menggambarkan pola
Pengganti emosional yang tiba-tiba peningkatan penyalahgunaan zat
sangat sering terjadi, terutama pada termasuk alkohol yang significant,
fase remaja awal. Mereka dapat tahun 2006 terjadi 28.118 kasus
berpindah dari perasaan depresif dan penyalahgunaan narkotika, 21.318
murung ke rasa bersemangat dan giat kasus penyalahgunaan psikotropika
dalam waktu yang sangat pendek dan 4.639 kasus penyalahgunaan zat
(Sarwono, 2011). adiktif, dari tahun sebelumnya tahun
Penyalahgunaan alkohol 2005 terjadi 8.171 kasus
merupakan kondisi lethal yang cukup penyalahgunaan narkotika, 6.733
sering terjadi. Rata-rata orang yang kasus penyalahgunaan psikotropika,
menggunakan alkohol menurunkan dan 1.348 kasus penyalahgunaan zat
kemungkinan hidupnya sekitar 10 adiktif. Penyalahgunaan alkohol
sampai 15 tahun, dan alkohol dikelompokkan berdasarkan
menyumbangkan hingga 22.000 angka pendidikan formal pada tahun 2006,
kematian dan 2 juta kecacatan tidak SLTP dan SLTA menempati urutan
fatal setiap tahunnya (Kaplan & pertama dengan 73.253 kasus, SD
Sadock, 2007). dengan 8.449 kasus, dan PT dengan
Dalam kehidupan, kenyataan 3.987 kasus (Anonim, 2007).
tidak semua remaja mampu
mengembangkan konsep diri yang Hasil penelitian di Indonesia
positif. Adanya masalah dengan harga menunjukkan bahwa remaja laki-laki
diri dan konsep diri inilah yang yang pernah dan sekarang masih
seringkali menimbulkan masalah pada mengkonsumsi minuman beralkohol
remaja. Salah satunya adalah masalah menunjukkan persentase yang jauh
penggunaan/penyalahgunaan zat-zat lebih tinggi yaitu terdapat 42,2%
atau obat-obatan seperti ganja, morfin remaja laki-laki di kota dan 35,7%
dan heroin, dan juga masalah remaja laki-laki desa yang pernah
ketergantungan pada alkohol. mengkonsumsi minaman beralkohol
Alkoholisme dan masalah yang dan sekitar 3% remaja perempuan
berhubungan dengan alhohol (kota dan desa) pernah mengkonsumsi
seringkali sangat umum di masyarakat. minuman beralkohol (Agnes Sekar,
Di Amerika serikat, 90% diantaranya 2006). Penelitian yang dilakukan di
keselurahan populasi pernah minum Asrama Kelapa Gading Kupang
ditemukan dari 40 orang penghuni
kamarkos, 26 orang (65%) diantaranya pembatasan pemasaran yang ketat
mengkonsumsi minuman beralkohol (Reuters, 2011). Selain itu, di
(Jehanur, 2009). Demikian juga Indonesia sudah terdapat peraturan
penelitian yang dilakukan oleh Taklal tentang minuman keras yaitu
(2008), terdapat 21 orang (60,0%) Keputusan Presiden (Keppres) Nomer
yang mengendarai kendaraan bermotor 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan
saat berada pada pengaruh minuman Pengendalian Minuman Berakohol,
beralkohol. Penyalahgunaan minuman namun pemerintah telah memberikan
beralkohol menimbulkan 58% kewenangan pada masing-masing
tindakan kekerasan, perkosaan dan daerah untuk mengaturnya. Di
pembunuhan, seperti kecelakaan lalu Kelurahan Pakuncen RT 31 RW 07
lintas disebabkan oleh pengemudi di Wirobrajan sendiri diatur dalam perda
bawah pengaruh minuman beralkohol. Kabupaten Nomer 1 Tahun 2007
Penelitian dari (Hawari, 2006) Larangan Dan Pengawasan Minuman
dan (Rauf, 2004) terhadap remaja Berakohol Dan Minuman
menemukan bahwa penyalahgunaan Memabukkan Lainnya (Republika,
zat adiktif (termasuk alkohol) dimulai 2012).
pada saat remaja berusia 13 sampai 17 Berdasarkan hasil studi
tahun yaitu sejumlah 97 persen. Dari pendahuluan pada tanggal 21
sejumlah itu, 68 persen menggunakan November 2014 Di Kelurahan
zat ganda yaitu alkohol dan zat Pakuncen RT 31 RW 07 Yogyakarta
sedaktif. Sebesar 80 persen perolehan diketahui bahwa adanya para remaja
zat tersebut didapatkan dari temannya. mengkonsumsi minuman keras.
Alasan menggunakan alkohol dan zat Melalui observasi langsung dengan
adiktif lainnya adalah 88 persen untuk pendekatan kepada tokoh dusun
menghilangkan kecemasan, ketakutan, setempat dan komunitas kepemudaan,
kemurungan, dan susah tidur serta 36 jumlah kelompok remaja dengan usia
persen untuk mendapat kesenangan 17-21 tahun 164 orang. Dan hasil
serta kenikmatan. Akibat dari wawancara dari 20 remaja laki-laki
penyalahgunaan itu antara lain prestasi terdapat 12 responden yang suka
sekolah merosot 96 persen, hubungan melakukan perilaku minum-minuman
keluarga memburuk 93 persen, keras sebagai kebiasaan yang
perkelahian dan tindak kekerasan 65,3 dilakukan dalam sekelompok
persen dan kecelakaan lalu lintas 58,7 sebayanya. Dan orang tua yang
persen. memberikan kesempatan pada
Pemerintah dalam hal ini telah anaknya untuk melakukan sesuatu
melakukan berbagai cara untuk tanpa pengawasan cukup sehingga
menekan peredaran perdagangan para remaja melakukan sesuatu yang
minuman keras yang beredar diseluruh di kehendakinya tanpa terkontrol
pelosok Indonesia. Pemerintah bekerja bahkan ada juga orang tua yang
sama dengan pihak aparatur negara mengetahui bahwa anaknya adalah
melakukan razia tempat-tempat yang mengkonsumsi alkohol. Selain itu,
diduga sebagai penjualan ilegal hasil dari wawancara tokoh desa
minuman keras tersebut. Menteri mengatakan bahwa para remaja sering
kesehatan dari 193 negara anggota mengkonsumsi minuman keras
WHO setuju untuk mencoba menekan bersama teman sebaya di tempat biasa
tingkat pesta minuman keras dan mereka nongkrong. Hipotesis dalam
bentuk lain penggunaan alkohol yang penelitian ini adalah Ada Hubungan
berlebihan melalui pajak yang lebih KonformitasTemanSebayaDengan
tinggi pada minuman berakohol dan Perilaku Minum-minuman Keras Pada
Remaja Laki-laki di Kelurahan Yogyakarta 2014.
Pakuncen RT 31 RW 07 Wirobrajan

METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini total sampling dengan metode cross
menggunakan desain penelitian sectional.
Deskriptif korelatif yaitu untuk Penelitian ini menggunakan
melihat hubungan antara gejala alat dan metode pengumpulan data
dengan gejala lain, atau variabel dengan menggunakan kuesioner yang
dengan variabel lain(Notoatmodjo, dibagikan kepada responden.
2010). Metode pendekatan waktu yang Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan
digunakan adalah cross sectional yaitu tertulis yang digunakan untuk
suatu penelitian untuk mempelajari memperoleh informasi dari responden
dinamika korelasi antara faktor-faktor (Arikunto, 2010). Kuesioner terdiri
risiko dan efek, dengan cara dari dua kuesioner meliputi kuesioner
pendekatan, observasi atau untuk mengukur teman sebaya dan
pengumpulan data sekaligus pada perilaku minum-minuman keras pada
suatu saat (point time approach). remaja laki-laki dari tes AUDIT
Artinya, tiap subyek penelitian hanya (alcohol Use Disorders Indentification
di observasi sekali saja dan Test) (Nicholas, 2005).
pengukuran dilakukan terhadap status Kuesioner menggunakan
karakter atau variabel subyek pada pertanyaan tertutup dibagikan dan diisi
saat pemeriksaan (Notoatmodjo, oleh responden, kemudian diminta
2010). untuk memilih jawaban yang sudah
Berdasarkan studi pendahuluan disediakan dan tidak diberi
pada tanggal 21 november 2014 kesempatan untuk memberikan
Populasi dalam penelitian ini adalah jawaban yang lain (Arikunto, 2010).
seluruh Remaja Laki-laki Di Analisis yang dilakukan untuk
Kelurahan Pekuncen RT 31 RW 07 mengetahui Hubungan Konformitas
Wirobrajan, Yogyakarta yaitu Teman Sebaya Dengan Perilaku
berjumlah 164 remaja laki-laki. Minum-minuman Keras Pada Remaja
sampel dalam penelitian ini adalah 30 Laki-laki Di Kelurahan Pekuncen RT
responden. Tehnik sampling yang 31 RW 07 Wirobrajan,
digunakan dalam penelitian ini adalah Yogyakartamenggunakan uji Kendall
Tau.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Penelitian dilakukan di RT 31 RW 07 Wirobrajan Yogyakarta,
Kelurahan Pekuncen RT 31 RW 07 Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun
Wirobrajan Yogyakarta. Sampel pada Kelurahan Pekuncen memiliki batas
penelitian ini adalah remaja laki-laki wilayah seagai berikut:
yang berumur 17-21 tahun yang a. Sebelah utara
tinggal di Kelurahan Pekuncen RT 31 berbatasan dengan
RW 07 Wirobrajan Yogyakarta yang RT 28 RW 08
dipilih dengan metode random sampel b. Sebelah selatan
dengan kriteria inklusi. berbatasan dengan
Kelurahan Pekuncen RT 31 RT 30 RW 06
RW 07 adalah salah satu pendukuhan
yang terletak di Kelurahan Pekuncen
c. Sebelah barat Gambaran tentang perilaku
berbatasan dengan minum-minuman keras pada remaja di
RT 23 RW 05 Kelurahan Pekuncen yaitu kebanyakan
d. Sebelah timur berbatasan dengan remaja tersebut menjadi jarang pulang
Pasar KlitikanKelurahan kerumah, membuat suatu keonaran
Pekuncen terdiri atas 31 Rukun dan terkadang juga terjadi suatu
Tetangga (RT) dengan jumlah perkelahian.
keseluruhan penduduk 788 jiwa.
Mayoritas penduduk beragama Adapun sampel remaja laki-
islam dan bekerja di sektor laki pada penelitian ini sebagian besar
pegawai dan buruh. Secara adalah pelajar dengan tingkat
administrative, jumlah kepala pendidikan yang ditempuh yang
keluarga yang tercatat adalah 163 berbeda-beda, mulai dari SMA sampai
kepala keluarga dengan jumlah PT (Perguruan Tinggi). Semua (atau
penduduk usia remaja sebesar 164 mayoritas) responden memiliki latar
jiwa. Terdiri atas 70 remaja belakang agama Islam dari keluarga
perempuan dan 94 remaja remaja yang mayoritas bekerja di sektor
laki-laki. pegawai dan buruh

Karakteristik responden penelitian


Karaktristik responden yang diamati dalam penelitian ini adalah latar
belakang pendidikan dan usia responden dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Responden
Bedasarkan Rentang Tingkat Pendidikan, Usia dan Latar
Belakang Agama.
No Karakteristik Kategori Frekuensi Persentase
1. Tingkat SMA 18 54,5
pendidikan D3 11 33,3
S1 4 12,1
2. Usia 17 5 15,2
18 7 21,2
19 11 33,3
20 5 15,2
21 5 15,2
3. Agama Islam 25 75,8
Kristen 8 24,2

Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa mayoritas responden


memiliki latar belakang pendidikan paling banyak yaitu SMA 18
responden (54,5%) dan paling sedikit yaitu S1 4 responden
(12,1%). Menurut rentang usianya, usia yang paling banyak yaitu
umur 19 tahun 11 responden (33,3%) dan paling sedikit umur 17
tahun 5 responden (15,2%). Menurut rentang agama yang paling
banyak yaitu Islam 25 responden (75,8%).
Deskripsi Data Penelitian
Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan 2 instrumen penelitian berupa
kuesioner yaitu kuesioner konformitas teman sebaya dan kuesioner perilaku minum-
minuman keras. Dalam perhitungan dan pengolahan statistik selanjutnya skala data
ordinal.
a. Perilaku Minum-minuman Keras Responden Penelitian
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi dan Persentase Perilaku Minum-minuman
Keras
No. Perilaku Minum Frekuensi Persentase
Minuman Keras
1. Abstainer 1 3,0
2. Non-hazardous drinking 11 33,3
3. Hazardous or harmful 5 15,2
alcohol use
4. Alcohol dependence 16 48,5
Total 33 100,0

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa perilaku minum-


minuman keras yang alcohol dependence sebagian besar 16 responden
(48,5%) dan perilaku minum-minuman keras yang abstainer sebagian
kecil 1 responden (3,0%).
Konformitas Teman Sebaya Responden Penelitian
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi dan Persentase Konformitas
Teman Sebaya Penelitian
No Konformitas Frekuensi Persentase
Teman Sebaya
1. Tinggi 15 45,5
2. Sedang 10 30,3
3. Rendah 8 24,2
Total 33 100,0

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa konformitas teman


sebaya yang tinggi dimiliki oleh 15 responden (45,5%) dan konformitas
yang rendah dimiliki oleh 8 responden (24,2%).
Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku minum-minuman
keras di Kelurahan Pekuncen RT 31 RW 07 Wirobrajan Yogyakarta

Tabel 4.4
Tabulasi Silang Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku
minum-minuman keras di Kelurahan Pekuncen RT 31 RW 07
Wirobrajan Yogyakarta
Komformitas teman sebaya Perilaku Minum-minuman Keras

Non- Hazardous Alcohol


Hazardous or Harmful Dependence
Abstainer Drinking Alcohol Use

Konformitas Tinggi Count 0 8 1 6

% of Total 0% 24,2% 3,0% 18,2%


Konformitas Sedang Count 1 0 4 5

% ofTotal 3,0% 0% 12,1% 15,2%


Konformitas Rendah Count 0 3 0 5

% of Total 0% 9,1% 0% 15,2%


Count 1 11 5 16

Total % of Total 3,0% 33,3% 15,2% 48,5%

Berdasarkan Tabel 4.4 terlihat bahwa responden yang memiliki


perilaku minum-minuman keras alcohol dependence cenderung memiliki perilaku
konformitas yang tinggi 6 responden (18,2%), responden yang memiliki perilaku
minum-minuman keras abstainer cenderung memiliki perilaku konformitas yang
rendah 0 responden (0%).
Tabel 4.5
Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku
minum-minuman keras di Kelurahan Pekuncen RT 31 RW 07
Wirobrajan Yogyakarta

N P R
33 0,016 0,319

Berdasakan Tabel 4.5 diketahui bahwa nilai Psebesar 0,016 (nilai P lebih
kecil dari 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara perilaku minum-minuman keras dan perilaku konformitas teman
sebaya di Kelurahan Pekuncen RT 31 RW 07 Wirobrajan Yogyakarta. Kekuatan
kedua hubungan yaitu hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku minum-
minuman keras pada remaja tersebut erat, sedangkan arah hubungan tersebut positif
dimana semakin tinggi konformitas teman sebaya tersebut maka semakin tinggi pula
nilai tingkat perilaku minum-minuman keras pada remaja di Kelurahan Pekuncen RT
31 RW 07 Wirobrajan Yogyakarta.

Konformitas Teman Sebaya


hal yang menyebabkan mereka
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui terpisah dari kelompok
bahwa konformitas teman sebaya tersebut, Group Size (Ukuran
yang tinggi dimiliki oleh 13 responden kelompok). Konformitas
(39,4%) dan konformitas teman semakin meningkat saat jumlah
sebaya yang rendah dimiliki oleh 8 anggota kelompok semakin
responden (24,2%). banyak, Descriptive and
Injuctive Social Norms.
1. Konformitas pada dasarnya Maksud dari Descriptive and
adalah perubahan perilaku Injuctive Social Norms adalah
sebagai akibat dari tekanan bagaimana norma dapat
kelompok di mana remaja mempengaruhi perilaku
cenderung untuk selalu seseorang. Descriptive norms
menyamakan perilakunya adalah bagaimana kebanyakan
dengan kelompok acuan orang berperilaku jika
sehingga dapat terhindar dari dihadapkan dalam sebuah
celaan maupun keterasingan situasi. Injuctive normas
(Myers, 2006). Adapun adalah bagaimana seseorang
(Baron, Branscombe, & Byrne, seharusnya berperilaku agar
2008) mengatakan bahwa perilaku tersebut diterima atau
konformitas remaja ditandai ditolak dalam sebuah situasi.
oleh tiga hal yaitu; Pada penelitian ini,
kekompakan (meliputi tingkat konformitas teman
penyusuaian diri dan perhatian sebaya pada remaja yang
terhadap kelompok), ukuran cenderung tinggi 15 responden
kelompok, dan norma sosial. (45,5%) kemungkinan terkait
Berdasarkan landasan teori dengan faktor usia remaja.
bahwa Cohesiveness Sebagaimana disebutkan oleh
(Kekompakan). Faktor paling Hurlock (2004) masa remaja
kuat yang mempengaruhi dikaitkan dengan masa
kecenderungan seseorang pencarian identitas. Pada masa
melakukan konformitas adalah ini remaja juga cenderung
ketertarikan pada suatu ingin memiliki kebebasan
kelompok dan keinginan untuk emosional. Kebebasan
berada di kelompok tersebut. emosional serta pencarian jati
(Rakhmat, 2001) mengatakan diri pribadi pada remaja
bahwa semakin kohesif suatu umumnya ditandai dengan
kelompok, maka semakin besar jumlah interaksi sosial yang
kemungkinan terjadinya lebih tinggi dengan teman dan
konformitas. Semakin lingkungan dibandingkan
seseorang ingin berada dalam dengan orang tua. Intensitas
sebuah kelompok social dan interaksi sosial yang
semakin ingin merasa diterima cenderung ke luar inilah yang
di kelompok tersebut, maka dimungkinkan menjebak
mereka akan semakin
menghindari melakukan hal-
remaja dalam konformitas Konsep diri remaja umumnya
teman sebaya yang negatif. didasari oleh nilai-nilai agama
Korelasi antara yang kuat pada diri remaja,
konformitas teman sebaya kepercayaan diri yang tinggi
dengan masa pencarian dan kepatutan norma serta nilai
indentitas remaja juga sosial yang tinggi. Faktor-
disinggung dalam penelitian faktor tersebut membentuk
Sukmawati, Siswati, dan konsep diri remaja dan
Masykur (2010) yang meneliti melindungi remaja dari
hubungan antara konformitas konformitas negatif semacam
teman sebaya dengan konsep aktivitas clubbing, free sex,
diri remaja pada perilaku tawuran dan minum-minuman
clubbing. Hasil dari penelitian keras yang berlawanan dengan
ini tersebut adalah bahwa konsep diri remaja berdasarkan
remaja yang memiliki konsep nilai agama, norma dan nilai
diri cenderung memiliki sosial.
konformitas yang rendah.

Perilaku Minum-minuman Keras Pada Remaja

Berdasarkan Tabel 4.2 diungkapkan oleh Lavental dan


dapat diketahui bahwa perilaku Cheary (Nashori & Indirawati,
minum-minuman keras yang 2007). Dimana Perilaku minum
alcohol dependence dimiliki minuman keras dapat dilihat
oleh 6 responden (18,2%) dari empat aspek perilaku yaitu
sedangkan perilaku minum- :
minuman keras yang abstainer a) Fungsi minum
dimiliki oleh 0 responden minuman keras.
(0%). Individu yang
menjadikan minum
Perilaku minum- minuman keras
minuman keras dalam sebagai penghibur
penelitian ini adalah tingkat bagi berbagai
perilaku pengkonsumsian keperluan
alkohol atau minuman keras menunjukkan
yang diukur berdasarkan bahwa minuman
frekuensi minum, jumlah dan keras memiliki
jenis kadar alkohol yang fungsi yang
diminum serta cara meminum penting.
alkohol (Sarsito, 2005). Sesuai b) Intensitas minum
dengan hasil pengkajian yang minuman keras.
dilakukan peneliti perilaku Seseorang yang
minum-minuman keras Di mengkonsumsi
Kelurahan Pakuncen RT 31 minum minuman
RW 07 Wibrobrajan keras dengan
Yogyakarta di pengaruhi oleh jumlah yang sangat
kebiasaan sering berkumpul banyak
dan pada saat berkumpul menunjukkan
kurang lengkap dan menarik perilaku minum
kalau tidak ada minuman keras
hal ini sejalan dengan yang
minuman keras menyebabkan kecelakaan dan
sangat tinggi. memicu insiden-insiden
Waktu minum minuman kriminalitas seperti perusakan
keras. Seseorang yang ataupun pelecehan seksual dan
mengkonsumsi minum perkosaan (Michaud, 2007).
minuman keras di waktu Rentannya usia remaja
(siang, sore, dan malam) terhadap tindak perilaku
menunjukkan perilaku minum minuman keras sendiri dipicu
minuman keras yang sangat oleh berbagai faktor yang
tinggi. cenderung kompleks seperti
Tingginya jumlah usia remaja yang labil dalam
remaja di Kelurahan Pekuncen pencarian identitas dirinya
yang memiliki perilaku minum dimana remaja cenderung ingin
minuman keras alcohol menjadi seseorang yang unik
dependence ini sesuai dengan dan memegang peranan
survai Ronodikoro (Hawari, penting dalam kehidupan sosial
2006) yang menempatkan sebayanya (Erikson, dalam
Daerah Istimewa Yogyakarta Papalia dkk.2007) dan adanya
sebagai wilayah rawan bahaya upaya konformitas dalam
alkohol. pergaulan remaja yang
Menifestasi dari mempengaruhi pertimbangan
perilaku minum minuman dan keputusan seorang remaja
keras yang tinggi dikalangan dimana teman sebaya menjadi
remaja dapat berupa kegagalan sumber utama referensi
disekolah, rumah, minum di persepsi dan gaya hidup
situasi bahaya seperti saat (Conger, dalam Papalia dkk.
mengemudi sehingga 2007).

Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku minum-


minuman keras di Kelurahan Pekuncen RT 31 RW 07 Wirobrajan
Yogyakarta

Berdasarkan Tabel 4.4 terlihat Dari hasil uji


bahwa responden yang kendall tau didapakan nilai
memiliki perilaku minum- pada taraf signifikasi = 0,016.
minuman keras yang alcohol Sehingga dapat disimpulkan
dependence cenderung bahwa terdapat hubungan yang
memiliki perilaku konformitas signifikan antara perilaku
teman sebaya tinggi 16 minum-minuman keras dan
responden (48,5%), responden konformitas teman sebaya pada
yang memiliki perilaku remaja di Kelurahan Pekuncen
minum-minuman keras yang RT 31 RW 07 Wirobrajan
sedang cenderung memiliki Yogyakarta.
perilaku konformitas yang Hasil penelitian ini
rendah 1 responden (3,0%) dan sejalan dengan penelitian
semua responden yang Sumarlin (2010), serta Marks,
memiliki perilaku minum- Graham dan Hansen (2002).
minuman keras yang rendah Sumarlin (2010) dalam
cenderung memiliki penelitiannya meneliti perilaku
konformitas yang rendah. konformitas remaja yang hidup
di lingkungan peminum konformitas social pada remaja
alcohol. Hasilnya adalah peminum alcohol menemukan
bahwa remaja cenderung bahwa konformitas pada
melakukan konformitas remaja cenderung menjadi
meskipun hal tersebut proyeksi sosial remaja di mana
bertentangan dengan hati perilaku minum-minuman
nurani karena tidak bias keras menjadi symbol bahwa
menolak ajakan teman- remaja memiliki konformitas
temannya dengan tujuan kelompok dan memiliki
mendapat penerimaan dari peranan penting dalam
teman-temannya dengan kata kelompoknya. Hal ini sesuai
lain remaja cenderung untuk dengan hubungan linear antara
melakukan kompromi sosial. konformitas kelompok dengan
Marks, Graham dan perilaku minum-minuman
Hansen (2002) dalam studinya keras pada remaja di Kelurahan
mengenai analisis jangka Pekuncen RT 31 RW 07
panjang proyeksi social dan Wirobrajan Yogyakarta.

SIMPULAN DAN SARAN


Simpulan

Berdasarkanhasi lpenelitian dan


pembahasan, makadapat di tarik
kesimpulan sebagai berikut:

1. Tingkat konformitas adalah tinggi yaitu 16


teman sebaya pada responden (48,5%).
sebagian besar remaja 3. Hasil uji korelasi
laki-laki di Kelurahan menunjukkan adanya
Pekuncen RT 31 RW hubungan yang
07 Wirobrjan signifikan antara
Yogyakarta adalah konformitas teman
tinggi yaitu 15 sebaya dan perilaku
responden (45,5%). minum-minuman keras
2. Tingkat perilaku pada remaja laki-laki di
minum-minuman keras Kelurahan Pekuncen
pada sebagian besar RT 31 RW 07
remaja laki-laki di Wirobrajan Yogyakarta
Kelurahan Pekuncen dan hasil uji kendall tau
RT 31 RW 07 menghasilkan nilai
Wirobrjan Yogyakarta signifikasi = 0,016.

Saran
Adapun saran peneliti menurut mengontrol kegiatan anak
hasil penelitian ini adalah: remaja dengan lebih memberi
arahan dan sosial anak
1. Bagi orang tua misalnya orangtua lebih
Kepada orang tua anak remaja menjalin komunikasi dengan
supaya selalu memantau anak remaja.
perkembangan dan 2. Bagirespondenpenelitian
Disarankan bagi remaja laki- b. Masyarakat lebih banyak
laki untuk mengurangi memberikan dukungan dan
meminum alkohol dan untuk peran serta dengan
menambah pengetahuan menciptakan situasi yang
agama guna memperkuat kondusif, budaya yang
iman dan ketaqwaan serta mendukung di tempat
meningkatkan pengetuhuan tinggal anak remaja.
mengenai resiko konsumsi
alcohol untuk membentuk 4. Bagi peneliti yang akan
konsep diri yang kuat dan datang
menjauhi kelompok- Bagi peneliti selanjutnya yang
kelompok dengan teman tertarik untuk meneliti
sebaya yang negative lewat tentang teman sebaya
kesibukan di bidang music, terhadap terhadap perilaku
olah raga, drama dan hal-hal minum-minuman keras di
positif lainnya. sarankan untuk mencermati
faktor-faktor lain yang
3. Bagi masyarakat kelurahan berpengaruh dalam
pekuncen konformitas terhadap teman
a. Penelitian ini dapat sebaya, seperti gaya hidup,
dijadikan tambahan perbedaan kematangan,
informasi yang benar kemandirian, keyakinan diri,
tentang perilaku minum- banyaknya aktivitas yang
minuman keras bagi diikuti serta kemampuan
masyarakat, sehingga adaptasi subjek dalam
dapat diterapkan bagi diri menghadapi bentuk hubungan
sendiri maupun baru.
masyarakat pada
umumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, 2010.ProsedurPenelitian, SuatuPendekatanPraktik .Edisirevisi VI.


Jakarta :RinekaCipta.

Baron, R.A, D.Byrne, dan N.R. Branscombe.2008. Social Psychology (12th


ed).Boston : Pearson.

Chaplin,JP. 2005. KamusLengkapPsikologi. Jakarta : Raja GrafindoPersada.


, 1999. KamusLengkapPsikologi. Jakarta : Raja GrafindoPersada.

Hawari, D. 2006. PenyalahgunaandanKetergantungan NAZA (Narkotika, Alkohol


&ZatAdiktif.Edisi ke-2 Cetakanke-.Jakarta :BalaiPenerbit FK-UI.

Jehanur Margaretha, 2009. Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Penghuni Asrama


Kelapa Gading Tentang Minuman Keras. Skripsi. Kupang: Universitas
Nusa Cendana.

Kompas, 2008. Pesta Miras, 4 Cewek dan 3 Cowok Digerebek.Harian Kompas. 13


Oktober 2008.

Notoatmodjo,S.2010. MetodologiPenelitianKesehatan. Jakarta :RhinekaCipta.


, 2002. MetodologiPenelitianKesehatan. Jakarta :RhinekaCipta.

Republika, 2012. REPUBLIKA.CO.ID. Jakarta. http://id.berita.yahoo.com/ups-


kemendagri-cabut-9-perda-minuman-beralkohol-052754255.html.

Saddock, BJ. 2007. Behavioral Science Psychiatri, Kapplan and SaddocksSypnosis.

Santrock, J. W. 2006. Human Adjustment . University Of Texas at Dallas.Mc Graw


Hill Companies.