Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, hanya atas
Rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat
(IKM) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Tahun 2012.

Komitmen Dinas Kesehatan untuk menyelenggarakan pelayanan prima


didukung dengan komitmen penuh dari seluruh jajaran dan melakukan peningkatan
berkesinambungan di semua bidang.

Laporan IKM dibuat untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan


kepada masyarakat. Masukan dari masyarakat berupa penilaian obyektif atas kinerja
Dinas Kesehatan akan diolah dan kemudian dijadikan acuan dalam menyusun
program kerja pada periode selanjutnya.

Penyusunan IKM ini berpedoman pada Instruksi Bupati Lumajang Nomor : 02


tahun 2005 tentang Peningkatan Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik di
Kabupaten Lumajang dan Peraturan Bupati Lumajang Nomor 11 Tahun 2005 tentang
Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kabupaten Lumajang.

Ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan


kepada seluruh responden dan semua pihak yang membantu terselenggaranya
survey Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan Dinas Kesehatan. Semoga
semua respon dan masukan masyarakat yang tercermin dalam IKM ini akan menjadi
pemacu kinerja seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

Lumajang, 13 November 2012


Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Lumajang

Dr. BUNTARAN SUPRIANTO, M.Kes


NIP. 19550425 198411 1 001
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Komplain atau keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan suatu institusi
pemerintah maupun perusahaanperusahaan swasta masing sering terdengar.
Fenomena yang terjadi sekarang ini, masyarakat menyampaikan keluhan
mereka di media massa sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap suatu
pelayanan. Institusi pemerintah yang me rupakan pelayanan publik pun tidak
terhindar dari komplain yang termuat di media. Hal ini merupakan salah satu
contoh indikasi bahwa pelayanan publik di negara kita belum sepenuhnya
memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Melayani masyarakat merupakan fungsi utama pemerintah maka


pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Peningkatan
kualitas pelayanan harus dilaksanakan secara konsisten dengan memperhatikan
kebutuhan dan harapan masyarakat, sehingga pelayanan pemerintah kepada
masyarakat dapat selalu diberikan secara cepat, tepat, murah, terbuka,
sederhana dan mudah dilaksanakan serta tidak diskriminatif. Peningkatan
kualitas pelayanan kepada masyarakat merupakan kegiatan yang perlu
dilaksanakan secara terus-menerus dan berkelanjutan oleh semua jajaran
aparatur negara pada semua tingkatan, sehingga dapat memenuhi harapan
masyarakat.

Kepuasan masyarakat erat kaitannya dengan mutu pelayanan.


Pengukuran aspek mutu bermanfaat untuk mengetahui dengan baik bagaimana
jalannya atau bekerjanya proses layanan. Mengetahui dimana harus melakukan
perubahan dalam upaya melakukan perbaikan secara terus menerus untuk
memuaskan masyarakat, terutama untuk hal-hal yang dianggap penting oleh
pelanggan. Menentukan apakah perubahan yang dilakukan mengarah kepada
perbaikan.

Suatu bentuk pengukuran yang komprehensif diperlukan untuk mengetahui


apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan untuk menggali faktor-faktor
pelayanan apa saja yang menyebabkan kepuasan maupun ketidakpuasan
masyarakat. Dengan hasil pengukuran tersebut diharapkan unit pelayanan dapat
memperoleh peluang untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas serta
mengembangkan potensi sumber daya yang dimiliki.

1.2. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dalam pengukuran indeks kepuasan masyarakat
adalah untuk mengetahui :
1. Tingkat pencapaian kinerja unit pelayanan dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat
2. Harapan masyarakat terhadap pelayanan unit pelayanan publik
3. Dimensi yang menyebabkan kepuasan atau ketidakpuasan masyarakat
terhadap pelayanan unit pelayanan publik

1.3 Manfaat
Pengukuran indeks kepuasan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk :
1. Mengetahui dengan baik bagaimana jalannya atau bekerjanya proses
pelayanan
2. Sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan upaya yang
perlu dilakukan
3. Mengetahui dimana harus melakukan perubahan dalam upaya melakukan
perbaikan secara terus menerus untuk memuaskan masyarakat, terutama
untuk hal-hal yang dianggap penting oleh masyarakat
4. Menentukan apakah perubahan yang dilakukan mengarah ke perbaikan
(improvement)
5. Memacu persaingan positif antar unit penyelenggara pelayanan dalam
upaya peningkatan kinerja pelayanan
6. Bagi masyarakat dapat diketahui gambaran tentang kinerja unit
pelayanan, terutama Dinas Kesehatan.

1.4. Unsur Pelayanan


Untuk mencapai kepuasan pelanggan, diperlukan adanya masukan dari
pengguna layanan. Penyebaran kuisioner dan wawancara kepada masyarakat
atau pelanggan Dinas Kesehatan menjadi sarana yang ampuh untuk melihat
kinerja Dinas Kesehatan. Unsur-unsur yang menjadi ruang lingkup survey IKM
diantaranya :
1. Prosedur Pelayanan
2. Persyaratan Pelayanan
3. Kejelasan dan Kepastian Petugas Pelayanan
4. Kedisiplinan Petugas dalam Memberikan Pelayanan
5. Tanggung Jawab Petugas dalam Memberikan Pelayanan
6. Kemampuan Petugas dalam Memberikan Pelayanan
7. Kecepatan Pelayanan
8. Keadilan Mendapatkan Pelayanan
9. Kesopanan dan Keramahan Petgas dalam Memberikan Pelayanan
10. Kewajaran Biaya Pelayanan
11. Kepastian Biaya Pelayanan
12. Kepastian Jadwal Pelayanan
13. Kenyamanan Lingkungan
14. Keamanan Pelayanan
BAB II
METODOLOGI SURVEY

2.1. Metode Pengumpulan Data


Data yang digunakan dalam survey ini adalah data primer, yaitu data
yang diperoleh langsung dari pelanggan sebagai responden survey.
Pengumpulan data dilakukan di lokasi masing masing unit pelayanan dan di
lokasi penerima layanan.
Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data primer
menggunakan metode kualitatif kuantitatif, yaitu gabungan antara metode
kuantitatif dan kualitatif. Kepada setiap responden dilakukan wawancara
(indepth interview) secara tatap muka maupun melalui telepon untuk
mengetahui penilaian terhadap pelayanan unit pelayanan, penilaian dari
responden dituangkan dalam bentuk kuisioner sebagai tools (alat)-nya untuk
mendapatkan penilaian dalam bentuk angka.

2.2. Target Responden


Target responden dari survey kepuasan masyarakat ini adalah mendapatkan
penilaian atau persepsi dari pelanggan unit pelayanan di Dinas Kesehatan.
Jumlah responden yang dijaring untuk menjawab kuisioner dalam rangka
Survey IKM sebanyak 150 orang, yang diambil dari berbagai latar belakang
usia, pendidikan, dan pekerjaan.
Penetapan jumlah 150 responden didapatkan melalui rumus:
Unsur Pelayanan + 1 x 100
Daftar Pertanyaan
(katagori data analisis oleh Freeman)

2.3. Persiapan Survey


2.3.1. Penyiapan Kuisioner
Kuisioner disusun berdasarkan tujuan survey terhadap tingkat
kepuasan masyarakat. Bentuk Kuisioner sebagaimana terlampir.
Bentuk jawaban pertanyaan dari setiap unsur pelayanan secara umum
mencerminkan tingkat kualitas pelayanan, yaitu dari yang sangat baik
sampai dengan tidak bauk. Untuk kategori tidak baik diberi nilai
persepsi 1, kurang baik diberi nilai persepsi 2, baik diberi nilai
persepsi 3, sangat baik diberi nilai persepsi 4.
2.3.2. Penyusunan Jadwal
Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat memerlukan waktu kurang
lebih 4 minggu dengan rincian sebagai berikut :
Persiapan : 29 Oktober 2 November 2012
Pengumpulan data : 5 9 November 2012
Pengolahan data : 5 11 November 2012
Penyusunan dan pelaporan hasil : 11 15 November 2012

2.4. Pelaksanaan Survey


Untuk memperoleh data yang akurat dan obyektif, kuisioner menanyakan ke-
14 unsur pelayanan yang telah ditetapkan kepada masyarakat pengguna
layanan. Pengisian kuisioner dilakukan oleh tim pencacah melalui wawancara
langsung kepada responden.

2.5. Pengolahan Data


Data yang terkumpul dipilah dan dikategorikan sebagai berikut :
Nilai Persepsi
Adalah nilai yang diberikan untuk setiap jawaban, berkisar dari angka 1
sampai dengan 4
Nilai Interval IKM
Adalah selisih nilai persepsi terkecil dan terbesar dibagi 4. Besarnya
nilai interval IKM adalah 0.75
Nilai Dasar
Adalah nilai tertinggi (100) dibagi banyaknya kategori nilai persepsi (4).
Besarnya nilai dasar adalah 25
Nilai Interval Konversi IKM
Adalah nilai interval IKM dikalikan nilai dasar
Nilai Indeks / Nilai Rata-rata Tertimbang per Unsur
Adalah nilai rata-rata tiap unsure dikalikan 0.071
Nilai Rata-rata tiap Unsur Pelayanan
Adalah jumlah nilai masing-masing unsure pelayanan dibagi jumlah
responden
IKM Unit Pelayanan
Adalah nilai indeks dikalikan nilai dasar
NILAI NILAI NILAI INTERVAL MUTU KINERJA UNIT
PERSEPSI INTERVAL IKM KONVERSI IKM PELAYANAN PELAYANAN

1 1.00 1.75 25 43.75 D TIDAK BAIK

2 1.76 2.50 43.76 62.50 C KURANG BAIK

3 2.51 3.25 62.51 81.25 B BAIK

4 3.26 4.00 81.26 100.00 A SANGAT BAIK

Pengujian Kualitas Data


Data pendapat masyarakat yang telah dimasukkan dalam masing-masing
kuisioner disusun dengan memadukan data responden berdasarkan kelompok
umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan pekerjaan utama. Informasi ini
dapat digunakan untuk mengetahui profil responden dan kecenderungan
jawaban yang diberikan sebagai bahan analisis obyektivitas.
BAB III
ANALISA DATA

3.1. Pengolahan Indeks Kepuasan Masyarakat Per Responden dan Per Unsur
Pelayanan
Dari survey IKM didapatkan hasil Nilai Kinerja Unit Pelayanan Dinas
Kesehatan adalah Baik (B), dengan nilai 75.39.
Capaian nilai tertinggi adalah Kepastian Biaya Pelayanan (U11) dengan nilai
84.00.
Capaian nilai terendah adalah Kecepatan Pelayanan (U7) dengan nilai 70.17
Data form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.03- 2012 terlampir

3.2. Daftar Nilai Unsur Pelayanan


Dari form DINAS KESEHATAN/FM-IKM.03- 2012 terlihat bahwa semua unsur
pelayanan di Dinas Kesehatan bernilai Baik dan Sangat Baik. Nilai berkisar
antara 2.81 sampai dengan 3.36, yang berarti Kinerja adalah Baik.
Capaian nilai tertinggi adalah Kepastian Biaya Pelayanan (U11) dengan nilai
3.36.
Capaian nilai terendah adalah Kecepatan Pelayanan (U7) dengan nilai 2.18
Data form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.03- 2012 terlampir

3.3. Nilai Indeks dan Kinerja Unit Pelayanan


Dari form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.04- 2012 dapat diketahui Nilai Indeks
yang dihasilkan adalah 3.02. Dan setelah dikonversikan menjadi Nilai Kinerja
Unit Pelayanan 75.39 (Baik)
Data form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.04- 2012 terlampir

3.4. Hasil Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat semester I tahun 2009


Dari form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.05- 2012 dapat diketahui bahwa
semua Unsur Pelayanan bernilai baik, sehingga semua unsur perlu
dipertahankan atau kalau mungkin ditingkatkan.
Data form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.05- 2012 terlampir
3.5. Data Responden Indeks Kepuasan Masyarakat
Berdasarkan form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.06- 2012, didapatkan :
Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah Responden Laki-laki : 42 orang
Jumlah Responden Perempuan : 108 orang

Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

laki- laki
28%

laki- laki
perempuan

perempuan
72%

Data Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase


SD - SMP 8 5.3
SMA 32 21.3
D1 - D4 98 65.3
S1 12 8.0
Jumlah Total 150 100.0

Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

8% 5%
21%
SD - SMP
SMA
D1 - D4
S1

66%
Data Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Prosentase


PNS 79 52.7
SWASTA 25 16.7
WIRASWASTA 39 26.0
LAINNYA 7 4.7
Jumlah Total 150 100.0

Data Responden Berdasarkan Pekerjaan

5%

26%
PNS
SWASTA
WIRASWASTA
52%
LAINNYA

17%

3.6. Indeks Kepuasan Masyarakat Berdasarkan Jenis Kelamin


Berdasarkan form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.07- 2012 didapatkan data :
Laki-laki
Nilai tertinggi : Kepastian biaya pelayanan (3.40/ kinerja Sangat Baik)
Nilai terendah : Kecepatan pelayanan (2.88/ Kinerja Baik)

Perempuan
Nilai tertinggi : Kepastian biaya pelayanan (3.34/ kinerja Sangat Baik)
Nilai terendah : Kecepatan Pelayanan (2.78/ Kinerja Baik)
3.7. Indeks Kepuasan Masyarakat Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir
Berdasarkan form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.08 - 2012 didapatkan data :
SD D4
Berdasarkan hasil survey IKM berdasarkan Tingkat Pendidikan diketahui
bahwa :
Nilai tertinggi : Kepastian biaya pelayanan (3.31 3.88/ Kinerja
Sangat Baik)
Nilai terendah : Kecepatan Pelayanan (2.74 2.91/ Kinerja Baik)
S1
Nilai tertinggi : Kepastian biaya pelayanan (3.08/ Kinerja Baik)
Kepastian jadwal pelayanan (3.08/ Kinerja Baik)
Nilai terendah : Kenyamanan lingkungan (2.92/ Kinerja Baik)

3.8. Indeks Kepuasan Masyarakat Berdasarkan Pekerjaan


Berdasarkan form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.08 - 2012 didapatkan data :
PNS/TNI/POLRI
Nilai tertinggi : Kepastian biaya pelayanan (3.24/ Kinerja Baik)
Nilai terendah : Kecepatan pelayanan (2.72/ kinerja Baik)
Pegawai Swasta
Nilai tertinggi : Kepastian biaya pelayanan (3.08/ Kinerja Baik)
Nilai terendah : Kecepatan pelayanan (2.80/ kinerja Baik)
Wiraswasta/Usahawan
Nilai tertinggi : Kepastian biaya pelayanan (3.67/Kinerja Sangat Baik)
Nilai terendah : Kecepatan pelayanan (2.92/ kinerja Baik)
Pelajar/Mahasiswa
Tidak ada responden yang berstatus pelajar/ mahasiswa.
Lainnya
Nilai Tertinggi : Kewajaran biaya pelayanan (3.43/Kinerja Sangat Baik)
Kepastian biaya pelayanan (3.43/Kinerja Sangat Baik)
Kepastian jadwal pelayanan (3.43/ Kinerja Sangat
Baik)
Nilai Terendah: Kecepatan Pelayanan (2.86/ Kinerja Baik)
BAB IV
MASALAH DAN PENYELESAIANNYA

4.1. Permasalahan
Tiga unsur pelayanan dengan nilai terendah berdasarkan form 2 adalah :
1. Kecepatan Pelayanan (2.81, kinerja baik)
2. Kejelasan dan Kepastian petugas pelayanan (2.99, kinerja baik)
3. Kedisiplinan Petugas Pelayanan (2.99, kinerja baik)
Ketiga unsur pelayanan diatas diangkat sebagai permasalahan dan
kedepannya akan mendapatkan perhatian lebih dalam rangka peningkatan
mutu layanan di Dinas Kesehatan.

4.2. Penyelesaian Masalah


Kecepatan Pelayanan
Sejak bulan awal tahun 2012 Dinas Kesehatan mulai menerapkan
Sistem Informasi Perijinan dengan mengaplikasikan software perijinan. Dalam
perjalanannya, dibutuhkan banyak penyesuaian antara cara kerja terdahulu
yang belum sistematis menjadi suatu sistem baru dimana data pelanggan
lagsung dientry ke dalam software perijinan. Karena masih dalam taraf
penyesuaian, terkadang petugas masih belum terbiasa dengan sistem yang
baru sehingga mempengaruhi kecepatan pelayanan.
Disamping itu, untuk mendapatkan kecepatan pelayanan sesuai yang
ditargetkan dan diharapkan oleh pelanggan diperlukan peningkatan
kompetensi petugas perijinan melalui bimbingan teknis khusus dalam
pengaplikasian software, khususnya di bidang perijinan di Dinas Kesehatan.
Perbaikan yang terus menerus telah menjadi tekad segenap jajaran
Dinas Kesehatan. Khusus dalam hal kecepatan pelayanan telah dijadikan
salah satu Sasaran Mutu yang dievaluasi capaiannya setiap bulan.

Kejelasan dan Kepastian petugas pelayanan


Menurut definisi operasional unsur penilaian Kejelasan dan Kepastian
petugas pelayanan adalah keberadaan dan kepastian petugas pelayanan
(nama, jabatan serta kewenangan dan tanggung jawabnya) dalam
memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Dari hasil wawancara dengan responden diperoleh data bahwa
responden merasa bahwa informasi tentang petugas yang melayani jenis
pelayanan tertentu masih belum jelas. Oleh karena itu diperlukan papan
informasi khusus yang memuat jenis pelayanan serta petugas yang melayani.

Kedisiplinan Petugas
Kedisiplinan merupakan hal yang harus terus-menerus ditingkatkan di
jajaran Dinas Kesehatan, baik disiplin waktu maupun cara kerja. Sehubungan
dengan peningkatan kedisiplinan tersebut diperlukan cara kerja dan jadwal
kerja yang disepakati dan harus ditepati bersama. Evaluasi terhadap
penerapan juga harus dilakukan terus-menerus dan berkesinambungan.
Banyaknya rangkap jabatan petugas di Dinas Kesehatan ikut andil
dalam masalah ini. Seringkali tugas pelayanan berbenturan dengan tugas
manajemen atau program sehingga pelayanan terganggu.
BAB V
KESIMPULAN

Agar suatu program dan kegiatan yang dilaksanakan memenuhi target sesuai
harapan, maka ada komponen-komponen dasar yang harus dipenuhi. Dalam bidang
pelayanan kesehatan, maka komponen yang berperan besar dalam mewujudkan Visi
Terwujudnya masyarakat Lumajang yang sehat dan mandiri adalah menjadi
penyedia fasilitas pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada kepuasan
pelanggan internal dan eksternal dengan menjunjung tinggi komitmen vertikal maupun
horizontal adalah komitmen yang hendak diwujudkan oleh seluruh jajaran Dinas
Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Pemerintah Kabupaten
Lumajang, dan Masyarakat Pengguna Layanan Kesehatan.
Untuk meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, terutama
pada unsur-unsur pelayanan yang masih mendapatkan nilai rendah, diperlukan
komitmen dari semua komponen diatas.
Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan penerapan Sistem
Informasi Kesehatan meliputi Sistem Informasi Perijinan, Sistem Informasi
Kepegawaian, serta Sistem Informasi Puskesmas. Dengan penerapan Sistem
Informasi Kesehatan (SIK) yang computerize diharapkan proses pelayanan menjadi
lebih cepat. Meskipun saat ini penerapan SIK masih merupakan salah satu masalah
yang malah membuat pelayanan lebih lama namun hal tersebut akan berhasil diatasi
seiring dengan peningkatan kompetensi petugas dalam penerapan SIK tersebut.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang di bidang kesehatan hendaknya
diiringi dengan Peraturan-peraturan Daerah yang akomodatif. Komitmen yang baik
saja tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan perangkat hukum yang memadai
sehingga akan terjamin kepastian hak dan kewajiban serta kepastian dalam
perlindungan hukum.
Masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan mempunyai hak dan
kewajiban tertentu. Mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau
adalah salah satu hak masyarakat. Diantara kewajibannya adalah mengikuti prosedur
dan persyaratan yang telah ditetapkan. Prosedur dan persyaratan wajib
dikomunikasikan dengan bahasa sesederhana mungkin yang dapat dimengerti oleh
masyarakat terutama pengguna layanan Dinas Kesehatan. Masyarakat perlu
diberikan pengetahuan yang cukup agar dapat bertanggungjawab untuk bisa
memenuhi kewajibannya. Sehingga proses pelayanan kesehatan dapat berjalan
lancar sesuai harapan.
BAB VI
PENUTUP

Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang senantiasa dituntut untuk selalu


berbenah dan mengembangkan strategi-strategi agar dapat mengikuti dinamika
masyarakat akan kebutuhan layanan kesehatan. Diperlukan adanya petugas
pelayanan yang profesional, berdedikasi, disiplin dan bermental pelayan untuk dapat
mewujudkan pelayanan yang berkualitas.
Keberhasilan suatu program tidak terlepas dari peran petugas, peraturan
perundang-undangan, dan masyarakat sebagai pengguna jasa dan menjalankan
fungsi kontrol.
Peningkatan yang konsisten dan terus-menerus disegala bidang merupakan
hal yang tidak dapat ditawar lagi guna mencapai cita-cita Mewujudkan Masyarakat
Lumajang yang Sehat, Sejahtera dan Bermartabat.

KEPALA DINAS KESEHATAN


KABUPATEN LUMAJANG

Dr. BUNTARAN SUPRIANTO, M.Kes


Pembina Utama Muda
NIP. 19550425 198411 1 001
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Kuisioner (form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.01 - 2012)


Lampiran 2 : Pengolahan IKM per Responden per Unsur Pelayanan (form.
DINAS KESEHATAN/FM-IKM.02 - 2012)
Lampiran 3 : Daftar Nilai Unsur Pelayanan (form. DINAS KESEHATAN/FM-
IKM.03 - 2012)
Lampiran 4 : Nilai Indeks dan Kinerja Unit Pelayanan (form. DINAS
KESEHATAN/FM-IKM.04 - 2012)
Lampiran 5 : Hasil Penyusunan IKM semester 2 tahun 2012 (form. DINAS
KESEHATAN/FM-IKM.05 - 2012)
Lampiran 6 : Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin, Pendidikan
Terakhir dan Pekerjaan (form. DINAS KESEHATAN/FM-IKM.06
- 2012)
Lampiran 7 : Pengolahan IKM Berdasarkan Jenis Kelamin (form. DINAS
KESEHATAN/FM-IKM.07 - 2012)
Lampiran 8 : Pengolahan IKM Berdasarkan Pendidikan Terakhir (form.
DINAS KESEHATAN/FM-IKM.08 - 2012)
Lampiran 9 : Pengolahan IKM Berdasarkan Pekerjaan (form. DINAS
KESEHATAN/FM-IKM.09 - 2012)