Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS 14 PAKET KEBIJAKAN

EKONOMI
BAB I

PENDAHULUAN

Persoalan perekonomian selalu memiliki kompleksitas yang menyangkut

berbagai aspek yang luas. Dalam menanganinya, kita tidak dapat hanya

berlandaskan pada persamaan fungsi produksi ataupun prinsip efisiensi semata,

namun harus melihat aspek-aspek yang lebih holistik dan lebih luas, yaitu

permasalahan kelembagaan. Selain itu pula, telah terintegrasinya perekonomian

Indonesia dengan perekonomian global disatu sisi menimbulkan insentif untuk

menggali potensi perekonomian Indonesia yang masih dapat dioptimalkan secara

lebih besar, namun di satu sisi pula menimbulkan ancaman bahwa koefisien

kemajuan baik dalam produksi maupun kelembagaan perekonomian harus

mengimbangi bahkan lebih maju daripada negara pesaing.

Menanggapi potensi dan permaslahan yang terdapat dalam pengembangan

perekonomian Indonesia, Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla membentuk 14 paket

kebijakan ekonomi sebagai arah dan mandat kebijakan perekonomian. Tentu saja

paket kebiajakan tersebut dikeluarkan untuk menjawab permaslahan tantangan dan

kebutuhan pengembangan perekonomian Indonesia.

Penelitian ini akan menganalisis, mengevaluasi, serta mengkritik masing-

masing paket kebijakan ekonomi dengan memberikan isu-isu strategis yang

berkaitan dengan masing-masing paket kebijakan ekonomi.


BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN

PAKET KEBIJAKAN I

Paket kebijakan pertama ini dikeluarkan menanggapi krisis ekonomi global


yang berpotensi berdampak pada ekonomi ekonomi Indonesia. China yang
merupakan salah satu pengimpor bahan baku global mengalami penurunan
perekonomian, ditunjukkan dengan melemahnya shanghai index, penurunan
tingkat impor bahan baku, meningkatnya external debt.

Tabel 1.1

Years
Series Name 2011 2012 2013 2014 2015

Fuel imports
(% of
merchandise 16,79 18,44 17,40 17,20 12,67
imports)

Debt service
on external
debt, total 62.652.739. 72.071.196. 76.957.825. 81.197.088. 123.858.316.
(TDS, 000 000 000 000 000
current
US$)

Source : World Development Indicators

Source : Trading Economics


Kejadian tersebut akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia, mengingat
China sebagai salah satu pengimpor dari Indonesia. Untuk itu pemerintah
mengambil tindakan dengan paket kebijakan 1, yang secara berisi mengatur tentang
dorongan terhadap daya saing industri nasional melalui deregulasi, penegakan
hukum dan kepastian usaha, menggerakkkan sektor riil, baik pada perkotaan
maupun pedesaan, melindungi perekonomian lemah, serta menstabilkan ekonomi
makro melalui langkah kebijakan fiskal dan moneter berkoordinasi bersama BI dan
OJK. Namun, dalam paket kebijakan ini lebih dijelaskan secara lanjut mengenai
deregulasi, debitokratisasi, serta usaha menggerakkan sektor riil.

Sektor riil didalam paket ini mengacu pada beberapa sektor penggerak yaitu
industri, perdagangan, koperasi dan UMKM, Perikanan, dan Pariwisata. Dalam
paket kebijakan I, dijelaskan bahwa tujuan deregulasi secara garis besar adalah
memulihkan dan meningkatkan kegiatan industri, menghilangkan distorsi industri
dan beban regulasi-birokrasi, menghilangkan gap daya saing, memenangkan pasar
domestik dan ekspansi ekspor. Sedangkan