Anda di halaman 1dari 21

Membangun Aplikasi Java Menggunakan Eclipse

17 January 2014 by Firman Hidayat

Pada tulisan ini dibahas beberapa hal mendasar yang saya rasa penting diketahui dalam penggunaan

Eclipse untuk membangun aplikasi Java. Beberapa hal yang dibahas adalah: pembuatan workspace,

cara membuat project, cara membuat Java class, dan cara membuat package.

Konsep abstraction, encapsulation, inheritance dan polymorphism yang telah dibahas pada Tutorial

Object Oriented Programming dengan Java Bagian 2, 3 dan 4 dapat diterapkan menggunakan Eclipse.

Yang berbeda di sini hanyalah Integrated Development Environment (IDE) saja. Pada artikel-artikel

tersebut IDE yang digunakan adalah Netbeans.


Java Development Kit

Pastikan Java Development Kit (JDK) sudah terinstall pada komputer. Bila belum, install JDK terbaru

pada komputer Anda. Pada contoh ini di komputer saya telah terinstal JDK 1.7 seperti terlihat pada

gambar di bawah:

Bila JDK belum terinstall, download saja JDK ini dari situs Oracle. Kemudian lakukan proses install

(cari petunjuk cara install JDK di google, gampang kok). Tanpa JDK, kita tidak akan bisa mencompile

program yang kita buat. Dengan kata lain, kita tidak bisa membuat program Java tanpa JDK.

Persiapan

Buat sebuah direktori pada C:\ dengan nama TUTORIAL. Direktori ini akan kita gunakan sebagai

workspace. Workspace merupakan direktori tempat kita bekerja. Semua file-file project yang dibuat

akan disimpan dalam workspace ini.

Download Eclipse. Kemudian ekstrak file hasil download tersebut. Proses ekstrak ini menghasilkan

sebuah direktori bernama eclipse. Pindahkan (copy-kan) direktori eclipse ini ke C:\TUTORIAL. Eclipse

dapat dijalankan tanpa harus diinstall. Cukup didownload, diekstrak, lalu tinggal dijalankan. Karena itu

eclipse dapat dijalankan walau disimpan dalam flashdisk. Eclipse yang digunakan pada artikel ini

adalah Eclipse Juno.


Di dalam direktori eclipse tersebut terdapat sebuah file bernama eclipse.exe. Untuk menjalankan

eclipse, jalankan file eclipse.exe tersebut. Bila perlu, buat shortcut pada desktop untuk file eclipse.exe

ini.

Ketika menjalankan eclipse pertama kali, eclipse akan meminta kita untuk memilih workspace. Pilihlah

C:\TUTORIAL sebagai workspacenya. Bila Anda kehendaki, centang pada bagian Use this as the

default and do not ask again untuk membuat C:\TUTORIAL sebagai default workspace. Dengan

pencentangan ini eclipse tidak akan bertanya tentang workspace ketika dinyalakan kembali.

Setelah eclipse menyala, pada bagian kiri terdapat panel project explorer (lihat pada gambar).

Namun bila panel project explorer tidak ada, panel ini dapat ditampilkan dengan cara mengklik

Window > Show View > Other. Setelah itu akan muncul window Show View.

Pada window Show View ini pilih General > Project Explorer. Kemudian klik OK.
Hasilnya adalah panel Project Explorer akan muncul dalam eclipse di sebelah kiri.

Membuat Project Baru

Dalam eclipse, setiap pembuatan program Java harus dilakukan dalam sebuah project. Untuk itu, hal

pertama yang harus dilakukan adalah membuat project dalam eclipse.

Untuk membuat project baru, lakukan klik kanan pada panel Project Explorer. Kemudian pilih New

> Project.

Setelah muncul window New Project, pilih Java > Java Project. Lalu tekan tombol Next.
Pada window New Java Project, isikan nama project pada field Project name:. Misalkan di sini kita

memberi nama projectnya CobaEclipse. Perhatikan juga pada bagian checkbox Use default

location. Pada bagian bawah checkbox tersebut ditunjukkan lokasi tempat menyimpan file-file project

kita. Pada gambar terlihat project ini disimpan pada lokasi default yaitu: C:\TUTORIAL\CobaEclipse.

Kemudian klik Next.

Pada window New Java Project berikutnya klik saja Finish.


Kini pada panel Project Explorer di sebelah kiri muncul sebuah node bertuliskan CobaEclipse. Node

itulah project yang baru kita buat barusan. Di dalam node tersebut terdapat folder src. Di dalam

folder itulah nantinya kita akan menyimpan semua source code program java yang kita buat.

Bila Anda lihat menggunakan windows explorer, pada direktori C:\TUTORIAL akan muncul sebuah

direktori baru dengan nama CobaEclipse. Setiap kali membuat project baru, Eclipse akan membuatkan

sebuah folder pada file system di sistem operasi untuk menyimpan file-file project tersebut. Nama

folder ini sama dengan nama project yang dibuat.

Untuk mencegah kehilangan data, direktori-direktori inilah yang perlu Anda backup bila Anda bekerja

menggunakan Eclipse. Di dalam direktori project inilah tersimpan semua source code program yang

kita buat.

Membuat File Java Class

Untuk membuat file source code kelas Java, klik kanan pada folder src. Kemudian pilih New >

Other.
Pada window New pilih Java > Class. Kemudian klik Next.

Pada window New Java Class isikan field Name: dengan CobaSatu. Ini artinya kita akan

membuat sebuah class java dengan nama CobaSatu. Kemudian klik tombol Finish.

Setelah menekan tombol Finish kini pada folder src muncul file class yang barusan kita buat. Di

sini ditunjukan dengan nama CobaSatu.java. Pada panel editor, di sebelah kanan, ditampilkan source

code class CobaSatu.java ini.


Ubah koding kelas CobaSatu ini menjadi seperti ini:

1 public class CobaSatu {


2 public static void main(String[] args) {
3 System.out.println("Coba kelas pertamaku");
4 }
}
5

Kemudian simpan dengan cara File > Save All. Setelah itu klik kanan pada node CobaSatu.java di

panel Project Explorer. Kemudian pilih Run As > Java Application. Proses ini akan

menjalankan/mengeksekusi source code program yang baru kita buat barusan.

Hasil eksekusi program ini ditampilkan pada panel Console yang ada di bagian bawah Editor eclipse.

Output yang dihasilkan adalah tulisan pada console:

Coba kelas pertamaku


Sampai di sini kita sudah selesai membuat sebuah project pada eclipse sekaligus membuat sebuah

sebuah kelas dan menjalankan kelas tersebut pada eclipse. Kira-kira seperti inilah gambaran umum

cara membuat program menggunakan eclipse.

Membuat Package

Pada panel Project Explorer, klik kanan pada node src kemudian pilih New > Other.

Pada window New pilih Java > Package. Kemudian klik Next.
Pada window New Java Package isikan nama package dengan nama id.co.firman pada field

Name:. Kemudian klik tombol Finish.

Kini coba perhatikan pada panel Project Explorer. Di dalam node src kini bertambah package yang

barusan kita buat yaitu node id.co.firman.


Memindahkan File Class Ke Package Lain

File CobaSatu.java masih berada di luar package id.co.firman. Dalam hal ini dalam eclipse terlihat file

CobaSatu.java berada pada default package. Kita akan memindahkan file CobaSatu.java ini ke dalam

id.co.firman.

Pada panel Project Explorer, klik kanan pada class CobaSatu.java. Kemudian pilih Refactor > Move.

Pada window Move pilih package tujuan pemindahan file. Dalam hal ini kita pilih id.co.firman.

Kemudian klik OK.


Coba perhatikan di panel Project Explorer. Kini file kelas CobaSatu.java sudah berada di dalam

package id.co.firman.

Dan lihat pula pada source code CobaEclipse.java. Pada baris pertama kini ditambahkan statement

package id.co.firman;. Statement ini secara otomatis ditambahkan oleh Eclipse. Dalam Java,

statement ini menyatakan lokasi package tempat kelas ini berada. Biasanya statement ini harus ditulis

secara manual oleh sang programmer. Tapi bila menggunakan fasilitas refactor kepunyaan Eclipse, si

Eclipse akan mengeditkannya untuk kita.

Demikianlah cara memindahkan file, yaitu dengan cara Refactor > Move.

Membuat File Class dalam Package

Klik kanan pada package id.co.firman. Pilih New > Other.


Pada window New pilih Java > Class. Kemudian klik Next.

Pada window New Java Class, beri nama kelas yang baru ini dengan nama CobaDua dengan

mengisi field Name: dengan nilai CobaDua. Coba perhatikan field Package: tertulis nilai

id.co.firman. Ini artinya kelas yang kita buat ini akan berada di dalam package id.co.firman.

Kemudian klik Finish.


Pada panel Project Explorer, kini file kelas CobaDua.java berada dalam package id.co.firman.

Membuat Getter dan Setter pada Eclipse


Seperti pernah diutarakan pada artikel sebelumnya (Getter dan Setter pada Kelas Java), sebaiknya

atribut sebuah kelas menggunakan akses level selain public. Untuk itu, di sini kita akan membuat

method getter dan setter dengan bantuan eclipse.

Pada kelas CobaDua, buat dua buah atribut String dengan level akses private. Kedua atribut ini adalah

nama dan alamat.

1 private String nama;


2 private String alamat;

Kemudian, tempatkan kursor di bawah kedua atribut tersebut. Lalu klik kanan pada daerah tersebut.

Pllih Source > Generate Getters and Setters


Pada window Generate Getters and Setters, beri centang pada checkbox atribut alamat dan nama

seperti pada gambar. Lalu tekan OK.

Coba perhatikan pada source code kini sudah ditambahkan method getter dan setter untuk atribut

nama dan alamat. Simpan semua perubahan ini dengan memilih File > Save All.

Secara lengkap kode pada kelas CobaDua menjadi seperti ini:


1
2 package id.co.firman;
3
4 public class CobaDua {
5 private String nama;
6 private String alamat;
7 public String getNama() {
return nama;
8 }
9 public void setNama(String nama) {
10 this.nama = nama;
11 }
public String getAlamat() {
12 return alamat;
13 }
14 public void setAlamat(String alamat) {
15 this.alamat = alamat;
16 }
}
17
18

Dengan cara ini kita tidak perlu menuliskan method getter dan setter secara manual. Eclipse sudah

cukup pintar untuk membuatkan getter dan setter ini. Kita cukup memodifikasi method-method ini

bila perlu.

Memanggil Method Getter dan Setter


Sekarang Anda coba sendiri membuat koding untuk memanggil method getter dan setter pada kelas

CobaDua dari kelas CobaSatu. Bila Anda belum tahu caranya, coba baca artikel Getter dan Setter

pada Kelas Java dan Tutorial Object Oriented Programming dengan Java Bagian 2. Anda perlu

menguasai teknik komunikasi antarobjek yaitu teknik instansiasi > panggil resource seperti pada

tutorial bagian 2 tersebut.

Firman H
Format Tanggal dan Waktu dalam Java
6 April 2014 by Firman Hidayat

Di sini saya berikan contoh kelas yang menerapkan format tanggal dan waktu.

Perhatikan,

h > menampilkan jam dalam format AM/PM (nilai: 1-12)

H > menampilkan jam dalam format 24 jam (nilai: 0-24)

ss > menampilkan detik

SSSS > menampilkan milisecond (jumlah deretan S menunjukkan jumlah digit yang akan

ditampilkan). Meskipun jumlah digit SSS bisa banyak, namun nilai maksimum millisecond adalah 999.

Karena nilai 1000 ms adalah sama dengan 1 detik.

a > menampilkan simbol AM atau PM

EEEE > menampilkan nama hari dalam bentuk huruf lengkap

E atau EE atau EEE > menampilkan nama hari dalam bentuk huruf disingkat

M atau MM > menampilkan bulan dalam bentuk bilangan

MMM > menampilkan bulan dalam bentuk huruf disingkat

MMMM > menampilkan bulan dalam bentuk huruf lengkap

yy > menampilkan tahun berupa dua digit terakhir misal: 14

y atau yyy atau yyyy > menampilkan tahun berupa empat digit, misal 2014.

Objek Locale, menurut Oracle:

A Locale object represents a specific geographical, political, or cultural region. An operation that

requires a Locale to perform its task is called locale-sensitiveand uses the Locale to tailor

information for the user. For example, displaying a number is a locale-sensitive operation the

number should be formatted according to the customs and conventions of the users native country,

region, or culture.

Pada koding dalam artikel ini, Locale berpengaruh pada bentuk format penulisan tanggal. Misalnya bila

menggunakan Locale.US, maka format penulisan tanggal yang digunakan adalah format United States
(US). Dengan menggunakan Locale.US, nama bulan yang ditampilkan akan berupa bahasa Inggris:

January, February, March, dst.

Ada beberapa konstanta Locale yang sudah disediakan oleh Java di

antaranya: Locale.CANADA, Locale.CANADA_FRENCH, Locale.CHINA, Locale.CHINESE, Locale.

FRANCE, Locale.FRENCH, Locale.GERMAN, Locale.GERMANY, Locale.ITALY, Locale.ITALIAN,

Locale.JAPAN, Locale.JAPANESE, Locale.KOREA, Locale.TAIWAN, Locale.UK, Locale.US.

Pada koding di bawah, bila fields Locale lokal diisi null, maka aplikasi akan menggunakan format

penulisan tanggal regional yang digunakan oleh sistem operasi saat ini. (Pada contoh ini OS pada PC

saya menggunakan regional Indonesia). Kita dapa mengisi field lokal ini dengan salah satu konstanta

Locale yang dicontohkan di atas.

Contoh penerapan pada kelas:

1 import java.text.SimpleDateFormat;
2 import java.util.Date;
import java.util.Locale;
3
4 /*
5 * @Author Firman Hidayat
6 */
7
8 public class ContohFormatTanggalWaktu {
public static void main(String[] args) {
9 String pola = null;
1 Locale lokal = null;
0 String hasil = null;
1 Date tanggalDanWaktu = new Date();
1
1 pola = "dd/MM/yy";
hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
2 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
1 System.out.println("Format date asli = " + tanggalDanWaktu);
3 System.out.println("================================================
1 =");
System.out.println(pola + "\t\t ---> " + hasil);
4
1
pola = "dd MMMM yyyy";
5 hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
1 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
6 System.out.println(pola + "\t\t ---> " + hasil);
1
7 pola = "EEEE, dd MMMM, ''yy";
hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
1 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
8 System.out.println(pola + "\t ---> " + hasil);
1
9 pola = "h:mm a";
2 hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
0 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
System.out.println(pola + "\t\t\t ---> " + hasil);
2
1 pola = "H:mm";
2 hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
2 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
2 System.out.println(pola + "\t\t\t ---> " + hasil);
3
pola = "H:mm:ss:SSS";
2 hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
4 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
2 System.out.println(pola + "\t\t ---> " + hasil);
5
2 pola = "yyyy.MM.dd G 'at' hh:mm:ss z";
6 hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
tanggalDanWaktu, pola, lokal);
2 System.out.println(pola + "\t\t ---> " + hasil);
7
2 pola = "yyyy.MMMMM.dd GGG hh:mm aaa";
8 hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
2 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
System.out.println(pola + "\t\t ---> " + hasil);
9
3 pola = "dd MMMM yyyy', Pukul' HH:mm:ss:SSSSS";
0 hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
3 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
1 System.out.println(pola + "\t ---> " + hasil);
3
2 lokal = Locale.FRANCE;
pola = "EEEE, dd MMMM, yyyy";
3 hasil = ContohFormatTanggalWaktu.tampilkanTanggalDanWaktu(
3 tanggalDanWaktu, pola, lokal);
3 System.out.println(pola + "\t\t\t ---> " + hasil
4 + " (Lokal yng dipakai = " + lokal.getDisplayName() + ")");
3
5 System.out.println("Dalam format timestamp = "
+ tanggalDanWaktu.getTime());
3
6 }
3
7 protected static String tampilkanTanggalDanWaktu(Date tanggalDanWaktu,
3 String pola, Locale lokal) {
8 String tanggalStr = null;
SimpleDateFormat formatter = null;
3 if (lokal == null) {
9 formatter = new SimpleDateFormat(pola);
4 } else {
0 formatter = new SimpleDateFormat(pola, lokal);
4 }
1
tanggalStr = formatter.format(tanggalDanWaktu);
4 return tanggalStr;
2 }
}
4
3
4
4
4
5
4
6
4
7
4
8
4
9
5
0
5
1
5
2
5
3
5
4
5
5
5
6
5
7
5
8
5
9
6
0
6
1
6
2
6
3
6
4
6
5
6
6
6
7
6
8
6
9
7
0
7
1
7
2
7
3
7
4
7
5
7
6
7
7
7
8
7
9
8
0
8
1
8
2
8
3
8
4
8
5
8
6
8
7
8
8
Output kelas tersebut seperti ini:

1
Format date asli = Sun Apr 06 18:19:48 ICT 2014
2 =================================================
3 dd/MM/yy ---> 06/04/14
4 dd MMMM yyyy ---> 06 April 2014
5 EEEE, dd MMMM, ''yy ---> Minggu, 06 April, '14
6 h:mm a ---> 6:19 PM
H:mm ---> 18:19
7 H:mm:ss:SSS ---> 18:19:48:838
8 yyyy.MM.dd G 'at' hh:mm:ss z ---> 2014.04.06 CE at 06:19:48 ICT
9 yyyy.MMMMM.dd GGG hh:mm aaa ---> 2014.April.06 CE 06:19 PM
10 dd MMMM yyyy', Pukul' HH:mm:ss:SSSSS ---> 06 April 2014, Pukul 18:19:48:00838
EEEE, dd MMMM, yyyy ---> dimanche, 06 avril, 2014 (Lokal yng dipakai =
11
French (France))
12 Dalam format timestamp = 1396783188838
13
Firman H