Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH EKOLOGI

Cadangan Karbon

KELOMPOK 2:

1. DEWI FITRIANTI (16177048)


2. APRIZAL (161770)

DOSEN PEMBIMBING MATA KULIAH:


Dr. Azwir Anhar, M.Si.

PENDIDIKAN BIOLOGIPROGRAM PASCA SARJANA


UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Cadangan Karbon dalam Ekologi yang dibimbing oleh Bapak Bapak Dr. Azwir
Anhar, M.Si
Makalah ini membahas tentang Cadangan karbon dalam Ekologi Penulisan
makalah ini mengambil dari beberapa sumber baik dari buku maupun dari
jurnal dan membuat gagasan dari beberapa sumber yang ada tersebut. Penulis
berterima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu penulis dalam
penyelesaian makalah ini, sehingga makalah ini selesai.
Penulis juga menyadari bahwa makalah yang penulis tulis ini masih
banyak kekurangan. Karena itu sangat diharapkan bagi pembaca untuk
menyampaikan saran atau kritik yang membangun demi tercapainya makalah
yang lebih baik.

Padang, Oktober 2016

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR .......................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan ..................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Cadangan Karbon .................................................................... 3
B. Komponen Cadangan Karbon ................................................................... 5
C. Hubungan Cadangan Karbon dengan Ekosistem ........................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................... 24
B. Saran ................................................................................................. 24
KEPUSTAKAAN

i
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki tingkat


keanekaragaman hayati yang tinggi dan termasuk ke dalam delapan negara
mega biodiversitas di dunia, baik flora maupun fauna yang penyebarannya
sangat luas. Terjadinya perubahan iklim di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh
semua kegiatan manusia baik di bidang ekonomi, industri, transportasi serta
dukungan dari beberapa unsur alami. Hal ini menunjukkan bahwa dari berbagai
kegiatan yang dilakukan tersebut maka akan membawa dampak pada kondisi iklim
yang ada baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak tersebut tidak
lain adalah dihasilkannya beberapa macam gas utama yang disebut dengan istilah
gas rumah kaca.

cadangan karbon telah banyak dilakukan pada berbagai ekosistem di Indonesia,


terutama pada bagian atas tanah. Sebagian besar cadangan karbon di atas tanah
didominasi oleh ekosistem berbasis pohon.Cadangan karbon yang terkandung dalam
komponen pohon dapat menyimpan karbon dalam waktu yang lama dan bahkan dapat
terus bertambah.Komponen lainnya yaitu tumbuhan tingkat rendah seperti herba,
semak dan rumput-rumputan serta tanaman semusim lainnya juga menyimpan
cadangan karbon tetapi mempunyai kontribusi yang kecil terhadap keseluruhan
cadangan karbon tutupan lahan yang berbasis pohon.Besarnya cadangan karbon pada
berbagai ekosistem juga dipengaruhi oleh ukuran komponen pohon, kerapatan
populasi dan kerapatan jenis kayu. Selain itu, tipe ekologi tutupan lahan yang
dipengaruhi oleh komposisi spesies, tingkat suksesi pada hutan alam atau umur
tanaman pada agro-ekosistem seperti perkebunan dan hutan tanaman monokultur dan
agroforestri juga akan sangat berpengaruh terhadap besaran cadangan karbonnya
(Sukara,dkk,2013)

i
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu pengertian cadangan karbon?
2. Apa saja komponen cadangan karbon?
3. Bagaimana hubungan cadangan karbon dengan ekosistem?
C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa pengertian cadangan karbon
2. Untuk mengetahui komponen cadangan karbon
3. Untuk mengetahui bagaimana hubungan cadangan karbon dengan ekosistem
D. MANFAAT PENULISAN
1. Sebagai bahan dasar perkuliahan ekologi
2. Menambah pengetahuan tentang cadangan karbon

i
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Cadangan Karbon

Karbonmerupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan sehari-hari dan


berperansebagai pembentuk gas efek rumah kaca (GRK) (Lugina,dkk, 2011).Karbon
(C) adalah unsur kimia dengan nomor atom 6 dan merupakan unsur bukan logam.
Jika terlepas diudara dan terikat dengan oksigen maka karbon akan menjadi CO2.
Karbon merupakaan salah satu unsur yang mengalami daur dalam ekosistem
(Ardhana, 2012).Karbon ini dapat ditemukan pada makhluk hidup, baik yang sudah
mati ataupun masih hidup.Contohnya didalam sebuah ekosistem hutan.Karbon dapat
ditemukan pada pohon (baik yang hidup ataupun yang sudah mati), tumbuhan bawah
(baik yang hidup ataupun yang mati), serasah hutan dan tanah. Karbon-karbon dapat
ditemukan dalam makhluk hidup yang melalui fotosintesis kemudian karbon akan
bersifat padat (Arupa, 2014).Hutan, tanah laut dan atmosfir semuanya menyimpan
karbon yang berpindah secara dinamis diantara tempat-tempat penyimpanan tersebut
sepanjang waktu.Tempat penyimpanan ini disebut dengan kantong karbon aktif
(active carbon pool). Penggundulan hutan akan mengubah kesetimbangan karbon
dengan meningkatnya jumlah karbon yang berada di atmosfir dan mengurangi karbon
yang tersimpan di hutan, tetapi hal ini tidak menambah jumlah keseluruhan karbon
yang interaksi dengan atmosfir (Sutaryo, 2009).

Simpanan karbon lain yang penting adalahdeposit bahan bakar fosil. Simpanan
karbon ini tersimpan jauh di dalam perut bumi dan secara alami terpisah dari siklus
karbon di atmosfer, kecuali jika simpanan tersebut di ambil dan dilepaskan ke
atmosfer ketika bahan-bahn tersebut dibakar. Semua pelepasan karbon dari simpanan
ini akan menambah karbon yang berada di kantong karbon aktif (active carbon pool).
Apa yang terjadi saat ini selainkerusakan hutan, adalah begitu tingginya laju

i
pembakaran bahan bakar fosil sehingga jumlah karbon yang berada di atmosfer
meningkat dengan pesat (Sutaryo, 2009).

Dimulai dari karbon yang ada di atmosfir berpindah melalui tumbuha hijau
(produsen), konsumen, dan organisme pengurai, kemudian kembali ke atmosfir.Di
atmosfer karbon terikat dalam bentuk senyawa karbon dioksida CO2.Karbon dioksida
merupakan bagian udara esensial yang dapat mempengaruhi radiasi panas dari bumi
dan dapat membentuk persedian karbon organic. Dalam aktifitas fisiologi tumbuhan,
sebagian pohon organik akan terurai dan CO2 dibebas kan lagi ke udara melalui
respirasi, sebagian karbon organic lainnya diubah menjadi senyawa organic kompleks
dalam tubuh tumbuhan selama pertumbuhannya. Senyawa organic tersebut akan
ditransfer ke dalam tubuh konsumen melalui proses interaksi dalam rantai maupun
makanan, sehingga sebagian dari senyawa karbon organic akan tetap berada dalam
tubuh konsumen (manusia, binatang atau hewan). Setalah produsen dan konsumen
mati, maka senyawa organic akan segera terurai melalui proses penguraian atau
dekomposisi oleh organisme pengurai dan karbon akan terlepas sebagai CO2 ke alam
dan masuk ke udara atau ke adalam air (Vickery, 1984 dalam Ardhana, 2012:244).

Akan tetapi ada sebagian bahan organic yang kadang-kadang tidak biasa segera
terurai dalam proses dekomposisi sehingga memerlukan waktu yang lama dan
kemudian akan berubah menjadi batu kapur, arang, dan minyak yang dalam hal ini
disebut bahan bakar fosil (Gopal dkk,1979 dalam Ardhana,2012:245).

i
Gambar siklus karbon

Pada dasarnya cadangan karbon merupakan banyaknya karbon yang tersimpan


pada vegetasi, biomas lain dan didalam tanah.Cadangan karbon adalah kandungan
karbon tersimpan baik itu pada permukaan tanah sebagai biomasa tanaman, sisa
tanaman yang sudah mati (nekromasa), maupun dalam tanah sebagai bahan organik
tanah. Perubahan wujud karbon ini kemudian menjadi dasar untuk menghitung emisi,
dimana sebagian besar unsur karbon (C) yang terurai ke udara biasanya terikat
dengan O2(oksigen) dan menjadi CO2 (karbon dioksida)(Lugina,dkk, 2011).

Itulah sebabnya ketika satu hektar hutan menghilang (pohon-pohonnya mati),


maka biomasa pohon-pohon tersebut cepat atau lambat akan terurai dan unsur
karbonnya terikat ke udara menjadi emisi. Dan ketika satu lahan kosong ditanami
tumbuhan, maka akan terjadi proses pengikatan unsur C dari udara kembali menjadi
biomasa tanaman secara bertahap ketika tanaman tersebut tumbuh besar (sekuestrasi).
Ukuran volume tanaman penyusun lahan tersebut kemudian menjadi ukuran jumlah
karbon yang tersimpan sebagai biomasa (cadangan karbon). Sehingga efek rumah

i
kaca karena pengaruh unsur CO2 dapat dikurangi, karena kandungan CO2 di udara
otomatis menjadi berkurang. Namun sebaliknya, efek rumah kaca akan bertambah
jika tanamantanaman tersebut mati.

Tingginya peningkatan konsentrasi CO2 disebabkan oleh aktivitas manusia


terutama perubahan lahan dan penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi,
pembangkit tenaga listrik dan aktivitas industri. Secara akumulatif, penggunaan
bahan bakar fosil dan perubahan penggunaan lahan dari hutan ke sistem lainnya
memberikan sumbangan sekitar setengah dari emisi CO2 ke atmosfir yang
disebabkan oleh manusia, tetapi dampak yang terjadi saat ini mempunyai rasio 3:1.
Pada aktivitas pembakaran bahan bakar fosil berarti karbon yang telah diikat oleh
tanaman beberapa waktu yang lalu dikembalikan ke atmosfir. Dalam kegiatan
konversi hutan dan perubahan penggunaan lahan berarti karbon yangtelah disimpan
dalam bentuk biomasa atau dalam tanah gambut dilepaskan ke atmosfir melalui
pembakaran ('tebas dan bakar') atau dekomposisi bahan organik di atas maupun di
bawah permukaan tanah. Cadangan karbon dari suatu bentang lahan juga dapat
dipindahkan melalui penebangan kayu, hanya saja kecepatannya dalam melepaskan C
ke atmosfir tergantung pada penggunaan kayu tersebut.Diperkirakan bahwa antara
tahun 1990 - 1999, perubahan penggunaan lahan memberikan sumbangan sekitar 1.7
Gt tahun-1 dari total emisis CO2.

B. Komponen Cadangan Karbon

Pada ekosistem daratan, cadangan karbon disimpan dalam 3 komponen pokok, yaitu:

1. Bagian hidup (biomasa): masa dari bagian vegetasi yang masih hidup
yaitubatang, ranting dan tajuk pohon (berikut akar atau estimasinya),
tumbuhan bawah atau gulma dan tanaman semusim misalnya: semak,
tumbuhan menjalar, rumput dan gulma.
2. Bagian mati (nekromasa): masa dari bagian pohon yang telah mati baik
yang masih tegak di lahan (batang atau tunggul pohon), kayu

i
tumbang/tergeletak di permukaan tanah, tonggak atau ranting dan daun-
daun gugur (seresah) yang belum terlapuk.
3. Tanah (bahan organik tanah): sisa makhluk hidup (tanaman, hewan dan
manusia) yang telah mengalami pelapukan baik sebagian maupun
seluruhnya dan telah menjadi bagian dari tanah. Ukuran partikel biasanya
lebih kecil dari 2 mm (Arupa, 2014)

Berdasarkan keberadaannya di alam, ketiga komponen karbon tersebut


dapatdibedakan menjadi 2 kelompok yaitu:

a. Karbon di atas permukaan tanah, meliputi:


a) Biomasa pohon, proporsi terbesar cadangan karbon di daratan umumnya
terdapat pada komponen pepohonan. Untuk mengurangi tindakan
perusakan selama pengukuran, biomasa pohon dapat diestimasi dengan
menggunakan persamaan allometri yang didasarkan pada pengukuran
diameterbatang (dan tinggi pohon, jika ada).
b) Biomasa tumbuhan bawah, tumbuhan bawah meliputi semak belukar
yang berdiameter batang < 5 cm, tumbuhan menjalar, rumput-rumputan
atau gulma. Estimasi biomasa tumbuhan bawah dilakukan dengan
mengambil bagian tanaman (melibatkan perusakan).
c) Nekromasa, batang pohon mati baik yang masih tegak atau telah
tumbang dan tergeletak di permukaan tanah, yang merupakan komponen
penting dari C dan harus diukur pula agar diperoleh estimasi cadangan
karbon yang akurat.
d) Serasah, Serasah meliputi bagian tanaman yang telah gugur berupa daun
dan ranting-ranting yang terletak di permukaan tanah.
b. Karbon di dalam tanah, meliputi:
a) Biomasa akar, akar mentransfer karbon dalam jumlah besar langsung ke
dalam tanah, dan keberadaannya dalam tanah bisa cukup lama. Pada
tanah hutan biomasa akar lebih didominasi oleh akar-akar besar

i
(diameter > 2 mm), sedangkan pada tanah pertanian lebih didominasi
oleh akar-akar halus yang lebih pendek daur hidupnya. Biomasa akar
dapat pula diestimasi berdasarkan diameter akar (akar utama), sama
dengan cara untuk mengestimasi biomasa pohon yang didasarkan pada
diameter batang.
b) Bahan organik tanah, sisa tanaman, hewan dan manusia yang ada di
permukaan dan di dalam tanah, sebagian atau seluruhnya dirombak oleh
organisme tanah sehingga melapuk dan menyatu dengan tanah,
dinamakan bahan organik tanah .
C. Hubungan Cadangan Karbon Dengan Ekosistem

Pada setiap ekosistem jumlah karbon yang tersimpan berbeda-beda hal ini
disebabkan karena perbedaan keanekaragaman dan kompleksitas komponen yang
menyusun ekosistem. Kompleksitas karbon akan berpengaruh kepada cepat atau
lambatnya siklus karbon yang melalui setiap komponennya. Pada ekosistem hutan
hujan tropis keanekaragaman biota (termasuk spesies tumbuhan) sangat tinggi,
sehingga pengembalian karbon organic kedalam tanah berjalan dengan cepat, dan
karbon yang tersimpan dalam biomassa tumbuhan lebih besar dibandingkan dengan
ekosistem lainnya (ekosistem hutan iklim sedang, padang rumput iklim sedang, dan
ekosistem gurun). Kemampuan penyimpanan karbon pada tiap-tiap tipe ekosistem
dapat dilihat pada table:

Karbon pada Karbon yang tersimpan Karbon


Ekosistem produksi primer pada Biomassa tumban organic tanah
bersih (Ton/ha/th) (Ton/ha/th) (Ton/ha/th)
Hutan hujan tropis 11 11 80
Hutan iklim sedang 6 6 100
Padang rumput iklim sedang 3 0,4 150
Gurun 0,05 0,01 1
Sumber: Killham, 1996 dalam Ardhana, 2012

i
Hal demikian menyebabkan ekosistem hutan hujan tropis memiliki kemampuan
yang lebih besar dalam mereduksi pencemaran udara khususnya yang disebabkan
oleh gas karbon diudara. Telah diketahui bahwa meningkatnya kandungan karbon
diudara akan menyebabkan kenaikan suhu bumi yang terjadi karena efek rumah kaca,
panas yang dilepaskan dari bumi diserap oleh karbon diudara dan dipancarkan
kembali ke permukaan bumi, sehingga proses tersebut akan memanaskan bumi. Oleh
karena itu keberadaan ekosistem hutan memiliki peranan penting dalam mengurangi
gas karbon yang ada di udara melalui pemanfaatan gas karbon yang ada diudara
dalam proses fotosintesis oleh komunitas tumbuhan hutan (Ardhana, 2012).

i
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Tingginya peningkatan konsentrasi CO2 disebabkan oleh aktivitas manusia


terutama perubahan lahan dan penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi,
pembangkit tenaga listrik dan aktivitas industri.Hal demikian menyebabkan
ekosistem hutan hujan tropis memiliki kemampuan yang lebih besar dalam mereduksi
pencemaran udara khususnya yang disebebkan oleh gas karbon diudara. Telah
diketahui bahwa meningkatnya kandungan karbon diudara akan menyebabkan
kenaikan suhu bumi yang terjadi karena efek rumah kaca. Maka dari itu sebagai
manusia yang memiliki kemampuan untuk menciptakan bumi kita semakin indah dan
terjauh dari tipisnya lapisan ozon.Hidupkanlah kembali tanaman yang telah mati dan
jaga hutan di Indonesia ini.

B. SARAN

Penilis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

i
KEPUSTAKAAN

Arupa. 2014. Menghitung Cadangan Karbon Di Hutan Rakyat. Biro Penerbit Arupa:
Yogyakarta

Ardhana, I Putu Gede. 2012. Ekologi Tumbuhan. Udayana University Press.


Denpasar

Lugina, Mega, dkk.2011. Prosedur Operasi Standart (SOP) Untuk Pengukuran Stok
Karbon Di Kawasan Konservasi.ITTO. Bogor

Sutaryo, Dandu. 2009. Penghitungan Biomassa Sebuah Pengantar Untuk Studi


Karbon Dan Perdagangan Karbon.Wetlands International Indonesia
Programme. Bogor

i
KRITIK DAN SARAN :

1. eka: Seberapa besarkah jumlah cadangan karbon yang bisa mengakibatkan


ERK? pendapat: apakah manusia ikut sebagai sumbangsi ERC dan seberapa
besar? Bagai mana solusi dari ERK .

Tambahan: jawaban dari bus imas, dewi fitrianti, pak aprizal.

1. Holyza: metode khusus dalam menghitung cadangan karbon dan dimana


kandungan karbon yang paling banyak?

2. Ilhami: kapan cadangan karbon ini dapat menyebabkan kerugian dan


keuntungan pada ekosistem?