Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan Tingkat 1 RUU Penetapan Batas Zona Ekonomi Eksklusif

Republik Indonesia dengan Republik Filipina Raker Dengan Tim


Pemerintah

Komisi/AKD: Komisi I, Tanggal Rapat: 25 April 2017

Ditulis Tanggal: 27 April 2017,

Mitra: Tim Pemerintah (Kementerian Luar Negeri, Kementerian


Pertahanan,Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Hukum dan Ham,
Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan dan TNI Angkatan Laut )

Pada hari Selasa 25 April 2017 dilakukan pembahasan tingkat satu RUU Penetapan Batas ZEE
antara Republik Indonesia dengan Republik Filipina sesuai dengan surat Presiden tanggal 17
Februari 2017 untuk segera melakukan pembahasan RUU antara Komisi 1 dengan tim
Pemerintah. Rapat yang dihadiri oleh 9 dari 10 fraksi terebut dibuka oleh TB Hasanuddin dari
fraksi PDIP dapil Jabar 9 pada pukul 10.41

Pemaparan Mitra

Berikut adalah Pemaparan Mitra dari Tim Pemerintah diwakili oleh Menteri Hukum dan Ham:

Republik Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia


Batas Maritim RI berbatasan dengan 10 Negara yang meliputi landas territorial, landas
laut kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif
Indonesia berkewajiban menyelesaikan sengketa perbatasan dengan negara sekitar yang
belum selesai
Penetapan batas wilayah kelautan negara harus dilakukan sesuai dengan Pasal 25 A UU
th 1945, UU no 43 th 2008 dan juga Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS
1982)
Perjanjian ini merupakan perjanjian maritime pertama antara Republik Indonesia dan
Republik Filipina dengan luas kurang lebih 11.000 km persegi
Perundingan penetapan batas ZEE Republik Indonesia dengan Republik Filipina
berlangsung selama 20 tahun sejak 1994-2014
Tim teknis telah berunding mengenai batas bersama diantara kedua pihak tersebut
termasuk dalam penggambaran peta perbatasan
Manfaat dari ratifikasi RUU ini adalah adanya kepastian kedaulatan, mencegah tindakan
Illegal Unregulated and Unreported Fishing (IUU-Fishing), serta memberi manfaat
ekonomi di laut sekitar wilayah yang disepakati
Ini merupakan momentum besar agar Indonesia terus melakukan Border Diplomacy
dengan negara-negara yang berbatasan

Pendalaman Rapat

Fraksi PDI-Perjuangan oleh Evita Nursanti dari Jawa Tengah 3. Evita mewakili Fraksi PDIP
membacakan pandangan fraksi terhadap RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dan
Republik Filipina, sebagai perwakilan dari Fraksi PDIP ia menyatakan persetujuan RUU tentang
penetapan batas ZEE RI dan Filipina untuk dibahas di tingkat selanjutnya agar disahkan menjadi
Undang-Undang.

oleh TB Hasanuddin dari Jabar 11. TB menyatakan bahwa komisi 1 DPR-RI menyepakati DIM
no 1-26 berikut isi nya.

Fraksi Golkar oleh Dave Akbarshah Fikarno dari Jawa Barat 8. Dave mewakili Fraksi Golkar
memberikan pandangan fraksi terhadap RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dan
Republik Filipina, sesuai ketentuan dalam UNCLOS 1982 pemerintah perlu menetapkan batas
maritim dengan negara sekitar. Dave sebagai perwakilan dari Fraksi Golkar menyetujui agar
RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dan Republik Filipina dibahas ke tingkat
selanjutnya.

Fraksi Gerindra oleh Martin Hutabarat dari Sumatera Utara 3. Martin mewakili Fraksi Gerindra
memberikan pandangan fraksi terhadap RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dan
Republik Filipina. Martin sebagai perwakilan dari Fraksi Gerindra menyetujui agar RUU
penetapan batas ZEE Republik Indonesia dan Republik Filipina dibahas ke tingkat selanjutnya.

Fraksi Demokrat oleh Djoko Udjianto dari Jawa Tengah 3. Djoko mewakili Fraksi Demokrat
memberikan pandangan fraksi terhadap RUU penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dengan
Republik Filipina. Djoko sebagai perwakilan dari Fraksi Demokrat menyetujui agar RUU
penetapan batas ZEE Republik Indonesia dan Republik Filipina dibahas ke tingkat selanjutnya.

Fraksi PAN oleh Budi Youyastri dari Jabar 10. Budi mewakili Fraksi PAN memberikan
pandangan fraksi terhadap RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dengan Republik
Filipina. Budi sebagai perwakilan dari Fraksi PAN menyetujui agar RUU Penetapan Batas ZEE
Republik Indonesia dan Republik Filipina untuk segera disahkan tanpa masalah.

Fraksi PKS oleh Hidayat Nur Wahid dari DKI Jakarta 2. Hidayat mewakili Fraksi PKS
memberikan pandangan fraksi terhadap RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dengan
Republik Filipina. Hidayat sebagai perwakilan dari Fraksi PKS menyetujui agar RUU Penetapan
Batas ZEE Republik Indonesia dan Republik Filipina dibahas di tingkat selanjutnya dan disahkan
menjadi Undang-Undang.

Fraksi PPP oleh Syaifullah Tamliha dari Kalimantan Selatan I. Syaifullah mewakili fraksi PPP
memberikan pandangan fraksi terhadap RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dengan
Republik Filipina. Syaifullah sebagai perwakilan dari Fraksi PPP menyetujui agar RUU
Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dan Republik Filipina untuk dibahas ditingkat
selanjutnya dan disahkan menjadi Undang-Undang.

Fraksi Nasdem oleh Bachtiar Aly dari Nanggroe Aceh Darussalam 1. Bachtiar mewakili Fraksi
Nasdem memberikan pandangan fraksi terhadap RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia
dengan Republik Filipina. Bachtiar sebagai perwakilan dari Fraksi Nasdem menyetujui agar
RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dan Republik Filipina untuk dibahas ditingkat
selanjutnya.
Fraksi Hanura memberikan pandangan fraksi langsung secara tertulis ke pimpinan Komisi 1
DPR-RI dan menyatakan setuju agar RUU dibahas di tingkat berikutnya

Setelah dilakukan pandangan fraksi terhadap RUU penetapan batas ZEE Rep Indonesia dan Rep
Filipina, dilakukan pembahasan DIM dan di pembahasan tersebut forum rapat menyetujui DIM no 1-26
berikut isinya. Dengan disetujuinya RUU Penetapan Batas ZEE antara RI dan Republik Filipina maka
selanjutnya akan dilakukan pembahasan tingkat 2 di sidang paripurna.

Rapat Kerja pengambilan keputusan tingkat 1 atas RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dan
Republik Filipina ditutup pada pukul 12.56 wib oleh TB Hasanuddin dari fraksi PDI-Perjuangan dapil
Jabar 9 .

Untuk membaca rangkaian livetweet Rapat Dengar Pendapat Panja Interkoneksi dengan Masyarakat
Telematika Indonesia, kunjungi : https://chirpstory.com/li/354883

Wikidpr/ACA

Ilustrasi: Google Image