Anda di halaman 1dari 11

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN


Penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain

penelitian kuasi eksperimen (eksperimental) yaitu merupakan bentuk desain

penelitian dengan menggunakan rancangan eksperimen semu (Quasi

experiment) dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest.

Menurut Notoadmodjo (2005), rancangan One Group Pretest-Postest adalah

rancangan yang tidak ada kelompok pembanding (kontrol), tetapi paling tidak

sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan penulis

dapat menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen

(program).

Skema 3.1

Rancangan Penelitian

Pretest Perlakuan Posttest


01 X 02

Keterangan :

01 : Observasi pretest pada kelompok sebelum dilakukan terapi

perilaku: Token Economy.

X : Perlakuan terapi perilaku: Token Economy.

28
29

02 : Observasi posttest pada kelompok sesudah dilakukan terapi

perilaku: Token Economy.

B. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN

1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di ruang-ruang rawat inap Rumah

Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Alasan memilih lokasi ini karena

Rumah Sakit Jiwa Tampan merupakan rumah sakit jiwa satu-satunya di

provinsi Riau.

2. Waktu Penelitian

Rencana kegiatan penelitian ini dimulai dari persiapan riset yang

dilaksanakan dari bulan Oktober 2015 hingga November 2015 dan

pelaksanaan penelitian hingga seminar hasil riset yaitu dari bulan

Desember 2015 hingga Januari 2016. Jadwal penelitian secara lengkap

dapat dilihat di tabel 3.1.

Tabel 3.1

Jadwal Kegiatan Penelitian


No Uraian Kegiatan Tahun 2015-2016
Okt Nov Des Jan Feb Mar
1 Persiapan (Pengajuan Judul
Skripsi)
2 Pembuatan Proposal
3 Seminar Proposal Skripsi
4 Pelaksanaan, Pengumpulan
dan Pengolahan Data
5 Penyusunan laporan skripsi
6 Presentasi / Seminar hasil
skripsi
30

C. POPULASI DAN SAMPEL

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang

diteliti (Notoadmodjo, 2005). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien

yang mengalami defisit perawatan diri di ruang-ruang rawat inap Rumah

Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru. Pada bulan Oktober 2015, pasien defisit

perawatan diri sebanyak 27 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang

diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notadmodjo, 2005).

Sampel dalam penelitian ini adalah pasien defisit perawatan diri yang ada

di ruang rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau pada bulan

Oktober 2015. Rumus sampel menurut Hidayat (2008) sebagai berikut :

N
n=
1+ N d 2

27
n=
1+27 (0,05)2

27
n=
1+27 (0,0025)

27
n=
1,0675

n = 25,29 = 25

Keterangan :
31

n = Jumlah populasi (telah diketahui)

N = Jumlah sampel

d = Tingkat kesalahan (0,05)

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental

sampling. Menurut Setiadi (2013) accidental sampling adalah teknik

penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara

kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila

dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

Penulis membuat kriteria tertentu siapa yang dijadikan sebagai responden.

a. Kriteria Inklusi

1) Pasien yang mampu diajak berkomunikasi dan kooperatif.

2) Bersedia menjadi responden.

b. Kriteria Ekslusi

Pasien defisit perawatan diri dengan amuk dan perilaku kekerasan.

D. INSTRUMEN PENELITIAN

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk

pengumpulan data (Notoadmodjo, 2012). Pada penelitian ini pengumpulan

data dilakukan dengan buku kerja dan lembar observasi untuk menilai

kemampuan pasien dalam perawatan diri.


32

E. DEFINISI OPERASIONAL

Definisi operasional adalah untuk membatasi variabel-variabel yang

diamati atau diteliti, diperlukan agar pengukuran variabel atau pengumpulan

data (variabel) itu konsisten antara sumber data (responden) yang satu dengan

yang lain (Notoadmodjo, 2012).

Variabel-variabel yang diteliti meliputi:

1. Variabel terikat yaitu terapi perilaku: Token Economy.

2. Variabel bebas yaitu perawatan diri sebelum dan setelah dilakukan terapi

perilaku: Token Economy.

Tabel 3.2

Definisi Operasional

Alat Ukur
Definisi Skala
Variabel dan Cara Hasil Ukur
Operasional Ukur
Ukur
Variabel Total nilai yang Rasio
Dependen Kemampuan Menggunakan didapatkan responden
Perawatan Diri pasien untuk lembar dari masing-masing
mandi, observasi dari item penilaian
berpakaian/berhias NANDA
, makan dan dalam
eliminasi Wilkinson
(toileting) (2011)
Variabel 1. Sebelum dilakukan Nomina
Independen Kegiatan terapi Buku Kerja terapi perilaku: l
Terapi perilaku: perilaku yang token economy
Token Economy dilakukan dengan 2. Sesudah dilakukan
33

terapi perilaku:
memberikan token token economy
apabila pasien
memperlihatkan
perilaku positif dan
menarik token
kembali jika pasien
tidak melakukan
perilaku positif
yang diharapkan.

F. PROSEDUR PENGUMPULAN DATA

Prosedur pengumpulan data dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu :

1. Tahap persiapan

Tahap persiapan dilakukan dengan proses penyusunan proposal penelitian,

setelah penelitian mendapat persetujuan dari dosen pembimbing. Setelah

penelitian dinyatakan dapat dilanjutkan maka penulis mengurus surat izin

penelitian.

2. Tahap pelaksanaan

Pada tahap ini penulis mencari responden sesuai dengan kriteria inklusi

yang telah ditentukan.

a) Tahap pretest
34

Penulis meminta responden mengisi data responden yang telah

disediakan, kemudian penulis mengobservasi kemampuan perawatan

diri klien.

b) Tahap intervensi

Respondes diberikan sesi latihan dan intervensi.

c) Tahap posttest

Pada tahap ini penulis mengolah semua data yang telah dikumpulkan

dan melakukan penyusunan laporan serta penyajian hasil penelitian.

Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam proses pelaksanaan

penelitian ini. Semua responden yang telah diberikan intervensi terapi

perilaku token ekonomi diobservasi kembali.

3. Tahap Akhir

Pada tahap ini penulis mengolah semua data yang telah dikumpulkan dan

melakukan penyusunan laporan serta penyajian hasil penelitian. Tahap ini

merupakan tahap terakhir dalam proses pelaksanaan penelitian ini. Semua

responden dicatat kemampuan merawat dirinya sebelum diberikan terapi

dan sesudah diberikan terapi pada lembar observasi.


35

G. PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

1. Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan beberapa tahap (Notoadmodjo, 2012)

a. Editing, yaitu melakukan pengecekan atau pengoreksian data yang

telah dikumpulkan karena kemungkinan data yang masuk (row data)

atau data yang dikumpul tidak logis atau meragukan. Bertujuan untuk

menghilangkan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada pencatatan

dilapangan yang bersifat koreksi. Seperti data-data intervensi terapi

perilaku token ekonomi baik sebelum dan sesudah dilakukan terapi.

b. Coding, yaitu melakukan pemberian kode pada tiap-tiap data yang

termasuk dalam kategori yang sama.

c. Entry Data, yaitu memasukkan data kedalam tabel dengan

menggunakan aplikasi program komputer. Penelitian ini menggunakan

uji paired t-test untuk mengetahui kemampuan klien dalam merawat

diri sebelum dan setelah dilakukan intervensi terapi perilaku token

ekonomi.

d. Cleaning, yaitu melakukan kegiatan pengecekan kembali untuk

melihat kemungkinan adanya keslahan-kesalahan kode,

ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan

dan koreksi.
36

e. Procesing, yaitu data diproses dengan mengelompokan kedalam

variabel yang sesuai.

2. Analisa Data

Setelah data hasil penelitian terkumpul maka penulis melakukan analisa

data dengan cara :

a. Analisis Univariat

Bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik

setiap variabel penelitian. Pada umumnya hanya dalam analisis ini

hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan persentasi setiap variabel

(Notoadmodjo, 2012).

b. Analisis Bivariat

Analisis yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga

berhubungan atau berkolerasi. Untuk melihat adanya pengaruh antara

variabel dependent dan independent yaitu antara terapi perilaku token

ekonomi dengan kemampuan klien merawat diri dengan

menggunakan Wilcoxon test. Jika p-value lebih kecil dari nilai 0,05

maka Ho ditolak, sehingga ada pengaruh terapi perilaku: Token

Economy terhadap kemampuan pasien dalam perawatan diri.

Tabel 3.3
Rencana Penyajian Tabel
37

Tingkat Ranks Test Statistic


Kemampuan Ranks N Mean Sum of Z P Value
Perawatan Diri Rank Rank
Sebelum terapi Negative
perilaku: token Ranks
economy Sesudah Positive
terapi perilaku: Rank
token economy - Ties
Total

(Dahlan, 2009)

Keterangan :

Mean = nilai rata rata kelompok Intervensi

Ranks = peringkat

p value = nilai signifikasi

H. ETIKA PENELITIAN

Menurut Hidayat (2012) etika penelitian sangat penting karena

penelitian keperawatan berhubungan langsung dengan manusia, maka segi

etika harus diperhatikan dalam kegiatan penelitian. Etika penelitian

keperawatan meliputi :

1. Informed concent (Persetujuan)

Merupakan cara persetujuan antara penulis dengan responden penelitian

dengan memberikan informed concent. Informed concent diberikan

sebelum dilakukan penelitian untuk menjadi responden dalam penelitian

ini. Tujuannya agar subjek mengerti maksud, tujuan penelitian dan

mengetahui dampaknya. Jika subjek bersedia maka mereka harus


38

menandatangani informed concent dan jika tidak bersedia penulis harus

menghormati hak penderita.

2. Anomity (Tanpa Nama)

Merupakan tidak memberikan nama responden pada lembar alat ukur

hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data.

3. Confidentiality ( Kerahasiaan)

Penulis menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian baik informasi maupun

masalah-masalah lainnya, semua informasi yang telah dikumpulkan.

Hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan dalam hasil riset.

4. Beneficence (Manfaat)

Makna dari beneficence ini adalah meminimalkan kekerasan serta

memaksimalkan manfaat dari penelitian yang dilakukan. Prinsip ini

terkandung hak-hak responden yang diperhatikan oleh penulis.

5. Justice (Keadilan)

Didalam prinsip ini terkadung hak-hak responden yaitu hak terhadap

keadilan tindakan dan hak untuk mendapatkan privacy.