Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM

Dosen Pembimbing :
Iswanto Karso, S. Kp., M. Sc

Disusun oleh kelompok 9:


1. Dia Fitriana (151001009)
2. Muhamad Amang Handari (151001028)
3. Shinta Lukita Kirana Putri (151001039)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


STIKES PEMKAB JOMBANG
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2016/2017
ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM

I. PENGKAJIAN
Pada hari Senin tanggal 3 April 2017 kami kelompok 9 melakukan pengkajian ke
RSUD Jombang di ruang Pav. Seruni. Pada pasien An. R yang berumur 1 tahun. Sebelum
di bawa ke rumah sakit An. R muntah 1 kali kenapa bisa terjadi muntah. Karena muntah
yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) yang
merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan pada anak, terjadinya muntah di kontrol
oleh pusat muntah yang ada di susunan saraf pusat otak, muntah terjadi apabila terdapat
kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah, rangsangan pusat muntah kemudian
dilanjutkan ke diafragma atau suatu sekat antara dada dan perut dan otot-otot lambung,
yang mengakibatkan penurunan diafragma dan kontriksi atau pengerutan otot-otot
lambung, hal tersebut selanjutnya mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam perut
khususnya lambung dan mengakibatkan keluarnya isi lambung sampai ke mulut. Beberapa
kondisi yang dapat merangsang pusat muntah di antaranya berbagai gangguan di saluran
pencernaan baik infeksi termasuk gastroenteritis karena rotavirus dan non infeksi seperti
obstruksi saluran pencernaan, toksin (racun) di saluran pencernaan, gangguan
keseimbangan, dan kelainan metabolik. An. R juga sudah mengalami demam tinggi
selama 2 hari dan di beri paracetamol sendok teh oleh ibu pasien. Kenapa di beri
paracetamol karena dengan memberikan paracetamol sesuai dengan dosis yang benar dan
telah di anjurkan oleh dokter akan menurunkan demam secara perlahan hingga mencapai
suhu tubuh normal. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan data suhu 390C, pasien mengalami
kejang selama 2 menit. Demam tinggi bisa menyebabkan kejang karena kejang selalu di
dahului dengan suhu tubuh yang tinggi sehingga hipotalamus mengalami set point
menurun sehingga melebarkan pembuluh darah dan efeknya mengeluarkan keringat.
Kejang perlu di kaji karena untuk mengetahui apakah mengalami kejang berulang atau
tidak, kejang berulang terjadi bila dalam 24 jam terjadi kejang lebih dari satu kali, kejang
biasanya terjadi selama 1-2 menit namun bila kejang tidak umum yaitu bila berlangsung
selama >15 menit, kejang terjadi pana suhu >38,30C pada umur 6 bulan- 5 tahun dan
tesering terjadi pada BATITA. Denyut nadi di dapatkan 124 x/menit karena bila tejadi
demam denyut nadi akan semakin cepat terjadi peningkatan jantung memompa darah ke
seluruh tubuh. RR di dapatkan 30x/menit karena pasien tidak mengalami sesak nafas, RR
bisa menjadi tidak normal jika ada sesak nafas atau ada penyempitan jalan nafas. Pasien
tepasang infus dan beri terapi farmakologi yaitu paracetamol 10 mg/kg BB k/p (3/4 cth).
Paracetamol adalah jenis obat yang termasuk kelompok analgesic atau pereda rasa sakit,
paracetamol di gunakan utnuk meredakan rasa sakit ringan hingga menengah, untuk
mengkonsumsi paracetamol di anjurkan sebanyak 500 mg hingga 1 gram tiap 4-6 jam
sekali, cara kerjanya yaitu mengurangi rasa sakit dengan cara mengurangi produksi zat
dalam tubuh yang disebut prostaglandin, paracetamol juga bekerja dengan memengaruhi
bagian otak yang berfungsi mengendalikan suhu tubuh yaitu hipotalamus, untuk anak usia
1 tahun mengkonsumsi paracetamol dengan dosis 120 mg. Selain mendapat terapi
farmakologi paracetamol untuk menurunkan suhu demamnya, pasien juga mendapat terapi
farmakologi diazepam 0,3 mg/kg BB IV untuk mengatasi kejang, diazepam termasuk
kelompok obat benzodiazepline yang mempengaruhi system saraf otak dan memberikan
efek penenag, diazepam di gunakan untuk mengatasi serangan kecemasan, insomnia,
kejang-kejang, gejala putus alcohol akut, serta sebagai obat bius untuk praoperasi,
diazepam tidak disarankan untuk di konsumsi jangka panjang harus sesuai dengan resep
dokter biasanya dokter meresepkan untuk di konsumsi jangka pendek, karena diazepam
bisa menyebabkan kecanduan, ketergantungan atau bahkan kebal terhadap efek obat
diazepam, efek dari diazepam setelah di konsumsi bisa bertahan selama beberapa jam atau
bahkan beberapa hari setelah berhenti mengkonsumsi, diazepam bisa di berikan dalam
bentuk tablet, obat cair yang di minum, suntikan atau injeksi, dan tabung rectum. Pasien
juga terpasang infuse KA-EN 18 karena mengalami demam dan untuk memehui cairan
dalam tubuh akibat kekurangan cairan yang di sebabkan oleh muntah atau dehidrasi.

II. DIAGNOSA
Pasien di diagnosa yang pertama hipertermi berhubungan dengan peningkatan
metabolic karena pasien mengalami demam tinggi. Demam bisa terjadi karena obat,
infeksi radang dan alergi yang menyerang pirogen dan mengerahkan sel darah putih ke
lokasi infeksi kemudian leukosit meningkat sehingga sel darah putih memerangi infeksi
sehingga infeksi dapat diatasi ketika infeksi dapat di atasi suhu tubuh akan menurun.
Diagnosa kedua yaitu resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan status
hipermetabolik. Kekurangan volume cairan terjadi saat air dan elektrolit yang hilang
berada di dalam proporsi isotonik (dalam jumlah yang sama). Kadar elektrolit dalam
serum tetap tidak berubah, kecuali jika terjadi ketidakseimbangan lain. Diagnosa ketiga
yaitu resiko cidera berhubungan dengan fungsi regulatori biokimia (hipertermi dan
konvulsi). Cidera bisa terjadi karena ketika kejang di pegangi dengan kuat sehingga
terjadi fraktur, untuk mencegah terdinya cidera bila terjadi kejang jangan di pegangi
dengan kuat supaya tidak terjadi fraktur.
Diagnosa prioritas dari kasus demam ini adalah hipertermi berhubungan dengan
peningkatan metabolic karena pasien mengalami demam tinggi. Demam bisa terjadi
karena obat, infeksi radang dan alergi yang menyerang pirogen dan mengerahkan sel darah
putih ke lokasi infeksi kemudian leukosit meningkat sehingga sel darah putih memerangi
infeksi sehingga infeksi dapat diatasi ketika infeksi dapat di atasi suhu tubuh akan
menurun.

III. INTERVENSI