Anda di halaman 1dari 3

Aku dan Lukaku

Dulu, aku pernah begitu memperhatikannya!


Dulu, aku pernah begitu mengaguminya!
Dulu, aku pernah begitu menyayanginya!
Dulu, aku pernah begitu mencintainya!
Dulu, aku pernah begitu setia padanya!
Dulu, aku pernah begitu mempercayainya!
Dulu, aku pernah bersyukur karena hadirnya!
Bahkan, dulu akulah satu-satunya orang yang selalu membangga-banggakannya!

Tapi, kini semua telah sirna.


Perhatianku, kagumku, kesetiaanku telah hilang direnggut kecewa.
Sayangku, cintaku, kepercayaanku telah dihempaskan begitu saja olehnya.
-AMH-

Iya benar, tak bisa kupungkiri satu-satunya perihal cinta yang kudapati banyak pelajaran di
dalamnya adalah kisah cintaku kali ini. Cinta dimana ketika kita begitu percaya dan setia, tapi
semua tak dihargai dan dihempaskan begitu saja. Kisahku ini berawal dari akhir tahun lalu, cinta
yang begitu membahagiakan. Memberi warna baru, mengobati luka, bahkan menjadi satu-
satunya hal indah yang selalu mewarnai hari.

Kemarin, aku masih tertawa. Aku masih bahagia. Namun, hari ini semua itu hanyalah masa lalu
manisku saja. Entahlah mungkinkah semua kebahagian kemarin, hanyalah sebuah mimpi. Atau
hanya khanyalan yang kupikir nyata? Mungkin juga semua hanya ilusi belaka.

Masih kuingat jelas, akhir Desember tahun kemarin. Laki-laki itu mengutarakan semua yang
mengganggu kepala dan hatinya bergetar. Yaa apa lagi jika itu bukan cinta, ia mengutarakan rasa
ingin memiliknya; kepada wanita yang berkemeja merah yang duduk di sebelahnya. Dan
disambutlah cintanya oleh wanita itu, dengan beberapa butir janji di dalamnya.
Setelah hari itu hidup mereka begitu bahagia, bahkan banyak teman sebayanya yang cemburu,
bahkan juga iri dengan kisah mereka. Sebuah kisah sederhana tapi terlihat sangat bahagia.
Hari berlalu, bahkan bulan pun berlalu. Kini kisah mereka memasuki bulan ke 7, sore itu hujan
menjadi saksi bisu, laki-laki itu pertama kali memperlakukakn wanitanya dengan kasar. Walau
wanita itu paham benar ini hanya perihal cemburu, tapi ia berpikir bahwa laki-laki yang baik,
tidak akan bersikap kasar kepada wanitanya. Wanita itu shock, takut, menangis, bahkan raganya
bergetar. Ia beranjak pergi, karena luka telah berkecamuk di dadanya.
Wanita ini terlalu baik, buktinya ia masih memberi kesempatan ke dua kepada laki-lakinya.
Dengan mudah ia memaafkannya, dengan harapan tidak akan terulang lagi kesalahan yang sama,
dan laki-laki itu mengiyakan dengan ekspresi wajah yang mampu meyakinkannya.

Laki-laki ini terlihat memang cemburuan, yaa mungkin semua tahu jika kita sayang, cemburu
itu pasti ada! tapi kupikir cemburu pun tak mungkin sekejam ini. Bersikap kasar tak mungkin
menyelesaikan masalah, bukan?

Kesempatan ke dua pun kini tak diingatnya, lagi-lagi cemburu tak terbendung untuk kedua
kalinya, dan jelas kali ini ia kasar lagi, bahkan kali ini lebih kejam. Walau saja jika laki-laki ini
marah, ia tak pernah berani menyentuh apalagi menyakiti raga wanitanya. Walau ia
melampiaskan amarah dengan kata-kata kasar saja. Tapi tetap saja wanita itu terluka, mungkin
juga kecewa.
Entah mungkin wanita itu terlalu baik, atau terlalu sayang, atau terlalu bodoh ya? Entahlah! Yang
jelas wanita itu memberi kesempatan lagi.
Mungkin karena wanitanya terlalu baik padanya, terlalu mudah memaafkannya. Kini kesempatan
ke tiga kembali direnggutnya, diacuhkan, bahkan laki-laki itu dengan mudahnya meminta maaf
lagi kepada wanitanya, hancur sudah hati wanita itu. Dan sayang sekali, kali ini tak ada lagi
kesempatan ke empat untuknya.
Walau banyak hal yang mungkin dipertimbangkan oleh wanita itu. Sayangnya, cintanya,
kesetiaanya, kepercayaannya, tapi untuk apa lagi? Toh semua telah dihempaskan begitu saja
olehnya.

Ia begitu kejam memperlakukan wanitanya.


Ia tak pernah bersyukur telah mendapat wanita itu.
Oke baik! Itu saja yang bisa kuutarakan kali ini.
Kuharap laki-laki itu membacaya, agar kelak ia lebih menghargai wanitanya.
Dan, tak ada lagi sesal setelah wanitanya pergi.

Bayangkan saja, begitu indah jika sebuah cinta yang dijalani dengan ketulusan.
Andai di dunia ini semua orang menjalani cinta dengan setia dan ketulusan, menghargai dan
mensyukuri, nyatalah mereka adalah orang yang beruntung, karena ia akan merasakan arti
cinta yang sejati.
Karena, BAHAGIA itu pilihan kawan!

-AMH-

Untukmu yang telah dengan sengaja merenggut kebahagiaanku, mengecewakanku, memporak-


porandakan hatiku.
Kuharap kau belajar banyak hal dari kisah ini !