Anda di halaman 1dari 17

PROGRAM KERJA

UNIT SDM DAN UMUM

PT NUSANTARA SEBELAS MEDIKA


RUMAH SAKIT DJATIROTO
LUMAJANG
2015
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat sehingga
penyusunan Program Kerja Unit SDM dan Umum ini bisa terselesaikan. Program Kerja Unit
SDM dan Umum Rumah Sakit Djatiroto merupakan program kerja yang dibuat dan
direncanakan oleh Unit SDM dan Umum pada tahun 2015. Program kerja diperlukan sebagai
pelaksanaan kegiatan Unit SDM dan Umum pada tahun 2015.
Program Kerja Unit SDM dan Umum meliputi beberapa hal, yaitu:
1. Tujuan pembuatan program kerja Unit SDM dan Umum;
2. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan pokok;
3. Pelaksanaan kegiatan;
4. Sasaran program kerja Unit SDM dan Umum;
5. Jadwal pelaksanaan kegiatan program kerja Unit SDM dan Umum;
6. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporannya;
7. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan.

Diharapkan Program Kerja Unit SDM dan Umum Tahun 2015 ini dapat menjadi landasan
dalam melaksanakan program yang telah dibuat dan direncanakan. Di samping itu program
kerja Unit SDM dan Umum yang ditujukan kepada para karyawan di Rumah Sakit Djatiroto
dibuat dari satu periode dan dievaluasi untuk perbaikan pada program kerja Unit SDM dan
Umum pada periode berikutnya. Sehingga hal ini bisa memajukan dan mengembangkan
Rumah Sakit Djatiroto sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang diharapkan oleh Rumah Sakit
Djatiroto.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
........................................................................................................................................
i
DAFTAR ISI
........................................................................................................................................
ii
PENDAHULUAN
.................................................................................................................................
1
LATAR BELAKANG
.................................................................................................................................
2
TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS
.................................................................................................................................
2
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
.................................................................................................................................
3
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
.................................................................................................................................
5
SASARAN
.................................................................................................................................
13
SKEDUL (JADWAL) PELAKSANAAN KEGIATAN
.................................................................................................................................
13
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
.................................................................................................................................
13
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
.................................................................................................................................
14

ii
PROGRAM KERJA
UNIT SDM DAN UMUM

1. PENDAHULUAN
Rumah Sakit adalah sebuah sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan meliputi rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, tindakan medik yang
dilaksanakan selama 24 jam. Dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit, maka
rumah sakit harus melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan umum dan pelayanan
medik baik melalui akreditasi, sertifikasi, ataupun proses peningkatan mutu lainnya.
Dalam perkembangannya rumah sakit telah berubah menjadi suatu institusi yang sangat
kompleks sehingga memerlukan suatu manajemen yang baik. Dengan mengikuti standar
akreditasi rumah sakit di Indonesia maka diharapkan rumah sakit akan dapat memberikan
sebuah pelayanan yang baik, pelayanan yang baik ini tidak akan terwujud apabila rumah
sakit tidak memperhatikan fasilitas keamanan untuk pasien (patient safety), pengunjung,
dan petugas (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Sebuah Rumah Sakit membutuhkan sumber daya manusia untuk kelancaran
pelayanan di bidang kesehatan. Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berhasil guna
juga memerlukan pengaturan atau sering juga disebut manajemen SDM. Manajemen SDM
meliputi pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Proses tersebut terdapat
dalam Unit SDM dan Umum.
Proses pengorganisasian dalam Unit SDM dan Umum adalah dengan mengatur
organisasi yang ada dan berkembang di Rumah Sakit Djatiroto berdasarkan pada SDM
yang ada. Pelaksanaan SDM dilakukan dengan memberikan pelayanan yang maksimal dan
kualitas SDM yang maksimal sehingga mutu Rumah Sakit Djatiroto juga meningkat.
Pengendalian yang dilaksanakan adalah dengan mengendalikan jumlah SDM yang sesuai
dengan beban kerja yang dilakukan.

2. LATAR BELAKANG
Kebijakan tentang pengelolaan SDM di Rumah Sakit Djatiroto membutuhkan
perkembangan SDM yang berkualitas dan mampu memberikan pelayanan yang maksimal

1
kepada masyarakat. Dengan SDM yang berkualitas dan mampu memberikan pelayanan
yang maksimal diperlukan sebagai bentuk usaha meningkatkan mutu Rumah Sakit.
Pelaksanaan pelayanan yang maksimal juga membutuhkan kualitas dan kuantitas SDM
yang sesuai dengan beban kerjanya sehingga perencanaan penambahan SDM juga
diperlukan apabila ada kekurangan tenaga dan mengakibatkan pelayanan tidak terpenuhi
dan kurang maksimal.

3. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


1. Tujuan Umum
Meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM di Rumah Sakit Djatiroto agar dapat
dijadikan pedoman dalam peningkatan mutu karyawan di Rumah Sakit Djatiroto.

2. Tujuan Khusus
a. Memberikan peraturan yang jelas berkaitan dengan hak dan kewajiban karyawan di
Rumah Sakit Djatiroto.
b. Meningkatkan pelayanan yang berkualitas di Rumah Sakit Djatiroto sehingga pasien
bisa nyaman dan menjadi rumah sakit terpercaya pilihan masyarakat.
c. Meningkatkan kuantitas karyawan Rumah Sakit Djatiroto, sehingga SDM yang ada
bisa sesuai dengan beban kerjanya.

4. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Ruang lingkup Unit SDM dan Umum Rumah Sakit Djatiroto terdiri dari :
1. Petugas Personalia & Diklat
2. Petugas Laundry & Linen
3. Petugas IPSRS
4. Petugas kebersihan
5. Petugas Pemulasaran Jenazah
6. Petugas Kesekretariatan
7. Petugas IT

a. Kegiatan Pokok Petugas Personalia & Diklat


1) Pengangkatan Karyawan Tetap, Kenaikan Pangkat Jabatan dan Rotasi Mutasi
2) Penggajian
3) Pembinaan Karyawan
4) Perpajakan, Equalisasi dan Internal cek
5) Laporan Bidang Umum
6) Pelaksanaan Cuti Karyawan
7) Penerimaan PMK (Penghargaan Masa Kerja)

2
8) Penerimaan Imbalan Jasa, penerimaan THR, dll
9) Pelaksanaan kegiatan Pensiunan
10) Penyelenggaraan Pensiunan
11) Jaminan Sosial Karyawan (BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan)
12) Pendidikan & Pelatihan Karyawan
13) Proses Kesekretariatan (penyusunan surat menyurat)
14) Proses penyusunan PKS & Proses Perijinan
b. Kegiatan Pokok Petugas Laundry & Linen
1) Kegiatan pokok
- Membuat kebijakan tertulis yang mendukung standart pelayanan di unit rumah
tangga.
- Membuat program untuk peningkatkan kualitas mutu pelayanan linen.
- Membuat program untuk keselamatan pasien melalui linen yang siap pakai
,bersih dan sehat (bebas dari mikroorganisme pathogen).
2) Rincian
- Ada pengesahan dari manajemen tentang kebijakan standar pelayanan di unit
rumah tangga.
- Melaksanakan sosialisasi program survey kepuasan linen di rawat inap atau rawat
jalan.
- Melaksanakan sosialisasi cara pencucian yang benar untuk menekan kejadian
infeksi nosokomial dan cara cuci tangan yang benar.

Selain tugas kegiatan pokok petugas Linen tersebut diatas, petugas Linen juga
membawahi petugas, antara lain :
1) Petugas Administrasi Linen
2) Petugas Produksi Linen
3) Petugas Linen Bersih
Petugas Proses Pencucian dan Pengeringan Linen
c. Kegiatan Pokok Petugas Kebersihan
d. Kegiatan Pokok Petugas Kendaraan
Pelayanan petugas Kendaraan terkait dengan permintaan oleh pengguna Kendaraan
yakni dari Unit Kerja Bagian Pelayanan dan Bagian Administrasi Keuangan & Umum,
baik yang berkaitan dengan proses pelayanan terhadap pasien maupun hal-hal penting
lainnya. Seperti (permintaan ambulance, permintaan kereta jenazah, permintaan untuk
membacakan foto ke tempat Dokter Spesialis radiologi, Menjemput/Mengantar Dokter
Spesalias radiologi, permintaan antar catering, permintaan ke PMI, permintaan
mengantar ke Bank, permintaan penjemputan tamu dan lain-lain), antara lain :
1) Mengantar rujuk pasien ke Rumah Sakit lain.
3
2) Mengantar jenazah pulang dalam kota- luar kota, jenazah ke pemakaman.
3) Mengambil darah ke PMI
4) Mengantar ke kantor pajak, Bank
5) Mengantar IPSRS belanja
6) Mengantar Katering.
7) Melayani kepala Rs. Djatiroto dalam kota dan luar kota
8) Mengantar karyawan keluar kota
9) Mengantar karyawan ke DINKES
10) Mengantar belanja unit Dapur
11) Mengambil hasil pembacaan foto pasien
12) Mengantar belanja pembelian, IT,dll
13) Mengantar rombongan takziah, rombongan ke pernikahan karyawan, rombongan
pengajian karyawan.
14) Mengantar penyuluhan perawat
15) Mengantar untuk pembayaran listrik, PDAM
16) Mengantar dan menjemput tamu dalam kota dan luar kota
17) Administrasi/ input buku BBM kendaraan
18) Membersihkan/mencuci mobil
Selain tugas kegiatan pokok Sub Unit Kendaraan tersebut diatas, Sub Unit Kendaraan
juga membawahi petugas, antara lain :
1) Petugas Pengemudi
e. Kegiatan Pokok Petugas Pemulasaran Jenazah
f. Kegiatan Pokok Petugas Kesekretariatan
g. Kegiatan Pokok Petugas Teknologi Informasi
Kegiatan kegiatan petugas Teknologi Informasi meliputi pemeliharaan dan perbaikan:
1) Maintenance perangkatlunak (software)
- Aplikasi SIM RS, dilakukan back up database setiap hari
- Aplikasi SEP-INA CBGs, cek databace setiap hari
- Aplikasi Keuangan, Pengadaan (KVA), Aset, backup database 1 bulan sekali
2) Maintenance perangkatkeras (hardware)
- Cek Server
- Cek Jaringan
- Cek PC (Pesonal Computer) satu kali per bulan
- Cek Printer satu kali sebulan
- Cek Mesin Absen (Fringer Print)
Kegiatan Pokok Petugas IPSRS
1) Kegiatan kegiatan Petugas IPSRS meliputi pemeliharaan dan perbaikan :
Peralatan Medis adalah semua peralatan yang digunakan untuk tindakan medis
- Tensimeter
- ECG
- USG
- Sentral Oksigen
Pengecekan alat medis dilakukan 1x/tahun
Untuk peralatan medis tertentu yang tidak dapat dilakukan perbaikan di IPSRS, maka
dilakukan di luar atau pada supplier
4
2) Peralatan Non Medis
- Mesin cuci, setrika, kompor gas.
Pengecekan fisik dan fungsinya setia 3x/tahun
- AC, Kipas angin, standar infuse
Pengecekan fisik dan fungsinya setiap 4x/tahun
3) Instalasi oksigen
- Oksigen central
- Tabung oksigen
- Instalasi pipa oksigen
Pengecekan dilakukan 6 bulan sekali.
4) Instalasi Air Bersih
Pemeliharaan instalasi air bersih dilakukan dalam bentuk pengontrolan fisik dan
fungsi terhadap
- Pompa air
Pengecekan fisik dan fungsi pompa air dilakukan 2x/tahun
- Titik-titik air (kran air, kran wastafel, shower)
Pegecekan dilakukan per-ruangan setiap 4x/tahun
5) Instalasi Listrik
- Genset
Cek fisik dan fungsinya 4x/tahun
Cek fungsi dengan menghidupkan Genset seminggu sekali
- Panel- panel listrik
Cek koneksinya 3x/tahun
- Instalasi lampu dan saklar
Cek fungsinya 2x/tahun
6) Gedung dan Perlengkapannya
- Pengecekan fisik gedung (Plafon, Dinding dan Lantai ) setiap hari
- Pengecatan fisik gedung setiap 2 tahun sekali
- Pengecekan atap dan talang tiap 2x/tahun
- Pengecekan Pintu, kusen, jendela tiap 4x/tahun
- Pengecekan perabot (kunci, lemari, meja, kursi ) 2 bln sekali
- Pengecekan kamar mandi seminggu sekali
7) Instalasi Pemadam Kebakaran
- Tabung pemadam
Pengecekan fisik dilakukan setiap 1x/tahun
Uji kelayakan ulang dan labelisasi dilakukan oleh dinas PMK setahun sekali.
8) Kalibrasi
Kalibrasi peralatan medis dilakukan oleh Balai Pengamanan Fasilitas kesehatan
(BPFK) dilakukan setiap tahun sekali.
5. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
a. Membantu Proses Rekruitmen PT. Nusantara Sebelas Medika
Proses penerimaan karyawan dilakukan secara bertahap oleh Tim Rekruitmen PT
Nusantara Sebelas Medika sesuai dengan kebutuhan riil di masing masing unit Rumah

5
Sakit dan Klinik. Hal ini bertujuan dalam rangka pengendalian biaya SDM sesuai RKAP
2015 yang telah disetujui sebanyak 17 orang karyawan. Tahapan seleksi penerimaan
karyawan dengan status kontrak Honorer dan PKWT meliputi :
1) Seleksi Administratif (IPK, Sertifikasi, Kompetensi Khusus, Surat Ijin, dll)
2) Tes tertulis
3) Praktek dan wawancara
4) Psikotes
5) Tes kesehatan
6) Pengumuman hasil tes melalui panggilan calon karyawan yang bersangkutan
7) Proses kredensial :
- Permohonan kewenangan klinis
- Rincian kewenangan klinis
8) Praktek kerja/ masa audisi selama 2 bulan
9) Mulai bekerja sebagai karyawan kontrak dengan status Honorer atau status PKWT
Adapun tahapan dalam membantu proses rekruitmen PT. Nusantara Sebelas Medika di
Rumah Sakit Djatiroto adalah Test Psikotest & Test Kesehatan.

b. Pelaksanaan Kegiatan Pengangkatan Karyawan


Setelah melalui proses Assesment alih status dari karyawan kontrak menjadi karyawan
tetap melalui Psikotest di Rumah Sakit Djatiroto, maka Direktur PT. Nusantara Sebelas
Medika menetapkan pengangkatan karyawan tetap.

c. Pelaksanaan Kegiatan Sistem Penggajian


Sistem penggajian karyawan di Rumah Sakit Djatiroto dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan PKB periode tahun 2014 - 2015, yaitu :
Gaji dibayarkan setiap tanggal 27, apabila tanggal 27 jatuh pada hari Sabtu / Minggu /
hari libur maka pembayaran gaji akan dimajukan. Komponen gaji Karyawan Tetap,
kontrak status Honorer dan status PKWT sudah sesuai dengan Perjanjian Kerja
Bersama periode 2014-2015. Pembayaran gaji dilaksanakan melalui Bank BRI Cabang
Lumajang (sistem Payroll Gaji) dan Bank Mandiri Cabang Tanggul Jember sesuai
kesepakatan Manajemen Rumah Sakit Djatiroto dengan seluruh Karyawan.

6
d. Pelaksanaan Pembinaan Karyawan
Pembinaan terhadap Karyawan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan pada
Program Pengembangan SDM serta evaluasi terhadap kinerja masing-masing
karyawan. Pembinaan di Rumah Sakit Djatiroto meliputi pertemuan rutin dengan
Manajemen setiap satu bulan sekali. Dalam pertemuan tersebut pengarahan diberikan
oleh Manajemen Rumah Sakit, materinya meliputi :
1) Pencapaian kinerja per unit setiap bulan
2) Realisasi Biaya per unit unit
3) Pembahasan permasalahan yang urgen (bedah kasus, tindak lanjut, kebijakan baru
tarif, keamanan, pelayanan, dll)

e. Perpajakan
Untuk memenuhi kewajiban sebagai warga Negara yang baik dan taat akan pajak, maka
seluruh karyawan diwajibkan untuk membayar pajak sesuai dengan peraturan
Kementrian Keuangan dan Dirjen Pajak Republik Indonesia

f. Pendidikan dan Pelatihan


Untuk menunjang kinerja karyawan agar dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan
bidang keahliannya, maka perlu diadakannya pendidikan dan pelatihan bagai para
karyawan sesuai dengan bidang pekerjaannya masing, sehingga kinerja dapat tercapai
sesuai dengan RKAP yang dianggarkan oleh Perusahaan. Adapun hak karyawan dalam
tiap tahun minimal mendapatkan pendidikan & Latihan minimal 20 jam / tahun.

g. Pelaporan SDM
Untuk mengetahui perkembangan SDM dan biaya setiap bulannya, maka Pelaporan
SDM dibuat setiap satu bulan sekali yang meliputi jumlah karyawan masuk, jumlah
karyawan keluar dan realisasi jumlah biaya SDM.

h. Pelaksanaan Cuti Karyawan

7
Setiap karyawan diberi kesempatan untuk cuti, baik itu cuti tahunan atau cuti panjang
dengan perincian sebagai berikut :
1) Cuti Tahunan sebanyak 12 Hari Kerja
2) Cuti Panjang sebanyak 25 Hari Kerja
Bagi Karyawan Pelaksaan cuti diatur oleh pengusaha dan sebelum melaksanakan cuti
diwajibkan mengisi permohonan secara tertulis kepada kepala bagian masing masing
tetap yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus berhak
mendapat istirahat/ cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja sesuai ketentuan PKB
periode 2014-2015. Selain itu, bagi karyawan/karyawati yang bekerja selama 6 (enam)
tahun tanpa terputus berhak atas cuti panjang selama 30 (tiga puluh) hari kerja sesuai
dengan PKB periode 2014-2015, tetapi dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan
kebutuhan Rumah Sakit sebagai pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Sedangkan
Pengaturan penikmatan cuti tahunan maupun cuti panjang diatur oleh masing-masing
unit (harus atas ijin Atasannya).

8
i. Penerima Penghargaan Masa Kerja (20, 25, 30 , 35 Tahun)
Bagi karyawan tetap yang telah bekerja secara terus menerus selama 20, 25, 30, dan 35
tahun mendapatkan penghargaan masa kerja berupa uang tunai dan medali emas 23
Karat sesuai dengan lamanya masa kerja

j. Penerimaan Imbalan Jasa dan THR


Sesuai PKB Periode 2014 2015 Pasal 35 & Pasal 54 Kepada karyawan tetap, dan
karyawan tidak tetap (Honorair dan PKWT) diberikan Imbalan Jasa Kerja sesuai
kewilayahan yang dibiayakan dalam RKAP tahun berjalan yang besarnya ditetapkan
oleh Dewan Komisaris atau RUPS dan dibagi secara proporsional sesuai hasil
perhitungan dengan mempertimbangkan kinerja Perusahaan. Disamping pemberian
Imbalan Jasa Kerja / Bonus Perusahaan juga berkewajiban memberikan Tunjangan Hari
Raya Keagamaan / THR-K yang peraturan pelaksanaanya berpedoman pada Peraturan
Menteri Tenaga Kerja RI Nomor PER 04/MEN/1994 tanggal 16 September 1994
minimal 1 (satu) kali gaji (Gaji Pokok + Tunjangan Khusus / Struktural) + Tunjangan
Sosial.

k. Pelaksanaan Kegiatan Pensiunan


Karyawan tetap golongan IA IVD sebelum memasuki masa pensiun didahuli dengan
masa bebas tugas (MBT) selama enam bulan berturut turut dan tidak diwajibkan
untuk masuk bekerja. Untuk golongan IA IID usia pensiun 55 tahun sedangkan untuk
golongan IIIA IVD usia pensiun 56 tahun.
Karyawan yang diberhentikan dengan hormat dari Rumah Sakit Djatiroto berhak atas
pensiun normal atau pensiun dipercepat dan pensiun ditunda yang bukan
pemberhentian karena kesalahan berat (diberhentikan dengan tidak hormat),
memperoleh santunan hari tua (SHT) dalam bentuk uang tunai yang besarnya
didasarkan atas lamanya masa kerja efektif (masa kerja sebagai karyawan tetap yang
tidak terputus).
Karyawan tetap yang akan memasuki Masa Bebas Tugas (MBT) akan dibuatkan
perhitungan besarya SHT yang akan diterima dan pembayaran sebesar 50% (sesuai
dengan ketentuan PKB periode tahun 2014-2015). Ada perubahan prosentase / rumus

9
perhitungan SHT untuk karyawan tetap Gol. IA IID dan Karyawan tetap Golongan IIIA
IVD.

l. Penyelenggaraan Pensiunan
1) DAPENBUN
Sebagai kewajiban dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada para
purnakaryawan, perusahaan memberikan reward berupa Jaminan pensiun dan
Jaminan kesehatan kepada para purnakaryawan beserta batihnya.
Penyelenggaraan program pensiun bagi seluruh karyawan tetap Rumah Sakit
Djatiroto dilaksanakan oleh Yayasan Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) yang
bertugas menghimpun dan mengelola dana untuk kesinambungan penghasilan
pensiun serta meningkatkan kesejahteraan anggota di hari tua dengan
menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti. Besarnya iuran beban karyawan
6%, iuran beban perusahaan sebesar 7,09% dari Gaji Pokok. Sedangkan cara
pengambilan manfaat pensiun adalah sebagai berikut : untuk para pensiun yang
mengambil Manfaat Pensiun melalui Rumah Sakit Djatiroto pembayaran dilakukan
secara tunai oleh juru bayar setiap tanggal 27 bulan berjalan, dan apabila
menghendaki melalui perbankan tertentu, maka para pensiunan diminta membuat
surat permohonan kepada Kepala Dapenbun sehingga Manfaat Pensiun akan
langsung ditransfer ke rekening masing masing pensiunan oleh penyelenggara/
Dapenbun Cabang PT Perkebunan Nusantara XI Surabaya.
2) Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Direksi menetapkan kebijakan baru untuk para karyawan tetap yang diangkat tetap
sejak tahun 2009, diperbolehkan memilih dana pensiun melalui Perbankan, DPLK
BRI maupun DPLK BNI (Symphoni). Program yang diikuti adalah Program Pensiun
Iuran Pasti, sehingga masing-masing karyawan diberi kebebasan untuk menentukan
sendiri besarnya iuran setiap bulan, yaitu berkisar Rp.50.000-, s/d Rp. 500.000,-.
Sedangkan besarnya iuran beban perusahaan sebesar 7,09% dari Gaji Pokok.

10
m. Jaminan Sosial Karyawan
Perusahaan memberikan Jaminan sosial kepada karyawan dalam bentuk BPJS
ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan beserta batihnya, untuk karyawan tetap
golongan IA-IID dan tidak tetap (honorer dan PKWT) diikutkan sebagai peserta BPJS
Ketenagakerjaan & BPJS Kesehatan Cabang Lumajang. Sedangkan untuk karyawan
tetap golongan IIIA-IVD diikutkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan & BPJS
Kesehatan Cabang Perak Surabaya. Semuanya berdasarkan UU.No. 3 tahun 1992, PP
nomor 14 tahun 1993 dan Permenaker nomor 1 PER 05 / MEN / 1993 yang meliputi :
1) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
2) Jaminan Kematian (JK)
3) Jaminan Hari Tua (JHT)
Adapun ketentuan tersebut diatas mengacu pada surat direksi tentang perawatan
kesehatan. Iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebesar 6.54 %, dimana 2 %
menjadi beban karyawan dan 4.54 % menjadi beban Perusahaan (Rumah Sakit
Djatiroto). Pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dibayarkan secara transfer Bank
Melalui Bank CIMB Niaga Cabang Lumajang, Bank Mandiri cabang Lumajang & Bank
BRI Cabang Lumajang. Proses penyelesaian untuk memperoleh Jaminan dari Badan
Penyelenggara ( BPJS Ketenagakerjaan) merupakan tanggung jawab dari Pengusaha.

n. Petugas Kendaraan
1) Seluruh petugas dapat langsung menghubungi Petugas Kendaraan maupun melalui
bagian SDM & Umum (pada jam kerja 07.00-14.00) melalui telepon, jika
memerlukan pelayanan petugas kendaraan. Namun untuk permintaan pelayanan di
malam hari dapat langsung menghubungi IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan dapat
berkoordinasi dengan Petugas Keamanan yang bertugas.
2) Pencatatan administrasi kendaraan Rumah Sakit Djatiroto harap dilaporkan kepada
petugas bagian SDM & Umum secara rutin setiap satu minggu sekali.
3) Petugas Kendaraan wajib melaksanakan operasional kendaraan dengan cara
pencatatan administrasi yang baik meliputi:
a) Buku Inventaris kendaraan dan perlengkapannya
b) Buku servis/reparasi kendaraan
c) Buku BBM.
11
Yang mengacu pada ketentuan yang berlaku
4) Perubahan/penggantian jadwal dinas Petugas Kendaraan yang bersifat mendadak
wajib dikoordinasikan petugas Kendaraan dan diinformasikan kepada Kasubbag.
SDM & Umum untuk selanjutnya dapat diberikan kepada Unit unit kerja Bagian
Pelayanan (IGD, Radiologi, Laboratorium dll).
5) Prosedur pelayanan Perugas kendaraan harus sesuai dengan SPO yang telah dibuat

o. Petugas Teknologi Informasi


1) Pemeliharaan dilakukan oleh petugas Teknologi Informasi sesuai dengan jadwal yang
telah dibuat.
2) Perbaikan kerusakan maupun pemasangan peralatan baru yang berhubungan
dengan sistem informasi manajemen rumah sakit di ruangan dapat dilakukan
dengan cara menghubungi petugas Teknologi Informasi di no extensen 110 untuk
perbaikan yang bersifat perangkat lunak (software) dan (hardware).

Petugas IPSRS
1) Pemeliharaan dilakukan oleh petugas IPSRS sesuai dengan jadwal yang telah dibuat
2) Perbaikan kerusakan maupun pemasangan peralatan baru di ruangan dapat
dilakukan dengan cara menghubungi petugas IPSRS di no extensen 110, maupun
lewat HT melalui posko Satpam.
3) Petugas IPSRS maupun perawat mengisi di buku pemeliharaan/kerusakan/kalibrasi
yang telah disediakan di ruangan
4) Prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan harus sesuai dengan SPO yang
telah dibuat

p. Petugas Linen & Laundry


Kegiatan pelayanan gizi di RS Djatiroto meliputi :
1) Pengadaan Linen Baru
Petugas linen melaporkan linen yang sudah tipis / sudah waktunya diganti / linen
yang hilang . Kemudian unit terkait mengajukan permintaan sesuai dengan
kebutuhan ( pb 24 ) setelah permintaan diajukan unit rumah tangga menghitung
kebutuhan kain dan di ajukan ke pengadaan .Setelah kain datang kemudian di
potong dan di jahit sesuai dengan kebutuhah , setelah selesai kemudian di beri
identitas sesuai dengan ruangan .
12
2) Pencucian Linen Kotor
Tahapan pelayanan pencucian linen kotor diawali dari ruang penerimaan linen kotor
kemudian di pilah berdasarkan jenis dan tingkat kekotorannya. Pemilahan linen
bertujuan untuk menghindari apabila masih terdapat linen infeksius yang tercampur
dengan linen non infeksius karena pada proses pencucian di perlakukan berbeda.
3) Pendistribusian Linen Bersih
Pendistribusian merupakan aspek administrasi yang penting yaitu pencatatan linen
yang keluar di Linen diterapkan system FIFO yaitu linen yang tersimpan sebelumnya
yaitu 1,5 par yang mengendap di penyimpanan harus dikeluarkan , sedangkan yang
selesai di cuci disiapkan untuk yang berikutnya. Pada saat yang bersamaan linen
yang di cuci di tukar dengan linen yang bersih sesuai degan jumlah linen kotor .
Sedangkan linen yang berada di lemari ruangan di pergunakan dulu agar tidak ada
linen yang mengendap. Untuk waktu pendistribusian ada 2 waktu yaitu pagi hari
jam 08.00 dan 13.00 . Sedangkan linen yang robek di serahkan ke petugas jahit
sedangkan linen yang sudah tipis segera diganti dengan yang baru.

6. SASARAN
a. Seluruh Unit Kerja
b. Karyawan Rumah Sakit
c. Seluruh Petugas Unit SDM dan Umum
d. Pasien Rumah Sakit

7. SKEDUL (JADWAL) PELAKSANAAN KEGIATAN


Bulan
No Jenis kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Membuat program untuk
peningkatkan kualitas mutu
pelayanan Unit SDM dan Umum

13
melalui survey kepuasan karyawan
2 Rapat dengan Tim / Unit terkait
untuk pelaksanaan kegiatan Unit
SDM dan Umum

8. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


a. Setiap bulan membuat laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan kepada Kepala
Sub Bagian SDM & Umum.
b. Setiap tiga bulan membuat laporan pelaksanaan kegiatan.

9. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


a. Melakukan pencatatan pada setiap kegiatan dan dilaksanakan setiap hari.
b. Setiap bulan melaporkan pelaksanaan program dan kegiatan.
c. Untuk evaluasi kegiatan dilaksanakan tiap 3 bulan dan 6 bulan sekali.

14