Anda di halaman 1dari 16

LA P O R A N

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L)

DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA


BIDANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
BEJANA TEKAN DAN LIFT

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM

KELOMPOK 2

1. ADI KAZARI WAHONO 101411123029


2. EFIFTA PRATAMA ANANDA 101111133
3. FAJAR GUMELAR 101311123098
4. LINCE VERAWATI 101311123024
5. NAFIAH NURFI AFRIANSYAH 101411123083
6. SENJAYANI 101311123082

PENYELENGGARA
PT. KATINDO MEGAH UTAMA
Surabaya, Januari 2016
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Maksud dan Tujuan..............................................................................2
C. Ruang Lingkup....................................................................................2
D. Dasar Hukum.......................................................................................2

BAB II KONDISI PERUSAHAAN...................................................................3


A. Gambaran Umum Rumah Sakit Universitas Airlangga.......................3
B. Temuan.................................................................................................3
1. Temuan Positif.................................................................................4
2. Temuan Negatif................................................................................4

BAB III ANALISA TEMUAN POSITIF DAN NEGATIF..............................5


A. Analisa Temuan Positif........................................................................5
B. Analisa Temuan Negatif.......................................................................8

BAB IV PENUTUP.............................................................................................13
A. Kesimpulan..........................................................................................13
B. Saran....................................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek
perlindungan tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang
Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Keselamatan dan kesehatan kerja
wajib dilaksanakan di tempat kerja, salah satunya di Rumah Sakit. Rumah
sakit merupakan tempat kerja yang unik dan kompleks untuk menyediakan
pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Semakin luas pelayanan kesehatan dan
fungsi rumah sakit tersebut, maka akan semakin komplek peralatan dan
fasilitas yang dibutuhkan. Kerumitan tersebut menyebabkan rumah sakit
mempunyai potensi bahaya yang sangat besar, tidak hanya bagi pasien dan
tenaga medis, tetapi juga pengunjung rumah sakit.
Keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit perlu mendapat
perhatian serius dalam upaya melindungi kemungkinan dampak negatif yang
ditimbulkan oleh proses pelayanan kesehatan, maupun keberadaan sarana,
prasarana, obat-obatan dan logistik lainnya yang ada di lingkungan rumah
sakit termasuk penggunaan alat-alat yang merupakan bejana tekan dan lift.
Penanganan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja,
penyakit akibat kerja dan kedaruratan termasuk kebakaran dan bencana yang
dapat berdampak pada pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung, dan
masyarakat di tempat rumah sakit tersebut.
Sudah seharusnya pihak pengelola RS menerapkan upaya-upaya
keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit. Maka dari itu kami
melakukan kunjungan Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit Universitas
Airlangga Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2016. Hasil
dari kunjungan Prakter Kerja Lapangan ini akan disusun menjadi laporan
yang merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikat Ahli
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum yang diadakan oleh PT
Katindo Megah Utama yang bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi.
B. Maksud dan Tujuan

1
Dari latar belakang di atas, maka maksud dan tujuan praktek kerja lapangan
di RS Universitas Airlangga yaitu:
1. Mempraktikkan teori yang telah diterima selama kegiatan pembinaan.
2. Mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai aplikasi K3 di
lapangan yaitu di Rumah Sakit Universitas Airlangga di bidang
Bejana Tekan dan Lift.
3. Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi peserta Calon Ahli
K3 Umum untuk dapat mengidentifikasi, menganalisa, dan
memberikan saran atau rekomendasi mengenai K3.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup praktek kerja lapangan di RS Universitas Airlangga yaitu:
1. Ruang lingkup Bejana Tekan meliputi kondisi fisik bejana tekan.
2. Ruang lingkup Lift meliputi kondisi fisik dan penggunaan lift.

D. Dasar Hukum
Dasar hukum sebagai pedoman dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan
ini diantaranya:
1. Bejana tekan
a. UU No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b. Permenaker No.Per.01/MEN/1982 tentang Bejana Tekan.
2. Lift
a. UU No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b. Per.03/Men/1999 tentang Syarat-syarat K3 pada Lift Untuk
Pengakutan Orang dan Barang.

BAB II
KONDISI PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum Rumah Sakit Universitas Airlangga


Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya terletak di Kampus C
Universitas Airlangga Surabaya, Jalan Mulyorejo. Rumah Sakit Universitas
Airlangga Surabaya mulai dibangun pada tahun 2007 dengan nama Rumah

2
Sakit Pendidikan Universitas Airlangga Surabaya yang dilandasi oleh
keingingan kuat Universitas Airlangga untuk berbakti kepada bangsa dan
negara melalui pembangunan kesehatan yang selaras dengan visi misi
Universitas Airlangga. Peresmian Rumah Sakit Universitas Airlangga
Surabaya pertama kali dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2011.
Visi Rumah Sakit Universitas Airlangga adalah menjadi rumah sakit
pendidikan terkemuka dalam pelayanan kesehatan paripurna, dan menjadi
rumah sakit terdepan dalam pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan.
Sedangkan Misi Rumah Sakit Universitas Airlangga adalah:
1. Menyelenggarakan pelayanan Kesehatan Paripurna;
2. Menjadi pusat rujukan masalah kesehatan;
3. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan tenaga kesehatan, dengan
berdasarkan kaidah pendidikan modern; dan
4. Melakukan penelitian dasar, klinis, maupun komunitas guna
pengembangan dan penapisan teknologi kedokteran dan kesehatan.
Terdapat beberapa pelayanan yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas
Airlangga Surabaya yaitu instalasi rawat inap, laboratorium, radiologi,
kedokteran fisik dan rehabilitasi, unit rawat jalan, farmasi 24 jam, medical
check up, dan IGD 24 jam.

B. Temuan di Rumah Sakit Universitas Airlangga


Berdasarkan hasil observasi dan identifikasi yang dilakukan pada
tanggal 30 Januari 2016, maka hasil temuan positif dan negatif mengenai K3
bejana tekan dan lift di RS Universitas Airlangga adalah sebagai berikut:

1. Temuan Positif yaitu:


a. Bejana Tekan yang terdapat di depan parkir mobil.
1) Terdapat safety sign.
2) Terdapat strip merah pada alat penunjuk tekanan.
3) Terdapat tanda pengenal bejana.
b. Tabung Gas yang terdapat di samping Rumah Sakit dekat instalasi
listrik.
1) Terdapat pagar pengaman dan terkunci.
2) Ada safety sign.
c. Lift yang ada di dalam Rumah Sakit.
1) Terdapat alarm di dalam lift.
2) Terdapat safety sign dilarang merokok.
3) Terdapat ukuran kapasitas beban lift dalam satuan kg atau
orang.

3
4) Terdapat 2 lampu penerangann dan ventilasi di dalam lift.
2. Temuan Negatif yaitu:
a. Bejana Tekan yang terdapat di depan parkir mobil.
1) Pagar tidak terkunci.
2) Tidak terdapat atap (pelindung sinar matahari).
3) Tidak ada baut pengencang dan terdapat karat.
b. Tabung Gas Tabung Gas yang terdapat di samping Rumah Sakit
dekat instalasi listrik.
1) Tabung dalam keadaan berkarat.
2) Diletakkan di ruang terbuka.
3) Diletakkan di dekat instalasi listrik.

4
BAB III
ANALISA TEMUAN POSITIF DAN NEGATIF

A. Analisa Temuan Positif


No. Foto Manfaat Saran Dasar Hukum
1. Sudah terdapat safety sign yang Dipertahankan UU No.1 Tahun 1970
dapat menjadi tanda bahwa gambar safety pasal 3 ayat 1 poin a
bejana tekan tersebut mudah sign tersebut dan tentang syarat-syarat
terbakar, mudah meledak, dilakukan keselamatan kerja
merupakan gas bertekanan, pemantauan bila dan pasal 14 poin b
harus terkunci dan seseorang ada gambar yang tentang kewajiban
tidak boleh menyalakan api, rusak. pengurus memasang
merokok, serta mobil tidak boleh gambar K3.
masuk ke dalam.
Bejana tekan juga sudah diberi
pagar agar tidak sembarangan
orang dapat masuk.

2. Terdapat strip merah pada alat Dipertahankan Per.01/MEN/1982


penunjuk tekanan pada bejana sesuai peraturan. pasal 10 ayat 4
tekan sehingga dapat digunakan tentang pedoman
untuk mengontrol agar tekanan tekanan.
tidak melebihi kapasitas.

5
3. Pada bejana sudah terdapat Dipertahankan Per.01/MEN/1982
tanda pengenal yang jelas dan karena sudah pasal 22 ayat 1 dan 4
tidak dapat dihapus/ dilepas sesuai peraturan. tentang tanda
serta diletakkan pada dinding pengenal pada bejana
bejana tekan sehingga mudah tekan.
dilihat dan dibaca.

4. Terdapat pagar pengaman Agar dapat UU No.1 Tahun 1970


dengan pintu pagar terkunci. dipertahankan pasal 3 ayat 1 poin a
dengan baik. tentang syarat-syarat
keamanan.

6
5. Terdapat safety sign untuk Agar dapat Undang-Undang RI
mengetahui potensi bahaya dipertahankan Nomor 1 Tahun 1970
tabung gas. dengan baik. Pasal 14 B tentang
kewajiban pengurus
memasang gambar
K3.

6. Sudah terdapat alarm tanda Agar dapat Permenaker


bahaya di dalam lift sebagai dipertahankan. No.03/MEN/1999
tanda pemberitahuan ketika tentang syarat-syarat
terjadi bahaya. keselamatan dan
kesehatan kerja lift
untuk pengangkutan
orang dan barang
(pasal 12 ayat 4)

7
7. Terdapat rambu dilarang Agar dapat Permenaker
merokok di dalam lift. dipertahankan No.03/MEN/1999
dan sebaiknya tentang syarat-syarat
dapat keselamatan dan
diperbanyak di kesehatan kerja lift
tempat lift yang untuk pengangkutan
lain. orang dan barang
(pasal 12 ayat 4)

8. Terdapat ukuran kapasitas beban Agar dapat Permenaker


lift dalam satuan kg atau orang. dipertahankan. No.03/MEN/1999
tentang syarat-syarat
keselamatan dan
kesehatan kerja lift
untuk pengangkutan
orang dan barang
(pasal 12 ayat 4)

8
9. Terdapat ventilasi dan Agar dapat Permenaker
penerangan dalam lift sebanyak dipertahankan No.03/MEN/1999
2 buah. dan dilakukan tentang syarat-syarat
pengukuran keselamatan dan
pencayahayaan kesehatan kerja lift
dalam lift. untuk pengangkutan
orang dan barang
(pasal 12 ayat 4).

9
B. Analisa Temuan Negatif
No. Foto Analisa Bahaya Potensi Saran Dasar Hukum
1. Terdapat tanda safety sign Melakukan UU No.1 Tahun 1970
tetapi di dalam penguncian pada pasal 14 poin b
kenyataannya pintu pagar pagar bejana tekan. tentang kewajiban
tidak terkunci. Hal ini pengurus memasang
menyebabkan setiap orang gambar K3.
bisa masuk ke dalam area
bejana tekan yang
berpotensi untuk
terjadinya bahaya meledak
dan terbakar.

2. Tidak terdapat penutup Memberikan atap Per.01/MEN/1982


bejana tekan agar terhindar pelindung pada bagian pasal 36 ayat 7 tentang
dari sinar matahari atas bejana. bejana tekan yang
langsung yang harus dilindungi dari
menyebabkan bahaya sumber panas dan
kebakaran. penyebab karat.

10
3. Terdapat sumber karat di Seharusnya diberi atap Per.01/MEN/1982-
bagian bawah bejana dan pelindung pada bagian pasal 36 ayat 7 tentang
ada baut yang hilang yang atas bejana yang dapat bejana tekan yang
mungkin dapat melindungi bejana harus dilindungi dari
mengganggu posisi bejana dari panas dan air sumber panas dan
menjadi tidak stabil. hujan yang penyebab karat.
menyebabkan korosif.
Serta melakukan
pemeriksaan secara
teratur pada bejana
untuk mengetahui
bagian mana pada
bejana yang hilang
atau yang memerlukan
perbaikan.
4. Tabung gas dalam keadaan 1.Dilakukan Peraturan Menteri
berkarat yang pengecekan tabung Tenaga Kerja dan
menyebabkan ketebalan gas secara berkala. Transmigrasi No.
bejana terkikis dan 2.Lantai dibersihkan PER.01/MEN/1982
berakibat kebocoran gas. dari genangan air. pasal 24 Ayat 1
tentang adanya
karatan atau retakan
yang dapat
membahayakan.

11
5. Tabung gas terletak di Meletakkan bejana di Peraturan Menteri
ruang terbuka yang terkena ruang tertutup yang Tenaga Kerja dan
sinar matahari langsung tidak terkena sinar Transmigrasi No.
dan terkena hujan dengan matahari langsungPER.01/MEN/1982
lantai terkena air yang dan berventilasi
pasal 36 Ayat 7
menyebabkan tabung gas dengan baik. tentang bejana tekanan
mudah berkarat. yang berisi atau botol-
botol baja harus
dilindungi dari sumber
panas dan penyebab
karat.
6. Tabung gas berada di Meletakkan tabung Undang-Undang
dekat instalasi listrik jika gas pada tempat yang Nomor 1 Tahun 1970
terjadi kebakaran karena jauh dari instalasi Ayat 3(C) tentang
listrik menyebabkan listrik. mencegah dan
ledakan pada gas. mengurangi bahaya
peledakan.

12
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hasil dari observasi yang dilakukan mengenai Keselamatan dan
Kesehatan Kerja bagian bejana tekan dan lift di Rumah Sakit Universitas
Airlangga Surabaya yaitu ditemukan beberapa potensi bahaya yang timbul
akibat ketidaksesuaian pelaksanaan K3 dengan peraturan yang ada. Bejana
tekan yang diobservasi meliputi bejana tekan yang berisi oksigen dan tabung
gas (elpiji), sedangkan lift yang diobservasi yaitu lift yang letaknya di dalam
rumah sakit.
Dalam observasi terdapat temuan positif yang sudah dilakukan pihak
rumah sakit dan dapat dipertahankan misalnya untuk bejana tekan berisi
oksigen sudah terdapat safety sign, tanda untuk mengetahui tekanan bejana,
sudah terdapat tanda pengenal bejana, ruang. Sedangkan temuan negatif
bejana berisi oksigen yaitu terdapat tanda safety sign pintu harus ditutup
tetapi di dalam kenyataannya pintu pagar tidak terkunci, tidak terdapat
penutup bejana tekan, terdapat sumber karat di bagian bawah bejana dan ada
baut yang hilang.
Temuan positif pada pengamatan bejana gas (elpiji) yaitu terdapat
pagar pengaman dengan pintu pagar terkunci, terdapat safety sign. Sedangkan
temuan negatif dari bejana gas (elpiji) yaitu tabung gas berkarat, tabung ags
terletak di ruang terbuka yang terkena sinar matahari langsung dan terkena
hujan, dan tabung gas berada di dekat instalalasi listrik.
Temuan positif pada pengamatan lift yaitu terdapat alarm bahaya
dalam lift, terdapat rambu dilarang merokok di dalam lift, terdapat ukuran
beban lift dalam satuan kilo dan orang, terdapat ventilasi dan penerangan
sebanyak dua buah.

B. Saran
Saran yang dapat diberikan untuk K3 di Rumah Sakit Universitas Airlangga
Surabaya berdasarkan hasil observasi diantaranya:

13
1. Untuk temuan positif baik pada bejana tekan ataupun lift sebaiknya tetap
dipertahankan serta dilakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik.
2. Untuk temuan negatif sebaiknya dilakukan perbaikan sesuai dengan
rekomendasi yaitu :
Pada Bejana Tekan
a) Melakukan penguncian pada pagar bejana tekan.
b) Memberikan atap pelindung pada bagian atas bejana.
c) Pemeriksaan teratur pada bejana
Pada Tabung Gas :
a) Dilakukan pengecekan tabung gas secara berkala.
b) Lantai dibersihkan dari genangan air.
c) Meletakkan bejana di ruang tertutup yang tidak terkena sinar matahari
langsung dan berventilasi dengan baik.
d) Meletakkan tabung gas pada tempat yang jauh dari instalasi listrik.

14