Anda di halaman 1dari 5

Nomor

Revisi Ke
Berlaku Tgl.

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PELATIHAN PENGGUNAAN APAR (ALAT PEMADAM API RINGAN)
DAN EVAKUASI BENCANA

DINAS KESEHATAN KOTA MADIUN


UPTD PUSKESMAS
MANGUHARJO
PHONE : 0351-464661 email : puskmanguharjo@yahoo.co.id
PEMERINTAH KOTA MADIUN
DINAS KESEHATAN
UPTD. PUSKESMAS MANGUHARJO
Jl. Gajahmada No.124 Madiun
PHONE : 0351-464661 email : puskmanguharjo@yahoo.co.id

KERANGKA ACUAN PELATIHAN PELATIHAN PENGGUNAAN APAR


(ALAT PEMADAM API RINGAN) DAN EVAKUASI BENCANA

A. LATAR BELAKANG

Alat pemadam api ringan (APAR) adalah alat pemadam kebakaran portable
karena bentuknya yang kecil dan praktis sehingga mudah dipindahkan dan dibawa
ke mana-mana. Fungsi APAR atau alat pemadam kebakaran portable itu sendiri
adalah mengatasi suatu titik api atau kebakaran yang masih dapat terkontrol.
Puskesmas sebagai suatu tempat kerja yang cukup komplek dengan
lingkungan kerja dan jenis pekerjaan yang bervariasi serta segala fasilitas dan
peralatannya, harus dipelihara sedemikian rupa untuk menjaga keamanan dan
mencegah kebakaran serta persiapan menghadapi bahaya. Untuk menjamin dan
menjaga keselamatan hidup pasien, pegawai dan pengunjung.
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) bahaya kebakaran pada bangunan
kesehatan diklasifisikan bahaya kebakaran ringan, mengingat bahan-bahan ( bahan
tidak mudah terbakar atau api tidak mudah menjalar) yang dapat menimbulkan
kebakaran sedikit terhadap bahan padat bahkan logam dan bahan gas cair.
Puskesmas maupun tempat fasilitas umum, menurut gedung atau bangunan
fasilitas umum harus dilengkapi atau dipasang APAR sebagai alat pemadam
kebakaran dini.
Keselamatan pasien dan petugas, keselamatan lingkungan (green
productivity) yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan dan keselamatan
bisnis Puskesmas yang terkait dengan kelangsungan hidup Puskesmas. Ke lima
aspek keselamatan tersebut sangatlah penting untuk dilaksanakan di setiap
Puskesmas. Namun harus diakui kegiatan institusi Puskesmas dapat berjalan
apabila ada pasien. Karena itu keselamatan pasien merupakan prioritas utama
untuk dilaksanakan dan hal tersebut terkait dengan isu mutu dan citra Puskesmas.
Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kebakaran adalah dengan
meningkatkan pengetahuan terhadap penggunaan alat pemadam api
ringan dengan mengadakan pelatihan oleh unit penanggulangan kebakaran
di tempat kerja.
Karyawan dibentuk dan ditugaskan untuk menangani masalah
penanggulangan kebakaran di tempat kerja yang meliputi kegiatan administratif,
identifikasi sumber-sumber bahaya, pemeriksaan,pemeliharaan dan perbaikan
sistem proteksi kebakaran. Karyawan diharapkan setelah melakukan pelatihan
mampu menggali dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang
cukup sehingga tidak ada insiden terjadinya kebakaran.
Selain bahaya kebakaran Puskesmas Manguharja yang berlantai 2 juga perlu
adanya kesiapan karyawan bila terjadi bencana. Dalam evakuasi korban harus
dapat dilakasankan secara tepat dan cepat sesuai dengan alur yang ada sehingga
bisa menyelamatkan jiwa yang dalam kondisi berbahaya.
Berdasarkan hal tersebut, maka Puskesmas akan melaksanakan
Pelatihan Penggunaan APAR dan Evakuasi Bencana sebagai salah satu upaya
pembinaan untuk keselamatan kerja karyawan dan keamanan pasien (Patient
Safety) di Puskesmas Manguharjo.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum

Menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pasien ( patient safety) serta
keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan

2. Tujuan Khusus
a. Karyawan mengetahui cara menggunakan APAR
b. Karyawan mengetahui cara menggunakan APAT
c. Karyawan mengetahui cara mencegah kebakaran
d. Karyawan mengetahui alur evakuasi bencana

C. KELUARAN YANG DIHARAPKAN


1. Semua karyawan Puskesmas Manguharjo paham dan mengerti tentang
pengunaan APAR dan APAT jika terjadinya kebakaran.
2. Menciptakan karyawan yang tanggap, efektif, efisien dan proposional dalam
penanggulangan kebakaran dengan menggunakan APAR dan APAT
3. Terbentuknya alur dan tindakan evakuasi bencana yang jelas

D. SASARAN

Pelatihan Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan Evakuasi


Bencana ini adalah karyawan Puskesmas Manguharjo berjumlah 51 orang

E. METODE PELATIHAN

Proses belajar interaktif dengan metode ceramah, simulasi dan demontrasi.


F. JADWAL PELAKSANAAN PELATIHAN
1. Waktu dan Lokasi
Pertemuan dilaksanakan :Ruang Pertemuan dan halaman
Puskesmas Manguharjo
Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Kamis, 15 September 2016
Waktu Pelaksanaan : 13.00 17.25 WIB
Sasaran :Seluruh Karyawan Puskesmas
Manguharjo
Dengan pelaksanaan sebagai Berikut :
No. Jam Kegiatan Penanggung Jawab Ket.
1 13.00 13.15 Registrasi Panitia
2 13.15 13.30 Sambutan Kepala Kepala Puskesmas
Puskesmas
3 13.30 14.15 Materi Tentang Tim Pemadam
Pengunaan APAR Kebakaran BPBD
4 14.15 15.00 Materi Tentang Tim Pemadam
Pengunaan APAT Kebakaran BPBD
5 15.00 15.45 Materi Evakuasi Tim Pemadam
Bencana Kebakaran BPBD
6 15.45 17.15 Praktek Lapangan Tim Pemadam
Pengunaan Apar Kebakaran BPBD
7 17.15 -17.25 Penutup Panitia

2. Pelaksana
Narasumber : Tim Pemadam Kebakaran BPBD
3. Peserta Pelatihan
Peserta Seluruh Karyawan Karyawati Puskesmas Manguharjo

G. BIAYA DAN FASILITAS PELATIHAN

Anggaran penyelenggaraan pelatihan dibebankan kepada Kegiatan Penyediaan


Biaya Operasional dan Pemeliharaan Puskesmas Manguharjo (BLUD) Tahun 2016

H. PENUTUP

Demikian kerangka acuan pelatihan Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api


Ringan) dan Evakuasi Bencana. Semoga dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Mengetahui Madiun, 13 September 2016
Kepala UPTD Puskesmas Manguharjo Ketua Tim Peningkatan Mutu dan
Keselamatan Pasien

Muchaiyan, SKM Drg. Kris Budi Setiawan


NIP. 19731026 200501 2 006 NIP. 198103182 201001 1 017