Anda di halaman 1dari 2

Kualitas dan Keamanan Darah

No. Dokumen No. Revisi Halaman


LAB.SPO.0077 0 1 dari 2
Diterbitkan tanggal Ditetapkan oleh :
STANDAR Direktur
PROSEDUR
OPERASIONAL

07 Oktober 2014 dr. T. Soebroto,M.Kes


Pengertian Tata cara menjamin mutu darah dan aman bagi resipien

Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah kualitas dan keamanan


darah.

Kebijakan Kualitas dan Keamanan Darah perlu dilakukan untuk menjamin


keselamatan pasien yang mendapatkan transfusi
(sesuai dengan Surat Keputusan Direktur RS. Panti Waluyo Yakkum
Surakarta Nomor 2436a/PW/Sekr/VIII/2014 tentang Kebijakan Bank
Darah RS Panti Waluyo Surakarta)

Prosedur Tahapan Kualitas dan Keamanan Darah


1. Pengiriman :
Untuk menjaga keamanan tidak adanya resiko keamanan bagi
masyarakat dan staf laboratorium. Pengiriman harus dilakukan
dengan cara :
a. Setiap kantung darah harus dikirim dalam sebuah
kotak pendingin untuk menjaga suhunya antara 2o C 6o C.
b. Kunci rapat kotak pendingin untuk menjaga
tumpahan darah (kalau ada).
c. Beri label untuk mencegah hilangnya kotak di
perjalanan.
d. Kantong darah yang mengalami kebocoran harus
dibuang dan kantong darah yang tersisa disucihamakan.
2. Penerimaan Darah dari
UTD
Tindakan yang dilakukan ketika menerima kiriman darah atau
plasma dari UTD yaitu :
a. Catatlah waktu kedatangannya
b. Periksa dan catat suhu yang terdapat di dalam kotak
pendingin.
c. Periksa suhu darah dengan menggunakan teknik roti tumpuk
(sandwich), dimana sebuah thermometer diapit oleh dua
kantong darah.
d. Periksa tanda-tanda rusaknya darah :
- Tanda adanya hemolisa pada plasma yang menunjukkan
darah telah terkontaminasi, membeku, atau disimpan
dalam suhu yang terlalu panas.
- Tanda adanya hemolisa pada batas antara darah dan
plasma. Apabila hal ini terjadi, kocoklah kantung darah
secara halus dan tunggu sampai menghilang sebelum
dipindahkan. Semua tanda kontaminasi seperti perubahan
Kualitas dan Keamanan Darah
No. Dokumen No. Revisi Halaman
LAB.SPO.0077 0 2 dari 2
warna sel darah merah.

Sel darah merah yang terkontaminasi umumnya berwarna


lebih gelap atau ungu kehitaman.
- Semua tanda penggumpalan, yang menunjukkan darah
tidak dicampur merata dengan antikoagulan saat
dikumpulkan.
- Semua tanda kebocoran pada kantung darah atau
kemungkinan kantung itu pernah dibuka sebelumnya.
- Perlakuan yang demikian juga diberlakukan setiap kali
darah dikeluarkan dari lemasi Es.

3. Penyimpanan Darah:
a. Dalam penyimpanan darah, perlu diperhatikan kondisi-kondisi
sebagai berikut :
- Suhu penyimpanan darah antara 2o C 6o C
- Darah tidak boleh dibiarkan sampai membeku.
b. Penyimpanan darah, disimpan pada lemari Es khusus darah
yang dapat menjaga suhunya antara 2o C 6o C.
c. Pemantauan suhu lemari es
- Pencatatan suhu dengan thermometer yang mampu
mencatat jangkauan suhu untuk menyimpan darah (2o C
6o C) atau menggunakan almari es yang sudah ada
tampilan suhunya.
- Pencatatan suhu dilakukan sehari 3 kali, pada table khusus
beserta tanggal, jam pencatatan.

Unit Terkait - Bank Darah RS