Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL PROGRAM HIBAH BINA DESA

PENERAPAN TEKNOLOGI ALAT PENGGILING BATANG TEMBAKAU


UNTUK PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK
DI DESA GARON, KECAMATAN MUSUK, KABUPATEN BOYOLALI

Disusun Oleh :

Bimacaesar Prawira Gumilang (NIM 3.32.14.1.03 - 2014)

Agung Mulyono (NIM 3.22.14.1.02 - 2014)


Agustina Wahyu Widayati (NIM 4.43.15.0.02 - 2015)
Annisa Mustikaning Dewanti (NIM 3.32.25.2.04 - 2015)
Enita Ayu Dhea Lestari (NIM 3.34.15.1.09 - 2015)
Imam Edi Susanto (NIM 3.32.15.1.10 - 2015)
Wimba Zainrona (NIM 4.31.15.1.24 - 2015)
Wisnu Giri Kencono (NIM 3.32.25.2.22 - 2015)
Yulia Inka Lestari (NIM 3.32.25.2.23 - 2015)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG


SEMARANG
2016
A. JUDUL
Pemberdayaan Teknologi Alat Penggiling Batang Tembakau untuk Pembuatan Pestisida
Organik di Desa Garon, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

B. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara agraris, yaitu negara yang masyarakatnya mayoritas
yang bercocok tanam, sehingga banyak masyarakat bermata pencahariaan sebagai
petani. Salah satu komoditas tinggi pertanian masyarakat di Indonesia adalah tembakau.
Salah satu wilayah penghasil tembakau di Pulau Jawa adalah Kabupaten Boyolali,
khususnya Kecamatan Musuk, dari segi geografis daerah Boyolali masuk wilayah lereng
gunung Merapi yang masyarakatnya banyak bercocok tanam. Kecamatan Musuk
terdapat 5 (lima) desa yang mampu memproduksi tembakau dengan kualitas tinggi yang
salah satunya adalah Desa Garon yang menjadi produsen tembakau dengan jumlah
besar.
Pemanfaatan tanaman tembakau hanya digunakan daunya sebagai bahan baku
utama pembuatan rokok, sedangkan batang tembakau yang belum dimanfaatkan
sepenuhnya oleh petani, hanya sebagian batang kering dimanfaatkan kayu bakar
menjadikan sebagai limbah setelah selesai pemanenan.
Penggunaan pestisida kimia kurang diminati petani, karena harganya yang mahal
sehingga biaya produksi tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan petani.
Penggunaan pestisida kimia juga akan menimbulkan dampak negatif bagi tanah.
Pestisida kimia dapat mengurangi kesuburan tanah. Namun disisilain, petani khawatir
bila hasil panen gagal karena hama tanaman.
Dewasa ini, penggunaan teknologi yang efektif dan efisien sangat dibutuhkan.
Teknologi dapat digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Alat penggiling
merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan
manusia. Alat penggiling merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan bagian
ampas dan bagian sari sebuah tanaman. Penggunaan alat yang efektif untuk
meningkatkan hasil pertanian di Desa Garon belum digunakan, sehingga penggunaan
alat yang mampu meningkatkan hasil pertanian sangat dibutuhkan oleh warga desa.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kami bermaksud untuk membantu
meningkatkan produksi tanaman tembakau di Desa Garon, dengan menggunakan alat
penggiling untuk mengolah limbah batang tembakau yang dapat digunakan untuk
pestisida organik. Hal tersebut memiliki banyak manfaat, yaitu tanah tidak akan tercemar
karena penggunaan pestisida kimia, pemanfaatan limbah menjadi energi terbarukan,
peningkatan produktifitas petani karena dapat mengurangi serangan hama, dan
peningkatan nilai jual tanaman tembakau karena pupuk yang digunakan pupuk organik
yang memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat.

C. PERUMUSAN MASALAH
Melihat potensi batang tembakau di Desa Garon, Kecamatan Musuk, Kabupaten
Boyolali yang belum termanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, maka dari itu kami
bersama-sama membantu masyarakat untuk menggunakan alat penggiling limbah batang
tembakau menjadi pestisida organik untuk mengurangi hama tanaman pertanian
sehingga bisa mewujudkan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
D. TUJUAN
Tujuan diadakanya program ini adalah sebagai berikut :
1. Penerapan alat penggiling batang tembakau yang efektif dan efisien untuk
pembuatan pestisida organik.
2. Pemanfaatan limbah berupa batang tembakau guna menciptakan energi baru dan
terbarukan.
3. Meningkatkan penghasilan petani di Desa Garon dengan pestisida organik yang
dihasilkan.
4. Terciptanya nilai jual tembakau yang tinggi karena menggunakan pestisida
organik.
5. Terciptanya teknologi untuk mengurangi dampak pencemaran tanah.

E. INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM


Tabel 1 : Indikator Keberhasilan Program
Tahapan Rincian Kegiatan Aktivitas Kegiatan PHBD Indikator Capaian
Pengenalan proses kerja
alat penggilingan batang
tembakau untuk
pembuatan pestisida Perubahan perilaku
organik masyarakat berupa:
Pengenalan konsep Penggunaan alat yang
pembuatan pestisida efektif dan efiseien oleh
organik limbah batang masyarakat untuk
Sosialisasi Workshop
tembakau dan meningkatkan
penerapannya pada produktifitas pertanian
tanaman dan menimbulkan efek
Penyuluhan pemanfaatan positif bagi petani dan
limbah batang tembakau lingkungan.
sebagai pestisida organik
dan dampak bagi
lingkungan
Pemilihan Lokasi Konsultasi dengan
sampel penerapan kelompok tani dan Lokasi sampel penerapan
pestisida organik Koperasi Desa
Pembuatan
Mengkoordinasi
pestisida organik Dihasilkan pestisida
masyarakat dalam
limbah batang organik limbah batang
penggunaan alat dalam
tembakau dengan tembakau yang ramah
pembuatan pestisida
alat penggiling lingkungan
organik
batang tembakau
Bina Desa
Pengujian
Penggunaan pestisida
pestisida organik Berkurangnya hama
organik sebagai sampel
limbah batang yang menyerang
pada beberapa tanaman
tembakau pada tanaman pertanian
pertanian
lahan pertanian
Pemanfaatan Penggunaan pestisida Terwujudnya pestisida
pestisida organik organik pada tanaman organik limbah batang
limbah batang pertanian secara tembakau sebagai
tembakau keseluruhan pembasmi hama tanaman
Membuat manual book
serta melakukan
Pembuatan
penyuluhan kepada
manual book Terciptanya program
kelompok tani desa Garon
penggunaan alat serta pemanfaatan secara
tentang tata cara
penggiling batang berkelanjutan dan
penggunaan alat dan
tembakau untuk terciptanya energi baru
prosedur pembuatan serta
pembuatan dan terbarukan
penggunaan pestisida
pestisida organic
organik limbah batang
tembakau

F. LUARAN YANG DIHARAPKAN


Luaran yang diharapkan pada program tersebut diatas yaitu:
1. Penggunaan dan tersusunnya manual book alat penggiling yang efektif dan
efisien.
2. Terciptanya teknologi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan serta
bermanfaat.
3. Terjalinnya kerjasama dengan masyarakat desa Garon untuk melanjutkan program
penggunaan alat untuk pemanfaatan limbah batang tembakau sebagai pestisida
organik serta akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan memproduksinya
dalam jumlah besar.
4. Publikasi Tulisan Ilmiah di Jurnal Nasional.
5. Profil Poster hasil pelaksanaan Kegiatan Bina Desa di Desa Garon, Kecamatan
Musuk, Kabupaten Boyolali.

G. KEGUNAAN
Kegunaan yang diharapkan pada program tersebut diatas yaitu:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan teknologi yang efektif
dan efisien untuk meningkatkan produksifitas pertanian.
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah menjadi energi
baru dan terbarukan
3. Meningkatkan nilai jual dan produktifitas tanaman tembakau dan untuk
meningkatkan perekonomian masyarakat.
4. Meningkatkan penghasilan petani di Desa Garon dengan pestisida organik yang
dihasilkan.
5. Mengurangi dampak pencemaran tanah dengan pestisida organik.

H. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT


Desa Garon Kecamatan Musuk merupakan salah satu desa di Kabupaten
Boyolali, memiliki luas lahan komoditas tembakau 4.000 hektare yang terdiri dari 3.000
hektare tembakau rajang dan 1.000 hektare tembakau asepan. Dimana produktivitas
mencapai 2 ton per hektarenya.
Sebagai desa dengan penghasil tembakau dengan kualitas yang baik serta mampu
memproduksi tembakau dengan jumlah yang banyak tentunya akan menimbulkan suatu
limbah yang banyak pula. Salah satu limbah yang dihasilkan dari tanaman tembakau
yaitu batang tembakau itu sendiri. Sampai saat ini masyarakat Desa Garon Kecamatan
Musuk Kabupaten Boyolali belum memanfaatkan limbah batang tembakau tersebut
secara optimal.
Di desa Garon Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali terdapat 63 Kepala
Keluarga dan hampir seluruh masyarakatnya adalah petani tembakau. Kurangnya
pengetahuan dari masyarakat menyebabkan masyarakat tidak bisa mengolah limbah
batang tembakau tersebut menjadi sesuatu yang berguna.
Perjalanan Semarang ke Desa Garon Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali
menempuh jarak kurang lebih sejauh 74,7 km.

Peta Perjalanan menuju Desa Garon, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali

Perkebunan tembakau dan batang tembakau yang hanya menjadi limbah setelah panen

I. METODE PELAKSANAAN
Pelaksanaan kegiatan Program Hibah Bina Desa dilakukan dengan kerjasama
Tim PHBD UKM Pengembangan Pengetahuan Politeknik Negeri Semarang dengan
Paguyuban Kelompok Tani Desa Garon. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan
penerapan alat penggilingan batang tembakau untuk mengolah limbah batang tembakau
menjadi pestisida organik dengan metode ekstraksi yaitu dengan cara merendam
tembakau 1 kg batang tembakau kedalam air selama 1 malam, tembakau yang telah
direndam lalu diambil ekstraknya dengan menggunakan alat penggiling, kemudian
ekstrak tersebut disaring. Proses selanjutnya adalah dengan menghaluskan bawang putih
dengan blender dan disaring lalu diambil ekstraknya. Setelah proses selesai campurkan
kedua ekstrak batang tembakau, ekstrak bawang, dan detergen dengan perbandingan 1
liter ekstrak tembakau, 0,5 liter ekstrak bawang, 2 sendok detergen. Cara
menggunakannya adalah dengan mencampurkan 100 cc hasil semua ekstrak dengan 1
liter air dan disiramkan pada tanaman 2 kali sehari. lalu campur hingga rata. Tempatkan
hasil campuran ke alat penyemprot. Pestisida organik siap pakai.
Sistematika Kerja Program

Tembakau

Hasil

Batang Daun
Tembakau ( Dijual)
(Limbah)

Dimanfaatkan

Pestisida Organik

Keterangan :
Siklus ini menjelaskan sistem kerja dari pembuatan pestisida dari batang
tembakau. Sistem ini memiliki siklus yang berkesinambungan dari tembakau yang
dapat menghasilkan daun yang dimanfatkan untuk rokok, dan limbahnya berupa batang
tembakau yang belum dimanfaatkan. Batang tembakau diolah menjadi pestisida
organik, dan pestisida organik ini dimanfaatkan kembali untuk menjadi tanaman
tembakau, sehingga siklus ini berotasi selayaknya rantai makanan sehingga teknologi
ini dapat menjadi sumber energi terbarukan.
J. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Waktu Pelaksanaan
Bulan
Kegiatan Rincian Kegiatan Bulan Bulan Bulan
September
Juli Agustus Oktober

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Sosialisasi Workshop

Pemilihan Lokasi sampel


penerapan pestisida
organik

Pembuatan pestisida
organik limbah batang
tembakau dengan alat
penggiling batang
tembakau
Bina Desa
Pengujian pestisida organik
limbah batang tembakau
pada lahan pertanian

Pemanfaatan pestisida
organik limbah batang
tembakau

Pembuatan manual book


penggunaan alat penggiling
batang tembakau untuk
pembuatan pestisida
organik

K. KEMITRAAN
Pihak mitra yang berperan dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Desa
Garon, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Kelompok tani berperan untuk
mengoperasikan alat penggilingan batang tembakau dan memproses batang tembakau
menjadi pestisida organik dengan bantuan binaan dari Unit Kegiatan Mahasiswa
Pengembangan Pengetahuan Politeknik Negeri Semarang.

L. BIAYA
No Keterangan Sumber Biaya Dari Ditjen Belmawa
1 Bahan habis pakai Rp 3.900.000,00
2 Peralatan penunjang Rp 22.550.000,00
3 Perjalanan Rp 7.000.000,00
4 Publikasi dan Workshop Rp 10.500.000,00
Jumlah Rp 43.950.000,00