Anda di halaman 1dari 1

Syndrome lesi yang terbatas pada radiks servikalis masing-masing

C3 , C4 : nyeri pada leher dan bahu ; jarang, paresis sebagian dari diafragma.

C5 : nyeri, kemungkinan besar hipalgesia pada dermatom C5 ; gangguan persarafan otot deltoideus dan
bisep brakialis.

C6 : nyeri, kemungkinan besar hipalgesia pada dermatom C6; paresis pada otot biseps brakialis dan
brakioradialis; reflex biseps menurun

C7 : nyeri, kemungkinan besar paraestesia atau hipalgesia pada C7 paresis otot triseps brakialis dan
pronator teres dan kemungkinan atrofi tenar ibu jari; reflex triseps menurun.

Sindrome lesi yang terbatas pada masing masing radiks lumbalis

L3 : nyeri, kemungkinan parestesia pada dermatom L3; paresis otot kuadriseps femoris; reflex tendon
kuadriseps (reflex patela) menurun atau menghilang.

L4 : nyeri, kemungkinan parestesia atau hipalgesia pada dermatom L4; paresis otot kuadriseps dan
tibialis anterior; reflex patella berkurang

L5 : nyeri, kemungkinan parestesia atau hipalgesia pada dermatom L5; paresis dan kemungkinan atrofi
otot ekstensor halusis longus, seperti juga otot ekstensor digitorum brevis , tidak ada reflex tibialis
posterior.

S1 : nyeri, kemungkinan parestesia hipalgesia pada dermatom S1 ; paresis otot peronealis dan triseps
surae; hilangnya reflex trisep surae (reflex tendon achilles)