Anda di halaman 1dari 1

Soal Kelompok 4

Bagaimana Mekanisme infeksi HPV dapat menyebabkan ca cervix? (salah 1 jalur selain P53)
Jawab:
NB: ini ada beberapa jalur, bisa dipilih salah satu
1. Jalur aktivasi telomerase (imortalisasi)
Untuk menjadi sel yang tidak bisa mati (immortal), sel harus bida menginduksi
ekspresi telomerase, yaitu enzim yang diaktifkan pada sel kanker. Protein E6 berisiko
tinggi mengaktifkan transkripsi dari Telomerase Reverse Transcriptase (TERT),
bersamaan dengan inaktivasi RB oleh E7, merupakan langkah penting dalam
imortalisasi sel. E6 mengaktifkan TERT dan telomerase melalui E6AP dengan
berinteraksi dengan MYC, memodulasi aktivitas represor (upstream stimulating
factors 1 dan 2 (USF1 dan USF2), faktor transkripsi nukleus X box binding protein 1-
91(NFX1-91) dan aktivator (MYC- MAX. SP1 dan histone acetyltransferases) yang
mengikat promoter TERT. E6 juga secara langsung berkaitan dengan NFX123 untuk
meningkatkan ekspresi TERT melalui mekanisme transkripsi dan post-transkripsi.
2. Jalur Resistensi terhadap sitokin yang mensupresi pertumbuhan sel
E6 dan E7 mengganggu efek dari berbagai sitokin yang menghambat ploriferasi sel
yang diinduksi oleh infeksi. Saat virus menginfeksi, sel menghasilkan mediator
inflamasi seperti tumor necrosis factor- (TNF-), yang merupakan inhibitor poten
dari proliferasi keratinosit. Sitokin inflamasi dapat mengaktifkan mekanisme
apoptosis ekstrinsik melalui kematian reseptor transmembran permukaan sel dari
rumpun reseptor TNF, seperti TNF reseptor 1 (TNFR1), FAS (juga dikenal sebagai
CD95) dan reseptor TNF-related apoptosis-inducing ligand (TRAIL). Protein E6
berisiko tinggi memblokir apoptosis yang diinduksi oleh TNF dengan langsung
mengikat TNFR1, yang menghambat pembentukan sinyal untuk apoptosis. E6 juga
berinteraksi dengan protein adaptor FAS-associated protein with death domain
(FADD) dan caspase 8 untuk memblokir kematian sel dalam menanggapi FAS dan
TRAIL. E6 juga bisa mengganggu induksi apoptosis jalur ekstrinsik dan intrinsik
(Mitokondria) melalui interaksi dengan pro-apoptosis anggota Bcl2 yaitu BAK dan
BAX, serta dengan peningkatan regulasi penghambat apoptosis seperti inhibitor
apoptosis protein 2 (IAP2, juga dikenal sebagai BIRC2) dan survivin (juga dikenal
sebagai BIRC5).