Anda di halaman 1dari 125

BAB 4

INSTRUMENTASI TEHNIK BEDAH UMUM

Pada bab ini penulis akan sampaikan tehnik instrumentasi pada tindakan
pembedahan bedah umum, mulai dari penataan alat di meja mayo dan meja
instrumen baik set dasar maupun set khusus dan persiapan bahan dan alat
penunjang. Hal ini bertujuan agar dapat memperlancar jalannya operasi,
mempertahankan kesterilan alat dan mengatur alat secara sistematis di meja mayo.

4.1 Instrumentasi Tehnik Bedah TKV dan Neoro Surgery


4.1.1 Instrumentasi Tehnik Laminectomy dan Stabilisasi Posterior
1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi laminectomy dan stabilisasi
posterior ( pembukaan lamina untuk dekompresi dan stabilisasi menggunakan
implan pedicle screw ).
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi laminectomy dan
stabilisasi posterior.
2.2 Memperlancar jalannya operasi laminectomy dan stabilisasi posterior.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien telungkup / prone.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


33Bedah Pusat
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 31 Januari 2015
34

2. Towel / doek klem


3. Handvat mess no. 3 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Van pean
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Needle holder
11. Hak tajam
12. Langn back
13. Canule suction
3.2.2 Set tambahan
1. Spreider gigi satu / gelfi
2. Spreader tajam
3. Raspatorium / Kop
4. Edson
5. Knabel tang besar dan kecil
6. Keirson / Hayek no. 3 dan 5
7. Ceno hook
8. Hammer
3.2.3 Set / alat khusus
1. Instrumen pedicle screw ( pin, owl, ball tip, probe, tapper, screw
driver, pemegang rods, pemotong, pusher, compressor ) ; Pedicle
screw sesuai ukuran, rods dan nuts.
2. C - arm
3.2.4 Alat dan bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Sarung image / C arm
3. Handscoen
4. Deppers, kassa
5. Cucing kecil, sedang, bengkok

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
35

6. Perlak steril / underpad steril


7. Handle lamp
8. Mess no. 10 dan 15
9. Selang suction
10. Kabel diatermi monopolar dan bipolar
11. Steril drape
12. Spuit 10 cc dan 20 cc
13. Needle injeksi no. 25
14. Surflo no.16 fr
15. Macam macam benang
16. Drain set
17. Sufratulle
18. Folley cateter + urine bag
19. Bonewax
20. Adrenaline, lidocain 2 %
21. Betadine, alcohol 70 %, PZ
3.2.5 Alat dan bahan penunjang non steril
1. Meja operasi ; meja instrument ; meja mayo
2. Lampu operasi
3. Mesin diatermi
4. Mesin suction
5. Mesin bor
6. Plester polyester / hipafix
7. Gunting verband
8. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu oleh asisten
menyiapkan lokasi /area operasi dengan memberi tanda atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
36

4.3 Membuat larutan adrenalin dan lidoacain 2% untuk infiltrasi


1 : 200.000
4.4 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.5 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.6 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.7 Memberikan spuit 10cc yng berisi larutan adrenalin dan lidoacain 2%
untuk infiltrasi.
4.8 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.9 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.10 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap TIME
OUT.
4.11 Memberikan kepada operator mess no.1 dan pinset chirurgis untuk insisi
kulit sampai fat dan bipolar kepada asisten untuk menghentikan
perdarahan dengan spoel PZ.
4.12 Memberikan mess no. 2 untuk memperdalam insisi.
4.13 Memberikan spraider tajam untuk membuka dan memudahkan area
operasi sebanyak 2 buah.
4.14 Memberikan diatermi monopolar untuk memperdalam insisi.
4.15 Memberikan raspatorium / kop untuk memisahkan ligament dari tulang.
4.16 Memberikan doek klem untuk menjepit discus yang dilepas dari tulang.
4.17 Memberikan van pean untuk memberi tanda letak hernia / stenosis.
4.18 Menyiapkan C-arm untuk menentukan posisi hernia / stenosis.
4.19 Memberikan knable tang dan keirson / hayek secara bergantian untuk
mengangkat tulang atau decompresi.
4.20 Bila ada perdarahan tulang berikan bonewax.
4.21 Pada tahap stabilisasi / pemasangan pedicle screw pertama memberikan
pin / owl, drill, ball tip, probe + hamer, tapper (K/P), screw driver dan

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
37

screw sesuai ukuran kemudian cek dengan image / C-arm untuk


memastikan letak screw sudah sesuai.
4.22 Kalau posisi screw sudah benar pasang rod sesuai ukurannya, dilanjutkan
dengan nuts.
4.23 Dilanjutkan dengan decompresi, berikan knable tang dan keirson secara
bergantian untuk memotong tulang.
4.24 Memberikan edson untuk membebaskan dura dari lamina.
4.25 Memberikan mesz 15 untuk membersihkan ligamentum clavum .
4.26 Cuci luka dengan PZ untuk memastikan bahwa luka sudah tidak ada
perdarahan dan berikan bipolar jika ada perdarahan.
4.27 Memberikan pinset chirurgis dan benang safil no.1 untuk menjahit otot
dan genting benang / ligature scissors kepada asisten
4.28 Memberikan drain no.12 ( fiksasi dengan silk no.2/0 cutting).
4.29 Memberikan safil no.1 untuk menjahit fasia, safil 2/0 untuk fat dan
subcutan kemudian nylon no.3/0 untuk kulit.
4.30 Membersihkan luka dengan kassa basah dan dikeringkan lalu diberi
sofratulle dan ditutup dengan opsite.
4.31 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.32 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.33 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.1.2 Instrumentasi Tehnik Open Thorachotomy


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pembukaan rongga thorax untuk
tujuan tertentu ( prosedur diagnosis atau terapi ).
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi open thorachotomy.
2.2 Memperlancar jalannya operasi open thorachotomy.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
38

3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien miring / lateral.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Van pean
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10.Needle holder
11.Hak tajam
12.Langn back
13.Canule suction
3.2.2 Set tambahan
1. Spreider thorax
2. Spreider pengait / penutup thorax
3.2.3 Alat dan bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Perlak steril / underpad steril

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
39

6. Handle lamp
7. Mess no. 20 dan 10
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10.Steril drape
11.Macam macam benang
12.Sufratulle
13.Folley cateter + urine bag
14.Betadine, alcohol 70 %, PZ
3.2.4 Alat dan bahan penunjang non steril
1. Meja operasi ; meja instrument ; meja mayo
2. Lampu operasi
3. Mesin diatermi
4. Mesin suction
5. Plester polyester / hipafix
6. Gunting verband
7. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu oleh asisten
menyiapkan lokasi / area operasi dengan memberi tanda atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril
dan doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua
alat dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
40

4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien,


memasang kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan kepada operator mess no.1 dan pinset anatomis untuk
insisi kulit sampai fat dan menggunakan diatermi monopolar untuk
memperdalam insisi.
4.10 Membuka / insisi intercostae menggunakan diatermi monopolar.
4.11 Setelah rongga thorax terbuka memberikan spreader thorax untuk
memudahkan dan membuka thorax secara otomatis.
4.12 Operator akan melakukan eksplorasi sesuai tujuan operasi dengan
memberikan pinset anatomis panjang.
4.13 Setelah tahap eksplorasi dilakukan penutupan, rongga thorax
didekatkan dengan menggunakan spreader pengait dan dijahit dengan
safil no.2 sampai fasia.
4.14 Dilanjutkan dengan safil no.2/0 untuk menjahit sub cutis dan kulit
dijahit dengan menggunakan benang absorvable.
4.15 Membersihkan luka dengan kassa basah dan dikeringkan lalu diberi
sofratulle dan ditutup dengan kassa dan hipafix.
4.16 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.17 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.18 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.1.3 Instrumentasi Tehnik Clipping Costae


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi clipping costae / fiksasi pada
tulang costae yang patah ( fracture costae ).
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi Clipping
Costae.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Clipping Costae.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
41

2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja


mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien miring / lateral.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Gunting metzembaum
8. Gunting benang / ligature scissors
9. Needle holder
10.Hak tajam
11.Langn back
12.Canule suction
3.2.2 Set tambahan
1. Set Clipping costae sesuai ukuran beserta tang penjepit.
2. Raspatorium
3.2.3 Alat dan bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
42

4. Cucing kecil, sedang, bengkok


5. Perlak steril / underpad steril
6. Handle lamp
7. Mess no. 20 dan 10
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10.Steril drape
11.Macam macam benang
12.Sufratulle
13.Folley cateter + urine bag
14.Betadine, alcohol 70 %, PZ
3.2.4 Alat dan bahan penunjang non steril
1. Meja operasi ; meja instrument ; meja mayo
2. Lampu operasi
3. Mesin diatermi
4. Mesin suction
5. Plester polyester / hipafix
6. Gunting verband
7. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan
secara fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan
memakai baju operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu
oleh asisten menyiapkan lokasi / area operasi dengan memberi tanda
atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril
dan doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua
alat dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
43

4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area


operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien,
memasang kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan kepada operator mess no.1 dan pinset anatomis untuk
insisi kulit sampai fat dan menggunakan diatermi monopolar untuk
memperdalam insisi.
4.10 Membuka / insisi intercostae menggunakan diatermi monopolar.
4.11 Memberikan raspatorium kepada operator untuk memisahkan tulang
costae dengan otot dan peri-os.
4.12 Setelah dipastikan lokasi fracture pada costae, siapkan clipping sesuai
ukuran costae beserta tang.
4.13 Menyiapkan dan memasang clip sesuai kebutuhan.
4.14 Setelah terpasang cuci dengan PZ dan pastikan tidak ada perdarahan.
4.15 Menyiapkan benang safil no.2/0 untuk menjahit otot dan fasia
dilanjutkan safil no.3/0 untuk menjahit sub cutis.
4.16 Menyiapkan benang absorvable untuk menjahit kulit.
4.17 Membersihkan luka dengan kassa basah dan dikeringkan lalu diberi
sofratulle dan ditutup dengan kassa dan hipafix.
4.18 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.19 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.20 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.1.4 Instrumentasi Tehnik AV Shunt


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi AV Shunt yaitu pembedahan
untuk menghubungkan arteri radialis dengan vena cephalica sehingga terjadi
fistula arteriovena sebagai akses dialisis.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
44

2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi AV Shunt.
2.2 Memperlancar jalannya operasi AV Shunt.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Elis klem
8. Gunting metzembaum
9. Gunting potz
10. Gunting benang / ligature scissors
11. Needle holder
12. Needle holder micro / vastro
13. Hak tajam
14. Langn back
15. Spreider otomatis
16. Buldog arteri dan vena

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
45

17. Satinsky
3.2.2 Alat dan bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Mess no. 10 dan 11
6. Kabel diatermi monopolar
7. Macam macam benang ( silk no.3/0 ; no.1 tanpa jarum,
prolene no.7/0 dan nylon no.4.0 )
8. Sufratulle
9. Betadine, alcohol 70 %, PZ
10. Spuit 10cc, 20cc
11. Needle injeksi no.25
12. Lidocain 2%
13. Surflo no.18
3.2.3 Alat dan bahan penunjang non steril
1. Meja operasi ; meja instrument ; meja mayo
2. Lampu operasi
3. Mesin diatermi
4. Plester polyester / hipafix
5. Gunting verband
6. Elastic bandage 3 inchi
7. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Perawat instrumen cuci tangan secara fuerbringer, keringkan dengan
waslap steril dilanjutkan memakai baju operasi dan handscoen.
Sementara operator dibantu oleh asisten menyiapkan lokasi / area
operasi dengan memberi tanda atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad
steril dan doek kecil.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
46

4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua
alat dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi
area operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien,
memasang kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan spuit 10cc yang berisi larutan lidocain 2% untuk lokal
anestesi.
4.10 Memberikan pincet chirurgis untuk mengecek reaksi anestesi pada
lokasi operasi.
4.11 Memberikan kepada operator mess no.1 dan pinset anatomis untuk
insisi dandengan menggunakan diatermi monopolar untuk
memperdalam insisi serta memberikan spreader untuk memudahkan.
4.12 Operator akan melakukan eksplorasi menggunakan gunting
metzembaum untuk mencari pembuluh darah vena cephalica dan
berikan benang silk no.1 untuk tegel.
4.13 Setelah vena didapatkan berikan buldog vena atau klemkemudian
potong dan ikat dengan benang silk no.3/0 pada vena bagian distal.
4.14 Operator melanjutkan eksplorasi untuk mencari pembuluh darah
arteri, berikan langn back pada asisten untuk memudahkan.
4.15 Setelah ditemukan arteri radialis berikan silk no.1 untuk tegel dan
satinsky.
4.16 Memberikan mess no.11 kepada operator untuk insisi pada arteri dan
gunting potz untuk preparasi sebagai persiapan penyambungan
secara end to side.
4.17 Memberikan benang prolene no.7/0 untuk penyambungan vena dan
arteri dan instrumen menyiapkan 2 buah kassa basah untuk

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
47

mengamankan benang serta memberikan spoeling Pz selama proses


penyambungan.
4.18 Setelah proses penyambungan selesai, operator akan melepas buldog
dan mengecek pulsasi pada hasil penyambungan.
4.19 Operator memastikan ada tidaknya perdarahan atau kebocoran pada
sambungan, apabila tidak ada dilakukan jahit kulit menggunakan
benang nylon no.4/0.
4.20 Membersihkan luka dengan kassa basah dan dikeringkan lalu diberi
sofratulle dan ditutup dengan kassa dan elastic bandage.
4.21 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.22 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman,
pencucian, pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.23 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan

4.1.5 Instrumentasi Tehnik Cranioplasty


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi cranioplasty yaitu menutup
defect tulang cranium dengan tulang pasien itu sendiri ( autograft ) atau dengan
acrylic ( allograft ).
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi cranioplasty.
2.2 Memperlancar jalannya operasi cranioplasty.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
48

3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.


3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Gunting metzembaum
8. Gunting benang / ligature scissors
9. Needle holder
10.Hak tajam
11.Langn back
12.Canule suction
3.2.2 Set tambahan
1. Raspatorium
2. Pinset dura
3. Knabel tang (k/p)
4. Raney clip + applicator
5. Spring hook
6. Bone holder / pemegang tulang
7. Plate dan screw
8. Bor + mata bor
3.2.3 Alat dan bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Perlak steril / underpad steril
6. Handle lamp
7. Mess no. 10 dan 15

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
49

8. Selang suction
9. Kabel bipolar
10. Steril drape
11. Spuit 10 cc dan 20 cc
12. Needle injeksi no. 25
13. Surflo no.16 fr
14. Macam macam benang
15. Drain set
16. Sufratulle
17. cateter + urine bag
18. Adrenaline, lidocain 2 %
19. Betadine, alcohol 70 %, PZ
3.2.4 Alat dan bahan penunjang non steril
1. Meja operasi ; meja instrument ; meja mayo
2. Lampu operasi
3. Mesin diatermi
4. Mesin suction
5. Plester polyester / hipafix
6. Elastomule
7. Gunting verband
8. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu oleh asisten
menyiapkan lokasi / area operasi dengan memberi tanda atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Membuat larutan adrenalin dan lidoacain 2% untuk infiltrasi 1:
200.000
4.4 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
50

4.5 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.6 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.7 Memberikan spuit 10cc yng berisi larutan adrenalin dan lidoacain 2%
untuk infiltrasi.
4.8 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.9 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.10 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap TIME
OUT.
4.11 Memberikan kepada operator mess no.1 dan pinset chirurgis untuk insisi
kulit sampai fat dan mess 2 atau gunting metzembaum untuk membuka
fat sampai fasia.
4.12 Memberikan bipolar pada asisten untuk merawat perdarahan dan
instrument melakukan spoeling.
4.13 Memberikan raney clip dan applicator untuk mengurangi perdarahan
kulit dan dipasang sepanjang luka insisi.
4.14 Memberikan hak tajam kepada asisten untuk membuka flap kulit dan
mess 2 kepada operator beserta pinset untuk memperluas lapangan
operasi.
4.15 Memberikan kassa basah ke asisten untuk menutup flap kulit dan bagian
bawah kulit diberi gulungan kassa kemudian pasang spring hook.
4.16 Memberikan mess 2 dan pincet chirurgis untuk insisi fasia sekaligus
memisahkan fasia dengan dura, memberikan bipolar pada asisten untuk
merawat perdarahan.
4.17 Setelah fasia terlepas dari dura, memberikan kassa basah untuk
membungkus fasia kemudian dilekatkan pada flap kulit.
4.18 Sementara asisten menyiapkan tulang cranium yang akan dipasang
kembali, berikan benang silk no.3/0 dan pinset dura ke operatot untuk
gantung dura, serta untuk fiksasi tulang cranium.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
51

4.19 Memberikan plate dan screw ke asisten untuk dipasang sesuai dengan
keperluan.
4.20 Operator melakukan pemasangan tulang cranium dengan dibantu asisten
kemudian fiksasi dengan plate dan screw.
4.21 Memberikan spoeling PZ untuk mencuci dan membersihkan area operasi
dan lepaskan spring hook.
4.22 Memberikan benang safil no.2/0 untuk menjahit fasia kemudian pasang
drain dan fiksasi dengan silk no.2/0 dan melanjutkan jahitan sub cutis
dengan safil no.2/0.
4.23 Memberikan benang safil quick no.3/0 untuk menutup kulit, kemudian
sambungkan drain dengan botol yang telah di vacum.
4.24 Membersihkan luka dengan kassa basah dan dikeringkan lalu diberi
sufratulle dan ditutup dengan kassa, hipafix dan elastomule.
4.25 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.26 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.27 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.1.6 Instrumentasi Tehnik Eksisi Tumor Cerebri


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi eksisi tumor cerebri yang
meliputi craniotomy ( memotong tulang cranium ) ; eksisi tumor
( pengangkatan jaringan tumor ) dan oesteoplasty ( pengembalian tulang
cranium ).
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi eksisi tumor cerebri.
2.2 Memperlancar jalannya operasi eksisi tumor cerebri.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
52

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien telungkup / prone.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Gunting metzembaum
8. Gunting benang / ligature scissors
9. Needle holder
10. Hak tajam
11. Langn back
12. Canule suction
3.2.2 Set tambahan
1. Raspatorium
2. Raney clip
3. Aplicator raney
4. Spring hook
5. Bor set ( perforator ; craniotomy ) bila tidak ada craniotomy pakai
gigli
6. Separator dura
7. Penghantar gigli
8. Handle gigli
9. Gigli
10. Elevator ; curret

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
53

11. Knabel tang lurus dan bengkok


12. Adson
13. Spatel maliable
14. Pincet dura chirurgis
15. Pinset tumor
16. Tang tumor
17. Hak dura
18. Sonde dura
19. Oesteoplasty set ( mata bor ; bone holder ; plate ; screw )
3.2.3 Set / alat khusus
1. Mikroskop
2. Set / instrument mikro
3. Leyla retractor / Hallo frame set
3.2.4 Alat dan bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Perlak steril / underpad steril
6. Handle lamp
7. Mess no. 10 dan 15
8. Selang suction + NG tube no.16
9. Kabel diatermi monopolar dan bipolar
10. Steril drape
11. Spuit 10 cc dan 20 cc
12. Needle injeksi no. 25
13. Surflo no.16 fr
14. Macam macam benang
15. Drain set
16. Sufratulle
17. Folley cateter + urine bag
18. Bonewax ; surgicell ; spongostan

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
54

19. Velband untuk waches


20. Adrenaline, lidocain 2 %
21. Betadine, alcohol 70 %, PZ
3.2.5 Alat dan bahan penunjang non steril
1. Meja operasi ; meja instrument ; meja mayo
2. Lampu operasi
3. Mesin diatermi
4. Mesin suction
5. Mesin bor
6. Plester polyester / hipafix
7. Gunting verband
8. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu oleh asisten
menyiapkan lokasi / area operasi dengan memberi tanda atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril
dan doek kecil.
4.3 Membuat larutan adrenalin dan lidoacain 2% untuk infiltrasi 1
: 200.000
4.4 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua
alat dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.5 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.6 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.7 Memberikan spuit 10cc yng berisi larutan adrenalin dan lidoacain 2%
untuk infiltrasi.
4.8 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.9 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien,
memasang kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
55

4.10 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap


TIME OUT.
4.11 Memberikan kepada operator mess no.1 dan pinset chirurgis untuk
insisi kulit sampai fat dan mess 2 atau gunting metzembaum untuk
membuka fat sampai fasia.
4.12 Memberikan bipolar pada asisten untuk merawat perdarahan dan
instrument melakukan spoeling.
4.13 Memberikan raney clip dan applicator untuk mengurangi perdarahan
kulit dan dipasang sepanjang luka insisi.
4.14 Memberikan hak tajam kepada asisten untuk membuka flap kulit dan
mess 2 kepada operator beserta pinset untuk memperluas lapangan
operasi.
4.15 Memberikan kassa basah ke asisten untuk menutup flap kulit dan
bagian bawah kulit diberi gulungan kassa kemudian pasang spring
hook.
4.16 Memberikan mess 2 atau diatermi monopolar untuk insisi peri-os,
kemudian memberikan raspatorium untuk memisahkan peri-os dari
tulang.
4.17 Memberikan kassa basah untuk membungkus peri-os
4.18 Memberikan bor perforator untuk membuat lubang pada cranium sesuai
kebutuhan, bantu melakukan spoeling dan berikan bonewax bila perlu.
4.19 Memberikan separator dura kepada operator untuk memisahkan tulang
dengan dura.
4.20 Memberikan penghantar gigli, gigli beserta handle untuk melakukan
craniotomy dan bantu melakukan spoeling.
4.21 Memberikan elevator untuk membantu melepas tulang dan knabel tang
untuk memegang tulang cranium.
4.22 Simpan tulang cranium dalam bengkok dan beri larutan PZ.
4.23 Memberikan bipolar untuk merawat perdarahan.
4.24 Memberikn jahit silk no.3/0 dan pinset dura kepada asisten untuk
gantung dura.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
56

4.25 Memberikan mess no.11 dan hak dura kepada operator untuk insisi dura
dan memberikan sonde dura untuk melebarkan insisi dura.
4.26 Memberikan bipolar dan suction kepada operator untuk merawat
perdarahan dan membebaskan jaringan yang sehat dengan tumor
menggunakan disector.
4.27 Memberikan waches dan surgicel untuk meminimalkan perdarahan.
4.28 Operator secara bergantian menggunakan bipolar dan gunting mikro
untuk mebebaskan tumor dengan tetap menyiapkan waches dan
surgicel.
4.29 Setelah tumor terbebas berikan pinset tumor untuk memegang tumor
dan tempatkan pada wadah untuk pemeriksaan ( PA ).
4.30 Memberikan spoeling PZ untuk memastikan ada tidaknya perdarahan,
dengan bipolar, waches dan surgicel bila perlu.
4.31 Setelah bersih berikan surgicel lebar untuk diletakkan pada jaringan
yang sehat disekitar tempat pengangkatan tumor.
4.32 Sementara asisten menyiapkan tulang cranium untuk oesteoplasty,
berikan jahit silk no.4/0 untuk menjahit dura.
4.33 Memasng tulang untuk oesteoplasty dengan fiksasi plate dan screw.
4.34 Memberikan benang safil no.2/0 untuk menutup peri-os dan fasia
kepada operator dan asisten.
4.35 Memberikn drain no.12 kepada asisten dan fiksasi dengan benang silk
no.2/0.
4.36 Memberikan benang safil no.2/0 untuk menjahit fasia dan sub cutis
4.37 Memberikan benang safil quick no.3/0 untuk menutup kulit, kemudian
sambungkan drain dengan botol yang telah di vacum.
4.38 Membersihkan luka dengan kassa basah dan dikeringkan lalu diberi
sofratulle dan ditutup dengan kassa, hipafix dan elastomule.
4.39 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.40 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.41 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
57

4.1.7 Instrumentasi Tehnik Ventrikulo Peritoneal (VP) Shunt

1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pemasangan VP shunt (operasi
memasukan drain ventrikel melalui lubang di cranium dan memasukan drain
peritoneal melalui sayatan di abdomen, serta menghubungkan kedua bagian ini
dengan slang melalui jaringan subkutis di sisi kiri/kanan hingga ke kepala).

2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi VP Shunt.
2.2 Memperlancar jalannya operasi VP shunt.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine
3.1.4 Mencukur rambut
3.1.5 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.6 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Gunting metzembaum
8. Gunting benang / ligature scissors

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
58

9. Needle holder
10. Hak tajam
11. Langn back
12. canule suction
3.2.2 Set tambahan
1. Rasparatorium
2. Edson
3. Spreder otomatis kecil tumpul
4. Knable tang kecil
5. Boor listrik / boor manual
3.2.3 Set khusus
1. Spanner yang ukurannya sesuai dengan usia pasien
2. Implant VP Shunt
3. Mandrin ventrikel drain
3.2.4 Alat / bahan penunjang steril
1. Bengkok
2. Cucing besar dan kecil
3. Kabel diatermi (bipolar)
4. Slang suction
5. Handle lampu
6. Kassa dan depress
7. Set linen
8. Waslap steril
9. Methelyn blue + lidi
10. Handscoen
11. Steril drape
12. Opsite besar dan kecil
13. Mesz no 10 dan no 15
14. Surgicel
15. Bonewax
16. Waches
17. Epineprin dan lidocain 2% inj
18. Spuit 10 cc dan 25 cc
19. Surflo no 16
20. Needle no. 25
21. Cairan PZ
22. Benang silkam 3/0, safil 2/0, dafilon 3/0, monosyn 3/0
3.2.5 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diathermi
3. Suction pump
4. Alat cukur
5. Plester polyester / Hypavix
6. Gunting
7. Spidol / marker
8. Tempat sampah medis dan non medis
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
59

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien disiapkan instrument cuci tangan secara fubrienger,
mengeringkan dengan waslap steril dan memakai gaun operasi dan
handscoen steril.
4.2 Memasang sarung meja mayo, perlak dan doek kecil, kemudian siapkan
dan atur instrument sesuai urutan kerja.
4.3 Setelah operator dan asisten cuci tangan, perawat instrument membantu
memasang gaun operasi dan handscoen steril
4.4 Instrument membuat larutan epineprin 1:200.000 iu
4.5 Operator dan asisten melakukan desinfeksi area operasi dengan betadhin,
lalu menyuntik larutan epineprin 1:200.000 iu kemudian dengan alcohol
70 %, Perawat instrument menyiapkan drapping lapangan operasi dengan
memberikan 4 doek kecil yang membentuk persegi panjang (kepala
sampai abdomen) kemudian difiksasi dengan steril drape dari kepala
sampai abdomen, dilanjutkan dengan doek besar 2 buah menutup bagian
bawah dan 1 buah doek besar menutup bagia atas secara melingkar dan
pasang doek klem
4.6 Mendekatkan meja mayo ke meja operasi, atur dan pasang
diathermi,slang suction, kabel boor serta handle lampu
4.7 Berikan kepada operator mesz no. 1 (mesz no 10) dan kassa kering untuk
incisi kulit diteruskan dengan mesz no. 2 (no 15) untuk melebarkan dan
memperdalam incisi sampai dengan fasia, berikan pinset chirurgie dan
suction
4.8 Memberikan ellis klem untuk menjepit flap kulit sambil merawat
perdarahan dengan bipolar, memberikan spoel kepada asisten saat
merawat perdarahan
4.9 Setelah jaringan lemak dan fasia bebas, berikan mesz no. 2 untuk insisi i
perios kemudian memberikan rasparatorium kepada operator ontuk
menyisihkan perios dengan tulang dan siapkan bone wax untuk
menghentikan perdarahan pada tulang
4.10 Setelah tulang cranium terlihat, memberikan boor kepada operator untuk
melubangi tulang cranium dengan menggunakan boor hole sementara itu
berikan spoel dan suction kepada asisten selama pengeboran, siapkan
bone wax dan edson untuk menghentikan perdarahan tulang
4.11 Memberikan bipolar kepada operator untuk mengcross dura yang akan
dilakukan incise
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
60

4.12 Memberiken ventrikel drain yang sudah dipasang mandrin untuk


dimasukan ke dura secara perlahan sampai liquor keluar, lalu drain
dijepit dengan pean kecil yang sudah dilindungi dengan karet / klem
pengaman
4.13 Memberikan conector kepada operator untuk menyambung ventrikel
drain dengan flushing device/ camber lalu difiksasi dengan benang
silkam 3/0
4.14 Memberikan mesz 1(no 10) untuk mengincisi kulit abdomen, dilanjutkan
dengan mesz 2(no 15) untuk fat sampai dengan fasia
4.15 Memberikan spader kecil tumpul untuk memperluas lapangan operasi
4.16 Memberikan spanner kepada operator, lalu spanner dimasukan secara
subcutis menembus irisan bagian flushing drain ventrikel
4.17 Masukkan peritoneal drain pada ujung lubang spanner lalu spanner
ditarik kebawah kearah abdomen
4.18 Berikan meteran untuk mengukur tekanan peritoneal drain lalu drain
dipotong sesuai ukuran, berikan conector untuk menyambung flushing
dan peritoneal drain lalu diikat dengan benang silkam 3/0
4.19 Berikan benang silkam 3/0 untuk memfiksasi flushing drain, sebelum
fiksasi pastikan dulu liquor keluar lancer
4.20 Memberikan pincet anatomis 2 buah untuk menjepit peritoneum dan
diincisi dengan gunting metzembum lalu dijepit dengan krom kecil 4
buah
4.21 Berikan 2 buah pincet anatomis untuk memasukan peritoneal drain ke
peritoneum
4.22 Berikan jahitan safil 2/0 untuk menjahit fasia pada abdomen dan
kepalasampai dengan subkutis
4.23 Berikan jahitan dafilon 3/0 cutting untuk jahitan kulit kepala, monosyn
3/0 untuk kulit pada abdomen

4.24 Membersihkan luka dengan kassa basah dan dikeringkan lalu tutup
dengan opsite.
4.25 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.26 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.27 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
61

4.2 Instrumentasi Tehnik Bedah Plastik


4.2.1 Instrumentasi Tehnik Skin graft
1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi penutupan / perbaikan jaringan
kulit dengan menggunkan donor atau mengambil pada jaringan kulit yang
sehat.
2. Tujuan

2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi Skin graft.


2.2 Memperlancar jalannya operasi Skin graft.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien sesuai lokasi.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set / instrumen dasar
1. Desinfeksi klem ( Sponge holding forceps )
2. Duk klem ( Towel forceps )
3. Pemegang pisau (Handvat mes/Knife handle) no.3
4. Pincet anatomis (Thumb Forcep)
5. Pincet anatomis manis (Thumb Forcep )
6. Pincet chirurgie (Sharp Forcep)
7. Arteri klem van pean lurus (Klem)
8. Arteri klem van pean bengkok (Chrom klem)
9. Arteri klem van kocher (kocher)
10. Gunting Benang ( Ligature Scissors )
11. Gunting Metzembaum
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
62

12. Nald Voerder (Needle Holder)


3.2.2 Alat tambahan / khusus
1.Curetage
2.Dermatome + Derma carrier atau Humby + Pisaunya + kayu penahan
bila tidak ada dermatome
3.2.3 Alat / bahan penunjang steril

1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Perlak steril / underpad steril
6. Handle lamp
7. Mess no. 10 dan 11
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Adrenalin dengan perbandingan 1 ampul : 500cc Nacl 0,9%
11. Parafin
12. Spuit 10 cc
13. Sufratulle
14. Betadine, alcohol 70 %, PZ
15. Macam-macam benang ( silk no.4/0, silk no.2/0 )
3.2.4 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diathermi
3. Suction pump
4. Elastic bandage
5. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu oleh asisten
menyiapkan lokasi / area operasi dengan memberi tanda atau marker.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
63

4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap TIME
OUT.
4.9 Memberikan parafin untuk mengoles kulit pasien yang akan diambil
untuk donor.
4.10 Memberikan Humby + pisau dan kayu (Papan penahan) kepada operator
untuk mengambil kulit yang akan didonorkan.
4.11 Berikan pinset anatomis ke asisten untuk mengambil irisan kulit dan
masukkan kulit ke cucing yang berisi cairan PZ.
4.12 Berikan kompres PZ + adrenalin untuk kompres daerah yang diambil
kulitnya. Dan senur diatermi untuk merawat perdarahan.
4.13 Berikan bengkok, pinset, dan mes no.11 untuk melubangi kulit serta kasa
basah untuk menggulung kulit yang sudah di graft agar tidak kering.
4.14 Sementara operator asisten melubangi donor kulit, asisten dan operator
Imelakukan curetage untuk membuang granulasi dan berikan mes 10 dan
senur diatermi untuk nekrotomi.
4.15 Berikan kasa lembab adrenalin pz dan kasa saflon untuk mencuci daerah
yang telah dinecrotomi serta bersihkan dengan kasa pz.
4.16 Tempelkan donor kulit ke resipien.
4.17 Berikan benang silk no. 4-0 dan gunting benang untuk jahit donor ke
kulit, serta bersihkan sisa-sisa darah pada skin graft dengan kasa basah.
4.18 Berikan jahitan Tie Over pada operator silk no.2-0 untuk fiksasi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
64

4.19 Tutup skin graft dengan tule (Sufratule), kasa lembab, kapas, kasa kering
dan nald voerder untuk fiksasi. Serta kulit yang diambil untuk donor
tutup dengan tule + kasa + perban lalu dielastis bandage.
4.20 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.21 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.22 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.2.2 Instrumentasi Tehnik Platting Mandibula


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pemasangan plat untuk tujuan
fiksasi dan stabilisasi pada fracture mandibula.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi platting mandibula.
2.2 Memperlancar jalannya operasi platting mandibula.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien sesuai lokasi.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
65

7. Gunting metzembaum
8. Gunting benang / ligature scissors
9. Needle holder
10. Hak tajam
11. Langn back
12. canule suction
13. Tongue spatel
14. Raspatorium
15. Curet
16. Hak gigi satu
3.2.2 Set tambahan
1. Bor dan mata bor
2. Plate dan screw
3. Snare wire
4. Pemotong wire
5. Tang atau pembengkok
3.2.3 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Perlak steril / underpad steril
6. Handle lamp
7. Mess no. 10 dan 15
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Spuit 10 cc
11. Betadine, alcohol 70 %, PZ
12. Macam-macam benang ( vicryl no.3/0 )
3.2.4 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diathermi
3. Suction pump
4. Mesin bor
5. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
66

operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu oleh asisten


menyiapkan lokasi / area operasi dengan memberi tanda atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mez no. 10 untuk insisi daerah ginggiva pada operator
berikan kasa, suction, pinset chirugis dan cez perdarahan dengan
diatermi. Asisten membuka mulut dengan rougkhak double.
4.10 Memerikan rasparatorium untuk memisahkan tulang mandibula dengan
jaringan disekitarnya, berikan kuretase untuk membersihkan tulang
mandibula yang mengalami fraktur, kemudian resposisikan seperti
anatomi dan bentuk lengkap tulang mandibula (sebelum fraktur) setelah
reposisi kemudian pasang inoklusi, berikan senar inoklusi yang dipegang
dengan van pean klem. Kepada operator inoklusi dilakukan di sebelah
gigi kaninus dan pada gigi seri atas dan bawah, lidah dimasukkan atau
ditahan dengan tongue spatel.
4.11 Berikan kocher pada operator untuk melakukan inoklusi (gigi/tulang
rahang bawah disesuaikan) putar sesuai dengan kocher agar inoklusi
tidak lepas dan untuk memudahkan operator memutar senar (asisten
membuka mulut dengan rough hag/langen back).

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
67

4.12 Setelah inoklusi kemudian bersihkan tulang mandibula yang fraktur


dengan rasparatorium, curetase, intande hag (k/p) asisten tetap membuka
mulut dengan double rough hag/langen back.
4.13 Instrumenter memegang spuit 100 cc yang berisi cairan PZ untuk
mencuci pada daerah fraktur agar bersih.

4.14 Setelah terlihat bersih, operator mengukur panjang plat dan beberapa
hole yang harus dipasang pada tulang mandibula. Berikan plat dengan 8
hole untuk fraktur pada tulang mandibula bawah dan 6 hole pada tulang
mandibula atas.
4.15 Sesuaikan bentuk dan ukuran plate dengan tulang mandibula berikan
pemotong plat untuk memotong plat dan bending untuk membengkokaan
plate (mini plat).

4.16 Pasang mata bor pada bor dan dikunci pada lubang kunci bor dicoba
apakah mata bor sudah siap dipakai/belum. Bila sudah berikan pada
operator untuk membuat hole (operator mengebor sedalam 2 korteks
pasang screw ) dengan screw driver instrumen mengambil scrow dan
diberikan untuk dipasang pada hole plat.
4.17 Setelah plat dipasang dan dibor kemudian pasang scrow rapikan plat
pada tulang mandibula. Kemudian cuci lagi menggunakan spuit 100 cc
yang berisi PZ (Nacl) disemprotkan pada daerah plat dan suction, hingga
bersih.
4.18 Berikan bubuk/serbuk kanamicin pada daerah plate, tutup kembali
jaringan kemudian jahit dengan vicryl 3/0 sampai dengan jarum round.
dan berikan gunting benang pada asisten.
4.19 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.20 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.21 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
68

4.3 Instrumentasi Tehnik Bedah Urologi


4.3.1 Instrumentasi Tehnik Sistoscopy
1. Pengertian
Suatu tindakan diagnostic endoscopy dengan menggunakan seperangkat
alat untuk melihat mulai dari muara uretera sampai buli-buli.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi systoscopy.
2.2 Memperlancar jalannya operasi systoscopy
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Bougie Rosser dibawah ukuran dan 2 nomor diatas sheat
3. Sheat dan Oburator no 17.
4. Optic 0 dan 30.
5. Selang Irigator
6. Bridge
7. Endo camera

8. Light Source
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 50cc dan 20 cc
6. Dower kateter 2 way + urine bag
7. Jelly
8. Urografin ( kontras )
9. Tabung irigator
10. Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
69

2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source
4. Tempat sampah medis dan non medis
5. C arm

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
povidone iodine10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.

4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.


4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Perawat Instrumen memberikan bougie yang sudah diberi jelly kepada
Operator, kemudian dimasukan ke Meatus Uretera di mulai dari yang
kecil sampai 2 nomor diatas sheat.
4.9 Perawat Instrumen memberikan Sheat yang sudah dirangkai dengan
Bridge dan optic 0, kemudian dihubungkan Sheat dengan Light Source
dan selang air.
4.10 Operator memasang Sheat yang sudah dirangkai, air dialirkan sampai
gelembung air keluar dan Operator melakukan Pan endoscopy.
4.11 Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kedalam buli-buli dengan
menggunakan optic 30 melihat daerah trigonum dan muara ureter.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
70

4.12 Setelah dilakukan prosedur diagnostic / pemeriksaan dan bila perlu


disiapkan alat-alat lain sesuai indikasi.
4.13 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.
4.14 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

4.3.2 Instrumentasi Tehnik Retrograde Pyelo Grafi ( RPG )


1. Pengertian
Suatu tindakan diagnostic endoscopy dengan menggunakan seperangkat
alat dan kontras untuk melihat mulai dari muara ureter sampai ginjal.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Retrograde Pyelo Grafi
(RPG).
2.2 Memperlancar jalannya operasi Retrograde Pyelo Grafi (RPG).
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.

3.2 Alat / instrumen steril


3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Bougie Rosser ( k/p )
3. Sheat dan Oburator no.22
4. Optic 30.
5. Albaran
6. Selang irigator
7. Guide wire ( 0,38 )
8. Ureter kateter
9. Endo camera
10.Light Source
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
71

1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 50cc dan 20 cc
6. Dower kateter 2 way + urine bag
7. Jelly
8. Urografin ( kontras )
9. Tubung irigator
10.Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source
4. Tempat sampah medis dan non medis
5. C arm

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua
alat dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah
pusat, pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan
berulang sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien,
memasang kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian
merangakai semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Perawat Instrumen memberikan sheat yang sudah diberi jelly kepada
operator, kemudian operator memasukan sheat melalui muara uretra dan

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
72

melepas obturator, air dialirkan sampai gelembung udara keluar,


dilanjutkan memasang albarant dan optic 30.
4.9 Operator melakukan Panendoscopy untuk melihat anatomi uereter
dengan bantuan C-arm dan monitor.
4.10 Setelah ditemukan muara ureter, dilanjutkan memberikan ureter kateter
dan kontras dengan bantuan C-arm.
4.11 Memberikan guide wire dengan tetap menggunakan bantuan C-arm,
operator akan memastikan guide wire dapat masuk saluran ureter.
4.12 Setelah proses selesai operator akan mengeluarkan guide wire, ureter
kateter dan sheat beserta albaran dan optic.

4.13 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.
4.14 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

4.3.3 Instrumentasi Tehnik URETHRO RENOSCOPY ( URS )

1.Pengertian
Suatu tindakan / prosedur endoscopy untuk melihat saluran ureter dan
ginjal lewat urethra dengan memakai alat Urethroscope, bila perlu dilakukn
penghancuran / pemecahan batu.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Urethro Renoscopy (URS).
2.2 Memperlancar jalannya operasi Urethro Renoscopy (URS).
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
73

1. Desinfeksi klem.
2. Bougie Rosser ( k/p )
3. Sheat dan Oburator no.22
4. Optic 30.
5. Albaran
6. Selang irrigator
7. Guide wire ( 0,38 )
8. Ureter kateter
9. Endo camera
10. Light Source
11. Urethroscope Dws (8,69 Fr ) ; Anak ( 6 Fr )
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 50cc dan 20 cc
6. Dower kateter 2 way + urine bag
7. DJ stent
8. Jelly
9. Urografin ( kontras )
10. Tabung irigator
11. Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source
4. Tempat sampah medis dan non medis
5. C arm
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
74

4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Memberikan sheat dan obturator no.22 dilanjutkan albaran dn optic,
operator akan melakukan RPG ( memasang ureter kateter dan guide wire
dengn bantuan C-arm ) sebagai prosedur diagnostik.
4.9 Setelah proses RPG operator akan melepas ureter kateter beserta sheat,
albaran dan optic, dengan tetap mempertahankan posisi guide wire.
4.10 Memberikan urethroscope yang telah diberi jelly, operator akan
memasukkan alat melalui guide wire.
4.11 Apabila didapatkan batu berikan litotriptor untuk memecah batu.
4.12 Urethroscope dikeluarkan apabila batu sudah pecah dengan tetap
mempertahankan guide wire apabila diperlukan memasang DJ stent.
4.13 Pasang kateter 2 way.

4.14 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.
4.15 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

4.3.4 Instrumentasi Tehnik Trans Urethral Resection ( TUR ) Prostat


1. Pengertian
Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk mengambil jaringan
prostat.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi TUR Prostat.
2.2 Memperlancar jalannya operasi TUR Prostat.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
75

3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.


3.1.4 Memasang plat diatermi
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Bougie Rosser
3. Sheat dan Oburator no.24
4. Optic 30.
5. Working element
6. Cutting loop
7. Roll ball
8. Elik evacuator
9. Selang irrigator
10. Endo camera
11. Light Source
12. Kabel diatermi / resector
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 50cc dan 20 cc
6. Dower kateter 3 way + urine bag
7. Jelly
8. Saringan TUR
9. Tabung irigator
10. Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source
4. Mesin diatermi
5. Penampung air
6. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
76

4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan


Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Instrumen memberikan bougie rosser dari ukuran terkecil sampai dengan
ukuran 2 nomor diatas sheat.
4.9 Memberikan sheat beserta obturator yang telah dibeli jelly, kemudian
obturator dilepas.
4.10 Memberikan walking element yang sudah dirangkai dengan cutting loop
dan optic.
4.11 Selama operator melakukan pengerokan prostat, perawat instrumen
menyiapkan elik evacuator dan berikan untuk membersihkan kerokan /
chip dalam buli-buli.
4.12 Setelah pengerokan selesai dilanjutkan homeostasis dengan memasang
kateter 3 way dan di traksi, sambungkan pada cairan PZ untuk irigasi.

4.13 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.
4.14 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

4.3.5 Instrumentasi Tehnik Trans Urethral Resection ( TUR ) Buli


1. Pengertian
Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk mengambil jaringan
tumor / kanker pada buli - buli.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi TUR Buli.
2.2 Memperlancar jalannya operasi TUR Buli..
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
77

3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.
3.1.4 Memasang plat diatermi.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Bougie Rosser
3. Sheat dan Oburator no.24
4. Optic 30.
5. Working element
6. Cutting loop
7. Roll ball
8. Elik evacuator
9. Selang irrigator
10. Endo camera
11. Light Source
12. Kabel diatermi / resector
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 50cc dan 20 cc
6. Dower kateter 3 way + urine bag
7. Jelly
8. Saringan TUR
9. Tabung irrigator
10. Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source
4. Mesin diatermi
5. Penampung air
6. Tempat sampah medis dan non medis

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
78

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Instrumen memberikan bougie rosser dari ukuran terkecil sampai dengan
ukuran 2 nomor diatas sheat.
4.9 Memberikan sheat beserta obturator yang telah dibeli jelly, kemudian
obturator dilepas.
4.10 Memberikan walking element yang sudah dirangkai dengan cutting loop
dan optic.
4.11 Operator melakukan reseksi dari daerah tumor yang berbatas
tegasdengan mukosa buli-buli yang normal, kemudian reseksi tumor
dilanjutkan sampai tampak buli-buli sambil melakukan hemostasis
dengan cara fulgurasi.
4.12 Apabila sudah bersih dasar otot yang sudah dilakukan biopsi untuk
menilai dalamnya infiltrasi tumor.
4.13 Setelah pengerokan selesai dilanjutkan homeostasis dengan memasang
kateter 3 way dan di traksi, sambungkan pada cairan PZ untuk irigasi.

4.14 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
79

4.15 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,


pengeringan ) dan pengesetan kembali.

4.3.6 Instrumentasi Tehnik Lithotripsi


1. Pengertian
Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk memecah batu pada
buli buli menggunakan lithotriptor.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Lithotripsi.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Lithotripsi.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Bougie Rosser no.18 s.d 27
3. Sheat dan Oburator no.25
4. Optic 30
5. Aligator
6. Handrixon
7. Elik evacuator
8. Selang irrigator
9. Endo camera
10. Light Source
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 20 cc
6. Dower kateter 2 way + urine bag
7. Jelly
8. Tabung irrigator
9. Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
80

1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi


2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source
4. Penampung air
5. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Instrumen memberikan bougie rosser dari ukuran terkecil sampai dengan
ukuran no.27.
4.9 Memberikan sheat beserta obturator yang telah dibeli jelly, kemudian
obturator dilepas dilanjutkan memberikan alat yang sudah dirangkai
dengan optic 30 untuk melakukan pan endoscopy.
4.10 Setelah bulli-buli terisi penuh, pasang aligator dengan optic 30 dan
mulai litotripsi.
4.11 Evakuasi fragmen dengan Ellik Evakuator
4.12 Kemudian Operator melakukan sistoscopy untuk melihat apakah batu
sudah keluar semua dan untuk mengetahui adanya komplikasi tindakan.
4.13 Setelah tindakan selesai sheat dikeluarkan dilanjutkan pemasangan
kateter 2 way.

4.14 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
81

4.15 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,


pengeringan ) dan pengesetan kembali.

4.3.7 Instrumentasi Tehnik Sachze


1. Pengertian
Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk melebarkan saluran
urethra oleh karena stricture / penyempitan dengan menggunakan pisau sachze.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi sachze.
2.2 Memperlancar jalannya operasi sachze.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Sheat dan Oburator no.21
3. Optic 0
4. Walking element
5. Pisau sachze
6. Selang irrigator
7. Endo camera
8. Light Source
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 20 cc
6. Kateter silicon ukuran besar + urine bag
7. Jelly
8. Tabung irrigator
9. Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
82

3. Mesin light source


4. Penampung air
5. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
povidone iodine10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Perawat instrumen memberikan sheat no 21, operator memasukannya,
kemudian obturator dilepas, setelah masuk uretra berikan rangkaian
walking element, pisau sachzedan optic.
4.9 Kemudian operator melakukan insisi pada jaringan pada uretra arah jam
12.
4.10 Selama reseksi cairan irigasi diatur sedemikian rupa sehingga operator
dapat melakukan insisi dengan hati-hati.
4.11 Dilakukan pemasangan silikon kateter dengan ukuran sebesar mungkin
yang bisa masuk dan di traksi.

4.12 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.
4.13 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.3.8 Instrumentasi Tehnik Bladder Neck Incision ( BNI )
1. Pengertian

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
83

Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk melebarkan leher buli


oleh karena stricture / penyempitan dengan menggunakan pisau BNI.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi BNI.
2.2 Memperlancar jalannya operasi BNI.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.
3.1.4 Memasang plat diatermi.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Sheat dan Oburator no.24
3. Optic 30
4. Walking element
5. Pisau BNI
6. Selang irrigator
7. Endo camera
8. Light Source
9. Kabel diatermi / resector
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 20 cc
6. Kateter silicon ukuran besar + urine bag
7. Jelly
8. Tabung irrigator
9. Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source
4. Mesin diatermi
5. Penampung air
6. Tempat sampah medis dan non medis

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
84

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Perawat instrumen memberikan sheat no 24, operator memasukannya,
kemudian obturator dilepas, setelah masuk uretra berikan rangkaian
walking element, pisau BNIdan optic.
4.9 Kemudian operator melakukan insisi pada leher buli buli.
4.10 Selama reseksi cairan irigasi diatur sedemikian rupa sehingga operator
dapat melakukan insisi dengan hati-hati.
4.11 Dilakukan pemasangan silikon kateter dengan ukuran sebesar mungkin
yang bisa masuk dan di traksi.

4.12 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.
4.13 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

4.3.9 Instrumentasi Tehnik Percutaneous Nephro Lithotomy ( PCNL )


1. Pengertian
Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk mengambil / memecah
batu pada ginjal dengan alat Nephroscope.
2. Tujuan

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
85

2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi PCNL.


2.2 Memperlancar jalannya operasi PCNL.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy dan lumbotomy
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Sheat dan Oburator no.22
3. Optic 30.
4. Albaran
5. Selang irrigator
6. Guide wire ( 0,38 ) + guide wire PCNL
7. Ureter kateter
8. Endo camera
9. Light Source
10. Nephroscope
11. Renal needle
12. Teflon dilator
13. Antena
14. Dilator logam ( 8 buah )
15. Amplas
16. Half slote
17. Jaw forceps
18. Clotting forceps
19. Litotriptor
20. Handvat mess no.3
21. Needle holder
22. Pincet chirrurgis
23. Gunting benang / ligature scissors
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Spuit 50cc dan 20 cc
6. Dower kateter 2 way no.16 dan no.20 ( potong bagian ujung ) +
urine bag
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
86

7. Jelly
8. Urografin ( kontras )
9. Tabung irrigator
10. Betadine, Cairan PZ, water for irrigation
11. Mess no.11
12. Steri drape / opsite
13. Plastik penampung air
14. Benang silk no.2/0
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source
4. Tempat sampah medis dan non medis
5. C arm

6. Plester polyester / hipafix


7. Gunting verband
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi tahap 1 posisi
lithotomy dan tahap 2 posisi lumbotomy
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Tahap 1 dilakukan RPG untuk memasang ureter kateter pada bagian / sisi
yang akan dioperasi

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
87

4.9 Ureter kateter dipertahankan dan difiksasi bersama kateter urine yang
nantinya akan perlukan untuk memasukkan kontras saat posisi
lumbotomy.
4.10 Tahap kedua memposisikan pasien lumbotomy dan melakukan desinfeksi
dan drapping lapangan operasi.
4.11 Peraawat Instrumen memberikan renal needle untuk marking/ menandai
daerah batu dibantu dengan C-arm.
4.12 Setelah posisi jarum sudah tepat pada batu ginjal, operator melakukan
punctie, daerah pinggang sampai menembus ginjal ditandai dengan
keluar urine.
4.13 Memberikan guide wire dimasukkan melalui renal needle dengan tetap
dibantu C-arm, setelah itu lepas renal needle ganti dengan teflon dilator
dengan tetap mempertahankan posisi guide wire.
4.14 Memberikan antenna dilanjutkan dilator logam berturut turut mulai dari
paling kecil, untuk melebarkan insisi berikan mess no.11.
4.15 Setelah dilator logam masuk semua berikan amplas kemudian tarik
antenna untuk mengeluarkan semua dilator logam.
4.16 Memberikan nephroscope yang telah dirangkai.
4.17 Operator akan melalukan eksplorasi untuk mengambil batu dengan
menggunakan jaw forceps, apabila batu ukuran besar bisa dipecah
menggunakan litotriptor kemudian diambil dengan forceps.
4.18 Selama proses berlangsung pertahankan posisi guide wire.
4.19 Setelah semua batu diambil, nephroscope dikeluarkan dilanjutkan
memberikan dilator logam no.6 kemudian keluarkan amplas dan guide
wire.
4.20 Memberikan half slote dan lepas dilator logam, pertahankan half slote
dilanjutkan memasukkan kateter no.20 melalui half slote, kemudian lepas
half slote.
4.21 Isi balon kateter dengan water 3 cc kemudian berikan jahitan silk
no.2/0 untuk fiksasi dan menutup kulit.
4.22 Tutup luka dengan plester polyester

4.23 Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai dari
rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat /
instrument dan linen operasi.
4.24 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
88

4.3.10 Instrumentasi Tehnik Vasectomy Tanpa Pisau ( VTP )


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi untuk menghindari komplikasi
uretritis pada tindakan TUR-P, atau mencegah kehamilan pada pasangan suami
isteri dengan cara Vasectomi Tanpa Pisau.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi VTP.
2.2 Memperlancar jalannya operasi VTP.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lithotomy.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem
2. Vas deferens klem/ Li klem
3. Puncter klem
4. Krom klem
5. Gunting metzembaum
6. Gunting benang
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Benang silk no.3/0
6. Povidone iodine
7. Lidocain 2 % ( bila local anestesi )
8. Spuit 5cc
9. Needle no.25
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
89

4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Perawat Instrumen atau operator melakukan desinfeksi menggunakan
Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah luar,sampai kebawah pusat,
pangkal paha dan sekitar anus , tindakan tersebut dilakukan berulang
sampai 3 kali.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Memberikan spuit 5 cc yang berisi lidocain 2 % apabila menggunakan
lokal anestesi.
4.9 Operator melakukan VTP dimulai dari mencari vasdeferens, bila sudah
ditemukan diklem menggunakan vasdeferens klem kemudian
memberikan puncter klem untuk punctie dan menyisihkan antara kulit
dan vansdferens.
4.10 Vasdeferens diikat dengan benang silk no.3/0 pada bagian distal dan
proximal kemudian dipotong menggunakan gunting metzembaum, sisa
benang dipotong.
4.11 Vasdeferens dikembalikan pada posisi semula dibawah kulit skrotum
dialnjutkan pada sisi vasdeferens lainnya ( kanan kiri ).
4.12 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.13 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.14 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.3.11 Instrumentasi Tehnik Chordectomy dan Urethroplasty

1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi untuk memperbaiki bentuk /
anatomi penis dan muara urethra dengan mengangkat atau membuang jaringan
ikat yang membuat penis tidak dapat mengeluarkan kencing pada kondisi
normal dan ereksi dengan sempurna pada kasus hypospadia.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi chordectomy dan
urethroplasty.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
90

2.2 Memperlancar jalannya operasi chordectomy dan urethroplasty.


2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Memasang plat diatermi.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem
2. Doek / towel klem
3. Bougie .
4. Handvat mess no 3.
5. Pincet anatomi kecil.
6. Pincet chirurgie kecil.
7. Krom klem
8. Kocker
9. Gunting metzembaum
10. Gunting benang / ligature scissors
11. Needle holder
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Perlak steril / underpad steril
6. Handle lamp
7. Mess no. 15
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Spuit 10 cc
11. Nelaton kateter
12. Betadine, alcohol 70 %, PZ, savlon
13. Macam-macam benang ( prolene no.5/0 dan no.6/o ; PDS II no.5/0
dan no.6/0 )
14. Wing needle no.24
15. Sufratule
16. Silicone kateter sesuai ukuran
17. Pencil marking
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
91

2. Mesin diathermi
3. Suction pump
4. Plester polyester / hipafix

5. Tempat sampah medis dan non medis


4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu oleh asisten
menyiapkan lokasi / area operasi dengan memberi tanda atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan bougie yang sudah diberi jelly dari ukuran yang terkecil
sampai terbesar.
4.10 Perawat instrumen memberikan benang prolene 5/0 untuk tegel dan
dipegang dengan klem.
4.11 Memberikan silokon kateter sesuai ukuran dan pasang urine
4.12 Memberikan pencil untuk marking/ menandai daerah yang akan
dilakukan incisi.
4.13 Memberikan pincet anatomi dan gunting metzembaum untuk deseksi/
membebaskan jaringan yang mengikat.
4.14 Asisten operasi merawat perdarahan dengan suction, depres dan diatermi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
92

4.15 Tegel pangkal penis dengn nelaton kateter dan klem dengan kokher
kemudian berikan wing needle dan spuit 10cc yang berisi cairan PZ
untuk test ereksi.
4.16 Memberikan benang prolene no.5/0 untuk tegel pembuatan muara urethra
pada kulit penis.
4.17 Operator menjahit muara urethra dengan benang PDS II no 6/0
4.18 Setelah proses penjahitan bersihkan daerah bekas operasi dengan savlon,
cuci PZ dan keringkan.
4.19 Memberikan sufratule dan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan
plester polyester.
4.20 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.21 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.22 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.3.12 Instrumentasi Tehnik Pyelolithotomy


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi untuk mengeluarkan batu lewat
insisi pyelum ginjal.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi pyelolithotomy.
2.2 Memperlancar jalannya operasi pyelolithotomy.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.

2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.


3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lateral / lumbotomy.
3.1.4 Memasang kateter
3.1.5 Memasang plat diatermi.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
93

1. Desinfeksi klem / Sponge holding forceps


2. Doek klem / Towel klem
3. Handvat mess / knife handle no.4 dan 3 LA
4. Pincet anatomi panjang / pendek
5. Pincet chirurgie / sharp forcep
6. Arteri klem van pean bengkok / krom
7. Arteri klem van kocher / kocher
8. Gunting benang / ligature scissors
9. Gunting metzembum
10. Needle holder panjang / pendek
11. Woundhag tajam gigi 6
12. Doubel langen back
13. Rough hak
14. Hak pyelum
15. Ringtang
3.2.2 Set Tambahan / Khusus
1. Pienocieto Spreader
2. Stone tang
3. Right angel
4. Timan sedang

5. Timan besar
3.2.3 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa, Darm gauze
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Perlak steril / underpad steril
6. Handle lamp
7. Mess no. 20 dan no.15 / 11
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Spuit 50cc, 10 cc
11. Dower kateter + urine bag
12. Jelly
13. Nelaton kateter
14. NG tube no.8
15. Betadine, alcohol 70 %, PZ
16. Macam-macam benang ( vicryl no.4/0 , no.1 ; plain cat gut no.2/0 ;
silk no.2/0 ; Monocryl no.3/0 )
17. Drain set
18. Sufratule
19. Pencil marking
3.2.4 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi.
2. Mesin diathermi
3. Suction pump
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
94

4. Plester polyester / hipafix


5. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Sementara operator dibantu oleh asisten
menyiapkan lokasi / area operasi dengan memberi tanda atau marker.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Instrumentor memberikan mess no.20 kepada operator untuk insisi mulai
dari kulit, lemak, sub cutis. Asisten merawat perdarahan dengan pincet
anatomis dan diatermi, pelebar area operasi dengan hak tajam lalu langn
back.
4.10 Instrumentor memberikan row haak kepada operator untuk membuka
fascia, memisahkan peritoneum dengan still depress.
4.11 Fasia gerota dibuka dengan gunting metzembaum lalu pasang spreader
untuk mempertahankan luka operasi terbuka dan berikan timan untuk
mempertahankan / memudahkan lapangan operasi.
4.12 Operator mencari urether, berikan right angel dan pincet anatomi untuk
memisahkan jaringan lainnya. Dan setelah urether ditemukan, berikan
nelaton kateter untuk tegel.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
95

4.13 Lemak peritoneal disisihkan dengan menggunakan gunting metzemboum


dan pincet anatomi, sedangkan asisten menjepit lemak perirenal dengan 2
ringtang.
4.14 Bila ginjal sudah terbebas, fiksasi dengan kasa / tali pada kedua
katubnya.
4.15 Operator memastikan lokasi batu pada pyelum , kemudian dibuka dengan
menggunakan mess no. 15 / 11, lalu berikan hak pyelum dan stone tang
untuk mengambil batu.
4.16 Memberikan NG Tube no.8 dan spoel dengan cairan PZ + betadine 10%
untuk sondase menggunakan spuit 50 cc, selanjutnya identifikasi dengan
urine bag untuk memastikan urether lancar.
4.17 Memberikan nelaton kateter + PZ untuk spoel daerah ginjal.
4.18 Setelah dipastikan bersih dari batu atau sumbatan berikan jahitan pyelum
dengan vicryl no.4/0.
4.19 Memberikan cairan PZ untuk mencuci rongga peritoneum dan cek
adanya perdarahan. Berikan diatermi monopolar dan pinset anatomis
untuk menghentikan perdarahan.
4.20 Memberikan redon drain dan fiksasi dengan silk no.2/0.
4.21 Memberikan benang vicryl no.1 untuk menjahit peritonem beserta fasia,
dilanjutkan plain no.2/0 untuk menjahit fat dan monocryl no.3/0 untuk
kulit.
4.22 Memberikan sufratule dan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan
plester polyester.
4.23 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.24 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.25 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.4 Instrumentasi Tehnik Obstetri & Gynecologi ( Obsgyn )


4.4.1 Instrumentasi Tehnik Sectio Caesarea
1. Pengertian

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
96

Suatu tehnik instrumentasi untuk operasi melahirkan janin dan plasenta


melalui incisi di dinding perut dan dinding rahim
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Sectio Caesarea.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Sectio Caesarea.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Memasang kateter
3.1.5 Memasang plat diatermi.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem / Sponge holding forceps
2. Doek klem / Towel klem
3. Handvat mess / knife handle no.4
4. Pincet anatomi
5. Pincet chirurgie
6. Arteri klem van pean bengkok / krom
7. Arteri klem van kocher / kocher
8. Mikulicks
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Gunting metzembum
11. Needle holder panjang / pendek
12. Ring tang
13. Langhn back
14. Timan
15. Blass speculum
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa, Darm Gauze
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Handle lamp
6. Mess no. 20
7. Selang suction
8. Kabel diatermi monopolar
9. Dower kateter + urine bag

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
97

10. Spuit 10 cc
11. Umbilical klem
12. Suction kateter no.8
13. Betadine, alcohol 70 %, PZ
14. Macam-macam benang (Monosyn no. 1, 3/0 ; Catgut Plain no. 1, 0,
2/0 ; Chromic no.1 ; Safil/ Vicryl no.1).
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diathermi
3. Suction pump
4. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen, sementara asisten memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan pinset chirurgie untuk mengetes reaksi anestesi.
4.10 Memberikan handvat mess ke operator untuk melakukan incise kulit
secara midline atau fanenstill lapis demi lapis sampai fascia. Perdarahan
dirawat dengan kassa, klem pean dan diatermi
4.11 Memberikan double kocher untuk menjepit fascia.
4.12 Memberikan gunting metzembaum untuk melebarkan fascia kearah
proksimal dan distal secukupnya dengan bantuan langenback dan pinset
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
98

anatomis. Setelah itu operator membebaskan musculus rectus


abdominalis secara tumpul dengan bantuan langenback dan pinset
anatomis sampai terlihat pre peritoneal fat.
4.13 Setelah terlihat Peritoneum Parientalis berikan double pinset chirurgies
dan gunting metzembaum untuk membuka peritoneum. Irisan
diperpanjang secukupnya lalu jauhkan alat alat instrument yang pendek
dan kassa lepas dari lapangan operasi.
4.14 Setelah peritoneum terbuka berikan blass speculum.
4.15 Memberikan gunting metzembaum dan pinset chirurgie kepada operator
untuk membuka plika vesika urinaria.
4.16 Memberikan mess untuk melakukan incise pada Segmen Bawah Rahim
( SBR ) dilanjutkan operator membuka SBR tersebut dengan krom klem.
4.17 Memberikan pinset chirurgie untuk memecah selaput amnion.
4.18 Bila letak bayi sungsang dan yang keluar terlebih dahulu bukan kepala
berikan darm gauze untuk menarik bayi.
4.19 Setelah bayi lahir bersihkan wajah bayi dengan kassa dan hisap lendir
yang ada di mulut dan hidung bayi dengan meggunakan suction.
4.20 Berikan umbilical klem untuk menjepit tali pusat yang dekat dengan bayi
dan krom klem pada tali pusat yang mengarah ke ibu kemudian berikan
gunting metzembaum untuk memotong tali pusat.
4.21 Memasang kembali Blass Speculum kemudian operator melahirkan
plasenta.
4.22 Memberikan 4 buah ring tang kepada operator untuk menjepit uterus
yang didapati ada pembuluh darah besar pada bagian atas, bawah
samping kanan kiri.
4.23 Memberikan still deppers untuk membersihkan bagian dalam uterus dan
darah serta sisa perlekatan plasenta.
4.24 Memberikan catgut chromic no.1 untuk menjahit sudut uterus dan ujung
benang dipegang dengan klem pean.
4.25 Memberikan monosyn no.1 untuk menjahit uterus secara feston dan
ujung benang dipegang dengan pean.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
99

4.26 Untuk jahitan retroperitoneal berikan catgut plain no.2/0 atau sisa
monosyn no. 1.
4.27 Memberikan still depp untuk cek perdarahan.
4.28 Memberikan 4 mikulics untuk menjepit peritoneum.
4.29 Cuci cavum abdomen dengan larutan Na Cl 0,9% dan berikan slaber
untuk membantu membersihkan sisa sisa perdarahan.
4.30 Sebelum peritoneum ditutup cek kembali kassa, deppers atau instrument
lain sudah lengkap atau belum.
4.31 Berikan Catgut Plain no.1 dan pinset anatomis untuk menjahit
peritoneum.
4.32 Otot dijahit dengan catgut plain no.1 secara satu satu atau jelujur
dengan bantuan pinset chirurgie.
4.33 Memberikan double kocher untuk menjepit ujung Fascia bagian
proksimal dan distal. Setelah itu berikan Safil no.1 dan pinset chirurgie
untuk menjahit secara jelujur.
4.34 Fat (lemak) dijahit dengan catgut plain no.0 secara jelujur atau satu satu.
4.35 Memberikan monosyn no.3/0 untuk menjahit kulit secara subkutikuler.
4.36 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.37 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.38 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.39 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.4.2 Instrumentasi Tehnik Unilateral Salpingo Ovorectomy ( USO )


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi untuk pengangkatan Tuba Fallopii ( Salping )
dan Ovarium . USO ada 2 yaitu :
SOD (Salpingo Ovorectomy Dekstra) yaitu pengangkatan tuba fallopii
(salping) dan ovarium bagian kanan.
SOS (Salpingo Ovorectomy Sinistra) yaitu pengangkatan tuba fallopii
(salping) dan ovarium bagian kiri.
2. Tujuan

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
100

2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi USO.


2.2 Memperlancar jalannya operasi USO.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.

2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.


3. Persiapan
3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Memasang kateter
3.1.5 Memasang plat diatermi.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem / Sponge holding forceps
2. Doek klem / Towel klem
3. Handvat mess / knife handle no.4
4 Pincet anatomi
5 Pincet chirurgie
6 Arteri klem van pean bengkok / krom
7 Arteri klem van kocher / kocher
8 Ellis klem
9 Mikulicks
10 Gunting benang / ligature scissors
11 Gunting metzembum
12 Needle holder panjang / pendek
13 Ring tang
14 Canule suction
15 Langhn back
16 Timan
17 Blass speculum
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa, Darm Gauze
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Handle lamp
6. Mess no. 20
7. Selang suction
8. Kabel diatermi monopolar
9. Dower kateter + urine bag
10. Spuit 10 cc
11. Betadine, alcohol 70 %, PZ
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
101

12. Macam-macam benang (Monosyn no. 1, 3/0 ; Catgut Plain no. 1, 0,


2/0 ; Chromic no.1 ; Safil/ Vicryl no.1).
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diathermi
3. Suction pump
4. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen, sementara asisten memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan pinset chirurgie untuk mengetes reaksi anestesi.
4.10 Memberikan handvat mess ke operator untuk melakukan incise kulit
secara midline atau fanenstill lapis demi lapis sampai fascia. Perdarahan
dirawat dengan kassa, klem pean dan diatermi
4.11 Memberikan double kocher untuk menjepit fascia.
4.12 Memberikan gunting metzembaum untuk melebarkan fascia kearah
proksimal dan distal secukupnya dengan bantuan langenback dan pinset
anatomis. Setelah itu operator membebaskan musculus rectus

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
102

abdominalis secara tumpul dengan bantuan langenback dan pinset


anatomis sampai terlihat pre peritoneal fat.
4.13 Setelah terlihat Peritoneum Parientalis berikan double pinset chirurgies
dan gunting metzembaum untuk membuka peritoneum. Irisan
diperpanjang secukupnya lalu jauhkan alat alat instrument yang pendek
dan kassa lepas dari lapangan operasi.
4.14 Setelah peritoneum terbuka berikan blass speculum.
4.15 Setelah operator mengeksplorasi cavum abdomen untuk melihat ada
tidaknya perlekatan antara jaringan sekitar dengan tumor berikan Darm
Gauze yang telah dibasahi Na Cl 0,9% untuk melindungi usus.
4.16 Setelah tumor bisa dikeluarkan berikan double krom dan double kocher
untuk kontranya untuk menjepit ligamentum infundibulum pelvicum dan
vasa ovarika.
4.17 Memberikan gunting metzembaum untuk memotong dan memberikan
jahitan monosyn no.1 secara transfik.
4.18 Merawat perdarahan dengan pinset anatomis dan diatermi.dilanjutkan
cuci cavum abdomen dengan Na Cl 0,9%.
4.19 Sebelum peritoneum ditutup cek kembali kassa, deppers atau instrument
lain sudah lengkap atau belum.
4.20 MemberikanCatgut Plain no.1 dan pinset anatomis untuk menjahit
peritoneum.
4.21 Otot dijahit dengan catgut plain no.1 secara satu satu atau jelujur
dengan bantuan pinset chirurgie.
4.22 Memberikan double kocher untuk menjepit ujung Fascia bagian
proksimal dan distal. Setelah itu berikan Safil no.1 dan pinset chirurgie
untuk menjahit secara jelujur.
4.23 Fat (lemak) dijahit dengan catgut plain no.0 secara jelujur atau satu satu.
4.24 Memberikan monosyn no.3/0 untuk menjahit kulit secara subkutikuler.
4.25 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.26 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.27 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
103

4.28 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.4.3 Instrumentasi Tehnik TAH BSO

1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi untuk operasi pengangkatan uterus, tuba
fallopii kanan dan kiri, ovarium kanan dan kiri sampai 1/3 proksimal vagina
(setinggi forniks).
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi TAH BSO.
2.2 Memperlancar jalannya operasi TAH BSO.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3 Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Memasang kateter
3.1.5 Memasang plat diatermi.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem / Sponge holding forceps
2. Doek klem / Towel klem
3. Handvat mess / knife handle no.4
4. Pincet anatomis
5. Pinset chirrugis
6. Arteri klem van pean bengkok / krom
7. Arteri klem van kocher / kocher
8. Mikulicks
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Gunting metzembum
11. Needle holder panjang / pendek
12. Ring tang
13. Langhn back
14. Timan
15. Blass speculum

3.2.2 Instrumen tambahan


Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
104

1. Myom boor besar/kecil


2. Spraider bulat
3. Neir klem
3.2.3 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa, Darm Gauze
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Handle lamp
6. Mess no. 20
7. Selang suction
8. Kabel diatermi monopolar
9. Dower kateter + urine bag
10. Spuit 10 cc
11. Betadine, alcohol 70 %, PZ

12. Macam-macam benang (Monosyn no. 1, 3/0 ; Catgut Plain no. 1, 0,


2/0 ; Chromic no.1 ; Safil/ Vicryl no.1 ; Silk no.1 tanpa jarum ).
13. Jarum lingkaran baik round maupun cutting.
3.2.4 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diathermi
3. Suction pump

4. Tempat sampah medis dan non medis


4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen, sementara asisten memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
105

4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan pinset chirurgie untuk mengetes reaksi anestesi.
4.10 Memberikan handvat mess ke operator untuk melakukan incise kulit
secara midline atau fanenstill lapis demi lapis sampai fascia. Perdarahan
dirawat dengan kassa, klem pean dan diatermi.
4.11 Memberikan double kocher untuk menjepit fascia.
4.12 Memberikan gunting metzembaum untuk melebarkan fascia kearah
proksimal dan distal secukupnya dengan bantuan langenback dan pinset
anatomis. Setelah itu operator membebaskan musculus rectus
abdominalis secara tumpul dengan bantuan langenback dan pinset
anatomis sampai terlihat pre peritoneal fat.
4.13 Setelah terlihat Peritoneum Parientalis berikan double pinset chirurgies
dan gunting metzembaum untuk membuka peritoneum. Irisan
diperpanjang secukupnya lalu jauhkan alat alat instrument yang pendek
dan kassa lepas dari lapangan operasi.
4.14 Setelah peritoneum terbuka berikan blass speculum.
4.15 Setelah operator mengeksplorasi cavum abdomen untuk melihat ada
tidaknya perlekatan antara jaringan sekitar dengan tumor berikan
spreader dan Darm Gauze yang telah dibasahi Na Cl 0,9% untuk
melindungi usus.
4.16 Memberikan myom boor untuk diseksi uterus atau double kocher untuk
memegang uterus.
4.17 Memberikan 2 krom klem untuk menjepit ligamentum rotundum kanan
dan kiri lalu dipotong dengan gunting preparasi, kemudian berikan catgut
chromic no.1 dengan jarum round untuk menjahit jaringan yang
ditinggal, ujung benang dipegang dengan pean, kemudian berikan benang
silk no.1 untuk menjahit jaringan yang dibuang juga menggunakan jarum
round.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
106

4.18 Memberikan gunting preparasi dan pinset chirurgie ke operator untuk


membuat bladder flap dengan cara membuka plika vesika urinaria ,
dipisahkan kedua lateral dan disisihkan dengan still depp ke inferior,
kemudian letakkan 1 kassa lepas untuk pelindung blass dalam
pemasangan blass speculum.
4.19 Memberikan double krom untuk menjepit infundibulum pelvicum,
dengan ujung jari operator membuat tunnel avaskuler kanan dankiri,
untuk kontra klem menggunakan kocher lalu gunting dan jahit dengan
meggunakan catgut chromic no.1 untuk jaringan yang ditinggal dan
ujung benang dipegang dengan pean. Untuk jaringan yang dibuang jahit
dengan silk no.1 benang dipotong.
4.20 Memberikan double kocher atau krom untuk menjepit vasa uterine kanan
dan kiri. Berikan gunting preparasi untuk memotong dan jahit dengan
menggunakan catgut chromic no.1. Benang dipotong.
4.21 Memberikan double krom untuk meligasi broad ligamentum bagian
bawah kanan dan kiri. Berikan gunting preparasi untuk memotong dan
jahit dengan menggunakan catgut chromic no.1. benang dipotong. Begitu
seterusnya sampai setinggi forniks ( pada 1/3 proksimal vagina ).
4.22 Memberikan mess atau cutting diatermi untuk memotong uterus pada 1/3
proksimal vagina ( setinggi forniks ). Setelah itu berikan kocher klem 4
buah untuk menjepit sudut vagina kanan dan kiri begitu juga depan dan
belakang.
4.23 Memberikan monosyn no.1 untuk menjahit sudut vagina salh satu benang
dipegang dengan pean dilanjutkatkan dengan menjahit stomp vagina
secara jelujur feston.
4.24 Ligamentum rotundum dan ligamentum infundibulum pelvicum diikat
jadi satu dengan jahitan sudut vagina kanan dan kiri. Perdarahan dirawat
dengan pinset anatomis dan diatermi.
4.25 Untuk retroperitoneum dijahit dengan sisa monosyn no.1 secara jelujur.
Perhatian : Kassa lepas yang dipasang didepan blass untuk melindungi
blass jangan lupa diambil.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
107

4.26 Merawat perdarahan dengan pinset anatomis dan diatermi.dilanjutkan


cuci cavum abdomen dengan Na Cl 0,9%.
4.27 Sebelum peritoneum ditutup cek kembali kassa, deppers atau instrument
lain sudah lengkap atau belum.
4.28 MemberikanCatgut Plain no.1 dan pinset anatomis untuk menjahit
peritoneum.
4.29 Otot dijahit dengan catgut plain no.1 secara satu satu atau jelujur
dengan bantuan pinset chirurgie.Memberikan double kocher untuk
menjepit ujung Fascia bagian proksimal dan distal. Setelah itu berikan
Safil no.1 dan pinset chirurgie untuk menjahit secara jelujur.
4.30 Fat (lemak) dijahit dengan catgut plain no.0 secara jelujur atau satu satu.
4.31 Memberikan monosyn no.3/0 untuk menjahit kulit secara subkutikuler.
4.32 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.33 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.34 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.35 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.5 Instrumentasi Tehnik THT


4.5.1 Instrumentasi Tehnik Polip Ekstraksi ( PE )
1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi untuk operasi megambil massa / polip pada
hidung.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi PE.
2.2 Memperlancar jalannya operasi PE.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
108

3.2 Alat / instrumen steril


3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem / Sponge holding forceps
2. Doek klem / Towel klem
3. Spekulum hartman (nose spekulum) sesuai ukuran ukuran
4. Canule suction
5. Polip ekstraktor + snar
6. Forcep burkasley 3 biji bermacam ukuran dan bentuk
7. Tampon tang
8. Bayonet pinset
9. Gunting konkha 2 biji bermcam ukuran (besar dan kecil)
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa, sporces, tampon pita dengan salf gentamicin
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Handle lamp
6. Selang suction
7. Alcohol 70 %, PZ, Larutan Lido efedrin
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin suction
3. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril
dan doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua
alat dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien,
memasang selang suction dan handle lamp.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
109

4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap


TIME OUT.
4.9 Memberikan speculum hartman dan pinset bayonet beserta sporces
yang telah dibasahi dengan lidocain efedrin 2,5 % dan ditunggu 5
menit.
4.10 Memberikan polip ekstraktor + snar polip pada operator untuk menjerat
/ mengambil polip pada ronga hidung.
4.11 Memberikan burkasley sesuai ukuran yang diperlukan operator untuk
ekstraksi polip.
4.12 Operator merawat perdarahan dengan tampon sporces yang dibasahi
lidocain efedrin 2 ,5 %
4.13 Dilakukan berkelanjutan sampai polip bersih.
4.14 Memberikan tampon pita yang telah diberi salf gentamicin untuk
dipasang pada rongga hidung yang sakit.
4.15 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.16 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.17 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.5.2 Instrumentasi Tehnik Tonsilectomy ( TE )


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi untuk operasi megambil tonsil melalui
rongga mulut.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi TE.
2.2 Memperlancar jalannya operasi TE.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
110

3.1.4 Memasang plat diatermi


3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem / Sponge holding forceps
2. Doek klem / Towel klem
3. Canule suction
4. Mouth spreader sesuai ukuran
5. Tongue spattel
6. Mess tonsil
7. Tonsil tang
8. Tampon tang
9. Gunting metzembaum
10. Kocker bengkok besar
11. Arkus retractor
12. Tonsil ekstraktor + snar tonsil
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa, sporces, deppers kecil dan sedang
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Handle lamp
6. Selang suction
7. Nelaton kateter
8. Kabel diatermi monopolar
9. Betadine, Alcohol 70 %, PZ
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
111

4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area


operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mouth spreider dan tongue spattel kepada operator untuk
membuka mulutmemudahkan tindakan operasi, pastikan tampon mulut
telah terpasang konfirmasi dengan pihak anestesi.
4.10 Memberikan tonsil tang untuk memegang tonsil dilanjutkan mess tonsil
untuk insisi tonsil bila perlu memberikan gunting metzembaum untuk
melebarkan.
4.11 Memberikan deppers kecil yang telah dijepit di kocker untuk
membebaskan tonsil dari jaringan yang sehat, rawat perdarahan dengan
memberikan tampon tang dan diatermi beserta suction
4.12 Bila tonsil telah terbebas dari jaringan sekitarnya, dilanjutkan
memberikan tonsil ekstraktor yang telah dipasang snar, tonsil tetap
dipegang dengan tonsil tang.
4.13 Setelah tonsil dipotong berikan deppers sedang untuk meminimalkan
perdarahan.
4.14 Merawat perdarahan dengan memberikan arkus retraktor dan tampon
tang berserta diatermi.
4.15 Dilanjutkan pada sisi tonsil berikutnya ( kanan kiri ) dengan tahap
prosedur yang sama.
4.16 Setelah prosedur selesai, memastikan kembali ada tidaknya perdarahan.
Meberikan nelaton kateter untuk membersikan sisa perdarahan pada
ringga hidung dan melepas tampon mulut.
4.17 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.18 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.19 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
112

4.5.3 Instrumentasi Tehnik Rhinotomy Lateral ( RL )


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi untuk operasi pengangkatan massa / tumor
pada daerah maksilaris medial.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi RL.
2.2 Memperlancar jalannya operasi RL.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine
3.1.4 Memasang kateter
3.1.5 Memasang plat diatermi
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem / Sponge holding forceps
2. Doek klem / Towel klem
3. Handvat mess no.3
4. Canule suction
5. Tonsil tang
6. Gunting metzembaum
7. Gunting benang
8. Pinset chirrurgis
9. Pinset anatomis
10. Krom klem
11. Kocker
12. Burkasley lurus
13. Hayek
14. Raspatorium
15. Knabel tang
16. Langn back
17. Hak tajam
18. Needle holder
3.2.2 Alat tambahan
1. Osteotome lurus dan bulat
2. Hammer

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
113

3. Kikir
3.2.3 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Handle lamp
6. Mess no.15
7. Selang suction
8. Kabel diatermi monopolar
9. Folley kateter + urine bag
10. Spuit 10 cc, 3cc
11. Lidocain 2%, Lido+adrenalin
12. Tampon pita dengan gentamicin salf
13. Gentian violet ( marker )
14. Betadine, Alcohol 70 %, PZ , H2O2
15. Macam macam benang ( safil no.3/0 ; dafilon no.4/0 )
3.2.4 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Tempat sampah medis dan non medis

4 Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien,
memasangkabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
114

4.9 Memberikan gentian violet untuk gambar / marker pada daerah yang
akan di insisi.
4.10 Memberikan spuit berisi lidocain adrenalin untuk infiltrasi.
4.11 Memberikan mess no.15 untuk insisi dan berikan kassa + krom klem
pada asisten untuk merawat perdarahan.
4.12 Memberikan gunting metzembaum untuk membebaskan jaringan lemak
dan fasia sampai terlihat periostium dilanjutkan memberikan raspatorium
untuk membebaskan periostium dengan jaringan, bantu dengan
memberikan langn back dan pita untuk fiksasi / tegel.
4.13 Memberikan osteotome dan hammer untuk membuka tulang maksilaris
dan knabel tang bila diperlukan.
4.14 Setelah tulang maksila terbuka, operator akan melakukan eksplorasi
massa / tumor.
4.15 Massa / tumor diambil dengan burkasley, asisten membantu merawat
perdarahan.
4.16 Setelah massa / tumor dipastikan sudah bersih dilanjutkan pencucian
dengan larutan H2O2dilanjutkan dengan PZ kemudian dikeringkan.
4.17 Memberikan tampon pita dengan gentamicin salf untuk menutup rongga
daerah pada tempat operasi.
4.18 Memberikan benang safil no.3/0 untuk menjahit fasia sampai subcutis
dan dafilon no.4/0 untuk menjahit kulit.
4.19 Menutup daerah operasi dengan kassa dan plester polyester / hipafix.
4.20 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.21 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.22 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.6 Instrumentasi Tehnik Bedah Orthopedi


4.6.1 Instrumentasi Tehnik Platting Femur
1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi untuk operasipemasangan plate dan screw pada
fraktur tulang femuratau disebut juga ORIF (Open Reduction Internal Fixation)

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
115

2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Platting Femur.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Platting Femur.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lateral.
3.1.4 Memasang kateter
3.1.5 Memasang plat diatermi
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem
2. Doek / towel klem
3. Handvat mess no.4 dan no.3
4. Pinset chirrurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Hak tajam
11. Hak tumpul
12. Hak femur
13. Raspatorium
14. Elevator
15. Curret
16. Knabel tang
17. Needle holder
18. Canule suction
3.2.2 Alat tambahan

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
116

1. Spreider
2. Reduction
3. Bone tang
4. Ferbuger
5. Hofmann / Cobra
6. Bor
3.2.3 Set plate dan screw
1. Broad plate
2. Drill bit 3,2 mm
3. Sleeve drill bit for 3,5 mm
4. Depth Gauge
5. Tap for cortex ( 4,5) dan consellous ( 6,5)
6. Sleeve tap for 4,5 / 6,5 mm
7. Screw driver
8. Countersink
9. Container screw berisi macam-macam screw dan plate
3.2.4 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril / underpad steril
3. Handscoen
4. Deppers, kassa
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.20 dan no.10
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Folley kateter + urine bag
11. Spuit 20cc, 10cc
12. Sufratulle
13. Macam macam benang ( safil no.1 dan no.2/0 ; monosyn no.3/0 ;
silk no.2/0 )
14. Elastic bandage dan velband 6 inchi
15. Drain set
16. Steridrape / opsite
17. Povidone iodine, alcohol 70%, Savlon, PZ
3.2.5 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja

4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
117

operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda


daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien,
memasangkabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess 1 untuk insisi kulit pada sisi lateralfemur dengan
landmark antara trochanter femur dan condylus lateral, kemudian
diperdalam sampai fascia dengan mess 2 dilanjutkan dengan buka fascia
dengan gunting metzembaum, asisten mebantu merawat perdarahan.
4.10 Otot femur lateralis diretraksi dengan hak tumpul, kemudian tampak
septum intermuskular, setelah itu dilakukan deseksi dengan gunting
metzembaum atau cutting diatermi menuju tulang harus hati-hati karena
terdapat arteri perforantes yang boleh diligasi atau koagulasi.
4.11 Dengan bantuan hak cobra membersihkan ujung-ujung fragmen tulang,
melepaskan otot-otot dari tulang dan pegang fragmen proksimal dan
distal dengan bone tang, bersihkan lokasi pemasangan plate dengan
raspatorium, ujung fragmen tulang bersihkan dengan curretage.
4.12 Kemudian dilakukan reposisi dengan reduction sampai kembali sesuai
posisi anatomis fragmen tulang yang sesuai.
4.13 Bila ada butterfly fragmen maka dapat difiksasi dengan lag screw
sehingga fraktur comunitif diubah menjadi simple fracture.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
118

4.14 Setelah reposisi maksimal kemudian dipasang plate (broad plate) yang
dipilih untuk pemasangan srew minimal 4 hole pada masing-masing
fragmen atau sesuai kebutuhan.
4.15 Plate diperkuat dengan memberikan ferbuger untuk stabilisasi.
4.16 Kemudian dilakukan pemasangan screw menggunakan drill bit 3,2 mm
dan spoel PZ + suction diteruskan pengukuran panjang tulang dengan
depth gauge untuk menentukan panjang screw.
4.17 Kemudian dilakukan tap for 4,5 mm atau 6,5 mm tergantung
kebutuhan screw memakai cortical atau cancellous.
4.18 Setelah masing-masing hole terisi screw dilanjutkan cek stabilisasi ( flexi
extensi ), pencucian menggunakan PZ dan rawat adanya perdarahan,
kemudian pasang drain dan fiksasi dengan silk no.2/0
4.19 Memberikan benang safil no.1 untuk menjahit fasia dan safil no.2/0
untuk menjahit sub cutis dilanjutkan monosyn no. 3/0 untuk menjahit
kulit.
4.20 Menutup daerah operasi dengan sufratulle, kassa dan velband + elastic
bandage.
4.21 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.22 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.23 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.6.2 Instrumentasi Tehnik Platting Clavikula


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi untuk operasipemasangan plate dan screw pada
fraktur tulang clavikula atau disebut juga ORIF (Open Reduction Internal
Fixation)
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Platting Clavikula.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Platting Clavikula.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
119

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Memasang kateter
3.1.5 Memasang plat diatermi
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem
2. Doek / towel klem
3. Handvat mess no.4 dan no.3
4. Pinset chirrurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Hak tajam
11. Hak tumpul
12. Raspatorium
13. Elevator
14. Curret
15. Knabel tang
16. Needle holder
17. Canule suction
3.2.2 Alat tambahan

1. Spreider
2. Reduction
3. Bone tang
4. Ferbuger
5. Hofmann / Cobra
6. Bor
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
120

3.2.3 Set plate dan screw ( Small Fragmen )


1. Rekonstruksi plate : S Plate
2. Drill bit 2,5 mm
3. Sleeve drill bit for 2,5 mm
4. Depth Gauge
5. Tap for cortex ( 3,5) dan consellous ( 4,0)
6. Sleeve tap for 3,5 / 4,0 mm
7. Screw driver
8. Countersink
9. Container screw berisi macam-macam screw dan plate
3.2.4 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril / underpad steril
3. Handscoen
4. Deppers, kassa
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.20 dan no.10
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Folley kateter + urine bag
11. Spuit 20cc, 10cc
12. Sufratulle
13. Macam macam benang ( Safil no.2/0 ; monosyn no.3/0 )
14. Elastic bandage
15. Povidone iodine, alcohol 70%, Savlon, PZ
3.2.5 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Plester polyester / hipafix
5. Tempat sampah medis dan non medis
4. Cara kerja

4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
121

4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess 1 pada operator untuk dilakukan incisi pada kulit
dilanjutkan dengan mess 2 atau cutting diatermi untuk incisi lemak
sampai dengan fasia, bantu untuk memudahkan / membuka area operasi
dengan memberikan hak tajam kepada asisten.
4.10 Memberikan kassa, krom klem, dan diathermi kepada asisten untuk
merawat perdarahan.
4.11 Setelah fasia terbuka atau terlihat periostium ganti hak tajam dan berikan
hak tumpul atau spreider.
4.12 Memberikan raspatorium untuk membebaskan tulang dari periostium
untuk tempat pemasangan plate, ujung fragmen tulang yang patah
dibersihkan menggunakan curet.
4.13 Kemudian dilakukan reposisi dengan reduction sampai kembali sesuai
posisi anatomis fragmen tulang yang sesuai.
4.14 Setelah reposisi maksimal kemudian dipasang plate dan berikan ferbuger
untuk memegang plate dengan tulang agar tetap stabil.
4.15 Kemudian dilakukan pemasangan screw menggunakan drill bit 2.5 mm
dan spoel PZ + suction diteruskan pengukuran panjang tulang dengan
depth gauge untuk menentukan panjang screw.
4.16 Kemudian dilakukan tap for 3,5 mm atau 4,0 mm tergantung
kebutuhan screw memakai cortical atau cancellous.
4.17 Setelah masing-masing hole terisi screw dilanjutkan cek stabilisasi ( flexi
extensi ), pencucian menggunakan PZ dan rawat adanya perdarahan.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
122

4.18 Memberikan benang safil no.2/0 untuk menjahit fasia dan sub cutis
dilanjutkan monosyn no. 3/0 untuk menjahit kulit.
4.19 Menutup daerah operasi dengan sufratulle, kassa dan plester polyester /
hipafix. Kemudian pasang arm sling sesuai ukuran.
4.20 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.21 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.22 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.6.3 Instrumentasi Tehnik Bipolar Hemiarthtroplasty


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi untuk operasi penggantian caput / head femoral
oleh karena proses trauma ( fracture ) atau proses degenerative
( Oesteoarthtritis ) dengan menggunakan implant prothese.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Bipolar.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Bipolar.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien lateral.
3.1.4 Memasang kateter
3.1.5 Memasang plat diatermi
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Instrumen dasar
1. Desinfeksi klem
2. Doek / towel klem
3. Handvat mess no.4 dan no.3
4. Pinset chirrurgis
5. Pinset anatomis

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
123

6. Krom klem
7. Kocker
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Hak tajam
11. Hak tumpul
12. Raspatorium
13. Elevator
14. Curret
15. Knabel tang
16. Needle holder
17. Canule suction
3.2.2 Alat tambahan

1. Spreider
2. Hak femur
3. Hak acetabulum
4. Hip retraktor
5. Hofmann / Cobra
6. Land bone skin(sendok)
7. Femoral head extractor (bor)
8. Chisel box femoral
9. Reamer femoral
10. Femoral head guide(pengukur jangka sorong)
11. Hammer
12. Bone cement
3.2.3 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril / underpad steril
3. Handscoen
4. Deppers, kassa
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.20 dan no.10
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
124

10. Folley kateter + urine bag


11. Drain set
12. Spuit 20cc, 10cc
13. Sufratulle
14. Macam macam benang ( Safil no.1 dan no.2/0 ; monosyn
no.3/0 ; Silk no.2/0 )
15. Elastic bandage dan velband
16. Povidone iodine, alcohol 70%, Savlon, PZ
3.2.4 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction

4. Tempat sampah medis dan non medis


4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess 1 untuk insisi kulit pada sisi lateral femur dengan
landmark mulai trochanter femur dan condylus lateral, kemudian
diperdalam sampai fascia dengan mess 2 dilanjutkan dengan buka fascia
dengan gunting metzembaum, asisten mebantu merawat perdarahan.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
125

4.10 Otot femur lateralis diretraksi dengan hak tumpul, kemudian tampak
septum intermuskular, setelah itu dilakukan deseksi dengan gunting
metzembaum atau cutting diatermi menuju tulang harus hati-hati karena
terdapat arteri perforantes yang boleh diligasi atau koagulasi.
4.11 Memberikan spreider untuk membuka ligament caput femur,dilanjutkan
dengan gunting metzembaum sampai caput femur dilanjutkn memberikan
femoral head ekstraktor untuk mengambil head femur.
4.12 Setelah head femur terlepas berikan head guide (jangka sorong) untuk
memastikan ukuran besar dari head femur dan implant / protese tang
akan dipasang.
4.13 Dilanjutkan persiapan preparasi tulang femoral untuk pemasangan stem
femur.
4.14 Memberikan knabel tang untuk merapikan / meratakan bagian trochanter
femur dilanjutkan memberikan chisel box dan hammer, kemudian reamer
femur dilakukan dengan hati hati agar tulang femur tidak pecah.
4.15 Setelah preparasi selesai, implant / protese dibuka dan disiapkan.
4.16 Pemasangan stem femoral siapkan dan aduk bone cement, kemudian
masukkan bone cement pada medular femur yang tadi sudah disiapkan
dan pasang femoral stem, ditunggu sampai bone cement mengeras.
4.17 Dilanjutkan pemasangan implant / protese head femur atau bipolar sesuai
ukuran.
4.18 Setelah implant terpasang dilakukan reposisi kembali dan di cek
stabilisasi.
4.19 Memberikan cairan PZ larutan antibiotik untuk mencuci area operasi dan
mengecek ada tidaknya sisa perdarahan kemudian dilanjutkan
pemasangan drain fiksasi dengan benang silk no.2/0.
4.20 Memberikan benang safil no.1 untuk menjahit otot dan fasia dilanjutkan
safil no.2/0 sampai sub cutis, kulit dijahit dengan monosyn no.3/0.
4.21 Menutup daerah operasi dengan sufratulle, kassa dan velband + elastic
bandage, sambungkan selang drain dengan botol.
4.22 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
126

4.23 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,


pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.24 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.7 Instrumentasi Tehnik Bedah Digestif & Oncology


4.7.1 Instrumentasi Tehnik Milles Procedure
1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi Ca Rectum.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi Milles.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Milles.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine dan lithotomy.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker
8. Gunting metzembaum
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
127

9. Gunting benang / ligature scissors


10. Needle holder
11. Hak tajam
12. Langn back
13. Canule suction
3.2.2 Alat / instrumen tambahan
1. Elis klem
2. Spreider
3. Timan
4. Spattel
5. Right angel
6. Darm klem
3.2.3 Alat khusus
1. Harmonic Scalpel
3.2.4 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril
3. Handscoen
4. Deppers, Kassa, Darm Gauze
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.20
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Folley kateter + urine bag
11. Rectal tube dan NG Tube ( Drain )
12. Spuit 20cc, 10cc
13. Macam macam benang ( Safil no.1 ; monosyn no.3/0 ; Silk no.2/0
; Cat gut plain no.2/0 ; premilen no.2/0 )
14. Povidone iodine, alcohol 70%, PZ
3.2.5 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Mesin harmonic
5. Plester polyester dan gunting verband.
6. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
128

4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, kabel harmonic, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess untuk melakukan insisi garis tengah umbilikal dari
umbilikalis ke sympisis diperluas keatas umbilikalis dengan melakukan
irisan melingkari umbilikal.
4.10 Luka diperdalaman sampai fasia, otot menggunakan gunting
metzembaum atau cutting diatermi dan perdarahan dirawat dengan
memberikan krom klem dan diatermi.
4.11 Memberikan pinset chirurrgis kepada operator dan asisten untuk
memegang peritoneum dan dibuka dengan gunting metzembaum, berikan
2 kocker untuk menjepit peritonium kemudian diperluas dari umbilikalis
sampai sympisis
4.12 Memberikan spreider abdomen (abdominal retractor), untuk membuka
kedua dinding sampai rongga abdomen terlihat jelas.
4.13 Memberikan darm gauze untuk melindungi organ usus, omentum,
kemudian ditarik keatas dengan haak timan sampai terlihat kolon sigmoid
dan rectum.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
129

4.14 Colon sigmoid dibebaskan dari mesokolon dengan memberikan pinset


anatomis dan gunting metzembaum atau harmonic scalpel, pembuluh
darah diligasi dengan silk no. 2-0.
4.15 Rectum dibebaskan dari meso-rectum dengan memberikan operator
pincet anatomi dan gunting metzembaum sampai terlihat batas rectum
dengan kandung kemih, perdarahan dirawat dengan ligasi silk no.2-0 atau
diatermi.
4.16 Batas tumor diikat dengan memberikan pita kepada operator, lalu batas
kolon sigmoid distal diklem dengan darm klem kemudian
direseksi( kurang dari 6 cm dari anus reseksi Abdomimino Perineal dan
antara 6-12 cm dari anus reseksi protosigmoidektomi ).
4.17 Incisi daerah anus dengan memberikan mess No.10 dan diperdalam
menggunakan harmonic scalpel sampai batas rectum distal terlepas,
kemudian rectum distal ditarik kebawah melalui daerah anus dengan
memberikan klem panjang sampai terlepas tumor beserta rectumnya.
4.18 Memberikan rectal tube untuk drain anus, kemudian daerah bekas
dinding rectum dijahit menggunakan dengan memberikan Safilno.1 dan
kulit daerah anus dijahit dengan premilene no.2-0
4.19 Memberikan mess kepada operator untuk insisi membuat colostomi
dengan insisi daerah fossa illiaca sinistra diperdalam sampai membuka
peritonium dengan menggunakan gunting dan pinset chirurrgis,
perdarahan dirawat dengan krom klem arteri dan diatermi.
4.20 Sigmoid proksimal ditarik keluar melalui lubang ( stoma ) kemudian di
fiksasi dengan memberikan silk no.2-0 sebanyak 8 sudut / penjuru.
4.21 Merawat perdarahan dengan pinset anatomis dan diatermi.dilanjutkan
cuci cavum abdomen dengan Na Cl 0,9%.
4.22 Sebelum peritoneum ditutup cek kembali kassa, deppers atau instrument
lain sudah lengkap atau belum. Dilajutkan memasang drain dan fiksasi
dengan silk n0.2-0.
4.23 Memberikan benang safil no.1 untuk menjahit peritoneum dan fasia ( all
layer ).

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
130

4.24 Fat (lemak) dijahit dengan catgut plain no.2/0 secara jelujur atau satu
satu. Dilanjutkan memberikan monosyn no.3/0 untuk menjahit kulit
secara subkutikuler.
4.25 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.26 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.27 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.28 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.
4.7.2 Instrumentasi Tehnik Open Cholesistectomy Eksplorasi Ductus
1. Pengertian

Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pengangkatan batu dan kandung

empedu pada ductus coleductus.

2.Tujuan

2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi eksplorasi ductus.


2.2 Memperlancar jalannya operasi eksplorasi ductus.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien hiperekstensi pada daerah lumbal ( posisi
cholelitiasis ).
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
131

3. Handvat mess no. 4 dan no.3


4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Needle holder
11. Hak tajam
12. Langn back
13. Canule suction
3.2.2 Alat / instrumen tambahan
1. Elis klem
2. Spreider
3. Timan
4. Spattel
5. Right angel
6. Stone tang lurus dan bengkok.
7. Businasi
3.2.3 Alat khusus
1. Choledoscpoe set
3.2.4 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril
3. Handscoen
4. Deppers, Kassa, Darm Gauze
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.20 dan 11
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Folley kateter + urine bag
11. Rectal tube no.6 dan T drain no.4 / 5
12. Feeding tube no. 6 8
13. Blood transfuse set
14. Spuit50cc, 20cc, 10cc, 3cc
15. Urografin

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
132

16. Macam macam benang ( Safil no.1 ; Monosyn no.3/0 ; Silk


no.2/0 - no.3/0 ; Cat gut plain no.2/0)
17. Povidone iodine, alcohol 70%, PZ
3.2.5 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Mesin choledoscope
5. Mesin light source
6. C arm
7. Plester polyester dan gunting verband.
8. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, kabel harmonic, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan kepada operator untuk melakukan incici kulit pada daerah
sub costal kanan secara midline
4.10 Luka diperdalaman sampai fasia, otot menggunakan gunting
metzembaum atau cutting diatermi dan perdarahan dirawat dengan
memberikan krom klem dan diatermi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
133

4.11 Memberikan pinset chirurrgis kepada operator dan asisten untuk


memegang peritoneum dan dibuka dengan gunting metzembaum, berikan
2 kocker untuk menjepit peritonium kemudian diperluas .
4.12 Memberikan spreider untuk memudahkan eksplorasi dan darm gauze
untuk melindungi usus, omentum dan organ sekitar.
4.13 Memberikan timan untuk memperjelas posisi kantong empedu dan
ductus.
4.14 Fundus kantong empedu dijepit dengan memberikan ring tang, jarinan
sekitar ductus di pisahkan dengan menggunakan pincet anatomis manis
panjang, setelah kelihatan ductus sisticus berikan ligasi dengan
menggunakan silk no.2-0 dengan bantuan right angel dan diikat 2 x
(distal dan proximal).
4.15 Memberikan gunting metzembaum kepada operator dan operator
memotong ductus sisticus diantara dua ikatan, begitu juga dengan arteri
sistika diligasi dengan silk no.2-0 pada daerah distal dan proximal
dengan menggunakan right angel kemudian dipotong dengan gunting
metzembaum.
4.16 Bagian proximal ductus dijepit dengan klem panjang dan pembebasan
daerah retro antara kantong empedu dan liver dengan memberi pincet
anatomis dan gunting metzembaum perdarahan dirawat menggunakan
krom klem dan diatermi (koagulasi) sampai kantong empedu terangkat.
4.17 Incici pada ductus koleduktus dengan memberikan mes no. 11 (incici
kurang lebih 1 cm) kemudian berikan feeding tube no. 8 dan spoel
dengan PZ menggunakan spuit 20 cc.
4.18 Observasi adanya batu dilumen ductus dengan alat choledoscopy,
sambungkan dengan cairan PZ dan light source, apabila ada batu diambil
dengan stone tang.
4.19 Memberikan T drainage uk 4 -5 untuk dipasang pada ductus koledoctus
dan memberikan silk no. 3-0 untuk fiksasi kemudian sambungkan pada
spuit yang berisi kontras dan siapkan C arm.
4.20 Dengan bantuan C-arm masukkan kontras untuk memastikan ada
tidaknya batu pada ductus choleducus.
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
134

4.21 Setelah eksplorasi telah dilakukan berikan cairan PZ untuk mencuci dan
evaluasi ada tidaknya perdarahan.
4.22 Memberikan rectal tube untuk drain sub hepatal dan T drain yang telah
ditembuskan melalui kulit dan fiksasi dengan silk no.2/0.
4.23 Memberikan benang safil no.1 untuk menjahit peritoneum dan fasia ( all
layer ) dan sub cuitis dijahit dengan catgut plain no.2/0 secara jelujur atau
satu satu, dilanjutkan memberikan monosyn no.3/0 untuk menjahit kulit
secara subkutikuler.
4.24 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.25 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.26 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.27 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.7.3 Instrumentasi Tehnik Hemicolectomy


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pengangkatan tumor pada daerah
colon ascenden / descenden.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi Hemicolectomy.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Hemicolectomy.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
135

3.2.1 Set Dasar


1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Needle holder
11. Hak tajam
12. Langn back
13. Canule suction
3.2.2 Alat / instrumen tambahan
1. Elis klem
2. Spreider
3. Timan
4. Spattel
5. Right angel
6. Darm klem
3.2.3 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril
3. Handscoen
4. Deppers, Kassa, Darm Gauze
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.20
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Folley kateter + urine bag
11. Drain set
12. Spuit 20cc, 10cc
13. Macam macam benang ( Safil no.1, no.3/0 ; Monosyn no.3/0 ;
Silk no.2/0,no 3/0 ; Cat gut plain no.2/0 )
14. Povidone iodine, alcohol 70%, PZ
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
136

3.2.4 Alat dan bahan penunjang Non steril


1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Plester polyester dan gunting verband.
5. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, kabel harmonic, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess untuk melakukan insisi garis tengah umbilikal dari
umbilikalis ke sympisis diperluas keatas umbilikalis dengan melakukan
irisan melingkari umbilical.
4.10 Luka diperdalaman sampai fasia, otot menggunakan gunting
metzembaum atau cutting diatermi dan perdarahan dirawat dengan
memberikan krom klem dan diatermi.
4.11 Memberikan pinset chirurrgis kepada operator dan asisten untuk
memegang peritoneum dan dibuka dengan gunting metzembaum, berikan

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
137

2 kocker untuk menjepit peritonium kemudian diperluas dari umbilikalis


sampai sympisis
4.12 Memberikan spreider abdomen (abdominal retractor), untuk membuka
kedua dinding sampai rongga abdomen terlihat jelas.
4.13 Memberikan darm gauze untuk melindungi organ usus, omentum serta
organ disekitarnya, operator akan melakukan eksplorasi sampai
ditemukan lokasi tumor.
4.14 Memberikan pinset anatomis dan gunting metzembaum untuk dilakukan
reseksi daerah meso colonsampai bebas dari retro peritonium, perdarahan
dirawat dengan diatermi dan bila perlu onstiking menggunakan silk no.
2-0.
4.15 Batas tumor bagian distal dan proksimal masing-masing diikat dengan
memberikan pita kepada operator, kemudian bagian colon distal dan
proksimal yang sehat (bebas dari tumor) dijepit dengan darm klem.
4.16 Dilakukan reseksi daerah distal dan proksimal diantara darm klem dan
ikatan pita, sebelumnya bagian bawah daerah reseksi dilindungi dengan
kassa.
4.17 Reseksi menggunakan dengan cutting diatermi, feses dilumen usus
dibersihkan dengan still depress yang dibasahi dengan betadine.
4.18 Dilakukan anastomosis end to end daerah bagian distal dan proksimal
colon dengan memberikan benang safil no.3-0, jahitan dimulai pada bibir
posterior melingkar ke bibir anterior sampai seluruh lumen
tertutupkemudian di over hecting menggunakan silk no.3-0 sesuai
kebutuhan. Meso colon dijahit dengan silk no.3-0.
4.19 Setelah eksplorasi telah dilakukan berikan cairan PZ untuk mencuci dan
evaluasi ada tidaknya perdarahan. Dilanjutkan memasang drain dan
fiksasi menggunakan silk no.2/0.
4.20 Memberikan benang safil no.1 untuk menjahit peritoneum dan fasia ( all
layer ).
4.21 Fat (lemak) dijahit dengan catgut plain no.2/0 secara jelujur atau satu
satu. Dilanjutkan memberikan monosyn no.3/0 untuk menjahit kulit
secara subkutikuler.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
138

4.22 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.23 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.24 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.25 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.7.4 Instrumentasi Teknik MRM (Modified Radical Mastectomy)


1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pengangkatan tumor pada
payudara / mamae secara total / keseluruhan beserta kelenjar.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi MRM.
2.2 Memperlancar jalannya operasi MRM.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 4
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
139

8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Needle holder
11. Langn back
12. Canule suction
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril
3. Handscoen
4. Deppers, Kassa
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.20
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Folley kateter + urine bag
11. Drain set
12. Spuit 10cc
13. Macam macam benang ( Monosyn no.4/0 ; Silk no.2/0,no 3/0 ;
Nylon no.4-0 )
14. Povidone iodine, alcohol 70%, PZ
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Plester polyester dan gunting verband.
5. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
140

4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area


operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess untuk melakukan insisi sesuai dengan marker.
4.10 Insisi diperdalam dengan menggunakan cutting diatermi, memberikan
kocker kepada asisten untuk memudahkan ekspose insisi flap superior
inferior.
4.11 Operator melakukan flap dengan batas-batas flap pada sisi superior
mencapai klavikula, sisi medial pada tepi sternum, tepi lateral hingga tepi
muskulus latismus dorsi dan tepi inferior mencapai tepi costa / rectus
sheath.
4.12 Memberikan gunting metzembaum untuk eksisi / eksplorasi tumor, fasia
diatas muskulus peetoralis mayor bersama-sama dengan mamma ikut di
eksisi dengan tetap mempertahankan : nervus torakalis longus yang
menuju latisimus dorsi ; nervus torakalis dorsalis yang menuju anterior
dan vena axilaris. Arteri dan vena intercortalis perforator pada tepi
sternum di klem dan ligasi dengan silk no.2/0, flap daerah axilla di
refraksi keatas, fasia pada tepi muskulus pectoralis minor terekspos
hingga pada insersinya di prosoparaid.
4.13 Jaringan longgar dan lemak pada vena axiller di eksisi sehingga
terekspos dengan pembuluh darah subscapula. Diseksi axilla dilakukan
sampai komplit mulai dari kelenjar rotters antara muskulus pectoralis
mayor dan minor, kelenjar limfe axilla level I pada tepi lateral muskulus
pectoralis level II terdapat di posterior dan muskulus pectoralis minor
dan level III pada tepi medial muskulus pectoralis minor.
4.14 Untuk mencapai level II dan level III muskulus pectoralis mayor dan
minor di retraksi keatas sehingga jaringan sekitar axilla dapat terekspos
dan kadang-kadang dilakukan pemotongan muskulus pectoralis dekat

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
141

insersinya untuk mempermudah pencapaian kelenjar axilla pada level II


dan III.
4.15 Setelah seluruh jaringan tumor terangkat beserta kelenjar axilla yang
terdesak kontrol kembali arteri dan vena yang telah di ligasi dan cek
kedua nervus yang telah di preservasi dan rawat perdarahan bila ada
dengan diathermi.
4.16 Setelah eksplorasi telah dilakukan berikan cairan PZ untuk mencuci dan
evaluasi ada tidaknya perdarahan, ganti handscoen dan semua set
instrumen. Dilanjutkan pemasangan drain dan fiksasi dengan silk no.2-0.
4.17 Memberikan jahitan silk no.0 untuk mendekatkan / menutup insisi luka
operasi, dilanjutkan memberikan monosyn no.4-0 untuk menjahit fat dan
nylon no.4-0 untuk menjahit kulit.
4.18 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.19 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.20 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.21 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.
4.7.5 Instrumentasi Teknik Eksisi Fibro Adenoma Mamae ( FAM )
1. Pengertian
Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pengangkatan jaringan tumor
pada payudara / mamae.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi Eksisi FAM.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Eksisi FAM.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
142

3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /


marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Needle holder
11. Langn back bolak - balik
12. Canule suction
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril
3. Handscoen
4. Deppers, Kassa
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.15
8. Opsite
9. Selang suction
10. Kabel diatermi monopolar
11. Macam macam benang ( Monosyn no.4/0 )
12. Povidone iodine, alcohol 70%, PZ
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
143

4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.
4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess untuk melakukan insisi sesuai dengan marker pada
kulit peri ariola kemudian insisi diperdalam lapis demi lapis dengan
menggunakan gunting metzemboum dan kemudian dibuat flap sampai
dengan daerah sekitar tumor dengan bantuan wound hak tajam dan
lapisan semakin dalam ganti dengan langen back.
4.10 Setelah didapatkan massa / jaringan tumor berikan koker, lanjutkan
membebaskan jaringan sekitar dengan menggunakan gunting
metzembaum sampai jaringan / tumor terangkat semua.
4.11 Setelah eksplorasi telah dilakukan berikan cairan PZ untuk mencuci dan
evaluasi ada tidaknya perdarahan. Dilanjutkan memberikan monosyn
no.4-0 untuk menjahit sub cutis dan kulit.
4.12 Kulit ditutup menggunakan opsite.
4.13 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.14 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
144

4.15 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.8 Instrumentasi Teknik Endo-Laparascopy


4.8.1 Instrumentasi Teknik Laparascopy Cholesistectomy

1. Pengertian
Suatu tindakan / prosedur operatif pengangkatan batu dan kandung
empedu secara endo dengan menggunakan seperangkat alat laparascopy.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Laparascopy Cholesistectomy.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Laparascopy Cholesistectomy.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3. Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Memasang plat diatermi
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Doek klem/Towel clamp tajam
3. Doek klem/Towel clamp tumpul
4. Handvad mess no.3
5. Gunting benang
6. Gunting metzembaum
7. Needle holder
8. Pincet cirrurgis
9. Pincet anatomis
10. Kocher
11. Krom klem
12. Langen back double kecil

3.2.2 Alat / instrumen tambahan


1. Optic0 ( 10 mm )
2. Selang irrigator

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
145

3. Selang gas CO2


4. Endo camera
5. Light Source
6. Kabel diatermi / resector
7. Trocar no.10( 1 ) ; no.5 ( 2 )

8. Jarum verres
3.2.3 Set Laparascopy
1. Grasper
2. Desector lurus + bengkok
3. Spatel
4. Hook
5. Aligator
6. Intestinal Klem
7. Kokher
8. Gunting Metzembaum
9. Endoclip / Ligaclip set
10. Canula suction
3.2.4 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Mess no.15
6. Spuit 10 cc
7. Folley catheter + urine bag
8. Jelly
9. Macam macam benang ( Safil n0.2-0 FR-26 ; Monosyn 3-0 )
10. Opsite
11. Betadine, Cairan PZ
3.2.5 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source ( Xenon 300 )
4. Tricam SL II
5. Mesin suction
6. Tabung CO2
7. Thermoflator
8. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
146

4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten memasang kateter.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Asisten melakukan desinfeksi menggunakan povidone iodine 10%.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
4.8 Memberikan handvat kepada operator, operator melakukan incici pada
daerah dibawah umbillicus dengan irisan sekitar1 cm, mess dikembalikan
dan apabila ada perdarahan dirawat.
4.9 Memberikan doek klem tajam 2 buah kepada operator untuk menjepit
umbilicus bagian kanan dan kiri, setelah itu memberikan jarum verres
dimasukkan sampai ke peritonium dan dites dengan spuit 10 cc yang
berisi cairan PZ, setelah operator yakin cairan masuk peritonium gas CO 2
dimasukkan dengan tekanan pada orang dewasa + 14 mlHg, setelah
rongga abdomen terisi gas CO2 sampai tercapai 14 mlHg jarum verres
dicabut.
4.10 Memberikan trocar ukuran 10 mm yang sudah diolesi jelly kepada
operator untuk dimasukkan mengganti jarum verres,gas CO2 dipindah ke
trocardan dimasukkan kamera, kamera dipegang asisten I.
4.11 Memberikan handvat kepada operator, operator melakukan incici pada
abdomen sebelah kanan atas dan dimasukkan trocar ukuran 5 mm.
4.12 Memberikan handvat kepada operator,operator melakukan incici pada
abdomen sebelah kanan bawah dan dimasukkan trocar ukuran 5 mm.
4.13 Memberikan desector bengkok yang dihubungkan dengan senur
diathermi coagulasi monopolar pada tangan kanan operator dan
dimasukkan ke trocar ukuran 10 mm diberi seal 5 mm, desector lurus
diberikan ketangan kiri operator dan dimasukkan ke trocar ukuran 5 mm
yang tempatnya diabdomen kanan atas.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
147

4.14 Memberikan graspers / kocher pada asisten ke-2 dimasukkan ke trocar


ukuran 5 mm yang berada diabdomen kanan bawah untuk menjepit
fundus gallblader ( kantong empedu ).
4.15 Operator mulai desecsi kalau sudah menemukan ductus sisticus dan
ductus arteri sistica, kedua ductus di clips pada kedua ujung dan
tengahnya di potong, setelah galblader dipisahkan dari hepar, selanjutnya
setelah bebas galbleder dikeluarkan dijepit dengan klem aligator melalui
lubang trocar ukuran 10 mm diatas umbillicus, dan sebelumnya kamera
dipindahkan ke trocar ukuran 10 mm.
4.16 Setelah kantong empedu keluar, cek perdarahan, operator melakukan
irigasi, jika sudah bersih semua trocar dicabut dan gas di peritonium
dikeluarkan.
4.17 Sebelum ditutup dicek pemakaian alat.
4.18 Memberikan kocher kepada operator untuk menjepit peritonium dan
facia sebelumnya asisten diberikan double langenbeck, setelah itu
berikan needle holder dan benang absorble Safil no.2-0 HR 26 taper dan
pincet cirrurgis kepada operator untuk menjahit peritonium dan facia,
asisten diberikan gunting benang untuk menggunting benang setelah
penjahitan.
4.19 Memberikan benang absorble monocyn 3-0 cutting kepada operator
untuk menjahit kulit.
4.20 Kulit ditutup menggunakan opsite.
4.21 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.22 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.23 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.8.2 Instrumentasi Teknik Laparascopy Cystectomy

1. Pengertian
Suatu tindakan / prosedur operatif pengangkatan cyste pada ovarium
secara endo dengan menggunakan seperangkat alat laparascopy.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Laparascopy Cystectomy.
2.2 Memperlancar jalannya operasi Laparascopy Cystectomy.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
148

2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara


sistematis.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
3 Persiapan

3.1 Pasien
3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien Lithotomy.
3.1.4 Memasang plat diatermi
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set dasar
1. Desinfeksi klem.
2. Doek klem/Towel clamp tajam
3. Doek klem/Towel clamp tumpul
4. Handvad mess no.3
5. Gunting benang
6. Gunting metzembaum
7. Needle holder
8. Pincet chirrurgis
9. Pincet anatomis
10. Kocher
11. Krom klem
12. Langen back double kecil

3.2.2 Alat / instrumen tambahan


1. Optic 0 besar dan kecil ( 10 mm dan 5 mm )
2. Selang irrigator
3. Selang gas CO2
4. Endo camera
5. Light Source
6. Kabel diatermi / resector
7. Trocar no.10 ( 1 ) ; no.5 ( 3 )
8. Jarum verres
9. Kogel tang
10. Sonde uterus
11. Spekulum vagina
12. Stimulator vagina ( k/p tes tuba )
3.2.3 Set Laparascopy
1. Grasper
2. Desector lurus + bengkok
3. Aligator
4. Intestinal Klem
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
149

5. Kokher
6. Gunting Metzembaum
7. Grasper bipolar dan monopolar
8. Canula suction
3.2.4 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Handscoen
3. Deppers, kassa
4. Cucing kecil, sedang, bengkok
5. Mess no.15
6. Spuit 10 cc
7. Folley catheter + urine bag
8. Jelly
9. Macam macam benang ( Monosyn 3-0 )
10. Opsite
11. Betadine, Cairan PZ
3.2.5 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Monitor endoscopy
3. Mesin light source ( Xenon 300 )
4. Tricam SL II
5. Mesin suction
6. Tabung CO2
7. Thermoflator
8. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
4.2 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang.
4.3 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.4 Asisten melakukan desinfeksi menggunakan povidone iodine 10%
dilanjutkan pemasangan kateter oleh asisten.
4.5 Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
4.6 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
4.7 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
150

4.8 Perawat instrumen memberikan handvat kepada operator, operator


melakukan incici pada daerah dibawah umbillicus dengan irisan sekitar 1
cm, mess dikembalikan dan apabila ada perdarahan dirawat.
4.9 Perawat instrumen memberikan doek klem tajam 2 buah kepada operator
untuk menjepit umbilicus bagian kanan dan kiri, setelah itu memberikan
jarum verres dimasukkan sampai ke peritonium dan dites dengan spuit 10
cc yang berisi cairan PZ, setelah operator yakin cairan masuk peritonium
gas CO2 dimasukkan dengan tekanan pada orang dewasa + 14 mLHg,
setelah rongga abdomen terisi gas CO2 sampai tercapai 14mLHg jarum
verres dicabut.
4.10 Memberikan trocar ukuran 10 mm yang sudah diolesi jelly kepada
operator untuk dimasukkan mengganti jarum verres,gas CO2 dipindah ke
trocardan dimasukkan kamera, kamera dipegang asisten I.
4.11 Memberikan handvat kepada operator, operator melakukan incici pada
abdomen sebelah kiri atas dan dimasukkan trocar ukuran 5 mm.
4.12 Memberikan handvat kepada operator,operator melakukan incici pada
abdomen sebelah kiri bawah dan dimasukkan trocar ukuran 5 mm.
4.13 Memberikan intestinal grasping diberikan ke tangan kiri operator dan
dimasukkan ke trocar yang tempatnya di abdomen kiri bawah
4.14 Memberikan grasper bipolar pada tangan kanan operator dan
dimasukkan ke trocar yang tempatnya abdomen kiri atas.
4.15 Memberikan handvat kepada operator,operator melakukan incici pada
abdomen sebelah kanan dan dimasukkan trocar ukuran 5 mm, dipegang
oleh asisten untuk membantu operator.
4.16 Operator mulai desecsi apabila sudah menemukan endometrium
dipegang pakai desector dan opearator mulai membebaskan
endometrium.
4.17 Setelah bebas, intestinal klem dan desector ditarik keluar / dicabut.
4.18 Memberikan gunting metzembaum (laparascopy) ke operator untuk
mengangkat jaringan endometriosis sampai bersih.
4.19 Memberikan canula + slang irigator untuk membersihkan cairan
endometriosis.
4.20 Memberikan aligator untuk mengakat jaringan kantong cyste untuk
diperiksakan patologi melewati trocar no 10 mm, terlebih dahulu optic
10 mm diganti optic 5 mm.
4.21 Setelah jaringan keluar cek dan rawat perdarahan sampai bersih.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
151

4.22 Memberikan benang absorble monocyn 3-0 cutting kepada operator


untuk menjahit kulit.
4.23 Kulit ditutup menggunakan opsite.
4.24 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.25 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.26 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.9 Instrumentasi Teknik Bedah Kepala Leher


4.9.1 Instrumentasi Tehnik Total Tiroidectomy
1. Pengertian

Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pengangkatan tumor pada tiroid


secara total / keseluruhan beserta kelenjar.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi total tiroidectomy.
2.2 Memperlancar jalannya operasi total tiroidectomy.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.
2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3
4. Pinset chirurgis
Haris Listyawan, S.Kep.,Ns
Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
152

5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker
8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Needle holder
11. Hak tajam
12. Langn back
13. Canule suction
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril
3. Handscoen
4. Deppers, Kassa
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.10
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Folley kateter + urine bag
11. Drain set
12. Spuit 10cc
13. Macam macam benang ( Monosyn no.4/0 ; Silk no.2/0 dengan dan
tanpa jarum ; Silk no.2-0 cutting ; Safil no 3/0 )
14. Alcohol 70%, PZ
3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril
1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Plester polyester dan gunting verband.
5. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
153

4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi, pada daerah
lapangan operasi diberi kassa sisi kanan dan kiri, berikan tegel silk
no.2-0.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess untuk melakukan insisi sesuai dengan marker.
4.10 Insisi diperdalam dengan menggunakan cutting diatermi, berikan krom
klem kepada asisten untuk merawat perdarahan.
4.11 Memberikan double hak tajam untuk memudahkan dalam membuat flap,
berikan tegel dengan silk no.2-0.
4.12 Operator akan melakukan eksplorasi untuk membebaskan tumor beserta
kelenjar, bila perlu berikan benang silk no.2-0 untuk on-steaking atau
ikat.
4.13 Operator mencari nervus recurrent dengan menggunakan krom klem dan
di klem sebagai pembatas.
4.14 Setelah jaringan tiroid tampak berikan krom klem dan gunting
metzembaum untuk mengangkat tiroid, setelah terangkat berikan benang
on-steaking silk no.2/0.
4.15 Memberikan cairan PZ untuk cuci dan cek ada tidaknya perdarahan,
dilanjutkan memasang drain dan fiksasi dengan silk no.2/0.
4.16 Memberikan benang jahitan safil no.3-0 untuk menjahit fasia sampai sub
cutis dan monosyn no.4-0 untuk menjahit kulit.
4.17 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.18 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
154

4.19 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,


pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.20 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

4.9.2 Instrumentasi Tehnik Sub-total Lobectomy


1. Pengertian

Suatu tehnik instrumentasi pada operasi pengangkatan tumor / struma uni


nodusa di regio colli.
2. Tujuan
2.1 Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi sub total lobectomy.
2.2 Memperlancar jalannya operasi sub total lobectomy.
2.3 Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di meja
mayo.

2.4 Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.


3. Persiapan
3.1 Pasien

3.1.1 Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.


3.1.2 Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3.1.3 Mengatur posisi pasien supine.
3.1.4 Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
3.1.5 Memasang plat diatermi dan kateter.
3.2 Alat / instrumen steril
3.2.1 Set Dasar
1. Desinfeksi klem
2. Towel / doek klem
3. Handvat mess no. 3
4. Pinset chirurgis
5. Pinset anatomis
6. Krom klem
7. Kocker

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
155

8. Gunting metzembaum
9. Gunting benang / ligature scissors
10. Needle holder
11. Hak tajam
12. Langn back
13. Canule suction
3.2.2 Alat / bahan penunjang steril
1. Linen set
2. Perlak steril
3. Handscoen
4. Deppers, Kassa
5. Cucing kecil, sedang, bengkok
6. Handle lamp
7. Mess no.10
8. Selang suction
9. Kabel diatermi monopolar
10. Folley kateter + urine bag
11. Drain set
12. Spuit 10cc
13. Macam macam benang ( Monosyn no.4/0 ; Silk no.2/0 dengan
dan tanpa jarum ; Silk no.2-0 cutting ; Safil no 3/0 )
14. Alcohol 70%, Cairan PZ

3.2.3 Alat dan bahan penunjang Non steril


1. Meja mayo, meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2. Mesin diatermi
3. Mesin suction
4. Plester polyester dan gunting verband.
5. Tempat sampah medis dan non medis

4. Cara kerja
4.1 Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan secara
fuerbringer, keringkan dengan waslap steril dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen. Asisten mengatur posisi pasien, memberi tanda
daerah operasi dan memasang kateter.
4.2 Memasang sarung meja mayo dilapisi dengan perlak / underpad steril dan
doek kecil.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
156

4.3 Mengatur instrumen di meja mayo dan meja instrumen untuk semua alat
dan bahan penunjang yang tidak diletakkan di meja mayo.
4.4 Membantu asisten dan operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4.5 Memberikan larutan desinfektan kepada asisten untuk desinfeksi area
operasi.
4.6 Membantu drapping atau mempersempit area operasi, pada daerah
lapangan operasi diberi kassa sisi kanan dan kiri, berikan tegel silk
no.2-0.
4.7 Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen ke dekat pasien, memasang
kabel diatermi, selang suction dan handle lamp.
4.8 Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen telah siap
TIME OUT.
4.9 Memberikan mess untuk melakukan insisi sesuai dengan marker.
4.10 Insisi diperdalam dengan menggunakan cutting diatermi, berikan krom
klem kepada asisten untuk merawat perdarahan.
4.11 Operator memegang fasia colli superfisial dengan doubel pinset chirurgis
dan di buka dengan gunting metzembaum, otot pretrakealis di pisahkan
kanan dan kiri sehingga tampak jaringan tyroid. Tyroid diluksir oleh
operator dengan jari telunjuk ke arah keluar.
4.12 Sebelum terangkat operator mencari nervus recurrent dengan
menggunakan krom klem dan di klem sebagai pembatas.
4.13 Operator mengidentifikasi arteri dan vena tiroid superior jika di temukan
di ligasi pada dua sisi dengan silk no.2-0 dan di potong di antaranya.
4.14 Operator melakukan sub total lobektomy dengan membuat marker
dengan krom klem pada jaringan diatas nervus recurent dan glandula
paratiroid.
4.15 Operator memotong jaringan tiroid di atas krom klem ke arah horizontal
sampai mencapai trakea dengan gunting metzembaum di teruskan dengan
membebaskan ismus dari trakea sampai batas medial dari lobus tiroid
kontra lateral. Perdarahan di rawat dengan krom klem dan diatermi.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015
157

4.16 Operator memotong ismus dengan terlebih dahulu di klem dengan krom
klem pada lobus tiroid kontra lateral dan dipotong dengan gunting
metzembaum.
4.17 Setelah jaringan terangkat operator melakukan penjahitan onsteking pada
jaringan tiroid yang di klem dengan benang silk 2/0.
4.18 Memberikan cairan PZ untuk cuci dan cek ada tidaknya perdarahan,
dilanjutkan memasang drain dan fiksasi dengan silk no.2/0.
4.19 Memberikan benang jahitan safil no.3-0 untuk menjahit fasia sampai sub
cutis dan monosyn no.4-0 untuk menjahit kulit.
4.20 Memberikan kassa untuk menutup luka, fiksasi dengan plester polyester.
4.21 Membersihkan dan merapikan alat / instrument dan linen operasi.
4.22 Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.
4.23 Alat / instrument yang telah di set kembali siap untuk disterilkan.

Haris Listyawan, S.Kep.,Ns


Peserta Program Pelatihan Perawat Bedah Instalasi Bedah Pusat
RSUD Dr. Soetomo Periode 04 Agustus 2014 30 Januari 2015