Anda di halaman 1dari 24

LOGO INSTRUMENTASI TEHNIK SISTOSCOPY

RSUD No. Dok. Revisi: 1 Halaman:1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


SPO Direktur RSUD Kabupaten Kediri

02 Januari 2015
Dr.Hermawan Krisdiono,Sp.P

Pengertian Suatu tindakan diagnostic endoscopy dengan menggunakan


seperangkat alat untuk melihat mulai dari muara uretera sampai
buli-buli
Tujuan 1. Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi operasi Sistoscopy.
2. Memperlancar jalannya operasi systoscopy
3. Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen secara sistematis di
meja mayo.
4. Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.
Diberlakukan kepada:
Kebijakan
1. Tim bedah (perawat asisten, perawat instrumen dan perawat
cirkuler)
2. Pasien dengan Striktur uretra, kelainan di buli-buli (batu mond
ureter, batu buli-buli, cystitis,trauma buli-buli
3. Pasien yang memerlukan penentuan diagnosis

Prosedur A.Pasien
1. Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
2. Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3. Mengatur posisi pasien lithotomy.
4. Operator menentukan daerah insisi dengan membuat gambar /
marker.
5. Memasang plat diatermi dan kateter.

B. Alat / instrumen

1 Set dasar instrumen steril


1) Desinfeksi klem.
2) Bougie Rosser dibawah ukuran dan 2 nomor diatas sheat
3) Sheat dan Oburator no 17.
4) Optic 0 dan 12.
5) Selang Irigator
6) Bridge
7) Endo camera
8) Light Source

2.Alat / bahan penunjang steril


1) Linen set
2) Handscoen
3) Cucing kecil, sedang/ bengkok
4) Spuit 50cc dan 20 cc
5) Dower kateter 2 way + urine bag
6) Jelly
7) Tabung irigator
8) Betadine, Cairan PZ, water for irrigation

4. Alat dan bahan penunjang Non steril


5. Meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
6. Monitor endoscopy
7. Mesin light source
8. CCD Camera
9. Tempat sampah medis dan non medis
a.
C.. Cara kerja
1. Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci
tangan secara fuerbringer, dibilas dengan handrub dilanjutkan
memakai baju operasi dan handscoen.
2. Mengatur instrumen di meja instrumen untuk semua alat dan
bahan penunjang.
3. Membantu operator untuk memakai baju operasi dan
handscoen.
4. Perawat Instrumen/asisten atau operator melakukan desinfeksi
menggunakan povidone iodine10%, dari kemaluan, kearah
luar,sampai kebawah pusat, pangkal paha dan sekitar anus ,
tindakan tersebut dilakukan berulang sampai 3 kali.
5. Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
6. Mendekatkan meja instrumen ke dekat pasien, memasang kabel
endocam, kabel light source, selang irigasi kemudian
merangakai semua komponen.
7. Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah
siap TIME OUT.
8. Perawat Instrumen/asisten memberikan bougie (bila perlu),
yang sudah diberi jelly kepada Operator, kemudian dimasukan
ke Meatus Uretera di mulai dari yang kecil sampai 2 nomor
diatas sheat.
9. Perawat Instrumen/asisten memberikan Sheat yang sudah
dirangkai dengan Bridge dan optic 0, kemudian dihubungkan
Sheat dengan Light Source dan selang air.
10. Operator memasang Sheat yang sudah dirangkai, air dialirkan
sampai gelembung air keluar dan Operator melakukan Pan
endoscopy.
11. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kedalam buli-buli dengan
menggunakan optic 12 atau 0 melihat daerah trigonum dan
muara ureter.
12. Setelah dilakukan prosedur diagnostic / pemeriksaan dan bila
perlu disiapkan alat-alat lain sesuai indikasi.
13. Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah
dipakai dari rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan
merapikan alat / instrument dan linen operasi.
14. Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman,
pencucian, pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Unit terkait 1. Rawat inap


2. Ruang pulih sadar/RR
3. ICU
4. Farmasi
5. Laboratorium pathologi
6. Pelayanan medis
7. CSSD
8. IPS RS
LOGO INSTRUMENTASI TEHNIK URETHRO RENOSCOPY (URS)
RSUD No. Dok. Revisi: 1 Halaman:1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur RSUD Kabupaten Kediri
SPO

02 Januari 2015
Dr.Hermawan Krisdiono,Sp.P

Pengertian Suatu tindakan / prosedur endoscopy untuk melihat saluran ureter dan
ginjal lewat urethra dengan memakai alat Urethroscope, bila perlu
dilakukn penghancuran / pemecahan batu.

Tujuan 1. Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Urethro Renoscopy


(URS).
2. Memperlancar jalannya operasi Urethro Renoscopy (URS).
3. Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
4. Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

Diberlakukan kepada:
Kebijakan
Tim bedah (perawat asisten, perawat instrumen dan perawat cirkuler)
Pasien dengan batu ureter, penentuan diagnosis

Prosedur A.Pasien
1. Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
2. Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3. Mengatur posisi pasien lithotomy.

B. Alat / instrumen

1 Set dasar instrumen steril


1) Desinfeksi klem.
2) Bougie Rosser ( k/p )
3) Sheat dan Oburator no.22
4) Optic 30.
5) Selang irrigator
6) Guide wire ( 0,38 )
7) Ureter kateter
8) Endo camera
9) Light Source
10) Urethroscope Dws (8,69 Fr

2.Alat / bahan penunjang steril


1) Linen set
2) Handscoen
3) Deppers, kassa
4) Cucing kecil, sedang, bengkok
5) Spuit 50cc dan 20 cc
6) Dower kateter 2 way + urine bag
7) DJ stent
8) Jelly
9) Tabung irigator
10) Betadine, Cairan PZ, water for irrigation

3.Alat dan bahan penunjang Non steril


1) Meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2) Monitor endoscopy
3) Mesin light source
4) CCD Camera
5) Tempat sampah medis dan non medis
b.
C.. Cara kerja
1. Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan
secara fuerbringer, bilas dengan handrub dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
2. Mengatur instrumen di meja instrumen untuk semua alat dan bahan
penunjang.
3. Membantu operator untuk memakai baju operasi dan handscoen.
4. Perawat Instrumen/asisten atau operator melakukan desinfeksi
menggunakan Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah
luar,sampai kebawah pusat, pangkal paha dan sekitar anus ,
tindakan tersebut dilakukan berulang sampai 3 kali.
5. Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
6. Mendekatkan meja instrumen ke dekat pasien, memasang kabel
endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
7. Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
8. Memberikan urethroscope yang telah diberi jelly, operator akan
memasukkan alat melalui guide wire.
9. Apabila didapatkan batu berikan litotriptor untuk memecah batu.
10. Urethroscope dikeluarkan apabila batu sudah pecah dengan tetap
mempertahankan guide wire apabila diperlukan memasang DJ
stent.
11. Pasang kateter 2 way.
12. Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai
dari rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat
/ instrument dan linen operasi.
13. Melakukan dekontaminasi alat / instrument ( perendaman,
pencucian, pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Unit terkait 1) Rawat inap


2) Ruang pulih sadar/RR
3) ICU
4) Farmasi
5) Laboratorium pathologi
6) Pelayanan medis
7) CSSD
8) IPS RS
LOGO INSTRUMENTASI TEHNIK
RSUD TRANS URETHRAL RESECTION ( TUR ) PROSTAT
No. Dok. Revisi: 1 Halaman:1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur RSUD Kabupaten Kediri
SPO

02 Januari 2015
Dr.Hermawan Krisdiono,Sp.P

Pengertian Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk mengambil jaringan


prostat.

Tujuan 1. Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi TUR Prostat.


2. Memperlancar jalannya operasi TUR Prostat.
3. Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
4. Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

Diberlakukan kepada:
Kebijakan
1. Tim bedah (perawat asisten, perawat instrumen dan perawat
cirkuler)
2. Pasien dengan BPH.

Prosedur A.Pasien
1. Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
2. Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3. Mengatur posisi pasien lithotomy.
4. Memasang plat diatermi
B. Alat/ instrumen
1 Set dasar instrumen steril
1) Desinfeksi klem.
2) Bougie Rosser
3) Sheat dan Oburator no.24
4) Optic 30.
5) Working element
6) Cutting loop
7) Roll ball
8) Elik evacuator
9) Selang irrigator
10) Endo camera
11) Light Source
12) Kabel diatermi / resector
2.Alat / bahan penunjang steril
1) Linen set
2) Handscoen
3) Deppers, kassa
4) Cucing kecil, sedang, bengkok
5) Spuit 50cc dan 20 cc
6) Dower kateter 3 way + urine bag
7) Jelly
8) Saringan TUR
9) Tabung irigator
10) Betadine, Cairan PZ, water for irrigation

3.Alat dan bahan penunjang Non steril


1) Meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2) Monitor endoscopy
3) Mesin light source
4) CCD Camera
5) Penampung air
6) Tempat sampah medis dan non medis
c.
C.. Cara kerja
1. Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan
secara fuerbringer, bilas dengan handrub dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
2. Mengatur instrumen di meja instrumen untuk semua alat dan bahan
penunjang.
3. Membantu operator untuk memakai baju operasi dan handscoen.
4. Perawat Instrumen/asisten atau operator melakukan desinfeksi
menggunakan Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah
luar,sampai kebawah pusat, pangkal paha dan sekitar anus ,
tindakan tersebut dilakukan berulang sampai 3 kali.
5. Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
6. Mendekatkan meja instrumen ke dekat pasien, memasang kabel
endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
7. Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
8. Instrumen memberikan bougie rosser dari ukuran terkecil sampai
dengan ukuran 2 nomor diatas sheat.
9. Memberikan sheat beserta obturator yang telah dibeli jelly,
kemudian obturator dilepas.
10. Memberikan walking element yang sudah dirangkai dengan cutting
loop dan optic.
11. Selama operator melakukan pengerokan prostat, perawat instrumen
menyiapkan elik evacuator dan berikan untuk membersihkan
kerokan / chip dalam buli-buli.
12. Setelah pengerokan selesai dilanjutkan homeostasis dengan
memasang kateter 3 way dan di traksi, sambungkan pada cairan PZ
untuk irigasi.
13. Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai
dari rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat
/ instrument dan linen operasi.
14. Melakukan dekontaminasi alat/instrument (perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Unit terkait 1. Rawat inap


2. Ruang pulih sadar/RR
3. ICU
4. Farmasi
5. Laboratorium pathologi
6. Pelayanan medis
7. CSSD
8. IPS RS
LOGO INSTRUMENTASI TEHNIK
RSUD TRANS URETHRAL RESECTION ( TUR ) BULI
No. Dok. Revisi: 1 Halaman:1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur RSUD Kabupaten Kediri
SPO

02 Januari 2015
Dr.Hermawan Krisdiono,Sp.P

Pengertian Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk mengambil jaringan


tumor / kanker pada buli - buli.
Tujuan 1. Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi TUR Buli
2. Memperlancar jalannya operasi TUR Buli
3. Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
4. Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

Diberlakukan kepada:
Kebijakan
1. Tim bedah (perawat asisten, perawat instrumen dan perawat cirkuler)
2. Pasien dengan tumor buli-buli.

Prosedur A.Pasien
1. Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
2. Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3. Mengatur posisi pasien lithotomy.
4. Memasang plat diatermi
B. Alat/ instrumen
1 Set dasar instrumen steril
1) Desinfeksi klem.
2) Bougie Rosser
3) Sheat dan Oburator no.24
4) Optic 30.
5) Working element
6) Cutting loop
7) Roll ball
8) Elik evacuator
9) Selang irrigator
10) Endo camera
11) Light Source
12) Kabel diatermi / resector
2.Alat / bahan penunjang steril
1) Linen set
2) Handscoen
3) Deppers, kassa
4) Cucing kecil, sedang, bengkok
5) Spuit 50cc dan 20 cc
6) Dower kateter 3 way + urine bag
7) Jelly
8) Saringan TUR
9) Tabung irigator
10) Betadine, Cairan PZ, water for irrigation

3.Alat dan bahan penunjang Non steril


1) Meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2) Monitor endoscopy
3) Mesin light source
4) CCD Camera
5) Penampung air
6) Tempat sampah medis dan non medis
d.
C.. Cara kerja
1. Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan
secara fuerbringer, bilas dengan handrub dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
2. Mengatur instrumen di meja instrumen untuk semua alat dan bahan
penunjang.
3. Membantu operator untuk memakai baju operasi dan handscoen.
4. Perawat Instrumen/asisten atau operator melakukan desinfeksi
menggunakan Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah
luar,sampai kebawah pusat, pangkal paha dan sekitar anus ,
tindakan tersebut dilakukan berulang sampai 3 kali.
5. Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
6. Mendekatkan meja instrumen ke dekat pasien, memasang kabel
endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
7. Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
8. Instrumen memberikan bougie rosser dari ukuran terkecil sampai
dengan ukuran 2 nomor diatas sheat.
9. Memberikan sheat beserta obturator yang telah dibeli jelly,
kemudian obturator dilepas.
10. Memberikan walking element yang sudah dirangkai dengan cutting
loop dan optic.
11. Operator melakukan reseksi dari daerah tumor yang berbatas
tegasdengan mukosa buli-buli yang normal, kemudian reseksi
tumor dilanjutkan sampai tampak buli-buli sambil melakukan
hemostasis dengan cara fulgurasi.
12. Apabila sudah bersih dasar otot yang sudah dilakukan biopsi untuk
menilai dalamnya infiltrasi tumor.
13. Setelah pengerokan selesai dilanjutkan homeostasis dengan
memasang kateter 3 way dan di traksi, sambungkan pada cairan PZ
untuk irigasi.
14. Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai
dari rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat
/ instrument dan linen operasi.
15. Melakukan dekontaminasi alat/instrument (perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Unit terkait 1. Rawat inap


2. Ruang pulih sadar/RR
3. ICU
4. Farmasi
5. Laboratorium pathologi
6. Pelayanan medis
7. CSSD
8. IPS RS
LOGO INSTRUMENTASI TEHNIK LITHOTRIPSI
RSUD No. Dok. Revisi: 1 Halaman:1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur RSUD Kabupaten Kediri
SPO

02 Januari 2015
Dr.Hermawan Krisdiono,Sp.P

Pengertian Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk memecah batu pada
buli buli menggunakan lithotriptor.

Tujuan 1. Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Lithotripsi


2. Memperlancar jalannya operasi Lithotripsi
3. Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
4. Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

Diberlakukan kepada:
Kebijakan
1. Tim bedah (perawat asisten, perawat instrumen dan perawat cirkuler)
2. Pasien dengan batu buli-buli

Prosedur A.Pasien
1. Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
2. Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3. Mengatur posisi pasien lithotomy.
4. Memasang plat diatermi
B. Alat/ instrumen
1 Set dasar instrumen steril
1) Desinfeksi klem.
2) Bougie Rosser no.18 s.d 27
3) Sheat dan Oburator no.25
4) Optic 30
5) Aligator
6) Handrixon
7) Elik evacuator
8) Selang irrigator
9) Endo camera
10) Light Source

2.Alat / bahan penunjang steril


1) Linen set
2) Handscoen
3) Deppers, kassa
4) Cucing kecil, sedang, bengkok
5) Spuit 20 cc
6) Dower kateter 2 way + urine bag
7) Jelly
8) Tabung irrigator
9) Betadine, Cairan PZ, water for irrigation

3.Alat dan bahan penunjang Non steril


7) Meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
8) Monitor endoscopy
9) Mesin light source
10) CCD Camera
11) Penampung air
12) Tempat sampah medis dan non medis
e.
C.. Cara kerja
1. Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan
secara fuerbringer, bilas dengan handrub dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
2. Mengatur instrumen di meja instrumen untuk semua alat dan bahan
penunjang.
3. Membantu operator untuk memakai baju operasi dan handscoen.
4. Perawat Instrumen/asisten atau operator melakukan desinfeksi
menggunakan Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah
luar,sampai kebawah pusat, pangkal paha dan sekitar anus , tindakan
tersebut dilakukan berulang sampai 3 kali.
5. Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
6. Mendekatkan meja instrumen ke dekat pasien, memasang kabel
endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
7. Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
8. Instrumen memberikan bougie rosser dari ukuran terkecil sampai
dengan ukuran no.27 (bila perlu).
9. Memberikan sheat beserta obturator yang telah dibeli jelly,
kemudian obturator dilepas dilanjutkan memberikan alat yang sudah
dirangkai dengan optic 12 untuk melakukan pan endoscopy.
10. Setelah bulli-buli terisi penuh, pasang aligator dengan optic 12 dan
mulai litotripsi.
11. Evakuasi fragmen dengan Ellik Evakuator
12. Kemudian Operator melakukan sistoscopy untuk melihat apakah
batu sudah keluar semua dan untuk mengetahui adanya komplikasi
tindakan.
13. Setelah tindakan selesai sheat dikeluarkan dilanjutkan pemasangan
kateter 2 way.
14. Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai
dari rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat
/ instrument dan linen operasi.
15. Melakukan dekontaminasi alat/instrument (perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Unit terkait 1. Rawat inap


2. Ruang pulih sadar/RR
3. ICU
4. Farmasi
5. Laboratorium pathologi
6. Pelayanan medis
7. CSSD
8. IPS RS
LOGO INSTRUMENTASI TEHNIK SACHZE
RSUD No. Dok. Revisi: 1 Halaman:1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur RSUD Kabupaten Kediri
SPO

02 Januari 2015
Dr.Hermawan Krisdiono,Sp.P

Pengertian Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk melebarkan saluran


urethra oleh karena stricture / penyempitan dengan menggunakan pisau
sachze.
Tujuan 5. Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi sachze
6. Memperlancar jalannya operasi sachze
7. Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
8. Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

Diberlakukan kepada:
Kebijakan
3. Tim bedah (perawat asisten, perawat instrumen dan perawat cirkuler)
4. Pasien dengan striktur uretra, batu uetra posterior
Prosedur A.Pasien
1. Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
2. Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3. Mengatur posisi pasien lithotomy.

B. Alat/ instrumen
1 Set dasar instrumen steril
1) Desinfeksi klem.
2) Sheat dan Oburator no.21
3) Optic 0
4) Walking element
5) Pisau sachze
6) Selang irrigator
7) Endo camera
8) Light Source
2.Alat / bahan penunjang steril
1) Linen set
2) Handscoen
3) Deppers, kassa
4) Cucing kecil, sedang, bengkok
5) Spuit 20 cc
6) Kateter silicon ukuran besar + urine bag
7) Jelly
8) Tabung irrigator
9) Betadine, Cairan PZ, water for irrigation

3.Alat dan bahan penunjang Non steril


1) Meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
2) Monitor endoscopy
3) Mesin light source
4) CCD Camera
5) Penampung air
6) Tempat sampah medis dan non medis
f.
C.. Cara kerja
1. Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan
secara fuerbringer, bilas dengan handrub dilanjutkan memakai
baju operasi dan handscoen.
2. Mengatur instrumen di meja instrumen untuk semua alat dan
bahan penunjang.
3. Membantu operator untuk memakai baju operasi dan handscoen.
4. Perawat Instrumen/asisten atau operator melakukan desinfeksi
menggunakan Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah
luar,sampai kebawah pusat, pangkal paha dan sekitar anus ,
tindakan tersebut dilakukan berulang sampai 3 kali.
5. Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
6. Mendekatkan meja instrumen ke dekat pasien, memasang kabel
endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
7. Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
8. Perawat instrumen memberikan sheat no 22, operator
memasukannya, kemudian obturator dilepas, setelah masuk uretra
berikan rangkaian walking element, pisau sachzedan optic.
9. Kemudian operator melakukan insisi pada jaringan pada uretra
arah jam
10. Selama reseksi cairan irigasi diatur sedemikian rupa sehingga
operator dapat melakukan insisi dengan hati-hati.
11. Dilakukan pemasangan silikon kateter dengan ukuran sebesar
mungkin yang bisa masuk dan di traksi.
12. Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai
dari rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan
alat / instrument dan linen operasi.
13. Melakukan dekontaminasi alat/instrument (perendaman,
pencucian, pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Unit terkait 1. Rawat inap


2. Ruang pulih sadar/RR
3. ICU
4. Farmasi
5. Laboratorium pathologi
6. Pelayanan medis
7. CSSD
8. IPS RS
LOGO INSTRUMENTASI TEHNIK BLADDER NECK INCISION ( BNI )
RSUD No. Dok. Revisi: 1 Halaman:1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur RSUD Kabupaten Kediri
SPO

02 Januari 2015
Dr.Hermawan Krisdiono,Sp.P

Pengertian Suatu tindakan / prosedur operatif endoscopy untuk melebarkan leher


buli oleh karena stricture / penyempitan dengan menggunakan pisau
BNI.

Tujuan 1. Mengerti langkah dan tehnik instrumentasi Bladder Neck Incision


( BNI )
2. Memperlancar jalannya operasi Bladder Neck Incision ( BNI )
3. Dapat menyiapkan dan mengatur instrumen, alat endoscopy secara
sistematis.
4. Dapat mempertahankan kesterilan alat dan instrumen.

Diberlakukan kepada:
Kebijakan
1. Tim bedah (perawat asisten, perawat instrumen dan perawat
cirkuler)
2. Pasien dengan BPH, post operasi protatectomy
Prosedur A.Pasien
1. Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
2. Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3. Mengatur posisi pasien lithotomy.
4. Memasang plat diatermi.
B. Alat/ instrumen
1 Set dasar instrumen steril
1) Desinfeksi klem.
2) Sheat dan Oburator no.24
3) Optic 30
4) Walking element
5) Pisau BNI
6) Selang irrigator
7) Endo camera
8) Light Source
9) Kabel diatermi / resector

2.Alat / bahan penunjang steril


1) Linen set
2) Handscoen
3) Deppers, kassa
4) Cucing kecil, sedang, bengkok
5) Spuit 20 cc
6) Kateter silicon ukuran besar + urine bag
7) Jelly
8) Tabung irrigator
9) Betadine, Cairan PZ, water for irrigation

3.Alat dan bahan penunjang Non steril


7) Meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
8) Monitor endoscopy
9) Mesin light source
10) CCD Camera
11) Penampung air
12) Tempat sampah medis dan non medis
g.
C.. Cara kerja
1. Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan
secara fuerbringer, bilas dengan handrub dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
2. Mengatur instrumen di meja instrumen untuk semua alat dan bahan
penunjang.
3. Membantu operator untuk memakai baju operasi dan handscoen.
4. Perawat Instrumen/asisten atau operator melakukan desinfeksi
menggunakan Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah
luar,sampai kebawah pusat, pangkal paha dan sekitar anus , tindakan
tersebut dilakukan berulang sampai 3 kali.
5. Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
6. Mendekatkan meja instrumen ke dekat pasien, memasang kabel
endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
7. Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
8. Perawat instrumen memberikan sheat no.24, operator
memasukannya, kemudian obturator dilepas, setelah masuk uretra
berikan rangkaian walking element, pisau BNI dan optic.
9. Kemudian operator melakukan insisi pada leher buli buli.
10. Selama reseksi cairan irigasi diatur sedemikian rupa sehingga
operator dapat melakukan insisi dengan hati-hati.
11. Dilakukan pemasangan silikon kateter dengan ukuran sebesar
mungkin yang bisa masuk dan di traksi.
12. Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai
dari rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat
/ instrument dan linen operasi.
13. Melakukan dekontaminasi alat/instrument (perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Unit terkait 1. Rawat inap


2. Ruang pulih sadar/RR
3. ICU
4. Farmasi
5. Laboratorium pathologi
6. Pelayanan medis
7. CSSD
8. IPS RS
LOGO INSTRUMENTASI TEHNIK PYELOLITHOTOMY
RSUD No. Dok. Revisi: 1 Halaman:1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur RSUD Kabupaten Kediri
SPO

02 Januari 2015
Dr.Hermawan Krisdiono,Sp.P

Pengertian Suatu instrumentasi teknik operasi bedah untuk mengeluarkan batu dari
pyelum..

Tujuan 1. Memperlancar jalanya operasi.


2. Dapat mempertahankan kesterilan alat alat instrumen sampai
operasi sampai selesai.
3. Dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien.
4. Dapat mengatur alat instrumen di meja mayo secara sistematis.
Diberlakukan kepada:
Kebijakan
3. Tim bedah (perawat asisten, perawat instrumen dan perawat
cirkuler)
4. Pasien dengan BPH, post operasi protatectomy
Prosedur A.Pasien
1. Konfirmasi / cek identitas dan kelengkapan persiapan operasi.
2. Cek persetujuan tindakan operasi ( Informed to Consent ).
3. Mengatur posisi pasien lumbotomy.
4. Memasang plat diatermi.
B. Alat/ instrumen
1 Set dasar instrumen steril
1) Desinfeksi klem (Sponge holding forceps)
2) Duk klem (Towel forceps)
3) Pemegang pisau (Hanvat mess / knife handle) no.
4) Pinset anatomi
2.Alat / bahan penunjang steril
10) Linen set
11) Handscoen
12) Deppers, kassa
13) Cucing kecil, sedang, bengkok
14) Spuit 20 cc
15) Kateter silicon ukuran besar + urine bag
16) Jelly
17) Tabung irrigator
18) Betadine, Cairan PZ, water for irrigation

3.Alat dan bahan penunjang Non steril


13) Meja instrument, meja operasi dan lampu operasi
14) Monitor endoscopy
15) Mesin light source
16) CCD Camera
17) Penampung air
18) Tempat sampah medis dan non medis
a.
C.. Cara kerja
14. Setelah pasien diinduksi anestesi, perawat instrumen cuci tangan
secara fuerbringer, bilas dengan handrub dilanjutkan memakai baju
operasi dan handscoen.
15. Mengatur instrumen di meja instrumen untuk semua alat dan bahan
penunjang.
16. Membantu operator untuk memakai baju operasi dan handscoen.
17. Perawat Instrumen/asisten atau operator melakukan desinfeksi
menggunakan Povidone iodine 10%, dari kemaluan, kearah
luar,sampai kebawah pusat, pangkal paha dan sekitar anus , tindakan
tersebut dilakukan berulang sampai 3 kali.
18. Membantu drapping atau mempersempit area operasi.
19. Mendekatkan meja instrumen ke dekat pasien, memasang kabel
endocam, kabel light source,selang irigasi kemudian merangakai
semua komponen.
20. Memberitahukan kepada operator bahwa instrumen / alat telah siap
TIME OUT.
21. Perawat instrumen memberikan sheat no.24, operator
memasukannya, kemudian obturator dilepas, setelah masuk uretra
berikan rangkaian walking element, pisau BNI dan optic.
22. Kemudian operator melakukan insisi pada leher buli buli.
23. Selama reseksi cairan irigasi diatur sedemikian rupa sehingga
operator dapat melakukan insisi dengan hati-hati.
24. Dilakukan pemasangan silikon kateter dengan ukuran sebesar
mungkin yang bisa masuk dan di traksi.
25. Perawat Instrumen melepas alat-alat Instrumen yang telah dipakai
dari rangkaiannya, membersihkan lokasi operasi dan merapikan alat
/ instrument dan linen operasi.
26. Melakukan dekontaminasi alat/instrument (perendaman, pencucian,
pengeringan ) dan pengesetan kembali.

Unit terkait 9. Rawat inap


10. Ruang pulih sadar/RR
11. ICU
12. Farmasi
13. Laboratorium pathologi
14. Pelayanan medis
15. CSSD
16. IPS RS