Anda di halaman 1dari 16

MANAJEMEN STRATEGI

Analisis PT. PP Properti, Tbk

Disusun Oleh:

1. Adelia Nandira M.D.S (1401140249)


2. Desi Suprasistyo (1401142282)
3. Diany Rizki A (1401140216)
4. Nadiya Novalina (1401144029)
5. Niswatuhasanah (1401144359)

MANAJEMEN BISNIS TELEKOMUNIKASI DAN


INFORMATIKA
TELKOM UNIVERSITY
2016/2017
1. PROFIL PERUSAHAAN
PT PP Properti Tbk didirikan Tahun 2013 sesuai Akta Pendirian Perseroan Terbatas
No.18 tanggal 12 Desember 2013 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, S.H. yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Nomor AHU-04852.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 5 Februari 2014 ("PP
Properti") yang merupakan pemisahan divisi properti dari PT PP (Persero) Tbk yang telah
ada sejak tahun 1991.

PT PP Properti Tbk mengintegrasikan pengembangan yang didukung dengan adanya


fasilitas yang beragam dan lengkap sehingga menjadikan penghuninya berkembang sehat
lahir batin. Lebih dari 20 (dua puluh) tahun PT PP Properti Tbk (yang merupakan
pemisahan dari Divisi Properti dari PT PP (Persero) Tbk) telah mengembangkan
kemampuannya di segala bidang, antara lain membangun Perumahan Otorita Jatiluhur
tahun 1991, pengembangan kawasan Cibubur tahun 1991 2004, Apartemen Paladian
Park di Kelapa Gading, Juanda business center di Surabaya dan pembangunan serta
pengelolaan Park Hotel Jakarta tahun 2010 dan Park Hotel Bandung tahun 2012.

PT PP Properti Tbk memiliki 3 (tiga) unit Bisnis, yaitu Komersial, Residensial dan Hotel.
PT PP Properti Tbk berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnisnya dengan
mengkombinasikan segala pengetahuan dan kemampuan karyawannya, dari segi desain
maupun kualitas pembangunan yang semakin baik dan juga berkomitmen kepada
pelanggan serta pemasoknya.

2. ANALISIS VISI DAN MISI


a. Visi

Menjadi Pengembang Properti 5 besar di Indonesia, yang memberikan nilai kepada Para
Pemangku Kepentingan dan Peduli Lingkungan.

Analisis:

Directional (memiliki tujuan kedepan)


PPRO memiliki tujuan untuk menjadi sektor properti 5 besar di Indonesia,dibuktikan
dari kalimat Menjadi Pengembang Properti 5 besar di Indonesia

Focused (jelas dan terfokus)

PPRO fokus untuk menjadi sector property dengan keunggulan bersaing peduli
terhadap lingkungan dan bernilai bagi stakeholder,dibuktikan dari kalimat
Memberikan nilai kepada para pemangku kepentingan dan peduli lingkungan

Flexible (aspiratif dan reponsif terhadap lingkungan)

PPRO dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan, dibuktikan dari kalimat


Peduli lingkungan

Feasible (realistis dan dapat dicapai)

PPRO realistis karena tidak ada batasan waktu harus tercapai 5 atau 10 tahun
kedepan, sehingga memungkinkan untuk dicapai.
b. Misi
Mengembangkan produk dan layanan properti yang unggul dan memberikan
kenyamanan bagi penghuninya.

Meningkatkan kontribusi laba kepada Perusahaan Induk.

Meningkatkan Kompetensi, Profesionalisme dan Kesejahteraan


Karyawannya.

Memberikan komitmen dan partisipasi terbaik bagi perbaikan lingkungan


sekitar.

Analisis:
Pelanggan

PPRO mengutamakan kepuasan pelanggan dengan memberikan produk serta layanan


yang unggul serta nyaman untuk penghuninya

Produk atau jasa

PPRO memberikan kualitas produk dan layanan yang terbaik bagi konsumennya

Fokus pada keberlangsungan hidup, pertumbuhan dan probabilitas

PPRO fokus untuk bertumbuh dan berkontribusi dalam meningkatkan laba


Perusahaan Induk, yakni PT. PP Persero

Konsep diri

PPRO berkomitmen untuk melakukan pembangunan yang ramah akan lingkungan


sekitar

Fokus karyawan

PPRO meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan kesejahteraan karyawan

3. ANALISIS PESTLE
a. Politik

Hukum perundangan
Kebijakan politik

b. Ekonomi

Tingkat pendapatan
Pola-pola pemenuhan kebutuhan masyarakat
Tingkat investasi
nilai mata uang

c. Sosial

Pendekatan CSR
d. Teknologi

Menggunakan sistem SDM online


(HRIS)Teknologi informasi

e. Legal

Kebijakan pemerintah terutama dalam hal penanganan dampak lingkungan


Peraturan hukum

f. Environmental

Keadaan alam mendukung pembangunan propert


Tersedianya tanah yang luas dan layak bangun

ANALISIS 5 FORCES

a. Threat Of New Entrants


Modal awal yang cukup besar dibutuhkan untuk dapat membangun sebuah
perusahaan jasa kontruksi baru. Peralatan yang dibutuhkan juga tidak murah, sehingga
potensi masuknya pesaing baru cukup kecil

b. Bargaining Power Of Buyers

Dalam hal ini kekuatan dari pembeli bersifat kuat karena biasanya
konsumen cenderung tidak loyal pada satu real estate tertentu.Dalam penjualan
produknya perusahaan ini menempatkan posisi konsumennya sebagai konsumen
akhir,sehingga konsumen menjadi prioritas utama yang memegang kekuatan.
Perusahaan harus menetapkan harga serta pelayanan yang tepat, guna memberikan
kepuasan bagi para konsumennya.Kekuatan yang dimiliki pembeli mampu memaksa
harga untuk turun dan meningkatnya pelayanan dan kualitas oleh perusahaan.

Dalam penetapan harga PT.PP Properti menentukan harga berdasarkan lokasi


yang dibangun.Jika lokasi tersebut posisinya strategis maka harga menjadi tinggi, jika
sebaliknya harga rendah menyesuaikan kondisi lokasi tersebut.Untuk membeli hunian
ini masyarakat bisa mendapat subsidi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lewat
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi hanya 5%.Dalam hal ini,
PPRO juga memberikan harga yang terjangkau untuk masyarakat kalangan
menengah.Sehingga harga yang ditawarkan merupakan harga yang bersifat tetap dan
tidak dapat ditawar lagi.Maka, dalam hal ini kekuatan tawar menawar pembeli dapat
dikatakan tidak berpengaruh atau rendah.

c. Threat Of Substitute Products Or Service

Daya tawar kuat, dikarenakan jasa konstruksi terutama pembangunan gedung


dan infrastruktur sangat sulit dilakukan kontraktor individual.
d. Bargaining Power Of Suppliers

Daya tawar pemasok berpengaruh, terlebih karena PPRO memiliki beberapa


kompetitor.Selain itu,PPRO juga bekerja sama dengan beberapa program
pemerintahmisalnya seperti pembangunan Rusunami yang ada di Jakarta.

e. Rivalry Among Competitors

Sebagai anak perusahaan dari PT.PP, PP Properti sendiri memiliki banyak


pesaing perusahaan seperti Nirvana, Podomoro group, Ciputra Group, Lippo
Karawaci, dll.

EFE MATRIX
No Peluang dan Ancaman Bobot Rating Skor Bobot

Peluang
1 Sektor Properti mendapat dukungan penuh dari 0,15 4 0,6
pemerintah
2 Seluruh proyek properti milik perusahaan 0,09 3 0,27
berlokasi di kota besar dan didukung oleh
infrastruktur yang lengkap
3 Belanja konstruksi domestic diperkirakan 0,09 3 0,27
meningkat 28,25%
Ancaman
4 Kondisi makro ekonomi yang tidak stabil 0,15 4 0,6
5 Persaingan industri property sangat kompetitif 0,09 3 0,27
6 Naiknya bahan baku dapat menekan pendapatan 0,05 1 0,05
7 Naiknya suku bunga pinjaman perbankan akibat 0,09 3 0,27
kenaikan BI rate
8 Potensi hilang atau melemahnya nama baik 0,07 2 0,14
Perusahaan
9 Potensi timbulnya sengketa atau perkara hukum 0,06 2 0,12
serta adanya perubahan kebijakan hukum yang
ditetapkan
10 Kejahatan dan terorisme 0,09 3 0,27
11 Bencana alam 0,07 2 0,14
Jumlah Bobot 1 30 3
4. ANALISIS VALUE CHAIN

VRIO MATRIX

IFE MATRIX
5. MATCHING TOOLS
I. SWOT ANALYSIS

- SPACE MATRIX
1. FINANCIAL STRENGHT
Return Of Investment (ROI)
Tahun 2014 : 106.121.000 / 2.730.632.000 = 3,886%
Tahun 2015 : 300.329.000 / 5.318.957.000 = 5,646%
Jadi, Return of Investment mengalami kenaikan sebesar 1,76% dari tahun
sebelumnya.
Liquidity (Likuiditas)
Tahun 2014 : 2.311.194.824.654 / 1.108.860.000 = 2.084,29 kali
Tahun 2015 : 3.186.685.729.922 / 1.628.968.000 = 1.956,26 kali
Jadi, tingkat likuiditas mengalami penurunan 1,28% dari tahun sebelumnya.
Yang artinya perusahaan lebih meningkatkan kegunaan inventories
perusahaan untuk proses produksi.
Working Capital (Modal Kerja)
Tahun 2014 : 2.194.680.000 1.108.860.000 = 1.085.820.000
Tahun 2015 : 3.186.686.000 1.628.968.000 = 1.557.718.000
Jadi , Working Capital mengalami kenaikan sebesar 471.898.000
Cash Flow (Arus Kas)
Tahun 2014 : 228.718.742.176
Tahun 2015 : 357.422.184.987
Jadi, pada cash flow PP Properti mengalami kenaikan sebesar 21,95%

2. COMPETITIVE ADVANTAGE
Market Share
PP Properti menghadirkan unit apartemen yang terintegrasi dengan tempat
parkir mobil di proyek Grand Komala Lagoon sehingga Mobil masuk ke atas
menggunakan lift.
Quality
PP property mendapatkan penghargaan sebagai pengembang terbaik dengan
desain stand terbaik dalam ajang BTN Properti EXPO 2015. Penghargaan ini
merupakan pengakuan atas komitmen, produk terbaik seperti Grand Kamala
Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon yang direspon baik oleh masyarakat.
Hal ini membuktikan bahwa kualitas dari PP Properti sudah cukup baik.
Product Life Cycle
karena perusahaan ini baru berdiri pada tahun 2013, maka PP Properti masih
dalam tahap pembangunan branding (aware). Perusahaan konsisten akan
menguasai pasar menengah dan menengah kebawah.
Costumer Preference
PT. PP Properti memberikan harga dengan menyesuaikan kondisi di
Indonesia, baik dari membangun perumahan dengan tanahnya sendiri sehingga
mereka lebih focus kepada biaya pembangunan dan mampu memberikan
harga yang paling sesuai dengan kalangan menengah ke-bawah
Technological Inovation
Teknologi inovasi yang digunakan masih kurang karena perusahaan lebih
mengutamakan inovasi pada produk.

3. ENVIRONMENTAL STABILITY
Technological changes (perubahan teknologi)
Adanya perkembangan dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadikan PT. PP
Properti memperkuat platform teknologi informasi mereka untuk menjaga dan
meningkatkan kehandalan dalam penyediaan informasi secara terintegrasi, tepat
waktu, dan tepat sasaran melalui website www.pp-properti.com
Inflation (Inflasi)
Kenaikan inflasi menyebabkan perlambatan ekonomi yang berpotensi melemahkan
sector industry, akibatnya inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM
bersubsidi membuat masyarakat dan industri termasuk industri properti melakukan
penyesuaian. Penyesuaian berhubungan dengan kenaikan harga dan tingkat daya beli
masyarakat yang menurun serta bahan baku
Demand elasticity (elastisitas permintaan)
Permintaan terhadap produk properti cukup elastic hal ini dilihat berdasarkan potensi-
potensi yang diperlihatkan beberapa wilayah di Indonesia, contohnya di wilayah
Kalimantan yang memiliki permintaan tinggi atas kebutuhan perhotelan karena
berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik tahun 2014 rata-rata
jumlah tamu hotel sekitar 9.100 orang per hari di Kalimantan
Competitor price range (cakupan harga pesaing)
Tingkat harga pesaing beragam, menyesuaikan dengan target pasar dari masing-
masing pesaing. Target pasar dari PT. PP Properti sendiri adalah kalangan menengah,
sehingga rata-rata harganya banyak yang lebih mahal dibandingkan dengan PT. PP
Properti
Barriers to entry (batasan masuk)
Bisnis properti tergolong bisnis yang sulit di masuki pasarnya salah satu alasannya
adalah karena modal dalam membangun bisnis ini terbilang besar. Selain itu karena
faktor regulasi yang ditetapkan pemerintah, maka akan menyulitkan pemain-pemain
baru di bisnis properti, namun karena PT. PP Properti merupakan BUMN maka
batasan masuknya termasuk mudah
Competitive pressure (tekanan pesaing)
Tekanan kompetisi dengan pesaing termasuk besar karena pemain bisnis properti
yang menawarkan berbagai macam inovasi produk serta dalam berbagai cakupan
harga
Ease of exit (kemudahan untuk keluar)
Kemudahan untuk keluar dari pasar cukup mudah karena bisnis properti termasuk
bisnis proyek sehingga ketika tidak ada proyek yang harus dilaksanakan maka
perusahaan bisa dengan mudah tersingkir dari pasar properti
Price elasticity of demand (elastisitas harga dari permintaan)
Pada PT. PP Properti tidak begitu elastis, terbukti dengan harga yang meningkat tetapi
tetap ada pembangunan yang dilakukan
Risk exposure
Risiko yang dihadapi oleh PT. PP Properti lebih terkendali dan mudah ditangani
karena adanya sistem manajemen risiko yang diterapkan oleh perusahaan di mana
evaluasi terhadap efektivitas sistem manajemen resiko ini dilakukan secara berkala

4. INDUSTRY STRENGHT
Growth Potential (potensi pertumbuhan)
Melihat dari bagaimana PP Properti memiliki potensi pertumbuhan, PP Properti telah
memberikan prospek yang cukup signifikan.Meskipun PP properti baru merintis
kurang dari 5 tahun, tetapi perusahaan tersebut sudah memberikan kemajuan
pertumbuhan yang cukup signifikan.
Profit Potential (potensi keuntungan)
Jika dilihat dari laporan keuangan PT.PP Properti pada tahun 2015 dapat disimpulkan
bahwa PP Properti memiliki laba bersih, tahun 2014 = 106.121.000 dan pada tahun
2015 = 300.329.000. dengan demikian laba bersih PP Properti megalami kenaikan
sebesar 194.208.000 (%) hal ini menandakan bahwa potensi profit PP Properti
cukup besar.
Financial Stability (stabilitas keuangan)
Stabilitas keuangan dapat diukur dari ukuran pasar PP Properti. Pada 31 Desember
2015 harga close saham PT. PP Properti adalah Rp 178 per saham, sedangkan pada 6
Oktober 2016 harga close saham adalah Rp 1.300
Ease of Entry (kemudahan untuk masuk)
Sebagai anak perusahaan dari PT.PP, PP Properti memiliki kemudahan untuk
memasuki pasar, akan tetapi banyak pula pesaing perusahaan yang dimiliki oleh PP
Properti itu sendiri seperti Nirvana, Podomoro group dll.

Posisi Strategis Internal Rating Posisi Strategis Eksternal Rating


Kekuatan Finansial (FS) Stabilitas Lingkungan (ES)
Pertumbuhan 4 Persaingan industry jasa -3
Pendapatan kredit yang semakin ketat
Rasio Likuiditas 4 Perkembangan teknologi -3
informasi (internet)
Profit Margin 3 Ketersediaan produk jasa -3
bergantung pada produk
dealer, saat ini banyak
ditawarkan produk-produk
murah
Total Aset 4 Stabilitas politik -4
Perusahaan
Rata Rata 3.75 Rata Rata -3.25
Keunggulan Kompetitif Kekuatan Industri (IS)
(CA)
Kerjasama dan -4 Laba usaha 4
control yang baik
terhadap pemasok
Pangsa pasar yang -3 Perkembangan permintaan 4
luas & potensial pasar
Kualitas produk -4 Pangsa pasar yang luas 4
jasa
Kesetiaan -5 SDM yang tersedia 6
pelanggan
Rata Rata -4 Rata Rata 4.5
Analisis Space Matrix :

Sumbu X (Competitive Advantage & Industry Strength)


=Rata-rata score CA + Rata-rata score IS
= -4+4.5
= 0.5

Sumbu Y (Financial Strength & Environmental Stability)


= Rata-rata score FS+Rata-rata score ES
= 3.75+(-3.25)
= 0.5
- IE MATRIX

Dari hasil matrik IE diatas, diambil dari perhitungan total matrik IFE dan EFE dengan jumlah total
IFE sebesar 2.84 dan total EFE sebesar 3, sehingga PT PP Properti berada di zona 2 (Grow and Build)
yang membutuhkan strategi intensive seperti penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan
pengembangan produk.

- BCG MATRIX
Pada kasus pangsa pasar PT PP Properti Tbk, dihitung dengan perbandingan revenue PT
PPProperti Tbk dan PT Agung Podomoro Land Tbk yang dinilai sebagai perusahaan leadership
pada bidang property penilaian BCI Awards 2016.
Terhitung pada laporan (dari Markets.ft) bahwa revenue PT Agung Podomoro Land Tbk
adalah sebesar 6.12 Triliun dan PT PP Properti Tbk sebesar 1.78 Triliun.
Maka perhitungan pendapatan PT PP Properti dibanding PT Agung Podomoro Land Tbk
adalah sebagai berikut:
(1.78 / 6.12) x 100% = 29.08%
Atau sekitar 1/3 revenue PT Agung Podomoro Land Tbk
Untuk pemisalan Market Share Rate Tinggi, Sedang ataupun Rendah, kami menggunakan :
Perbandingan market share perusahaan sebesar 3/3 = Tinggi
Perbandingan market share perusahaan sebesar 2/3 = Sedang
Perbandingan market share perusahaan sebesar 1/3 = Rendah
Maka, market share PT PP Properti Tbk dibanding PT Agung Podomoro Land Tbk adalah
Rendah
Sedangkan dilihat dari Pertumbuhan Pasar :
Dilihat dari grafik pada Market.ft dan lingkungan persaingan di bidang industry properti
Indonesia, Market Growth dapat dibilang sangat tinggi.
Maka didapat kesimpulan bahwa posisi Market Share : Low dan Market Growth High. Bila
disimpulkan dalam BCG Matrix maka posisi PT PP Properti Tbk adalah Question Marks (?)

Question Mark Position

Produk dapat memiliki tingkat permintaan yang tinggi namun tingkatreturn yang rendah
karena pangsa pasar rendah. Tujuan dari strategi pemasaran untuk membuat pasar menggunakan
produk-produk tersebut.

Strategi yang dapat digunakan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau
pengembangan produk. Jika strategi yang diterapkan berhasil, maka produk bisa berpindah ke posisi
stars. Sebaliknya jika gagal, maka akan berpindah ke posisi dogs. Alternatif strategi lainnya adalah
divestasi.

- GRAND STRATEGY

Dilihat dari pembahasan BCG matrix sebelumnya, PT PP Prperti Tbk berada pada question
marks dan untuk itu strategi yang baik digunakan adalah Penetrasi pasar , Pengembangan pasar, dan
pengembangan product.

Maka, pada grand strategy, strategi yang cocok digunakan PT PP Properti Tbk adalah Strategi
Kuadran II.
- QSPM

.Analisis pestle

Analisis 5 forces

Efe matriks

4.Analisis value http://cio-indo.blogspot.co.id/2011/11/analisis-rantai-nilai-value-chain.html

Vrio framework

Ife matriks

5.matching tools

Swot

Space

Ie

Bcg

Grand strategy

6.qspm