Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

PENUTUP
A. Kesimpulan
Telah dilaporkan wanita P4A0 48 tahun dengan mioma uteri datang ke
poliklinik ginekologi untuk rencana operasi HTSOB. Selama masa pre-operasi
tidak ada gangguan hemostasis demikian juga selama masa post-operasi.
Tindakan ini dipilih berdasarkan gejala, ukuran dan lokasi tumor, umur penderita,
fungsi reproduksi dan fertilitas dari penderita, serta terapi yang tersedia. Setelah
dilakukan operasi pasien dirawat di ruangan pemulihan dengan observasi tanda-
tanda vital dan dilanjutkan dengan perawatan di bangsal selama 5 hari. Pada saat
uterus dibelah, didapatkan pasien menderita mioma uteri intramural dan
subserosa.

B. Saran
Pasien ini dianjurkan untuk kontrol teratur agar luka operasi terawat dan tidak
terjadi infeksi atau komplikasi lainnya. Pasien juga dianjurkan untuk tidak
berhubungan seksual dulu. Perubahan fisik, emosi, dan seksual dapat terjadi
setelah histerektomi, karena itu pasien dianjurkan untuk tetap kontrol teratur atau
rawat jalan di Poli Ginekologi RSUP Prof. Kandou setelah pulang dari rumah
sakit. Bila luka operasi terbuka atau berdarah, terjadi nyeri perut yang hebat dan
perdarahan dari jalan lahir maka pasien disarankan untuk datang ke IGD rumah
sakit terdekat.
Mioma uteri merupakan kompetensi 1 berdasarkan SKDI 2013. Sebagai
dokter umum, lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran
klinik penyakit mioma, dan mengetahui cara yang paling tepat untuk
mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya
menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien. Lulusan dokter juga mampu
menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan termasuk perawatan luka post
operasi yang merupakan kompetesi 4A.

28