Anda di halaman 1dari 21

RESUME

PENGANTAR BISNIS DAN MANAJEMEN

IRNA PUJI LESTARI


8236177039

ANGKATAN XIII
MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

1
RESUME BAB I
MEMAHAMI SISTEM BISNIS AMERIKA SERIKAT

1.1. Konsep Bisnis Dan Laba

a. Bisnis adalah organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang dijual
dengan maksud mendapatkan laba.
b. Laba adalah selisih antara penerimaan dan biaya-biaya bisnis.

1.2. Evolusi Bisnis di Amerika

Bentuk bisnis Amerika telah beberapa kali berevolusi selama beberapa


abad ini, yaitu :
a. Revolusi Industri dan Sistem Pabrik timbul pada pertengahan abad ke-
18
b. Laissez-fair dan Era kewirausahaan terjadi ketika abad ke-19 dimana
banyak pengusaha yang muncul karena Amerika Serikat menekankan
falsafah laissez fair, yaitu prinsip yang menyatakan bahwa pemerintah
hendaknya tidak mencampuri perekonomian melainkan harus membiarkan
bisnis berlaku tanpa adanya regulasi.
c. Era Produksi muncul pada tahun 1913 (awal abad ke -20)
d. Era Pemasaran muncul pada tahun 1950-an dan 1960-an..
e. Era Global tahun 1980-an menjadi saksi kelanjutan kemajuan teknologi
produksi, komputer, sistem informasi alat komunikasi dan transportasi.
f. Era Informasi dipicu oleh maraknya pengguna internet

1.3. Sistem Ekonomi

a. Sistem ekonomi merupakan sistem negara untuk mengalokasikan sumber


daya antar warga negaranya baik individu maupun organisasi
b. Sistem ekonomi juga dapat dibedakan berdasarkan cara pengambilan
keputusan atas produksi dan alokasi, yaitu :
Perekonomian Terpimpin yaitu perekonomian yang mengandalkan
pemerintah terpusat, bentuknya adalah Komunisme dan Sosialisme
Perekonomian Pasar yaitu perekonomian di mana individu-individu
mengendalikan keputusan produksi dari alokasi melalui penawaran dan

2
permintaan. Termasuk didalamnya adalah: Pasar input, Pasar output,
Kapitalisme.
Perekonomian Pasar Campuran (Mixed market) merupakan sistem
ekonomi yang menampilkan sifat-sifat perekonomian terpimpin
maupun perekonomian pasar. Termasuk di dalamnya adalah Privatisasi
dan Sosialisme

1.4. Perekonomian Sistem Pasar

a. Adanya Permintaan dan Penawaran, dimana :


Permintaan adalah kemauan dan kemampuan pembeli untuk membeli
barang atau jasa tertentu. Sedangkan Penawaran adalah keinginan dan
kemampuan produsen untuk menawarkan produk atau jasa tertentu
untuk dijual
Terjadilah Hukum permintaan dan penawaran, dimana pembeli akan
membeli lebih banyak kalau ketika harga turun dan membeli lebih
sedikit ketika harga meningkat (Hukum Permintaan) dan Produsen akan
menawarkan lebih banyak produk untuk dijual ketika harga meningkat
dan lebih sedikit ketika harga turun (Hukum Penawaran)
Ada kalanya ditemukan kondisi Surplus dan Defisit, dimana Surplus
adalah situasi di mana jumlah yang ditawarkan melebihi jumlah yang
diminta, dan Defisit adalah situasi dimana jumlah yang diminta
melebihi jumlah yang ditawarkan
b. Dalam perekonomian pasar, Perusahaan swasta menuntut adanya empat
unsur, antara lain:
Hak properti pribadi
Kebebasan memilih
Laba
Persaingan. Dalam perusahaan bebas, terdapat 4 (empat) persaingan,
yaitu : Persaingan Sempurna, Persaingan Monopolistik, Oligopoli,
dan Monopoli yang perbedaannya bisa dilihat di table dibawah

3
RESUME BAB II
ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

2.1. Etika Dalam Lingkungan Kerja

a. Etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang


salah, atau tindakan yang baik dan yang buruk, yang mempengaruhi hal
lainnya.
b. Etika bisnis adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis
atau tidak etis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi.
c. Ada berbagai jenis Etika yaitu :
Etika Individual, dapat bervariasi dari satu orang ke orang lainnya,
dari satu situasi lainnya, serta dari satu budaya ke budaya lainnya.
Etika Manajerial, merupakan standar perilaku yang memandu manajer
dalam pekerjaan mereka. digolongkan dalam tiga kategori yang luas.
Perilaku terhadap karyawan ; merekrut, memecat, menentukan gaji

4
Perilaku terhadap organisasi ; kebijakan perusahaan, SOP, dll.
Perilaku terhadap Agen ekonomi lainnya; Laporan keuangan
public, praktek bisnis, dll.
d. Dua pendekatan paling umum untuk membentuk komitmen manajemen
puncak terhadap praktek bisnis yang etis adalah :
a. Menerepakan Kode Etik Tertulis
b. Memberlakukan Program Etika

2.2. Tanggung Jawab Sosial (CSR)

a. Tanggung jawab sosial adalah sebuah konsep yang berhubungan, namun


merujuk pada seluruh cara bisnis berupaya menyeimbangkan
komitmennya terhadap kelompok dan pribadi dalam lingkungan sosialnya.
b. Tanggung jawab sosial korporasi kepada pihak yang berkepentingan atas
mereka, yaitu:
Pelanggan; dengan melayani pelanggannya secara wajar dan jujur.
Karyawan; dengan memperlakukan karyawan dengan adil, dan
menghormati harga diri dan kebutuhan dasar manuasiwi mereka.
Investor; dengan mengikuti prosedur akuntansi yang pantas, dan
mengelola perusahaan untuk melindungi hak-hak dan investasi para
pemegang saham.
Pemasok; dengan menjaga hubungan dengan para pemasok secara hati-
hati.
Komunitas lokal; dengan bertanggung jawab secara sosial kepada
komunitas lokal mereka.

2.3. Bidang Tanggung Jawab Sosial

a. Tanggung Jawab terhadap Lingkungan; bagaimana perusahaan


mengendalikan polusi udara, polusi air, polusi tanah, pembuangan limbah
beracun dan daur ulang.
b. Tanggung Jawab terhadap Pelanggan; menyediakan produk-produk
berkualitas dan menetapkan harga-harga secara adil, etika periklanan, juga
menjaga hak konsumen.
c. Tanggung Jawab terhadap Karyawan; apabila karyawannya diberi
kesempatan yang sama tanpa memandang faktor-faktor suku, jenis
kelamin, atau faktor lainnya.

5
d. Tanggung Jawab terhadap Investor; Contoh dari penyimpangan
tanggung jawab perusahaan kepada investor yaitu: Manajemen finansial
yang tidak wajar, Cek kosong, Insider trading, Penyimpangan laporan
keuangan.

2.4. Implementasi Program Tanggung Jawab Sosial

a. Ada 4 sikap yang menyangkut dengan kewajiban sosialnya terhadap


masyarakat:
Sikap Obstruktif; melibatkan tindakan seminimal mungkin dan
melibatkan usaha-usaha menolak/ menutupi pelanggaran yang
dilakukan.
Sikap Defensif; ditandai dengan perusahaan hanya memenuhi
persyaratan hukum secara minimum atas komitmennya terhadap
kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya.
Sikap akomodatif; diterapkan suatu perusahaan, melebihi persyaratan
hukum minimum dalam komitmennya terhadap kelompok dan individu
dalam lingkungan sosialnya.
Sikap Proaktif; yaitu secara aktif mencari peluang untuk memberikan
sumbangan demi kesejahteraan kelompok dan individu dalam
lingkungan sosialnya.
b. Ada 4 langkah untuk mendorong rasa ranggung jawab sosial di seluruh
perusahaan:
Tanggung jawab sosial harus mulai pada puncak dan termasuk dalam
perencaan strategis.
Para manajer puncak harus mengembangkan rencana yang merinci
tingkat dukungan manajemen.
Seorang eksekutif harus diberi tugas dalam agenda
Organisasi harus sesekali melaksanakan audit sosial- analisis
keberhasilannya dalam menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk
tujuan tanggung jawab sosial.

6
RESUME BAB III
KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS BARU

3.1. Pengertian Bisnis Kecil

a. Bisnis kecil didefinisikan sebagai bisnis yang memiliki dan dikelola secara
mandiri serta tidak mendominasi pasarnya.
b. Kontribusi dari bisnis kecil dapat diukur berdasarkan efeknya terhadap tiga
aspek sistem ekonomi, yaitu : (1) Penciptaan Lapangan Kerja, (2) Inovasi,
(3) Pentingnya bagi Bisnis-Bisnis Besar
c. Bentuk-bentuk Bisnis Kecil yang Populer yaitu: Jasa, Konstruksi,
Keuangan dan Asuransi, Grosir (Wholeseling), Transportasi dan perakitan

3.2. Kewirausahaan

a. Wirausahawan adalah pelaku bisnis yang menerima resiko maupun


peluang yang ada karena menciptakan dan mengoperasikan bisnis baru
b. Perbedaan antara Kewirausahaan dan Bisnis Kecil adalah adanya visi,
aspirasi dan stategi.
c. Karakteristik Kewirausahaan yang membedakan mereka dari pemilik
bisnis kecil lainnya contohnya, sifat banyak akal dan kepedulian terhadap
hubungan pelanggan yang baik, bahkan sering kali bersifat pribadi.

3.3. Memulai dan Mengoperasikan Bisnis Kecil

a. Menyusun Rencana Bisnis termasuk di dalamnya adalah :


Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Peramalan Penjualan (sales forecasting)
Perencanaan Keuangan
b. Memulai Bisnis Kecil, wirausahawan harus memilih indutri dan pasar
tempat ia bersaing, pilihannya adalah :
Membeli bisnis yang sudah ada

7
Memulai dari Awal
c. Membiayai Bisnis Kecil, sumber pembiayaan bisa diperoleh dari :
Sumber investasi lainnya : Perusahaan Modal bersama, Small Bussines
Investment Companies (SBIC)
Program keuangan SBA : Program pinjaman terjamin, Program Small
Bussiness Development Center (SBDC)
d. Warabala, adalah perjanjian yang mengatur transaksi antara franchisee
(pembeli) untuk membeli hak menjual produk/jasa franchiser (penjual atau
perusahaan induk).

3.4. Tren, Kegagalan dan Keberhasilan Bisnis Kecil


a. Tren dalam memulai Bisnis Kecil dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu:
Kehadiran e-commerce
Peralihan dari Bisnis Besar
Peluang bagi Kaum Minoritas dan Wanita
Peluang global
Tingkat keberhasilan yang lebih baik
b. Alasan-alasan yang mempengaruhi kegagalan bisnis kecil:
Mamajerial yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman
Kurang memberi perhatian
Sistem kontrol yang lemah
Kurangnya modal
c. Alasan-alasan yang menjelaskan keberhasilan bisnis kecil:
Kerja keras, dorongan, atau dedikasi
Permintaan pasar akan prodk atau jasa yang disediakan
Kompetensi manajerial
Keberuntungan
3.5. Kepemilikan Bisnis Non Perusahaan

Tiga bentuk kepemilikan bisnis yaitu Usaha Perseorangan, Persekutuan


Umum, Perusahaan. Perbedaannya dapat dilihat pada tabel di bawah :

8
3.6. Perusahaan
a. Jenis jenis perusahaan yaitu :
Perseroan Terbatas : perusahaan yang sahamnya secara luas dipegang
dan dapat dijual kepada masyarakat umum.
S Corporation : hasil campuran antara perusahaan tertutup dan
persekutuan untuk tujuan pajak.
Limited Liability Corporation (LLC) : hibrida antara perusahaan
terbuka dan persekutuan yang para pemiliknya dikenakan pajak sebagai
sekutu tetapi menikmati manfaat tanggung jawab terbatas.
Perusahaan Profesional : bentuk kepemilikan yang mengizinkn para
profesional mengambil manfaat perusahaan sementara memberikan
mereka tanggung jawab bisnis terbatas dan tanggung jawab profesional
yang tidak terbatas.
Perusahaan multinasional : bentuk perusahaan yang melintasi batas-
batas negara.
RESUME BAB IV
KONTEKS BISNIS GLOBAL

4.1. Perekonomian Global Kontemporer

a. Semakin banyaknya perusahaan yang terjun ke dalam bisnis Internasional,


perekonomian dunia dengan cepat berubah menjadi sistem tunggal yang
saling bergantung satu dan lainnya, proses ini disebut sebagai Globalisasi.
b. Perdagangan Internasional menghasilkan dua produk yaitu: Produk import
dan Produk eksport
c. Berdasarkan tingkat kesejahteraannya Bank Dunia membagi Negara
menjadi tiga kelompok yaitu:
Negara-negara berpendapatan tinggi dengan pendapatan per kapita
lebih besar dari $9.386.
Negara-negara berpendapatan menengah dengan pendapatan per kapita
antara $765 sampai dengan $9.386.
Negara-negara berpendapatan rendah dengan pendapatan per kapita
kurang dari $765.

9
c. Berdasarkan letak geografisnya, perekonomian di dunia dibagi menjadi
tiga pasar utama yaitu : Amerika Utara, Eropa, Asia Pasifik.
d. Beberapa kesepakatan dagang juga telah mencetusan perdagangan
Internasional, misalnya General Agreement on Tarrifs and Trade (GATT),
North American Free Trade Agreement (NAFTA), Uni Eropa, World Trade
Organization (WTO)

4.2. Perdagangan Internasional

Dalam Perdangangan Internasional erat kaitannya dengan hal-hal


berikut:
a. Neraca perdagangan (balance of trade) adalah total nilai ekonomi
seluruh produk yang diimpor dikurangi dengan total nilai ekonomi seluruh
produk yang diekspor oleh suatu Negara.
Neraca perdagangan negatif ketika defisit perdagangan (trade defisit).
Neraca perdagangan positif ketika surplus perdagangan (trade surplus)
b. Neraca Pembayaran (balance of payment) merupakan arus uang yang
masuk ke dalam atau keluar dari suatu negara.
c. Nilai Tukar (exchange rate) merupakan nilai pertukaran mata uang suatu
negara dengan mata uang negara lainnya.
d. Keunggulan Bersaing; Para ekonom membagi keunggulan bersaing suatu
Negara menjadi sebagai berikut:
Keunggulan Absolut (absolute advantage) apabila suatu negara dapat
memproduksi suatu barang dengan harga yang jauh lebih murah
dan/atau dengan kualitas yang lebih tinggi dibandingkan negara lain.
Keunggulan Komparatif (comparative advantage) apabila suatu Negara
dapat memproduksi suatu barang secara lebih efisien atau lebih baik
daripada barang-barang lainnya.
Keunggulan Bersaing Nasional berasal dari empat kondisi:
Kondisi faktor (faktor-faktor produksi yang mempengaruhi
terjadinya persaingan pasar)

10
Kondisi permintaan (besarnya permintaan konsumen)
Industri terkait dan industri pendukung.
Strategi, struktur, dan persaingan.

4.3. Manajemen Bisnis Internasional

Dalam memasuki bisnis internasional, manajemen perusahaan harus


mengambil keputusan-keputusan berikut :
a. Keputusan untuk Go International dengan memperhatikan faktor-faktor
berikut :
Mengukur Permintaan Internasional
Beradaptasi dengan kebutuhan konsumen
Outsourcing dan Offshoring.
b. Memutuskan Tingkat Keterlibatan Internasional, yaitu :
Eksportir dan Importir; Contohnya IBM dan Coca-Cola melakukan
ekspor ke Eropa selama beberapa tahun sebelum membangun produksi
di sana.
Perusahaan Internasional; perusahaan internasional melakukan
banyak bisnisnya di luar negeri juga memiliki fasilitas produksi di luar
negeri. Contohnya, Wal-Mart.
Perusahaan Multinasional; Perencanaan dan pembuatan keputusannya
diarahkan ke pasar internasional. Bahkan, lokasi kantor pusatnya bisa di
negara lain. Contoh : Royal Dutch/Shell, Nestle, IBM dan Ford.
c. Keputusan tentang Struktur Organisasi Internasional yang meliputi :
Agen independen adalah individu atau organisasi asing yang setuju
untuk mewakili kepentingan eksportir di pasar luar negeri dan biasa
bertindak sebagai sales representatives. Contohnya: Levi Staruss
menggunakan agennya untuk memasarkan produk pakaian di banyak
negara kecil di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Pemberian Lisensi; Perusahaan memberikan hak eksklusif kepada
perusahaan lain di luar negeri untuk memproduksi atau memasarkan

11
produknya di pasar tersebut dengan timbal balik royalti. Franchising
(waralaba) adalah bentuk khusus lisensi yang juga populer. Contoh;
Franchise McDonald dan Pizza Hut.
Kantor Cabang; Sebuah perusahaan memiliki lebih banyak kontrol
langsung atas manajer cabangnya daripada agen atau pemegang
linsensi.
Aliansi Strategis, disini perusahaan menemukan partner di negara
dimana perusahaan melakukan bisnis. Aliansi strategis kadangkala
disebut sebagai joint venture. Contoh: Taman hiburan Disney yang
dibangun dekat Hongkong adalah joint venture dengan partner lokal.
Investasi Langsung di Luar Negeri (Foreign Direct Investment/FDI)
berarti membeli atau menetapkan aset berwujud di negara lain. Dell
Computer, misalnya, membangun pabrik perakitan baru di Eropa,
Volkswagen membangun pabrik baru di Brazil.

4.4. Hambatan Dalam Perdagangan Internasional

a. Perbedaan Sosial dan Budaya; Contohnya perbedaan bahasa dalam


pengepakan, tanda dan logo. Perbedaan budaya ataupun kebiasaan juga
perlu diperhatikan karena mempengaruhi operasionalnya.
b. Perbedaan Ekonomi; Contoh: di Swedia perusahaan harus waspada
mengenai sejauh mana dan kapan pemerintah terlibat dalam industri
tertentu. Di Prancis juga pemerintahan bercampur tangan dalam
perancangan pesawat dan manufakturnya.
c. Perbedaan Hukum dan Politik; biasanya masalah Hukum dan politik yang
umum di bisnis internasional antara lain:
Kuota, tarif dan subsidi. Kuota adalah pembatasan jumlah produk
jenis tertentu yang dapat diimpor ke dalam suatu negara. Bentuk
tertinggi dari kuota adalah Embargo. Tarif adalah pajak yang dikenakan
atas produk-produk impor. Dan Subsidi adalah pembayaran pemerintah
untuk membantu bisnis domestik bersaing dengan perusahaan asing.

12
Peraturan kandungan lokal mewajibkan perusahaan yang akan
menjual produknya di suatu negara harus memproduksi sebagian
produknya di negara yang akan di jadikan pasar.
Peraturan Praktek Bisnis; Seperti Kartel dan Dumping. Kartel adalah
kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga,
untuk membatasi suplai dan kompetisi sedangkan dumping adalah
menjual suatu produk ke luar negeri di bawah harga jual di negara asal.

RESUME BAB V
MANAJEMEN BISNIS

5.1. Proses Manajemen

Proses Manajemen meliputi tahapan berikut :


a. Perencanaan (planning) memiliki tiga komponen, hal itu dimulai sewaktu
para manajer menetapkan sasaran perusahaan. Selanjutnya, mereka
mengembangkan strategi mencapai sasaran tersebut. Setelah strategi
dikembangkan, mereka merancang rencana-rencana taktis untuk
menjalankan strateginya.
b. Pengorganisasian (organizing) adalah proses menetapkan cara terbaik
dalam mengatur sumber daya dan aktivitas organisasi menjadi struktur
yang logis.
c. Pengarahan (directing), seorang manajer bekerja untuk memandu dan
memotivasi karyawan untuk mencapai sasaran perusahaanya.
d. Pengawasan (controlling) merupakan proses memonitor kinerja
perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut mencapai
sasarannya. Setiap CEO menaruh perhatian besar pada biaya dan kinerja.

5.2. Tipe-tipe Manajer

a. Manajer berdasarkan Tingkatan Manajemen dibagi menjadi :


Manajer puncak (top manager), contoh Presiden Direktur, CEO, dll.

13
Manajer menengah (middle manager), contoh Kepala bagian,
pemimpin proyek, General manager
Manajer lini pertama (first-line manager) contoh supervisor, manajer
shift, mandor (foreman).
b. Manajer berdasarkan Bidang-bidang Manajemen antara lain :
Manajer Sumber Daya Manusia
Manajer Operasi
Manajer Pemasaran
Manajer Informasi
Manajer Keuangan
Manajer-manajer Lain

5.3. Dasar Keterampilan Manajemen


a. Keterampilan Teknis (technical sklills)
b. Keterampilan Hubungan Manusia (human relations skills)
c. Keterampilan Konseptual (conceptual skills) merupakan kemampuan
seseorang untuk berfikir secara abstrak, untuk mendiagnosa dan
menganalisis situasi yang berbeda, dan melihat situasi dimasa mendatang.
d. Keterampilan Pengambilan Keputusan (decision-making skills)
e. Keterampilan Manajemen Waktu (time management skills)
f. Keahlian Manajemen untuk Abat Ke-21, seiring abad ke-21, banyak
ahli mengemukakan semakin pentingnya keterampilan yang melibatkan
manajemen global dan teknologi.

5.4. Manajemen Strategi : Menetapkan Sasaran dan Formulasi Strategi

a. Menetapkan Sasaran Bisnis


Sasaran merupakan target kinerja atau alat ukur keberhasilan atau
kegagalan yang diukur oleh organisasi dan manajer mereka pada tiap
tingkatan. Tujuan Penetapan Sasaran adalah :
Memberikan arah dan panduan bagi para manajer di semua tingkatan.
Membantu perusahaan mengalokasikan sumber dayanya.
Membantu membangun budaya perusahaan.
Membantu manajer menilai kinerjanya.
b. Macam-macam Sasaran; Terlepas dari maksud dan misi perusahaan,
setiap perusahaan memiliki sasaran jangka panjang (5 tahun atau lebih),
jangka menengah (1-5 tahun), dan jangka pendek (kurang dari 1 tahun)
c. Jenis-jenis strategi antara lain :
Strategi Perusahaan (Corporate Strategy) bertujuan untuk
menetapkan keseluruhan produknya.

14
Strategi Bisnis (Atau Strategi persaingan) berlangsung pada tingkat
unit bisnis atau lini produk, berfokus pada peningkatan posisi bersaing
perusahaan.
Stategi Fungsional, para manajer dalam bidang spesifik memutuskan
cara terbaik mencapai tujuan perusahaan dengan bekerja seproduktif
mungkin.
d. Merumuskan Strategi biasanya melalui tiga tahap berikut :
Menetapkan Sasaran Strategis, menggunakan analisis SWOT
Meganalisis Organisasi dan Lingkungannya mencakup pengamatan
dan penilaian lingkungan terhadap segala ancaman dan peluang.
Menyesuaikan Organisasi dengan Lingkungannya proses itu juga
menentukan apakah suatu perusahaan biasanya mengambil risiko atau
berperilaku lebih konservatif.

5.5. Perencanaan Kontingensi dan Manajemen Krisis

Dua metode umum untuk mengatasi hal-hal yang tidak diketahui dan
tidak diprediksi adalah rencana koningensi dan manajemen krisis, yaitu :
a. Rencana kontingensi mengenali kebutuhan untuk menemukan solusi
terhadap aspek-aspek spesifik suatu masalah. Dengan demikian rencana
kontingensi (contingency planning) adalah perencanaan terhadap
perubahan.
b. Manajemen krisis mencakup metode oeganisasi dalam menghadapi
keadaan darurat.

RESUME BAB VI
MENGORGANISASIKAN BISNIS

6.1. Apakah Struktur Organisasi

a. Struktur organisasi adalah ketika masing-masing mempunyai fungsi-


fungsi yang berbeda, komponen-komponen tersebut juga harus dapat
bekerja keras selaras dengan komponen lainnya

15
b. Faktor Penentu Struktur Organisasi, yang paling utama adalah tujuan,
misi dan strategi organisasi. Selain itu ukuran, teknologi dan perubahan
kondisi lingkungan juga dapat mempengaruhi struktur organisasi.

6.2. Dasar-dasar Pembentuk Struktur Organisasi

Tahap pertama dalam membangun struktur bisnis, baik berskala besar


maupun kecil, adalah sebagai berikut:
a. Spesialisasi, adalah proses mengidentifikasikan pekerjaan-pekerjaan
khusus yang harus diselesaikan dan menentukan orang yang akan
melakukannya.
b. Departementalisasi: menentukan bagaimana sebaiknya mengelompokkan
orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas tertentu, terbagi menjadi
beberapa yaitu:
Berdasarkan pelanggan; setiap departemen memiliki sasaran kategori
pelangan tertentu.
Berdasarkan Produk; membagi organisasi berdasarkan produk-produk
atau jasa tertentu yang dihasilkan.
Berdasarkan Proses; berdasarkan proses produksi yang digunakan
dalam menciptakan barang dan jasa
Berdasarkan Geografis, didasarkan pada wilayah yang dilayani oleh
perusahaan tersebut
Berdasarkan Fungsi ; berdasarkan kelompok fungsi atau aktivitas.
6.3. Menetapkan Hierarki Pengambilan Keputusan

Pada umumnya, perkembangan hierarki dihasilkan dari proses tiga tahap:


a. Menetapkan Tugas-tugas: menentukan Tanggung Jawab Dan Wewenang
b. Melaksanakan Tugas-tugas: melaksanakan Delegasi dan Akuntabilitas
c. Mendistribusikan Wewenang: menentukan apakah organisasi akan
bersifat sentralisasi atau desentralisasi. Wewenang sendiri terdiri dari 3
bentuk yaitu :

16
Wewenang Lini (line authority)
Wewenang Staf (staff authority)
Wewenang Komite dan Kelompok (committee and team authority)

6.4. Bentuk-bentuk Dasar Organisasi

Ada empat bentuk dasar struktur organisasi yang mencerminkan tren


umum yang diikuti sebagian besar perusahaan yaitu:
a. Organisasi Fungsional dimana kewenangannya ditentukan oleh
keterkaitan fungsi bisnis (pemasaran, operasional dan keuangan).
b. Organisasi Divisional dimana divisi-divisi berkorporasi sebagai bisnis
yang relative bersifat otonom di bawah naungan korporasi yang lebih
besar, biasanya memiliki bisnis terpisah yang memproduksi dan
memasarkan produknya tersendiri.
c. Organisasi Matriks dimana dibentuk berdasarkan kelompok-kelompok
dan anggota kelompok melapor kepada dua manajer atau lebih, yang
biasanya mencakup manajer lini dan seorang manajer staf.
d. Organisasi Internasional pendekatan struktur organisasi yang
dikembangkan untuk merespon kebutuhan memproduksi, membeli,
menjual di pasar global.

6.5. Desain Organisasi Abad Ke-21

a. Organisasi Tanpa Batas adalah organisasi yang meminimalkan atau


menghilangkan batasan-batasan dan struktur tradisional
b. Organisasi Tim hampir sepenuhnya bergantung pada tim bertipe proyek,
dengan sedikit atau tanpa hierarki fungsional mendasar.

17
c. Organisasi Maya organisasi ini memiliki sedikit atau tanpa struktur
formal.
d. Organisasi Pembelajaran bekerja mengintegrasikan pengembangan
berkelanjutan melalui pembelajaran dan pengembangan karyawan secara
berkesinambungan..

6.6. Organisasi Informal

Organisasi Informal yaitu tempat orang-orang melakukan pekerjaannya


dengan cara yang berbeda dan berinteraksi dengan cara yang tidak mengikuti
lini komunikasi formal. Terdiri dari :
a. Kelompok informal (informal group); sekelompok orang yang saling
berinteraksi dan mungkin saja merupakan orang-orang yang bekerja sama
secara formal atau yang hanya berkumpul selama jam istirahat atau
sehabis jam kerja
b. Jaringan Komunikasi Informal (grapevine) merupakan alur komunikasi
informal yang terjadi dalam seluruh organisasi, tetapi jaringan tersebut
tidak mempunyai pola serupa dengan jaringan wewenang dan komunitas
formal.
c. Intrapreneuring adalah proses menciptakan dan mempertahankan
inovasi serta fleksibilitas lingkungan bisnis berskala kecil di dalam
organisasi yang besar.

RESUME BAB VII


MANAJEMEN OPERASI DAN KUALITAS

7.1. Pengertian

18
a. Operasi (produksi) adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan
pembuatan produk - baik barang maupun jasa - untuk konsumen
b. Operasi/ Produksi jasa adalah aktivitas yang menghasilkan produk nyata
atau produk abstrak seperti hiburan dan pendidikan.
c. Operasi/ Produksi barang adalah aktivitas yang menghasilkan produk
nyata seperti radio dan Koran

7.2. Menciptakan Nilai Melalui Operasi (Produksi)

a. Kegiatan produksi memberikan nilai tambah bagi konsumen dengan


menyediakan utilitas yaitu :
Utilitas bentuk yaitu nilai tambah dari perubahan bahan dasar menjadi
barang jadi atau jasa dengan menggunakan keahlian manusia.
Utilitas waktu yaitu nilai tambah karena barang atau jasa tersebut
selalu tersedia kapan saja ketika konsumen membutuhkan.
Utilitas tempat yaitu nilai tambah karena barang atau jasa tersebut
selalu tersedia untuk konsumen di berbagai tempat.
b. Proses Operasi adalah serangkaian metode dan teknologi yang digunakan
dalam memproduksi barang atau jasa. Ada dua jenis proses operasi barang:
Proses analisis yaitu proses menguraikan sumber daya ke dalam
komponen-komponen.
Proses sintetis yaitu proses yang mengkombinasikan bahan mentah
untuk membuat produk jadi.
c. Klasifikasi jasa menurut tingkat kontak dengan pelanggan:
Proses kontak-tinggi: pelanggan harus menjadi bagian dari sistem..
Proses kontak-rendah: pelanggan tidak berhubungan langsung dengan
penyedia ketika layanan diberikan.

7.3. Perencanaan Operasi

a. Dalam rencana operasional terdapat rencana berikut :


Rencana Kapasitas, berkaitan dengan menentukan berapa banyak
yang dapat dihasilkan.

19
Rencana Lokasi; dengan menentukan di mana ia akan diproduksi
Rencana tata letak, merencanakan tata letak mesin, peralatan, dan
perlengkapan. Terdapat 2 jenis perencanaan tata letak (layout) yaitu :
Custom product layout yaitu tata letak diatur sesuai spesialisasi
berdasarkan fungsi dan keahlian.
Same steps layout yaitu tata letak diatur sesuai dengan kaitan-
kaitan antar unit.
Rencana Kualitas, dengan menentukan standar kualitas produk
Rencana Metode, Terdapat 2 jenis perencanaan metode yaitu
Imroving Process Flow yang menitikberatkan pada efisiensi
operasional
Improving Custome Service yang menitikberatkan pada efisiensi
pelayanan terhadap konsumen.
b. Jadwal Operasional, terdiri dari :
Master production schedule yang memuat jadwal keseluruhan kegiatan
Detailed Scheduled,adalah jadwal kegiatan yang lebih detail
Jadwal kegiatan karyawan dan Computer based Scheduled
Jadwal kegiatan proyek khusus yaitu kegiatan selain kegiatan rutin.

7.4. Quality Improvement dan TQM

a. Quaility Improvement adalah proses peningkatan mutu dengan cara


mengidentifikasikan indikator mutu dalam pelayanan, memonitor indikator
tersebut dan mengukur hasil dari indikator mutu yang mengarah pada
hasil.
b. Total Quality Management adalah suatu sistem manajemen mutu yang
berfokus pada pelanggan dengan melibatkan semua level karyawan dalam
melakukan peningkatan atau perbaikan yang berkesinambungan untuk
mencapai sasaran mutu.
c. Delapan elemen TQM antara lain : (1) Fokus pada pelanggan, (2)
Keterlibatan karyawan secara keseluruhan, (3) Pemusatan perhatian pada
proses, (4) Sistem yang terintegrasi, (5) Pendekatan strategi dan sistematik
(6) Peningkatan yang berkesinambungan, (7) Keputusan berdasarkan Fakta
(8) Komunikasi
d. TQM tools antara lain :
Value Added Analysis bertujuan untuk menentukan nilai apa yang bisa
di tambahkan ke dalam produk agar keuntungan meningkat.

20
Quality Improvement Teams bertujuan untuk meningkatkan mutu
dengan meningkatkan kerja sama semua karyawan.
Getting Closer To The Customer bertujuan untuk mengetahui apa yang
customer inginkan.
ISO Series yaitu label atau tanda tercapainya kualitas barang maupun
jasa dan diakui di seluruh dunia.

7.5. Supply Chain

a. Supply Chain Management (SCM), mengacu pada group dari perusahaan


dan segala aktivitas bersama untuk membuat suatu produk. Proses dimulai
dari pemilihan bahan baku, kegiatan produksi, hingga distribusi sampai ke
konsumen.
b. SCM ini diterapkan oleh Michael Dell pendiri perusahaan Dell,Inc.
Konsep tersebut menaikan performance perusahaan dengan berbagi
informasi dari semua elemen supply chain.

21