Anda di halaman 1dari 22

METODOLOGI STATISTIKA

MENGHITUNG DATA STATISTIK MENGGUNAKAN


MICROSOFT EXCEL

Disusun Oleh :
Eka Rahmawati
Kiki Riski Putri
Muhammad Taufan Renaldy
Muhammad Bagus Santoso
Wahyu Hansetyo

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


Jalan Prof. Dr. G.A Siwabessy, Kampus UI Depok 16425Telpon (021) 7863534, 7864927,
7864926, 7270042, 7270035Fax (021) 7270034, (021) 7270036 HuntingWebsite:
http://www.pnj.ac.id, e-mail: humas@pnj.ac.id

Data
Data yang kami gunakan adalah data Jumlah perusahaan hak pengusahaan hutan menurut
provinsi yang diperoleh dari www.bps.go.id. Kami menghitung statistic deskriptif, korelasi, chi
square, anova, uji hipotesis, z-score, kuartil dan persentil. Berikut adalah table data yang kami
gunakan:

Tabel Jumlah Perusahaan Hak Pengusahaan Hutan Menurut Provinsi, 2008-2012


Software

Software yang kami gunakan untuk memabntu melakukan perhitungan statistik ini adalah
salah satu produk Microsoft Office, yakni Microsoft Excel 2007 dan 2010.

1. Statistik Deskriptif
Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan
penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna.

Statistika deskriptif hanya memberikan informasi mengenai data yang dipunyai dan sama sekali
tidak menarik inferensia atau kesimpulan apapun tentang gugus induknya yang lebih besar.

Data yang disajikan dalam statistika deskriptif biasanya dalam bentuk ukuran pemusatan datan
(mean, median, dan modus), ukuran penyebaran data (standar deviasi dan varians), tabel, serta
grafik (histogram, pie, dan bar).
Menghitung Statistik Deskriptif Menggunakan Microsof Excel
1. Pada tab data, pilih data analisis. Pilih statistic deskriptif.
2. Blok data yang akan dicari statistik deskriptifnya. Beri tanda check list pada Summary statistic,
confidence for mean, kth largest dan kth smallest.

3. Hasil
a. Per-Tahun
b. Selama 5 Tahun
2. Kolerasi

Teknik analisis korelatif digunakan untuk mengetahui hubungan atau korelasi dari sebuah
variabel dengan variable yang lain. Misal variable X dan Y. Teknik analisis yang sering
dipakai adalah Korelasi Pearson dan Regresi.

Menghitung Korelasi Menggunakan Microsoft Excel

1. Pada tab Data, pilih Data Analisis. Klik Correlation

2. Blok data yang akan dihitung, tentukan pengelompokan berdasarkan baris atau
kolom.
3. Hasil

Korelasi data tiap tahun

2008 2009 2010 2011 201


2
2008 1
2009 0.996264 1
2010 0.987699 0.99313 1
2011 0.980435 0.988207 0.996373 1
2012 0.993541 0.997589 0.994246 0.986921 1

3. Chi-Square

Chi-Square disebut juga dengan Kai Kuadrat. Chi Square adalah salah satu jenis uji
komparatif non parametris yang dilakukan pada dua variabel, di mana skala data kedua variabel
adalah nominal. (Apabila dari 2 variabel, ada 1 variabel dengan skala nominal maka dilakukan
uji chi square dengan merujuk bahwa harus digunakan uji pada derajat yang terendah).

Menghitung Chi Square menggunakan Microsoft Excel

Proses perhitungan chi square dilakukan secara semi manual dengan bantuan fungsi Formula
pada Microsoft Excel.

1. Pertama-tama data dikelompokkan menjadi seperti berikut.

Tabel:

Keterangan :
Indonesia Barat : Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah
Indonesia Bagian Tengah : Nusa Tenggara, Bali, Sulawesi, Kalimantan Selatan, Kalimantan
Timur, Kalimantan Utara
Indonesia Timur : Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat
2. Membuat tabel kontingesi dan menghitung F ekspekstasi. Formula dapat dilakukan pada
tiap cell dengan mengisi rumus cell yang berisi total baris dikali dengan cell yang berisi
nilai total kolom dikerjakan terlebih dahulu, kemudian dibagi dengan cell yang memuat
nilai total keseluruhan (total baris dan total kolom).

Tabel F Ekpektasi:

Tabel Kontingensi:

3. Menghitung Chi Square. Dapat dilakukan dengan membuat tabel-tabel anak seperti
berikut.
4. Anova

Anova (Analysis of Variance) merupakan salah satu Uji Hipotesis pada Statistika Parametrik,
untuk melakukan pengujian terhadap interaksi antara dua faktor dalam suatu percobaan dengan
membandingkan rata-rata dari lebih dua sampel.
Menghitung Anova Menggunakan Microsoft Excel
1. Pada tab data, pilih data analisis. Klik Anova: Single Fator atau Anova: Two-Factor
Without Replication

2. Blok data yang akan dicari nilai anovanya, tentukan nilai kritis.
3. Hasil
a. Anova: Single Faktor (Pertahun)

Jika Fempirik kurang dari FTabel, artinya data tidak signifikan atau homogen. Sebaliknya, jika F empirik kurang
dari FTabel,
Kesimpulan:
F Hitung F Tabel
0.149 > 2.458 Signifikan, Heterogen
b. Anova: Two-Factor Without Replication

Jika Fempirik kurang dari Ftabel, artinya data tidak signifikan atau homogen. Sebaliknya, jika Fempirik
lebih besar dari Ftabel, ini berarti data signifikan atau heterogen.

Kesimpulan hasil perhitungan data diatas:


Fempirik Ftabel

Baris 287.3 > 1.6 Signifikan, Heterogen


Kolom 8.7 > 2.4 Signifikan, Heterogen
5. Uji Hipotesis

Uji t (t-test) merupakan prosedur pengujian parametrik rata-rata dua kelompok data, baik
untuk kelompok data terkait maupun dua kelompok bebas. Untuk jumlah data yang sedikit maka
perlu dilakukan uji normalitas untuk memenuhi syarat dari sebaran datanya.

Umumnya pada uji t dua kelompok bebas, yang perlu diperhatikan selain normalitas data
juga kehomogenan varian. Kehomogenan data digunakan untuk menentukan jenis persamaan uji
t yang akan digunakan.

Menghitung Uji Hipotesis (Uji T) Menggunakan Microsoft Excel

1. Setiap data yang digunakan pada uji t diperoleh dari hasil perhitungan statistic
deskriptif.

2. Menghitung T dari data yang sudah diperoleh

12.6
4
s 19.1891098
n 5
0.872232264

0.933933758

x- 8.6
t 9.208361867

Keterangan:
Miu menggunakan median
6. Z Score
Z-score adalah skor standard berupa jarak skor seseorang dari mean kelompoknya dalam satuan Standard Deviasi. Z-score memiliki
banyak sekali kegunaan, misalnya membandingkan posisi seseorang dengan orang lain dalam kelompok masing-masing.
Menghitung Z-Score Menggunakan Microsoft Excel
1. Pertama-tama, cari nilai x dikurangi dengan rata-rata.
2. Hasil dari perhitungan tersebut dikuadratkan
3. Selanjutnya cari nilai Z ke i dengan cara membagi nilai yang tadi sudah dikuadratkan dengan standar deviasi.
4. Hasil
7. Persentil
persentil adalah nilai-nilai yang membagi susunan data menjadi 100 bagian yang sama.
Jika median distribusinya dibagi menjadi 2 kategori, kuartil dibagi menjadi 4 kategori, desil
dibagi menjadi 10 kategori, maka persentil distribusinya dibagi menjadi 100 kategori. Sehingga
dalam perhitungannya nanti akan dijumpai sebanyak 99 titik persentil. Dari P1, P2 sampai
dengan P99.
8. Kuartil

Kuartil adalah nilai-nilai yang membagi data yang telah diurutkan ke dalam 4 bagian
yang sama besar. Kita telah mengetahui bahwa median adalah nilai tengah data. Dengan kata
lain, median membagi kelompok data menjadi dua bagian sama banyak, yaitu 50 % data berada
di bawah median dan 50 % data berada di atas median. Konsep median dapat diperluas, yaitu
kelompok data yang telah diurutkan (membesar atau mengecil) dibagi menjadi empat bagian
yang sama banyak. Bilangan pembagian ada tiga, masing-masing disebut kuartil. Kuartil adalah
suatu indeks yang dapat membagi suatu distribusi data menjadi 4 bagian atau kategori. Untuk
membagi 4 bagian tersebut dibutuhkan 3 titik kuartil (K), dimana masing-masing titik kuartil
diberi nama kuartil satu (K1), Kuartil dua (K2) dan kuartil tiga (K3). Kuartil pertama disebut
juga kuartil bawah, kuartil kedua disebut juga kuartil tengah, dan kuartil ketiga disebut juga
kuartil atas.
KESIMPULAN

Kemajuan sistem informasi memberikan banyak keuntungan untuk berbagai bidang dan
ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah penggunaan software dalam menghitung statistika.
Software yang penggunaannya telah dikenal secara luas dan dapat digunakan untuk menghitung
statistik diantaranya adalah produk software Microsoft Office, yaitu Microsoft Excel. Microsoft
Excel digunakan untuk mempermudah menghitung statistik dari sebuah data. Dengan Microsoft
Excel, perhitungan diperkirakan akan menjadi lebih mudah dan akurat. Hal ini tentu sangat
membantu apabila seseorang kesulitan dalam menghitung data-data statistik.