Anda di halaman 1dari 8

Adenoma Hipofisis

- Terdiri atas satu jenis sel dan satu hormon, bisa lebih pada (GH dan prolaktin)
- Tumor lunak batas tegas
- Tempat tumor sering menekan kiasma optikus
- Tdd sel poligonal seragam, tersusun dalam lembaran, retikulin sedikit, konsistensi lunak
gelatinosa, mitotik jarang, retikulin sedikit membedakan dengan adenoma hipofisis dari
parenkim hipofisis anterior, monomorf

Prolaktinoma

- Adenoma hipofisis hiperfungsional tersering


- Prolaktin ditentukan dalam sitoplasma sel neoplastik dengan teknik imunohistokimia
- Menyebabkan amenore, galaktore, hilang libido
- Diterapi dengan bromokriptin

Adenoma hormon pertumbuhan (sel somatotrof)

- Neoplasma penghasil GH
- Adenoma penghasil GH terdiri dari sel begranula padat atau jarang
- Mutasi pengaktifan pada gen GNAS1 di kromosom 20q13
- Protein G berperan penting dalam transduksi sinyal

Adenoma sel kortikotrof

- Berukuran kecil
- Asimtomatik dan menyebabkan hiperkortisolisme (sindrom cushing)
- Adenoma sel kotrikrof besar timbul saat pengangkatan kelenjaradrenal melalui pengobatan
untuk mengobati sindrom cushing hal ini disebut sindrom Nelson

Neoplasma hipofisis anterior

- Disebut dengan adenoma sel null


- Sitoplasma banyak motokondria, glandula sekretorik sedikit

HIPOPITUITARISME

Adenoma hipofisis non sekrrtorik

- Pembearan mendadak tumor akibat perdarahan akut

Nekrosis iskemik

- Penyebab isufisiensi hipofisis


- Selama kehamilan, mengalami pembesaran karena meningkatnya jumlah dan ukuran sel
penghasil prolaktin, namun tidak disertai oleh peningkatan pasokan darah dari sistem vena
porta yang bertekanan rendah, sehingga rawan cedera iskemik

Sindrom hipofisis posterior

- Terdiri dari sel glia yang mengalami modifikasi (pituisit)


- Adh disintesis dalam nukleus supraoptikus
- Diabetes insipidus akibat defisiensi ADH

HIPERTIROIDISME
- Tiroktoksikosis akibat meningkatnya kadar t3 dan t4 bebas
- Peningkatan penyerapan secara difus di seluruh kelenjar (graves), peningkatan penyerapan
di sebuah nodul (adenoma toksi) atau penurunan penyerapan (tiroiditis)

HIPOTIROIDISME

- Gejala berupa kretinisme (hipotiroid pada masa bayi/anak) dan miksedeme (gejala apati
genaralisata dan kelambanan mental, tidak tahan dingin)
- Motilitas usus terganggu sehingga konstipasi
- Tsh meningkat

Penyakit Graves

- Penyebab tersering hipertiroidisme endogen


- Trias manifestasi (tirotoksikosis, oftalmopati, dermopati infiltrat lokal)
- Gangguan autoimun
- TSI mengikat reseptor TSH untuk merangsang jalur adenilat siklase, yang menyebabkan
peningkatan pembebasan hormon tiroid
- Terkait dengan alel HLA-DR dan polimorfisme antigen 4 limfosit T sitotoksik
- Hipertrofi dan hiperplasia difus sel epitel folikel tiroid
- Kelenjar lunak, licin, kapsula utuh
- Papil tidak memiliki inti fibrovaskular
- Koloid dalam lumen folikel tampak pucat, dnegan tepi berlekuk-lekuk

Gondok nontoksik difus dan gondok multinodular

- Hipertrofi dan hperplasia sel folikel tiroid akibat peningktan TSH


- Pembesaran difus simetrik kelenjar (gondok nontoksik difus)
- Folikel dilapisi sel kolumner yang berdesakan, bertumpuk-tumpuk membentuk tonjolan
- Jika yodium ditingkatkan dan kebutuhan hormon tiroid berkurang akan menyebabkan
kelenjar besar dan kaya koloid (gondok koloid)
- Cokelat berkilap da translusen
- Epitel folikel hiperplastik pada tahap awal, dan kuboidal pada masa involusi

Tiroiditis

- Tiroiditi supuratif aktif berkaitan dengan infeksi mikroba dan peradangan polimorfonukleus
- Tiroiditis hasimoto eradangan autoimun pada tiroid
- Gangguan pada sel T
- Pada awalnya, pengaktifan sel T CD4+ spesifik tiroid memicu pembentukan sel t sitotoksik
CD 8+ dan autoantibodi
- Permukaan potngan tampak pucat, abu-abu kecokelatan, padat dan agak rapuh
- Infiltrasi luas parenkim oleh infiltrat peradangan mononukleus yang mengandung limfosit
kecil, sel plasma dan stratum germinativum.
- Folikel tiroid atrofik dilapisi sel hurthle atau sel oksifil
- Sel hurtle ditandai dengan banyaknya itokondria intrasitoplasma

Tiroiditis granulomatosa subakut (de quervain)

- Kelejar padat, kapsul utuh, folikel tiroid tampak mengalami kerusakan, disertai ekstravasasi
koloid yang memicu infiltrat poliorfonukleus
- Kolid yang keluar memicu reaksi granulomatosa disertai banyak sel raksasa yang sebagian
mengandung fragmen koloid.

Tiroiditis limfositik subakut

- Silent atau tak nyeri, timbul setelahkehamilan


- Autoimun
- Fase awal tirotoksikosis
- Infiltrasi limfositik dan hiperplasia sentrum germinativum di parenim tiroid

Tiroiditis Riedal

- Fibrosis yang luas mengenai tiroid dan struktur di leher


- Massa tiroid yang kera, terfiksasi

Tiroiditis palpasi

- Palpasi klinis berlebihan terhadap kelenjar tiroid, meyebabkan kerusakan folikel multifokal
disertai pembentukan sel radang

NEOPLASMA TIROID

Adenoma

- Neoplasma jinak dari epitel folikel, soliter


- Lesi sferis soliter
- Tumor dibatasi dari parenkim tiroid di sekelilingnya oleh kapsul sempurna
- Sel tersusun dalam folikel seragam yang mengandung koloid
- Sel neoplastik tampak seragam dengan batas sel yang jelas
- Sitoplasma granular eosinofilik (perubaha sel hurtle atau oksifil)

Karsinoma

- Sebgaian besar karsinoma tiroid berasal dari epitel folikel kecuali karsinoma medular berasal
dari sel parafolikuler atau sel C
- Karsinoma medularis berkaitan dengan mutasi proonkogen RET di sel germ line

Karsinoma papilar

- Tersering
- Riwayat terpajan dengan radiasi pengion
- Lesi soliter atau multifokus di dalam tiroid
- Lesi berbatas tegas kadang berkapsul
- Mengandung daerah fibrosis dan kalsifikasi dan kistik
- Tampak granular mengandung fokus papilar yang nyata
- Kromatin halus sehingga sel tampak jernih ground-glass
- Terdapat badan psammoma

Karsinoma folikular

- Defiseinsi yodium
- Tampak infiltrat/ batas tegas
- Lesi besar menginfiltrasi jauh ke dalam jaringan lunak
- Sel seragam membentuk folikel kecil
- Invasi luas ke parenkim tiroid
- Ditemukan kelainan molekukar akibat pembentuka gen fusi PAX8-PPARgamma1

Karsinoma medular

- Berasal dari sel parafolikel atau sel C


- Sel C mengeluarkan kalsitonin
- Lesi soliter atau lesi multipel yang mengenai kedua lobus tiroid
- Multisentrisias
- Lesi besar mengandung daerah nekrosis dan perdaraha menembus kapsul tiroid
- Tdd sel poligonal hingga gelendong
- Adanya hiperplasia sel C multisentrik di sekitar parenkim tiroid

Karsinoma anaplastik

- Massa besar yang tumbuh pesat melebihi kapsul tiroid


- Tdd sel anaplastik, tiga pola morfologik : sel raksasa, pleomorfik besar; sel gelendong dengan
penampakan sarkomatosa; atau dengan sel dengan gambaran skuamoid samar

KELENJAR PARATIROID

Hiperparatiroidisme Primer

- Penyebab hiperkalsemia
- Disebabkan oleh adenoma paratiroid
- Perubahan di kelenjar paratiroid akibat peningkatan kalsium
- Paratiroid mengandung adenoma soliter
- Adenoma paratiroid tipikal adalah nodul lunak berbatas tegas yang bewarna cokelat dan
terbungkus dalam suatu kapsul
- Tdd sel chief poligonal seragam
- Sering terlihat suatu cincin jaringa paratiroid nonneoplastik yang tertekan di tepi adenoma
- Cincin ini membentul kontrol interna
- Jaringan lemak tidak jelas terlhat
- Hiperplasia paratiroid adalah suatu proses multiglandular

Hiperparatiroidisme sekunder

- Penekanan kronis kadar kalsium serum, karena kadar kalsium yang rendah menyebabkan
peningkatan kompensatorik aktivitas paratiroid\
- Kelenjar hiperplasia
- Banyak sel chief dan sitoplasma jernih (water-clear cells) dengan distribusi difus atau
nodular
- Sel lemak berkurang jumlahnya
- Kalsifikasi metastik ditemukan di banyak jaringan

Hiperkortisolime (sindrom cushing)

- Penyakit primer hipotalamus-hipofisis yang menyebabkan hipersekresi ACTH


- Hiperplasia atau neoplasia adrenokorteks primer
- Sekresi ACTH ektopik oleh neoplasma nonendokrin
- Glukokortikoid eksogen( penekanan ACTH endogen menyebabkan atrofi bilateral korteks
adrenal) akibatnya tidak ada rangsangan terhadap zona fasikulata dan retikularis oleh ACTH
- Zona glomerulosa tidak berubah
- Perubahan akibat glukokortikoid tinggi disebut perubahan hialin crooke
- Peningkatan berlebihan efek glukokortikoid
- Gambaran awal berupa hipertensi dan pertambahan berat
- Diagnosis lab sindrom cushing 1. Kadar kortisol bebas urine 24 jam yang selalu meningkat 2.
Hilangnya pola diurnal normal sekresi kortisol
- Penetuan lokasi penyebab sindrom cushing bergantung pada kadar ACTH serum dan
pengukuran eksresi steroid urine setelah pemberian glukokortikoid sintetik deksametason

Hiperaldosteronisme

- Retensi natrium dan eksresi kalium, yang menimbulkan hipertensi dan hipokalemia
- Peningkatan kadar renin plasma
- Hiperaldosteron primer: pembentukan berlebihan aldosteron yang perimer dan otonom
- Hiperaldosteron sekunder : pengeluaran aldosteron terjadi sebagai respon terhadap
pengaktifan sistem renin-angiotensin
- Primer disebabkan sindrom conn (hiperplasia adrenokorteks primer)
- Lesi soliter, kecil(diameter <2cm), berkapsul, adenoma multipel
- Tidak menekan sekresi ACTH, tidak atrofi

Sindrom adrenogenital

- Pembentukan andorgen adrenal diatur oleh ACTH


- Neoplasma adrenokerteks berkaitan dengan gejala kelebihan androgen
- Penurunan produksi kortisol menyebabkan peningkatan kompensatorik sekrisi ACTH.
- Defek tersering adalah defisiensi 21-hidroksilase
- Hiperplasia bilateral akibat peningkatan terus-menurus ACTH
- Korteks menebal, nodular, dihuni oleh sel kaya lemak yang tidak dapat dibedakan dari yang
ditemukan pada bentuk lain hiperplasia korteks.

Insufisiensi adrenal

- Penurunan ragsangan adrenal akibat defisiensi ACTH

Isufisiensi adrenokorteks kronis (penyakit addison)

- Akibat dekstrusi progresif korteks adrenal


- Bersifat sporadik atau familial
- Penyakit autoimun terbatas pada kelenjar adrenal
- Hipoadrenalisme akibat penyakit hipotalamus, adrenal mengecil menjadi struktur gepeng
yang biasanya tetap bewarna kuning karena sisa lemak
- Atrofi korteks disertai hilangnya lemak sitoplasma terutama di zona fasikulata dan retikularis
- Adrenalisautoimun primer ditandai dengan kelenjar yang menciut secara ireguler
- Jika hipoaldrenalisme disebabkan oleh karsinoma metastatik, adrenal membesar dan
arsitektur normalnya tersama oleh infiltrasi neoplasma

Insufisiensi adrenokorteks akut

- Perdarahan adrenal masif dapat menghancurkan korteks adrenal sehingga terjadi


insufisiensi adrenokortkes akut

Neoplasma adrenokorteks

- Tidak menyebabkan hiperfungsi dan biasanya ditemukan secara kebetulan saat autopsi
Medula adrenal

- Dihuni oleh sek yang berasal dari neural crest yang disebut dengan sel kromafin dan sel
penunjangnya (sustentakular)
- Sel kromafin bewarna cokelat-hitam jika terpajan kalium dikromat
- Menghasilkan dan mengeluarkan katekolamin sebagai respons terhadap sinyal dari serat
saraf praganglion pada sistem saraf simpatis

Feokromositoma

- Neoplasma atas sel-sel kromafin


- Menghasilkan dan melepaskan katekolamin
- Lesi kecil berbatas tegas dan berbats di adrenal hingga massa besar hemoragik yang
beratnya beberapa kilogram
- Lesi kecil kuning cokelat berbatas tegas yang menekan adrenal
- Lesi besar cenderung hemoragik, nekrotik, dan kistik serta mengikis bagian adrenal
- Tdd sel kromafin poligonal samapi mirip gelendng serta sel penunjang yang dipisah-pisah
membentuk sarang kecil atau Zellballen oleh jaringan kaya pembuluh
- Sitosplasma sel neoplastik sering tampak memiliki granula halus mengandung katekolamin
- Diagnosis berdasarkan metastasis.

Neoplasma endokrin multippel tipe 1

- Diwariskan pada pola dominan autosomal


- Gen (MEN1) terletak di 11q13 suatu gen penekan tumor
- Hilangnya gen akan mendorong proliferasi sel dan tumorigenesis
- Organ yang sering terkena adalah paratiroid

Neoplasma endokrin multiple tipe 2

MEN 2A (sindrom Sipple)

- Organ yang sering terkena adalh tiroid


- Karsinoma medularis tiroid terbentuk pada semua kasus yang tidak diterapi
- 50% pasien mengalami feokromositoma
- 1/3 pasien mengalami hiperplasia kelenjar tiroid
KELENJAR SUPRARENAL

- Mempunyai simpai(kapsul) yang terdiri atas jaringan ikat fibrosa yang disebut simpai fibrosa
- Simpai kadang membentuk trabekula
- Tdd korteks dan medula
- Zona glomerulosa : dibawah simpai fibrosa, sel mebentuk kelompok mirip glomerulus, bentk
sel bulat/poligonal, di antara kelompokan sel terdapat sinuosid dengan sel endotel yang
mudah dikenali
- Zona fasikulata : lapisan paling tebal, terletak dibawah zona glomerulosa, sel bentuk
poligonal, tersusun berderet mengarah ke medula, didalam sitoplasma banyak vakuol
sehingga disebut spongiosit (sel busa), diantara sel tdpt sinusoid darah
- Zona retikularis : berbatasan dengan medula, perbatasan tidak jelas, sel tersusun berderret
dan deretan saling berjalin membentuk anyaman mirip jala, sel memiliki pigmen lipofusin
bewarna kuning cokelat, diantara sel tdpt sinusoid
- Medula tdd sel tersusun dalam kelompokan tidak teratur
- Sel disebut kromafin, bentuk poligonal, granula cokelat bila difiksasi dengan kalium bikromat
- Dapat ditemukan sel ganglion dengan anak inti yang jelas
- Sinusoid tdpt pada medula juga, tdpt vena medularis

Kelenjar tiroid

- Banyak folikel yang besat tidak seragam


- Terdapat substansi koloid bewarna merah homogen
- Folikel dibatasi oleh epitel kubis tinggi atau rendah samapi gepeng selapis, bergantung
aktivitas kelenjar
- Pada folikel yang aktif epitelnya tinggi dan tepian susbtansi koloid yang berbatasan dengan
epitel folikel tidak rata, folikel yang rihat(tidak aktif) epitelnya gepeng dan substansi koloid
memenuhi folikel.
- Terdapat sel parafolikular yang terletak di antara sel epitel folikel atau didalam jaringan
antarfolikel
- Banyak terdapat pembuluh darah

Kelenjar paratiroid

- Tdd sel yang ukurannya seragam


- Tdd sel prinsipal
- Sel kecil dengan inti relatif besar
- Diantara sel prinsipal terdapat sel oksifil
- Sitoplasma mempunyai granula merah atau terlihat homogen
- Diantara kelompokan sel banyak terdapat pembuluh darah

Hipofisis pars anterior

- Tdpt deretan sel tidak teratur dengan sinusoid diantaranya


- Bentuk sel bundar, lonjong atau poligonal dengan inti bundar dan kromatin padat
- Sel alfa, sel asidofil, sitoplasmanya berganula merah, inti biru bulan, tampak berkelompok
- Sel beta, sel basofil, sitoplasma biru, inti dan bentuk selnya seperti sel alfa
- Sel kromofob, sel sitoplasma pucat, diantara sel a dan sel b
- Hipofisis pars intermedia terletak diantara ante dan pars nervosa hipofisis, bagian ini
merupakan sisa kantong rathke, kista yang ruangannya berisi substansi homogne merah
- Hipofisis pars posterior, merupakan bagian yang paling pucat tdd serat saraf tak bermielin
- Terlihat badan herring berupa bagunan bundar atau lonjong, terletak dekat pembuluh darah
- Bagunan ini merupakan pelebaran setenpat ujung serat saraf yang mengandung neurosekret
- Tdpt sel pituisit berupa sel penyongkong di dalam nervosa hipofisis yang sebenarnya
neuroglia