Anda di halaman 1dari 13

13

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama 2

bulan pada lokasi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. guna memperoleh data dan

informasi yang berhubungan dengan penelitian serta dengan mempelajari berbagai

literature yang berkaitan dengan penelitian.

3.2 Sumber Data

Sumber data di ambil dari perusahaan batubara PT Bukit Asam (Persero) Tbk. dengan

persetujuan Ganeral Manager PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

3.3 Teknik Pengambilan Data

3.3.1 Wawancara

Penulis mengadakan wawancara langsung dengan karyawan PT Bukit Asam

(Persero) Tbk. dan karyawan anak perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. yang

mengurus dokumen-dokumen ekspor.


14

3.3.2 Dokumentasi

Penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data dari pihak instansi atau

perusahaan yang berkaitan dengan judul penelitian.

3.3.2 Observasi

Penulis melakukan pencatatan sekaligus memantau langsung kegiatan yang dilakukan

oleh pegawai PT Bukit Asam (Persero) Tbk. selama kegiatan penelitian dilapangan

berlangsung, observasi yang dilakukan tidak menggunakan alat khusus.

3.4 Gambaran Umum Perusahaan

3.4.1 Gambaran Umum Lokasi

3.4.1.1 Data Umum

Nama Tempat Perusahaan : PT Bukit Asam (Persero)Tbk. Unit Pelabuhan


JJTarahan
Alamat : Jalan Soekarno-Hatta KM. 15 Tarahan Bandar
DDDDDDDDDDDDDLampung
Luas Areal : 42,5 Ha
Tahun Berdiri : 1986
Jumlah Pekerja : 335 orang
Nama Pembimbing : Yanny RM Ondang
Nama Pengambilan Data : RM Aidil Fitri Yadi
Tanggal Pengambilan Data : 10 Maret 2014
15

3.4.1.2 Sejarah dan Lokasi Perusahaan

PT Bukit Asam (Persero) Tbk. merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Didirikan tanggal 2 Maret 1981, berdasarkan peraturan pemerintah No. 42 tahun 1980

tanggal 15 Desember 1980, dengan kantor pusat Tanjung Enim, Sumatera Selatan. PT

Bukit Asam (Persero) Tbk. memiliki tiga pelabuhan batubara yaitu : Pelabuhan

Batubara Tarahan di Bandar Lampung, Dermaga Batubara Kertapati di Palembang

Sumatera Selatan dan Pelabuhan Batubara Teluk Bayur di Padang Sumatera Barat.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan merupakan

pelabuhan/dermaga terbesar yang dimiliki PT Bukit Asam (Persero) Tbk. dengan luas

areal 42,5 Ha. PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan terletak 18

km dari kota Bandar Lampung dan 6 km di sebelah selatan Pelabuhan Panjang.

Beroperasi sejak tahun 1986 sebagai Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS),

yang pada awalnya disiapkan untuk pengapalan batubara hasil produksi tambang di

Tanjung Enim dengan tujuan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Suralaya

Propinsi Banten.

Batubara yang diterima maupun yang akan dikapalkan melalui Unit Pelabuhan

Tarahan dilakukan pengujian kualitas di laboratorium penguji batubara, untuk

memastikan bahwa batubara yang dikirim kepada konsumen sesuai spesifikasi yang

diminta. Untuk meningkatkan reputasi, laboratorium PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Unit Pelabuhan Tarahan sudah disertifikasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi

Nasional (KAN) mengenai System Standart Laboratorium penguji dan kalibrasi sejak

tahun 2002.
16

Dermaga Pelabuhan Tarahan memiliki kedalaman laut -17 M, dan mampu disandari

kapal berkapasitas 80.000 DWT. Dermaga ini diperuntukkan sebagian besar

memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya Provinsi

Banten dengan menyeberangi laut 100 km. Selain untuk PLTU Suralaya, Pelabuhan

Tarahan juga melayani domestik dan ekspor ke beberapa negara Asia seperti : India,

China, Jepang, Taiwan, Pakistan, Vietnam serta daratan Eropa : Spanyol, Jerman,

Inggris, Kroasia, Belanda, dan Italy.

Untuk mengatasi keterbatasan angkutan batubara dari pusat penambangan di Tanjung

Enim dengan kereta api babaranjang, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan

Tarahan telah menyiapkan dermaga tongkang batubara dan alat untuk mengisi

batubara ke tongkang (barge loading) yang mampu disandari tongkang 10.000 DWT

yang berlokasi disamping dermaga utama.

3.4.1.3 Visi dan Misi

Visi : Menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan.

Misi : Mengelola sumber energi dengan mengembangkan kompetensi korporasi dan

keunggulan insani untuk memberikan nilai tambah maksimal bagi stakeholders dan

lingkungan.

Makna : mempersembahkan sumber energi untuk kehidupan dunia dan bumi yang

lebih baik.

Nilai-nilai :

- Visioner

- Integritas
17

- Innovative

- Profesional

- Sadar Biaya dan Lingkungan

3.4.1.4 Struktur organisasi di PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Struktur Organisasi Unit Pelabuhan Tarahan


SK. No. 237/KEP/Int-0100/OT.01/2013 Tgl.13 September 2013

Lapis 1 General Manajer


Unit Pelabuhan Tarahan

Lapis 2 Ass. Manajer Ass. Manajer


KOT K3L & Security

Manajer Manajer Manajer Manajer Manajer Manajer


Umum & Keuangan Logistik Kendali Produk Operasi Perawatan PLTU Tarahan

Lapis 3
Ass. Manajer Ass. Manajer
Ass. Manajer Ass. Manajer Ass. Manajer Ass. Manajer Komersial &
PP dan Inspeksi
SDM & Umum Pengadaan Kendali Kualitas Penunjang Operasi Keteknikan
PLTU
Ass. Manajer
Perawatan Listrik
Ass. Manajer
Keuangan Ass. Manajer Ass. Manajer Ass. Manajer Ass. Manajer
Pergudangan Laboratorium Operasi Group A-D Ass. Manajer Operasi PLTU
Perawatan Mesin
Ass. Manajer Ass. Manajer Ass. Manajer
Humas, KBL Kendali Opersdi Ass. Manajer Penunjang Operasi
Goup A-D Bengkel PLTU

Ass. Manajer
Troubleshoting
Group A-D

Gambar 3.1 Struktur organisasi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Tarahan

Sumber : Humas PT Bukit Asam (Persero) Tbk. .

1. Aspek manajemen di PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

a. Komitmen kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah tanggung jawab semua pihak oleh sebab itu

PT Bukit Asam (Persero) Tbk. bersama pihak terkait bertekad menciptakan


18

lingkungan kerja yang sehat, bebas cidera dan melakukan kegiatan operasional sesuai

kaidah yang berlaku. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas PT Bukit Asam (Persero)

Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan berkomitmen untuk :

1. Menciptakan keteladanan dalam penerapan disiplin yang dimulai dari diri

sendiri, membudayakan perilaku aman dan mengembangkan kompetensi

melalui pembinaan sikap kerja yang efektif.

2. Mencegah insiden melalui identifikasi, analisis, dan eliminasi bahaya maupun

terencana.

3. Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku baik nasional maupun

internasional.

4. Melakukan pengukuran kinerja K3 dan perbaikan secara berkesinambungan.

b. Upaya pemantauan lingkungan di Unit Pelabuhan Tarahan meliputi kegiatan

sebagai berikut :

1. Pemantauan kualitas air di seluruh outlet Kolam Pengendapan Lumpur (KPL).

2. Pemantauan biota laut untuk mengetahui keanekaragaman hayati yang hidup

di laut sekitar pelabuhan.

3. Pemantauan kualitas udara berkaitan dengan kadar debu di area pelabuhan

dan diluar area pelabuhan.

4. Mengukur tingkat kebisingan akibat mobilisasi peralatan.

5. Pemantauan keselamatan kerja dan tingkat kecelakaan kerja.

6. Pemantauan kebersihan lingkungan dan pembuangan sampah.


19

7. Pemantauan tenaga kerja lokal yang diserap oleh kegiatan penerangan

batubara di Unit Pelabuhan Tarahan.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk. untuk kedepannya akan menargetkan 25 juta ton

pertahun pada tahun 2015 berdasarkan pada rencana strategis PT Bukit Asam

Persero) Tbk. jika jadwal yang sudah direncanakan terealisasi dengan baik, maka

rencana PT Bukit Asam (Persero) Tbk. untuk target produksi 50 juta ton pertahun

akan tercapai. Semua itu untuk menuju PT Bukit Asam (Persero) Tbk. emas di tahun

2020.

2. Pengembangan Komunitas

PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan sangat menginginkan suatu

kehidupan yang harmonis dengan masyarakat disekitarnya, dengan memanfaatkan

setiap potensi yang ada sehingga tercipta hubungan timbal balik yang positif, dan

masing-masing pihak akan menjaga kelangsungan hubungan tersebut. Kepedulian

perusahaan dalam pengembangan komunitasnya diwujudkan dalam bentuk program

pemitraan dan program bina lingkungan.

a. Program kemitraan antara lain berupa :

1. Memberikan pinjaman lunak kepada usaha kecil dan koperasi.

2. Memberikan pelatihan dan mengikutsertakan pameran bagi mitra binaan yang

memiliki.

b. Program Bina Lingkungan 6 (enam) sektor :

1. Bencana alam.

2. Bidang pendidikan atau pelatihan.


20

3. Peningkatan kesehatan masyarakat.

4. Pengembangan sarana dan prasarana umum.

5. Bantuan sarana ibadah.

6. Pelestarian alam.

c. Program Bina Wilayah :

Memberikan bantuan yang sifatnya strategis atas kebijakan pemerintah setempat dan

semua keputusan kewenangan Direksi.

3. Ketenagakerjaan

Adapun karyawan di PT Bukit Asam (Persero) Tbk. pelabuhan batubara Tarahan

adalah sebagai berikut :

a. Karyawan tetap

Karyawan tetap berjumlah 335, terdiri dari 320 laki-laki dan 14 perempuan, dan 1

cuti besar.

b. Karyawan harian koperasi/honorer

Karyawan harian koperasi berjumlah 288 orang.

c. Karyawan kontrak waktu tertentu

Karyawan kontrak waktu tertentu sebanyak 2 orang (dokter perusahaan), terdiri

dari 1 laki-laki dan 1 perempuan.

4. Sistem Pengupahan Karyawan

Sistem pengupahan di PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan ialah

karyawan menerima gaji setiap bulannya dan perusahaan akan memberikan bonus

pada pekerja ketika perusahaan mencapai target, untuk tahun ini target perusahaan
21

adalah 12 juta ton per tahun dan akan meningkat menjadi 25 juta ton per tahun pada

tahun 2015. Dengan target besar mencapai 50 juta ton per tahun untuk menuju PT

Bukit Asam (Persero) Tbk. emas di tahun 2020.

3.4.2 Produksi Batubara di PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

3.4.2.1 Alur Proses

a. Batubara dari tambang batubara Tanjung Enim Sumatera Selatan diangkut dengan

Kereta Api Babaranjang (Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang) ke Pelabuhan

Batubara Tarahan Lampung dengan jarak tempuh kurang lebih 420 km. Setiap

rangkaian kereta api babaranjang terdiri dari 45-60 gerbong yang masing-masing

gerbong berisi 50 ton batubara.

b. Setibanya di Pelabuhan Batubara Tarahan, rangkaian kereta api ini menuju ke

RCD (Rotary Car Dumper) I-IV yaitu alat penumpahan gerbong, dimana gerbong-

gerbong yang bermuatan batubara satu persatu akan dibalikkan guna

menumpahkan isinya. Operasi penumpahan batubara di RCD dilakukan secara

otomatis.

c. Dari RCD I, II, III, IV batubara diangkut dengan ban berjalan (Belt Compeyor) ke

mesin penghancur batubara pertama (Primary Crusher) dimana batubara akan

dipecahkan menjadi bongkahan-bongkahan yang lebih kecil.

d. Selanjutnya batubara akan dibawa dengan menggunakan ban berjalan ke tempat

penimbunan batubara yang disebut Stock Pile. PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

memiliki 4 unit Stock Pile dengan kapasitas stock batubara sebagai berikut :
22

1. Stock Pile I 60.000 ton

2. Stock Pile II 250.000 ton

3. Stock Pile III 250.000 ton

4. Stock Pile IV 250.000 ton

e. Penimbunan batubara pada Stock Pile I, II, III, IV untuk memenuhi kebutuhan

domestik di wilayah Lampung, juga untuk memenuhi kebutuhan batubara PLTU

Suralaya dan kegiatan ekspor.

f. Pemuatan batubara dari tempat penimbunan (Stock Pile) ke dalam kapal dilakukan

dengan mempergunakan Bulldozer yang mendorong batubara dari tempat

penimbunan kedalam sumur pengambilan (Reclaim Pit) untuk selanjutnya dibawa

ke mesin penghancur batubara kedua (Secondary Crush), dimana bongkahan

batubara akan dipecahkan lagi sampai butirannya sesuai dengan spesifikasi ukuran

yang dikehendaki oleh pemesan. Untuk pengambilan batubara dari Stock Pile I dan

II tidak menggunakan Bulldozer tetapi menggunakan Steacker Recleamer.

g. Batubara yang sudah dipecah di secondary crusher kemudian diangkut dengan ban

berjalan ke mesin pemuat kapal dan selanjutnya akan memuatkannnya ke dalam

kapal, kapasitas pemuat kapal ini adalah 5000 ton batubara/jam.


23

3.4.2.2 Spesifikasi Produk batubara PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Tabel 3.1 Tabel Spesifikasi batubara PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

TS
CV TM IM Ash VM FC
COAL BRAND max HGI
Kcal/Kg,adb Kcal/Kg,ar %ar %,adb %,adb %,adb %,adb %,adb
BA 55 5.500 4.550 30 15 8 39 38 0,8 50
BA 59 5.900 5.000 28 14 7 39 40 0,8 50
BA 61 6.100 5.000 28 12 7 41 40 0,8 50
BA 63 6.300 5.550 21 10 6 41 43 0,8 55
BA 67 6.700 6.100 16 8 6 42 44 0,8 55
BA 70 LS 7.000 6.450 14 7 4 42 47 0,7 55
BA 70 HS 7.000 6.450 14 7 4 42 47 1,2 55
BA 76 7.000 7.400 5 7 8 14 76 1,2 -

Sumber: PT Bukit Asam ; http://ptba.co.id/id/about/marketing

3.4.2.3 Sertifikasi yang sudah diimplementasikan di PT Bukit Asam (Persero)


Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan
a. ISO 9001:2000

Sertifikasi dari AFAQ AFNOR Prancis mengenai sistem Manajemen Mutu.

b. SNI ISO/IEC 1705:2008

Sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional mengenai Sistem Standart Laboratorium

Penguji dan Kalibrasi .

c. ISO 14001:2004

Sertifikasi dari AFAQ Prancis mengenai sistem Manajemen Lingkungan.


24

d. ISO 18001:2007

Sertifikasi dari TUV NORD mengenai OHSAS (Occupatinal Health and Safety

Assement Series).

e. SMK3

Sertifikasi dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI mengenai sistem

Manajemen Keselamatan Kerja.

f. ISTOK PILES Code

Sertifikasi dari Dirjen Hubungan Laut Mengenai International Ship and Port Facility

Security Code.

3.4.3 Sarana dan Prasarana Pelabuhan

3.4.3.1 Mesin Utama

a. RCD (Rotary Car Dumper) 1 dan 2 adalah alat penumpahan gerbong, dimana

gerbong-gerbong yang bermuatan batubara satu persatu akan dibalikkan guna

menumpahkan isinya.

b. RCD (Rotary Car Dumper) 3 dan 4 adalah alat penumpahan gerbong, dimana

gerbong-gerbong yang bermuatan batubara dibalikkan 2 gerbong secara

bersamaan.

c. Fasilitas coal handling batu bara:

1. Dumper adalah untuk pembongkaran.

2. Apron feeder adalah untuk pengangkutan batubara yang sudah ditumpahkan

dari gerbong kereta api ke Stock Pile I.


25

3. Car clamp adalah penjepit gerbong kereta api.

4. Water spray adalah untuk membersihkan debu yang keluar dari bongkaran

gerbong.

5. Positioned arm adalah untuk membawa gerbong ke RCD.

6. Sensor adalah untuk menentukan pas atau tidaknya RCD.

7. Control room adalah ruangan control.

8. Chair feeder adalah rantai.

9. Belt Conveyor adalah ban berjalan yang digunakan untuk membawa batubara

ke mesin penghalus atau membawa batubara menuju dermaga.

10. Crusher adalah mesin penghalus batubara dari belt conveyor menjadi partikel

yang kecil.

11. Stacker Reclaimer adalah gabungan di satu mesin dengan roda timba di

mesin.

12. Barge loading adalah alat pengisian batubara ke kapal tongkang.

13. Ship loader adalah alat pencurah batubara ke kapal atau tongkang.

3.4.3.2 Sarana Penunjang Pelabuhan

Sarana penunjang yang digunakan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. dalam kegiatan

produksi batubara antara lain; Bulldozer, Excavator, Whell Loader, Mobil Vacuum,

Truck Crain, Tangki, Dump Truck, Forklift.

Sedangkan alat pengangkutan batu bara ke konsumen adalah; Kapal, Tongkang,

Dump Truck .