Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

BIDANG STUDI : Asuhan Kehamilan I ( Kehamilan )


POKOK BAHASAN : Anatomi fisiologi organ reproduksi wanita.
KODE MATA KULIAH : Bd 301
SASARAN : TK I SEMESTER II
PERTEMUAN KE : 3
HARI/TANGGAL : I A Kamis : 11 / 3 / 2010
I B Selasa : 9 / 3/ 2010
WAKTU : I A : Jam 12.30 15.30
I B : Jam 12 30 15 30

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1.Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mata kuliah ini diberikan diharapkan mahasiswa D III Kebidanan mampu
memahami dan menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan Anatomi Fisiologi
Organ Reproduksi Wanita dan Konsepsi.
2. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah menyelesaikan pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat :
a. Menjelaskan tentang genetalia interna dan eksterna
b. Menunjukan gambar anatomi panggul
c. Menjelaskan tentang siklus hormonal
d. Menjelaskan tentang ovum dan sperma
e. Menjelaskan tentang fertilisasi dan implantasi
2. MATERI POKOK
1. Isi Materi :
a. Genetalia interna dan eksterna
b. Anantomi Panggul
c. Siklus hormonal
d. Ovum dan sperma
e. Fertilisasi dan implantasi
3. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Kegiatan
Tahap Kegiatan Pengajar Metode Media
Mahasiswa
/Waktu dan Alat
Menit
1. Membuka pelajaran
Pendahuluan
a. Mengucapkan salam Memberi respon Ceramah
20 menit
b. Menjelaskan cakupan Memperhatikan Ceramah
materi yang akan
disampaikan saat ini.
c. Menjelaskan Memperhatikan Ceramah
relevansi pokok bahasan ini
dengan profesi kebidanan
d. Menjelaskan tujuan Memperhatikan Ceramah
dari pembelajaran ini
e. Melakukan apersepsi Memberi jawaban Tanya
mengenai Anatomi Fisiologi Jawab
Organ Reproduksi Wanita
dan Konsepsi

Penyajian 1. Menjelaskan dan


dan memperagakan kepada
mempraga mahasiswa tentang Genetalia
kan interna dan eksterna Memperhatikan Ceramah LCD
140 menit a. Menggali dan memberikan dan tanya
pengetahuan mahasiswa sumbang saran jawab Pahantom
tentang Genetalia interna dan Memperhatikan Demonstrasi
eksterna
b. Memberi penguatan Memperhatikan
kepada mahasiswa. dan mencatat
c. Menyimpulkan
jawaban mahasiswa dengan
menjelaskan materi
2. Menjelaskan dan Memperhatikan
mempragakan kepada dan memberi
mahasiswa tentang Anatomi sumbang saran Ceramah LCD
Panggul Memperhatikan Pahntom
a. Menggali Demonstrasi
pengetahuan mahasiswa Memperhatikan
tentang anatomi panggul dan mencatat
b. Memberi penguatan
kepada mahasiswa.
c. Menyimpulkan Ceramah
jawaban mahasiswa dengan Memperhatikan dan tanya LCD
menjelaskan materi. dan memberikan jawab
3. Menjelaskan dan sumbang saran Demonstrasi
mempragakan kepada mahasiswa Memperhatikan Phantom
tentang Siklus hormonal
a. Menggali Memperhatikan
pengetahuan mahasiswa dan mencatat
tentang Siklus hormonal
b. Memberi penguatan
kepada mahasiswa.
c. Menyimpulkan Memperhatikan Ceramah LCD
jawaban mahasiswa dengan dan memberikan dan tanya
menjelaskan materi. sumbang saran jawab
4. Menjelaskan kepada Memperhatikan
mahasiswa tentang Ovum dan
sperma Memperhatikan
a. Menggali dan mencatat
pengetahuan mahasiswa
tentang Ovum dan sperma
b. Memberi penguatan
kepada mahasiswa. Memperhatikan Ceramah LCD
c. Menyimpulkan dan memberikan dan tanya Gambar
jawaban mahasiswa dengan sumbang saran jawab
menjelaskan materi. Memperhatikan Demonstrasi
5. Menjelaskan dan
memperagakan kepada Memperhatikan
mahasiswa tentang Fertilisasi dan mencatat
dan implantasi
a. Menggali
pengetahuan mahasiswa
tentang Fertilisasi dan
implantasi
b. Memberi penguatan
kepada mahasiswa.
c. Menyimpulkan
jawaban mahasiswa dengan
menjelaskan materi.

Penutup 1. Mengevaluasi materi yang Memberi jawaban Ceramah


20 menit telah disampaikan dengan cara Tanya jawab
memberi pertanyaan kepada
Phantom
mahasiswa tentang Anatomi
Gambar -
Fisiologi Organ Reproduksi
gambar
Wanita dan Konsepsi.
2. Menyimpulkan jawaban Memperhatikan
mahasiswa.
3. Menyimpulkan secara Memperhatikan
singkat materi yang telah
disampaikan. Memperhatikan
4. Memberikan gambaran
materi kuliah pada pertemuan
berikutnya. Memperhatikan
5. Memberi tugas membaca
materi yang telah disampaikan
dan materi kuliah berikutnya
kepada mahasiswa. Menjawab salam
6. Mengucapkan salam penutup

4. EVALUASI
1. Prosedur : Postest
2. Jenis test : Multiple Chois
3. Alat test : Penuntun belajar berupa materi
4. Jumlah Soal : 10 Soal ( terlampir )

5.
6. REFERENSI

Cuningham, F. Gary 2006, Obstetri Wiliam Vol. I Edisi 21, EGC, Jakarta
Helen Varney, 2002, Buku Saku Bidan, EGC, Jakarta.
Sarwono Prawiroharjo, 1997, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka, Jakarta.
Saepudin Abdul Bari, 2002, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal
dan Neonatol, Yayasan Bina Pustaka, Jakarta.
Manuaba, IB, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB.

Lampiran I : Materi

Anatomi Fisiologi Organ Reproduksi Wanita dan Konsepsi

1. Anatomi Genetalia Eksterna Dan Interna

a. Genetalia Eksterna
Mons Veneris
Bagian yang menonjol di bagian sympiosis pubis
Melindungi genetalia eksterna dan rambut pubis untuk mencegah infeksi
Labia Mayora
Bentuk lonjong dan menonjol dari arah mons veneris ke bawah belakang, ttd 2
labia kanan dan kiri
Panjangnya sekitar 7 8 cm dan lebarnya 2 3 cm
Bagian luar seperti kulit biasa ditumbuhi rambut, bagian dalam menyerupai
selaput lendir
Homolog dengan scrotum laki-laki
Labia Minora
Lipatan kulit di sebelah dalam labia mayora yang bertemu di atas membentuk
prepusium klitoris
Bagian belakang setelah mengelilingi orifisium vagina bersatu juga yang disebut
fourchet
Clitoris
Organ kecil yang erektil di atas labia minora
Homolog dengan penis laki-laki
Banyak mengandung urat saraf sensorik dan pembuluh darah
Vestibulum
Berbentuk rongga bagian lateral dibatasi oleh labia mayora, bagian anterior oleh
klitoris dan bagian dorsal oleh fouchet
Sebagai muara dari uretra, 2 kelenjar skene dan 2 kel bartolini
Terdapat introitus vagina

Hymen
Berupa lapisan tipis yang menutupi introitus vagina
Biasanya berlubang sebesar ujung jari sebagai tempat sekret dan darah haid
Perenium
Terletak antara vulva dan anus
Mempunyai susunan otot-otot dan syaraf dan pembuluh darah yang kompleks.
b. Genetalia Interna
Vagina
Sal yang menghubungi vulva dan rahim
Panjang dinding depan 7 9 cm dan dinding belakang 9 11 cm
Dinding vagina berlipat ---- Rugae
Ke dalam puncak vagina menonjol ujung servik portio
Fungsinya : saluran keluar mengeluarkan darah haid dan sekret dari uterus, alat
koitus, jalan lahir untuk persalinan
Uterus
Pada wanita tidak hamil terdapat dalam pelvik minor anterior, vesica urinaria dan
rektum
Terdiri dari 2 bagian
Korpus uteri yang berbentuk segitiga
Servik yang berbentuk silindris bagian korpus uteri antara kedua pangkal tuba
disebut fundus uteri
Tuba Fallopi
Terletak pada tepi ligamentum latum
Panjang sekitar 12 cm dan diameter 3 8 mm
Terdiri dari 4 bagian
Pars intertistisial (intramularis)
Pars ismika
Pars ampularis
Infundibulum

Ovarium
Ada 2 bagian kanan dan kiri
Pada seorang wanita terdapat sekitar 100.000 folikel primer setiap bulan satu
folikel akan matang dan keluar disebut folicel de graff
Fungsi :
Produksi hormon estrogen dan progesteron
Produksi ovum
2. Anatomi Panggul
Anatomi Panggul
Jalan lahir bagian tulang
Tulang-tulang panggul dan sendi-sendinya
Jalan lahir bagian lunak
Otot-otot, jaringan dan ligamen-ligamen
Tulang panggul
Terdiri dari 4 buah tulang
2 tulang pangkal paha (os koksa)
1 tulang kelangkang (os sacrum)
1 tulang tungging (os coccygis)
Tulang pangkal paha
Os ilium (tulang usus)
- Merupakan tulang terbesar dengan permukaan anterior berbentuk konkaf : fossa
iliaka
- Bagian atasnya : krista iliaka

- Ujung-ujungnya : spina iliaka anterior superior dan spina iliaka pasterior superior

Tulang pangkal paha


Os ischium (tulang duduk)
- Bagian terendah dari os koksa

- Tonjolan di belakang tuber ischi, yang menyangga tubuh sewaktu duduk

Os pubis (tulang kemaluan)


- Terdiri dari ramus superior dan inferior

- Ramus superior os pubis berhubungan dengan os ilium

- Ramus inferior berhubungan dengan os ischium kira-kira 1/3 distal dari foramen
obturator
- Ramus inferior kanan dan kiri membentuk arkus pubis

- Kedua os pubis bertemu pada simfisis.

Tulang Kelangkang
Berbentuk baji (melebar ke atas, meruncing ke bawah)
Terdiri atas vertebra sakralis
Vertebra pertama paling besar, menghadap ke depan
Pinggir atas vertebra dikenal sebagai promontorium
Permukaan anterior sacrum berbentuk konkaf.
Tulang Tungging
Merupakan tulang kecil
Terdiri atas 4 vertebra koksigis
Berbentuk segitiga
Pada persalinan ujung tulang tungging dapat ditolak sedikit ke belakang, hingga
ukuran bawah panggul bertambah besar
Sendi Panggul
Terdapat 4 sendi :
1. Artikulasio Sakrokogsigeal
Pada kehamilan dan persalinan artikulasio ini dapat bergeser sedikit dan lebih
longgar, pada CPD ringan kelonggaran ini kadang-kadang dapat memungkinkan lahir
janin pervaginam
2. Simfisi pubis
Terbentuk dari hubungan 2 os pubis longgarnya hubungan ini menyebabkan
simfiolisis yang sangat nyeri
3. Artikulasio sakro iliaka (2 buah)
Menghubungkan sakrum dan ilium memungkinkan gerakan terbatas ke depan ke
belakang. Pergeseran terlalu lebar menyebabkan rasa nyeri di daerah persendian
4. Artikulasio sakro kogsigeal merupakan hubungan sakrum dan koksigis,
memungkinkan os koksigis tertekan ke belakang pada waktu kepala janin lahir.
Ligamen-ligamen
Ligamen yang terkuat di seluruh tubuh adalah ligamen yang menghubungkan os
sakrum dan os ilium pada artikulasio sakro iliaka
Ligamentum sakro tuberosum : sakrum dan tuber iskhi
Ligamentum sakro spinosum : sakrum dan spina ischiadika
Kedua ligamentum ini membentuk dinding posterior dari pintu bawah panggul
Pelvis
Pelvis Mayor
Bagian pelvis di atas linea terminalis
Pelvis Minor
Dibatasi oleh PAP (inlet) dan PBP (outlet) berbentuk saluran yang mempunyai sumbu
lengkung ke depan (sumbu carus)
Bidang Hodge
Untuk menentukan berap jauhnya bagian depan anak turun ke dalam rongga panggul
HI : sama dengan PAP
H II : sejajar dengan H I melalui pinggir bawah simfisis
H III : sejajar H I melalui spina ischiadica
H IV : sejajar H I melalui ujung os cocigis
Pintu Atas Panggul (PAP)
Suatu bidang yang dibatasi oleh :
Posterior : promontorium
Lateral : linea terminalis
Anterior : pinggir atas simfisis
Ukuran-ukuran PAP
Diameter anteroposterior/konjugata obstetrica
Dari promontorium sampai ke tengah permukaan poterior simfisis (merupakan ukuran
terpendek)
Konjugata diagonalis
Jarak bagian bawah simfisis sampai ke promontorium pada panggul normal
promontorium tidak teraba dengan jari (12 cm)
Konjugata vera
Jarak pinggir atas simfisis dengan promontorium, diperoleh dengan mengurangi CD
dengan 1,5 cm
Diameter transvera
Jarak terjauh garis lintang PAP (12, 5 13 cm)
Diameter obliqua
Garis antara persilangan konjugata vera dengan diameter transvera ke artikulasio sakro
iliaka (13 cm)
Pintu Bawah Panggul (PBP)
Batas setinggi spina ischiadika
Jarak kedua spina : diameter bispinosus (9, 5-10 cm)
Batas bawah PBP berbentuk segi empat panjang
- Anterior : arkus pubis

- Lateral : tuber iskhi

- Posterior : os cogsigis dan ligamentum sakrotuberosum

Ukuran arkus pubis normal 90


Diameter anteroposterior PBP diukur dari apeks arkus pubis ke ujung os cogsigis

Jenis panggul (Caldwell-Moloy)


Gynecoid
Platipeloid
Antropoid
Android
3. Siklus Hormonal
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum sel benih wanita yang dipengaruhi hormon
Sel telur muda pada masa pubertas karena pengaruh FSH folikel de graff
Folikel de graff pada saat ovulasi akan pecah dan mengeluarkan sel telur
Setelah ovulasi sel-sel granulosa dari dinding folikel de graff mengalami
perubahan dan mengandung zat warna kuning yaitu Lutein
Folikel berwarna kuning korpus luteum bila terjadi konsepsi korpus luteum
gravidarum bila tidak terjadi konsepsi korpus luteum menstruasi corpus albican
4. Ovum dan Sperma
Ovum
Adalah sel benih wanita, sel yang paling besar di dalam tubuh
Ovum terdiri dari :
- Nucleus ( inti sel )

- Sitoplasma

- Corona Radiata

- Zona pellucida
Sperma
Spermatozoa adalah sel benih laki-laki matang ukurannya lebih kecil dari ovum,
panjangnya 0,05 mm
Dalam air mani tardapat sebanyak 100 120 juta tiap cc

Spermatozoa tdd :
a. Kepala : memiliki mahkota, acrosome yang berisi enzim hyalundase dan terdapat
inti sel
b. Badan : Mitocondria yang berfungsi menyimpan energi untuk pergerakan
c. Ekor : memiliki panjang rata-rata 30 cm dan pergerakannya seperti ular

5. Fertilisasi dan implantasi


Fertilisasi
Proses pembentukan, pematangan dan bertemu kedua sel gamet, merupakan
preliminari untuk kemudian berfungsi membentuk zigot (individu baru)
Tahap-tahap proses fertilisasi :
a. Penembusan korona radiata
Corona radiata terdiri atas sel epitel folikular
Sel tersebut berperan dalam proses kemotaktis dan induksi reaksi akrosom
b. Penembusan zona pelusida
Terjadi penempelan sperpatozoa pada lapisan zona pelusida
Permeabilitas zona pelusida berubah ketika kepala spermatozoa
menyentuh permukan oosit
Terjadi pembebasan enzim lisosom dari granul korteks yang melapisi
membran plasma oosit, sehingga terjadi perubahan zona pelusida terjadi
hambatan penetrasi spermatozoa berikutnya
Hanya 1 sperma untuk terjadi pembuahan
c. Fusi oosit membran plasma
Adalah apabila sel telur dibuahi oleh sperma
Inti sel pada kepala sedangkan ekor untuk bergerak maju. Karena pergerakan ini
maka dalam 1 jam spermatozoa melalui canalis servicalis dan cavum uteri kemudian
berada di tuba, menunggu kedatangan sel telur
Jika terjadi ovulasi maka mkn fertilisasi berlangsung
Sel telur dibuahi sekitar 12 24 jam setelah ovulasi, sedangkan sel mani dapat
bertahan 1 3 hari
Saat ovulasi sel telur masih diliputi oleh corona radiata tap spermatozoa
mempunyai enzym hyalunidase yang dapat mencairkan corona radiata
Ovum matang setelah fertilisasi Zigot (sel diploid dengan 46 kromosom)
Kemudian terjadi pembagian sel dari nucleus hingga telur sekarang ini
membentuk 2 balstomer waktunya 29 jam 30 menit setelah ovulasi
Kalau blastomer terus membelah Morula
Morula memasuki rongga uterus sekitar 3 hari setelah fertilisasi
Akumulasi dari cairan secara perlahan di dalam morula antara balstomer
menghasilkan pembentukkan blastokist, yang pada satu kutubnya terdapat massa sel
kompak, massa sel kompak dalam akan membentuk bintik benih yang dari sel inilah bayi
akan terbentuk, sedangkan massa sel luar akan membentuk trofoblas
Periode embrionik berlangsung sampai akhir hari ke-7, setelah itu berkembang
menjadi janin.
Implantasi
Kerjasama antara tropoblast dan endometrium
Blastosis yaitu tahapan embrional yang tertanam dalam endometrium
Blastokel yaitu rongga antar sel yang terbentuk setelah morula masuk rongga rahim
Tropoblast yatitu masa sel (sel lebih kecil), terletak dibagian luar dan membentuk dinding
epitel blastokis (outer cellmass)/OCM
Embrioblast, yaitu masa sel yang terletak dibagian dalam (inner cell mass) ICM, merupakan
bentuk awal embrio
OCM + sebagian jaringan embrio akan membentuk membrane ekstra embrional ( MEE ),
yaitu :
1. Kantong kunir
2. Amnion
3. Plasenta
Fungsi MEE :
1. Proteksi
2. Persediaan makanan/nutrisi
3. Respirasi
4. Ekskresi
5. Pembentukan plasenta
Perkembangan Embrio/janin
Hari ke 8/minggu ke 2
1. Blastokist sebagian tertanam dalam stroma endometrium
2. Pada daerah embrioblast tropoblast berdiferensiasi membentuk
sitotropoblast (sel inti tunggal) dan sinsitiotropoblast/sinsitium (sel inti banyak)
3. Sel embrioblast berdiferensiasi menjadi dua lapis yaitu hypoblast (sel
kubus) dan epiblast (sel kolomnar)
4. Setiap lapesan sel membentuk cakram pipih yang disebut cakram mudigah
Implantasi yaitu penanaman hasil konsepsi di uterus, umumnya terjadi di dinding anterior
atau posterior uterus dekat fundus uteri.
Nidasi terjadi pada hari ke 6 7 setelah konsepsi.
Evaluasi
Prosedur : Post test
Jenis test : Esay

Soal :
1. Sebutkan empat tulang yang terdapat di tulang panggul ?
2. Apa yang dimaksud dengan bidang hodge ?
3. Spermatozoa terdiri dari ?
4. Sebutkan tahap-tahap proses fertilisasi ?
5. Apa fungsi MEE ?

Jawaban :
1. 4 buah tulang yang terdapat dalam tulang panggul antara lain :
a. 2 tulang pangkal paha (os koksa)
b. 1 tulang kelangkang (os sacrum)
c. 1 tulang tungging (os coccygis)
2. Untuk menentukan berap jauhnya bagian depan anak turun ke dalam rongga panggul
a. HI : sama dengan PAP
b. H II : sejajar dengan H I melalui pinggir bawah simfisis
c. H III : sejajar H I melalui spina ischiadica
d. H IV : sejajar H I melalui ujung os cocigis
3. Spermatozoa terdiri :
a. Kepala : memiliki mahkota, acrosome yang berisi enzim hyalundase dan
terdapat inti sel
b. Badan : Mitocondria yang berfungsi menyimpan energi untuk pergerakan
c. Ekor : memiliki panjang rata-rata 30 cm dan pergerakannya seperti ular
4. Tahap-tahap proses fertilisasi :
a. Penembusan korona radiata
Corona radiata terdiri atas sel epitel folikular
Sel tersebut berperan dalam proses kemotaktis dan induksi reaksi akrosom
b. Penembusan zona pelusida
Terjadi penempelan sperpatozoa pada lapisan zona pelusida
Permeabilitas zona pelusida berubah ketika kepala spermatozoa
menyentuh permukan oosit
Terjadi pembebasan enzim lisosom dari granul korteks yang melapisi
membran plasma oosit, sehingga terjadi perubahan zona pelusida terjadi
hambatan penetrasi spermatozoa berikutnya
Hanya 1 sperma untuk terjadi pembuahan
c. Fusi oosit membran plasma
5. Fungsi MEE :
a. Proteksi
b. Persediaan makanan/nutrisi
c. Respirasi
d. Ekskresi
e. Pembentukan plasenta