Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

BENANG BEDAH

Oleh :

dr. Magnadi Yogi Rahma

Penguji :

dr. Edwin Armawan, SpOG(K), MM, MHKes, MMRS

DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
RUMAH SAKIT DR. HASAN SADIKIN
BANDUNG
2015

BENANG BEDAH

Definisi
Benang bedah ( suture ) adalah materi berbentuk benang yang berfungsi untuk ligasi
(Mengikat) pembuluh darah atau aproksimasi (mengikat / menyatukan jaringan )

Sejarah
Bukti keberadaan Benang Bedah yang pertama kali dalam Literatur Mesir abad ke-16.
Informasi ini tercatat didalam Edwin Smith papyrus. Berabad-abad lamanya, bermacam
macam bahan telah digunkan sebagai materi dasar pembuat benang bedah, diantaranya :
Sutera (Silk), Linen, katun (Cotton), Rambut/surai kuda, Tendon dan usus, juga emas dan
perak. Kini, telah dipergunakan bahan sintetis untuk memproduksi benang bedah, dimana
para ilmuwan terus berusaha menciptakan Benang bedah Ideal.

Kriteria Benang Bedah Ideal


1. Steril
2. Mudah untuk digunakan
3. Reaksi jaringan yang minimal
4. Memiliki kekuatan menahan jaringan luka (Tensile Strength) yang memadai
5. Simpul yang aman
6. Diserap tubuh setelah tidak berfungsi
7. Dapat digunakan untuk segala jenis operasi

Klasifikasi Benang Bedah


1. Diserap (Absorbable) dan tidak diserap (Non-absorbable)
2. Bahan alami (Natural) dan sintetis
3. Monofilamen dan Multifilamen (Braided)

Benang bedah yang Diserap dan tidak Diserap (Absorbable / Non-aborbable)


A. Benang bedah yang diserap
Absorption rate :
a) Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sehelai benang bedah untuk diserapoleh
tubuh.
b) Tidak selalu berhubungan dengan kekuatan benang bedah untuk merapatkan
jaringan luka.
c) Pembedah perlu mengetahui absorption rate dari benang bedah karena benang
tersebut merupakan benda asing didalam tubuh pasien
Kekuatan menahan jaringan luka (Tensile Strength)
Kekuatan yang dimiliki Benang Bedah untuk diregangkan (dalam pounds), sampai
benang tersebut putus, stelah implantasi didalam.
Kekauatan menahan jaringan luka sangat penting karena menentukan apakah benang
tersebut cukup kuat untuk merapatkan luka, hingga luka itu sembuh.
Contoh : Polyglactin - Tensile Strength 35 hari
Kekuatan masih 75% @ 2 minggu
Kekuatan masih 50% @ 3 minggu

Spesifikasi material benang bedah :


Steril, harus steril sewaktu digunakan.
Diketahui kekuatan untuk memegang jaringan ( tensil strength ) yang sesuai jenis
material benang.
Diketahui massa penyerapan ( absorption rate ) yaitu lamanya benang habis
diserap tubuh
Simpul aman, diketahui jumlah minimal tali simpul yang aman untuk setiap jenis
benang, artinya tetap tersimpul selama proses penyembuhan luka.
Mudah untuk digunakan.
Dapat digunakan untuk segala jenis operasi.
Reaksi / trauma jaringan yang minimal, diameter benang bedah yang dianjurkan
dipergunakan adalah ukuran terkecil yang paling aman untuk setiap jenis jaringan
yang dijahit, massa material benang dan reaksi jaringan sekecil mungkin.

Ukuran benang bedah disepakati adalah sebagai berikut :


Ukuran terbesar adalah 1 dan ukuran terkecil adalah 11-0 atau 12-0.
Ukuran dimulai dari nomor 1 dan ukuran bertambah besar dengan bertambah 1,
sedangkan apabila ukuran bertambah kecil maka ditambah 0.
Ukuran benang system Eropa ( metric gauge ) adalah metric 0,1 ( 0,010 0,019
mm ) sampai metric 10 ( 1,00 1,09 ).
ukuran benang system Amerika ( imperial gauge ) ukuran 11-0 ( 0,010 0,019 )
sampai ukuran 7 ( 1,00 1,09 ).
Dalam kemasan selain dicantumkan diameter juga panjang benang dalam cm.

Klasifikasi benang bedah


Berdasarkan keberadaannya didalam tubuh pasien dibagi atas:
o Diserap ( absorbable sutures )
Merupakan jenis benang yang materialnya dibuat dari jaringan
collagen mamalia sehat atau dari sintetik polimer. Material di dalam
tubuh akan diserap yang lamanya bervariasi, sehingga tidak ada benda
asing yang tertinggal di dalam tubuh
o Tidak diserap ( non absorbable sutures )
Merupakan benang yang dibuat dari material yang tahan terhadap
enzim penyerapan dan tetap berada dalam tubuh atau jaringan tanpa
reaksi penolakan selama bertahun tahun.
Kelebihan dari benang ini adalah dapat memegang jaringan secara
permanen. Kekurangan dari benang ini adalah benang ini menjadi
benda asing yang tertinggal didalam tubuh dan kemungkinan akan
menjadi fistel
Berdasarkan materi / bahan, dibagi atas:
o Bahan alami, dibagi atas :
Diserap ( absorbable )
Dibuat dari collagen yang berasal dari lapisan sub. Mukosa
usus domba dan serabut collagen tendon flexor sapi.
Contoh :
Surgical catgut plain : Berasal dari lapisan sub.
Mukosa usus domba dan serabut collagen tendon flexor
sapi tanpa campuran.
Surgical catgut chromic : Berasal dari lapisan sub.
Mukosa usus domba dan serabut collagen tendon flexor
sapi dicampur dengan chromic aci.
Tidak diserap ( non ansorbable sutures )
Jenis ini terbuat dari linen, ulat sutra ( silk ) seperti surgical
silk, virgin silk dan dari kapas ( cotton ) seperti surgical cotton.
Ada juga yang terbuat dari logam sehingga mempunyai tensil
strength yang sangat kuat, contoh : metalik sutures ( stainless
steel )
o Bahan sintetis ( buatan ), dibagi atas :
Diserap ( absorbable )
Terbuat dari sintetik polimer, sehingga mudah diserap oleh
tubuh secara hidrolisis dan waktu penyerapan oleh tubuh
mudah diprediksi,
contoh :
Polyglactin 910
Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state
(Coated Vicryl)
Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state
(Vicryl Rapide)
Poliglikolik
Polyglecaprone 25 (Monocryl)
Polydioxanone (PDS II)
Tidak diserap ( non absorbable )
Terbuat dari bahan buatan ( sintetis ) dan dibuat sedemikian
rupa sehingga reaksi jaringan yang timbul sangat kecil,
contoh :
Polypropamide (Ethilon)
Polypropylene (Prolene)
Polyester (Mersilene)

Berdasarkan penampang benang, dibagi atas :


o Monofilamen ( satu helai )
Terbuat dari satu lembar benang, tidak meneyerap cairan ( non
capilarity )
Keuntungan : Kelebihan dari jenis ini adalah permukaan benang
rata dan halus, tidak memungkinkan terjadinya nodus infeksi dan tidak
menjadi tempat tumbuhnya mikroba.
Kelemahan : Kelemahannya adalah memerlukan penanganan
simpul yang khusus karena relatif cukup kaku dan tidak sekuat
multifilament.
Contoh : Catgut, PDS, dan Prolene
o Multifilamen
Terbuat dari beberapa filament atau lembar bahan benang yang
dipilih menjadi satu.
Keuntungan : Kelebihan jenis ini adalah benang lebih kuat dari
monofilament, lembut dan teratur serta mudah digunakan.
Kerugian : Kelemahannya adalah karena ada rongga maka dapat
menjadi tempat menempelnya mikroba dan sedikit tersendat pada saat
melalui jaringan.
Contoh : Vicryl, Silk, Ethibond

Pemilihan material benang bedah oleh para ahli bedah didasarkan atas :
Karakteristik biologi dari material dalam jaringan yaitu diserap atau tidak diserap
dan bersifat capilarity atau non capilarity.
karakteristik dan penyembuhan jaringan.
Lokasi dan panjang dari sayatan yang menjadi pertimbangan kosmetik.
Ada tidaknya infeksi, kontaminasi dan drainese. Pertimbangan ini mengingat
kemungkinan benang akan menjadi pembentukan jaringan granulasi dan proses yang
menjadi rongga ( sinus ) atau menjadi inti pengerasan yang kemungkinan berbentuk
batu apabila dipakai pada operasi kandung kemih atau kandung empedu.
Problem pasien seperti kegemukan, debil, umur penyakit lain yang mengganggu
proses penyembuhan yang lebih lama sehingga memerlukan penguatan yang lebih
lama.
Karakteristik fisik dari material benang untuk menembus jaringan, pengikatan
simpul dan juga alasan khusus tiap ahli bedah.

Tabel Benang bedah yang diserap

Jenis Deskripsi Tensile Lama Indikasi


Strength Penyerapan
Plain Catgut Monofilamen 7-10 hari 60-90 hari Ligasi
pembuluh
darah, subkutis
Chromic Catgut 17-21 hari 90-110 hari Mukosa
Polyglycolic Multifilamen 14-21 hari 60-90 hari Subkutis, otot
acid
Polyglactin 910 Multifilamen 30-40 hari 56-70 hari GIT, kulit,
fasia, uterus,
otot
Polyglactin 910 Multifilamen 10-14 hari 42 hari Episiotomi,
kulit
Polyglecaprone Monofilamen 28 hari 91-119 hari Kulit, Uterus,
25 Bowel
Polydioxanone Monofilamen 60 hari 180-210 hari Fascia, Vessels
anastomosis,
tendon
Panacryl Multifilamen > 6 bulan > 24 bulan Fascia, tendon
Tabel Benang bedah yang tidak diserap

Jenis Deskripsi Indikasi


Silk Multifilamen GI, ligasi pembuluh darah
Nylon - Polyamide 666 Monofilamen Kulit, mata, bedah mikro,
penutupan abdomen
Nylon Multifilamen Reparasi tendon
Polyester Multifilamen Inkompetensi serviks
Polypropylene Monofilamen Pembuluh darah, fasia, kulit
Stainless steel Monofilamen Fasia, sternum

Referensi : Buku Acuan Basic Surgical Skill Obsteri dan Gynecologi ; RCOG