Anda di halaman 1dari 23

Demensia menurut WHO pada tahun 2009 dapat dibagi menjadi 3 tahap

- Early stages : pada tahun pertama hingga kedua


- Middle stages : pada tahun ke dua hingga ke empat atau lima
- Late stages : pada tahun ke enam hingga selanjutnya
Early Stages Middle Stages Late Stages

Pada tahap ini gejala Pada tahap ini gangguan Pada tahap ini lansia
yang tampak seperti terlihat jelas berupa : dapat bergantung secara
gejala penuaan biasa, dan total terhadap bantuan
- Sering lupa akan
tidak terlihat jelas kapan dan tidak apat
kejadian yang baru
penyakit mulai terjadi. beraktivitas. Terdapat
terjadi dan nama orang
Tanda-tanda yang ada gangguan ingatan yang
- Memiliki kesulitan
berupa : sangat seirus, dan gejala
dalam memahami
fisik jelas terlihat
- Sering lupa dengan hal waktu, tanggal, tempat,
yang baru saja terjadi kejadian, dan tersesat - Tidak sadar terhadap
- Kesulitan dalam dalam rumah waktu dan tempat
berkomunikasi terutama - Peningkatan kesulitan - Sulit untuk memahami
dalam memilih kata dalam berkomunikasi hal yag sedang terjadi
- Sering tersesat dalam (kemampuan berbicara - Tidak dapat mengenali
lingkungan yang dan memahami kalimat) saudara, teman, dan
dikenal - Membutuhkan bantuan objek yang familiar
- Sering lupa tanggal, dalam melakukan - Tidak dapat makan
waktu, bulan, tahun dan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan
musim seperti BAK, BAB, dapat terjadi gangguan
- Memiliki kesulitan memakai pakaian dan menelan
dalam membuat mencuci - Peningktan kebutuan
keputusan dan - Tidak dapat batuan selfcare seperti
menyerahkan urusan menyiapkan makanan, mandi, BAK, dan BAB
keuanga kepada orang memasak, dan - Mungkin terdapat
lain berbelanja inkontinensia urin dan
- Memiliki kesulitan - Tidak dapat hidup feses
dalam mengerjakan sendiri dengan aman - Kesulitan dalam
tugas rumah tangga - Perubahan perilaku mobilitas, seperti tidak
- Memiliki perubahan seperti melamun, dapat berjalan,
mood dan perilaku bertanya secara menggunakan kursi
seperti kurang motivasi berulang, gangguan roda dan sulit bangun
dan kurang aktif dalam tidur, halusinasi dari tempat tidur
berkegiatan, kurang - Dapat menunjukan - Terdapat gangguan
tertarik dengan hobi, perilaku yang tidak perilaku yang
depresi, cemas, pantas di rumah atau di meningkat seperti
berperilaku agresif komunitas seperti perilaku agresif
perilaku agresif terhadap orang yang
merawat berupa
menendang dan
menggigit
- Tersesat dalam rumah
1. Pengkajian pada Lansia di Panti Werdha
1. Pengkajian
Data Biografis
Nama Panti : Panti Werdha X
Alamat/No. Tlp :-
Total Lansia : 70 orang
Hasil Pengkajian
Emosional positif : 10 orang
MMSE : 25 orang dengan kerusakan intelektual sedang
SPMSQ : 27 orang gangguan fungsi mental berat
Hasil Observasi : sebagian lansia lupa minum obat

ANALISIS DATA
Data Masalah
DO : Kebingungan akut berhubungan dengan
demensia ditandai dengan nilai MMSE,
- 10 orang emosional positif
SPMSQ dan emosional positif.
- Hasil MMSE 25 orang dengan
kerusakan intelektual sedang
DS :
- Sebagian lupa minum obat
DO : Risk for frail elderly syndrome
berhubungan dengan depresi ditandai
- 10 orang emosional positif
dengan emosional positif dan hasil
- Hasil SPMSQ 27 orang gangguan pengkajian SPMSQ
fungsi mental berat

2. Pemeriksaan Penunjang
1. SPMSQ : pemeriksaan status mental, terdiri dari 10 pertanyaan untuk
mendeteksi orientasi, riwayat pribadi, ingatan jangka panjang dan
kemampuan matematis, sebagai berikut :
Pertanyaan Instruksi
1. Tanggal berapa hari ini? Benar hanya jika bulan, tanggal, dan
tahun semuanya benar.
2. Hari apa sekarang? Benar hanya jika hari yang
disebutkan benar.
3. Apa nama tempat ini? Benar jika deskripsi tempat manapun
dari lokasi diberikan.
4. Berapa nomer telepon Anda? Benar ketika nomer dapat
diverifikasi atau subjek dapat
mengulang nomer yang sama di
waktu yang lain.
4a. Dimana alamat Anda? Ditanyakan jika subjek tidak
mempunyai telepon.
5. Berapa usia Anda? Benar jika usia yang disebutkan
cocok dengan tanggal lahir.
6. Dimana Anda lahir? Benar hanya jika bulan, tanggal, dan
tahun disebutkan benar.
7. Siapa presiden Indonesia? Dibutuhkan hanya nama belakang
yang benar.
8. Siapa presiden sebelum nya? Dibutuhkan hanya nama belakang
yang benar.
9. Siapa nama ibu Anda? Tidak dibutuhkan verifikasi; hanya
dibutuhkan nama pertama
perempuan ditambah nama belakang
selain nama subjek.
10. Kurangi 3 dari 20 dan tetap Seluruh seri harus diberikan dengan
pengurangan 3 dari setiap tepat untuk diberi skor benar.
angka baru, semua secara Kesalahan di seri manapunatau
menurun ketidakmauan untuk mencoba seri
akan diberi skor salah.
Dengan interpretasi sebagai berikut :
a. Kesalahan 0-2 : fungsi intelektual utuh
b. Kesalahan 3-4 : kerusakan fungsi intelektual ringan
c. Kesalahan 5-7 : kerusakan intelekual sedang
d. Kesalahan 8-10 : kerusakan fungsi intelektual berat

2. Geriatric Depression Scale (GDS) : untuk mengukur depresi pada lansia,


instrumen yang terdiri dari 15 pertanyaan tertutup, dengan alternatif
pertanyaan : Ya dan Tidak. Beberapa nomor jawaban Ya dicetak tebal,
dan beberapa nomor yang lain jawaban Tidak dicetak tebal. Yang dicetak
tebal nilainya 1 bila dipilih.
No. Pertanyaan Jawaban
1. Apakah bapak/ibu sebenarnya puas dengan kehidupan YA/TIDAK
bapak/ibu?
2. Apakah bapak/ibu telah meninggalkan banyak kegiatan YA/TIDAK
dan minat atau kesenangan bapak/ibu?
3. Apakah bapak/ibu merasa kehidupan bapak/ibu kosong? YA/TIDAK
4. Apakah bapak/ibu sering merasa bosan? YA/TIDAK
5. Apakah bapak/ibu mempunyai semangat yang baik YA/TIDAK
setiap saat?
6. Apakah bapak/ibu takut bahwa sesuatu yag buruk akan YA/TIDAK
terjadi pada bapak/ibu?
7. Apakah bapak/ibu merasa bahagia untuk sebagian besar YA/TIDAK
hidup bapak/ibu?
8. Apakah bapak/ibu sering merasa tidak berdaya? YA/TIDAK
9. Apakah bapak/ibu lebih senang tinggal di rumah YA/TIDAK
daripada pergi ke luar dan mengerjakan sesuatu hal yang
baru?
10. Apakah bapak/ibu merasa mempunyai banyak masalah YA/TIDAK
dengan daya ingat bapak/ibu dibandingkan kebanyakan
orang?
11. Apakah bapak/ibu pikir bahwa hidup bapak/ibu YA/TIDAK
sekarang ini menyenangkan?
12. Apakah bapak/ibu merasa tidak berharga seperti YA/TIDAK
perasaan bapak/ibu saat ini?
13. Apakah bapak/ibu merasa penuh semangat? YA/TIDAK
14. Apakah bapak/ibu merasa bahwa keadaan bapak/ibu YA/TIDAK
tidak ada harapan?
15. Apakah bapak/ibu pikir bahwa orang lain lebih baik YA/TIDAK
keadaannya dari bapak/ibu?

Kriterian intrepetasi penilaian :


a. Nilai 0-4 : tidak ada gejala depresi
b. Nilai 5-9 : gejala depresi ringan
c. Nilai 10-15 : gejala depresi sedang sampai berat

3. MMSE : test yang paling banyak dipakai dalam pemeriksaan demensia


karena sensitif dalam mendeteksi gangguan memori ringan. Aspek yang
kognitif yang dikaji meliputi orientasi, registrasi, perhatian dan kalkulasi,
mengingat, serta bahasa.
Skor Skor Pertanyaan
maksimal pasien
5 Menyebutkan dengan benar
Tahun
Musim
Tanggal
Hari
Bulan
5 Dimana kita sekarang?
Negara
Propinsi
Kota/Kabupaten
3 Pemeriksa menyebutkan 3 objek secara jelas dan
perlahan, lalu meminta pasien untuk
menyebutkan seluruh objek tersebut. Respon
pasien digunakan untuk skoring.
5 Meminta pasien berhitung mulai dari 100
kemudian dikurangi 7, sampai lima tingkat.
(93,86,79,72,65)
Alternatifnya, bisa meminta pasien untuk
mengeja terbalik kata, contoh kata DUNIA (A-I-
N-U-D).
3 Meminta pasien untuk menyebutkan tiga objek
yang sebelumya telah disebutkan.
2 Tunjukkan pasien dua objek sederhana, seperti
jam tangan dan pensil, lalu minta pasien untuk
menamai benda tersebut.
1 Meminta pasien untuk mengulangi susunan kata
hanya jika, dan, atau tetapi
3 Meminta pasien untuk melakukan instruksi :
Ambil kertas ditangan kanan saya, lipat menjadi
dua, lalu simpan di lantai.
1 Meminta pasien untuk melakukan instruksi yang
ia baca terlebih dahulu. (Instruksi yang tertulis:
Tutup mata Anda)
1 Meminta pasien untuk menulis kalimat tentang
apapun. (Kalimat harus termasuk kata benda dan
kata kerja)
1 Meminta pasien untuk menirukan gambar.
(Pemeriksa memberikan pasien kertas kosong
dan meminta pasien untuk menirukan gambar
dibawah ini. Semua 10 angle harus ada dan dua
lainnya harus berpotongan)

30 Total

Interpretasi :
Metode Skor Interpretasi
Single < 24 Abnormal
Cutoff
Rentang < 21 Meningkatnya kemungkinan demensia
Menurunnya kemungkinan demensi
Pendidikan 21 Abnormal untuk pendidikan terakhir kelas 8
< 23 Abnormal untuk pendidikan terkahir SMA
< 24 Abnormal untuk pendidikan terkahir kuliah
Keparahan 24-30 Tidak ada gangguan kognitif
18-23 Gangguan kognitif ringan
0-17 Gangguan kognitif berat
4. Clinical Dementia Rating (CDR) : pemeriksaan umum demensia dan sering digunakan, dapat menilai derajat demensia. Penilaian
fungsi kognitif pada CDR berdasarkan 6 kategori antara lain gangguan memori, orientasi, pengambilan keputusan, aktivitas
sosial/masyarakat, pekerjaan rumah atau hobi, dan perawatan diri.
Clinical Dementia 0 0,5 1 2 3
Rating (CDR)

Gangguan
Tidak ada Diragukan Ringan Sedang Berat
0 0,5 1 2 3
Memori Tidak ada Sedikit konsisten Kehilangan memori Kehilangan memori Kehilangan memori
kehilangan memori atas kelupaan; sedang; selebihnya berat; hanya materi berat; hanya sedikit
atau sedikit tidak sebagian mengingat ditandai dengan yang sangat utama yang diingat.
konsekuen atas kejadian; benign kejadian terkini; yang diingat; materi
kelupaan. forgetfulness kerusakan juga baru akan sangat
mengganggu cepat lupa.
aktivitas sehari-hari.
Orientasi Orientasi secara Orientasi secara Kesulitan sedang Kesulitan berat yang Terorientasi hanya
penuh. penuh kecuali sedikit berhubungan dengan berhubungan dengan pada orang.
kesulitan yang waktu; orientasi waktu; biasanya
berhubungan dengan tempat pemeriksaan; disorientasi dengan
waktu. mungkin memiliki waktu, seringnya
disorientasi ditempat tempat.
lain.
Pengambilan Memecahkan setiap Sedikit gangguan Kesulitan sedang Gangguan berat Tidak dapat
keputusan dan hari masalah yang dalam dalam menangani dalam menangani membuat keputusan
pemecahan masalah ada dan menangani menyelesaikan masalah, persamaan masalah, persamaan atau memecahkan
urusan bisnis dan masalah, persamaan dan perbedaan; dan perbedaan; masalah.
keuangan dengan dan perbedaan. penilaian sosial penilaian sosial
baik; pengambilan biasanya dijaga. biasanya terganggu.
keputusan baik.
Hubungan dengan Berfungsi mandiri di Sedikit gangguan Tidak dapat Tidak ada fungsi Tidak ada fungsi
komunitas tingkat biasa seperti dalam aktivitas ini. melakukan fungsi yang dilakukan di yang dilakukan di
pekerjaan, sukarela aktivitas ini secara luar rumah luar rumah
dan grup sosial. mandiri meskipun Jika secara tampak Secara tampak
mungkin masih cukup baik untuk terlalu sakit untuk
dapat ikut serta melakukan fungsi di melakukan fungsi di
beberapa; secara luar rumah secara luar rumah.
penampilan normal mandiri.
Rumah dan hobi Tinggal di rumah, Tinggal di rumah, Ringan tetapi Hanya tugas Tidak ada fungsi
hobi dan ketertarikan hobi dan ketertarikan gangguan nyata pada sederhana yang dapat signifikan di dalam
intelektual dirawat intelektual sedikit fungsi di rumah dilakukan; sangat rumah.
dengan baik. terganggu. terlebih lagi membatasi
kesulitan tugas yang ketertarikan, dijaga
ditelantarkan; hobi dengan kurang baik.
dan ketertarikan
yang rumit
ditelantarkan.
Perawatan diri Dapat sepenuhnya mampu melakukan Butuh disarankan Membutuhkan Membutuhkan
perawatan diri sendiri bantuan dalam banyak bantuan
memakai baju, dengan perawatan
personal hygiene diri; berkali-kali
inkontinensia.

Interpretasi :
a. Nilai 0 : orang normal tanpa gangguan kognitif
b. Nilai 0,5 : dementia diragukan
c. Nilai 1 : derajat demensia ringan
d. Nilai 2 : derajat demensia sedang
e. Nilai 3 : derajat demensia berat
5. Invetaris Depresi Beck (IDB) : alat pengukur status efektif digunakan
untuk membedakan jenis depresi yang mempengaruhi suasana hati
1. Kesedihan
0 Saya tidak merasa sedih
1 Saya merasa sedih di banyak waktu
2 Saya merasa sedih sepanjang waktu
3 Saya sangat sedih dan tidak dapat menghadapinya
2. Pesimisme
0 Saya tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa depan saya
1 Saya merasa kecil hati mengenai masa depan saya
2 Saya tidak mempunyai apa-apa untuk memandang ke depan
3 Saya merasa masa depan saya tidak ada harapan dan sesuatu tidak
dapat membaik
3. Rasa kegagalan
0 Saya tidak merasa gagal
1 Saya merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya
2 Bila melihat kehidupan kebelakang, semua yang dapat saya lihat
hanya kegagalan
3 Saya merasa benar-benar gagal sebagai seorang manusia
4. Ketidakpuasan
0 Saya merasa puas pada hal yang saya menikmati melakukannya
1 Saya tidak merasa menikmati hal sebanyak yang saya lakukan
2 Saya merasa sangat sedikit kepuasan dari hal yang seharusnya saya
merasa puas
3 Saya tidak merasa puas pada apapun dari hal yang seharsnya saya
merasa puas
5. Rasa bersalah
0 Saya tidak merasa benar-benar bersalah
1 Saya merasa bersalah pada banyak hal yang sudah saya lakukan
atau yang seharusnya saya lakukan
2 Saya merasa sangat bersalah kebanyakan waktu
3 Saya merasa bersalah sepanjang waktu
6. Rasa tersiksa/dihukum
0 Saya tidak merasa sedang dihukum
1 Saya merasa mungkin saya sedang dihukum
2 Saya mengharapkan untuk dihukum
3 Saya merasa saya sedang dihukum
7. Tidak menyukai diri sendiri
0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri
1 Saya kehilangan kepercayaan diri pada diri saya
2 Saya merasa kecewa pada diri saya
3 Saya tidak suka diri saya
8. Mengkritsi diri sendiri
0 Saya tidak mengkritisi atau menyalahkan diri sendiri lebih dari
biasanya
1 Saya lebih mengkritisi diri saya dibandingkan biasanya
2 Saya mengkritisi diri saya untuk semua kesalahan saya
3 Saya menyalahkan diri saya untuk semua kejadian buruk yang
terjadi
9. Pikiran untuk bunuh diri atau keinginan
0 Saya tidak mempunyai pikiran untuk membunuh diri saya sendiri
1 Saya memiliki pikiran untuk membunuh diri saya sendiri, tetapi
saya tidak akan melakukannya
2 Saya ingin membunuh diri saya sendiri
3 Saya akan membunuh diri saya sendiri jika saya memiliki
kesempatan
10. Menangis
0 Saya tidak menangis lagi daripada biasanya
1 Saya menangis dari yang seharusnya
2 Saya menangis meskipun pada hal kecil
3 Saya merasa ingin menangis, tetapi saya tidak bisa
11. Agitasi
0 Saya tidak lagi gelisah dari biasanya
1 Saya merasa lebih gelisah dari biasanya
2 Saya merasa sangat gelisah sehingga saya harus tetap bergerak atau
melakukan sesuatu
12. Kehilangan minat
0 Saya tidak kehilangan ketertarikan pada orang lain atau aktivitas
1 Saya hanya memiliki sedikit ketertarikan pada orang lain atau hal
dari sebelumnya
2 Saya kehilangan sebagian besar ketertarikan pada orang lain atau
sesuatu
3 Sulit untuk merasa tertarik pada apapun
13. Keragu-raguan
0 Saya membuat keputusan yang baik
1 Saya menemukan kesulitan lebih untuk membuat keputusan dari
biasanya
2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan dari
yang biasanya
3 Saya memiliki masalah dalam membuat keputusan apapun
14. Merasa tidak berharga
0 Saya tidak merasa saya tidak berharga
1 Saya tidak mempertimbangkan diri saya sebagai yang berguna dari
biasanya
2 Saya merasa lebih tidak berharga jika dibandingkan dengan orang
lain
3 Saya merasa tidak berharga sama sekali
15. Kehilangan energi
0 Saya mempunyai banyak energi
1 Saya mempunyai sedikit energi dari yang seharusnya saya punya
2 Saya tidak mempunyai cukup energi untuk melakukan banyak hal
3 Saya tidak mempunyai cukup energi untuk melakukan apapun
16. Perubahan pola tidur
0 Saya tidak mempunyai pengalaman perubahan pola tidur
1a Saya tidur agak lebih dari biasanya
1b Saya tidur agak sedikit dari biasanya
2a Saya tidur banyak lebih dari biasanya
2b Saya tidur sedikit lebih dari biasanya
3a Saya tidur kebanyakan hari
3b Saya bangun 1-2 jam lebih awal dan tidak dapat kembali tidur
17. Iritabilitas
0 Saya tidak lagi lekas marah dari biasanya
1 Saya lebih mudah marah dari biasanya
2 Saya sangat mudah marah dari biasanya
3 Saya lekas marah sepanjang waktu
18. Perubahan nafsu makan
0 Saya tidak memiliki pengalaman perubahan apapun pada nafsu
makan
1a Nafsu makan saya agak kurang dari biasanya
1b Nafsu makan saya agak lebih besar dari biasanya
2a Nafsu makan saya sangat sedikit dari sebelumnya
2b Nafsu makan saya sangat lebih besar dari sebelumnya
3a Saya tidak mempunyai nafsu makan
3b Saya menginginkan makanan sepanjang waktu
19. Kesulitan konsentrasi
0 Saya dapat berkonsentrasi dengan baik
1 Saya tidak dapat berkonsentrasi dengan baik seperti biasanya
2 Sulit untuk menjaga apapun pada pikiran saya untuk waktu yang
lama
3 Saya tidak dapat berkonsentrasi pada apapun
20. Keletihan atau kelelahan
0 Saya tidak merasa lebih lelah dari biasanya
1 Saya merasa lelah dari yang biasanya
2 Saya terlalu lelah untuk melakukan sesuatu yang biasanya saya
lakukan
3 Saya terlalu lelah untuk melakukan kebanyakan hal yang biasanya
saya lakukan
21. Kehilangan minat dalam seks
0 Saya tidak melihat adanya perubahan dalam minat saya pada seks
1 Saya kurang tertarik pada seks dari sebelumnya
2 Minat saya pada seks jauh lebih rendah sekarang
3 Saya kehilangan minat seluruhnya pada seks.
Interpretasi :
1-10 Dianggap normal
11-16 Gangguan mood ringan
17-20 Batas klinis untuk depresi
21-30 Depresi sedang
31-40 Depresi berat
> 40 Depresi ekstrim

2. Diagnosa dan Intervensi


1. Diagnosa Keperawatan
1) Kebingngan akut b.d demensia ditandai dengan nilai MMSE dan SPSMQ
dan emosional positif
2) Resiko sindrom lansia b.d depresi ditandai dengan emosional positif dan
nilai SPSMQ
2. Intervensi
No Diagnosa keperawatan Tujuan dan kriteria Intervensi Rasional
hasil
1 Kebingngan akut b.d demensia Setelah diberikan Mandiri Mandiri
ditandai dengan nilai MMSE dan tindakan
SPSMQ dan emosional positif keperawatan a. Jalin hubungan saling a. Untuk membangun
diharapkan klien mendukung dengan klien kepercayaan dan rasa aman
dapat beradaptasi
b. Orientasikan pada b. Menurunkan kecemasan dan
dengan perubahan
lingkungan dan rutinitas perasaan terganggu
aktivitas sehari- hari
baru
dan lingkungan c. Untuk menentukan persepsi
dengan KH : c. Kaji tingkat stressor klien tentang kejadian dan
- Mengidentifikasi (seperti penyesuaian diri, tingkat serangan.
perubahan krisis perkembangan,
- Mampu peran keluarga, akibat d. Perawatan di rumah sakit
beradaptasi pada perubahan status mengubah aktivitas klien dan
perubahan kesehatan) meningkatkan masalah
lingkungan dan tingkah laku. Memberi
aktivitas d. Tempatkan pada ruangan kesempatan mengontrol
kehidupan pribadi jika mungkin dan lingkungan dan melindungi
sehari- hari bergabung dengan orang dari kelainan tingkah laku
- Mempertahanka terdekat dalam aktivitas
n rasa berharga perawatan, waktu makan, e. Konsistensi mengurangi
pada diri dan dan sebaginya kebingungan dan
identitas pribadi meningkatkan rasa
yang positif e. Tentukan jadwal aktivitas kebersamaan
- Membuat yang wajar dan masukkan
f. Memfasilitasi bantuan
pernyataan dalam kegiatan rutin dengan komunikasi dan
positif tentang manajemen dari kekurangan
lingkungan yang f. Identifikasi kekuatan sekarang serta selanjutnya
baru klien yang dimiliki
- Memperlihatkan sebelumnya g. Menurunkan ketegangan,
penerimaan mempertahankan rasa saling
g. Berikan penjelasan dan percaya dan orientasi. Saat
terhadap
informasi yang klien mengetahui secara
perubahan
menyenangkan mengenai perlahan tentang apa yang
lingkungan dan
kegiatan/peristiwa terjadi, koping klien akan
penyesuaian
kehidupan meningkat
h. Catat tingkah laku,
- Mampu munculnya perasaan h. Stress meningkat, rasa tidak
menunjukan curiga/paranoid, mudah nyaman/nyeri fisik dan
tentang perasaan tersinggung, defensive kelelahan mencetuskan
yang sesuai/tidak
penurunan tingkah laku dan
cemas dan rasa i. Pertahankan keadaan
gangguan komunikasi.
takut berkurang tenang. Tempatkan dalam
Perilaku katastropik ini
- Tidak lingkungan tenang yang
menimbulkan panic dan rasa
menyimpan memberikan kesempatan
bermusuhan
pengalaman untuk beristirahat
menyakitkan i. Menenangkan situasi dan
- Menggunakan j. Atasi tingkah laku agresif
member klien waktu untuk
bantuan dari dengan pendekatan yang
memperoleh kendali terhadap
sumber yang tenang
perilaku dan emosinya
tepat selama k. Gunakan sentuhan jika
waktu j. Rasa diterima menurunkan
tidak mengalami
pengaturan pada rasa takut, dan respons
paranoid/sedang
lingkungan baru agresif
mengalami agitasi sesaat k. Memberikan keyakinan,
menuunkan stress, dan
meningkatkan kualitas hidup

2 Resiko sindrom lansia b.d depresi Tujuan Individu


ditandai dengan emosional positif - Klien memiliki
dan nilai SPSMQ mekanisme koping - Bina hubungan saling
yang adaptif percaya
- Klien tidak - Membantu klien dalam
melakukan hal-hal mengatasi masalah dengan
yang dapat mekanisme kopingyang
menciderai diri adaptif
- Klien mampu - Melindungi klien dari
memenuhi perilaku mencederai diri
kebutuhan tidur - Membantuklienmemenuhik
- Klien mampu ebutuhantidur:
melakukan - Membantu klien agar dapat
perawatan diri merawat diri secara mandiri
- keluarga mampu Keluarga
merawat anggota
keluarga (lansia) - Mendiskusikan hambatan
yang mengalami yang dialami keluarga
depresi dalam merawat klien
depresi.
- Mendiskusikan dan
membantu keluarga untuk
mempraktikan cara
merawat klien depresi
- Memberi dukungan kepada
keluarga untuk memberikan
pujian terhadap hal positif
yang dilakukan klien
- Mendorong keluarga untuk
mengingatkan klien minum
obat sesuai jadwal
Kolaboratif
- Pemberian obat
antidepresan,), terapi sulih
hormon dan Transcranial
Magnetic Stimulation
(TMS).
- Terapi kejang listrik (ECT)
- Sementara terapi psikosial
bertujuan mengatasi
masalah psikoedukatif,
yaitu mengatasi kepribadian
maladaptif, distorsi pola
berpikir, mekanisme koping
yang tidak efektif,
hambatan relasi
interpersonal.
3. TERAPI MODALITAS
Terapi modalitas Adalah berbagai pendekatan penanganan klien gangguan
jiwa yang bervariasi, yang bertujuan untuk mengubah perilaku klien dengan
gangguan jiwa denga perilaku mal adaptifnya menjadi perilaku yang adaptif.
Terapi Modalitas ( Perko & Kreigh, 1988) : Suatu tehnik terapi dengan
menggunakan pendekatan secara spesifik, Suatu sistem terapi psikis yang
keberhasilannya sangat tergantung pada adanya komunikasi atau perilaku timbal
balik antara pasien dan terapis. Terapi yang diberikan dalam upaya mengubah
perilaku mal adaptif menjadi perilaku adaptif

PRINSIP PELAKSANAAN
Perawat sebagai terapis mendasarkan potensi yang dimiliki pasien sebagai
titik tolak terapi atau penyembuhan.

DASAR PEMBERIAN TERAPI MODALITAS


- Gangguan jiwa tidak merusak seluruh kepribadian atau perilaku manusia
- Tingkah laku manusia selalu dapat diarahkan dan dibina ke arah kondisi
yang mengandung reaksi( respon yang baru
- Tingkah laku manusia selalu mengindahkan ada atau tidak adanya faktor-
faktor yang sifatnya menimbulkan tekanan sosial pada individu sehingga
reaksi indv tersebut dapat diprediksi (reward dan punishment
- Sikap dan tekanan sosial dalam kelompok sangat penting dalam
menunjuang dan menghambat perilaku individu dalam kelompok sosial
- Terapi modalitas adalah proses pemulihan fungsi fisik mental emosional dan
sosial ke arah keutuhan pribadi yang dilakukan secara holistic

Jenis-jenis terapi Modalitas


1) Psikodrama

Bertujuan untuk mengekspresikan perasaan lansia. Tema dapat dipilih


sesuai dengan masalah lansia.
2) Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)
Terdiri atas 7-10 orang. Bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan,
bersosialisasi, bertukar pengalaman, dan mengubah perilaku. Untuk
terlaksananya terapi ini dibutuhkan Leader, Co-Leader, dan fasilitator.
Misalnya : cerdas cermat, tebak gambar, dan lain-lain.
3) Musik

Bertujuan untuk mengibur para lansia seningga meningkatkan gairah


hidup dan dapat mengenang masa lalu. Misalnya : lagu-lagu kroncong,
musik dengan gamelan
4) Terapi Berkebun

Bertujuan untuk melatih kesabaran, kebersamaan, dan memanfaatkan


waktu luang. Misalnya : penanaman kangkung, bayam, lombok, dll
5) Terapi dengan Binatang

Bertujuan untuk meningkatkan rasa kasih sayang dan mengisi hari-hari


sepinya dengan bermain bersama binatang. Misalnya : mempunyai
peliharaan kucing, ayam, dll
6) Terapi Okupasi

Bertujuan untuk memanfaatkan waktu luang dan meningkatkan


produktivitas dengan membuat atau menghasilkan karya dari bahan yang
telah disediakan. Misalnya : membuat kipas, membuat keset, membuat
sulak dari tali rafia, membuat bunga dari bahan yang mudah di dapat
(pelepah pisang, sedotan, botol bekas, biji-bijian, dll), menjahit dari kain,
merajut dari benang, kerja bakti (merapikan kamar, lemari, membersihkan
lingkungan sekitar, menjemur kasur, dll)
7) Terapi Kognitif

Bertujuan agar daya ingat tidak menurun. Seperti menggadakan cerdas


cermat, mengisi TTS, tebak-tebakan, puzzle, dll
8) Life Review Terapi

Bertujuan untuk meningkatkan gairah hidup dan harga diri dengan


menceritakan pengalaman hidupnya. Misalnya : bercerita di masa
mudanya
9) Rekreasi

Bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi, gairah hidup, menurunkan rasa


bosan, dan melihat pemandangan. Misalnya : mengikuti senam lansia,
posyandu lansia, bersepeda, rekreasi ke kebun raya bersama keluarga,
mengunjungi saudara, dll.
10) Terapi Keagamaan

Bertujuan untuk kebersamaan, persiapan menjelang kematian, dan


meningkatkan rasa nyaman. Seperti menggadakan pengajian, kebaktian,
sholat berjamaah, dan lain-lain.
11) Terapi Keluarga

Terapi keluarga adalah terapi yang diberikan kepada seluruh anggota


keluarga sebagai unit penanganan (treatment unit). Tujuan terapi keluarga
adalah agar keluarga mampu melaksanakan fungsinya. Untuk itu sasaran
utama terapi jenis ini adalah keluarga yang mengalami disfungsi; tidak
bisa melaksanakan fungsi-fungsi yang dituntut oleh anggotanya.
Evidence Based Practice
Demensia
1. Terapi Boneka

Penelitian ini dilakukan di Korea Selatan pada 51 lansia yang berada di


suatu Nursing Home. Kriteria lansia yang mengikuti penelitian ini adalah
lansia dengan demensia dan memiliki skor MMSE kurang dari 25. Lansia
diberi boneka yang perannya diharapkan mampu seperti peran boneka
pada anak untuk menstimulasi interaksi lanisa. Penelitian dilaksanakan
selama 1 bulan untuk mengevaluasi 3 aspek yaitu behaviour/ kebiasaan,
mood/ suasana hati, dan interaksi. Didapatkan hasil bahwa sebagian besar
lansia mulai terkontrol sikap agresifitas dan obsesif nya, mulai mampu
meningkatkan komunikasi verbal dan interaksi, berkurangnya perubahan
mood, serta penampilan fisik terlihat lebih rapi dan terawat.
(Shin, 2015)
2. Intervensi Musik dan Gerakan

Penelitian ini dilakukan di Taiwan kepada 36 lansia dengan demensia.


Lansia dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kontrol
masing-masing sebanyak 18 orang. Lansia pada kelompok intervensi
mengikuti sesi terapi musik dan gerakan selama 30 menit 2 kali seminggu
dan dilakukan selama 4 minggu sehingga total pertemuan adalah 8 kali.
Evaluasi dari intervensi ini berfokus pada kebiasaan agitasi lansia yang
dinilai ringkatannya menggunakan instrumen Modified Cohen-Monsfield
Agitation Inventory. Didapatkan hasil bahwa terhadap perbedaan yang
signifikan pada hasil skor agitasi antara kelompok kontrol dan intervensi.
Sehingga intervensi terapi musik dan gerakan dinilai memberi manfaat
untuk mengontrol kebiasaan agitasi pada lanisa.
(Sung, Chang, Lee, & Lee, 2006)
DAFTAR PUSTAKA

http://bend-oregon.olx.com/independent-senior-housing-2-bedroom-2-5-bath-
townhome-in-hospital-district-bend-iid-61590717
(Rice philip I, 1994 http://www.psikologo.infogue.com).
Amir. 2005. Diagnosis Dan Penatalaksanaan Depresi Pasca Stroke. Jakarta:
Cermin Dunia Kedokteran
Kaplan, H. (1998), Ilmu Kedokteran Jiwa darurat. Jakarta: Widya Medika.
Kompas. (2008), Waspadai Depresi pada Lansia. Dikutip tanggal 1 April 2016
Gambaran Pengetahuan Keluarga Tentang Depresi pada Lansia. (2009),
dikutipTanggal 1 April 2016, http://www.psikologi.infogue.com.
Syamsuddin. (2009), Depresi pada Lansia. Dikutip tanggal 1 April 2016.
Alzheimers Australia. 2012. About Demensia: What is Demensia?. National
Dementia Support Program http://fightdementia.org.au
Davidson G.C., Neale J.M., Kring A.M. 2010. Psikologi Abnormal Edisi 9.
RajaGrafindo Persada: Jakarta.
Duthey, Beatrice. 2013. Alzheimer Disease and other Dementias. Alzheimer
Disease. 6(11).
National Institute of Health. 2013. The Dementias; Hope through Research. NIH
publication No. 13-2252

World Alzheimers Report 2009. London, Alzheimers Disease International,


2009.Neurological disorders: public health challenges. WHO,
Geneva, 2006.911

Shin, J. H. (2015). Doll Therapy An Intervention for Nursing Home Resident


With Dementia. Journal of Psychosocial Nursing, 13-18.

Sung, H.-c., Chang, S.-m., Lee, W.-l., & Lee, M.-s. (2006). The effect of group
music with movement intervention on agitated behaviours of
institutionalized elders with dementia in Taiwan. Complementary
Therapies in Medicine, 113-119.

Ellison, James M., Verma, Sumer. 2003. Depression in Later Lifr A


Multidisciplinary Psychiatric Approach. New York: Marcel Dekker,
Inc