Anda di halaman 1dari 14

Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No.

1, Januari 2015 pISSN 2477-3441


eISSN 2477-345X

KORELASI SIKAP, MOTIVASI, DAN PENGETAHUAN


DENGAN KINERJA ANGGOTA KELOMPOK PENDUKUNG ASI
(Suatu Penelitian Lapangan di Puskesmas Puter Kota Bandung)

Ira Kartika1, R. Muchtan Sujatno2, Heda Melinda3


1
STIKes Dharma Husada Bandung, Jln. Terusan Jakarta no.75, Bandung, Indonesia
2,3
Universitas Padjadjaran Bandung, jln Prof. Eyckman no.38, Bandung, Indonesia

ABSTRAK

Cakupan pemberian ASI eksklusif di indonesia masih sangat rendah. Ada berbagai kendala dalam pemberian ASI eksklusif
antara lain tenaga konselor menyusui yang masih terbatas di sarana pelayanan kesehatan, kegiatan edukasi, sosialisasi,
advokasi, dan kampanye terkait pemberian ASI yang belum maksimal, masih kurang ketersediaan sarana dan prasarana
komunikasi, informasi, edukasi ASI, dan belum optimalnya pembinaan kelompok pendukung ASI. Di Indonesia dilakukan
berbagai usaha dalam rangka peningkatan pemberian ASI eksklusif di antaranya mengupayakan terbentuknya KP-ASI. Saat
ini yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, hanya Puskesmas Puter Kota Bandung satu-satunya yang
mengembangkan KP-ASI. Beberapa kendala yang dihadapi oleh KP-ASI yaitu pengetahuan yang kurang, kurang motivasi,
juga sikap yang negatif terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi sikap,
motivasi, pengetahuan dengan kinerja anggota KP-ASI. Penelitian ini menggunakan rancangan potong silang (cross
sectional) yang dilaksanakan di wilayah Puskesmas Puter Kota Bandung pada bulan Agustus 2014 terhadap 38 anggota KP-
ASI yang terdiri dari 33 orang kader Posyandu dan 5 orang ibu yang berhasil menyusui eksklusif. Variabel yang diteliti
terdiri dari variabel bebas (sikap, motivasi, pengetahuan), variabel Terikat (kinerja), dan variabel perancu (pendidikan,
pekerjaan, riwayat menyusui, usia, paritas).Statistik yang digunakan adalah path analysis. Instrumen yang digunakan adalah
kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara statistik sikap berkorelasi positif dengan kinerja anggota KP-ASI
dengan nilai r=0,465 (p=0,047), motivasi berkorelasi dengan kinerja KP-ASI nilai r=0,565 (p<,001), pengetahuan tidak
berkorelasi dengan kinerja KP-ASI nilai r=0,045 (p=0,776), dan di antara semua faktor yang diteliti, motivasi merupakan
faktor yang paling berperan dengan perhitungan regresi ganda koefisien B sebesar 0,446 (p=0,002). Pada penelitian ini dapat
disimpulkan, sikap dan motivasi mempunyai korelasi positif dengan kinerja anggota KP-ASI, sedangkan pengetahuan tidak
berkorelasi dengan kinerja anggota KP-ASI dan dari semua faktor yang diteliti motivasi merupakan faktor yang paling
dominan.
Kata kunci: KP-ASI, kinerja, motivasi, pengetahuan, sikap

CORRELATION ATTITUDES , MOTIVATION , AND KNOWLEDGE


WITH PERFORMANCE SUPPORT ASI GROUP MEMBERS
( A Field Research in Bandung Puter Public Health )

ABSTRACT

Coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia is still very low. There are many problems in exclusive breastfeeding such
as the workers of breastfeeding counselors in health care facilities are still limited, educational activities, socialization,
advocacy and the campaign breastfeeding is not maximized, still less the availability of facilities and infrastructure in
communication, information, education breastfeeding and not optimal breastfeeding support group coaching. In Indonesia
made various efforts in order to increase exclusive breastfeeding of which is 10 steps to successful breastfeeding, one of
which is to strive for the establishment of breastfeeding support. To improve exclusive breastfeeding program established
breastfeeding support. Currently listed in West Java Provincial Health Office, only PHC Puter Bandung who developed the
breastfeeding support. Some of the constraints faced by breastfeeding support s less knowledge, less motivation and also the
existence of negative attitudes for exclusive breastfeeding. This study used a cross-sectional design conducted in the area of
PHC Puter Bandung, in August 2014. The statistics are used is path analysis which is to examine the causal relationship
between two or more variables. A sample of 38 members of the breastfeeding support, sample selection was done by
complete enumeration technique. The instrument used was a questionnaire. The results of the analysis showed that
statistically attitude positively correlated with the performance of breastfeeding support knowledge is not correlated with the
performance of breastfeeding support (p=0.084), and among all factors researched, motivation is a factor that most
contributes to the performance (p=0.002). In this study it can be concluded that, attitude and motivation has a positive
correlation with the performance of breastfeeding support, while knowledge is not correlated Motivation is the most
dominant factor.
Key words: Breastfeeding support, performance, knowledge, motivation, attitude

www.jurnal.ibijabar.org 65
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

PENDAHULUAN Health advokasi, dan mendapatkan


Air susu ibu Organization kampanye terkait makanan bergizi dan
(ASI) merupakan (WHO) bersama pemberian ASI yang pelayanan rujukan
nutrisi yang paling United Nations belum maksimal, bagi wanita yang
sempurna, memiliki Children's Fund masih kurang lemah secara
kandungan gizi (UNICEF) pada ketersediaan sarana ekonomi dan
sesuai dengan tahun 2002 dalam dan prasarana memiliki risiko
kebutuhan untuk Global Strategy for komunikasi, tidak mendapatkan
pertumbuhan dan Infant and Young informasi, edukasi nutrisi yang cukup
perkembangan yang Child Feeding. ASI, dan belum sehingga tidak dapat
optimal. (WHO,2002) optimalnya memberikan ASI
(Cadwell,2011) ASI Dalam rangka pembinaan KP-ASI. eksklusif.(Perine
juga memiliki mendukung (IDAI,2011) CG,2005) Di
manfaat lain yaitu rekomendasi WHO Berbagai Vietnam saat ini
meningkatkan tersebut, maka usaha telah sudah diberikan cuti
imunitas, pemerintah dilakukan guna melahirkan selama 6
meningkatkan Indonesia meningkatkan bulan sehingga
kecerdasan, menerbitkan pemberian ASI pemberian ASI
menghindarkan bayi Undang-Undang eksklusif. Beberapa dapat lebih
dari alergi, Kesehatan No. 36 negara maju dimaksimalkan.
mengurangi risiko Tahun 2009 pasal mempunyai (AIMI,2012)
obesitas, serta 128 tentang kebijakan untuk Di
menjalin interaksi Pemberian ASI mendukung Indonesia juga
psikologis antara Eksklusif. pemberian ASI dilakukan berbagai
ibu dan bayi. (Kemenkes,2009) eksklusif di usaha dalam rangka
(Baskoro,2008) Dalam antaranya di peningkatan
Menyusui pelaksanaan Australia pemberian ASI
bayi secara Undang-Undang memberikan jatah eksklusif. Beberapa
eksklusif sejak lahir tersebut ditemukan cuti melahirkan 9 usaha di antaranya
sampai dengan usia berbagai kendala bulan dengan tetap melarang iklan susu
6 bulan adalah cara antara lain tenaga menerima gaji. formula bagi bayi
pemberian makan konselor menyusui (Wen LM,2009) Di usia 1 tahun ke
pada bayi yang baik yang masih terbatas Amerika Serikat bawah, bekerjasama
dan benar yang di sarana pelayanan diterapkan program dengan berbagai
merupakan kesehatan, kegiatan pemberian kupon instansi pemerintah
rekomendasi World edukasi, sosialisasi, gratis untuk yang terkait, asosiasi

www.jurnal.ibijabar.org 64
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

pengusaha, serikat usaha telah sebanyak 14,8% dan menunjukkan


pekerja, lembaga dilaksanakan namun di Kabupaten peningkatan
sosial masyarakat cakupan ASI Bandung sebanyak kepercayaan diri
dalam program eksklusif di 33,09%.(Dinkes untuk menyusui dan
pemberian ASI di Indonesia masih 2014) Salah satu mempunyai efek
tempat kerja, rendah. Hasil penyebab masih positif pada
mengupayakan agar penelitian tahun rendahnya cakupan kelanjutan
setiap petugas 2010 cakupan ASI ASI eksklusif menyusui
kesehatan dan eksklusif di dikarenakan dibandingkan
sarana pelayanan Indonesia menurut implementasi dengan yang hanya
kesehatan usia yaitu usia 0 program 10 langkah mendapatkan
mendukung perilaku bulan sebesar menuju perawatan rutin
menyusui yang 39,8%; usia 1 bulan keberhasilan seperti biasa.(Avano
optimal melalui sebanyak 32,5%; menyusui yang M,2010) Penelitian
penerapan 10 usia 2 bulan sebesar masih rendah di Nigeria
langkah menuju 30,7%; 3 bulan sebagai bagian menunjukkan
keberhasilan sebesar 35,2%; usia upaya perlindungan, bahwa pemberian
menyusui, 4 bulan sebesar promosi, dan ASI eksklusif tidak
mengupayakan 26,3%; dan yang dukungan menyusui dipromosikan di
fasilitas yang diberikan ASI dikarenakan belum fasilitas kesehatan
mendukung eksklusif sampai 5 melibatkan suami, karena para petugas
pemberian ASI di bulan sebanyak keluarga, kesehatan tidak
tempat kerja dengan 15%. masyarakat, serta mendorong para ibu
meyediakan sarana (Riskesdas,2010) masih kurangnya untuk memberikan
ruang memerah ASI, Berdasarkan hasil pemberian ASI eksklusif.
menyediakan laporan data tahunan konseling menyusui Beberapa petugas
perlengkapan untuk Dinas Kesehatan bagi ibu. kesehatan masih
memerah dan Provinsi Jawa Barat (IDAI,2011) memiliki
menyimpan ASI, pada tahun 2014 Salah satu hasil pengetahuan yang
menyediakan materi jumlah ibu penelitian yang terbatas atau salah
penyuluhan ASI, menyusui yang dilakukan di Jepang informasi mengenai
serta memberikan memberikan ASI menunjukkan praktik pemberian
penyuluhan. eksklusif di Kota bahwa ibu nifas ASI atau tidak
(depkes,2007. Bandung sebanyak yang mendapatkan percaya dengan
Roesli,2007) 22,46%, Kabupaten perawatan mengenai keuntungan ASI
Berbagai Bandung Barat menyusui eksklusif. Mereka

www.jurnal.ibijabar.org 65
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

tidak secara belum dapat Kelompok selalu dekat dengan


sistematis berperan efektif masyarakat selain masyarakat
mendiskusikan membantu tenaga kesehatan membuat alih
tentang menyusui penyebaran juga sangat pengetahuan dan
eksklusif dengan informasi tentang berperan melakukan olah keterampilan
ibu dan melakukan menyusui eksklusif sosialisasi dalam kader kepada
konseling hanya dan pentingnya upaya mencegah tetangganya
sebentar juga tanpa inisiasi menyusu peningkatan demikian mudah
memberikan dini (IMD). kematian bayi dan kedekatannya
penjelasan apapun. (Depkes,2007) dengan cara dengan petugas
Beberapa petugas Sedikit sekali mempromosikan puskesmas telah
kesehatan bahkan waktu, bahkan pemberian ASI membuat mereka
mendorong kadang tidak ada eksklusif, yaitu menjadi
penggunaan PASI waktu yang dengan penghubung yang
yang sering dialokasikan untuk pembentukan handal antara
dipromosikan di pelajaran konseling kelompok petugas kesehatan
fasilitas kesehatan, menyusui dan pendukung ASI dan
sehingga pemberian faktor penolong (KP-ASI). masyarakat(Cornreli
ASI eksklusif di persalinannya yang (Cornelia,2008) a,2008)
negara tersebut kurang sabar Kelompok Dalam
rendah.(Bello sehingga tidak pendukung ASI program 10 langkah
IOM,2009) menerapkan IMD, beranggotakan menuju
Dalam untuk itu diperlukan semua komponen keberhasilan
mempertahankan motivasi yang tinggi masyarakat yang menyusui dalam
tradisi menyusui oleh pengetahuan peduli pada ASI butir terakhir yaitu
khususnya ASI yang luas dari eksklusif, tenaga mengupayakan
eksklusif yang petugas kesehatan kesehatan, tokoh terbentuknya KP-
merupakan cara khususnya bidan masyarakat, dan ASI dan merujuk
pemberian ASI untuk membantu kader kesehatan. ibu kepada
secara alamiah, tercapainya tujuan Kader kesehatan kelompok tersebut
peran tenaga penyebarluasan merupakan ketika pulang dari
kesehatan informasi IMD dan perwujudan peran rumah sakit/rumah
merupakan ujung pentingnya ASI serta aktif bersalin/sarana
tombak, sayangnya eksklusif pada bayi. masyarakat dalam pelayanan kesehatan
tenaga kesehatan (Kemenkes,2010) pelayanan terpadu, belum terlaksana
pada umumnya keberadaan yang sepenuhnya. Di

www.jurnal.ibijabar.org 66
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

Kota Bandung Puskesmas Puter KP-ASI yaitu (Sudarmanto,2007)


terdapat 5 terbentuk mulai pengetahuan yang Kinerja merupakan
puskesmas dengan tahun 2010, kurang mengenai tolok ukur
tempat pertolongan digagas oleh kepala ASI eksklusif keberhasilan suatu
persalinan (TPP) Puskesmas Puter karena beragamnya pelayanan termasuk
yaitu Puskesmas pada saat itu yang latar belakang pelayanan
Puter, Padasuka, merupakan salah pendidikan, tidak kesehatan. Kinerja
Ibrahim Adji, satu pelatih nasional terdapatnya KP-ASI pada
Pagarsih, dan mengenai ASI. kompensasi dana umumnya
Garuda. Hasil sehingga dipengaruhi oleh
Berdasarkan data wawancara dengan menimbulkan beberapa faktor
yang tercatat di kepala Puskesmas kurang motivasi seperti pengetahuan,
Dinas Kesehatan dan koordinator untuk melakukan sikap, dan motivasi.
Provinsi Jawa Barat, pelayanan Gizi, peran sebagai Dalam usaha
Puskesmas Puter jumlah anggota KP- motivator memelihara dan
Kota Bandung ASI baru 38 yang pemberian ASI, dan meningkatkan
merupakan satu- terdiri dari 33 orang juga sikap yang kinerja KP-ASI
satunya puskesmas kader Posyandu dan negatif terhadap hingga pada suatu
yang mempunyai 5 orang ibu yang pemberian ASI tingkat yang
KP-ASI. KP-ASI berhasil menyusui eksklusif.(PKM diharapkan, tidak
merupakan eksklusif. Cakupan Puter,2009) terlepas dari
organisasi keberhasilan Pengetahuan, bagaimana
nonformal yang pemberian ASI sikap, dan motivasi mengelola dan
beranggotakan eksklusif pada tahun pada KP-ASI memelihara sikap
kader posyandu 2009 di wilayah merupakan aspek yang positif
serta ibu-ibu yang Puskesmas Puter penting dalam terhadap pemberian
telah sukses hanya sebesar meningkatkan ASI eksklusif, tetap
memberikan ASI 42,31% dan pada kemampuan serta memiliki motivasi
eksklusif pada tahun 2013 sebesar kualitas kerja yang yang tinggi, terus
bayinya dan 65,31%, hal ini akan dilaksanakan menerus
sukarela menandakan dan diterima oleh meningkatkan
menyumbangkan peningkatan ibu-ibu menyusui, pengetahuan
waktunya untuk walaupun tidak hal ini berhubungan sehingga menunjang
membantu para ibu terlalu besar. dengan kinerja yang tugas-tugas mereka.
menyusui. KP-ASI Beberapa kendala dimiliki oleh KP- Motivasi sebagai
di wilayah yang dihadapi oleh ASI. anggota KP-ASI

www.jurnal.ibijabar.org 67
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

muncul dari mempromosikan kesehatan pada saat Pelaksanaan


masing-masing ASI yang belum ibu melahirkan, kegiatan KP-ASI
anggota atau juga tertanam tenaga kesehatan sangat ditentukan
dorongan dari luar. sepenuhnya dalam yang membantu oleh berbagai faktor
(Roesli,2009) diri para anggota persalinan, suami di antaranya sikap
Pelaksanaan KP-ASI. Ada dan keluarga dekat, dan motivasi para
kegiatan KP-ASI di berbagai faktor rekan kerja serta anggota terhadap
wilayah Puskesmas yang menjadi atasan di kantor, pemberian ASI
Puter ini belum kendala dalam bahkan tetangga dan eksklusif, serta
sepenuhnya kinerja para anggota masyarakat pengetahuan tentang
terlaksana dengan KP-ASI, sehingga sekelilingnya. ASI eksklusif.
baik. Berbagai perlu dilakukan Masyarakat
METODOLOGI
kendala dalam evaluasi dengan mempunyai peranan
PENELITIAN
peningkatan kinerja menganalisis yang sangat besar
Populasi sasaran
KP-ASI di peranan sikap, dalam menentukan
dalam penelitian ini
antaranya masih motivasi, dan kesuksesan seorang
adalah seluruh
banyak anggapan pengetahuan ibu untuk dapat
anggota KP-ASI di
bahwa kegiatan sebagai prediktor menyusui secara
wilayah Puskesmas
promosi ASI dalam menentukan eksklusif. Untuk
Puter sebanyak 38
eksklusif kinerja KP-ASI. meningkatkan
orang yang terdiri
seharusnya (Cornelia,2008) program pemberian
atas 33 orang kader
merupakan Berdasarkan ASI eksklusif
Posyandu dan 5
pekerjaan petugas latar belakang di dibentuklah KP-
orang ibu yang
kesehatan seperti atas, maka yang ASI. Saat ini yang
berhasil menyusui
bidan.(IDAI,2011) menjadi tema tercatat di Dinas
eksklusif. Pemilihan
Masih banyak sentral dalam Kesehatan Provinsi
sampel dilakukan
anggapan negatif penelitian ini adalah Jawa Barat,
dengan teknik
terhadap pemberian sebagai berikut: Puskesmas Puter
complete
ASI secara dalam menjalankan satu-satunya yang
enumeration
eksklusif, peran sebagai mengembangkan
Rancangan
pengetahuan seorang ibu KP-ASI. KP-ASI
penelitian adalah
motivator ASI menyusui sering berfungsi membantu
analitik korelasional
eksklusif yang kali ibu dihadapkan dan mendukung ibu
dengan rancangan
masih terbatas dan kepada berbagai menyusui untuk
penelitian potong
kesadaran untuk tantangan, mulai memberikan ASI
silang (cross
selalu dari fasilitas eksklusif.

www.jurnal.ibijabar.org 68
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

sectional) Statistik umumnya dikembangkan Pekerjaa


n
yang digunakan berpendidikan sebagai sarana Pekerjaan
Variabel Bekerja Tidak
adalah path menengah dan untuk mendidik, Bekerja
analysis. hanya sebagian mendukung, dan Sikap
X (SD) 81,1 (7,5) 84,1 (6,8)
kecil berpendidikan menasehati ibu-ibu Median 84,1 85
Rentang 71,688,3 68,3100
HASIL DAN tinggi. Hasil guna memberikan
Motivasi
PEMBAHASAN perhitungan juga ASI. KP-ASI X (SD) 82,7 (3,3) 86,7 (7,5)
Median 83,3 88,3
Tabel 1. didapatkan tidak memiliki pengaruh Rentang 78,386,6 63,398,3
Perband
ada perbedaan terbesar pada jenis Pengetahuan
ingan X (SD) 94,4 (5,0) 96,0 (4,7)
Sikap, pengetahuan, sikap, dukungan yang Median 93,3 96,6
Motivasi Rentang 86,6100 80100
motivasi, dan mereka berikan
, dan Kinerja
Pengeta kinerja dengan kepada ibu hamil X(SD) 79,7 (4,9) 85,4 (5,5)
huan, Median 80 86,6
tingkat pendidikan, dan menyusui. Latar Rentang 71,686,7) 73,33,3
dengan
Kinerja hal ini dibuktikan belakang
berdasa
dengan hasil pendidikan anggota Hasil penelitian ini
rkan
Karakte statistik bivariabel KP-ASI bukanlah menunjukkan
ristik
diperoleh faktor penentu dari bahwa subjek
Pendidi
kan pengetahuan dengan keberhasilan penelitian umumnya
Pendidikan
Variabel Dasar Menenganilai p=0,855, sikap menjadi konselor tidak bekerja yaitu
h
dengan nilai ASI tetapi sebanyak 84,2% dan
Sikap 81,1 85 (7,8) p=0,354, motivasi keterampilan hanya sebagian
(4,9)
(SD) 4,9 86,6 dengan nilai mereka menjadi anggota KP-ASI
Median 7588,3 68,3
Rentang p=0,961, dan konselor ASI. yang bekerja. Pada
Motivasi 85,6 86,4 (8,6)kinerja dengan nilai (Cornelia,2008) hasil perhitungan
(5,8) 86,6
(SD) 86,6 63,3 p=0,415 juga didapatkan
Median 7593,3 Pekerjaan
Rentang Hasil penelitian anggota KP-ASI
Tabel 2.
Pengetahu 93,3 95,8 (5,3)ini mengungkapkan Perbandi yang tidak bekerja
(4,5) 100
an
93,3 68,3 ngan
bahwa tidak mempunyai kinerja
(SD) 86,610 Sikap,
0 menunjukkan Motivasi,
Median yang lebih tinggi
Rentang
86,1 84,2 (5,4) dan
perbedaan antara, daripada anggota
Kinerja
(6,5) 85 Pengetah
87,5 75
X (SA)
73,391
sikap, motivasi, uan, KP-ASI yang
Median dengan
,6)
Rentang pengetahuan, dan bekerja seperti
Kinerja
Pada penelitian kinerja dengan berdasar terlihat pada nilai x
kan
ini didapatkan tingkat pendidikan. (SD)= 85,4 (5,5)
Karakter
bahwa jumlah Kelompok istik yang artinya
subjek penelitian pendukung ASI anggota KP-ASI

www.jurnal.ibijabar.org 69
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

yang tidak bekerja ASI eksklusif. kinerja KP-ASI


Kinerja
mempunyai kinerja X (SD) 84,8 (5,3) (Cadwell,2011) berdasarkan usia,
Median 85,8
Rentang 71,693,3 Usia Responden
yang lebih tinggi maka data
Tabel 4.
dari pada ibu yang karakteristik ini
subjek penelitian Perband
bekerja. ingan tidak akan dijadikan
umumnya Sikap,
Berdasarkan variabel perancu
mempunyai riwayat Motivasi
analisis regresi , dan untuk analisis lebih
menyusui eksklusif Pengeta
ganda juga lanjut.
yaitu sebanyak huan,
Paritas Responden
didapatkan semakin dengan
78,9% dan hanya Kinerja Tabel 5.
banyak yang tidak
sebagian anggota berdasar Perbandi
bekerja maka kan ngan
KP-ASI yang Karakte Sikap,
semakin tinggi
mempunyai riwayat ristik Motivasi
kinerjanya Usia , dan
menyusui tidak Variabel Usia Pengetah
<30 tahun 31-45
eksklusif. Pada tahun
uan,
Riwayat Sikap dengan
hasil perhitungan X (SD) 84,3 (8,5) 83,7 Kinerja
pemberian ASI Median 86,6 (7,09)
terdapat perbedaan Rentang 71,695 85,0 berdasar
Tabel 3. 68,3100 kan
Perband sikap, motivasi, Motivasi Paritas
X (SD) 86,7 (8.3) 85,8 (7,4)
ingan pengetahuan, dan Median 85,0 86,7
Variabel Paritas
12 >3
Sikap, Rentang 78,398,3 63,398,3
Sikap
Motivasi kinerja kelompok X (SD) 84,6 (6,3) 82,9 (7,3)
Pengetahua
, dan pendukung ASI n Median 85,0 85,0 (
Rentang 71,796,7 68,3100
Pengeta X (SD) 94,7 (6,07) 95,8 (4,9)
huan, dengan riwayat Median 80,0 93,3
86,7100 80,0100
dengan menyusui.Kebanyak Rentang
Kinerja Sikap
Kinerja
an permasalahan X (SD) 82,7 (6,07) 84,3 (5,8)X (SD) 84,6 (6,3) 82,9 (7,3) 0,
berdasar Median 80,0 85,0 Median 85,0 85,0 (A
Rentang 71,796,7 68,3100
kan yang dihadapi oleh Rentang 76,690,0 71,693,3
Karakte Motivasi
ristik seorang ibu X (SD) 85,5 (7,8) 86,6 (6,7) 0,
Hasil penelitian Median 86,0 86,6 (A
Riwayat menyusui bukan Rentang 63,398,3 73,398,3
Pemberi menunjukan bahwa
an ASI merupakan Pengetah
usia subjek uan 96,0 (5,3) 95,5 (4,4) 0,
Variabel ASI
permasalahan X (SD) 100 93,3 (U
Eksklusif penelitian terbanyak Median 80100 86,6100 K
Sikap
medis, sehingga Rentang W
yaitu 3145 tahun.
X (SD) 83,0 (6,3)
Median 84,1
dapat ditangani oleh Kinerja 84,4 (6,1) 84,6 (5,6) 0,
Rentang 68,396,6
Berdasarkan analisa X (SD) 85,6 86,7 (A
seorang ibu yang Median 73,393,3 71,691,6
Motivasi
tidak terdapat Rentang
X (SD) 86,3 (6,9) sudah
Median 86,6 perbedaan yang Subjek penelitian
Rentang 63,398,3 berpengalaman
bermakna pada terbanyak yaitu
Pengetahuan dalam memberikan
X (SD) 95,7 (4,8) sikap, motivasi, paritas > 3.
Median 93,3
Rentang 80100 pengetahuan, dan Berdasarkan analisa

www.jurnal.ibijabar.org 70
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

tidak terdapat yang signifikan yang dilakukan di kecenderungannya


perbedaan yang antara pengetahuan Nigeria tentang akan merespons
bermakna pada dan sikap KP-ASI, dukungan menyusui menyukai pekerjaan
sikap, motivasi, terdapat korelasi diantaranya tersebut. Rasa
pengetahuan, dan signifikan antara dipengaruhi oleh menyukai ini yang
kinerja KP-ASI pengetahuan dan sikap & diwujudkan dan
berdasarkan paritas, motivasi, sedangkan pengetahuan dinyatakan melalui
maka data antara pengetahuan petugas kesehatan. suatu usaha untuk
karakteristik ini dan kinerja tidak (Olaolarun,2010) meningkatkan
Sikap seseorang
tidak akan dijadikan terdapat korelasi. kemampuan dirinya
terhadap sesuatu
variabel perancu Terdapat korelasi dalam pelaksanaan
objek ditunjukkan
untuk analisis lebih antara sikap dan pekerjaan tersebut.
melalui tingkah
lanjut. motivasi; korelasi Usaha itu dilakukan
lakunya dalam
antara sikap dan agar hasil pekerjaan
Tabel 6. Distribusi merespons objek
kinerja; serta yang dicapai
Berbagai Variabel
tersebut. Dalam
yang Diteliti pada korelasi motivasi memiliki kualitas
Kelompok kaitannya dengan
dengan kinerja. yang baik. Hasil
Pendukung ASI
sikap anggota KP-
sikap, motivasi, Korelasi antara yang dicapai dari
Variabel Ukuran Statistik
pengetahuan, dan Sikap Anggota (skor 100) X (SD) Median Rentang
kinerja tergolong KP-ASI dan Sikap 83,7 (6,9) 85 68,3100
Motivasi 86,1 (7,1) 86,7 63,398,3
tinggi. Kinerja Anggota Pengetahuan 95,8 (4,8) 93,3 80100
Kinerja 84,6 (5,8) 85,8 71,793,3
Tabel 7. Korelasi KP-ASI
Berdasarkan hasil ASI terhadap suatu pekerjaan
antara Variabel
penelitian yang pemberian ASI dikenal sebagai
Penelitian
Korelasi antara
telah
Koef
dilakukan eksklusif, maka kinerja.(Tri M,2012)
didapatkan nilai Sikap seseorang
terlihat dari tingkah
Pengetahuan dan sikap
Pengetahuan dan koefisien korelasi terhadap pekerjaan
laku mendukung
motivasi
sikap dengan yang dilakukan
Pengetahuan dan atau tidak menyukai
kinerja akan berdampak
kinerja sebesar pemberian ASI
Sikap dan motivasi
0,480; nilai pada minatnya
Sikap dan kinerja secara eksklusif.
Motivasi dan kinerja
p=0,002; yang bekerja. Minat ini
Apabila seorang
Ket : rs = koef artinya terdapat yang menyebabkan
anggota KP-ASI
korelasi Rank korelasi antara sikap seseorang menyukai
memiliki sikap
Spearman dan kinerja KP-ASI. pekerjaan yang
positif terhadap
Berdasarkan diatas Penelitian ini sesuai dilakukannya dan
pemberian ASI,
terdapat korelasi dengan penelitian yang akan
maka

www.jurnal.ibijabar.org 71
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

mendorong dirinya KP-ASI serta dalam memenuhi yang sulit dan


untuk bekerja Faktor yang Paling kebutuhannya. menantang, tidak
sebaik-baiknya guna Berperan dalam Motivasi merupakan mudah putus asa,
mewujudkan hasil Kinerja Anggota kekuatan, baik dari melainkan hal
pekerjaan yang KP-ASI dalam maupun dari tersebut mendorong
berkualitas. Sikap Berdasarkan hasil luar yang dirinya untuk
seseorang terhadap penelitian yang mendorong mewujudkan hasil
profesi terlihat dari telah dilakukan, seseorang mencapai yang terbaik pada
tingkah laku dalam nilai koefisien tujuan tertentu yang pengerjaan tugas
merespons korelasi motivasi telah ditetapkan tersebut. Usaha ini
pekerjaan yang dengan kinerja sebelumnya. yang mendorong
dilakukan, sehingga sebesar 0,565; nilai (Mangkunegara untuk meningkatkan
apabila sikap p< 0,001 yang AP,2005) hasil kerja atau
seorang anggota artinya terdapat Motivasi merupakan kinerja yang baik.
KP-ASI terhadap korelasi antara dorongan untuk (Siagian SP,2012)
pekerjaannya motivasi dan kinerja mengerjakan Seorang anggota
negatif, maka KP-ASI. sesuatu untuk KP-ASI yang
dirinya akan Kelompok menjadi lebih baik memiliki motivasi
menunjukkan pendukung ASI daripada tinggi akan
tingkah laku yang merupakan sebelumnya. berorientasi pada
mengarah pada kerjasama berbagai Seseorang yang prestasi kerja atau
ketidaksuksesan pihak yang memiliki motivasi kinerja yang baik.
pekerjaan sebagai memerlukan tinggi akan Dalam mewujudkan
KP-ASI. Tingkah motivasi. Motivasi mendapatkan hal tersebut, maka
laku ini terlihat dari mendasari kepuasan pada dia akan berusaha
kesiapan dalam perbuatan penyelesaian tugas mengatasi segala
melaksanakan tugas seseorang. atau pekerjaannya. kesulitan, hambatan
dan tanggung jawab (Wahjono,2010) (Hamzah, 2007) dengan tidak mudah
serta kedisiplinan Motivasi merupakan Seorang anggota putus asa. Sikap ini
dalam menjalankan dorongan yang KP-ASI yang dikarenakan
tugas. terdapat dalam diri memiliki motivasi anggapan bahwa
(Nurlela,2007) seseorang untuk yang tinggi akan mereka memiliki
Korelasi antara
berusaha berusaha kemampuan dalam
Motivasi Anggota
mengadakan semaksimal- melakukan
KP-ASI Dan
perubahan tingkah maksimalnya dalam pekerjaan tersebut.
Kinerja Anggota
laku yang lebih baik melakukan tugas Ketika menghadapi

www.jurnal.ibijabar.org 72
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

hambatan dalam tinggi akan bekerja adalah motivasi dan anggota KP-ASI
tugas memotivasi lebih baik daripada faktor yang paling tergolong tinggi
ibu untuk individu yang dominan dalam dengan rata-rata
memberikan ASI, memiliki motivasi motivator kelompok 93,3 dan rentang
maka akan berusaha rendah. Dalam ibu adalah motivasi. 80100. Hasil
mencari jalan keluar panduan dasar Hal ini sesuai perhitungan nilai
atau solusi yang pembina motivator dengan hasil koefisien korelasi
terbaik atas menyusui penelitian ini, pengetahuan dengan
hambatan yang dinyatakan bahwa diperoleh hasil sikap sebesar 0,405;
dihadapi tersebut. salah satu perhitungan regresi nilai p=0,012, yang
(Siagian SP, 2012) persyaratan menjadi ganda koef B untuk artinya terdapat
Keuletan dan tidak seorang anggota motivasi sebesar korelasi signifikan
mudah putus asa KP-ASI adalah 0,446; artinya antara pengetahuan
yang membawa seseorang yang semakin positif dengan sikap KP-
untuk dapat berminat dan motivasi anggota ASI. Nilai koefisien
mengatasi kesulitan bersedia, KP-ASI maka akan korelasi
dan dapat mempunyai semakin tingi pengetahuan dengan
memecahkan segala motivasi untuk kinerjanya motivasi sebesar
persoalan dalam menjadi motivator (p=0,002). Dapat 0.450; dan nilai
pekerjaan yang pada menyusui atas disimpulkan bahwa p=0,005; yang
akhirnya berdampak kehendak sendiri. motivasi anggota artinya terdapat
pada kualitas hasil (Cornelia, 2008) KP-ASI merupakan korelasi signifikan
kerja atau kinerja. Hasil penelitian ini faktor yang paling antara pengetahuan
(Nurlela,2007) menunjukkan berperan terhadap dan motivasi,
Motivasi merupakan bahwa semakin baik kinerja anggota KP sedangkan nilai
faktor interen yang motivasi, semakin ASI. (Tri M,2012) koefisien korelasi
memegang peranan baik kinerja anggota pengetahuan dengan
Korelasi antara
di dalam KP-ASI. Penelitian kinerja sebesar
Pengetahuan
pembentukan relevan yang 0,045 dan nilai
Anggota KP-ASI
perilaku. Motivasi dilaksanakan p=0,776 yang
dengan Kinerja
juga merupakan Yogyakarta artinya tidak
Anggota KP-ASI
salah satu elemen menunjukkan hasil terdapat korelasi
Berdasarkan hasil
dalam pemerdayaan bahwa yang antara pengetahuan
penelitian yang
masyarakat. berhubungan dan kinerja.
didapatkan bahwa
Individu yang dengan kinerja Kemampuan
pengetahuan
memiliki motivasi motivator menyusui anggota KP-ASI

www.jurnal.ibijabar.org 73
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

ditunjang oleh belakang terdapat hubungan memberi dukungan


pengetahuan yang pendidikan anggota antara pengetahuan lebih mudah
merupakan hasil KP-ASI bukanlah motivator kelompok terbangun dalam
dari tahu dan ini faktor penentu pendukung ibu dan kelompok yang
terjadi setelah orang keberhasilan kinerja.(Tri mempunyai
melakukan menjadi konselor M,2012) pengalaman dan
penginderaan ASI, tetapi Kelompok situasi lingkungan
terhadap suatu bagaimana pendukung ASI yang sama.
objek tertentu. keterampilan bukan kelas (Susilo,2012)
Penginderaan terjadi mereka menjadi edukasi/penyuluhan.
Simpulan
melalui pancaindera konselor ASI. Promosi, edukasi
Simpulan Umum
manusia berupa Pada hasil dan penyuluhan
1) Sikap anggota
indera penglihatan, penelitian yang hanya
KP-ASI
pendengaran, didapatkan bahwa mengandalkan
berkorelasi
penciuman, rasa, tidak terdapat pengetahuan
positif dengan
dan raba. Sebagian korelasi antara konselor telah
kinerja anggota
besar pengetahuan pengetahuan dan banyak dilakukan
KP-ASI di
manusia diperoleh kinerja anggota KP- tidak dapat
wilayah kerja
melalui mata dan ASI, hal ini sesuai meningkatkan
Puskesmas
telinga.(Susilo dengan penelitian cakupan ASI
Puter Kota
J,2012) yang dilakukan eksklusif.
Bandung
Kelompok Hillenbrand bahwa Peningkatan 2) Motivasi
pendukung ASI dengan pengetahuan pengetahuan saja anggota KP-
dikembangkan saja tidak akan tidak cukup untuk ASI berkorelasi
sebagai sarana meningkatkan mengubah perilaku, positif dengan
untuk mendidik, cakupan pemberian ibu menyusui kinerja anggota
mendukung, dan ASI eksklusif membutuhkan KP ASI di
menasehati ibu-ibu melainkan harus keterampilan dan wilayah kerja
guna memberikan dengan dukungan Puskesmas
ASI. KP-ASI meningkatkan (kepercayaan, Puter Kota
memiliki pengaruh kepercayaan diri ibu penerimaan, Bandung
3) Pengetahuan
terbesar pada jenis dan konseling yang pengakuan, dan
anggota KP-
dukungan yang tepat. Penelitian lain penghargaan)
ASI tidak
mereka berikan yang dilakukan di terhadap
bekorelasi
kepada ibu hamil Yogyakarta juga perasaannya.
positif dengan
dan menyusui. Latar mengatakan tidak Suasana saling

www.jurnal.ibijabar.org 74
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

kinerja anggota http://aimi- Manajemen Bandung.


asi.org. laktasi. Jakarta: Laporan
KP-ASI di
EGC; 2011. tahunan: Dinkes
wilayah kerja 2. Avano M, Kota Bandung;
Shimada K. 7. Cornelia M, 2014.
Puskesmas
Development Turnip O,
Puter Kota and evaluation Wahyuningsih 12. Hamzah BU.
of a self care H, Heni J, Teori motivasi
Bandung
program on Palupi R. dan
4) Motivasi
breastfeeding in Pembina pengukurannya
anggota KP- Japan. Int motivator analisis di
Breastfeed J. menyusui. bidang
ASI merupakan
2010;5(9):19. Jakarta: Mercy pendidikan.
faktor yang Corps; 2008. Jakarta: Bumi
3. Badan Aksara; 2007:
paling berperan
Penelitian dan 8. Departemen 9-48.
terhadap Pengembangan Kesehatan
Kesehatan Republik 13. Ikatan Dokter
kinerja anggota
Kementrian Indonesia. Anak Indonesia.
KP ASI di Kesehatan Pelatihan Indonesia
Republik konseling Menyusui.
wilayah kerja
Indonesia. menyusui. Jakarta: Badan
Puskesmas Laporan Jakarta: Penerbit IDAI;
Riskesdas. Depkes; 2007. 2011.
Puter Kota
Jakarta:
Bandung Kemenkes RI; 9. Departemen 14. Kementrian
2010. Kesehatan Kesehatan
Simpulan Khusus Republik Republik
4. Baskoro A. ASI Indonesia. Indonesia.
Anggota KP-ASI
panduan praktis Pedoman Undang-
yang tidak bekerja ibu menyusui. penyelenggaraa Undang No. 36
Jakarta: Banyu n pelatihan Tahun 2009
mempunyai kinerja
Media; 2008. konseling tentang
yang lebih tinggi menyusui dan Kesehatan.
pelatihan Jakarta:
dari pada anggota
5. Bello IOM, fasilitator Kemenkes RI;
KP-ASI yang Adedokun BO, konseling 2009.
Ojengbade OA. menyusui.
bekerja.
Social support Jakarta: Depkes 15. Kementrian
during RI; 2007. Kesehatan
childbirth as a Republik
DAFTAR
catalyst for 10. Dinas Indonesia. Buku
early Kesehatan Pedoman
PUSTAKA
breastfeedingini Provinsi Jawa Penyelenggaraa
tiation for first Barat. Profil n Pekan ASI
1. Asosiasi ibu
time Nigerian kesehatan Jawa Sedunia.
menyusui
mothers. Int Barat. Bandung: Jakarta:
Indonesia. Cuti
Breastfeed J. Dinkes Provinsi Kemenkes RI;
melahirkan 3
2009;4(16):15. Jawa Barat; 2010.
bulan belum
2014.
maksimal.
16. Mangkunegara
[diunduh 3
6. Cadwell 11. Dinas AP. Evaluasi
Agustus 2012].
K,Turner C. Kesehatan Kota kinerja SDM.
Tersedia dari:

www.jurnal.ibijabar.org 75
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

Bandung: 21. Roesli U. Bayi 27. Tri M. Analisis Graha Ilmu;


Refika aditama; sehat berkat ASI kinerja 2010.
2005. eksklusif. motivator
Jakarta: Elek menyusui dalam
17. Nurlela. Media mengelola
Beberapa faktor Komputindo; kelompok
yang melatar 2011. pendukung ibu
belakangi sebagai upaya
kegagalan 22. Roesli U. peningkatan
pemberian ASI Mengenal ASI pemberian Asi
eksklusif di eksklusif. Eksklusif di
desa Palimanan Jakarta: Trubus Kabupaten
Barat Agriwijaya; Bantul Provinsi
Kabupaten 2009 Daerah
Cirebon. (Tesis Istimewa
Program Yogyakarta.
Pascasarjana). 23. Roesli U. (Tesis Program
Yogyakarta: Mengenal ASI Pascasarjana).
Universitas eksklusif seri 1. Yogyakarta:
Diponogoro; Jakarta: Trubus; Universitas
2007. 2007. Diponogoro;
2012.
18. Olaolarun MF, 24. Sudarmanto.
Lowoyin TO. Kinerja dan 28. World Health
Health Workers pengembangan Organization.
Support for kompetensi Global strategy
Breastfeeding in SDM. Jakarta: for infant and
Ibadan Nigeria. Wahyu Media; young child
Int breasTfeed 2007. feeding. Ganeva
J. 2010; 5(7): Swizerland:
18 25. Susilo J. WHO; 2002.
Hubungan
19. Puskesmas program 29. Wen LM, Baur
Puter. Laporan kelompok LA, Rissel C,
tahunan kohor pendukung ibu Alperstein G,
bayi. Bandung: terhadap Simpson JM.
Puskesmas pengetahuan Intention to
Puter; 2009. dan praktik breastfeed and
pemberian ASI awareness of
20. Perine CG, eksklusif. healt
Scanlon KS, Yogyakarta: recommendatio
Ruowei L, Poltekes ns findings from
Odom E. Baby- Kemenkes fist time mother
friendly hospital Yogyakarta; in Southwest
practices and 2012 Sydney
meeting Australia. Int
exclusive 26. Siagian SP. Breastfeed.
breastfeeding Teori motivasi 2009;16:49.
intention. Int dan aplikasinya,
Breastfeed. Jakarta: 30. Wahjono S.
2005;116(5):70 Penerbit Rineka Perilaku
28. Cipta; 2012. organisasi.
Yogyakarta:

www.jurnal.ibijabar.org 76