Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No.

1, Januari 2015 pISSN 2477-3441


eISSN 2477-345X

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN PERKEMBANGAN


PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
WANADADI 2 KABUPATEN BANJARNEGARA

Ossie Happinasari1, Artathi Eka Suryandari2


1, 2
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto Jl KH Wahid Hasyim No. 274A, Purwokerto, 53144, Indonesia

ABSTRAK

Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas dan pada
neonatus, bayi dan anak yang memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya di masa depan. Tujuan
penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas
Wanadadi 2 Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian ini yaitu survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi
pada penelitian ini yaitu semua balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Wanadadi 2 yang berjumlah 982 balita.
Sampel yang digunakan 30 balita dengan riwayat BBLR dan 30 dengan riwayat BBLN. Analisis yang digunakan yaitu
chi-square. Hasil Penelitian menunjukan mayoritas tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan balita dalam kategori
baik sebanyak (58,3%). Riwayat berat badan lahir normal dan rendah sama-sama sebanyak (50%). Mayoritas
perkembangan balita yang sesuai dengan perkembangan sebanyak (76,7%). Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu
dengan perkembangan balita p-value (0,145). Tidak ada hubungan antara riwayat berat badan lahir dengan perkembangan
balita. p-value (0,431). Kesimpulan: tidak ada hubungan perkembangan pada balita dengan riwayat bayi berat lahir rendah
dan balita dengan riwayat bayi berat lahir normal di Puskesmas Wanadadi 2 Banjarnegara.
Kata Kunci : Perkembangan Balita, Pengetahuan, Berat badan Lahir

FACTORS RELATED DEVELOPMENTS


ON CHILDREN IN PUBLIC HEALTH
WANADADI 2 DISTRICT BANJARNEGARA

ABSTRACT

Low Birth Weight Infants (LBW) includes as major factor in the increased of mortality, morbidity and disability as well as
providing long-term impact on neonates, infant and children. Purpose of this study was to determine the factors that
influence the development of Toddlers in Puskesmas Wanadadi 2 Banjarnegara. This research was an analytic survey with
case control approach. The population in this study were all toddlers in Puskesmas Wanadadi 2 Public Health Centre, as
many as 982. The sample was 30 chidren with a history of low birth weigth and 30 children with normal birth weight. The
analysis used chi-square method. Results showed the majority of mother's knowledge of early childhood development in
good cata as (58.3%). The majority of the history of normal birth weight and low birth weight similar as much as (50%).
The majority of early childhood development in accordance with the development category (76.7%). There was no
relationship between mother's knowledge with early childhood development p-value (0.145). There was no association
between birth weight with the history of early childhood development. p-value (0.431). In Conclusion; there is no
relationship between development in infants with a history of low birth weight babies and infants with a history of normal
birth weight babies at Puskesmas Wanadadi 2 Banjarnegara
Keywords: Toddler Development, knowledge, Neonate/Baby Birth Weight

www.jurnal.ibijabar.org 59
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

PENDAHULUAN fungsinya. Termasuk juga perkembangan


emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai
Bayi berat lahir rendah (BBLR) hasil interaksi dengan lingkungannya
diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di (Soetjiningsih, 2005).
dunia dengan batasan 33%-38% dan lebih Sebuah penelitian di Jakarta Barat
sering terjadi di negara-negara berkembang menggunakan uji tapis Denver II menemukan
dengan sosio-ekonomi rendah. Secara statistik 25% populasi anak berusia 6 bulan-3 tahun
dengan 90% kejadian BBLR didapatkan di termasuk dalam kategori tersangka menderita
negara berkembang dan angka kematiannya 35 gangguan perkembangan. Penelitian lain di
kali lebih tinggi dibanding pada bayi dengan Bandung dengan subjek bayi berusia 12-14
berat lahir lebih dari 2500 gram. BBLR bulan dengan riwayat berat bayi lahir rendah
termasuk faktor utama dalam (BBLR) mendapatkan hasil 22,4% mengalami
peningkatan mortalitas, morbiditas dan tersangka gangguan perkembangan menurut
disabilitas neonatus, bayi dan anak serta uji tapis Denver II dan 17,6% menurut
memberikan dampak jangka panjang terhadap Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP)
kehidupannya di masa depan (Proverawati, (Kadi, 2008).
2010). Masalah jangka panjang anak dengan
Menurut Depkes RI (2005), bayi baru riwayat BBLR adalah gejala neurologis dan
lahir normal adalah bayi yang lahir dengan paling sering dilaporkan yaitu gangguan
umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu celebral palsy. Makin kecil usia kehamilan
dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. bayi makin tinggi risikonya. Gejala neurologi
Berat Bayi Lahir Rendah adalah bayi dengan lain adalah retardasi mental, MMR (motor,
berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa mental retardasi). Gangguan selama masa
memandang masa gestasi. Berat lahir adalah perinatal akan meningkatkan risiko neurologis
berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam (Proverawati, 2010), namun demikian, tidak
setelah lahir. berarti bahwa bayi lahir dengan berat badan
Dampak jangka panjang dari BBLR normal tidak dapat mengalami gangguan
setelah masa kelahiran memiliki potensi perkembangan. Banyak faktor yang
kekurangan gizi di masa yang akan datang dan mempengaruhi pertumbuhan dan
akan memperburuk kondisi kesehatan mereka perkembangan seorang anak yaitu faktor
(Camelo, 2005). Pertumbuhan anak yang herediter dan faktor lingkungan, Faktor
BBLR juga akan mengalami keterlambatan, herediter meliputi faktor genetik, jenis
kecenderungan memiliki penampilan kelamin, ras/etnik dan umur sedangkan faktor
intelektual yang lebih rendah daripada bayi lingkungan meliputi lingkungan prenatal dan
yang berat lahirnya normal. Selain itu bayi postnatal (Hidayat, 2005).
BBLR dapat mengalami gangguan mental dan Lima tahun pertama kehidupan
fisik pada usia tumbuh kembang selanjutnya. seorang anak merupakan masa kritis
Hasil penelitian Grantham-McGregor, Fernald, perkembangan karena pada masa ini
& Sethuraman, (2009) mencatat bahwa BBLR terbentuknya dasar-dasar kepribadian manusia,
menurunkan IQ sampai 5 poin, stunting kemampuan pengindraan, berpikir,
menurunkan IQ 5-10 poin, dan GAKI ketrampilan berbahasa, berbicara, bertingkah
menurunkan IQ sampai 10-15 poin, sedangkan laku sosial dan sebagainya. Untuk mengurangi
kasus anemia dapat menurunkan IQ sampai 8 masalah perkembangan, perlu dilakukan upaya
poin (Grantham-McGregor, Fernald, & pencegahan sedini mungkin yaitu dengan
Sethuraman, 2009). melakukan deteksi dini. Salah satu cara deteksi
Perkembangan (Development) adalah dini perkembangan yang sistematik,
bertambahnya kemampuan (skill) dalam komprehensif, efektif, dan efisien adalah
struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks metoda skrining yang dapat dilakukan secara
dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, informal maupun formal.
sebagai hasil dari proses pematangan. Disini Alat ukur untuk mendeteksi gangguan
menyangkut adanya proses diferensiasi dari perkembangan pada balita dengan
sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan menggunakan Kuesioner Pra Skrining
sistem organ yang berkembang sedemikian Perkembangan (KPSP) yaitu suatu daftar
rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi

www.jurnal.ibijabar.org 60
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

pertanyaan yang ditujukan kepada orangtua Mempengaruhi Perkembangan pada Balita.


dan digunakan sebagai alat untuk melakukan Hasil penelitian disajikan dalam bentuk grafik,
skrining pendahuluan perkembangan anak usia tabel dan narasi di bawah ini.
3 bulan sampai dengan 6 tahun. KPSP dapat
digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya 1. Deskripsikan Tingkat Pengetahuan Ibu
hambatan perkembangan anak,namun hasil Tentang Perkembangan Balita
positif tidak selalu berarti bahwa
perkembangan anak tersebut normal, tetapi hal Tabel 1 Distribusi Frekuensi Tingkat
ini menunjukkan anak tersebut memerlukan Pengetahuan Ibu Tentang
pemeriksaan lebih lanjut. Perkembangan Balita
Angka kejadian BBLR di Kabupaten No Pengetahuan f %
Banjarnegara pada tahun 2011 sebanyak 977 1. Baik 35 58,3
kasus, tahun 2012 sebanyak 1.130 kasus dan 2. Tidak baik 25 41,7
tahun 2013 sebanyak 807 kasus, sedangkan
angka kejadian BBLR terbanyak di Wilayah Jumlah 60 100
Puskesmas. Berdasar survei pendahuluan yang Tabel 1 menunjukan tingkat pengetahuan ibu
dilakukan di Wilayah Puskesmas Wanadadi 2 tentang perkembangan balita dalam kategori
terhadap 10 bayi yang terdiri 5 bayi dengan baik sebanyak (58,3). Hal ini sesuai dengan
riwayat BBLR dan 5 bayi dengan riwayat Bayi ungkapan Soekanto (2002) yang mengatakan
Baru Lahir Normal (BBLN) hasil pemeriksaan bahwa suatu upaya peningkatan sumber daya
perkembangan anak menggunakan KPSP manusia dalam meningkatkan pengetahuan,
sebanyak 3 bayi dengan riwayat BBLR tidak diharapkan semakin mudah menerima
dapat tenggkurap dan membalikkan badan pengembangan pengetahuan dan pendidikan
sesuai dengan umur yang seharusnya. Hal ini itu sendiri sehingga menghasilkan banyak
berbeda dengan bayi yang lahir dengan berat perubahan seperti pengetahuan, sikap dan
badan normal dan hanya terdapat 1 anak yang perbuatan.
tidak dapat tenggkurap dan membalikkan
badan sesuai dengan umur yang seharusnya. 2. Deskripsikan Riwayat Berat Badan Lahir
Berdasarkan uraian diatas peneliti Bayi
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Riwayat berat badan bayi yang diteliti
Perkembangan pada Balita di Wilayah Kerja adalah 30 bayi dengan riwayat BBLN dan 30
Puskesmas Wanadadi 2 Kabupaten bayi dengan riwayat BBLR. Menurut Depkes
Banjarnegara Tahun 2013. RI (2009), perkembangan merupakan kondisi
yang ditandai dengan bertambahnya struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.
METODE PENELITIAN Masa perkembangan balita terdapat
periode kritis. Periode kritis merupakan
Jenis penelitian ini yaitu survei analitik
kondisi dimana lingkungan memiliki dampak
dengan pendekatan case control. Populasi
paling besar terhadap perkembangan individu.
pada penelitian ini yaitu semua balita yang ada
Dalam periode kritis diperlukan stimulasi
di wilayah kerja Puskesmas Wanadadi 2 yang
sensori agar perkembangannya dapat berjalan
berjumlah 982. Sampel yang digunakan 60
secara maksimal. Menurut Saefuddin (2009)
balita terdiri atas 30 responden kasus (balita
perkembangan balita dibagi menjadi empat
dengan riwayat BBLR) dan 30 responden
aspek yaitu perkembangan psikologis,
kontrol (balita dengan riwayat BBLN). Balita
perkembangan psikoseksual, perkembangan
yang menjadi sampel dinilai
sosial dan perkembangan kognitif.
perkembangannya dengan KPSP. Analisis
Namun demikian, tidak berarti bahwa
yang digunakan yaitu chi square.
bayi lahir dengan berat badan normal tidak
dapat mengalami gangguan perkembangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Soetjiningsih (2005), banyak faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan dan
Berdasarkan penelitian yang telah perkembangan seorang anak yaitu faktor
dilakukan peneliti tentang Faktor-Faktor yang dalam (genetik, hormon), faktor luar (gizi,

www.jurnal.ibijabar.org 61
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

toksin/zat kimia, infeksi, kelainan imunologi rendah (BBLR) prognosis pada tumbuh-
dan psikologi) serta faktor postnatal kembang termasuk perkembangan neurologis
(pengetahuan ibu, gizi, budaya lingkungan, pada bayi kecil masa kehamilan (KMK) telah
status ekonomi sosial, lingkungan fisik, terjadi retardasi pertumbuhan sejak didalam
lingkungan pengasuhan, simulasi dan olah kandungan. Lebih-lebih jika tidak mendapat
raga/latihan fisik). nutrisi yang baik sejak lahir.

3. Deskripsikan Perkembangan Balita 4. Analisis Hubungan Pengetahuan Ibu


Dengan Menggunakan Skor KPSP Terhadap Perkembangan Balita Dengan
Menggunakan Skor KPSP
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Tingkat
Pengetahuan Ibu Tentang Tabel 3 Hubungan Pengetahuan Ibu
Perkembangan Balita Terhadap Perkembangan Balita
Dengan Menggunakan Skor KPSP
No Perkembangan Balita f % Perkembangan Balita
Penget Total
1. Sesuai Perkembangan 46 76,7 ahuan Menyimp
Sesuai Meragukan
Ibu ang
2. Meragukan 12 20
f % F % F % f %
3. Menyimpang 2 3,3 1 2,9
Baik 24 68,6 10 28,6 35 100
Jumlah 60 100 1 4,0
Tidak
22 88,0 2 8,0 25 100
Tabel 2 menunjukan perkembangan balita Baik
yang sesuai dengan perkembangan sebanyak p- value = 0,145 (p > 0,05)
(76,7%).
Menurut pendapat yang dikemukakan Tabel 3 menunjukan bahwa (68,6%)
oleh Kosim (2007) menyatakan bahwa perkembangan balita yang sesuai diimbangi
sebelum anak berumur 2,5 tahun gangguan dengan pengetahuan ibu yang baik, lebih kecil
perkembangan lebih sering tampak terlihat proporsi pengetahuan ibu yang tidak baik
karena anak terlambat dalam mencapai sebesar (88,0%).
milestone-nya (patokan perkembangan). Perkembangan balita yang meragukan
Misalnya anak belum bisa duduk, berjalan atau dengan pengetahuan ibu yang baik ditemukan
bicara. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat sebanyak (28,6%)
beberapa bidang dimana gangguan Berdasarkan hasil analisis dengan uji
perkembangan menjadi tampak jelas yaitu: Chi Square Test, dengan p-value (0,145) > ( :
problem dalam bahasa yang diucapkan, 0,05), yang berarti Ha ditolak, Ho diterima
kepribadian/tingkah laku sosial, gerakan sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada
motorik halus dan kasar dan sebagainya. hubungan antara pengetahuan ibu dengan
Probem yang timbul pada bidang-bidang ini perkembangan balita.
mempunyai akibat dalam kehidupan pribadi Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada
dan pekerjaan di waktu kemudian. hubungan antara pengetahuan ibu dengan
Menurut Kosim (2007) menyatakan perkembangan balita, hal ini karena baik ibu
bahwa perkembangan merupakan suatu proses dengan pengetahuan baik maupun kurang
yang teratur dan berurutan yang dimulai dari sudah sering mendapatkan paparan informasi
beberapa hal sederhana yang berkembang yang berkaitan dengan kesehatan anak balita
semakin kompleks. Pertumbuhan dan dari bidan desa maupun bidan Puskesmas
perkembangan otak dimulai dengan Wanadadi 2. Perkembangan anak balita
pembentukan lempeng saraf (neural plate) dipengaruhi oleh faktor lain seperti umur anak,
pada masa embrio yaitu sekitar hari ke 16 status gizi. Hal ini sesuai penelitian yang
yang kemudian menggulung membentuk dilakukan oleh Lindawati (2013) terhadap 76
tabung saraf (neural tube) pada hari ke 22. anak usia prasekolah di kecamatan Cilandak
Pada minggu ke 5 mulailah terlihat cikal bakal Jakarta Selatan dengan menggunakan
otak besar di ujung saraf. Selanjutnya kuesioner pra Skrining Perkembangan (KPSP)
terbentuklah batang otak, serebelum dan dengan nilai 0,01. Perkembangan anak juga
bagian-bagian lainnya. Pada Bayi berat lahir dipengaruhi oleh pertumbuhan anak itu sendiri

www.jurnal.ibijabar.org 62
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

sesuai penelitian yang dilakukan oleh Rahayu (Mexican, non-Hispanic white or non-
pada tahun 2013 di Posyandu Teratai II Hispanic black), tingkat pendidikan orangtua,
Kedunglumbu Pasarkliwon Surakarta terhadap umur ibu, keinginan untuk memiliki anak, low
29 balita dengan nilai 0,04. birth weight (LBW)/ BBLR, dan kelahiran
preterm berhubungan dengan perkembangan
5. Analisis Hubungan Riwayat Berat Badan motorik dan sosial anak dengan nilai < 0,01.
Lahir Terhadap Perkembangan Balita Bayi dengan riwayat BBLR
Dengan Menggunakan Skor KPSP mempunyai kemungkinan terdapat kendala
perkembangan dalam jangka panjang tetapi
Tabel 4 Hubungan Riwayat Berat Badan tidak semua BBLR akan mengalami hambatan
Lahir Terhadap Perkembangan perkembangan, hal tersebut dikarenakan
Balita Dengan Menggunakan Skor banyak faktor yang mempengaruhi
KPSP perkembangan seorang anak balita selain
Perkembangan Balita faktor berat badan lahir diantaranya yaitu
Riwaya
Meraguka Menyimpan
Total faktor dalam (genetik, hormon), faktor luar
t BBL Sesuai (gizi, toksin/zat kimia, infeksi, kelainan
n g
F % F % f % f % imunologi dan psikologi) serta faktor postnatal
26, 1 3,3 3
BBLN 21 70,0 8
7 0
100 (pengetahuan ibu, gizi, budaya lingkungan,
13, 1 3,3 3 status ekonomi sosial, lingkungan fisik,
BBLR 25 83,3 4 100
3 0 lingkungan pengasuhan, simulasi dan olah
p- value = 0,431 (p > 0,05) raga/latihan fisik) (Soetjiningsih, 2005).

Tabel 4 menunjukan bahwa (70,0%)


SIMPULAN
perkembangan balita dengan riwayat berat
badan lahir normal, lebih kecil proporsi Mayoritas tingkat pengetahuan ibu tentang
riwayat berat badan lahir rendah sebesar perkembangan balita dalam kategori baik
(83,3%). Perkembangan balita yang sebanyak (58,3%). Mayoritas perkembangan
meragukan dengan riwayat berat badan lahir balita yang sesuai dengan perkembangan.
normal ditemukan sebanyak (26,7%), lebih Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu
besar dari proporsi riwayat berat badan lahir dengan perkembangan balita dan tidak ada
rendah hanya (13,3%). Perkembangan balita hubungan antara riwayat berat badan lahir
yang menyimpang dengan riwayat berat badan dengan perkembangan balita.
lahir normal dan rendah sama-sama
ditemukan satu responden (3,3%). SARAN
Berdasarkan hasil analisis dengan uji 1. Bagi Puskesmas Wanadadi 2 Banjarnegara
Chi Square Test, dengan p-value (0,431) > ( : a. Balita dengan riwayat lahir dengan
0,05), yang berarti Ha ditolak, Ho diterima berat badan rendah sebaiknya terus
sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada dilakukan pemantauan terutama pada
hubungan antara riwayat berat badan lahir balita yang mengalami perkembangan
dengan perkembangan balita. meragukan sehingga dapat diupayakan
Hasil penelitian ini sesuai dengan untuk mengoptimalkan
penelitian yang dilakukan oleh Kamadewi perkembangannya dengan cara
dengan judul Hubungan antara Bayi Lahir memberikan stimulasi perkembangan
Rendah dan Gangguan Bicara di Poliklinik anak dengan memberikan informasi
Tumbuh Kembang Anak RS Dr. Sardjito kepada ibu misalnya pada umur sekian
Yogyakarta dengan hasil penelitian tidak bulan anak belum berjalan maka, ibu
terdapat perbedaan yang bermakna antara harus melatih secara terus menerus anak
perkembangan bicara kelompok BBLR dan untuk belajar berjalan.
kelompok yang tidak BBLR. b. Merujuk balita yang mengalami
Berbeda dengan penelitian yang penyimpangan perkembangan ke RSUD
dilakukan oleh Hediger el al pada tahun 2002 untuk mendapat pananganan yang
terhadap 4621 anak usia 2-47 bulan di komprehensif.
Amerika yang menunjukkan bahwa ras/etnik 2. Bagi Ibu Balita

www.jurnal.ibijabar.org 63
Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 1, No. 1, Januari 2015 pISSN 2477-3441
eISSN 2477-345X

a. Bagi ibu balita sebaiknya rutin Hidayat, A.A.A. (2005). Pengantar Ilmu
membawa balita ke Posyandu setiap Kesehatan Anak Untuk Pendidikan
bulannya karena pertumbuhan dan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
perkembangan balita akan terpantau.
b. Bagi ibu balita yang mempunyai Kadi FA, Garna H, Fadlyana E. (2008).
perkembangan meragukan dan Kesetaraan Hasil Skrining Risiko
penyimpangan maka ibu harus Penyimpangan Perkembangan Menurut Cara
mengetahui intervensi dini berupa Kuesioner Praskrining Perkembangan (KPSP)
stimulasi perkembangan terarah yang Dan Denver II Pada Anak Usia 12-14 Bulan
dilakukan secara intensif dan diikuti Dengan Berat Lahir Rendah. Sari Pediatri.
evaluasi hasi intervensi stimulasi
perkembangan. Kosim. (2007). Buku Ajar Neonatologi.
3. Bagi Bidan Jakarta: Badan Penerbit IDAI.
Ibu bidan harus mengetahui intervensi yang
harus diterapkan untuk pemantauan tumbuh Lindawati. Faktor-Faktor yang Berhubungan
kembang dengan riwayat BBLR dengan Perkembangan Motorik Anak Usia
dilaksanakan secara komprehensif Pra Sekolah. Jurnal Health Quality (serial on
dilakukan dengan KPSP setiap 3 bulan line). 2013; Vol. 4 No. 1, Nopember 2013, Hal.
sekali yaitu pada saat bayi berusia 3 bulan, 3-6. Terdapat dalam URL:
6 bulan, 12 bulan sampai bayi berusia 60 http://www.poltekkesjakarta1.ac.id/file/dokum
bulan untuk menemukan penyimpangan en/46JURNAL_LINDAWATI.pdf
tumbuh kembang dan mengetahui serta
mengenal faktor risiko pada BBLR. Proverawati. (2010). BBLR: Berat Badan
Lahir Rendah. Yogyakarta: Nuha Medika.
DAFTAR PUSTAKA
Rahayu, S. Pertumbuhan dan Perkembangan
Camelo. 2005. Human Growth and Balita di Posyandu Surakarta Jurnal Terpadu
Development. California: Academic Press. Ilmu Kesehatan. 2014; Volume 3, No 1, Mei
2014, hlm 88-92. Terdapat dalam URL:
Departemen kesehatan Republik http://jurnal.poltekkes-
Indonesia (2005). Pedoman Deteksi Dini solo.ac.id/index.php/Int/article/view/89
Tumbuh Kembang Balita. Jakarta: DepKes RI.
Saifuddin, AB, (2009). Buku Acuan Nasional
Grantham-Mc Gregor SM, Fernald LC, Pelayanan Kesehatan Maternal Dan
Sethuraman K. (2009). The Effects Of Health Neonatal, cetakan II.Jakarta:Yayasan Bina
And Nutrition On Cognitive And Behavioural Pustaka Sarwono Prawihardjo.
Development In Children In The First Three
Years Of Life. Part 2: Infection And Soetjiningsih. (2005). Tumbuh Kembang Anak.
Micronutrien Deficiencies: Iodine, Iron And Jakarta: EGC.
Zinc. Food Nutr Bull.

Hediger, M.L., Overpeck, M.D., Ruan, W.J.


and Troendle, J.F. (2002). Birthweight And
Gestational Age Effects On Motor And Social
Development. US Government. Paediatric
and Perinatal Epidemiology (serial on line).
2002; 16, 33-46 Tersedia dari URL:
http://www.blackwell-
science.com/products/journals/freepdf/ppe393.
pdf

www.jurnal.ibijabar.org 64