Anda di halaman 1dari 9

PENGENALANDESAINPENELITIAN

Jenispertanyaanklinismenentukanjenispenelitianyangsesuai.
Desainpenelitianterbagimenjaditigakategoriutama:

1. Penelitian deskritifobservasionalpeneliti melaporkan apasudahteramati


padasatuorangataupadasekelompokorang.
2. Penelitian analitik observasional peneliti melaporkan persamaan dan
perbedaanyangdiamatiantaraduaataulebihkelompokorang.
3. Studieksperimentalpenelitiikutcampurtangandalambeberapacaradengan
satukelompokorangdanmelaporkansetiapperbedaanhasilantarakelompok
eksperimendankelompokcontroldimanatidakadaintervensiataucampur
tanganyangberbedayangditawarkan.

Contohdesainpenelitianyangberbedaakandijelaskandalamempatbabberikutnya.
Keuntungandankerugiandaridesainyangberbedamungkintermasukreferensiuntuk
istilahyangbelumkitatuntaskan.
(Gambar 5 di halaman 38 adalah alur diagram yang dapat digunakan untuk
memutuskanjenispenelitianyangsesuai.)

Istilahyangdigunakanuntukmenjelaskanmetodologipenelitian
Longitudinal:berkaitandengansatukelompoksubyekdilebihdarisatuwaktu.
Crosssectional:berkaitandengankelompoksubyekdalamsatuwaktu.
Prospective:berkaitandengankondisisaatinidanmasadepan(melihatkedepan).
Retrospektif:berkaitandengankondisisekarangdanmasalalu(melihatkebelakang)
Ekologi:Sebuahpopulasiataukomunitasyangditeliti,memberikaninformasipada
tingkatpopulasibukantingkatindividu.

Pragmatis: Percobaan ini dapat digambarkan sebagai salah satu penjelasan atau
pragmatis.Ujicobainicenderungmengukurkeberhasilan.Ujipragmatismengukur
efektivitaskarenaujicobabiasanyaberlangsungdalamsituasiklinispadaklinikrawat
jalan. Hasil uji coba ini dianggap lebih reflektif dari praktek seharihari, asalkan
pasien yang dipilih adalah wakil dari pasien yang akan menerima perawatan.
Seringkali pengobatan baru dibandingkan dengan pengobatan standar daripada
dengan plasebo. Uji pragmatis cenderung sulit untuk dikontrol dan sulit untuk
melakukansecarabuta,danadakesulitandengandropoutyangberlebih.

Cluster: Dalam percobaan ini, orang secara acak ditugaskan untuk mempelajari
kelompoksebagaikelompokatauclusterbukansebagaiindividu.Percobaaninidapat
bergunauntukmengevaluasipelayanankesehatan.

PenelitianDeskritifObservasional

Dalampenelitiandeskriptifobservasionalpenelitimenjelaskanapayangtelahdiamati
dalamsampel.Tidakadayangdilakukanuntukorangorangdalamsampel.Tidakada
kelompok kontrol untuk perbandingan. Penelitian ini berguna untuk menghasilkan
ideideuntukproyekproyekpenelitian.
LaporanKasus
Seorang manusia dipelajari. Laporan kasus mudah untuk ditulis, tetapi mereka
cenderunganekdotdanbiasanyatidakdiulang.Merekajugarentanterhadapasosiasi
kesempatan dan bias. Nilai mereka terletak pada kenyataan bahwa mereka dapat
digunakanuntukmenghasilkanhipotesis.

BadanPengaturanObatdanAlatKesehatanYellowCardScheme'adalahcontoh
laporankasuspadapasienyangtelahmenderitadidugareaksiobatyangmerugikan.
LaporanKartuKuningdievaluasisetiapmingguuntukmenemukanadanyapotensi
berbahaya yang tidak teridentifikasi sebelumnya dan informasi baru lainnya efek
sampingdariobatobatan.

KasusSeri
Sekelompokorangyangdipelajaridalamserangkaiankasus.Serangkaiankasusyang
bergunauntukmempelajaripenyakitlangka.
Hampirtidakadajurnalyangditujukanuntukmenerbitkanlaporankasusdanseri
kasussaja.Studiinilebihmungkinditemukandalampresentasiposterdikonferensi
dansebagai huruf atautanggapanyangcepatdalamjurnal.Laporankasusdanseri
kasusmerupakanrangkingyangrendahdidalamhirarkibuktitapibergunauntuk
mengidentifikasi penyakit baru, gejala dan tandatanda, faktor etiologi, asosiasi,
pendekatanpengobatandanfaktorprognostik.

SerangkaiankasusterkenalditerbitkansebagaisuratdiLancetpadatahun1961,
dimanaWGMcBridemenulis,'Sir,kelainankongenitalyanghadirdisekitar1,5%
daribayi.Dalambeberapabulanterakhirsayatelahmengamatibeberapakejadian
parahterhadapkelainanbayipadaperempuanyangdiberiobatthalidomideselama
kehamilan,sebagaiantiemetikatausebagaisedatif,menjadihampir20%.Apakah
ada dari pembaca Anda melihat kelainan yang serupa pada bayi di karenakan
perempuanmenggunakanobatiniselamakehamilan?'Hubungandengankelainan
kongenitalmenyebabkanpenarikanthalidomidedaripasar.

PenelitianAnalitikObservasional
Dalam studi observasional analitik peneliti melaporkan persamaan dan perbedaan
yangdiamatiantarasubjekdalamduaataulebihkelompok.Penelitianiniberguna
untukmenyelidikihubunganantarafaktorrisikodanhasilakhir.Terdapatduajenis,
yaitukohortdankasuskontrol,berbedadalamfokusawalmereka.Penelitiankohort
fokusawalnyapadafaktorrisiko;studikasuskontrolfokusawalnyapadahasilakhir.

PenelitianKohort
Sekelompoksubjekterkenafaktorrisikodicocokkandengankelompoksubyekyang
tidakterkenafaktorresiko.Padaawalpenelitiantidakadasubjekmemilikihasilakhir.
Kedua kelompok ditindak lanjuti untuk melihat bagaimana kemungkinan hasil
berbedaantarakelompok(Gambar1).Penelitiberharapuntukmenunjukkanbahwa
subjek yang terkena faktor risiko lebih mungkin untuk memiliki hasil akhir
dibandingkandengankelompokkontrol.
Studi kohort digunakan untuk menyelidiki konsekuensi dari paparan faktor risiko,
sehingga mereka mampu menjawab pertanyaan tentang etiologi dan prognosis.
Merekadapatmemberikanlangsungestimasitingkatinsidenpenyakit.Merekajuga
dapatmenilaihubungantemporaldanbeberapahasilakhir.

Gambar1desainstudiKohort

Penelitian ini membutuhkan waktu yang lama mulai dari paparan hingga
perkembanganhasilnya.Penelitiankohortdapatmenjadimahaluntukmengaturdan
menjagaprosesnya.Biasmenjadimasalahjikasubyekdropoutdaripenelitian.Faktor
pembaurjugadapatmenjadimasalah.Blindingsulitdantidakadapengacakan.

Mortalitasdokterdalamkaitannyadengankebiasaanmerokokmereka;laporanawal
DollR,BradfordHillA.BritishMedicalJournaltahun1954,1,14515.

Sebuahstudikohortyangmenelitihubunganantaramerokokdankankerparuparu:
24389dokterdibagimenjadiduakelompok,tergantungpadaapakahmerekaterkena
faktorrisiko(merokok).Duapuluhsembilanbulankemudian,sebuahpemeriksaan
mengungkapkanpenyebabkematianpada789 kematianyangsignifikandanterus
meningkatakibatkankerparuparusebandingdenganjumlahtembakauyangdihisap
meningkat.

Penelitiankohortjugadikenalsebagai'prospektiv'ataupenelitian'tindaklanjut'.

Kadangkadang penelitian ini digambarkan sebagai studi kohort retrospektif. Ini


terdengar paradoks tapi desain kohort retrospektif menunjukkan bahwa peneliti
mengidentifikasipenelitiankohortsudahdalamprosesdan menambahkanhasillain
dari bunga. Hal ini menghemat waktu peneliti dan uang dengan tidak harus
menyiapkankohortlaindariawal.
Kohortawaladalahkelompoksubjekyangdirekrutpadatahapawaldalamproses
penyakittapisebelumhasilnyadidirikan.
PenelitianKasusKontrol
Kelompok subjek yang telah memiliki hasil akhir dicocokkan dengan kelompok
subjek yang tidak mendapat hasil akhir. Semua subjek ditanya apakah mereka
mendapatkansatuataulebihfactorrisikodimasalalu(Gambar2).Penelitiberharap
dapatmenampilkanbahwasubjekyangmendapathasilakhiritudikarenakanterkena
factorrisikodibandingkandengankelompokkontrol.
Penelitiankasuskontroljugadikenalsebagaiperbandingankasusataupenelitian
retrospektiv. Mereka digunakan untuk menyelidiki penyebab dari hasil akhir.
Mereka berguna dalam keadaan dimana terdapat periode waktu yang lama antara
eksposuredanhasilakhirnya,dimanatidakmelibatkanuntukmenunggu.

Penelitian kasuskontrolbiasanya cepat danmurah untukdilakukan karenasubjek


yangdigunakansedikit,tetapiinidapatjugamenjadisulituntukmerekrutsubjekpada
kelompok kontrol yang dicocokkan. Kesulitan terbesar pada penelitian ini adalah
membutuhkandanbergantungkepadaingatandancatatanuntukmenentukanfactor
risikopadakelompoksubjekyangterkena.Hubungansementaraantaraeksposurdan
hasilakhirdapatmenjadisulituntukdibangun.

Gambar2desainstudikasuskontrol

Merokokdankankerparuparu:laporanawal
DollR,BradfordHillA.BritishMedicalJournaltahun1950,2,73948

Sebuahpenelitiankasuskontrolpadapasienyangdidugamemilikikankerparupru,
hatiatauususditanyakantentangeksposurpadamasalaluterhadapfactorrisiko,
termasuk merokok. Mereka dengan kanker paruparu dapat dipastikan sebagai
perokok,danmerekayangtidakmenderitaapaapaadalahbukanperokok.

MempelajariFaktorRisikoatauHasilAkhiryangJarang
Apabilahubunganantarafactorrisikodanpenyakityangdiselidikidanternyatafactor
risiko adalah langka, cara yang terbaik untuk memastikan jumlah memadai orang
tersebut denganfactorrisikoadalahdenganmenggunakan desainkohort.Iniakan
menjadi tidak bijaksana untuk memilih desain penelitian kasuskontrol. Penelitian
kasuskontroldimulaidenganmerekrutsubjekdenganhasilakhirdansubjekdengan
tidak mendapat hasil akhir. Banyak orang yang akan direkrut untuk menemukan
beberapayangtelahterpaparpadafactorrisikoyanglangka.

Apabila hasil akhir yang langka, cara terbaik untuk memastikan jumlah memadai
orang tersebut dengan hasil akhir adalah dengan menggunakan penelitian kasus
kontrol. Ini tidak akan menjadi ide yang bagus untuk memilih desain kohort.
Penelitian kohort dimulai dengan merkrut subjek dengan factor risiko dan subjek
tanpafactorrisiko.Orangyangbanyakakanditindaklanjutiuntukmendeteksisubjek
yangmemilikihasilakhiryanglangka.

PenelitianKasusKohortdanKasusKontrolBersarang
Sebuah penelitian kasuskontrol bersarang adalah penelitian yang dilakukan pada
populasi yangikut sertadalam penelitian kohort.Setelah jumlah hasil akhirtelah
dicapai dalam populasi kohort, penelitian kasuskontrol dapat digunakan unutk
menyelidikipaparanyangsebelumnyatidakdipertimbangkanpadaawal.Kasuspada
penelitian harus dicocokkan dengan kelompok control dalam kohort yang sama.
Penelitiankasuskontrolbersarangmembantuuntukmengurangibiaya.

Kasusdalampenelitiankasuskohortdirekrutsepertidalampenelitiankasuskontrol
tradisional.Perbedaannyaadalahbahwakelompokcontroldirekrutdarisetiaporang
dikelompokawal(populasiyangberisikopadaawalperioderisiko),terlepasdari
status penyakit masa depan mereka. Kelompok control adalah sampel dari kohort
sepenuhnya.

ChecklistSTROBE
STROBE adalah singkatan dari STrengthening the Reporting of OBservational
studies in Epidemiology (Penguatan pelaporan observasional penelitian
epidemiologi). Ini adalah tujuan dari kelompok para ahli epidemiologi, ahli
metodologi, ahli statistic, peneliti dan editor jurnal ikut dalam sosialisasi tentang
penelitian observasional. Ceklis unutk menilai penelitian kohort,kasuskontrol dan
crosssectional (potong lintang) dapat diunduh dari situs STROBE (www.strobe
statement.org)

HubunganatauSebabAkibat?

Penelitian analitik observasional sering digunakan untuk menunjukkan adanya


hubungan antara paparan menjadi factor risiko dan hasil akhir (penyakit). Namun
hubungan tidak selalu menyiratkan adanya sebabakibat. Memutuskan apakah
penyebab hubungan ada dibuat lebih mudah dengan menggunakan sembilan
pertimbanganmilikSirAustinBradfordHilluntukmenilaipertanyaanKapansuatu
hubunganmenyiratkansebabakibat?

Strength(kekuatan):Apakahhubungancukupkuatdancukupbesarsehingga
kitadapatmengesampingkanfactorfaktorlain?
Consistency(konsistensi):pernahkahhasilpenelitiandireplikasiolehpeneliti
lain,ditempatyangberbedaataulingkungandanwaktuyangberbeda?
Specificity(spesifisitas):apakahpaparanberhubunganeratdenganpenyakit
tertentu(spesifik)
Temporality(hubungantemporal):apakahpaparanmendahuluipenyakit?
Biologicalgradient(hubungandosisrespons):apakahmeningkatnyatingkat
paparanberhubungandenganmeningkatnyarisikopenyakit?
Plausibility (masuk akal) : apakah ada mekanisme ilmiah yang dapat
menjelaskanhubungansebabakibat?
Coherence(koherensi):apakahhubungankonsistendenganriwayatalamidari
suatupenyakit?
Experimental evidence (bukti eksperimen) : apakah ada bukti lain dari
percobaansecaraacak?
Analogy (analogi) : apakah ada hubungan yang analog dengan hubungan
sebelumnyaterbukti?

Untuk membangun bahwa ada hubungan sebabakibat antara mikroorganisme dan


penyakit,contohnya,posulatKoch,dinamaidaridokterJerman,berguna,meskipun
penggunaannyaterbataskarenaadapengecualianuntukaturan:

Bakteriharusmunculdalamsemuakasuspenyakit.
Bakteriharusdiisolasidarihostdenganpenyakitdantumbuhdalamkultur
murni.
Penyakit harus dapat timbul kembali ketika kultur murni dari bakteri
diinokulasikankehostyangsehat.
Bakteriharusdapatdipulihkandarihostyangterinfeksi.

Rothman dan Greenland memperkenalkan konsep penyebab utuh dan komponen


penyebabuntukmengilustrasikanbahwamembahassebabakibatmerupakanmasalah
yang tidak sederhana. Penyebab terjadinya penyakit tertentu didefinisikan sebagai
suatu peristiwa,kondisiataukarakteristikyangmendahuluisuatukejadianpenyakit
dantanpadimanakejadianpenyakittidakakanterjadidisemuaatautidakakanterjadi
sampaibeberapawaktukemudian.

Penyebab secara utuh, yang berarti mekanisme penyebab secara komplit, dapat
didefinisikansebagaisatusetkondisiminimaldanperistiwayangpastimenghasilka
penyakit.

Itu mungkinsaja tidak adakejadian tertentu, kondisiatau karakteristik yangutuh


dengansendirinyauntukmenghasilkansuatupenyakit.
Komponenpenyebabmungkinmemilikiperansebagaimekanismepenyebabtetapi
denganitusendirimungkinbukansebagaipenyebabutuh.Komponenpenyebabharus
bertindakdenganpenyebablainuntukmenghasilkansebuahmekanismepenyebab.
Komponen penyebab hamper selalu mencakup beberapa factor genetic dan
lingkungan.

Pie Rothman sering dijadikan sebagai ilustrasi untuk konsep ini. Grafik pie
menampilkan pembagian menjadi irisan setiap komponen. Pie secara keseluruhan
adalahkomplekpenyebabutuhdanituadalahkombinasidaribeberapakomponen
penyebab(irisandaripie).
PENELITIANEKSPERIMENTAL(PERCOBAAN)

Dalam penelitian eksperimental peneliti ikut campur tangan dalam beberapa cara
untuk menilai dampak dari perlakuan (pengobatan). Apabila tidak ada kelompok
control,semuasubjekdalampenelitiandiberikanperlakuanyangsama.

UjiCobaTerkontrol
Subjekdalamujicobaterkontroldalampenelitiandiberikansatuatauduaperlakuan.
Pengobatan yang masih diselidiki diberikan kepada kelompok percobaan. Standar
intervasi, perlakuan placebo atau tidak diberikan pengobatan diberikan kepada
kelompokcontrolunutkperbandingan.Penelitimelaporkanadanyaperbedaandalam
hasilakhirantarakelompokpercobaandankelompokcontrol.

Biasanyakelompokpercobaandankelompokcontroldibandingkanbersamadalam
proyekpenelitian.Apabilasejarahkelompokcontroldigunakan,kelompokpercobaan
dibandingkandengandatalamadarikelompokcontrol.

Beberapaujicobamemilikilebihdariduakelompok.

UjiCobaTerkontrolSecaraAcak
Ini merupakan penelitian standar emas untuk mempelajari efek dari pengobatan.
Subjek dalam penelitian secara acak dialokasikan dalam percobaan, yang
meminimalkan seleksi bias dan mungkin secara sama memberikan factor perancu
antaraduaperlakuan,tergantungpadastrategipengacakan.Ujicobaterkontrolsecara
acakadalahpenilaianyangdapatdiandalkanunutkefikasidanmemungkinkanuntuk
menjadisebuahmetaanalisis,akantetapimerekasulit,memakanwaktudanmahal
untuk dilaksanakan. Akandapat menjado maalah etik dalam pemberian perlakuan
padakelompokpercobaan.

UjiCobaCrossover
Semuasubjekpenelitianmenerimasatuperlakuandanlaluberalihkeperlakuanlain
padasetengahjalanpenelitian(Gambar3).Ujicobacrossoverbiasanyadigunakan
unutk mempelajari penyakit langka dimana kurangnya subjek akan membuat
percobaankonvensionalmenjaditidaksempurna.

Penelitiancrossovermemilikikeuntunganlain.Penelitidalampercobaanharusyakin
bahwasubjekpadaduakelompok adalahsama,jadi adanyaperbedaan padahasil
akhir dapat dikaitkan dengan ada atau tidaknya pengobatan. Dalam penelitian
crossover subjek yang control mereka sendiri, jadi proses pencocokan hampir
sempurna.Katahampirdigunakandisinidengantujuan:biasanyadalampenelitian
hasilpadakelompokpercobaanyangdibandingkandengankelompokcontrolpada
satuwaktu(kelompokparalel);dalampenelitiancrossover,perbandinganmengambil
tempatdalamwaktuyangberbeda.Inidapatmenjadimasalahapabilasesuatuberubah
makaituartinyakondisiyangtidaksamaadapadaduawaktu.

Penelitijugaharusmemastikanbahwatidakadaefekbawaandariintervensipertama
yang dapatberdampak pada bagaimana baiknyasubjek lakukan denganintervensi
kedua. Efek bawaan dapat disebabkan oleh efek setengahhidup yang lama dan
penghentian.Masalahinidapatdikurangidenganpenggunaanperiodepenghanyutan.
Urutanintervensiyangdiberikanmerupakanhalyangpenting.
Gambar3penelitianCrossover

UjiCobandari1
Dalamujicobandari1,subjektunggaldipelajaridanmenerimaperlakuanberulang
dari obat aktif dan pengobatan alternative dalam urutan acak. Subjek penelitian
melaporkankemajuanmerekasecarateratur.Inidapatefektifpadasubjektertentu
karena dapat mengungkapkan apakah terjadinya perbaikan klinis hanya pada saat
diberikanobataktif.

PercobaanFaktorial
Ujieksperimentaltidakperlubatasanuntukmengevaluasisatuintervensidalamsuatu
waktu.Ujifactorialsecaraacakmenilaidampaklebihdarisatuintervensidandapat
memberikan peneliti wawasan tentang bagaimana perbedaan intervensi dapat
berinteraksidengansatusamalain.

Contohnya, seorang peneliti mungkin berharap unutk mengacak subjek untuk


menerimasebuahantidepresanversusplacebodanlaluantipsikotikversusplacebo.
Perbedaankelompokpercobaanditampilkandalamtable5.
Tabel5desainujicobafactorial

PernyataanCONSORT
TerbitanpertamadalamJournaloftheAmericanMedicalAssociationpadaAgustus
1996, Consolidated Standards of Reporting Trials (CONSORT) memperkenalkan
satu set rekomendasi unutk memperbaiki kualitas dari laporan uji coba terkontrol
secaraacak.Pernyataandiperbaharui padatahun2010.Ceklisinidiringkas dalam
tabel6(informasiselanjutnyatersediadiwww.consortstatement.org)