Anda di halaman 1dari 27

PENGKAJIAN

KEPERAWATAN KELUARGA

A. Data Umum
1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn.S
2. Alamat dan telefon : Ds.Kejuron Kec.Taman Madiun
3. Pekerjaan kepala keluarga : wiraswasta (penjual barang bekas)
4. Pendidikan kepala keluarga : SLTP
5. Komposisi keluarga :

No Nama Jenis Hub. dengan Umur Pendidikan Keteran


KK gan
Kel.
1. Tn. S L Kepala Keluarga 65 th SLTP Sehat
2. Ny.S P Istri 69 th SD Sakit
3. Tn.A L Anak 29 th SLTA Sehat
4. Ny.N P Istri Tn.A 25 th SLTA Sehat

6. Genogram ( Dibuat Minimal 3 Generasi )

Tn. S Ny. S
65 th 69 th

Tn.A Ny.
29 th N
25
th

Keterangan simbol-simbol yang digunakan adalah :


Laki Perempuan Identifikasi klien Meninggal Menikah Pisah

Serumah Cerai Anak angkat Aborsi Kembar

7. Tipe keluarga
Tipe keluarga dari keluarga Ny.S adalah tipe keluarga multigenerational family yaitu
terdiri dari suami, istri, 1 anak , dan 1 menantu.
8. Suku bangsa : Jawa, Indonesia
9. Agama : Islam

B. Tahap perkembangan keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga ditentukan oleh anak tertua dari keluarga inti.
Tahap 7 (tahap usia pertengahan) yaitu : keluarga dengan anak tertua dengan usia
44 th adalah wanita, yang sudah menikah dan bekerja serta tinggal di kota lain
(Kalimantan).
2. Tugas perkembangan keluarga
Tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak dan cucunya, mempertahankan
kesehatan masing-masing pasangan dan memperkokoh hubungan keluarga.
C. Data Lingkungan
1) Karakteristik rumah
Luas rumah 4X7 meter,terletak di lingkungan pasar unggas, tipe rumah
permanen, Dimana terdapat 1 kamar tidur, 1 ruang keluarga yang digunakan
bersamaan dengan ruang tamu. Dimana ventilasi dari tiap ruangan dimanfaatkan
setiap hari, sehingga cahaya dapat masuk ke ruangan pada siang hari.
Penerangan rumah dengan menggunakan lampu listrik, lantai rumah
menggunakan keramik, sedangkan lantai dapur juga menggunakan lantai keramik.
Terdapat banyak genting kaca. Atapnya berupa genting biasa, tapi ada bagian
atap yang berlubang sehingga pada kondisi musim hujan rumahnya dapat di
masuki air. Di bagian ruang tamu dan keluarga dindingnya berupa triplek, dibagian
dapur dindingnya berupa anyaman bambu dan sebagian batu bata, sedangkan di
bagian kamar mandi dindingnya berupa batu bata yang belum di lapisi semen.
Kondisi rumah secara keseluruhan kurang bersih tetapi penataan perabotan
rumah tangga kurang rapi, status rumah milik sendiri, mempunyai kamar mandi
yang digunakan bersamaan dengan tempat cuci piring. Lantai kamar mandi masih
menggunakan mister. Keluarga Ny.S jika mandi di kamar mandi.
Pengelolaan Sampah
Keluarga mempunyai pembuangan sampah terbuka. Keluarga Ny.S
membuang sampah di kantung plastik dan digantung di dinding rumah
kemudian jika sudah penuh dibuang di tempat sampah yang berada di depan
pasar.
Sumber Air
Sumber air didapatkan dari tanah. Sumber air minum keluarga Ny.S adalah dari
sumur yang terletak di samping rumah dan sudah menggunakan sanyo.
Sumber air itu digunakan untuk keperluan sehari-hari. Keadaan air tidak
berwarna, tidak berasa, tidak ada endapan, dan tidak berbau.
Jamban Keluarga
Keluarga tidak mempunyai WC sendiri. Selama ini keluarga klien jika BAB di
WC umum di belakang rumah.
Pembuangan Air Limbah
Keluarga mempunyai saluran pembuangan air limbah dengan kondisi
mengalir melalui selokan kecil dan berakhir ke selokan besar.
Fasilitas Sosial dan Fasilitas Kesehatan
Tidak terdapat fasilitas kesehatan di dekat rumah seperti puskesmas,
posyandu, maupun bidan. Namun, apabila keluarga ada yang sakit langsung
dibawa ke rumah sakit atau ke dokter terdekat.
Denah rumah Ny.S adalah sebagai berikut :
Jl. Masuk
U
: Tempat sampah
plastik

: Almari tempat
penyimpanan
barang

: Sekat / tirai

: Pintu
: Jendela

Skala 1 : 50

2) Karakteristik tetangga dan komunitas


Ny.S mengatakan hubungan seluruh anggota keluarga dengan masyarakat lainnya
cukup baik dan harmonis. Dalam melakukan suatu kegiatan dilakukan dengan
gotong royong, jarak rumah dengan tetangga cukup dekat.
3) Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Ny.S tinggal di Ds. Kejuron 50 tahun serta tidak mempunyai kebiasaan
berpindah tempat, karena keluarga memiliki rumah tetap.
4) Hubungan keluarga dengan fasilitas kesehatan.
Keluarga Tn.S menggunakan fasilitas kesehatan di dokter terdekat dan pelayanan
rumah sakit.
5) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Ny.S sering berkumpul dan berinteraksi setiap saat dan sambil menonton
TV bersama. Interaksi dengan masyarakat cukup baik. Karena sakit, Ny.S
aktivitasnya berkurang. Yang semula membantu suaminya berjualan, tetapi
sekarang sudah tidak dapat membantu suaminya. Meskipun Ny.S sakit, tetangga
tetap sering main ke rumah Ny.S untuk sekedar mengobrol-ngobrol.
6) Sistem pendukung keluarga
Jumlah anggota keluarga yaitu 31 orang yang terdiri dari suami dan istri, 7 anak
kandung, 7 menantu, dan 15 cucu.
Fasilitas fisik : terdapat tempat ibadah disekitar pasar 30 m, kondisi WC tidak
memadai karena keluarga tidak memiliki WC sendiri.

D. Struktur keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Ny.S berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa. Komunikasi
berlangsung dengan baik dan keluarga menyelesaikan masalah dengan
membicarakan terlebih dahulu dengan anggota keluarga dan pengambilan keputusan
oleh kepala keluarga yang sudah dimusyawarahkan sebelumnya.
2. Struktur kekuatan keluarga
Apabila salah satu dari anggota keluarga yang melakukan kesalahan baik suami, istri,
anak, menantu, atau cucu maka tidak segan-segan salah satun dari mereka akan
memberikan nasehat.
3. Struktur peran
Pembagian peran dalam anggota keluarga yaitu Tn.S mempunyai peran di dalam
keluarga sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah (penjual barang bekas), Ny.S
mempunyai peran sebagai ibu rumah tangga, Sedangkan anak sebagai anggota
keluarga dan sebagai istri/suami bagi pasangannya, serta menjadi orangtua dari anak-
anaknya. Tidak ada perubahan peran ataupun konflik ketidaksesuaian peran
dalam keluarga.
4. Struktur nilai atau norma keluarga
Tn.S bersuku Jawa. Dalam keluarga tidak ada nilai-nilai tertentu dan nilai
agama yang bertentangan dengan kesehatan karena menurut keluarga kesehatan
merupakan hal yang penting.

E. Fungsi keluarga
1. Fungsi afektif
Semua anggota keluarga saling menyayangi dan keluarga merasa bangga
apabila salah satu anggota keluarga berhasil. Setiap anggota keluarga menghargai
dirinya sendiri dan meraka saling membutuhkan satu sama lain. Meskipun Ny.S
menderita kencing manis dan membutuhkan perawatan, anggota keluarga selalu
memberikan dukungan kepada Ny.S dalam bentuk motivasi dan semangat. Anaknya
yang jauh juga sering telepon untuk mengetahui kabar dari kedua orang tua. Setiap
anggota keluarga selalu membina kehangatan dalam rumah tangganya.
2. Fungsi sosialisasi peran
Anggota keluarga tidak ada yang ikut dalam keanggotaan organisasi masyarakat dan
tidak ada yang mempunyai kedudukan berpengaruh di masyarakat dalam keluarga
Ny.S
3. Fungsi reproduksi
Ny.S mengatakan selama ini tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi berupa KB
suntik maupun KB pil. Alasannya karena klien merasa takut menggunakan alat
kontrasepsi.
4. Fungsi ekonomi
Pendapatan keluarga selama satu bulan 1.500.000,00. Kebutuhan yang dikeluarkan
selama satu bulan 600.000,00. Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan 3 kali
sehari.
5. Fungsi perawatan kesehatan
Kemampuan keluarga melaksanakan tugas perawatan kesehatan, meliputi :

a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan


Keluarga mengetahui secara umum tentang tanda dan gejala penderita
kencing manis. Ditandai dengan mampu menceritakan kondisi pasien disaat
pasien mengalami kambuh dan segera di bawa ke rumah sakit.

b. Kemampuan keluarga mengambil tindakan yang tepat


Masalah kesehatan dirasakan keluarga atau tidak :
Keluarga Ny.S dalam mengenali masalah kesehatan sangat memiliki
kesadaran diri terhadap masalah kesehatan yang dihadapi. Klien sering kontrol
ke RS Sogaten setiap satu bulan sekali.
Pengetahuan keluarga tentang sifat dan luasnya masalah kesehatan
Pengetahuan keluarga tentang penyakit sudah mengetahui secara pasti
tentang penyakitnya. Tetapi pengetahuannya tidak begitu luas mengenai
penyakitnya.
Persepsi keluarga terhadap masalah yang dihadapi
Keluarga beranggapan sehat sakit itu datangnya dari Allah. Dan keluarga
beranggapan bahwa sehat itu penting sehingga klien sering kontrol dan
berobat tiap satu bulan sekali.
Tindakan yang telah dilakukan keluarga terhadap masalah
Tindakan yang dilakukan keluarga terhadap masalah yang sedang dialami
yaitu dengan kontrol rutin tiap satu buklan sekali, mengatur pola makan yang
sehat, dan minum obat secara teratur.

c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit


1) Pola pemberian nutrisi
Pengetahuan keluarga tentang makanan yang bergizi dan makanan bagi
anggota yang sakit serta jadwal makan.
Jenis makanan yang dikonsumsi keluarga Ny.S yaitu berupa nasi putih,
sayur mayur, dan lauk pauk yang porsinya sedikit. (jika sudah makan 1
pisang, klien tidak makan nasi). Klien tidak mengkonsumsi minuman
berupa teh. Tetapi kalau air putih/mineral masih tetap mengkonsumsi.
Cara menyediakan makanan untuk Ny. T yang menderita penyakit
kencing manis yaitu dengan membatasi makanan maupun minuman
yang manis-manis dan memberikan porsi makanan yang sedikit.
2) Pola aktivitas/ latihan dan rekreasi
Keluarga Tn.S mengatakan bahwa Tn.S lebih sering beraktivitas di luar rumah,
Ny.S lebih sering di rumah, dan anak terakhir yang tinggal serumah lebih
sering beraktivitas di luar rumah (bekerja), dan menantunnya menemani Ny.S
di rumah. Menurut keluarga Ny.S, rekreasi itu penting. Tapi bukan berarti harus
pergi ke tempat wisata, tapi cukup berkumpul dengan keluarga di rumah
maupun pergi ke tempat sanak saudara.
3) Pola tidur dan istirahat
Tn.S : 22.00 - 05.00 WIB (Jarang tidur siang)
Ny.S : 20.00 - 04.30 WIB , siang : 13.00 15.00 WIB
Anak terakhir : 21.00 - 05.00 WIB (Jarang tidur siang)
Menantu : 21.00 - 05.00 WIB , siang : 14.00 - 15.00 WIB
Gangguan tidur pada Ny.S : Ny. S terkadang di tengah malam sering
terbangun karena Ny.S sering BAK setiap malam 3x.
4) Pola penggunaan obat
Kebiasaan penggunaan alkohol, tembakau dan kopi.
Di dalam keluarganya tidak ada yang mengkonsumsi alkohol dan merokok.
Tetapi, Tn.S mengkonsumsi kopi 2x dalam sehari.
Kebiasaan menggunakan obat tanpa resep atau dengan resep.
Keluarga sering menggunakan obat dengan resep dokter setiap berobat ke
dokter maupun rumah sakit.
Kebiasaan keluarga menyimpan obat dalam waktu yang lama.
Keluarga tidak pernah menyimpan obat dengan waktu yang lama. Obat
selalu habis tepat waktu atau selalu habis sebelum kontrol.
5) Kemampuan merawat anggota yang sakit
Karena dalam keluarganya tidak ada yang mengerti tentang perawatan luka,
maka klien dan keluarga memutuskan menggunakan jasa pelayanan
kesehatan di rumah sakit Sogaten. Di rumah sakit Sogaten klien meminta
untuk perawatan luka dengan di kompres

d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang menunjang kesehatan dan


mencegah terjadinya sakit.
Keluarga kurang mengerti tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dimana rumah
terlihat kotor dan kurang terawat kebersihannya. Dimana masih banyak sampah
yang tergantung di dalam rumah. Selain itu, didepan rumah masih digunakan
untuk berjualan ayam dan rosok yang berantakan.

e. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan

Keluarga Ny.S mengatakan jika salah satu dari anggota keluarga ada yang sakit
selalu dibawa ke fasilitas kesehatan (rumah sakit). Keluarga menggunakan jenis
pelayanan kesehatan berupa KIS kelas 3. Keluarga mendapatkan jaminan
kesehatan dari pemerintah. Keluarga berharap meskipun dengan menggunakan
BPJS kelas 3, tetap berharap mendapatkan pelayanan kesehatan yang seoptimal
mungkin.

Tingkat Kemandirian Keluarga dalam Pemeliharaan Kesehatan :

1) Adakah perhatian keluarga kepada anggotanya yang menderita sakit: Ada karena
penyakit penderita perlu kontrol dan perhatian keluarga
2) Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya :
Ya
3) Apakah keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan yang dialami anggota dalam
keluarganya: Ya
4) Apakah keluarga mengetahui tanda dan gejala masalah kesehatan yang dialami anggota
dalam keluarganya : Ya
5) Apakah keluarga mengetahui akibat masalah kesehatan yang dialami anggota dalam
keluarganya bila tidak diobati/dirawat : Ya
6) Pada siapa keluarga biasa menggali informasi tentang masalah kesehatan yang dialami
anggota keluarganya: Tenaga kesehatan, yaitu dokter
7) Keyakinan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya: Perlu
berobat ke fasilitas yankes
8) Apakah keluarga melakukan upaya peningkatan kesehatan yang dialami anggota
keluarganya secara aktif :
Ya jelaskan kontrol rutin setiap 1 bulan sekali di RS Sogaten
9) Apakah keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan masalah kesehatan yang dialami yang
dialami anggota keluarganya :
Ya Jelaskan keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan karena kadar gula darah sangat
perlu dokontrol
10) Apakah keluarga dapat melakukan cara merawat anggota keluarga dengan masalah
kesehatan yang dialaminya:
Tidak, jelaskan pasien dan keluarga rutin kontrol 1 bulan sekali untuk melakukan
pemeriksaan dan perawatan pada kaki pasien
11) Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang dialami anggota
keluarganya:
Ya jelaskan keluarga memotivasi pasien agar tidak banyak pikiran yang akan menimbulkan
stress, keluarga juga meningatkan tentang diit pada pasien.
12) Apakah keluarga mampu memelihara atau memodifikasi lingkungan yang mendukung
kesehatan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan :
Tidak, jelaskan keluarga kurang mampu memelihara lingkungan rumah, karena lingkungan
rumah tampak kotor dan kurang rapi yang dapat mempengaruhi kesehatan keluarga
13) Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan sumber di masyarakat untuk
mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya :
Ya jelaskan pasien menggali informasi di masyarakat tentang pengetahuan DM

KRITERIA KEMANDIRIAN KELUARGA


KRITERIA KESIMPULAN
1. Menerima petugas puskesmas Kemandirian I : Jika memenuhi kriteria 1& 2
2. Menerima yankes sesuai rencana Kemandirian II; jika memenuhi kriteria 1 s.d 5
3. Menyatakan masalah kesehatan Kemandirian III: Jika memenuhi kriteria 1 s.d 6
secara benar Kemandirian IV: Jika memenuhi kriteria 1 s.d 7
4. Memanfaatkan faskes sesuai
anjuran Melaksanakan
perawatan sederhana sesuai
anjuran
5. Melaksanakan tindakan
pencegahan secara aktif
6. Melaksanakan tindakan promotif
secara aktif

F. Riwayat Kesehatan Keluarga


1. Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang mempunyai riwayat
penyakit menahun dan menular seperti TBC, darah tinggi, maupun hepatitis. Di
dalam keluarganya juga tidak ada yang mengalami atau menderita penyakit
kencing manis.
2. Riwayat penyakit keluarga sebelumnya
Kejadian Kesakitan Saat Ini :
Tahun 1992 klien mengalami sakit kuning dan diperiksakan ke dr.Andik.
kemudian dianjurkan untuk mengkonsumsi gula satu hari kg selama sebulan.
Setelah itu, klien tidak kontrol sama sekali. Pada tahun 2014 klien mengalami
stress yang berlebihan (cekcok dengan keluarga) dan klien cenderung
memendam masalahnya tanpa berkomunikasi dengan keluarga. Suatu ketika
karena stress yang berlebihan klien kesandung pintu kamar mandi. Beberapa
hari kemudian luka tidak sembuh dan tambah melebar. Lalu oleh keluarga
dibawa ke rumah sakit Sogaten. Setelah dilakukan pemeriksaan kadar gula
klien 450 mg/dL. Klien dianjurkan operasi pada bulan Mei 2016 karena
terdapat daging tumbuh pada luka. Tanggal 22 Oktober 2016 klien mengalami
stress yang berlebihan dan klien cenderung memendam masalahnya tanpa
berkomunikasi dengan keluarga, sehingga klien tidak sadar oleh keluarga
dibawa ke RS Sogaten. Setelah dilakukan pengecekan gula darah, hasilnya
menunjukkan 109 mg/dl.
Kejadian Kecacatan :
Tidak ada anggota keluarga yang menderita cacat fisik.
Kejadian Kematian Satu Tahun Terakhir :
Tidak ada anggota keluarga yang meninggal dalam satu tahun terakhir.
Kejadian Penyakit Kronis :
Tidak ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit kronis.
Kejadian Sakit Satu Tahun Terakhir :
Tidak ada anggota keluarga yang sakit dalam satu tahun terakhir.
3. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga yang tinggal serumah

G. Stress dan Koping Keluarga


Stres jangka panjang ( > 6 bulan ) dan jangka pendek ( < 6 bulan ) yang terjadi
pada keluarga
Stressor jangka pendek :
Ny.S mengatakan bahwa keluarganya tidak pernah menghadapi masalah
yang berkepanjangan. Bila ada masalah keluarga, mereka selalu
menyelesaikan secara musyawarah serta kekeluargaan.
Stressor jangka panjang :
Saat ini keluarga Ny.S sedang memikirkan untuk berkeinginan menyekolahkan
cucunya dan juga ikut memikirkan jika cucunya sedang ujian. Ny.S tidak bisa
mengatur tingkat stress nya.
Strategi koping yang digunakan baik fungsional maupun disfungsional
Ny.S mengatakan bahwa keluarga tidak pernah melakukan hal-hal yang
menyimpang dalam menghadapi segala masalah yang ada seperti menyelesaikan
masalah dengan menggunakan kekerasan dengan bersama-sama dan selalu
menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

H. Pemeriksaan Fisik Anggota Keluarga

Nama Individu yang sakit : Ny. S Diagnosa Medik : DM


Sumber Dana Kesehatan : KIS Rujukan Dokter/ Rumah Sakit : SOGATEN
Keadaan Umum Sirkulasi/ Cairan Perkemihan Pernapasan
Kesadaran : CM Edema Pola BAK 9x/hr, Sianosis
GCS : 4,5,6 Bunyi jantung: S1/S2 : vol 1000 ml/hr Sekret / Slym
TD : 150/100 Tunggal Hematuri Irama ireguler
mm/Hg Asites : - Poliuria Wheezing
P : 22 x/ menit Akral dingin Oliguria Vesikuler
S : 36,6 0C Tanda Perdarahan: Disuria Ronki
N : 92 x/ menit Tidak ada Inkontinensia Otot bantu napas
Takikardia Tanda Anemia : Tidak Retensi : Tidak ada
Bradikardia ada Nyeri saat BAK Alat bantu nafas :
Tubuh teraba Tanda Dehidrasi: KemampuanBAK : Tidak ada
hangat Tidak ada Mandiri Dispnea
Menggigil Pusing :- Alat bantu: Tidak Sesak
Kesemutan : pasien Gunakan Obat : Stridor
merasakan kesemutan Ya Krepirasi
pada bagian kaki Kemampuan
Berkeringat : BAB :Mandiri
berkeringat saat Alat bantu: Tidak
aktivitas
Rasa Haus : pasien
selalu memiliki rasa
haus berlebih
Pengisian kapiler 3
detik
Pencernaan Muskuloskeletal Neurosensori
Mual Tonus otot : normal Fungsi Penglihatan : Baik, tidak ada
Muntah Kontraktur : - kelainan.
Kembung: - Fraktur : - Fungsi perabaan : Baik, tidak ada
Nafsu Makan : Nyeri otot/tulang* iya, kelainan pad fungsi
Tidak terkadang nyeri sendi. perabaan.
Sulit Menelan : - Drop Foot Lokasi : - Buram : -
Disphagia : - Tremor Jenis : - Kesemutan pada : kaki kanan dan kiri
Bau Nafas : Malaise / fatique : - Tak bisa melihat : -
normal Atropi Kebas pada : -
Kerusakan gigi : Kekuatan otot : normal Alat bantu : -
gigi sudah mulai Postur tidak normal : - Disorientasi -
banyak yang RPS Atas : bebas Parese : -
tanggal. RPS Bawah : Visus : -
Distensi Abd: - kelemahan Halusinasi :-
Bising Usus: 9 Disartria: -
x/menit Berdiri : Mandiri Fungsi pendengaran : Amnesia
Konstipasi : - Berjalan : Mandiri Paralisis : -
Diare - x/hr Alat Bantu : Tidak Kurang jelas : -
Hemoroid, grade - Nyeri : Ya : kaki kanan Refleks patologis : -
Teraba Masa Tuli
abdomen - Kejang : -
Stomatitis Alat bantu : - frekwensi : -
Warna Tinnitus : -
Riwayat obat Fungsi Penciuman : Mampu dengan baik
pencahar Fungsi Perasa Mampu
Maag Mampu Terganggu
Konsistensi Terganggu
Diet Khusus: Ya*
Kulit
makanan biasa Jaringan parut Memar Laserasi
rendah gula, Ulserasi Pus : -
rendah lemak. Bulae/lepuh : dibagian kaki kiri
Kebiasaan makan- Perdarahan bawah
minum : Krustae
Mandiri Luka bakar : -
Perubahan warna : dibagian kaki
Alergi
kanan dan kiri tepatnya di bagian kaki
makanan/minuman : bawah kulit berwarna coklat kehitaman.
Tidak Decubitus: grade - Lokasi -
Alat bantu : Tidak Tidur dan Istirahat
Susah tidur
Waktu tidur :
Siang : 12.00 13.00 WIB
Malam : 20.00 04.30 WIB ( sering
terbngun dikarenakan sering
berkemih)
Bantuan obat, : tidak ada
Mental Komunikasi dan Budaya Kebersihan Diri Perawatan Diri
Cemas Interaksi dengan Gigi-Mulut : normal Sehari-hari
Denial Keluarga : Mata : normal Mandi : Mandiri
Marah Baik : dapat Kulit: normal Berpakaian :
Takut berkomunikasi dan Perineal/genital : Mandiri
Putus asa berinteraksi baik dengan normal Menyisir Rambut
Depresi anggota keluarga Hidung : normal : Mandiri
Rendah diri lainnya. Kuku: normal
Menarik diri Berkomunikasi : Telinga : normal
Agresif Lancar : dapat Rambut-Kepala :
Perilaku kekerasan berkomunikasi sesuai normal
pembicaraan.
Respon pasca
trauma : pasien Kegiatan sosial sehari-
menjadi tahu hari :
tentang Dapat berinteraksi
penyakitnya dan dengan masyarakat
cara mengatasinya. sekitar dengan baik.
Pasien mau
melihat bagian
tubuh yang rusak
Keterangan Tambahan terkait Individu

DATA PENUNJANG MEDIS INDIVIDU YANG SAKIT


Laboratorium Radiologi EKG USG

Nama Individu yang sakit : Ny. N Diagnosa Medik :-


Sumber Dana Kesehatan : KIS Rujukan Dokter/ Rumah Sakit : -
Keadaan Umum Sirkulasi/ Cairan Perkemihan Pernapasan
Kesadaran : CM Edema Pola BAK 3-4x/hr, Sianosis
GCS : 4,5,6 Bunyi jantung: S1 / S2 : vol 1500 ml/hr Sekret / Slym
TD : 120/100 Tunggal Hematuri Irama ireguler
mm/Hg Asites : - Poliuria Wheezing
P : 22 x/ menit Akral dingin : - Oliguria Ronki
S : 36,6 0C Tanda Perdarahan: Disuria Otot bantu napas
N : 82 x/ menit Tidak ada Inkontinensia : tidak ada
Takikardia Tanda Anemia : - Retensi Alat bantu nafas :
Bradikardia Tanda Dehidrasi: - Nyeri saat BAK Tidak ada
Tubuh teraba Pusing KemampuanBAK : Dispnea
hangat Kesemutan Mandiri Sesak
Menggigil Berkeringat : Alat bantu: Tidak Stridor
berkeringat dengan Gunakan Obat : Krepirasi
normal. Ya
Rasa Haus : Ada, Kemampuan
karena mencegah BAB :Mandiri
dehidrasi Alat bantu: Tidak
Pengisian kapiler 3
detik
Pencernaan Muskuloskeletal Neurosensori
Mual Tonus otot : normal Fungsi Penglihatan : Baik, tidak ada
Muntah Kontraktur : - gangguan. Tidak ada minus atau
Kembung: - Fraktur : - kelainan lain.
Nafsu Makan : Nyeri otot/tulang* iya, Fungsi perabaan : Baik, tidak ada
Tidak terkadang nyeri sendi. masalah. Semua dalam kondisi normal.
Sulit Menelan : - Drop Foot Lokasi : - Buram : -
Disphagia : - Tremor Jenis : - Kesemutan pada : kaki kanan dan kiri
Bau Nafas : Malaise / fatique : - Tak bisa melihat : -
normal Atropi Kebas pada : -
Kerusakan gigi : Kekuatan otot : normal Alat bantu : -
gigi dalam Postur tidak normal : - Disorientasi : -
kondisi baik. RPS Atas : bebas Parese : -
Sehat, tidak ada RPS Bawah : Visus : -
karies. kelemahan Halusinasi :-
Distensi Abd: - Disartria: -
Bising Usus: 8 Berdiri : Mandiri Fungsi pendengaran : Amnesia
x/menit Berjalan : Mandiri Paralisis : -
Konstipasi : - Alat Bantu : Tidak Kurang jelas : -
Diare - x/hr Nyeri : Ya : kaki kanan Refleks patologis : -
Hemoroid, grade - Tuli
Teraba Masa Kejang : -
abdomen - Alat bantu : - frekwensi : -
Stomatitis Tinnitus : -
Warna Fungsi Penciuman : Mampu dengan baik
Riwayat obat Fungsi Perasa Mampu
pencahar Mampu Terganggu
Maag Terganggu
Konsistensi
Kulit
Diet Khusus: Ya,
Jaringan parut : -
makanan biasa
Memar : -
rendah gula, Laserasi : -
rendah lemak. Ulserasi : -
Kebiasaan makan- Pus : -
minum : Mandiri Bulae/lepuh : dibagian kaki kiri
Alergi Perdarahan bawah
makanan/minuman : Krustae
Luka bakar : -
Tidak ada
Perubahan warna : dibagian kaki
Alat bantu : Tidak kanan dan kiri tepatnya di bagian kaki
ada bawah kulit berwarna coklat kehitaman.
Decubitus: grade - Lokasi -
Tidur dan Istirahat
Susah tidur
Waktu tidur :
Siang : 12.00 13.00 WIB
Malam : 21.00 04.30 WIB
Bantuan obat, : tidak ada
Mental Komunikasi dan Budaya Kebersihan Diri Perawatan Diri
Orientasi Baik Interaksi dengan Gigi-Mulut : normal Sehari-hari
Cemas Keluarga : Mata : normal Mandi : Mandiri
Denial Baik : dapat Kulit: normal Berpakaian :
Marah berkomunikasi dan Perineal/genital : Mandiri
Takut berinteraksi baik dengan normal Menyisir Rambut
Putus asa anggota keluarga Hidung : normal : Mandiri
Depresi lainnya. Kuku: normal
Rendah diri Berkomunikasi : Telinga : normal
Menarik diri Lancar : dapat Rambut-Kepala :
berkomunikasi sesuai normal
Agresif
pembicaraan.
Perilaku kekerasan
Kegiatan sosial sehari-
Respon pasca
hari :
trauma : -
Dapat berinteraksi
Tidak mau melihat dengan masyarakat
bagian tubuh yang sekitar dengan baik.
rusak
Keterangan Tambahan terkait Individu

DATA PENUNJANG MEDIS INDIVIDU YANG SAKIT


Laboratorium Radiologi EKG USG

Nama Individu yang sehat : Tn. S Diagnosa Medik :-


Sumber Dana Kesehatan : KIS Rujukan Dokter/ Rumah Sakit :
Keadaan Umum Sirkulasi/ Cairan Perkemihan Pernapasan:
Kesadaran : Edema : - Pola BAK 4x/hr, Vesikuler
GCS : 4,5,6 Bunyi jantung: - vol 1500 ml/hr Sianosis
TD : 120/90 Asites Hematuri Sekret / Slym
mm/Hg Akral dingin Poliuria Irama ireguler
P : 20 x/ menit Tanda Perdarahan: Oliguria Wheezing
S : 36,6 0C Normal Disuria Ronki
N : 82 x/ menit Tanda Anemia : - Inkontinensia Otot bantu napas
Takikardia Tanda Dehidrasi: - Retensi : tidak ada
Bradikardia Nyeri saat BAK Alat bantu nafas :
Tubuh teraba Pusing : - KemampuanBAK : tidak ada
hangat Kesemutan : - Mandiri Dispnea
Menggigil Berkeringat : + Alat bantu: Tidak Sesak
Rasa Haus : + (pasien Gunakan Obat :Ya Stridor
kondisi dari pulang Kemampuan Krepirasi
bekerja) BAB :Mandiri
Pengisian kapiler 3 Alat bantu: Tidak
detik
Pencernaan Muskuloskeletal Neurosensori
Mual Tonus otot : normal Fungsi Penglihatan :
Muntah Kontraktur : - Fungsi perabaan :
Kembung: - Fraktur : - Buram : - Kesemutan
Nafsu Makan : Nyeri otot/tulang* iya, pada : kaki kanan dan kiri
Tidak terkadang nyeri sendi. Tak bisa melihat : - Kebas pada : -
Sulit Menelan : - Drop Foot Lokasi : - Alat bantu : - Disorientasi : -
Disphagia : - Tremor Jenis : - Parese : -
Bau Nafas : Malaise / fatique : - Visus : - Halusinasi : -
normal Atropi Disartria: -
Kerusakan gigi : Kekuatan otot : normal Fungsi pendengaran : Amnesia
gigi sudah mulai Postur tidak normal : - Paralisis : -
banyak yang RPS Atas : bebas Kurang jelas : -
tanggal. RPS Bawah : Refleks patologis : -
Distensi Abd: - kelemahan Tuli : -
Bising Usus: 10 Kejang : -
x/menit Berdiri : Mandiri Alat bantu : - frekwensi : -
Konstipasi : - Berjalan : Mandiri Tinnitus : -
Diare - x/hr Alat Bantu : Tidak Fungsi Penciuman : Mampu dengan baik
Hemoroid, grade - Nyeri : - Fungsi Perasa Mampu
Teraba Masa Mampu Terganggu
abdomen - Terganggu
Stomatitis
Warna Kulit
Riwayat obat Jaringan parut
pencahar Memar : -
Maag : Laserasi : -
Konsistensi Ulserasi
Diet Khusus: Pus : -
Bulae/lepuh : dibagian kaki kiri
Makanan biasa
Perdarahan bawah
Kebiasaan makan- Krustae
minum : Sehari 3 x/ Luka bakar : -
hari Perubahan warna : -
Mandiri Decubitus: grade : - Lokasi : -
Alergi Tidur dan Istirahat
makanan/minuman : Susah tidur : -
Waktu tidur :
Tidak
Siang : 12.00 13.00 WIB (jarang
Alat bantu : Tidak tidur)
Malam : 22.00 05.00 WIB
Bantuan obat: tidak ada
Mental Komunikasikan Budaya Kebersihan Diri Perawatan Diri
Orientasi Baik Interaksi dengan Gigi-Mulut : normal Sehari-hari
Cemas Keluarga : Mata : normal Mandi : Mandiri
Denial Baik : dapat Kulit: normal Berpakaian :
Marah berkomunikasi dan Perineal/genital : Mandiri
Takut berinteraksi baik dengan normal Menyisir Rambut
Putus asa anggota keluarga Hidung : normal : Mandiri
Depresi lainnya. Kuku: normal
Rendah diri Berkomunikasi : Telinga : normal
Lancar : dapat Rambut-Kepala :
Menarik diri
Agresif berkomunikasi sesuai normal
Perilaku kekerasan pembicaraan.
Respon pasca Kegiatan sosial sehari-
trauma : - hari :
Tidak mau melihat Dapat berinteraksi
bagian tubuh yang dengan masyarakat
rusak : - sekitar dengan baik.
Keterangan Tambahan terkait Individu

DATA PENUNJANG MEDIS INDIVIDU YANG SAKIT


Laboratorium Radiologi EKG USG

ANALISA DATA
No Analisa Data Masalah
1. DS : klien mengatakan gula darah naik jika Kesiapan meningkatkan koping
klien stress berlebihan, jadi sekarang klien
mengerti jika terdapat masalah klien
meminimalisir atau mengatasinya dengan
cara tidur atau membicarakannya dengan
keluarga
DO :
pola tidur baik
klien mampu mengatasi masalah atau
stress dengan cara tidur atau
membicarakannya dengan keluarga
Klien menyadari perubahan
lingkungan (minta pendapat keluarga)
klien mampu mengontrol stress saat
terjadi masalah
klien mampu menghadapi situasi
klien mampu dalam meminta bantuan
(musyawarah dengan keluarga)
2. DS : Klien mengatakan keadaan rumah Hambatan pemeliharaan rumah
seperti ini (kurang bersih dan tidak rapi)
DO :
Rumah tampak kurang bersih
Rumah tampak tidak rapi
Lingkungan rumah sekitar pasar
unggas
Kesulitan mempertahankan kondisi
rumah yang nyaman (atap banyak
yang berlubang ketika hujan air
masuk)
Keluarga tidak memiliki WC sendiri
Tempat kamar mandi digunakan
bersamaan dengan tempat cuci
perabotan dapur
Pintu kamar mandi hanya menutup
sebagian kamar mandi
Pembuangan sampah tidak tepat
(samaph dibuang di plastik dan
digantung di dinding dapur)

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kesiapan meningkatkan koping
2. Hambatan pemeliharaan rumah

MENGETAHUI :
Nama Koordinator Tanggal/
Tandatangan

PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN KLEUARGA BERDASARKAN SKORING:

No. Kriteria Nilai Bobot


1. Sifat Masalah : I. 2 1
Skala : II. 1 3
Tidak/kurang sehat 2
Ancaman Kesehatan 1
Krisis
2. Kemungkinan masalah dapat diubah : I. 2 2
Skala : II. 1 2
Dengan mudah 1
Hanya sebagian 0
Tidak dapat
3. Potensi masalah untuk dicegah : I. 2 1
Skala : II. 1 3
Tinggi 2
Cukup 1
Rendah
4. Menonjolnya masalah : I. 2 1
Skala : II. 2 2
Masalah berat, harus ditangani 1
Masalah tidak perlu segera ditangani 0
Masalah tidak dirasakan

SCORING :

Masalah 1 :
2/3 x 1 = 2/3
2/2x2 = 2
2/3x1 = 2/3
2/2x1 = 1

Hasil masalah 1 : 2/3+2+2/3+1 = 13/3 (4,3)

Masalah 2 :
1/3x1 = 1/3
1/2x2 = 1
1/3x1 = 1/3
2/2x1 = 1

Hasil masalah 2 : 1/3+1+1/3+1 = 8/3 (2,6)


DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS

TANGGAL NO. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1 Kesiapan meningkatkan koping

2 Hambatan pemeliharaan rumah

PERENCANAAN KEPERAWATAN
Fasilitas Yankes No. Register
Nama Perawat yang Nama
mengkaji Penanggungjawab/ KK
Nama Individu/ Alamat
Keluarga/ Kelompok
Penyakit/ Masalah
Kesehatan
Tgl/ Diagnosa
Tujuan Rencana Tindakan
No. Keperawatan
16/12/ Kesiapan Tujuan Umum : 1. Pastikan ketersediaan sumber
2016 meningkatkan Setelah dilakukan kunjungan dan tingkat penggunaan sumber
koping sebanyak 2x diharapkan klien tersebut.
mampu meningkatkan koping 2. Identifikasi keluarga yang
stress. berisiko tinggi melakukan
Tujuan Khusus : perilaku yang tidak sehat.
1. Keluarga mampu mengenal 3. Identifikasi faktor risiko pada
sumber dalam peningkatan keluarga yang dapat memotivasi
koping. atau menghalangi peningkatan
K.H : koping.
Keluarga dapat 4. Bantu untuk mengidentifikasi
menyebutkan tanda dan menggerakkan sumber-
terjadinya stres sumber dan dukungan yang
Keluarga dapat tersedia.
menyebutkan penyebab 5. Mendorong anggota keluarga
terjadi stres saling berbagi cerita tentang
Keluarga dapat kehidupan mereka.
mengidentifikasi
sumber stres pada
keluarga
2. Keluarga mampu
memutuskan tindakan yang
tepat untuk mengurangi
atau meminimalisir stres
K.H :
Keluarga dapat
menyebutkan sebab
akibat yang
ditimbulkan dari stres
Keluarga dapat
menyebutkan tahapan
dalam pengambilan
keputusan
3. Keluarga mampu
memodifikasi sumber
stresor dalam mengurangi
atau meminimalisir stres.
K.H :
Keluarga dapat
menyebutkan sumber
stres dan dukungan
yang tersedia
Keluarga dapat
menyebutkan cara
mencegah terjadi stres
4. Keluarga mampu
menciptakan program yang
dirancang untuk
memperbaiki kesejahteraan
keluarga.
K.H :
Keluarga mampu
menyebutkan
pentingnya komunikasi
antar anggota keluarga.
Keluarga mampu
menyebutkan cara
penyelesaian masalah
antar anggota keluarga
(musyawarah keluarga)
Keluarga mampu
beradaptasi dengan
perubahan kondisi.
5. Keluarga mampu
memanfaatkan sumber yang
ada dalam menghadapi stres
K.H :
Keluarga mampu
menyebutkan dukungan
keluarga dalam
penanganan stres.
Keluarga mampu
menyebutkan
pandangan positif
terhadap adanya
sumber sekaligus
pemanfaatannya.
16/12/ Hambatan Tujuan umum : 1. Jelaskan keluarga mengenal
2016
pemeliharaan Setelah dilakukan kunjungan masalah tentang kesehatan
rumah sebanyak 2x diharapkan lingkungan.
keluarga akan mengerti cara 2. Tingkatkan status pendidikan
memelihara rumah dengan keluarga dengan memberikan
sehat pendidikan pada keluarga
Tujuan khusus : tentang rumah sehat dan tata
Keluarga mampu mengenal ruang yang baik.
pemeliharaan rumah 3. Bantu keluarga dalam
K.H : pengambilan keputusan
- Keluarga dapat mengenai masalah penataan
menyebutkan tanda tanda ruang yang mempengaruhi
lingkungan sehat kesehatan.
- keluarga mampu 4. Identifikasi kemampuan
menyebutkan proses anggota keluarga dalam
penataan ruang yang baik memodifikasi lingkungan
dan rapi rumah.
Keluarga mampu 5. Ajarkan dan demonstrasikan
memutuskan tindakan yang cara modifikasi lingkungan
tepat untuk mengatur rumah (pembuangan sampah
lingkungan rumah sesuai dengan tempatnya).
K.H : 6. Jelaskan tentang perubahan
Keluarga dapat yang bisa terjadi setelah
menyebutkan sebab memodifikasi lingkungan
akibat yang rumah.
ditimbulkan dari 7. Jelaskan pada keluarga tentang
penataan serta fungsi fasilitas dan pelayanan
kebersihan rumah kesehatan yang dapat
terhadap kesehatan. digunakan.
Keluarga dapat
menyebutkan
pentingnya
pembuangan sampah
pada tempatnya

Keluarga mampu
melakukan modifikasi
lingkungan rumah dengan
tepat
K.H :
Keluarga dapat
menyebutkan pengaruh
lingkungan bersih
terhadap kesehatan
Keluarga dapat
menyebutkan cara
memodifikasi penataan
rumah dengan benar.

Keluarga mampu
memelihara lingkungan
yang menunjang kesehatan
K.H :
- keluarga mampu
meningkatkan kesadaran
terhadap kebersihan
lingkungan rumah.
Keluarga mampu menjaga
kebersihan lingkungan
rumah setiap hari.

Keluarga mampu
memanfaatkan fasilitas
kesehatan yang ada untuk
mendapatkan informasi
tentang penatalaksanaan
rumah yang tepat.
K.H :
- Keluarga dapat
menyebutkan pentingnya
memiliki jamban sendiri di
rumahnya.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

Fasilitas Yankes RS Sogaten No. Register


Nama Perawat yang Nama Tn.S
mengkaji Penanggungjawab/ KK
Nama Individu/ Ny.S Alamat Ds. Kejuron
Keluarga/ Kelompok
Penyakit/ Masalah DM
Kesehatan
Tgl/ Diagnosa Ttd
Implementasi Evaluasi
No. Keperawatan Perawat
1. Memastikan ketersediaan S : Pasien mengatakan kadar
sumber dan tingkat gula sekarang stabil dan
penggunaan sumber terkontrol
tersebut. O:
2. Identifikasi keluarga yang Klien mampu memecahkan
berisiko tinggi melakukan masalah dengan keluarga
perilaku yang tidak sehat. Klien mampu mengontrol
3. Identifikasi faktor risiko perilaku yang dapat
pada keluarga yang dapat mengakibatkan stress dan
memotivasi atau peningkatan kadar gula darah
menghalangi peningkatan Klien mampu menjaga pola
koping. hidup sehat dengan diit dan
4. Bantu untuk senam kaki diabetes mellitus
mengidentifikasi dan Klien mampu memanfaatkan
menggerakkan sumber- sumber fasilitas kesehatan
sumber dan dukungan yang ada
yang tersedia. A:
5. Mendorong anggota Klien dan keluarga saling
keluarga saling berbagi mengingatkan dalam pengaturan
cerita tentang kehidupan diit serta penyelesaian masalah
mereka. menggunakan musyawarah
bersama
P:
Motivasi klien untuk teratur
dalam melakukan senam
diabetes mellitus untuk
memperlancar aliran darah
terutama ekstremitas bawah.
16/12/ Hambatan 1. Menjelaskan keluarga S : Klien mengatakan kondisi
2016 pemeliharaan mengenal masalah tentang rumah kurang rapi.
rumah kesehatan lingkungan. O:
2. Meningkatkan status Keluarga sudah memiliki
pendidikan keluarga tempat sampah di dalam
dengan memberikan rumah
pendidikan pada keluarga Rumah tampak lebih bersih
tentang rumah sehat dan dan rapi
tata ruang yang baik. Penempatan barang bekas
3. Membantu keluarga dalam diletakkan di belakang
pengambilan keputusan rumah.
mengenai masalah A :
penataan ruang yang Keluarga mengerti pentingnya
mempengaruhi kesehatan. kebersihan lingkungan terhadap
4. Mengidentifikasi kesehatan
kemampuan anggota P :
keluarga dalam Motivasi keluarga dan klien
memodifikasi lingkungan untuk selalu menjaga kebersihan
rumah. lingkungan yang merupakan
5. Mengajarkan dan salah satu faktor penting dalam
demonstrasikan cara kesehatan.
modifikasi lingkungan
rumah (pembuangan
sampah sesuai dengan
tempatnya).
6. Menjelaskan tentang
perubahan yang bisa
terjadi setelah
memodifikasi lingkungan
rumah.
7. Menjelaskan pada
keluarga tentang fungsi
fasilitas dan pelayanan
kesehatan yang dapat
digunakan.