Anda di halaman 1dari 6

Kebijakan kesehatan sekolah

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


SEKOLAH SEHAT

A. Pengkajian
1. CORE
SMP Negeri dengan jumlah siswa sebanyak 227 siswa di kelas VII dengan status gizi overweight (18,5%),
konjungtiva anemis (16,7%), kebiasaan sarapan (67,8%, karies (48,6%), kuku kotor (31,6%), injury pada
olahraga (49,8%), pengetahuan pada kesehatan reproduksi (25%), merokok pada siswa laki-laki sebanyak
(10%). Siswa mendapatkan bullying dari temannya sendiri. Siswa masuk geng motor.

2. Lingkungan Fisik
a. Kualitas udara, air, dan kebisingan
- Pada sekolah belum terkaji
b. Jarak dengan industri, jenis industri yang dekat dengan sekolah
- Pada sekolah belum terkaji
c. Struktur bangunan sekolah, keamanan, dan kenyamanan
- Pada sekolah belum terkaji
d. Fasilitas sekolah
- Pada sekolah belum terkaji
3. Pendidikan
a. Kurikulum hidden tentang health promotion
- Tidak terkaji
b. Kurikulum mandiri tentang health promotion
- Smp ini belum di lakukannya promosi kesehatan
c. Ekskul tentang kesehatan dokter kecil, PMR, dan P3M
- Smp ini belum mempunyai kader kesehatan sekolah

4. Keamanan dan transportasi


a. Petugas keamanan
- Pada sekolah belum terkaji
b. Sarana transportasi siswa
- Pada sekolah belum terkaji
c. Keamanan sarana transportasi siswa
- Pada sekolah belum terkaji
d. Keamanan dijalan menuju sekolah
- Pada sekolah belum terkaji
e. Keamanan fasilitas sekolah
- Pada sekolah belum terkaji
f. Keamanan makanan/minuman siswa
- Pada sekolah ini belum terkaji keadaan kantin dan penjual makanan

5. Politik dan Pemerintahan


- Pada sekolah ini tidak diketahui peraturan pemerintah yang di gunakan

6. Pelayanan Umum dan Kesehatan


a. Akses pelayanan kesehatan
- Belum terkaji
b. Jenis pelayanan umum
- Tidak terkaji

7. Pelayanan sosial
- Di SMP ini terdapat fasilitas sosial yang dapat menunjang pendidikan di sekolah ini seperti
layanan konseling oleh guru, tetapi proses bimbingan belum berjalan dengan baik.
8. Komunikasi
- Belum terkaji
9. Ekonomi
- Belum terkaji
10. Rekreasi
- Belum terkaji

B. Analisa Masalah

Data Etiolologi Problem


DS: - Kurangnya informasi Kurang pengetahuan
DO: Overweight (18,5%), mengenai masalah kesehatan
konjungtiva anemis (16,7%),
kebiasaan sarapan (67,8%, karies
(48,6%), kuku kotor (31,6%), injury
pada olahraga (49,8%),
pengetahuan pada kesehatan
reproduksi (25%)
DS: - Kurangnya pengawasan guru Perubahan perilaku merokok
DO: Siswa laki-laki merokok (10%) terhadap siswa
DS : Perawat mendapatkan laporan Kurangnya perhatian dari Perubahan perilaku menyimpang
mengenai siswa yg mendapatkan pihak sekolah
bullying dan beberapa siswa masuk
geng motor.

C. Diagnosa Keperawatan
1. Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi mengenai masalah kesehatan.
2. Perubahan perilaku merokok b.d kurangnya pengawasan guru terhadap siswa.
3. Perubahan perilaku menyimpang b.d kurangnya perhatian dari pihak sekolah.
Program UKS siswa terhadap hidup sehat atau tingkat dan status
Definisi UKS kesehatan mereka meningkat.
UKS adalah pusat kegiatan kesehatan dalam upaya
pelayanan kesehatan pada siswa sekolah yang dikelola dan Pelayanan Kesehatan Sekolah
diselenggarakan oleh institusi kesehatan, bekerja sama dengan Menurut Notoatmodjo (2007: 8), Upaya untuk
institusi pendidikan melalui dukungan teknis dari petugas mewujudkan kesehatan dapat dilihat dari dua aspek yaitu
kesehatan dalam rangka pencapaian derajat kesehatan siswa pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan.
(Depkes RI, 2002). Pemeliharaan kesehatan terdiri dari pengobatan penyakit dan
pemulihan kesehanan. Peningkatan kesehatan terdiri dari
Tujuan UKS pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan itu sendiri.
Tujuan umum UKS untuk meningkatkan kemampuan Ada tiga program pokok UKS yang sering disebut trias UKS,
hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan
menciptakan lingkungan sehat sehingga memungkinkan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
pertumbuhan perkembangan anak yang optimal. Sedangkan 1. Pendidikan kesehatan, meliputi:
tujuan khusus dibentuknya UKS, yaitu: - Pemberian pengetahuan & keterampilan tentang
1. Menurunkan angka kesakitan anak sekolah prinsip-prinsip hidup sehat
2. Meningkatkan kesehatan didik baik fisik, mental, - Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan
maupun social daya tangkal pengaruh buruk dari luar
3. Peserta didik memiliki pengetahuan, sikap, dan - Pelatihan dan penanaman pola hidup sehat agar
keterampilan untuk melaksanakan prinsip-prinsip dapat diimplementasikan dalam kehidupan
untuk hidup sehat serta berperan aktif dalam usaha sehari-hari.
peningkatan kesehatan di sekolah~ 2. Pelayanan Kesehatan, meliputi:
4. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan terhadap - Peningkatan kesehatan (promotif): penyuluhan
anak sekolah~ kesehatan, & latihan keterampilan dalam rangka
5. Meningkatkan daya tangkap dan daya hayat terhadap pelayanan kesehatan
pengaruh buruk, seperti narkotika, rokok, alcohol, - Pencegahan (preventif): kegiatan peningkatan
dan obat berbahaya lainnya. daya tahan tubuh, kegiatan pemutusan rantai
Menurut Departemen Kesehatan, tujuan pelayanan UKS penularan penyakit, dan kegiatan penghentian
adalah sebagai berikut: proses penyakit pada tahap dini sebelum timbul
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi anak usia kelainan
sekolah - Penyembuhan dan pemulihan (Kuratif dan
2. Meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar dan Rehabilitatif) : Berupa kegiatan mencegah
mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit
yang menunjang peningkatan kemampuan hidup atau untuk meningkatkan kemampuan peserta
sehat didik yang cedera/cacat agar dpt berfungsi
3. Pendekatan dan pemeratan pelayanan kesehatan optimal
kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan 3. Pembinaan Lingkungan Sekolah, meliputi:
cakupan pelayanan kesehatan pada penduduk - Kegiatan bina lingkungan fisik Pelaksanaan 5K
berdasarkan letak geografi & pembinaan serta pemeliharaan kesehatan
lingkungan
- Kegiatan bina lingkungan mental sosial, komunitas, petugas gigi, ahli gizi, petugas sanitasi, petugas
sehingga tercipta suasana hubungan posyandu dan tenaga kesehatan lainnya yang dikoordinir oleh
kekeluargaan yang akrab & erat antar sesama Kepala Puskesmas (Zein, 2008).
warga sekolah

Tim Pelaksana UKS Program Dokter Kecil


Tim Pelaksana UKS berfungsi sebagai penanggung Tujuan : meningkatkan partisipasi siswa dalam program UKS
jawab & pelaksana program UKS di sekolah dan perguruan Kriteria peserta : siswa SD kelas 4 dan 5, berprestasi disekolah
agama berdasarkan prioritas kebutuhan dan kebijakan yang Tugas :
ditetapkan oleh TP UKS Kabupaten/kota. Tugas tim pelaksana - Dapat menggerakan sesama teman untuk bersama-sama
UKS, diantaranya: menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya sendiri
1. Melaksanakan trias UKS yang telah ditetapkan/dan - Berusaha bagi teriptanya kesehatan lingkungan yang aik
atau diberikan oleh pembina UKS disekolah
2. Menjalin kerjasama yg serasi dg ortu murid, instansi Kegiatan : penyuluhan kesehatan, penolong pertama pada
lain & masyarakat dlm pelaksanaan kegiatan UKS di keelakaan dan penyakit, pengamatan keersihan ruang UKS
sekolah dan perguruan agama
3. Mengadakan penilaian/evaluasi, menyusun & Program di amerika
menyampaikan laporan tengah tahunan kpd TP UKS
kecamatan sesuai dengan tembusan kepada instansi
terkait
Gambaran tim pelaksana UKS
a. Pembina : Lurah/kepala desa
b. Ketua : Kepala sekolah/kepala madrasah
c. Sekretaris : Guru penjaskes/guru pembina UKS
d. Bendahara : Ketua unsur Pengurus BP3/ POMG/
Komite sekolah
e. Anggota :
- Unsur pengurus BP3/POMG/komite sekolah
- Petugas UKS Puskesmas/Bidan Desa
- Ketua OSIS

Pengelolaan UKS
Dalam pelaksanaan program usaha kesehatan
sekolah, prinsip pengelolaan yang digunakan diantaranya
mengikutsertakan peran serta aktif masyarakat sekolah,
kegiatan yang terintegrasi, melaksanakan rujukan serta
kerjasama. Kerjasama tim di tingkat Puskesmas sangat
diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program usaha
kesehatan sekolah, kerjasama ini terdiri dari beberapa program
yang terlibat didalamnya diantaranya dokter, perawat