Anda di halaman 1dari 2

MODEL TEST PELIMPAH WADUK TAMBLANG DI KABUPATEN BULELENG 2016

SKALA 1 : 50

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Kondisi hidrolika aliran yang terjadi pada final design, secara umum dapat
dikemukanan hal-hal sebagai berikut:
1. Pada Ambang Pelimpah Samping, dengan penambahan chute block di hilir
pelimpah membuat terjadinya aliran yang merata dan mempunyai kesesuaian
yang baik dengan kondisi prototipe.
2. Pengaruh perubahan-perubahan yang terjadi pada saluran pengarah dan
saluran samping serta adanya endsill pada hilir saluran transisi menjadikan
aliran pada saluran transisi stabil dan merata. Dengan demikian, kondisi aliran
di saluran transisi telah mencapai kondisi subkritis.
3. Kondisi aliran di saluran peluncur dalam kondisi baik dan sesuai persyaratan
untuk menciptakan aliran super kritis yang nantinya akan diredam energinya
di peredam energi (kolam olak). Kondisi aliran pada hilir saluran peluncur
sejajar dan memberikan kondisi profil muka air yang baik. Berdasarkan
perhitungan, maka saluran ini aman terhadap kemungkinan terjadinya aliran
getar dan kavitasi.
4. Dengan diturunkannya elevasi kolam olak sebanyak 3 m membuat aliran
semakin baik yang akan memberikan efek keamanan yang baik untuk
pengalirannya ke hilir.
5. Kondisi saluran di hilir peredam energi, mengalami pola gerusan yang dalam.
Hal ini disebabkan karena kecepatan aliran mendekati kritis. Sehingga dengan
diturunkannya dasar peredam energi akan tercipta slope negatif, yang
diharapkan akan mengurangi kecepatan serta menghindari gerusan yang
dalam.

5.2 Saran-saran
1. Untuk antisipasi keamanan jangka panjang disarankan menggunakan konstruksi
beton bertulang minimum K350 dan tebal selimut beton sesuai ketentuan (tmin = 10
cm).
2. Monitoring batuan lindung hilir peredam energi (rip-rap) setiap setelah terjadi banjir
perlu dilakukan, dengan tujuan bila terjadi pergeseran segera diisi dan ditata

V-1
MODEL TEST PELIMPAH WADUK TAMBLANG DI KABUPATEN BULELENG 2016
SKALA 1 : 50

kembali. Selain itu, mengingat struktur permukaan dasar saluran pengarah di hlir
batu lindung terbuat dari tanah asli, untuk menjaga kemungkinan rapuhnya
struktur geologi perlu dilindungi dengan hamparan batu secara acak yang dapat
diperoleh dari sungai setempat.
3. Dengan kondisi keluaran saluran hilir menuju sungai utama persis berada di
belokan sungai, maka perlakuan tebing sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas
tebing/lereng misalnya dengan diberikan perlindungan tebing/ perkuatan lereng
(revetment). DIharapkan pada saat terjadi aliran banjir, tebing/lereng tidak
mengalami kelongsoran.

V-2