Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KOTA SIBOLGA

RUMAH SAKIT UMUM


Dr.FERDINAND LUMBANTOBING
Jalan . Dr.Ferdinand Lumbantobing No.35 Sibolga
Telp. (0631) 24725, 21020, 21444 Faks (0631) 21444

KEPUTUSAN DIREKTUR RSU DR. FERDINAND LUMABANTOBING SIBOLGA


NOMOR :

TENTANG

PEMBERLAKUAN PEDOMAN PELAYANAN KEBUTUHAN PRIVASY PASIEN


RUMAH SAKIT UMUM Dr. FERDINAND LUMBAN TOBING SIBOLGA TAHUN 2016

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM Dr. FERDINAND LUMBAN TOBING SIBOLGA

Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah


sakit melalui pelayanan medik, khususnya dalam
pelayanan kebutuhan privacy pasien di RSU Dr FL
Tobing Sibolga;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana


dimaksud pada huruf a, perlu kebijakan khusus untuk
pelaksanaan tindakan medis;

c. bahwa untuk kebijakan pelayanan kebutuhan privacy


pasien, maka dipandang perlu diatur dan ditetapkan
dengan Keputusan Direktur RSU Dr. F. L. Tobing
Sibolga.

Mengingat : 1. Undang- Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran;

2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan;

3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah


Sakit;

4. Peraturan Pemerintanh Nomor 10 Tahun 1966 tentang


Wajib Simpan Rahasia Kedokteran;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang


tenaga Kesehatan;

6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor


269/Menkes/Per/III/2008 tentangRekam Medis;

7. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang


kerahasiaan pasien;
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
290/Menkes/Per/III/2008 tentangPersetujuan
Tindakan Kedokteran;
9. Surat Keputusan Walikota Sibolga Nomor :
820/167/SPT/2014 Tentang Pengangkatan Pelaksana
Tetap Direktur RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga ;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RSU Dr. FERDINAND LUMBAN


TOBING SIBOLGA TENTANG PEMBERLAKUAN PANDUAN
PELAYANAN KEROHANIAN DI RUMAH SAKIT UMUM Dr.
FERDINANDLUMBAN TOBING SIBOLGA.

KESATU : Menetapkan Pemberlakuan Panduan Pelayanan Kebutuhan


Privacy pasien di Rumah Sakit Umum Dr. F. L. Tobing
Sibolga sebagaimana terlampir dalam keputusan ini;

KEDUA : Seluruh petugas harus mampu melngidentifikasi harapan


dan kebutuhan privacy pasien di Rumah Sakit Umum
Dr. F. L. Tobing Sibolga sebagaimana terlampir dalam
keputusan ini;

KETIGA : Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat


ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Anggaran
Pendapatan dan Belanja RSU Dr.Ferdinand Lumbantobing
Sibolga;

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,


dengan ketentuan akan ditinjau kembali apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya;

Ditetapkan di Sibolga
Tanggal 2017
DIREKTUR RSU Dr. F.L.TOBING
KOTA SIBOLGA,

Dr. H. MASRIP SARUMPAET, M.Kes


Pembina
NIP : 196503312000031005
Lampiran Keputusan DirekturRSU Dr. Ferdinand LumbantobingSibolga
Nomor :
Tanggal :
Tentang :

PANDUAN PELAYANAN KEBUTUHAN PRIVACY PASIEN


DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. FERDINAND LUMBAN TOBING SIBOLGA

i. DEFENISI

Privasimerupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki


seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. Tingkatan privasi yang diinginkan
itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan, yaitu adanya keinginan untuk
berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindari atau berusaha supaya
sulit dicapai orang lain.

Adapun defenisi lain dari privasi yaitu sebagai suatu kemampuan untuk mengontrol
interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan-pilihan atau kemampuan untuk
mencapai interaksi seperti yang diinginkan. Privasi jangan dipandang hanya sebagai
penarikan diri seseorang secara fisik terhadap pihak pihak lain. Identifikasi privacy
pasien adalah suatu proses untuk mengetahui kebutuhan privacy pasien selama dalam
rumah sakit

Privacy pasien adalah hak pasien yang perlu dilindungi dan dijaga selama dalam
rumah sakit.

a. Faktor privasi

Ada perbedaan jenis kelamin dalam privasi, dalam suatu penelitian pria lebih
memilih ruangan yang terdapat tiga orang sedangkan wanita tidak
mempermasalahkan isi dalam ruangan itu. Menurut Maeshall perbedaan dalam
latar belakang pribadi akan berhubungan dengan kebutuhan privasi.

b. Faktor Situasional

Kepuasan akan privasi sangat berhubungan dengan seberapa besar


lingkungan mengijinkan orang-orang didalamnya untuk mandiri.

c. Faktor Budaya

Pada penelitian tiap-tiap budaya tidak ditemukan perbedaan dalam


banyaknya privasi yang diinginkan tetapi berbeda dalam cara bagaimana mereka
mendapatkan privasi. Misalnya rumah orang jawa tidak terdapat pagar dan
menghadap ke jalan, tinggal dirumah kecil dengan dinding dari bambu terdiri dari
keluarga tunggal anak, ayah, dan ibu.
HAK ATAS PRIVACY

Hak privacy ini bersifat umum dan berlaku untuk setiap orang. Inti dari hak ini
adalah suatu hak dan kewenangan untuk tidak diganggu. Setiap orang berhak
untuk tidak dicampuri urusan pribadinya oleh orang lain tanpa persetujuannya. Hak
atas privacy disini berkaitan dengan hubungan terapeutik antara dokter-pasien
(fiduciary relationship). Hubungan ini di dasarkan atas kepercayaan bahwa dokter
itu akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan pengobatan.
Kepercayaan bahwa penyakit yang diderita tidak akan diungkapkan lebih lanjut
kepada orang lain tanpa persetujuannya.

Dalam pasal 11 Peraturan menteri kesehatan nomor


269/Menkes/Per/III/2008 diatur bahwa penjelasan tentang isi rekam medis hanya
boleh dilakukan oleh dokter atau dokter gigi yang merawat pasien dengan izin
tertulis pasien atau berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Pada saat pemeriksaan seperti wawancara klinis, prosedur tindakan,


pengobatan, dokter atau perawat atau bidan atau petugas medis lainnya wajib
melindungi privasi pasien seperti data pasien, diagnose pasien, dan lainnya dapat
juga menutup gorden pintu pada saat dilakukan pemeriksaan atau pengobatan
semua bergantung dari kebutuhan pasien.

ii. RUANG LINGKUP

Guna mengetahui kebutuhan pasien akan privacynya selama dalam rumah sakit
sebagai bentuk kep edulian RS yang diterapkan untuk melindungi hak-hak asasi
pasien (hak privacy).

iii. TATA CARA


Untuk Rawatan Inap

1. Perawat menerima pasien baru dan melakukan identifikasi pasien dengan


meminta pasien menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahir

2. Perawat memberikan informasi kepada pasien merujuk kepada cek list


pemberian informasi dengan menjelaskan mengenai hak dan kewajibannya
termasuk didalamny hak akan privasi pasien selama dalam perawatan.

3. Perawat melakukan koordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan kebutuhan


pasien guna menjaga privasinya selama dalam perawatan :

Menutup acces pengunjung (baik keluarga, kerabat)

Menempatkan tanda/sign pada pintu masuk kamar.


Memastikan prefrensi pasien untuk gender atau jenis kelamin petugas yang
diberi izin masuk kamar.

4. Pada semua tindakan atau pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter atau pun
perawat di kamar perawatan pastikan privacy pasien terlindungi dengan pintu
dan tirai kamar tertutup.

5. Untuk pasien yang akan transfer antara unit karena akan dilakukan
pemeriksaan penunjang atau pindah rawat/kamar, pastikan saat transfer
privascy pasien terlindungi. Contoh dengan menggunakan selimut.

6. Pastikan dokumen/file pasien terdapat pada tempatnya.

7. Memastikan seluruh staff Rumah Sakit tidak membicarakan hal-hal yang


menyangkut pasien di area umum.

Untuk Pasien Rawat Jalan

1. Pada semua tindakan atau pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter atau
perawat di ruang konsultasi pastikan privacy pasien terlindungi dengan pintu
dan tirai ruangan konsultasi tertutup

2. Memastikan seluruh staff Rumah Sakit tidak membicarakan hal-hal yang


menyangkut pasien diarea umum.

D. DOKUMENTASI

1. Catat pada case note/ catatan perawatan tentang privacy pasien.


PERSETUJUAN PRIVACY PASIEN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSU Dr. F.L.TOBING
SIBOLGA
Jl. Dr. F.L.Tobing
No. 35 Sibolga 1/2
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,
Plt. Direktur RSU Dr. F.L.Tobing Sibolga
STANDAR
OPERASIONAL Dr. Masrip Sarumpaet,M.Kes
PROSEDUR Pembina
NIP : 196503312000031005

Tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki


oleh seseorang pada suatu kondisi atau situasi yang
Pengertian dirasa sebagai privat atau tidak. Yang menentukan
adalah subjektivitas dan kontrol (ruang interpersonal dan
territorial) dari seseorang tersebut

Guna mengetahui kebutuhan pasien akan privacynya


selama dalam Rumah Sakit sebagai bentuk kepedulian
Tujuan Rumah Sakit yang diterapkan untuk melindungi hak-hak
pasien (hak privacy)

- Dokter yang merawat pasien


- Perawat ruangan yang melaksanakan pelayanan dan
Kebijakan
melakukan perawatan terhadap pasien

1. Unit Rawat inap


Perawat menerima pasien baru dan melakukan
identifikasi pasien dengan meminta pasien
menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahir
Perawat memberikan informasi tentang hak
akan privacy pasien selama dalam perawatan
Perawat melakukan koordinasi dengan pihak
Prosedur terkait sesuai dengan kebutuhan pasien guna
menjaga privacy selama dalam perawatan:
Menutup akses masuk pengunjung
(keluarga maupun kerabat)
Memastikan prevensi pasien untuk
gender atau jenis kelamin petugas byang
diberi izin masuk kamar
PERSETUJUAN PRIVACY PASIEN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSU Dr. F.L.TOBING
SIBOLGA
Jl. Dr. F.L.Tobing 2/2
No. 35 Sibolga
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,
Plt. Direktur RSU Dr. F.L.Tobing Sibolga
STANDAR
OPERASIONAL Dr. Masrip Sarumpaet, M.Kes
PROSEDUR Pembina
NIP : 196503312000031005

Tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki


oleh seseorang pada suatu kondisi atau situasi yang
Pengertian dirasa sebagai privat atau tidak. Yang menentukan
adalah subjektivitas dan kontrol (ruang interpersonal dan
territorial) dari seseorang tersebut

Guna mengetahui kebutuhan pasien akan privacynya


selama dalam Rumah Sakit sebagai bentuk kepedulian
Tujuan Rumah Sakit yang diterapkan untuk melindungi hak-hak
pasien (hak privacy)

- Dokter yang merawat pasien


- Perawat ruangan yang melaksanakan pelayanan dan
Kebijakan
melakukan perawatan terhadap pasien

Pada semua tindakan atau pemeriksaan yang


dilakukan oleh dokter ataun perawat dikamar
perawatan pastikan privasinya terlindungi dengan
pintu dan tirai kamar tertutup contohnya dengan
menggunakan selimut
2. Unit rawat jalan
Prosedur Pada semua tindakan atau pemeriksaan yang di
lakukan dokter atau perawat di ruang konsultasi
pastikan privasi pasien terlindungi dengan pintu
dan tirai dan ruang konsultasi tertutup
- Memastikan seluruh petugas rumah sakit tidak
membicarakan hal hal yang menyangkut pasien di
area umum
Unit rawat inap
Rekam medis
Unit Terkait UGD
Kamar operasi
Poliklinik
Ditetapkan di Sibolga
Tanggal 2017
DIREKTUR RSU Dr. F.L.TOBING
KOTA SIBOLGA,

Dr. H. MASRIP SARUMPAET, M.Kes


Pembina
NIP : 196503312000031005
RSU Dr. F. L. Tobing Sibolga

Jl.Dr.F.L. Tobing Sibolga

Telp.0631-24725/21020 Fax 21444

Email: rsu.fltobing@yahoo.com

FORMULIR PERMINTAAN PRIVACY

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama :

Alamat:

Selaku diri saya sendiri/istri/suami/ayah/ibu/anak/kakak/adik/teman/ (..) dari pasien:

Nama :

TTL :.......

1. Dengan ini menyatakan bahwa saya/orang tua/anak/wali (mengijinkan/tidak


mengijinkan) Rumah Sakit memberi akses bagi :
Keluarga/kerabat/yang bernama :..
Serta orang lain yang bernama :..
Yang akan menemui saya
2. Saya menginginkan/tidak menginginkan privacy khusus:
1. Pada saat wawancara klinis
2. Pada saat pemeriksaan fisik
3. Pada saat perawatan
4. Dan lain-lain.
Sibolga,
Petugas Pembuat Pernyataan

(..) (.)