Anda di halaman 1dari 9

lectuere note 1-9

Fisika Komputasi

Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda


tugas

13330030, Abdul Ahad Asysyakur

Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Abstract: Tugas pertama kuliah Fisika komputasi dengan Mengaplikasikan Matlab ke dalam Latex.
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat media pembelajaran berupa simulasi gerak osilasi harmonik
sederhana dan osilasi harmonik teredam menggunakan program yang terkomputerisasi yaitu menggunakan spreadsheet
Excel. Osilasi harmonik merupakan fenomena fisis yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari hari. Fenomena fisis
tersebut dinyatakan dalam model matematis yaitu persamaan. Solusi persamaan osilasi harmonik yang berupa persamaan
differensial dapat diselesaikan melalui pendekatan analitik. Kemampuan abstraksi suatu konsep dapat dilakukan melalui
simulasi interaktif terkomputerisasi menggunakan program spreadsheet Excel berbantuan aplikasi Visual Basic Application
(VBA). Pembuatan media pembelajaran simulasi osilasi harmonik menggunakan spreadsheet Excel melalui beberapa taha-
pan antara lain : identifikasi kebutuhan, penentuan topik pelajaran, penentuan jenis atau golongan media pembelajaran,
pengorganisasian isi/ materi dan bahan yang diperlukan, penyususnan media pembelajaran, ujicoba media pembelajaran,
revisi media pembelajaran, dan produksi media pembelajaran. Prosedur pengoperasian media pembelajaran simulasi osilasi
harmonik cukup mudah, sebab pengguna hanya menggeser scrollbar untuk menentukan nilai parameter. Selanjutnya den-
gan menekan tombol navigasi yang disediakan maka simulasi secara otomatis bergerak dari 0 sekon sampai 20 sekon. Media
simulasi menggunakan spreadsheet Excel menyajikan simulasi osilasi harmonik sederhana dan simulasi osilasi harmonik
teredam. Selain itu kelebihan media simulasi osilasi dapat dijalankan pada berbagai Personal Computer, sehingga sangat
mudah dipelajari dimanapun dan kapanpun.
Keywords: Gerak Osilasi Sederhana

Contents

1.Pendahuluan 1

2.Kasus 4

3.Persamaan Diferensial Orde Dua yang Pertama 5

4.Persamaan Diferensial Orde Dua yang Kedua 5

5.Persamaan Diferensial Orde Dua yang Ketiga 6

E-mail: aheaddevil@gmail.com

1
Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda

6.Sistem Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda 7

6.1.
Persamaan Gerak 7
6.2.
Source Code Metode Runge-Kutte Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda 7

7.Daftar pustaka 8

References 8

1. Pendahuluan

Tugas Fisika Komputasi yang telah di ACC oleh Bapak Joko Saefan kali ini, dapat diselesaikan dengan Teori La-

grang, pada akhirnya penyelesaian kasus ini menghasilkan sebuah persamaan yang disebut Persamaan Diferensial
Orde Dua, kemudian untuk mengaplikasikan persamaan yang ada ke dalam Program Matlab dapat digunakan

Metode Runge-Kutta

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang menakutkan dan membosankan. Kedua alasan yang sangat

melekat ketika seorang siswa ditanya mengenai kesan pembelajaran Fisika selama ini. Sugiharti (2005:29 30)
menyatakan bahwa belajar Fisika bukan hanya sekedar tahu matematika, tetapi lebih jauh peserta didik dihara-

pkan mampu memahami konsep yang terkandung di dalamnya, menuliskan ke dalam parameter parameter atau

simbol simbol fisis, memahami permasalahan, serta menyelesaikan secara matematis. Pemahaman konsep yang

benar akan lebih berguna dibandingkan dengan menghapalkan bentuk bentuk soal dan rumus serta metode
pengerjaan soal. Hal ini dipandang berdasarkan ilmu fisika yang erat dengan abstraksi. Kegagalan dalam proses

abstraksi konsep, akan menyebabkan tidak dipahaminya konsep yang sedang dipelajari, dan bisa mengarahkan

pada miskonsepsi jika konsep itu dipaksakan untuk dipahami. Dalam bidang Fisika, abstraksi dipandang sebagai

proses yang disebut dengan thought experiment. Dengan demikian, untuk memahami konsep fisika secara benar
diperlukan kemampuan abstraksi pada model matematis yang menggambarkan konsep fisika tersebut. Masalah-

nya yaitu tidak semua orang memiliki kemampuan abstraksi yang cukup untuk memahami suatu konsep fisika

sehingga menyebabkan miskonsepsi. Suatu cara agar dapat membantu proses abstraksi adalah dengan menggu-

nakan komputer untuk membangkitkan visualisasi fisika. Perkembangan teknologi komputer saat ini baik dalam
hal perangkat keras maupun perangkat lunak, pembuatan visualisasi dan simulasi fisika menjadi lebih mudah.

Dewasa ini, pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas dan mendengarkan penjelasan guru. Perubahan

pola pembelajaran saat ini juga ditandai dengan penggunaan berbagai media pembelajaran baik berupa alat

peraga hingga media presentasi. Alat peraga dimaksudkan dengan menggunakan simulasi maupun animasi dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sedangkan media presentasi merupakan media yang terkomputerisasi,

dapat berupa simulasi grafik, OHP, maupun LCD. Seiring dengan banyaknya pengajar yang menggunakan media

dalam pembelajarannya, maka banyak media pembelajaran inovatif yang telah dikembangkan. Media pembela-

jaran selalu mengalami perkembangan, banyak jenis software yang berkembang sebagai aplikasi yang mendukung

2
Ahead

pembuatan media pembelajaran, namun setiap media yang tersajikan memiliki beberapa keunggulan dan kelema-

han yang berbeda beda. Perbedaan tersebut dapat berupa penyempurnaan media yang sebelumnya. Salah satu
media pembelajaran yang inovatif yaitu program Spreadsheet Excel yang dikembangkan melalui software Mi-

crosoft Office Excel. Bloch (2005) menguraikan pengertian Microsoft Office Excel bahwa : Microsoft Office Excel

merupakan paket program komputer untuk aplikasi perhitungan dengan tabel dan grafik. Dalam penerapan-

nya, Microsoft Excel tidak hanya diterapkan di bidang bisnis tetapi sudah memasuki bidang sains dan teknologi.
Microsoft Excel mempunyai banyak formula dan fungsi logika yang diperlukan untuk melakukan perhitungan

umum maupun khusus terhadap data data numerik. Fasilitas grafik yang dimiliki Microsoft Excel akan mampu

mendukung penyajian data. Microsoft Excel juga memiliki kemampuan pemrograman melalui bahasa makro

yang disusun menggunakan Visual Basic Application (VBA). Microsoft Excel juga sudah banyak digunakan un-
tuk menghitung, memproyeksikan, menganalisa, dan mempresentasikan data. Pembuatan simulasi menggunakan

program spreadsheet Excel dengan aplikasi Visual Basic Application (VBA). Program spreadsheet Excel yang

dilengkapi aplikasi VBA ini menyediakan fasilitas yang mendukung untuk menciptakan suatu media pembelajaran.

Tujuan pengembangan media ini diharapkan dapat membantu pemahaman siswa terhadap materi yang abstrak.
Dengan program spreadsheet Excel, penyajian materi dapat dilengkapi dengan gambar, animasi, dan grafik yang

dinamis. Menurut Fauzi (2009), potensi spreadsheet dalam pembelajaran Fisika antara lain adanya kemampuan

visualisasi, simulasi, dan animasi suatu gejala Fisika dengan tampilan angka dan grafik dinamis. Namun belum

banyak yang mengembangkan karena kurang populernya pemanfaatan spreadsheet untuk pembelajaran Fisika
dan masih sulit ditemukan bahan ajar berbasis spreadsheet di dunia pembelajaran Fisika. Selain itu menurut

Popat S. Tambade (2011) menyatakan bahwa simulasi dengan menggunakan media spreadsheet sangat efektif

untuk membantu siswa belajar, sebab simulasi tersebut tidak hanya menampilkan lukisan grafik yang terbentuk

namun sama seperti melakukan percobaan dalam laboratorium. Sehingga penggunaan media spreadsheet Excel
sangat membantu dalam pembelajaran fisika yang bersifat abstrak. Spreadsheet excel dapat digunakan untuk

menyelesaikan persamaan diferensial linear dan nonlinear serta menampilkan dalam bentuk grafik secara otomatis.

Osilasi sistem massa pegas merupakan salah satu konsep fisika yang menggunakan penyelesaian secara differen-

sial. Menurut Suzana dan Napole (2010), osilasi sistem pegas merupakan aplikasi prinsip fisika yang menggunakan
penyelesaian secara matematis. Dengan menggunakan spreadsheet Excel, maka dapat dihasilkan simulasi yang

menyerupai percobaan secara nyata. Hal ini menunjukkan bahwa konsep fisika yang abstrak terbantu dengan

media pembelajaran yang interaktif, sebab siswa dapat menganalisis gerakan osilasi sistem pegas dengan jelas.

Berdasarkan pendapat di atas, maka perlu diakukan pengembangan media ajar berbasis spreadsheet Excel. Salah
satu materi yang sulit diamati secara nyata gerakan tiap satu satuan waktu dengan selisih waktu yang sangat kecil

ialah Osilasi Harmonik Teredam. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai proses pembuatan media pembela-

jaran dengan menggunakan spreadsheet Excel untuk materi Osilasi Harmonik Teredam. Dalam kehidupan sehari

hari mudah ditemukan aplikasi yang memanfaatkan prinsip Osilasi Harmonik Teredam, misalnya penggunaan
shock absorber yang terpasang pada kendaraan. Shock absorber merupakan sebuah pegas yang dapat bergetar

3
Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda

apabila diberikan gaya dari luar sistem. Gaya tersebut menyebabkan lambungan yang dapat dirasakan oleh pen-

gendara. Untuk mengurangi lambungan yang terlalu tinggi, maka diberikan redaman yang dapat meredam osilasi
pegas seiring bertambahnya waktu. Dengan menggunakan program spreadsheet Excel, Osilasi Harmonik Teredam

sebuah pegas dapat tampilkan secara interaktif melalui simulasi. Gerakan osilasi sistem pegas tiap satu satuan

waktu dapat tergambar secara nyata melalui simulasi disertai dengan grafik simpangan terhadap fungsi waktu.

Berdasarkan uraian latar belakanng di atas, dapat disimpulkan bahwa perlunya media pembelajaran Fisika yang
menarik, kreatif, dan bermakna. Sehingga perlu dilakukan penelitian dengan judul Pembuatan Media Pembela-

jaran menggunakan Spreadsheet Excel Materi Osilasi Harmonik. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Membuat

media pembelajaran berupa simulasi gerak osilasi harmonik sederhana dan osilasi harmonik teredam menggu-

nakan program yang terkomputerisasi yaitu spreadsheet Excel; dan 2) Mengetahui prosedur pengoperasian media
pembelajaran simulasi osilasi harmonik.

2. Kasus

Kasus yang diambil dalam pembahasan tugas kali ini mengenai Sebuah Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja
Pada Benda. Sistem kerjanya adalah Gerak sebuah benda Partikel bermassa y1 berada dalam sebuah lintasan,

partikel tersebut mampu bergerak karena pengaruh dari sebuah benda bermassa y2 yang melakukan osilasi

3. Persamaan Diferensial Orde Dua yang Pertama

Berdasarkan analisis dua benda dalam gambar, maka diperoleh persamaan pertama dimana L diturunkaan ter-
hadap yang bekerja pada Benda yaitu
L
=0 (1)

L
= 2m.g.l.sin (2)

L
= ml2 (3)

d L
= ml2 (4)
dt

d L L
=0 (5)
dt

ml2 mg2lsin = 0 (6)

4
Ahead

Gambar 1: Sistem Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda

ml2 = 2mglsin (7)

l = 2gsin (8)

2gsin
= (9)
l

Berdasarkan Persamaan (9) kita dapat mengetahui atau mencari nilai dari

5
Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda

4. Persamaan Diferensial Orde Dua yang Kedua

Berdasarkan analisis dua benda dalam gambar, maka diperoleh persamaan kedua dimana L diturunkaan terhadap
x yang bekerja pada Benda 1 yaitu
L
=0 (10)
x

L
= mx (11)
x

d L
= mx (12)
dt x

d L L
=0 (13)
dt x

mx 0 = 0 (14)

mx = 0 (15)

Berdasarkan Persamaan (18) dapat diketahui bahwa nilai x adalah nol atau konstan

5. Persamaan Diferensial Orde Dua yang Ketiga

Berdasarkan analisis dua benda dalam gambar, maka diperoleh persamaan ketiga dimana L diturunkaan terhadap

y atau sebuah benda yaitu


L
= mg (16)
y1

L
= my1 (17)
y1

d L
= my1 (18)
dt y1

d L L
=0 (19)
dt y1 y1

my1 + mg = 0 (20)

6
Ahead

my1 = my1 (21)

y1 = g (22)

Berdasarkan Persamaan (22) dapat diambil kesimpulan bahwa besar dari y1 sama dengan gravitasi bumi yaitu
9.8m/s2

6. Sistem Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda

Osilasi harmonik sederhana merupakan suatu gerak osilasi benda yang dipengaruhi oleh gaya pemulih yang

linier dan tidak mengalami gesekan sehingga tidak mengalami pengurangan (dissipasi) tenaga. Osilasi harmonik
sederhana juga dapat diartikan sebagai suatu sistem yang bergetar dimana gaya pemulih berbanding lurus dengan

negatif simpangannya. Gaya pemulih merupakan gaya yang bekerja dalam arah mengembalikan massa benda ke

posisi setimbangnya (Giancolli,1997).

6.1. Persamaan Gerak

Berdasarkan Persamaan (11),(17), dan (23) dapat diketahui bahwa hanya satu variabel yang dapat dicari atau

diketahui nilainya yaitu Berikut Rumus yang diperoleh untuk mencari nilai dari Gerak Osilasi Sederhana yang

Bekerja Pada Benda

2gsin
= (23)
l

dengan merupakan kecepatan yang terbentuk oleh benda yaitu Beban bandul . Andaikan suatu fungsi y(x)

(dibaca: y sebagai fungsi x atau y bergantung pada x) akan dibuatkan grafik untuk memudahkan pemahaman

terkait fungsi tersebut yang sedang ditinjau. Langkah yang dilakukan adalah membuat sejumlah n grid sepanjang
sumbu x mendatar dengan beda tertentu, misalnya (x1 , x2 , x3 , , xn ). grid ini dapat disebut sebagai domain. Ke-

mudian, fungsi y(x) dioperasikan ke grid yang dibuat tersebut sehingga diperoleh (y(x1 ), y(x2 ), y(x3 ), , y(xn ))

pada sepanjang sumbu y. Hasil ini dapat disebut sebagai range. Berikutnya, domain tersebut dipetakan ke range

sehingga diperoleh titik-titik koordinat ((x1 , y(x1 )), (x2 , y(x2 )), , (xn , y(xn ))). Suatu kurva akan diperoleh den-
gan membuat garis yang melewati titik-titik yang telah diperoleh tersebut. Agar lebih jelas, perhatikanlah contoh

Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja pada Bandul. dibawah ini beserta listing pembuatan programnya.

Grafik Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja pada Bandul. dapat dibuat langkah-langkah berikut. Pertama,

grid dibuat pada sepanjang sumbu y dengan beda tertentu sebagai domain. Kedua, dihitung untuk setiap
grid y yang dibuat sebagai range. Ketiga, domain y yang dibuat dipetakan ke range sehingga diperoleh titik-titik

koordinat. Listing 1 merupakan contoh program untuk membuat grafik tersebut.

7
Gerak Osilasi Sederhana yang Bekerja Pada Benda

6.2. Source Code Metode Runge-Kutte Gerak Osilasi Sederhana yang Bek-
erja Pada Benda
 
clear ;
t =100;
tmak =4* pi ;
h =0.0001;
5 N = tmak / h ;

tt1 =30/180* pi ;
tt2 =0/180* pi ;
tt3 =0/180* pi ;
10 x1 = tt1 ; % posisi awal
x2 = tt2 ; % posisi awal
x3 = tt3 ; % posisi awal
v =0;
v1 = v ; % kecepatan sudut awal
15 v2 = v ; % kecepatan sudut awal
v3 = v ; % kecepatan sudut awal
m=0;
l =1;
g =9.8;
20 l =5;
tt =30;
tdd =2* g * sin ( tt ) / l ;
add =0;
ydd = - g ;
25
for i =1: N
% Metode Runge - Kutta
xp1 ( i ) = t ;
yp1 ( i ) = x1 ;
30 xp2 ( i ) = t ;
yp2 ( i ) = x2 ;
xp3 ( i ) = t ;
yp3 ( i ) = x3 ;
j1x = h * v1 ;
35 j1y = h * v2 ;
j1z = h * v3 ;
k1x = h *(2* g * sin ( tt ) / l ) ;
k1y = h *(0) ;
k1z = h *( - g ) ;
40 j2x = h *( v1 + k1x /2) ;
j2y = h *( v2 + k1y /2) ;
j2z = h *( v3 + k1z /2) ;
k2x = h *((2* g * sin ( tt ) / l ) + j1x /2) ;
k2y = h *(0) ;
45 k2z = h *( - g ) ;
j3x = h *( v1 + k2x /2) ;
j3y = h *( v2 + k2y /2) ;
j3z = h *( v2 + k2z /2) ;
k3x = h *((2* g * sin ( tt ) / l ) + j2x /2) ;
50 k3y = h *(0+ j2y /2) ;
k3z = h *(( - g ) + j2z /2) ;
j4x = h *( v1 + k3x ) ;
j4y = h *( v2 + k3y ) ;
j4z = h *( v2 + k3z ) ;
55 k4x = h *((2* g * sin ( tt ) / l ) + j3x ) ;
k4y = h *(0+ j3y ) ;
k4z = h *(( - g ) + j3z ) ;
x1 = x1 +1/6*( j1x +2* j2x +2* j3x + j4x ) ;
x2 = x2 +1/6*( j1y +2* j2y +2* j3y + j4y ) ;
60 x3 = x3 +1/6*( j1z +2* j2z +2* j3z + j4z ) ;
v1 = v1 +1/6*( k1x +2* k2x +2* k3x + k4x ) ;
v2 = v2 +1/6*( k1y +2* k2y +2* k3y + k4y ) ;
v3 = v3 +1/6*( k1z +2* k2z +2* k3z + k4z ) ;

65 t=t+h;
end ;
plot ( xp1 , yp1 ) ; grid on ; title ( Gerak Osilasi Sederhana Yang Bekerja Pada Benda )
 
Listing 1: Sistem Gerak Osilasi Sederhana Yang Bekerja Pada Benda.

8
Ahead

Gambar 2: Besar Sudut terhadap bandul y Pada Gerak Osilasi Sederhana Yang Bekerja Pada Benda

7. Daftar pustaka

References

[1] Fauzi, Ahmad. 2010. Pemanfaatan Spreadsheet Excel Untuk Menyelesaikan Soal Soal Fisika. Surakarta: UNS
Press.

[2] Bloch, S.C. 2005. Excel untuk Insinyur dan Ilmuwan. Terjemahan Soni Astranto. Jakarta: Erlangga

[3] Giancolli, Douglas C. 1997. FISIKA Jilid I, Edisi Keempat. Terjemahan Cuk Imawan dkk. Jakarta: Erlangga

[4] Arya Atam P. 1990. Introduction to Classical Mechanics. New Jersey: Prentice Hall Englewood Chiffs.
[5] Arsyad. 2007. Media Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

[6] Tipler, Paul. 1998. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga.