Anda di halaman 1dari 6

lectuere note 1-6

Fisika Komputasi

Benda Pada Pegas Dengan Ayunan Sederhana


tugas

13330020 Yunita Fajar Ningrum

Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Abstract: Fenomena Fisika adalah fenomena yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Terkadang fenomena terse-
but sulit untuk dipahami oleh manusia karena masalah dalam penafsiran. Fisika dapat berkaitan erat dengan
matematika. Teori fisika dapat dinyatakan dalam notasi matematis. seiring dengan berkembangnya teknologi
terciptalah beberapa software yang berfungsi untuk membantu manusia dalam menyelesaikan masalah fisika
yang dinyatakan dalam notasi matematis.
Keywords: Ayunan sederhana

Contents

1. Pendahuluan 1

1.1. Dinamika satu dimensi 1

2. Benda pada pegas dengan ayunan sederhana 3

2.1. Source code ayunan sederhana 6

1. Pendahuluan
1.1. Dinamika satu dimensi

Massa sebuah partikel dibuat oleh beberapa gaya F1 , F2 , ..., Fn . Gaya F dalam pembuatan suatu partikel

digunakan prinsip superposisi,yaitu :

F = F n = F1 + F2 + ... + Fn (1)

E-mail: yunitafajar421@gmail.com

1
Benda Pada Pegas Dengan Ayunan Sederhana

dan gerak partikel digambarkan oleh Hukum Newton II,yaitu :

dp
F = (2)
dl

dimana p adalah momentum linier suatu partikel. kemudian ketetapan massa dapat ditulis :

d2 r
F =m = ma (3)
dt2

jika digambarkan dalam koordinat persegi, dari persamaan diatas bisa ditulis dalam tiga komponen bentuk, yaitu
:
d2 r
Fx = Fnx = m = max (4)
dt2

dengan bentuk umum dari Fy dan Fz . Jika percepatan suatu atau komponennya ax , ay , dan az diketahui kemudian

persamaan 3 bisa digunakan untuk mencari solusi dari gaya F. secara umum keadaan dalam dinamika partikel

hanya kebalikanya, dapat diketahui gaya dalam pembuatan suatu partikel dan mencari solusi dari persamaan 3

untuk mencari posisi partikel sebagai fungsi waktu. dalam bagian ini, gerak partikel dibatasi untuk satu dimensi,
hanya bergantung persamaan yaitu persamaan 4 yang kemudian jatuh pada penggambaran x yang dapat ditulis:

d2 x
F =m (5)
dt2

untuk lebih jelasnya, bisa ditulis persamaan sebagai berikut :

d2 x
F (x, x, t) = m (6)
dt2

kemudian
d2 x
x= =v (7)
dt2

dimana persamaan diatas merupakan kecepatan partikel yang pernyataanya persamaan 6 bahwa pembuatan gaya

dalam suatu partikel adalah fungsi posisi, kecepatan, dan waktu. seperti masalah dalam penyediaan gaya adalan

fungsi tiga variabel dengan simultan sulit dipecahkan. disisi lain, jika gaya adalah fungsi salah satu variabel,
masalah ini lebih mudah. oleh karena itu dapat diputuskan dinamika satu dimensi dalam empat kasus berikut

ini :

a. Ketetapan gaya F= konstan, seperti gerak jatuh bebas dan gerak setiap hari.

b. Gaya dalam fungsi waktu yaitu F= F(t) seperti kasus gelombang elektromagnetik.
c. Gaya dalam fungsi kecepatan yaitu F= F(v) seperti resistansi udara menjatuhkan atau menaikkan benda.

d. Gaya dalam fungsi posisi yaitu F=F(x) seperti pengembalian gaya untuk getaran pegas.

2
Yunita Fajar Ningrum

Gambar 1: ayunan sederhana

2. Benda pada pegas dengan ayunan sederhana

Dinamika satu dimensi yang akan diselesaikan adalah benda pada pegas dengan ayunan sederhana yang nampak
pada gambar dibawah ini :

kemudian dari gambar diatas di pecah menjadi 2 bagian yaitu :

Gambar 2: Pegas

dan

Gambar 3: ayunan sederhana

3
Benda Pada Pegas Dengan Ayunan Sederhana

dimana elastis pegas yaitu R=K

KU(koordinat umum)=perpindahan q1 (t) slinder dan rotasi q2 (t) pendulum


a. Analisis posisi

Kerangka acuan koordinat kartesian x,y,z dengan (i,j,k)

1. Vektor posisi massa 1

r1 = rA = q1 (t)i (8)

2. Vektor posisi massa 2

r2 = rB = [q1 (t) + L.cosq2 .(t).j] (9)

b. Analisis kecepatan
1 . Kecepetan partikel 1
drA
VA = = rA = q 1 i (10)
dt

2 . Kecepatan partikel 2
drB
VB = = rB = (q1 + Lq2 cosq2 i Lq2 Sinq2 j (11)
dt

c. Energi kinetik

1. Partikel 1
1 1
T1 = .mVA .VA = mq12 (12)
2 2

2. Partikel 2
1 1
T2 = mVB .VB = M (q12 + 2Lq1 q2 cosq2 + L2 q22 ) (13)
2 2

sehingga :

T = T1 + T2 (14)
1 1
= mq12 + M (q12 + 2Lq1 .q2 cos q2 + L2 q22 ) (15)
2 2

FA = kq1 i + mgj (16)

FB = M gj (17)

untuk mencari nilai X yaitu :

rA rB
X1 = FA . + FB . (18)
q1 q1
= (kq1 i + mgj).i + M gj.i) (19)

= kq1 (20)

4
Yunita Fajar Ningrum

rA rB
X2 = FA . + FB (21)
q1 q2
= (kq1 i + mgj)0 + M gj(L cos q2 i Lsinq2 j) (22)

= M gLsinq2 (23)

untuk mencari nilai dari q1 dan q2 adalah sebagai berikut :

a. mencari nilai q1

d T T
.( ) = X1 (24)
dt q1 q1
d T T
.( ) = X2 (25)
dt q2 q2
T
= (m + M )q1 + LM q2 cos q2 (26)
q1
d T
( ) = (m + M )q1 + L.M q2 cosq2 L.M q12 sinq2 (27)
dt q1
dT
= 0 (28)
dq1

b. mencari nilai q2

T
= L.M (q1 cosq2 q1 .q2 .sinq2 + Lq2 ) (29)
q2
d T
( = L.M (q1 .cosq2 q1 .q2 sinq2 + Lq2 ) (30)
dT q2
T
= L.M q1 q2 .sinq2 (31)
q2
(m + M )q1 + L.M q2 .cosq2 L.M q22 sinq2 = kq1 (32)

LM (q1 cosq2 .q1 q2 sinq2 + Lq2 ) + LM q1 q2 sinq2 = M gLsinq2 (33)

atau

(m + M )q1 + LM q2 cosq2 LM q22 sinq2 + kq1 = 0 (34)

LM q1 cosq2 + M L2 q2 + M gLsinq2 = 0 (35)

untuk osilasi pendulum kecil, sin q2 ' q2 , dan cos q2 ' 1 . sehingga :

a.(m + M )q1 + LM q2 LM q22 q2 + kq1 = 0 (36)

(m + M )q1 = LM q22 q2 LM q2 kq1 (37)

q1 = LM q22 q2 LM q2 kq1 atau(m + M ) (38)

b.LM q1 + M L2 q2 + M gLq2 = 0 (39)

M L2 q2 = M gLq2 Lmq1 (40)

q2 = M gL2 q2 LM q1 atauM L2 (41)

5
Benda Pada Pegas Dengan Ayunan Sederhana

2.1. Source code ayunan sederhana


 
clear all ;

t =0;
tmax =0.1;
5 h =0.0001;
N =( tmax - t ) / h ;
tt =90/180* pi ;
m=0.1;
g =9.8;
10 w =0.3;
l =0.3;
x (1) =1* cos( tt ) ;
y(1) =1* sin ( tt ) ;
att = - g / l * sin ( tt ) ;
15 for i =2: N -1;
att = - g / l * sin ( tt ) ;
j1 = h * w ;
k1 = - h * g / l * sin ( tt ) ;
j2 = h *( w + k1 /2) ;
20 k2 = - h * g / l * sin ( tt + j2 /2) ;
j3 = h *( w + k2 /2) ;
k3 = - h * g / l * sin ( tt + j3 /2) ;
j4 = h *( w + k3 ) ;
k4 = - h * g / l * sin ( tt + j3 ) ;
25 tt = tt + l /6*( j1 +2* j2 +2* j3 +2+ j4 ) ;
w = w + l /6*( k1 +2* k2 +2* k3 +2* k4 ) ;
t=t+h;
x ( i ) = l *cos( tt ) ;
y( i ) = - l * sin ( tt ) ;
30 end
plot (x ,y) ; grid on
 

Gambar 4: gambar ayunan sederhana