Anda di halaman 1dari 7

RESUME KEPERAWATAN

PADA TN. Y DENGAN POST OP


BENIGNA PROSTATE HIPERPLASIA (BPH)

Seorang pasein laki-laki berinisial Tn. Y yang berumur 68 tahun dirawat di

perawatan 4 Ar-Rahman kamar 403, pasien dirawat dengan keluhan nyeri pada saat

BAK dan sakitnya sudah tidak tertahankan lagi, sehingga pada tanggal 29 April 2017

pasien di operasi prostatektomi, dan setelah di operasi dan dilakukan pengkajian klien

mengeluh nyeri pada perut bagian tengah bawah daerah luka operasi, klien

mengatakan nyeri dan terasa panas pada daerah operasi, klien mengatakn nyeri

dirasakan seperti terbakar, skala nyeri 6 (sedang), nyeri dirasakan teru-menerus,

wajah klien tampak tegang menahan sakit, klien mengatakan hanya bisa berbaring

ditempat tidur dan semua aktivitas dibantu oleh istrinya, klien mengatakan badan

terasa lemah dan kaki terasa kram-kram, klien tampak dibantu untuk makan dan

minum oleh istrinya. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD= 120/80,

N= 80x/mnt, S= 36 C, P= 24x/mnt.

Klien mengatakan sebelumnya sudah pernah dirawat dirumah sakit karena

selalu merasa sakit pada saat BAK tapi tidak pernah dioperasi, Klien hanya diberi

obat untuk menghilangkan rasa sakit.

Hasil pemeriksaan fisik didapatkan pada paerah perut tampak luka operasi,

panjang luka kurang lebih 5 cm, luka tampak bersih, tampak kemerahan, tidaka ada
pus dan tidak ada pembengkakan. Pada ektremitas atas tampak terpasang infuse RL

20 tpm dan pada daerah genetalia terpasang kateter dengan volume 500 cc.

hasil pemeriksaan diagnostik, sebelum dioperasi klien diantar untuk

melakukan pemeriksaan USG dan didapatkan hasil terdapat penyempitan pada

prostate (benigna prostate hyperplasia) dan harus segera dioperasi.

Terapi medis yang diberikan yaitu Alprasolon/oral/0,5 mg (obat untuk

mengobati kecemasan), Ranitidine/oral/150 mg (penetral asam lambung),

ceftriaxone/IV/1 gr/ 12 jam (mencegah infeksi), Ondansetron/IV/4 mg (obat muntah),

Dexametazone/IV/10 mg (obat anti bengkak, cetorolac/IV/amp (obat anti nyeri.

Diangnosa keperawatan yang muncul pada kasus tersebut yaitu

1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik (pembedahan)

a. Intervensi:

1) lakukan pengkajian secara komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik

nyeri, durasi, frekuensi dan kualitas nyeri

R/ mengetahui nyeri yang dirasakan klien dan untuk menentukan intervnsi

selanjutnya

2) observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

R/ reaksi nonverbal dapat menunjukkan tingkat nyeri yang dirasakan klien

3) ajarkan teknik nonfarmakologi, teknik nafas dalam, distraksi, imajinasi

terbimbing, kompres hangat atau dingin

R/ teknik nonfarmakologi dapat membantu pasien untuk mengurangi nyeri

yang dirasakan
4) berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab, berapa lama nyeri akan

berkurang

R/ menambah pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit yang

dialami

5) kolaboras/tatalaksana pemberian obat analgetik

R/ pemberian obat analgetik dapat mengurangi nyeri

b. Implementasi

1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif

H1/ skala nyeri 5 (sedang)

H2/ skala nyeri 3 (ringan)

2) Mengobservasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

H1/ klien mengatakan masih nyeri pada daerah bekas opperasi

H2/ klien tampak memegang daerah luka operasi

3) Mengajarkan teknik nonfarmakologi, teknik relaksasi nafas dalam dan

distraksi

H1/ klien mampu melakukan teknik relaksasi yang diajarkan

H2/ klien dapat melakukan teknik napas dalam

4) Memberikan informasi tentang nyeri seperti penyebab, berapa lama nyeri

akan berkurang

H/ klien tampak mengangguk angguk

5) Melakukan tatalaksana pemberian obat analgetik

H1/ ketorolac/IV/1 amp/8 jam


H2/ ketorolac/IV/1 amp/8jam

c. Evaluasi

S1= Klien mengatakan masih nyeri daerah bekas operasi, skala nyeri 5

S2= Klien mengatakan nyeri berkurang, skala nyeri 3

O1= Klien tampak tegang, klien tampak lemah


O2= klien tampak masih lemah

A= Masalah belum teratasi

P= Lanjutkan Intervensi

1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif

2) Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

3) Ajarkan teknik nonfarmakologi, teknik nafas dalam

4) Tatalaksana pemberian analgetik

2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keterbatasan gerak /adanya luka

pembedahan

a. Intervensi

1) Kaji tanda-tanda vital dan kekuatan otot

R/ mengetahui keadaan umum klien

2) Anjurkan keluarga untuk membantu aktivitas klien


R/ memenuhi kebutuhan aktivitas klien

3) Anjurkan klien untuk banyak beristirahat

R/ memulihkan tenaga dan peningkatan penyembuhan

b. Implementasi

1) Mengkaji tanda-tanda vital dan kekuatan otot

H/ TD= 120/80 mmhg, N= 80x/mnt, S=36 C, P=22x/mnt

Kekuatan otot 5 5

5 5

2) Menganjurkan keluarga klien untuk membantu aktivitas klien

H/ keluarga dapat membantu klien

2) Menganjurkan klien untuk banyak beristirahat

H1/ Klien hanya berbaring ditempat tidur

H2/ klien tampak duduk ditempat tidur

c. Evaluasi

S1= Klien mengatakan belum mampu beraktivitas mandiri, klien mengatakan

belum mampu bangun sendiri

S2= Klien mengatakan sudah mampu untuk duduk ditempat tidur

O1= Klien tampak lemah, klien berbaring ditempat tidur

O2= klien tampak duduk ditempat tidur, klien tampak masih lemah

A1= masalah belum teratasi


A2= masalah teratasi

P1= Lanjutkan Intervensi

1) Kaji tanda-tanda vital

2) Anjurkan keluarga untuk membantu klien beraktivitas

P2= Pertahankan Intervensi

3. Resiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasive/pembedahan

a. Intervensi

1) Observasi tanda-tanda vital

R/ TTV, TD= 120/80 mmhg, N= 80x/mnt, S= 36 C, P= 22x/mnt

2) Monitor tanda dan gejala infeksi

R/ mengetahui tanda dan gejalan infeksi

3) Ajarkan klien dan keluarga tanda dan gejala infeksi

R/ memin imalisir terjadinya infeksi

4) Kolaborasi pemberian antibiotic\

R/ tindakan dependen perawat, antibiotic dapat mencegah terjadinya

infeksi

b. Implementasi

1) Mengobservasi tanda-tanda vital

H/ TD= 120/80 mmhg, N= 80x/mnt, S= 36 C, P= 22x/mnt

2) Memonitor tanda dan gejala infeksi

H/ Tidak ada tanda dan gejala infeksi seperti, kolor, dolor, rubor, tumor

dan fungsilasea
3) Mengajarkan klien dan keluarga tanda dan gejala infeksi

H/ Klien dan keluarga dapat mengerti

4) Kolaborasi pemberian antibiotic

H/ Ceftriaxone/IV/1gr/12 jam

c. Evaluasi

S1= Klien mengatakan luka operasi masih sedikit nyeri, klien mengatakan

merasa nyaman setelah verban dig anti

S2= Klien mengatakan merasa nyaman

O1= Tidak ada pus/nanah, tidak ada pembengkakan

O2= tidak ada tanda-tanda infeksi

A= Infeksi tidak terjadi

P1= lanjutkan Intervensi

1) Observasi tanda-tanda vital

2) Monitor tanda dan gejala infeksi

3) Kolaborasi pemberian antibiotic

P2= Pertahankan Intervensi