Anda di halaman 1dari 17

Tugas

POLITIKI NTERNASIONAL

NAMA : SITTI KALSUM

STAMBUK : C1A4 15 116

HALU OLEO

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.

HUBUNGAN INTERNASIONAL
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya Makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik dan atas kehendak-nya semua proses pembuatan Makalah ini dapat
berjalan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Pada kesempatan ini saya tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada teman-teman
yang telah ikut memberikan motivasi dan doa sehingga kami terus berusaha pantang menyerah
dan terus bersemangat dalammenghadapi rintangan yang menghalangi penulisan makalah ini.

Tak ada gading yang tak retak takada sesuatu yang sempurna, begitu juga dengan
makalah ini, saya menyadari bahwa Makalah ini belum sempurna dan jauh dari kata
kesempurnaan. Untuk itu dengan senang hati penulis menerima kritiksan saranyang
membangun dari pembaca demi perbaikan penelitian ini untuk ke depan.

Senin, 13Maret 2017


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN

BAB II PEMBAHASAN

A. PERANG DUNIA I (1914-1918).

1. Sebab umum perang dunia I


2. Sebab khusus perang Dunia I
3. Pihak yang berperang
4. Akibat/Sebab perang dunia I
5. Liga Bangsa Bangsa ( LBB)

B. PERANG DUNIA II (1940-1945)


1. Jalannya Perang Dunia II
2. Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II

BAB III KESIMPULANDAN SARAN

A. KESIMPULAN
B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Perang dunia II merupakan lanjutan dari perang dunia I. penyebab terjadinya perang dunia
I adalah karena balas dendam prancis kepada jerman karenaprancis menderita kekalahan pada
perang tahun 1970 hingga 1871. Kemudian pemicu lainnya adalah pada permasalahan industry
antara jerman dengan inggris.
karena persamaan tersebut maka terbenruk aliansi atau persekutuan masing-masing Negara
yang merasa senasib. Terdapat duapersekutuan yakni Triple Alliantie yang di sebut sebagai blok
sentral terdiri dari Negara Italia, Australia, dan Jerman. Aliansi yang lain adalah Tripe Entente
yang di sebut sebagai Blok Sekutu terdiri dari Negara.
pada 1 agustus 1914, jerman menyatakan perang terhadap Rusia, kemudian disusuloleh prancis
yang juga menyatakan perang terhadap jerman pada 3 agustus 1914. Selanjutnya pada 4
agustus 1914 inggris juga menyatakan perang dengan jerman. Peristiwa ini disebut sebagai
Perang dunia I.
Jadi latar belakang terjadinya perang dunia I adalah balas dendamprancis ke[adajerman
danmasalah bidang industry antara jerman dan inggris.
melihat kondisi yang demikian, satu Negara yakni jerman diperangi oleh 3 negara yang besar
maka jerman kalah. Pada tanggal 11 november 1918 jerman mengakui kekalahannya. Jerman di
denda harus mengganti kerugian kepada Blok Sekutu yang dikuatkan dengan Perjanjian
Versailles terdapat pada tahun 1919. Melihat kondisi carut marut yang ada dijerman, seorang
tokoh yang bernama Adolf Hitler membangkitkan semangat jerman dengan fasismenya. Hilter
membalas dendam terhadap perancis dengan cara menyerbu Polandia di kota Danzig pada 1
september 1939.
Jadi latar belakang terjadinya perang dunia II adalah karena jerman menyerbu polandia
tepatnya di kota Danzig.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa Sebab-sebab terjadinya perang Dunia I ?


2. Bagaimana Keadaan situasi parit perlindungan ?
3. Apa Akibat-akibat perang dunia I ?
4. Bagaimana kondisi politik dan ekonomi dunia sebelum terjadinya perang dunia II ?
5. Apa yang menjadi sebab terjadinya perang dunia II ?
6. Bagaimana proses terjadinya perang dunia II ?
C. TUJUAN

1. Agar kita sebagai mahasiswa Mata Kuliah ini dapat mengetahui bagaimana proses
terjadinya perang Dunia I.
2. Sebagai pemenuhan tugas yang telah di berikan oleh Dosen Mata kuliah ini.
3. Untuk mengetahui kondisi politik dan ekonomi dunia sebelum terjadinya perang
dunia II

D. MANFAAT

Manfaat yang bias di ambil yaitu bagi pembaca agar mengetahui sejarah tentang
perang dunia I dan II, jalannya peristiwa tersebut secara kronologis dan dapat
mengetahui dampaknya bagi dunia dan Negara Indonesia, sehingga rasa
nasionalisme pun semakin kuat. Dan agar pembaca dapat mengambil pelajaran agar
pembudayaan kedamaian.
BAB II

PEMBAHASAN

A. PERANG DUNIA I (1914-1918).

Penyebab terjadinya Perang Dunia I ini dikelompokkan menjadi dua faktor yaitu sebab-
sebab secara umum dan sebab khusus yang menjadi pemicu meletusnya perang dunia.
1. Sebab umum perang dunia I

a. Adanya pertentangan antara negara-negara eropa seperti antara Jerman dengan Perancis,
Jerman dengan Inggris dan Jerman dengan Rusia. Penyebab pertentangan antara Jerman
dengan Perancis karena Perancis ingin melakukan politik kevanche, Perancis balas dendam
terhadap Jerman atas kekalahannya pada perang tahun 1870-1871. Sedangkan pertentangan
antara Jerman dengan Inggris karena Inggris merasa tersaingi oleh Jerman dalam bidang
Industri, daerah jajahan dan pembangunan Angkatan Laut yang dilakukan oleh Jerman.
Untuk penyebab pertentangan Jerman dan Rusia karena Jerman dianggap menghalangi Politik
Air Hangat Rusia yang akan menerobos ke laut tengah.
Dari penjelasan tersebut apakah Anda sudah paham ? kalau sudah memahami simak penyebab
perang berikutnya.

b. danya politik persekutuan/System of Alliances politik persekutuan tersebut terbentuk


karena masing-masing negara di Eropa merasa terancam oleh negara tertentu sehingga
membentuk persekutuan yang memputai kesepakatan apabila salah satu anggota persekutuan
diserang, maka anggota yang lain harus membantuinya. Politik persekutuan yang terbentuk
adalah TRIPLE ALLIANTIE tahun 1882 dengan anggotanya Jerman Austria dan Italia, sedangkan
persekutuan yang lain adalah TRIPLE ENTENE tahun 1907 yang beranggotakan Inggris, Rusia dan
Perancis. Sedangkan penyebab secara umum berikutnya adalah

c. Perlombaan senjata yang timbul akibat adanya alliansi masing-masing negara saling curiga
mencurigai dan saling mempersenjatai diri.

2. Sebab khusus perang Dunia I

Tahun 1914 tentara Austria mengadakan latihan perang di Bosnia. Bagi Serbia latihan perang
tersebut merupakan tindakan provokatif atau tantangan, karena Serbia ingin menguasai Bosnia
Herzegowna sebagai akibatnya putra mahkota Australia, yaitu Frans Ferdinand yang
mengunjungi latihan perang tersebut dibunuh Jerman untuk mengumumkan perang kepada
Rusia tgl 1 Agustus 1914, karena Rusia mendukung Serbia. dan tgl 3 Agustus 1914 Jerman
mengumumkan perang kepada lagi terhadap Jerman tgl 4 Agustus 1914.

3. Pihak yang berperang

Pihak yang berperang dalam PD I adalah pihak sentral atau disebut Blok Jerman yang terdiri dari
empat negara yaitu, Jerman, Austria, Turki dan Bulgaria, sedangkan lawannya adalah Blok
Sekutu atau disebut Blok Perancis. Blok Perancis terdiri dari 23 negara yaitu antara lain
Perancis, Inggrism Rusia, Serbia, Belgia dan Rumania. Italia masuk ke blok Perancis tahun 1915
setelah mengumumkan perang terhadap Austria, karena ingin mendapatkan daerah Tirol
selatan, Istria dan Delmatia milik Austria. Amerika Serikat juga ikut Blok Perancis tahun 1917,
karena Jerman menenggelamkan kapal Lusitania milik Amerika Serikat. Pada awalnya di
berbagai Front Jerman dapat mengalahkan lawan-lawannya yaitu sekutu, tetapi karena adanya
blokade dari sekutu maka kehidupan di Jerman sangat sulit menyebabkan timbulnya
pemberontak di dalam negeri Jerman yang dilakukan oleh kaum separatis (komunis) untuk
menggulingkan pemerintah Jerman. Hal ini menyebabkan Jerman harus mengakhiri perangnya
dengan meletakkan senjata pada tanggal 11- November 1918 di Compugne (sebelah utara
Paris) Untuk menambah ingatan Anda, silahkan Anda tulis pada tabel berikut ini sebab
kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I.

Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan Jerman dilanjutkan dengan perjanjian


perdamaian antara negara yang kalah perang terhadap negara-negara sekutu yaitu seperti
Perjanjian Versailles antara Jerman dengan negara sekutu pada tanggal 28 Juni 1919 dimana
dalam perjanjian tersebut Jerman harus menanggung semua beban biaya perang.
Pemeran perjanjian Versailles adalah apa yang disebut sebagai the big four yang terdiri dari
Wilson (USA) Lioyd George (Inggris), Orlanda (Italia) dan Clemenceai (Perancis).
Walaupun perjanjian peradamaian telah dilaksanakan sebagai akhir dari perang dunia ini tetapi
dampak dari perang tersebut sangat dirasakan oleh negara-negara di seluruh dunia khususnya
negara Eropa dan Amerika. Untuk lebih jelasnya pembahasan terntang Dampak PD I silahkan
Anda simak uraian materi berikut ini.

4. Akibat/Sebab perang dunia I

Setelah Anda menyimak uraian materi tersebut di atas, tentu sedikit banyak Anda memperoleh
gambaran tentang akibat/dampak perang dunia I ini dalam berbagai bidang kehidupan.
Perang Dunia I membawa dampak/akibat dalam berbagai kehidupan antara lain:

a. Bidang Politik

Dampak/akibat yang ditimbulkan adalah adanya perubahan teritorial dan munculnya paham-
paham baru. Perubahan teritorial terjadi karena tenggelamnya empat negara besar seperti
Jerman, Turki, Rusia dan Austria, dan munculnya negara-negara baru seperti Polandia,
Hongaria, Cekoslowakia, Yugoslavia dsb, serta adanya perubahan penguasaan terhadap daerah
jajahan yang disebabkan semua jajahan Jerman diambil alih oleh Inggris, Perancis Jepang dan
Australia.
Paham-paham politik baru yang muncul akibat PD I adalah Diktatorisme karena demokrasi
dianggap tidak mampu menyelesaikan kekacauan politik maupun ekonomi.
Diktatorisme yang muncul adalah Nazi di Jerman Fascisme di Italia, Nasionalisme di di Turki dan
Diktatorisme Proktariat di Rusia.

b. Bidang Ekonomi

Akibat PD I yang ditimbulkan adalah adanya egoisme ekonomi yang merajalela melalui
penetapan perjanjian oleh negara-negara yang menang perang terhadap negara yang kalah dan
sebagai reaksinya. timbullah paham-paham politik ekonomi seperti komunisme di Rusia,
Fascisme di Italia, Nazi di Jerman. Dampak dari adanya kekacauan ekonomi dan nasinalisme
seperti yang dilakukan oleh negara-negara tersebut diatas, menyebabkan timbulnya bea masuk
yang tinggi sehingga menghentikan perdagangan internasional. Hal tersebut berakibat
terjadinya Over Produksi di beberapa negara seperti USA dan Canada, yang akhirnya terjadi
Malaise atau krisis ekonomi tahun 1923 dan 1929.

c. Bidang Sosial

Akibat yang ditimbulkan PD I adalah kesengsaraan dan kemiskinan karena kehancuran perang
dan munculnya gerakan emansipasi wanita dimana selama perang berlangsung wanita
perannya sama dengan laki-laki yang banyak dibutuhkan digaris depan. Pengalaman wanita-
wanita ini memperkokoh perasaan sama antara wanita dan pria.

d. Bidang Kerohanian

Kesengsaraan yang ditimbulkan oleh peperangan menumbuhkan keinginan untuk


melenyapkan peperangan dan menciptakan perdamaian yang kekal bagi ummat manusia.
untuk itu munculnya gerakan perdamaian yang berkembang antara tahun 1920-`931 yang di
sebut dengan LBB (Liga Bangsa-Bangsa).

A. Liga Bangsa Bangsa ( LBB)

Setelah berakhirnya perang dunia, maka cita-cita untuk menciptakan perdamaian yang abadi
dengan melenyapkan perang dari muka bumi, selalu timbul setelah orang mengalami kengerian
peperangan besar. Hal tersebutlah yang mendorong berdirinya Liga Bangsa Bangsa (Leahue of
Nations). Dimana LBB ini merupakan gagasan dari presiden USA yaitu Woodrow Wilson. Beliau
mengusulkan suatu konsep perdamaian yang disebut dengan "Peace Without Victory".
Usul tersebut kemudian menjelma menjadi Wilson's Fourteen Poin (14 pasal perdamaian
Wilson). Pasal-pasal inilah yang akhirnya menjadi landasan lahirnya LBB pada tanggal 10 Januari
1920.
Pada awal berdirinya LBB mempunyai anggota 24 negara selanjutnya berkembang menjadi 60
negara dengan berkedudukan di Jenewa, Swiss.
Pada intinya LBB bertujuan menjamin perdamian dunia, melenyapkan perang, mengadakan
diplomasi terbuka dan menaati hukum internasional dan perjanjian internasional
Dalam susunan organisasi, LBB mempunyai empat badan utama yaitu Sidang Umum (the
council), Sekretariat Tetap (the secretary), Dewan Khusus dan Mahkamah Internasional (the
world court). Sedangkan sifat dari keanggotaan LBB adalah sukarela, tidak mengikat, walaupun
ada sangsi berupa boikot untuk negara-negara yang melanggar tetapi negara lain sukarela
menjalankan atau tidak. Maka dengan hal tersebut pada akhirnya LBB mengalami kegagalan
dan tidak mampu menciptakan perdamaian dikarenakan negara-negara besar menggunakan
LBB untuk kepentingan sendiri.
Disamping hal tersebut LBB tidak mempunyai alat kekuasaan yang nyata untuk memaksa suatu
negara yang menentangnya untuk tunduk kembali ke LBB. Dan hal inilah tujuan LBB tergelincir
dari soal-soal perdamaian menjadi soal politik belaka, akibatnya LBB menjadi alat politik
negara-negara besar.

Bukti-bukti adanya kegagalan LBB dapat ditunjukkan ketika Jepang menyerbu Manchuria tahun
1931, tetapi LBB tidak berbuat apa-apa, demikian pula ketika Italia menduduki Abbessynia
tahun 1935. Seruan LBB juga tidak didengar oleh Italia. Hal inilah yang menjdi salah satu sebab
terjadinya perang dunia II.

B. PERANG DUNIA II (1940-1945)

Lahirnya Negara-Negara Fasis

Negara fasis adalah negara yang menjalankan kekuasaan pemerintahannya dengan cara
diktator sehingga rakyat tidak bebas mengeluarkan pendapat. Sejak semula, fasisme sangat
menentang komunisme, sosialisme, dan liberalisme. Fasisme ingin membentuk negara otoriter-
totaliter.
Dalam negara yang otoriter-totaliter, seluruh aspek ekonomi, sosial dan politik ditentukan oleh
satu partai penguasa. Kaum fasis sangat mengutamakan dan mengagungkan perang dan disiplin
militer. Selain itu, negara fasis mengembangkan perasaan nasionalisme yang sangat berlebihan
(ultra nasionalisme atau chauvinisme) disertai dengan semangat heroisme di kalangan
masyarakat luas. Oleh sebab itu, negara-negara fasis sangat agresif. Hal ini merupakan salah
satu penyebab pecahnya Perang Dunia II. Adapun, negara-negara yang melambangkan paham
fasisme, yaitu Italia dibawah Mussolini, Jerman dibawah Hitler, dan Jepang dibawah Kaisar
Hirohito.

Fasisime Italia di bawah Mussolini

Tidak hanya negara yang kalah perang yang mengalami masalah ekonomidalam negerinya,
tetapi negara-negara yang merasa menang perang pun tidak luput dalam krisis tersebut. Italia
yang masuk dalam Blok Sekutu pada waktu Perang Dunia I mengalami masalah di bidang
ekonomi di dalam negerinya sehingga mendorong timbulnya gerakan dari partai yang
menentang Raja Victor Immanuel III dibawah pimpinan Benito Mussolini melalui partai fasis.
Meskipun Mussolini memegang kekuasaan pemerintahan secara diktator setelah merebutnya
dari tangan Raja Victor Immanuel III, ia tidak berhasil memulihkan keadaan ekonomi negara.
Dengan demikian, pemerintah memutukan untuk mengalihkan perhatian rakyat dengan perang
ke luar negeri, yaitu dengan menyerbu Abbesinia (Ethiopoa) pada 1934.

Naziisme Jerman di bawah Hitler

Sebagai negara yang kalah dalam Perang Dunia I, situasi dalam negeri Jerman mengalami krisis
ekonomi yang sangat hebat, situasi ekonomi yang sangat labil, inflasi melonjak, dimana-mana
pengangguran bertamabah banyak. Sementara itu, selain tidak bisa mengatasi masalah
ekonomi, pemerintah juga tidak mampu menmbayar utang ganti rugi perang kepada pihak
Sekutu.
Ketidakmampuan pemerintah Jerman mengatasi krisis ekonomi mengakibatkan rakyat tidak lagi
mempercayai pemerintah sehingga mendorong timbulnya partai-partai baru yang bersifat lebih
keras, sperti Partai Spartacis (komunis), Partai Sosial Demokrat dan Partai Sosialis Nasionalis.
Parati terakhir ini disebut National Sozialistische Deutsche Arbeiter Partie atau NAZI yang
dipimpin oleh Adolf Hitler. Kesengsaraan rakyat menurut Hitler diakibatkan karena kalah
perang. Orang komunis dan Yahudi disebut sebagai pengacau ekonomi Jerman. Dalam bukunya
Mein Kamf(Perjuanganku), Hitler menyatakan bahwa dunia akan baik jika dipimpin oleh orang-
orang Jerman sebab orang Jerman ditakdirkan untuk menguasai negara-negara lain. Selama
memimpin Jerman, Hitler bertindak sangat diktator. Hitler bercita-cita melaksanakan
pemerintahan yang lebensraum(memperluas ruang hidup).

Militerisme Jepang dibawah Kaisar Hirohito

Pada masa Kekaisaran Hirohito, perindustrian Jepang semakin berkembang dan kehidupan
politik bertumpu dengan kuat pada pemerintahan parlementer. Akan tetapi, kemunculan
faktor-faktor baru pada masa itu dapat merusak dan menurunkan wibawa dan pengaruh parati-
partai politik, antara lain kehidupan perekonomian bangsa Jepang semakin tdak menentu.
Selain itu, kepercayaan rakyat terhadap partai politik semakin merosot karena bebeapa skandal
terbuka di muka umum. Keadaan ini dimanfaatkan oleh kaum ekstrimis dan kaum militer
sehingga memperburuk keadaan Jepang saat itu. Bahkan, partai politik digabungkan dan rakyat
dipaksa untuk berperang melawan Cina.
Sejarah partai politik Jepang berakhir dengan dihapusnya seluruh partai politik dan digantikan
dengan sebuah gabungan partai nasional yang hanya formalitas saja. Sama halnya dengan
fungsi parlemen yang kurang mampu menyumbangkan gagasan atau menyaring berbagai
kebijakandari penguasa. Hal ini pula yang menyebabkan timbulnya Perang Pasifik pada 1942.
Adapun penyebab Jepang menjadi imperium, antara lain:

- kepadatan penduduk akibat kemajuan Jepang;


- pembatasan imigrasi bangsa Jepang yang dilakukan bangsa lain;
- kebutuhan bahan baku industri dan daerah pemasaran hasil-hasil industri;
Jepang selalu ingin menguasai dunia, sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negar
maju lainnya. Hal itu juga dilandasi oleh ajaran Shinto yang dianutnya tentang Hakko Ichi
U (dunia sebagai satu keluarga). Ajaran ini mengartikan bahwa dunia ini disusun sebagai
satu keluarga, dimana Jepang sebagai kepala keluarganya.

Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II

Keadaan damai di Benua Eropa pasca Perang Dunia I hanya berlansung tidak lebih dai 15
tahun. Pada periode 1930-an keadaan politik dunia kembali memanas menyerupai kondisi
politik pada 1900-1912, sebelum meletusnya Perang Dunia I. Maka negar-negara yang pernah
terlibat dalam Perang Dunia I segera mempersiapkan diri untuk menghadapi perang yang
mungkin terjadi yang lebih dahsyat dari perang yang sebelumnya.
Politik revanche ildea (semangat membalas) terus dikembangkan dan dihembuskan oleh
negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia I. Selain itu munculnya negara fasis (totaliter),
seperti Jerman, Italia, dan Jepang merupakan salah satu penyebab meletusnya Perang Dunia II.
Oleh karena itu, banyak orang mengatakan bahwa Perang Dunia II merupakan kelanjutan dari
Perang Dunia I.
Pada hakikatnya, latar belakang Perang Dunia II sama dengan Perang Dunia I, yakni terbagi atas
sebab umum dan sebab khusus. Sebab umum melatarbelakangi berkecemuknya politik dunia
pasca Perang Dunia I.

Sebab umum

Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB)


LBB yang diharapkan dapat menjadi suatu lembaga yang dapat menciptakan
perdamaian dunia, ternyata tidak menjalankan peranannya dengan baik. Seperti pada
1935, ketika Italia melakukan agresi terhadap Ethiopia. LBB tidak dapat mncegah agresi
itu. Oleh karena itu, dalam waktu satu tahun, Italia dapat menguasai Ethiopia.

Perlombaan Senjata

Industri angkatan perang berkembang dengan pesat karena mendapat dukungan dari keuangan
negara. Sebagian besar anggaran belanja negara ditujukan untuk bidang industri agar dapat
membangun kembali industri yang telah hancur pada masa Perang Dunia I.
Masing-masing negara berusaha saling mengungguli lawan-lawan mereka dengan melengkapi
persenjataannya. Curiga mencurigai diantara sesama negara Eropa sering muncul sehingga
menyebabkan masing-masing negara mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan
adanya serangan dari negara-negara lain atau untuk menyerang negara lain.

Persekutuan dan Pertentangan Paham

Berkembangnya berbagai paham setelah Perang Dunia I telah menjadikan negara-negara Eropa
membentuk persekutuan-persekutuan berdasarkan kepentingan ideologi yang berkembang di
negara masing-masing.
Menjelang Perang Dunia II, terdapat tiga paham yang saling bertentangan, yaitu sebagai
berikut:

- Paham Komunis yang dipimpin Rusia (Blok Komunis),


- Paham Fasis Totaliter dipimpin Jerman dan Italia (Blok Fasis),
- Paham Demokrasi dan Liberalisme yang dipimpin Amerika Serikat, Inggris dan Perancis
(Blok
Demokrasi).
- Terjadinya blok-blok ini sebagai akibat dari timbulnya politik mencari kawan yang
sepaham dan seperjuangan (aliansi). Dari sinilah, mulai timbul saling mencurigai antara
satu negara (besar) dan negara (besar) lainnya. Dunia Barat, termasuk Italia dan Jerman
mulai mencurigai komunisme Rusia. Selanjtnya, Rusia san Sekutunya mencurigai
gerakan fasisme di Italia dan naziisme yang berkembang pesat di Jerman. Ketegangan di
antara negara-negara tersebut mulai menghangat dan masing-masing pihak
memperkuat dan mencari dukungan dari negara lain.

Sebab Khusus

Sebab khusus yang memicu meletusnya Perang Dunia II adalah serangan Jerman atas Polandia
pada 1 Septemer 1939. Serangan yang dilancarkan Jerman ini telah mengawali pertempuran
dunia di front Eropa. Sedangkan sebab khusus yang mengawali Perang Dunia II di kawasan Asia
Pasifik adalah pemboman pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii
oleh Jepang pada 7 Desember 1941. Pemboman ini telah mengawali berkobarnya Perang
Pasifik atau Perang Asia Timur Raya.

1. Jalannya Perang Dunia II

Setelah Jerman melancarkan serangan ke Polandia pada 1 September 1939, tiga hari kemudian,
3 September 1939 Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman. Maka, dimulailah
Perang Dunia II antara Blok AS (Poros) yang dipimpin Jerman dengan Blok sekutu yang dipimpin
Inggris, dengan politik lebensraum, pada 9 April 1940 Tentara Jerman dalam waktu singkat
melakukan serangan secara besar-besaran ke wilayah utara dan berhasil menduduki Denmark
dan Norwegia. Pada 10 Mei 1941, pasukan Jerman melakukan serangan pula ke wilayah barat,
yaitu ke negeri Luxemburg, Belanda, Belgia dan selanjutnya mengancam Prancis.

Pada 10 Juni 1940, Italia terjun ke kancah peperangan dengan memihak Jerman.
Akhirnya dengan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat dari Jerman dan italia selama 12
hari, Perancis dapat ditaklukan pada 22 Juni 1940. Selanjutnya Jerman mencoba untuk
menguasai Inggris. Namun serangan -serangan Jerman, baik angkatan udara maupun darat
dapat dipatahkan oleh pasukan Inggris dibawah pimpinan Perdana Menteri Winston Churchill.
Jerman dan Italia kemudian menduduki daerah Balkan dan mendapat perlawanan sengit dari
pasukan partisan Yugoslavia dibawah pimpinan Josep Broz Tito.
Pada 22 Juni 1941, Jerman memulai serangan-serangan ke arah timur, yaitu Rusia. Serangan-
serangan tersebut berhasil dengan gemulang sehingga negara-negara sekutu dalam posisi
bertahan. Namun pada musim dingin 1944, pasukan Rusia dapat memukul mundur pasukan
Jerman dengan menerobos jauh ke arah Polandia, Rumania, Yugoslavia, Hongaria seringga
dapat mengusir pasukan Jerman dari daerah Balkan.
Di Pasifik, Jepang telah memulai Perang Asia Timur Raya dengan melakukan pengeboman
terhadapa pangkalan militer AS di Pearl Harbour, Hawai pada 7 Desember 1941. Keesokan
harinya, AS menyatakan perang dengan Jepang dan negara Poros lainnya. Dalam waktu 100
hari, Jepang berhasil merebut koloni Inggris di Malaya dan Burma, koloni Amerika di Filipina,
koloni Belanda di Indonesia, dan sejumlah pulau di Pasifik.
Untuk membalas serangan Jepang, sekutu menyusun strategi dengan melakukan taktik "Loncat
Katak" (Jumping Frog). Stategi ini dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthur dan Laksamana
Chester Nimittz.
Pada 7 Mei 1942, sekutu berhasi menghancurkan tentara Jepang di laut Karang dekat Papua.
Setelah itu, pada 1945, sekutu berhasil merebut Filipina dan Indo-Cina. Tentara Jepang akhirnya
menyerah pada Sekutu pada 15 Agustus 1945 setelah sebelumnya Hiroshima dan Nagasaki
dibom atom pada 6 dan 9 Agustus 1945.
Sebelumnya, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Montgomery pada 23 Oktober 1942
mendapat kemenangan dalam Perang El-Alamein di Afrika Utara. Disusul oleh kemenangan AS
di Aljazair, Inggris-AS di Sisilia dan Italia Utara. Adapun, di Italia serangan Sekutu mendapat
perlawanan sengit dari pasukan Jerman. Namun, pada 3 September 1943 Italia akhirnya dapat
ditaklukkan.
Pada 6 Juni 1944, Jendral Eisenhower memimpin pasukan sekutu untuk menyerang Jerman
yang menguasai Perancis di Norwegia, Normandia, dan Perancis Selatan. Serangan-serangan itu
berhasil dilancarkan dengan direbutnya Perancis pada 24 September 1944.
Pada awal 1945, pasukan sekutu melancarkan serangan langsung ke wilayah Jerman dengan
menghancurkan pusat-pusat industri Jerman dan berhasil menduduki kota Berlin. Pasukan
Jerman terdesak. Pada 7 Mei 1945, Jerman akhirnya menyerah kepada Sekutu.
Dengan menyerahnya Jerman dan Jepang kepada Sekutu, berakhirlah Perang Dunia II.
Kekalahan yang dialami pada Perang Dunia I terulang kembali oleh Jerman dan Italia.

Akhir dari Perang Dunia II ialah dengan penandatanganan Perjanjian Potsdam antara Jerman
dan Sekutu pada 17 Juli -2 Agustus 1945 dan Perjanjian San Fransisco pada 8 September 1951
antara Jepang dan Sekutu. Pihak yang kalah perang diharuskan ganti rugi perang, pembagian
wilayah, pembagian daerah-daerah yang direbut pada masa perang. Selain itu, mereka yang
bertindak sebagi otak Perang Dunia II dinyatakan sebagai penjahat perang dan diadili di depan
Mahkamah Internasional.

Akibat Perang Dunia II


Perang Dunia II merupakan perang terbesar dan terdahsyat yang peranah terjadi selama ini.
Perang ini menelan korban yang sangat besar, yakni sekitar 40 juta orang. Perang ini juga
membawa akibat besar bagi dunia terutama terjadi perubahan-perubahan di bidang ekonomi,
politik dan sosial.
Bidang Politik

- Munculnya dua kekuatan besar dunia (adikuasa atau super power), yakni Amerika
Serikat dengan ideologi Demokrasi Liberalnya (liberalisme), dan Uni Soviet dengan
ideologi komunisnya.
- Terjadi persaingan di antara kedua ideologi yang berbeda berakibat munculnya perang
dingin (cold war). Namun perang dingin ini sudah pudar bahkan berakhir setelah Uni
Soviet terpecah pada 1991 menjadiCommonwealth of Independent State (CIS). Pada
masa perang dingin ini kedua kekuatan mencoba mempengaruhi negara-negara
sepaham untuk membentuk aliansi (persekutuan), seperti North Atlantic Treaty
Organization (NATO), yaitu fakta pertahanan Amerika Serikat bersama negara-negara
Eropa Barat. Adapun aliansi bentukan Uni Soviet adalah Pakta Warsawa, yaitu
pertahanan Uni Soviet bersama negara- negara Eropa Timur,
- Munculnya negara-negara merdeka di Asia, seperti Indonesia, Filipina, India, Pakistan
dan Srilanka.

Bidang Ekonomi

Setelah Perang Dunia II berakhir, perekonomian dunia mengalami kekacauan sehingga Amerika
Serikat katakutan pihak komunis akan mempengaruhi negara-negara yang sedang kesulitan.
Untuk itu, Amerika Serikat memberikan bantuan (kredit) bagi negara-negara Eropa yang hancur
akibat Perang Dunia II. Misalnya melalui program Marshall Plan 1947. Akibatnya, paham
komunis dapat dibendung di wilayah Eropa Barat. Selain itu, negara Jerman dan Jepang muncul
sebagai negara industri besar setelah mendapat bantuan dari Amerika Serikat.

Bidang Sosial
Munculnya keinginan yang kuat dari sebagian negara di dunia untuk menciptakan perdamaian
abadi. Dari tekad inilah muncul lembaga internasional yang berwibawa dalam melakukan
perdamaian, yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945. Adapun para pelopor
pendiri PBB ialah Franklin Delano Roosevelt (AS), Winston Churchill (Inggris) dan Josef Stalin
(Uni Soviet).
BAB III

PENITUP

A. SIMPULAN
Dari uraian tersebut di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa selain akibat
negatif yang muncul, Perang Dunia juga membawa akibat positif. Dampak positif yang
lahir sebagai akibat Perang Dunia tersebut adalah lahirnya oraganisasi-organisai
perdamaian dunia.

B. SARAN
Perang Dunia I dan II telan menelan jutaan korban jiwa dan telah menubah
dunia, baik dalam Keadaan situasi parit perlindungan, bidang ekonomi, sosialmaupun
politik. Lebih baik kita mengambil hikmah dari peristiwa inidan selalu menjaga
kedamaian antar sesame agar peristiwa ini terulang kembali.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. n/a. A Short History of the Holy Sees Diplomacy [Online], dapat
dilihatdihttp://www.holyseemission.org/short_history.html [diakses 24 Oktober 2011]
-.n/a. About FAO [Online] dapat dilihat di http://www.fao.org/about/en/ [diakses 24 Oktober
2010]
-. n/a. Overview of the ECA [Online] dapat dilihat
dihttp://www.uneca.org/about_eca/overview_of_eca.htm [diakses 24 Oktober 2010]
- n/a. The challenge ahead [Online] dapat dilihat di
http://www.bbc.co.uk/history/worldwars/wwone/league_nations_01.shtml#five [ diakses 24
Oktober 2011]
- http://id.shvoong.com/social-sciences/1999238-liga-bangsa-bangsa/#ixzz1bkBVzsMo [ di
akses 25 Oktober ]