Anda di halaman 1dari 15

BABIII

DESAIN PENELITIAN

111.1. Objek Penelitian

111.1.1. Sejarah Singkat

PT. Arwana Citramulia Tbk. adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang

industri dasar secara umum dan di bidang industri ubin keramik secara khusus. PT.

Arwana Citramulia Tbk. telah terdaftar sebagai salah satu anggota di Bursa Efek

Indonesia (BEl) dan diperdagangkan di lantai bursa dengan kode "ARNA". Dengan

penjualan tahunan sebesar ratusan milyar, PT. ARNA merupakan salah satu dari empat

perusahaan penghasil ubin keramik terbesar di Indonesia. PT. ARNA senantiasa

mendedikasikan dirinya untuk menjadi perusahaan penghasil ubin keramik terbaik di

dalam negeri dengan bermodalkan kreatifitas dan inovasi baru dalam menciptakan

produk-produk unggulannya. Dan tentu saja PT. ARNA selalu berusaha untuk

memberikan kontribusi positifbagi kemajuan bangsa dan negara ini.

PT. ARNA diresmikan pada tahun 1993, di mana saat itu para pendirinya melihat

peluang bisnis untuk memenuhi kebutuhan akan keramik yang sangat diperlukan oleh

industri properti. Sejak saat itu, secara resmi pula PT. ARNA memilih nama "Arwana

Ceramic Tiles" untuk merek dagangnya. Temyata peluang bisnis yang dilihat oleh para

pendiri PT. ARNA tersebut bukanlah peluang yang buruk, hal ini terlihat dari kemajuan

cukup pesat yang berhasil dicapai oleh PT. ARNA dalam bidang usaha industri keramik.

Pada akhir bulan Desember 2008, total kapasitas produksi yang dimiliki PT.

ARNA adalah sebesar 27.460.000 meter persegi per tahunnya, di manajumlah tersebut
diproduksi bersamaan di tiga pabrik keramik yang berlokasi di Tangerang, Serang dan

Gresik, Jawa Timur. Terhitung dari tahun berdirinya, PT. ARNA telah melakukan

berbagai macam ekspansi atau perluasan serta memodifikasi semua pabrik keramik yang

dimilikinya. PT. ARNA juga telah menambahkan beberapa lini produksi baru dengan

tujuan mempercepat proses produksi. Penambahan beberapa lini produksi baru ini

dilakukan untuk memenuhi Jonjakan permintaan dari para pelanggannya. Ekspansi

terbaru yang dilakukan PT. ARNA adalah perhatian yang diberikan kepada Plant IIIC

yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Perhatian tersebut diwujudkan dalam bantuan

untuk menjadikan Plant IIIC dapat beroperasi secara mandiri di kawasan tersebut.

Sebagai tambahan, PT. ARNA akan mengekspansikan diri untuk Jebih terbuka dalam

memaharni tren yang sedang berlaku di pasar. Hal ini bertujuan untuk memenuhi

kebutuhan para pelanggannya yang selalu berubah-ubah. Bisa dikatakan bahwa tahun ini

merupakan tahun yang penting bagi PT. ARNA, di mana para pimpinan perusahaan

mengambil banyak keputusan untuk melakukan perubahan yang progresif dalam tubuh

PT. ARNA sendiri. Perubahan-perubahan progresif tersebut diharapkan mampu

meningkatkan seluruh lini operasional perusahaannya.

PT. ARNA memfokuskan usahanya pada pembuatan keramik untuk lantai dan

dinding. Dalam proses produksinya, ketiga pabrik yang dimilikinya bekerja secara

bersamaan untuk memenuhi pesanan pelanggan. Pabrik yang pertama berlokasi di Pasar

Kemis, Tangerang, Banten, Jawa Barat dan pabrik yang kedua berlokasi di Cikande,

Serang, Banten, Jawa Barat. Hasil produksi dari pabrik pertama dan kedua dikhususkan

untuk memenuhi pesanan pelanggan yang berasal dari wilayah Indonesia bagian barat
Sementara pesanan pelanggan yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur akan

dipenuhi oleh pabrik ketiganya yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Pada tahun 1995, pabrik pertama PT. ARNA yang berlokasi di Tangerang,

Banten dengan luas area sebesar 2,6 hektar memulai proses produksinya untuk membuat

kerarnik. Saat itu pabrik pertama ini hanya memiliki dua jalur produksi dengan kapasitas

maksima13.780.000 meter persegi per tahun.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1997, PT. ARNA meresmikan pabrik

kedua yang berlokasi di Serang, Banten. Pabrik kedua ini menempati areaseluas 9,5

hektar. Pabrik kedua ini memulai proses produksinya pada bulan Juli 1997 dengan

kapasitas maksimal sebesar 4.500.000 meter persegi per tahunnya. Seiring berjalannya

waktu, pabrik kedua ini berhasil melakukan ekspansi usaha dengan menambah lini

produksinya. Penambahan tersebut terwujud dengan didirikannya Plant JIB dan Plant

1/C. Plant IIC dibangun khusus untuk memproduksi kerarnik bagi kebutuhan dinding

bangunan. Maka, pada akhir bulan Desember 2008, total kapasitas produksi yang

dimiliki oleh pabrik kedua ini naik drastis menjadi 15.940.000 meter persegi per tahun.

Tidak berhenti sampai di situ saja, pada bulan Mei 2002, PT. ARNA kembali

meresmikan pabrik barunya yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Pabrik ketiga ini

memiliki dua jalur produksi, yaitu Plant II/A dan Plant /liB. Keseluruhan luas pabrik

ketiga ini adalah sebesar 7,2 hektar dengan kapasitas maksimum sebesar 3.600.000

meter persegi per tahun. Sarna seperti pabrik kedua, pabrik ketiga ini pun diperluas

sehingga pada akhir tahun 2008, kapasitas maksimunmya meningkat menjadi 8.280.000

meter persegi per tahun. Dalam perjalanannya, temyata kedua lini produksi yang ada

pada pabrik ketiga ini tidak sanggup untuk memenuhi semua pesanan dari para
pelanggan yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur. Untuk mengirnbangi

peningkatan jurnlah pesanan, maka pada bulan Oktober 2009, PT. ARNA menambah

sebuah lini produksi lagi yang dinamai Plant Il/C (pembangunan tahap awal). Plant IIIC

ini dibangun dengan struktur yang modem serta dilengkapi dengan berbagai mesin

mesin produksi berteknologi tinggi namun memiliki tingkat kebisingan yang rendah

serta ramah lingkungan. Dengan penambahan fase pertama dari Plant IIIC ini, maka

kapasitas keseluruhan dari pabrik ketiga PT. ARNA meningkat menjadi sebesar

13.500.000 meter persegi per tahun. Sementara pembangunan fase kedua dari Plant Il/C

ini diharapkan dapat selesai pada semester kedua tahun 2010.

111.1.2. Bidang Usaha

PT. Arwana Citramulia mendedikasikan dirinya untuk menjadi penyuplai ubin

lantai dan dinding dengan kualitas superior yang diperuntukkan bagi pasar menengah ke

bawah di dalam negeri. PT. Arwana memiliki pasar yang sangat luas, di mana produk

produk dari PT. ARNA dipakai oleh semua pengguna akhir, tidak hanya dipakai oleh

para kontraktor dan developer besar saja. PT. Arwana senantiasa berusaha untuk

mempertahankan pelanggan-pelanggan setianya dengan cara terns memikirkan

kemampuan beli dari para pelanggannya tersebut. Untuk itu, produk-produk PT. Arwana

selalu dijual dengan harga yang sangat kompetitif.

Seluruh produk-produk yang dihasilkan oleh PT. Arwana senantiasa disesuaikan

dengan keinginan dan pesanan dari para pelanggan. Untuk memenuhi berbagai macam

pilihan pelanggan, PT. Arwana memproduksi ubin lantai dan dinding dengan berbagai

jenis dan motif dengan kualitas tinggi. Jenis-jenis hasil produksi dari PT. Arwana adalah
: marbel, granit, strata, fancy, rustic dan plain colors. Yang tersedia dalam berbagai

dimensi ukuran, yaitu : 20x20, 20x25, 30x30 dan 40x40 sentimeter. Sejatinya seluruh

produksi tersebut masih diperuntukkan bagi para pelanggan di dalam negeri, namun saat

ini PT. Arwana mulai memperluas pasarnya dengan mencoba bersaing di pasar

mancanegara. Untuk dapat bersaing di pasar global, PT. Arwana tidak perna berhenti

untuk menciptakan dan memproduksi desain-desain baru yang dapat memuaskan

perubahan selera dari para pelanggannya

Seluruh ubin lantai dan dinding yang diproduksi oleh PT. Arwana akan

dipasarkan oleh PT. Primagraha Keramindo (PGK). PT. Primagraha Keramindo adalah

distributor tunggal untuk PT. Arwana Citramulia. PT. PGK merniliki jaringan pemasaran

di 25 kota besar di Indonesia melalui 36 sub-distributornya dengan lebih dari 11.000

agen resrni dan outlet-outlet pemasaran.

111.1.3. Visi dan Misi Perusahaan

Sebagai sebuah perusahaan yang berdedikasi tinggi, PT. ARNA senantiasa

menjalaukan kegiatan operasionalnya berdasarkan visi dan rnisi yang di terapkan oleh

para pendirinya. Visi dari PT. Arwana Citramulia Tbk. adalah menjadi produsen

penghasil ubin kerarnik terbaik, yang selalu mengedepaukan kreasi dan inovasi serta

mampu menjadi perusahaan yang dapat berkontribusi langsung terhadap kemajuan

bangsa dan negara.

Sedangkan tiga buah rnisi yang harus dilakukan oleh PT. Arwana Citramulia

Tbk. guna mencapai visinya adalah sebagai berikut :


1. Se1alu mengutamakan kualitas dari produk dan pelayanan dengan cara yang efektif

dan efisien untuk menghasilkan produk-produk ubin keramik bermutu tinggi yang

dapat memuaskan ekspektasi dari para pelanggan.

2. Dinamik, kreatif dan inovatif dalam keseluruhan proses produksi.

3. Menciptakan lingkungan keija yang menyenangkan dan bersahabat agar

meningkatkan semangat keija para karyawan dengan tujuan akhir untuk menstimulus

pengembangan perusahaan secara keseluruhan.

111.1.4. Struktur Organisasi

Dalam situs resmi PT. Arwana Citramulia Tbk. (http://www.arwanacitra.com)

tidak tercantum struktur organisasi perusahaan yang lengkap dalam bentuk bagan.

Mereka hanya menyediakan profil dari seluruh pejabat tinggi perusahaan. Profil mereka

dapat dilihat pada menu "About Us" dan sub-menu "Corporate Structure". Berikut

adalah profil dari kelima pejabat tinggi PT. Arwana Citramulia Tbk. :

Theresia Yustina Ariany, S.H.

Presiden Komisaris (lndependen)

Ibu Theresia mendapatkan gelar saijana hukum dari Fakultas

Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak pada tahun 1973. Ia

kemudian menamatkan pendidikan lanjutannya pada pendidikan

notaris di Universitas Pajajaran pada tahun 1978. Ia memulai

karirnya pada tahun 1977 dengan bekeija di Kantor Notaris Publik Wiratni Ahmadi,

S.H. di kota Bandung. Kemudian ia menjadi presiden komisaris di PT. Arwana


Citramulia Tbk. Sejak tanggal 5 Januari 2007. Latar belakangnya di bidang hukum

sangat bermanfaat perusahaan di mana ia sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan semua

persoalan yang berhubungan dengan hukum, peraturan dan berita lainnya yang berkaitan

dengan hak-hak dari para pemegang saham.

Prof. Heru Subiyantoro, Ph.D.

Komisaris lndependen

Bpk. Heru menariJ.atkan pendidikan saijananya di Fakultas

Ekonomi Universitas Indonesia. Kemudian ia menempuh

pendidikan master di bidangpo/icy science di Universitas GRIPS,

Tokyo, Jepang dan terakhir menyelesaikan pendidikan

doktoralnya di bidang administrasi bisnis (keuangan) di Universitas Nanzan, Nagoya,

Jepang. Sekarang ia menjabat sebagai Direktur Evaluasi Keuangan Regional dan Sistem

Informasi di Kementrian Keuangan Republik Indonesia, selain itu dia juga adalah

seorang dosen aktif di pendidikan paska saijana Universitas Indonesia. Bpk. Heru mulai

bekerja sebagai komisaris lndependen di PT. Arwana Citramulia Tbk. Sejak tahun

2001. Dengan berbagai macam pengalarnan dan latar belakangan pendidikan di bidang

keuangan, ia telah menyelesaikan berbagai macam penelitian dan berpartisipasi aktif

dalam berbagai seminar dan konferensi internasional.


Donisius Iliadi, BBA

Komisari Independen

Bpk. Doni adalah pemegang gelar sarjana administrasi bisnis di

bidang keuangan dari Universitas Iowa, Ames, Iowa, Amerika

Serikat pada tahun 1989. Ia memulai karirnya di bidang perbankan

nasional, namun sekarang ia menjabat sebagai direktur

pengembangan internal di salah satu perusahaan PT. Arwana yang berlokasi di kota

Bandung.

Tandean Rustandy, MBA

Kepala Eksekutif I Presiden Direktur (non-independen)

Bpk. Tandean Rustandy adalah pendiri PT. Arwana Citramulia,

Tbk. Ia menamatkan pendidikan sarjananya di bidang ilmu

pengetahuan dari Universitas Colorado dan menyelesaikan

pendidikan paska sarjananya di bidang administrasi bisnis pada

Universitas Chicago. Di bawah kepemimpinannya, perusahan berkembang 59 kali lipat

dari tahun .1993 sampai dengan 2009 yang kemudian menjadikan perusahaan ini terpilih

oleh Majalah Forbes edisi November 2006 sebagai salah satu dari 200 perusahaan

terbaik di kawasan Asia Pasifik. Bpk. Tandean merupakan penerima gelar runner up

"The Best CEO" dari Business Review 2009 dan gelar "Indonesia's Young Entrepreneur

of The Year 2002" dari Ernst & Young Entrepreneur Program. Dan pada tahun 1987,

beliau juga mendapat penghargaan "Honorary Citizen of Boulder, Colorado"


Edy Suyanto, S.E

Kepala Operasional Perusahaan

Bpk. Edy mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Faknltas

Ekonomi Univesitas Tarnmanegara, Jakarta. Memulai karimya

sebagai pegawai magang dalam bidang manajemen di PT. Arwana

Citramulia Tbk. sejak tanggal 5 Jannari 2007 dan saat ini ia telah

mencapai posisi sebagai kepala operasional perusahaan setelah berbagai kontribusi dan

keberhasilan yang ia capati. Ia telah berperan aktif selama beberapa tahun di Asosiasi

Industri Keramik Indonesia (ASAKI) dan pada tanggal 31 Juli 2009, ia terpilih sebagai

wakil ketua perusahaan untuk periode 2009-2011.

m.2. Desain Penelitian

111.2.1. Jenis dan Sumber Data

Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang

diambil dari data historik yang tersimpan di Bursa Efek Indonesia (BEl). Data-data

tersebut meliputi :

1. Data harga saham harian PT. Arwana Citramulia Tbk. dengan rentang waktu antara

30 hari sebelum stock split sampai dengan 30 hari setelah stock split. Harga saham

yang diambil adalah harga saham penutupan (closing price). Untuk nilai nominal

saham yang dipakai adalah nilai nominal lama untuk rentang waktu 30 hari sebelinn

pelaksanaan stock split dan nilai nominal baru untuk rentang waktu 30 hari setelah

pelaksanaan stock split.


2. Data tentang volume transaksi harlan selama 60 harl perdagangan, terhitung darl 30

harl sebelum pelaksanaan stock split sampai dengan 30 harl setelah pelaksanaan

stock split.

3. Data nilai IHSG selama 60 harl perdagangan, terhitung dari 30 harl sebelum

pelaksanaan stock split sampai dengan 30 harl setelah pelaksanaan stock split. Data

IHSG yang diambil adalah nilai penutupan (closing price) harlan darl IHSG selama

harl perdagangan aktif.

lll.2.2. Penentuan Populasi dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang melakukan aksi

stock split pada tahun 2009 dan sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sementara,

penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu

sampel bersyarat yang ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu atau judgement

sampling. Adapun kriteria perusahaan yang dijadikan sampel adalah :

1. Perusahaan tersebut harus sedang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada saat

melakukan stock split di tahun 2009.

2. Perusahaan tidak melakukan corporate action lainnya pada rentang waktu 30 harl

sebelum stock split sampai dengan 30 hari setelah stock split. Beberapa contoh

corporate action lainnya adalah mengeluarkan warrant, right issue, pembagian

dividen dan pengumuman resmi lainnya.

3. Saham perusahaan tersebut aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan tidak

mengalami masalah apapun selama periode yang akan diteliti.


111.2.3. Variabel dan Pengukuran Variabel

Varlabel adalah faktor yang akan diukur dan diuji atau diteliti dalam penelitian.

Dalam penelitian ini, seluruh varlabel ;yang ada akan dipahami, diukur, diuji dan dicarl .

keterkaitannya satu dengan yang lain. Berikut adalah seluruh varlabel yang digunakan

dalam penelitian ini, yaitu :

I. GMR -> digunakan untuk menghitung rata-rata geometrik darl daily return saham

dan daily return IHSG, baik sebelum maupun setelah pelaksanaan stock split.

2. Average-> digunakan untuk menghitung rata-rata volume perdagangan sabam PT.

ARNA baik sebelum maupun setelab pelaksanaan stock split.

3. Regresi Iinier dan beta risk konsep CAPM -> digunakan untuk menghitung beta

risk atau resiko yang terkandung dari sabam PT. ARNA, baik sebelum maupun

setelab pelaksanaan stock split.

4. Uji anova 2 sampel -> digunakan untuk menguji rata-rata volume perdagangan

sabam PT. ARNA pada 2 sampel yang berbeda, yaitu sebelum dan setelab

pelaksanaan stock split. Selain itu, digunakan juga untuk menguji rata-rata tingkat

laba pada perdagangan sabam PT. ARNA untuk 2 sampel yang berbeda, yaitu

sebelum dan setelab pelaksanaan stock split.

ID.2.4. Metode Analisis Data

Data sekunder yang telab dikumpulkan kemudian akan dipilab dan dianalisis

menjadi:

I. Harga penutupan (closing price) harlan darl sabam PT. ARNA akan dijadikan data

daily Ri sedangkan data harga penutupan (closing price) IHSG harlan akan dijadikan
data daily Rm. Kernudian perhitungan GMR akan digunakan untuk rnenghitung rata

rata daily Ri dan daily Rm.

2. Volume average akan digunakan untuk rnenghitung rata-rata volume perdagangan

saharn pada 30 hari sebelum pelaksanaan stock split dan pada 30 hari setelah stock

split.

3. Beta risk konsep CAPM dan regresi linier akan digunakan untuk rnenghitung beta

risk.

4. Uji 2 sarnpel berpasangan akan digunakan untuk rnenguji rata-rata volume

perdagangan saharn PT. ARNA pada saat sebelum dan setelah pelaksanaan stock

split. Uji 2 sarnpel ini juga digunakan untuk rnenguji rata-rata tingkat laba (return)

perusahaan antara sebelum dan setelah pelaksanaan stock split.

111.2.5. Metode Penyajian Data

Data dalarn penelitian ini akan ditarnpilkan dalarn bentuk tabel, graflk serta

berbagai rnacarn garnbar pola yang dapat digunakan untuk rnenganalisis tujuan dari

penelitian ini.
111.2.6. Operasionalisasi Variabel Penelitian

Skala
No Variabel Definisi Indikator Simbol
Data
Harga penutupan saham
1 Close price Rupiah ARNA Rasio
barian
Nilai penutupan lHSG
2 Close!HSG Point lHSG Rasio
barian
Volume perdagangan saham
3 Volume Lot VOL Rasio
barian
Tingkat basil saham barian Prosentase
4 Daily Return Ri Rasio
berdasarkan barga penutupan (%)
Tingkat hasillHSG barian
5 Market Return Point RM Rasio
berdasar barga penutupan

Menghitung rata-rata return Prosentase -


6 GMR R; Rasio
saham (%)

One Way Menganalisis satu macam


7 Point F Rasio
ANOVA karateristik dari populasi

111.2.7. Uji Statistik

Uji statistik atau pengujian hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui manakah

yang diterima antara Hipotesis Objektif dengan Hipotesis Altematif. Keputusan untuk

menerima atau menolak hipotesis-hipotesis tersebut didasarkan pada basil akhir dari

penelitian ini. Periode yang digunakan berada pada rentang waktu antara 30 bari

sebelum pelaksanaan stock split sampai dengan 30 bari setelah pelaksanaan stock split.

Langkah pengujian hipotesis (uji statistik) dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Uji statistik pertama-tama dilakukan dengan menentukan Hipotesis Objektif (Ho)

dan Hipotesis Altematif (Ha) dari hipotesis yang akan diuji. Berikut adalah daftar

dari Ho dan Ha yang digunakan dalam penelitian ini :

Ho1 : Rata-rata return saham PT. ARNA setelah pelaksanaan stock split masib

berada dalam satu populasi yang sama dengan rata-rata return saham PT.
ARNA sebelum pelaksanaan stock split. Atau pelaksanaan stock split

bersifat tidak efektif.

Hal : Rata-rata return sabam PT. ARNA setelab pelaksanaan stock split berada

dalam populasi yang berbeda dengan rata-rata return sabam PT. ARNA

sebelum pelaksanaan stock split. Atau pelaksanaan stock split bersifat

efektif.

Ho2 : Rata-rata volume perdagangan sabam PT. ARNA setelab pelaksanaan

stock split masih berada dalam satu populasi yang sama dengan rata-rata

volume perdagangan sabam PT. ARNA sebelum pelaksanaan stock split.

Atau pelaksanaan stock split bersifat tidak efektif.

Ha2 : Rata-rata volume perdagangan sabam PT. ARNA setelab pelaksanaan

stock split berada dalam populasi yang berbeda dengan rata-rata volume

perdagangan sabam PT. ARNA sebelum pelaksanaan stock split. Atau

pelaksanaan stock split bersifat efektif.

2. Setelab menentukan Ho dan Ha serta mengukur kinelja sabam, sensitivitas dan

efektivitas pelaksanaan stock split bagi perusabaan selama 60 hari perdagangan

(terdiri dari 30 hari sebelum pelaksanaan stock split + 30 hari setelab pelaksanaan

stock split), selanjutnya dilakukan Uji Beda Dua Rata-rata dan perbandingan

volume. Uji Beda Dua Rata-rata digunakan untuk mengetahui tingkat return sabam.

Sedangkan perbandingan volume digunakan untuk mengetahui perbedaan volume

perdagangan sabam antara 30 hari sebelum pelaksanaan stock split dengan 30 hari

setelab pelaksanaan stock split.


3. Menentukan apakah hipotesis altematif diterima atau ditolak. Jika nilai probabilitas

yang didapat Jebih besar dari 5%, maka Ho diterima dan Ha ditolak, karena

menunjukkan bahwa perbedaan yang ada itu tidak signifikan. Dan sebaliknya, jika

nilai probabilitasnya Jebih kecil dari 5%, maka Ho ditolak dan Ha diterima, karena

menunjukkan bahwa perbedaan yang ada itu signifikan.