Anda di halaman 1dari 9

Metode Kerja Perpipaan Air Bersih

23.13.00
Rudi Hartoni

METODE KERJA

PENDAHULUAN
A. UMUM
Secara umum pelaksanaan pekerjaan ini bertujuan untuk pengembangan dan perluasan serta
penyempurnaan system jaringan pia distribusi air minum dalam meningkatkan mutu pelayanan .

Sehubungan lokasi pekerjaan terletak pada bahu jalan maka pelaksanaan pada pagi hari dai jam
08.00 s/d 17.00 WIB dengan menggunakan system manual dan didukung peralatan lainnya. Setiap
hari setelah akhir pekerjaan pada sekitar lokasi pekerjaan akan selalu dibersihkan dari sisa sisa
bekas galian tanah serta material lainnya, sehingga kondisinya rapih dan tidak menggangu arus
kendaraan .

B. LINGKUP DAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN


Pelaksanaan pekerjaan ini direncanakan / disesuaikan sengan schedule kerja yang telah ditetapkan,
dengan uraian serta tahapan pekerjaan sebagai berikut :
I. Pekerjaan Persiapan
II. Pekerjaan Test Pit
III. Pekerjaan Penggalian
IV. Pekerjaan Pemasangan dan Penyambungan Pipa
V. Pekerjaan Thrust Block/Anchor Block
VI. Pekerjaan Urugan Kembali
VII. Pekerjaan Test Hidrostatic, Flusing dan Disinfectan
VIII. Pekerjaan Singgem ( Connecting Pipe Existing )
IX. Pekerjaan Perbaikan ( Reinstatment )
X. Pekerjaan Ditch Crossing ( Syphon)
XI. Pekerjaan Concrete Chamber / Valve
XII. Pekerjaan Waste Meter Construction
XIII. Pekerjaan Wash Out
XIV. Pekerjaan Road Crossing

Setiap tahapan tersebut merupakan rangkaian pekerjaan yang antara satu dengan lainnya saling
berkaitan dan tidak dapat terpisahkan.

C. URAIAN PEKERJAAN
C. PEKERJAAN PERSIAPAN
Sebelum pekerjaan dilaksanakan, atas dasar Design drawing dari Owner , kontraktor melakukan
survey pendahuluan bersama-sama perwakilan Owner sebelum pekerjaan fisik dimulai. Tujuan dari
surevy ini adalah menginvestigasi jalur pipa untuk mengindentifikasi dan mengantisipasi masalah
yang dimungkinkan timbul selama proyek berlangsung. Dan juga kontraktor merencanakan dan
mengusulkan pada pihak Owner letak bedeng/direksi keet. Kita membuat dokumen foto pada
kondisi nol persen sekaligus menentukan trace pipa dan mendata pekerjaan lainnya yang
kemungkinan akan terjadi penyimpangan dilapangan dan dapat dijadikan acuan dalam pembuatan
shop drawing (gambar kerja).
Juga dalam hal ini kontraktor membuat jadwal pelaksanaan (schedule) yang menunjukan urutan-
urutan pekerjaan (program pelaksanaan) dan waktu pelaksanaan yang diperlukan oleh masing-
masing kegiatan pekerjaan serta membuat daftar yang menunjukan sumber daya, peralatan-
peralatan dan kelengkapannya, bahan-bahan yang dibutuhkan dan pengadaan tenaga kerja yang
diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Dalam hal keselamatan kerja, selain dalam melaksanakan setiap urutan pekerjaan dituntut extra
hati-hati dan terencana, untuk menghindari dari adanya hal-hal yang tidak diinginkan maka kepada
setiap pekerja dilengkapi dengan peralatan healt and safety yang telah disediakan terlebih dahulu.

Selanjutnya mempersiapkan dan mengadakan semua kebutuhan antara lain :


1. Tenaga kerja dalam jumlah yang cukup dan trampil sesuai bidangnya.
2. Penyediaan peralatan kerja yang dibutuhkan
3. Pengangkutan material, Fitting dan Accesories yang dibutuhkan dari gudang Owner ke Stokyard,
kemudian dari stokyard ke site.
4. Material pendukung Pasir, Sirtu, Mcadam, Beton Ready Mix dll.
5. Rambu-rambu Lalu lintas dan Rambu pengaman serta lampuSpot light dan pengaman untuk pekerja
seperti helm, sepatu kerja dan baju kerja.
6. Pembuatan Site office , Gudang, Stokyard / Penumpukan pipa, Pool peralatan serta material lainnya.

II. PEKERJAAN TEST PIT


Test Pit sangat penting untuk proyek rehabilitasi karena ada pipa existing yang akan direhabilitasi
harus diidentifikasi terlebih dahulu karena total panjang yang akan direhabilitasi tergantung dari
data yang diperoleh dari test pit.

Penelitian pipa existing dengan membuat test pit pada jalur pipa yang akan dipasang dan terhadap
titik-titik rencana singgem yang merujuk kepada design drawing disaksikan oleh pengawas lapangan.
Hal tersebut perlu dilakukan selain untuk mengetahui keadaan pipa existing tentang kedalaman,
kondisi pipa, jenis pipa, diameter pipa, trace dan jaringan utilitas lainnya. Dari hasil tersebut
dibuat berita acara yang dilengkapi dengan dokumentasi foto sebagai bukti keadaan actual.

Hasil survey tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk gambar shop drawing yang selanjutnya
diajukan kepada pihak pemberi kerja.
III. PEKERJAAN PENGGALIAN
Dalam pekerjaan penggalian minimum untuk setiap diameter pipa termasuk volume pasir yang
dibutuhkan ditunjukan dalam gambar standar/spesifikasi teknis. Rambu-rambu pengaman, lampu-
lampu ditempatkan sedemikian rupa ditempat yang strategis, mudah dilihat dan dibaca, begitu juga
mengenai penempatan material dan peralatan sehingga upaya meminimalkan gangguan terhadap
kepentingan umum dapat terlaksana.
Sebelum dilakukan penggalian, kendaraan pengangkut sudah dipersiapkan, untuk mengangkut dan
membuang semua bekas galian keluar lokasi/proyek agar tidak terjadi adanya timbunan bekas
galian dipinggir lubang galian, shingga disamping akan mengakibatkan terjadinya kelongsoran pada
bibir galian juga akan mengganggu aktivitas lainnya, selain itu lahan disekitar lubang galian dapat
dimanfaatkan untuk hal lain yang berkaitan dengan kelancaran pekerjaan.

1. Galian harus lurus


Apabila dalam galian ditemukan sesuatu yang menghalangi maka dapat dibelokkan dengan
mendefleksi sambungan pipa (tanpa menggunakan bend) dengan cara membuat lengkung radius yang
besar. Apabila diperlukan bend, galiannya dapat dibuat dengan sudut. Jika sambungan yang
dibelokkan melebihi batas pembelokkan maksimum maka harus menggunakan bend.

2. Lebar galian
Lebar galian yang tepat adalah terjadinya ruang yang cukup pada sisipipa untuk bedding pasir . Dan
kedalaman galian yang tepat adalah kedalaman dengan urugan pasir yang mencukupi diatas pipa
sesuai dengan spesifikasi teknis.

3. Persiapan dasar galian :


Dasar galian rata agar penompang pipa lebih baik dan bebas dari benda-benda tajam seperti batu,
akar pohon yang dapat merusak pipa.

4. Penggalian diluar standar/Abnormal :


Bila dasar galian tidak cukup stabil seperti mngandung sisa-sisa besi, Lumpur, arang, abu, sampah,
sayuran atau bahan organic lainnya, maka material-material tersebut akan dibuang sesuai dengan
lebar kedalaman yang di butuhkan/

5. Perlindungan terhadap struktur utilitas existing :


Untuk melindungi struktur utilitas yang ada (existing, misalnya tiang listrik,telephone, pohon atau
yang lainnya maka penggalian dengan manual (dengan cangkul atau tangan) bisa dilakukan dengan
extra pengaman galian. Pada daerah sekitar pipa gas dan minyak atau fasilitas lainnya maka
pelaksanaan galian dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan, gangguan atau hal lainnya yang
dapat mengakibatkan kerusakan terhadap jaringan atau fasilitas lainnya.

6. Penopang/penguat galian :
Untuk pekerjaan ini kedalaman biasanya tidak terlalu dalam sehingga penopang galian tidak
diperlukan kecuali pada pekerjaan koneksi ke pipa existing. Biasanya ruang gerak untuk koneksi
pipa dibutuhkan lebih besar sehingga diperlukan tiang/balok kayu penopang galian.

Penopang galian bisa dilakukan dengan membuat dinding galian yang miring atau dengan memasang
kayu. Kayu tidak boleh dilepas jika dipasang leboh rendah dari garis tengah pipa, dan kayu tidak
boleh dipotong lebih rendah 0,3 m dari permukaan atas pipa.
Biasanyan pembuatan penopang galian dilihat dan dievaluasi berdasarkan kasus perkasus.

7. Panjang galian :
Pada pekerjaan ini galian terbuka dibatasi sampai dengan 60 m/grup

IV. PEKERJAAN PEMASANGAN DAN PENYAMBUNGAN PIPA.


Sebelum pemasangan dan penyambungan pipa, pipa-pipa akan diletakan disepanjang pinggir galian.
Tapi hal ini mungkin tidak dapat dilaksanakan pada jalan yang sempit. Pipa akan diatur
perletakkanya disepanjang galian seperti :
- Pipa diletakkan didekat galian
- Pipa diletakkan disisi yang bersebrangan dengan galian tanah
- Pipa diletakkan pada interval 6 m
- Pipa diletakkan searah dan beraturan socket spigot
- Pipa diletakkan tidak boleh jatuh kelubang galian
Setelah pipa diletakkan dipinggir galian, maka tahap berikutnya adalah urugan terdiri dari pasir
pada dasar galian dengan tebal 100 mm dan dipadatkan dengan manual (diinjak-injak dengan kaki),
samping kiri kanan 200 mm diatas pipa juga dipadatkan dengan manual.
- Pemasangan pipa dilaksanakan setelah lapisan pasir didasar galian sudah dipadatkan
- Pemasangan pipa dilaksanakan, didalam galian harus kering
- Pipa yang akan dipasang diperiksa dan dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menenpel pada pipa
tersebut
- Penyambungan pipa PVC harus menggunakan karet dan lubricant dengan benar, Penyambungan pipa
HDPE adalah dengan pengelasan.
- Pendefleksian maksimum 4 derajat
- Ujung pipa harus ditutup sementara untuk menghindari masuknya tanah, tikus dan lain-lain

V. PEKERJAAN THRUST BLOCK / ANCHOR BLOCK


Pada pekerjaan thrust block ini menggunakan beton tak bertulang dan dipasang pada fitting yaitu
bend, tee, dan dop bila diperlukan reducer juga untuk menahan gaya tekanan akibat gaya dorong
yang terjadi ketika air mengalami perubahan arah atau dipasang pada sambungan (joint) dan titik
kebocoran. Sebelum dipasang thrust block, lahan galiannya harus diperiksa terlebih dahulu dimana
lahan galiannya tidak boleh ada bahan material kayu atau yang lainnya yang dapat membusuk. Thrust
block dipasang ditengah-tengah dan menjepit sebagian fitting. Thrust block diletakkan pada tanah
yang berkondisi keras / baik agar dapat melekat pada dinding galian dengan kuat.

VI. PEKERJAAN URUGAN KEMBALI


Setelah pemasangan pipa selesai maka tahap berikutnya adalah pengurugan, dalam pengurugan ini
dipadatkan per 300 mm dengan menggunakan stamper dan harus rata sehingga menghasilkan
kepadatan yang maksimal. Pengurugan galian harus dengan material dan kualitas yang sama.

VII. PEKERJAAN HYDROSTATIC TEST, FLUSHING DAN DESINFECTAN

a. Hydrostatic Test
Hyodrostatic Test adalah test quality control yang sangat penting untuk mengecek kualitas dari
jaringan pipa baru dan accesories yang terpasang. Pipa yang sudah terpasang disyaratkan untuk
dilakukan Hydrostatic test, untuk itu lubang pengujian dipersiapkan pada setiap seksi sepanjang
maksimum 500 m.

Untuk menghindari dari adanya hal-hal yang tidak diinginkan maka penempatan lubang pengujian
diletakkan ditempat yang sangat strategis, mudah dilihat, tidak mengganggu Kelancaran lalu lintas
umum juga tidak mudah dijangkau oleh anak-anak.

Pada lubang pengujian, blank flange yang dirangkai dengan unit manometer serta air valve harus
dibuat kaku dengan mempergunakan perkuatan / penyanggah yang cukup kuat sehingga pada saat
penekanan dilakukan tidak berobah posisi (bergeser atau bergerak).
Pengetesan dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
- Mengisi air sepanjang pipa yang akan di test sehingga penuh dengan air bersih dari PAM
- Menekan dengan Test Pressure Air Pump serta memasang manometer pada ujung yang lainnya.
- Penekanan didalam pipa secara konstan sehingga tekanan didalam pipa mencapai 8 bar selama
pengetesan didalam pipa tidak boleh ada gelembung udara, yang dibuang dengan cara membuka
katup / valve dibawah posisi manometer.
- Setiap kenaikan 1 (satu) bar dilakukan penyesuaian selama 10-15 menit, hingga tekanan mencapai 8
bar. Pada tekanan ini semua katup ditutup dan manometer diamati selama 2 (dua) jam. Apabila tidak
terjadi penurunan tekanan, maka test pipa dianggap berhasil (lulus). Selama masa penekanan hingga
pengamatan selalu dalam pengawasan pihak direksi.
- Apabila terjadi penurunan tekanan / bacaan manometer secara drastis dan menyolok maka
kemungkinan ada kebocoran pada jalur pipa tersebut dan dilaksanakan penggalian, perbaikan
sambungan.
- Dilaksanakan lagi Pressure pengetesan ulang sesuai dengan tahapan-tahapan sebelumnya hingga
didapat hasil pengetesan yang sempurna.
- Pembuangan air bekas testing (dewatering).

b. Desinfectant, flushing & Dewatering


Setelah hydrostatic test dilaksanakan pada setiap/seluruh section panjang pipa, pekerjaan
desinfectant/flushing dapat dilaksanakn dengan cara sebagai berikut :
- Pengisian air bersih.
- Pengisian / mengalirkan campuran desinfectant sesuai dengan jumlah komposisi/kebutuhan kaporit
yang diperlukan pada salah satu ujung pipa serta membuka valve pada ujung pipa yang lain .
- Bila campuran sudah mengisi sepanjang pipa maka valve ditutup dan di diamkan selama16-24 jam.
- Pembuangan air serta mengisi kembali air (mencuci) sampai betul-betul air didalam pipa cukup
bersih dan layak pakai.

VIII. PEKERJAAN SINGGEMAN (CONNECTING PIPE)

1. Persiapan :
Pekerjaan singgeman dilaksanakan setelah pemasangan pipa lulus test, sudah diflashing dan telah
didiisenfectant.
Langkah pertama untuk pekerjaan ini adalah dimulai dengan test pit pada pipa existing yang akan
disambung (diconnect) berdasarkan gambar detail junction, hal ini dilakukan untuk mengetahui dan
memastikan keberadaan pipa existing dimaksud mengenai :
Evaluasi (kedalaman) pipa existing
Diameter pipa
Jenis pipa
Utilitas lainnya

Selanjutnya dari hasil test pit tersebut dituangkan (diplot)kedalam gambar yang akan diajukan
sebagai shop drawing, sehingga dapat diketahui diameter, fitting-fitting yang dibutuhkan untuk
terlaksananya singgeman dimaksud.
Selain menyediakan gambar kerja (shop drawing) sebagai acuan nantinya dilapangan, juga membuat
jadwal pelaksanaan yang menunjukan urutan-urutan pekerjaan dan waktu pelaksanaan yang
diperlukan oleh masing-masing kegiatan pekerjaan serta membuat daftar yang menunjukan sumber
daya, peralatan-peralatan dan kelengkapannya, bahan-bahan yang dibutuhkan dan pengadaan
tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut.

2. Galian
Untuk ruang kerja dan penempatan fitting dll, harus menyiapkan ruang kerja yang cukup untuk
tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaan yang meliputi pemotongan pipa existing, penurunan
Tee, pemasangan/penyambungan tee, penguncian baut-baut tee dan accessories lainya serta untuk
perletakan Thrustblock, agar dibuat seefisien mungkin.
Sebelum dilakukan penggalian, kendaraan pengangkut sudah dipersiapkan, untuk mengangkut dan
membuang semua bekas galian keluar lokasi/proyek agar tidak terjadi adanya timbunan dibibir
galian, sehingga disamping akan mengakibatkan terjadinya kelongsoran pada bibir galian juga akan
mengganggu aktivitas lainnya dan lahan disekitar lubang galian dapat dimanfaatkan untuk
penempatan peralatan kerja.

Penempatan rambu-rambu lalu lintas termasuk lampu emergency dan lampu penerangan
dibuat/dipasang sedemikian rupa sehingga jelas dan mudah dilihat, sehingga adanya hal-hal yang
tidak diinginkan dapat terhindarkan. Persyaratan-persyaratan untuk perlengkapan pengamanan dan
penjagaan serta pengendalian lalu lintas akan dikerjakan dengan teliti dan terencana.

Khusus untuk singgemen pipa dijalur padat lau lintas, semua yang berkaitan dengan pengaturan lalu
lintas maupun mengenai penempatan rambi-rambu lalu lintas, kontraktor akan melakukan koordinasi
dengan pihak yang terkait.

3. Penopang / penguat galian:


Untuk pengamanan lubang galian dari adanya longsor akibat desakan/hantaman air atau penyebab
lainnya, diperluakan penopang galian yang dipancang/dipasang sepanjang garis galian dalam lubang
galian. Penopang Galian dibuat dari bahan kayu dolken dan bilik bambu, ukuran dan dimensinya harus
direncanakan sedemikian ripa satu dengan yang lainnya disatukan dengan cara diikat, dipaku dan
dibaut, sehingga mampu mendukung adanya desakan dinding galian maupun dari desakan/hantaman
air sisa dari pipa existing yang dipotong.

4. Parit pembuangan air :


Parit pembuangan air diperlukan untuk mengantisipasi adanya luapan air sisa yang tidak mampu
dibuang atau dihisap ole pompa yang telah disediakan, ukuran dan dimensi dari parit saluran air
tersebut disesuaikan dengan air luapan yang bakal timbul .

5. Penutupan valve :
Penutupan katup/valve pada jalur pipa yang akan disinggem/dipotong dilakukan oleh petugas yang
ditunjuk oleh pihak pemberi kerja/Owner lamanya penutupan valve sesuai jadwal pelaksanaan
terlampir selama pemotongan pipa yang akan disinggem sampai dengan pemasangan fitting dan
Accessoriesnya selesai dipancang .

6. Pemotongan pipa existing :


Pemotongan pipa existing yang akan disinggem bersamaan dengan dimulainya penutupan katup/valve
pada jalur pippa yang akan dipotong/disinggem .

7. Pembuangan air (dewatering) :


Bersamaan dengan pengangkatan pipa potongan peralatan pompa dalam hal ini mempergunakan mobil
pemadam kebakaran sudah siap untuk melakukan pemompaan .
Begitu pipa potongan mulai terangkat akan terjadi semburan air sisa dari dalam pipa dan akan
terjadi genangan air dalam lubang galian singgem dimaksud, maka untuk menghindari adanya luapan
air dalam galian mobil pemadam kebakaran segera difungsikan untuk membuang/memompa air
didalam galian singgeman dimaksud ke sungai sehingga kering .

Dan apabila sisa air dari pipa yang terpotong tersebut sudah mulai reda dan tinggal sisa air akibat
penutupan katup/valve yang tidak bisa rapat karena sesuatu hal, maka pemompaan dapat
dilanjutkan dengan mempergunakan mesin pompa submersible .
8. Pemasangan Fitting & Accesories :
Setelah pengeringan air sudah sampai kedasar galian, pada kedua ujung pipa bekas potongan
dibersihkandari segala kotoran dan karat dengan mempergunakan mata gergaji besi dan lap kain,
hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kemungkinan kebocoran melalui karet yang tidak rapat
dan terganjal oleh kotoran atau sebagainya pada saat pipa dioprasikan .

Kemudian material penyambung (Collar) berikut karetnya satu persatu dipasang dikedua ujung pipa
yang akan dipasang teenya dengan posisi belum dikunci/dibaut dan masih dapat digerakan .

Setelah kedua Collar tersebut sudah terpasang , fitting perlahan-lahan diturunkan dengan
mempergunakan alat tackle/crane mobil dibantu oleh tukang pipa untuk mengarahkan posisi yang
tepat pada posisi yang sudah diukur sebelumnya .
Untuk memudahkan pemasangan selanjutnya pipa incian sudah dirangkai sedemikian rupa dengan
fitting yang akan dipasang .

Pada saat penurunan maupun penyetelan fitting-fitting dimaksud, dilakukan dengan sangat hati-
hati, dihindari dari adanya benturan dengan pipa yang akan disambung yang akan mengakibatkan
fitting atau pipa menjadi robek .

Apabila posisi fitting sudah sejajar dengan kedua ujung pipa yang akan disambung , kedua collar
digeser dan distel posisi yang tepat , selanjutnya dilakukan penguncian baut-baut .

Setiap penguncian baut-baut dibuat merata satu dengan lainnya, agar hasilnya memuaskan dan
tidak mengalami kebocoran , peralatan yang dipergunakan adalah sebagaimana biasanya kunci pipa
.

9. Pembukaan katup/valve :
Setelah perkuatan/pemancangan fitting sudah dianggap baik dan disetujui oleh semua pihak ,
pekerjaan pembukaan katup / valve dilakukan oleh petugas dari pihak owner, dimana cara
pembukaanya tidak dengan serta merta dan dilakukan secara bertahap drad demi drad agar
tekanan air tidak menjadi kaget yang akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan .

10. Urugan / perbaikan :


Semua kerusakan akibat galian akan diperbaiki sesuai kondisi semula dengan mengacukepada
ketentuan , spesifikasi teknis. Pelaksanaan pengurugan/perbaikan kembali bekas galian dilakukan
setelah pekerjaan thrust block selesai .
Pengurugan dengan material selected dilakukan secara bertahap lapis dmi lapis sesuai ketentuan
yang berlaku, dipadatkan dengan stamper hingga mencapai kepadatan yang diinginkan .
Setelah material selected sudah mencukupi ketebalan maupun kepadatannya dilanjutkan dengan
konstruksi berikutnya, hingga pada lapiasan terakhir .

11. Perapihan :
Jika pekerjaan singgeman dan pekerjaan perbaikan kembali selesai dilaksanakan, maka semua sisa
pekerjaan diangkut dan dibuang jauh dari loaksi, hingga lokasi bekas lubang singgeman tersebut
bersih dan kembali sesuai kondidi semula .

Lobang kerja/Ruang kerja (test pit) yang dibutuhkan dimaksud perlu digali dengan ukuran panjang
1 (satu) meter dengan kedalamanrata-rata 1,50 meter .
Selama pelaksanaan dipasang rambu-rambu pengaman disiapkan sebanyak mungkin, sehingga adanya
hal-hal yang tidak diinginkan dapat terhindarkan .
Persyaratan-persyaratan untuk perlengkapan pengamanan dan penjagaan serta pengendalian lalu
lintas akan dikerjakan dengan teliti dan ketat .

IX. PERBAIKAN KEMBALI BEKAS GALIAN ( REINSTATMENT )

Semua kerusakan akibat galian akan diperbaiki sesuai kondisi semula dengan mengacu spesifikasi
teknis. Pengurugan kembali bekas galian dilakukan setelah pekerjaan thrust block selesai .
Pengurugan dengan bahan pasir dilakukan secara bertahap lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, dipadatkan dengan menggunakan Stamper atau alat lainnya sehingga mencapai
kepadatan yang cukup dan tidak akan lagi mengalami penurunan lagi, maka dilanjutkan dengan
harapan dapat menghasilkan pekerjaan yang cukup baik serta memenuhi spesifikasi teknis .

X. PEKERJAAN DITCH CROSSING ( SYPHON )

Untuk pekerjaan ini kedalaman pipa 300mm dibawah lantai saluran, pengeboran dibawah lantai
saluran dilaksanakan secara manual. Setelah pengeboran tembus dari sisi satu ke sisi lain serta
galian yang diperlukan sudah selesai, dilanjutkan dengan pemasangan pipa, Bend, alat bantu lainnya.
Kemudian dilanjutkan dengan pengurugan / Perapihan.

XI. PEKERJAAN CONCRETE CHAMBER CONSTRUCTION/ VALVE

Untuk melaksanakan pekerjaan ini, yang pertama kali dilakukan adalah mengukur dan menentukan
letak Chamber yang akan dipasang/dikerjakan. Jika posisi dan ukuran sudah ketemu maka langkah
selanjutnya adalah :
1. Penggalian Tanah
2. Pemasangan pipa di dalam Chamber
3. Pemasangan Gate Valve
4. Cor Lantai Kerja
5. Pembesian dan Bekisting
6. Penyetelan Manhole
7. Pengecoran Beton Chamber
8. Pengaspalan/ Perapihan

XII. PEKERJAAN WASTE METER CONSTRUCTION

Pekerjaan ini dilaksanakan berbarengan dengan pemasangan pipa, yaitu setelah galian yang
diperlukan selesai, pemasangan pipa dan alat alat bantu. Kemudian baru dilakukan pengurugan
kembali dan pengecoran bak.

XIII. WASH OUT

- galian tanah
- pemasangan tee dan alat-alat bantu
- pengecoran beton bertulang pada ujung pipa
- urugan kembali / pasir
- perbaikan dan perapihan

XIV. ROAD CROSSING

- pengukuran
- penggalian tanah/ penurapan untuk arriving pit dan driving pit sesuai ukuran yang ditentukan/
diperlukan.
- pengeboran untuk cashing 800mm steel secara mesin
- pengecoran concrete block diluar ujung pipa cashing
- pengurugan pasir dalam cashing
- pemasangan HDPE NP 630 mm
- pengurugan arriving pit dan driving pit
- perbaikan dan perapihan

Demikian Metode pelaksanaan pekerjaan ini dibuat sebagai pedoman dalam pelaksanaan
pekerjaan, dengan harapan dapat menghasilkan pekerjaan yang cukup baik serta memenuhi
spesifikasi teknis.