Anda di halaman 1dari 3

Variola (smallpox)

Variola adalah penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh virus variola major atau variola
minor.Penyakit ini dikenal dengan nama Latinnya, variola atau variola vera, yang berasal dari kata
Latin varius, yang berarti berbintik, atau varus yang artinya jerawat. Variola muncul pada
pembuluh darah kecil di kulit serta di mulut dan kerongkongan
Di kulit, penyakit ini menyebabkan ruam, dan kemudian luka berisi cairan. V. major
menyebabkan penyakit yang lebih serius dengan tingkat kematian 3035%. V. minor menyebabkan
penyakit yang lebih ringan (dikenal juga dengan alastrim, cottonpox, milkpox, whitepox, dan Cuban
itch) yang menyebabkan kematian pada 1% penderitanya.Akibat jangka panjang infeksi V. major
adalah bekas luka, umumnya di wajah, yang terjadi pada 6585% penderita
Variola adalah penyakit infeksi virus akut yang disertai keadaan umum yang sangat menular
dan dapat menyebabkan kematian, dengan ruang kulit yang monomorf, terutama tersebar di bagian
perifer tubuh.

Etiologi
Penyebab variola adalah virus variolae ada 2 tipe virus yang identik , tetapi menimbulkan 2
tipe variola yaitu variola mayor dan variola minor (alastrim). Perbedaan kedua virus itu adalah bahwa
penyebab variola mayor bila dimokulasikan pada membrane karioalontrik tubuh pada suhu 38o C.
Sedangkan yang menyebabkan variola minor tumbuh dibawah suhu itu.

Patofisiologi
Variola (Smallpox)disebabkan oleh virus yang menyebar dari satu orang ke orang lainnya
melalui udara. Virus ini ditularkan dengan menghirup virus dari orang yang terinfeksi. Selain itu,
Smallpox juga bisa menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi dan
objek yang terkontaminasi seperti baju.
Penularannya melalui kontak langsung ataupun tak langsung tapi infeksi primernya selalu melalui
hawa nafas. Virusnya yang terdapat di udara, berasal dari debu pakaian, tempat tidur, dari keropeng
yang jatuh ditanah ataupun dari hawa nafas di penderita, terhirup bersama hawa pernafasan sehingga
terjadi penularan. Cacar adalah penyakit yang sangat menular.
Virus variola diperoleh dari inhalasi (pernafasan ke paru-paru). Partikel virus cacar dapat tetap pada
benda seperti pakaian, tempat tidur, dan permukaan hingga 1 minggu. Virus dimulai di paru-paru, dari
sana virus menyerang aliran darah dan menyebar ke kulit, usus, paru-paru, ginjal, dan otak. Aktivitas
virus dalam sel-sel kulit menciptakan ruam yang disebut makula (karakteristik : datar, lesi merah).
Setelah itu vesikel (lepuh mengangkat) terbentuk. Kemudian, pustula (jerawat berisi nanah) muncul
sekitar 12-17 hari setelah seseorang menjadi terinfeksi. Sembuh dari cacar sering meninggalkan bekas
di kulit oleh karena pustula.
Manusia adalah host natural dari smallpox. Penyakit ini tidak dapat ditularkan oleh serangga maupun
hewan. Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan
menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang
menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

Gejala klinis
Masa tunas 10-14 hari terdapat 4 stadium :
1. Stadium prodromal/invasi
Stadium ini berlangsung selama 3-4 hari yang ditandai dengan :
a. Suhu tubuh naik (40oC)
b. Nyeri kepala
c. Nyeri tulang
d. Sedih dan gelisah
e. Lemas
f. Muntah-muntah
2. Stadium makulao papular /erupsi
Suhu tubuh kembali nomal, tetapi timbul makula-makula eritematosa dengan cepat akan
berubah menjadi papula-papula terutama dimuka dan ektremitas (termasuk telapak tangan dan
kaki) dan timbul lesi baru.
3. Stadium vesikula pustulosa / supurasi
Dalam waktu 5 10 hari timbul vesikula-vesikula yang cepat berubah menjadi pustule. Pada
saat ini suhu tubuh akan meningkat dan lesi-lesinya akan mengalami umblikasi.
4. Stadium resolusi
Berlangsung dalam 2 minggu, stadium ini dibagi menjadi 3 :
a. Stadium krustasi
Suhu tubuh mulai menurun, pustule-pustula mengering menjadi krusta.
b. Stadium dekrustasi
Krusta-krusta mengelupas, meninggalkan bekas sebagai sifakriks atrofi. Kadang-kadang ada
rasa gatal dan stadium ini masih menular.
c. Stadium rekon valensensi.
Lesi-lesi menyembuh, semua krusta rontok, suhu tubuh kembali normal, penderita betul-betul
sembuh dan tidak menularkan penyakit lagi.
Pengobatan
Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar
tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain
dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan
kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.
Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala
yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet
(Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi
demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh
melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas
membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).
Pengobatan penyakit cacar berfokus pada keluhan yang timbul, misalnya demam, menggigil, nyeri
dipersendian, bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair.
Obat yang seharusnya diberikan :
a. Paracetamol tablet
b. Acyclovir tablet
c. Bedak Talek
d. Vitamin Neurobian/neuroboran